Minyak jojoba

Minyak jojoba () adalah minyak yang dihasilkan dalam biji tumbuhan jojoba (Simmondsia chinensis),[1] perdu yang berasal dari Arizona selatan, California selatan, dan Meksiko barat laut. Minyak ini membentuk sekitar 50% dari berat biji jojoba.[2] Istilah "minyak jojoba" dan "malam jojoba" sering digunakan secara bergantian karena malam tersebut secara visual tampak seperti minyak yang mudah mengalir, tetapi sebagai malam komposisinya hampir seluruhnya (~97%) terdiri dari mono-ester asam lemak rantai panjang (ester malam) dan alkohol (isopropil jojobat), disertai hanya sebagian kecil ester trigliserida. Komposisi ini menjelaskan stabilitas masa simpan yang sangat tinggi dan ketahanan luar biasa terhadap suhu tinggi, dibandingkan dengan minyak nabati sejati.
Sejarah
Suku asli Amerika yakni O'odham mengekstrak minyak dari biji jojoba untuk mengobati luka dan borok. Pengumpulan dan pengolahan biji dari tumbuhan yang tumbuh secara alami menandai awal domestikasi jojoba pada awal tahun 1970-an.[3]
Pada tahun 1943, sumber daya alam AS, termasuk minyak jojoba, digunakan selama perang sebagai aditif untuk oli mesin, oli transmisi, dan oli diferensial. Senapan mesin dilumasi dan dirawat dengan jojoba.[4]
Tampilan
Minyak jojoba yang belum dimurnikan tampak sebagai cairan emas jernih pada suhu kamar dengan sedikit aroma kacang. Minyak jojoba yang telah dimurnikan tidak berwarna dan tidak berbau. Titik leleh minyak jojoba kira-kira 10 °C (50 °F)[5] dan nilai yodiumnya kira-kira 80.[6] Minyak jojoba relatif stabil dalam penyimpanan jika dibandingkan dengan minyak nabati lainnya terutama karena mengandung sedikit trigliserida, tidak seperti kebanyakan minyak nabati lainnya seperti minyak biji anggur dan minyak kelapa.[7] Ia memiliki indeks stabilitas oksidatif sekitar 60,[8] yang berarti lebih stabil dalam penyimpanan daripada minyak kesumba, minyak kanola, minyak almond, atau skualena; tetapi kurang stabil daripada minyak jarak dan minyak kelapa.
Kimia
| Titik beku | 7-10,6 °C[9][10] |
|---|---|
| Indeks bias | 1,4650 pada 25 °C[11] |
| Massa jenis relatif | 0,863 pada 25 °C[12] |
| Titik asap | 195 °C[13] |
| Titik nyala | 295 °C[14] |
| Bilangan iodin | 82[15] |
| Kekentalan | 48 SUS pada 99 °C[16]
127 SUS at 37.8 °C[17] |
| Indeks kekentalan | 190-230[18] |
| Asam lemak | Atom karbon:ikatan ganda | Posisi(s) ikatan ganda | Persentase (fraksi mol) |
|---|---|---|---|
| Asam palmitat | C16:0 | - | 0,3 |
| Asam palmitoleat | C16:1 | 9 | 0,3 |
| Asam stearat | C18:0 | - | 0,2 |
| Asam oleat | C18:1 | 9 | 9,3 |
| Asam arakidat | C20:0 | - | - |
| Asam 11-eikosenoat | C20:1 | 11 | 76,7 |
| Asam behenat | C22:0 | - | jejak |
| Asam erusat | C22:1 | 13 | 12,1 |
| Asam lignoserat | C24:0 | - | 0,1 |
| Asam nervonat | C24:1 | 15 | 1 |
Secara umum, minyak jojoba mengandung proporsi asam lemak tak jenuh tunggal yang tinggi, terutama asam 11-eikosenoat (tabel).
Kegunaan
Karena berasal dari tumbuhan yang pertumbuhannya lambat dan sulit dibudidayakan, minyak jojoba terutama digunakan untuk aplikasi skala kecil seperti farmasi dan kosmetik.[21][22] Secara keseluruhan, minyak jojoba digunakan sebagai pengganti minyak paus dan turunannya, seperti setil alkohol. Larangan impor minyak paus ke AS pada tahun 1971 menyebabkan penemuan bahwa minyak jojoba "dalam banyak hal lebih unggul daripada minyak paus sperma untuk aplikasi di industri kosmetik dan industri lainnya".[23]
Minyak jojoba ditemukan sebagai bahan tambahan dalam banyak produk kosmetik, terutama yang dipasarkan sebagai produk yang terbuat dari bahan alami. Secara khusus, produk yang umumnya mengandung jojoba adalah losion dan pelembap, sampo dan kondisioner rambut.[24]
Lihat juga
Galeri
Pranala luar
- International Jojoba Export Council
- Description and chemical structure of jojoba oil
- Can This Unassuming Little Desert Shrub Really Save The World? - The first article from 1977
Referensi
- ↑ Drew Sturtevant. The genome of jojoba (Simmondsia chinensis): A taxonomically isolated species that directs wax ester accumulation in its seeds. Science Advances. 13 March 2020. Vol. 6 (11). doi:10.1126/sciadv.aay3240.
