Lompat ke isi

Bandwagoning

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 23.13 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Bandwagoning dalam hubungan internasional terjadi ketika sebuah negara bersekutu dengan negara musuh yang lebih kuat dan mengakui bahwa teman-tapi-musuh tersebut mengambil untung dari pampasan yang mereka rebut bersama-sama.[1] Bandwagoning adalah strategi yang diambil oleh negara-negara lemah. Menurut konsep ini, negara yang lemah harus berteman dengan musuh yang lebih kuat karena negara musuh dapat menguasai apapun yang diinginkannya secara paksa (force).[2] Perkataan Thucydides bahwa "orang kuat melakukan yang bisa dilakukan dan orang lemah merasakan derita yang harus dirasakan" menangkap makna dari bandwagoning.[3][4]

Kata bandwagoning diciptakan oleh Quincy Wright dalam A Study of War (1942) dan dipopulerkan oleh Kenneth Waltz dalam Theory of International Politics (1979). Bandwagoning terjadi ketika negara lemah memutuskan bahwa biaya melawan negara yang lebih kuat justru lebih mahal daripada keuntungan yang didapatkan. Negara kuat biasanya menawarkan insentif, misalnya penambahan wilayah, perjanjian dagang, atau perlindungan, agar negara lemah mau bekerja sama dengan mereka.

Realisme menyatakan bahwa negara akan melakukan bandwagon apabila membangun koalisi seimbang tidak memungkinkan lagi atau letak geografisnya membuat penyeimbangan sulit dilakukan (dikelilingi negara musuh). Bandwagoning dianggap berbahaya karena memungkinkan negara musuh semakin berkuasa.

Bandwagoning berbeda dengan penyeimbangan (balancing); prinsip penyeimbangan menuntut sebuah negara untuk mencegah negara musuh mengacak-acak keseimbangan kekuasaan.

Lihat pula

Bacaan lanjutan

Referensi

  1. John Mearsheimer. The Tragedy of Great Power Politics. W.W. Norton and Company. 2001. hlm. 162–163. ISBN 9780393076240.
  2. John Mearsheimer. The Tragedy of Great Power Politics. W.W. Norton and Company. 2001. hlm. 163. ISBN 9780393076240.
  3. John Mearsheimer. The Tragedy of Great Power Politics. W.W. Norton and Company. 2001. hlm. 163. ISBN 9780393076240.
  4. Robert Strassler. The Landmark Thucydides: A Comprehensive Guide to the Peloponnesian War. Simon and Schuster. 1998. hlm. 352. ISBN 9781439106594.
  5. Kenneth Waltz. Theory of International Politics. McGraw-Hill. 2010. hlm. 126. ISBN 1577666704.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29602991 (2026-08-20T04:15:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.