Lompat ke isi

Air semiberat

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 22.39 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25368089; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Air semiberat adalah hasil dari penggantian salah satu protium dalam air ringan dengan deuterium. Air ini eksis setiap kali terdapat air dengan campuran hidrogen ringan (protium, 1H) dan deuterium (D atau 2H). Hal ini dikarenakan atom hidrogen (hidrogen-1 dan deuterium) dipertukarkan dengan cepat di antara molekul air. Air yang mengandung 50% H dan 50% D dalam hidrogennya mengandung sekitar 50% HDO dan masing-masing 25% H2O dan D2O, dalam kesetimbangan dinamis. Dalam air biasa, sekitar 1 molekul dalam 3.200 adalah HDO (satu hidrogen dalam 6.400 adalah D). Sebagai perbandingan, air berat D2O terjadi pada proporsi sekitar 1 molekul dalam 41 juta (satu dalam 6.4002). Hal ini membuat air semiberat jauh lebih umum daripada air berat "biasa".

Titik beku air semiberat mendekati titik beku air berat, yaitu 3,8 °C dibandingkan dengan 3,82 °C pada air berat.

Referensi

Bacaan lebih lanjut


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25368089 (2024-02-26T04:00:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.