Kesadaran setelah kematian
Kesadaran setelah kematian adalah kontroversi umum dalam masyarakat dan budaya dalam kaitannya dengan kehidupan setelah kematian. Penelitian ilmiah telah menetapkan bahwa pikiran dan kesadaran berhubungan erat dengan fungsi fisiologis otak, yang berhentinya mendefinisikan kematian otak. Namun, banyak yang percaya pada beberapa bentuk kehidupan setelah kematian, yang ditemui dalam banyak agama.
Ilmu saraf adalah bidang interdisipliner yang dibangun di atas premis bahwa semua perilaku dan semua proses kognitif yang membentuk pikiran berasal dari struktur dan fungsi sistem saraf, terutama di otak. Menurut pandangan ini, pikiran dapat dianggap sebagai seperangkat operasi yang dilakukan oleh otak.
Referensi
Bacaan lanjutan
- Martin, Michael; Augustine, Keith. (2015). The Myth of an Afterlife: The Case against Life After Death. Rowman & Littlefield.
- Laureys, Steven; Tononi, Giulio. (2009). The Neurology of Consciousness: Cognitive Neuroscience and Neuropathology. Academic Press.
- "What Happens to Consciousness When We Die". Scientific American.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28600074 (2025-11-22T06:05:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.