Lompat ke isi

Kapsaisin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 09.12 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Capsaicin-3D-vdW

Kapsaisin (, (INN); 8-methyl-N-vanillyl-6-nonenamide) adalah komponen aktif dari cabai, yang merupakan tanaman dari genus Capsicum. Zat ini menyebabkan iritasi pada mamalia, termasuk manusia, dan menghasilkan sensasi terbakar (pedas) di jaringan mana pun yang bersentuhan dengannya. Kapsaisin dan beberapa senyawa terkait yang disebut kapsaikinoida dan diproduksi sebagai metabolit sekunder oleh cabai. Produksi zat ini mungkin bertujuan sebagai bentuk adaptasi tumbuhan untuk menghambat mamalia dan jamur tertentu.[1]

Skala Kapsaisin

Rasa pedas ini diukur dengan skala yang disebut Scoville. Kapsaisin murni mengandung 15 juta Scoville. Pada bulan Agustus 2023, Guinness World Records menyatakan Pepper X adalah cabai terpedas di dunia dengan tingkat kepedasan mencapai rata-rata 2.693.000 SHU (Scoville Heat Unit).[2]

Kapsaisinoid

Kapsaisin adalah kapsaisinoid yang utama di dalam cabai yang diikuti oleh dihidrokapsaisin. Dua campuran ini juga adalah kapsaisinoid yang dua kali lebih panas dari nordihidrokapsaisin, homodihidrokapsaisin, dan homokapsaisin.

Jenis kapsaisinoid Singk. Persentase
kandungan
rata-rata
Skala
Scoville
Struktur Kimia
Kapsaisin C 69% 15.000.000
Dihidrokapsaisin DHC 22% 15.000.000
Nordihidrokapsaisin NDHC 7% 9.100.000
Homodihidrokapsaisin HDHC 1% 8.600.000
Homokapsaisin HC 1% 8.600.000

Tidak larut dalam air

Kapsaisin adalah zat nonpolar, tidak bisa dicampur air, persis seperti minyak. Jadi jika terasa pedas tidak akan sembuh dengan meminum air karena kapsaisin tidak larut, bahkan dengan air, kapsaisin bisa merata di dalam rongga mulut.[3]

Cara terbaik menghilangkan pedas adalah dengan lemak atau minyak. Kedua zat itu melarutkan kapsaisin sehingga mudah lenyap dari dalam mulut. Kapsaisin juga memiliki efek antikoagulan. Susu juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa pedas. Kasein dalam susu memilki kemampuan menyerap dan menggumpalkan kapsaisin yang ada di lidah.[4]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. What Made Chili Peppers So Spicy? Talk of the Nation, 15 August 2008.
  2. Tania Sani. Mengenal Pepper X, Cabai Terpedas di Dunia yang Menggeser Posisi Carolina Reaper. Jawapos.
  3. Indra Cahya. Mengapa Minum Air Saat Makan Pedas Justru Memperburuk Rasanya?. Merdeka.com. 29 maret 2021.
  4. Irawan Sapto Adhi. 5 cara menghilangkan rasa pedas dengan cepat. Kompas.com. 2 Juni 2020.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27464863 (2025-06-26T14:51:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.