- ↑ Jojoba. Alternative field crops manual. University of Wisconsin-Extension, Cooperative Extension. 1990.
- ↑ Jojoba. Alternative field crops manual. University of Wisconsin-Extension, Cooperative Extension. 1990.
- ↑ Howard Scott Gentry. The Natural History of Jojoba (Simmondsia chinensis) and Its Cultural Aspects. Economic Botany. 1958-01-01. Vol. 12 (3). hlm. 261–295. doi:10.1007/bf02859772.
- ↑ AOCS Method Cc 18-80. The American Oil Chemists' Society (AOCS).
- ↑ AOCS Method Cd 1-25. The American Oil Chemists' Society (AOCS).
- ↑ Y. Matsumoto. Acute Effects of Transdermal Administration of Jojoba Oil on Lipid Metabolism in Mice. Medicina. 2019. Vol. 55 (9). hlm. 594. doi:10.3390/medicina55090594.
- ↑ AOCS Method Cd 12b-92. The American Oil Chemists' Society (AOCS).
- ↑ Jaime Wisniak. The chemistry and technology of jojoba oil. The American Oil Chemists Society. 1987. hlm. 24. ISBN 978-0-935315-17-2.
- ↑ Nasir El Bassam. Energy Plant Species: Their Use and Impact on Environment and Development. Earthscan. 1998. hlm. 168. ISBN 978-1-873936-75-7.
- ↑ Jaime Wisniak. The chemistry and technology of jojoba oil. The American Oil Chemists Society. 1987. hlm. 24. ISBN 978-0-935315-17-2.
- ↑ Jaime Wisniak. The chemistry and technology of jojoba oil. The American Oil Chemists Society. 1987. hlm. 24. ISBN 978-0-935315-17-2.
- ↑ Nasir El Bassam. Energy Plant Species: Their Use and Impact on Environment and Development. Earthscan. 1998. hlm. 168. ISBN 978-1-873936-75-7.
- ↑ Jaime Wisniak. The chemistry and technology of jojoba oil. The American Oil Chemists Society. 1987. hlm. 24. ISBN 978-0-935315-17-2.
- ↑ Jaime Wisniak. The chemistry and technology of jojoba oil. The American Oil Chemists Society. 1987. hlm. 24. ISBN 978-0-935315-17-2.
- ↑ Nasir El Bassam. Energy Plant Species: Their Use and Impact on Environment and Development. Earthscan. 1998. hlm. 168. ISBN 978-1-873936-75-7.
- ↑ Nasir El Bassam. Energy Plant Species: Their Use and Impact on Environment and Development. Earthscan. 1998. hlm. 168. ISBN 978-1-873936-75-7.
- ↑ Review of Lubricant Properties of Jojoba Oil and its Derivatives. The American Oil Chemists Society. 1988. ISBN 978-0-935315-22-6.
- ↑ J. Busson-Breysse. Jojoba wax: Its esters and some of its minor components. Journal of the American Oil Chemists' Society. September 1994. Vol. 71 (9). hlm. 999–1002. doi:10.1007/BF02542268.
- ↑ An updated review on efficacy and benefits of sweet almond, evening primrose and jojoba oils in skin care applications. International Journal of Cosmetic Science. February 2022. Vol. 44 (1). hlm. 1–9. doi:10.1111/ics.12758.
- ↑ An updated review on efficacy and benefits of sweet almond, evening primrose and jojoba oils in skin care applications. International Journal of Cosmetic Science. February 2022. Vol. 44 (1). hlm. 1–9. doi:10.1111/ics.12758.
- ↑ Waxes. Wiley-VCH. 2002. doi:10.1002/14356007.a28_103. ISBN 3-527-30673-0.
- ↑ Jojoba. Alternative field crops manual. University of Wisconsin-Extension, Cooperative Extension. 1990.
- ↑ An updated review on efficacy and benefits of sweet almond, evening primrose and jojoba oils in skin care applications. International Journal of Cosmetic Science. February 2022. Vol. 44 (1). hlm. 1–9. doi:10.1111/ics.12758.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29570948 (2026-08-13T09:20:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.