Lompat ke isi

Dioksigen difluorida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 17.23 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29270658; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dioksigen difluorida adalah senyawa kimia dengan rumus . Senyawa ini merupakan senyawa padat berwarna jingga yang melebur menjadi cairan merah pada suhu . Senyawa ini merupakan oksidator yang sangat kuat dan dapat berdekomposisi menjadi oksigen dan fluor bahkan pada suhu dengan laju 4% setiap harinya; maka dari itu, senyawa ini tidak dapat bertahan lama dalam suhu ruangan. Dioksigen difluorida bereaksi dengan hampir semua unsur yang ditemui.

Preparasi

Dioksigen difluorida dapat diperoleh dengan menempatkan campuran gas fluor dan oksigen dengan proporsi 1:1 pada tekanan rendah (7–17 mmHg (0.9–2.3 kPa) merupakan tekanan yang optimal) dengan transmisi listrik 25–30 mA pada tegangan 2.1–2.4 kV. Metode serupa digunakan oleh Otto Ruff untuk mensintesiskan senyawa ini untuk pertama kalinya pada tahun 1933. Metode sintesis lainnya adalah dengan mencampur dan ke dalam bejana baja nirkarat yang didinginkan hingga suhu , dan kemudian unsur-unsur ini dipaparkan dengan bremsstrahlung selama beberapa jam. Metode ketiga adalah dengan pemanasan fluor dan oksigen hingga mencapai suhu , dan kemudian mendinginkannya dengan cepat dengan menggunakan oksigen cair. Ketiga metode ini menggunakan reaksi berikut:

+ →

Dioksigen difluorida juga dapat diperoleh dari dekomposisi ozon difluorida:

→ + ½ or
2 → 2 +

Struktur dan properti

Di dalam senyawa , oksigen memiliki bilangan oksidasi +1, sementara dalam senyawa-senyawa lainnya oksigen biasanya memiliki bilangan oksidasi −2.

Struktur dioksigen difluorida mirip dengan hidrogen peroksida, . Geometrinya sesuai dengan prediksi teori VSEPR:


Reaktivitas

Senyawa ini dapat dengan mudah berdekomposisi menjadi oksigen dan fluor. Bahkan pada suhu 4% senyawa ini mengalami dekomposisi setiap harinya lewat proses ini:

→ +

Senyawa ini juga merupakan oksidator yang kuat, walaupun sebagian besar reaksi dilakukan pada suhu yang mendekati . Sejumlah percobaan yang menggunakan senyawa ini telah mengakibatkan kebakaran dan ledakan. Beberapa senyawa yang dapat memicu ledakan dengan adalah etil alkohol, metana, amonia dan bahkan es air.

Jika bereaksi dengan dan , akan dihasilkan garam dioksigenil:

2 + 2 → 2 +

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29270658 (2026-05-25T09:19:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.