Lompat ke isi

Unsur kelumit

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 23.07 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Unsur kelumit atau mikronutrien merupakan unsur yang dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam jumlah yang sangat sedikit (kurang dari 0.1 persen per volume [1,000 bagian per juta). Kebutuhan unsur ini bervariasi tergantung spesies yang membutuhkannya.[1] Kekurangan unsur kelumit memiliki hubungan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas. Unsur kelumit dapat mengalami defisiensi melalu beragam kondisi, seperti luka bakar, bedah bariatrik, gagal usus, terapi penggantian fungsi ginjal, onkologi, bedah jantung dan penyakit parah lainnya.[2]

Klasifikasi

Berdasarkan klasifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia, unsur ini dibagi menjadi tiga klasifikasi:[3]

Unsur esensial Kromium, Tembaga, Selenium, Molibdenum, Iodin dan Seng
Unsur yang kemungkinan esensial Mangan, Silikon, Nikel, Boron dan Vanadium
Unsur yang berpotensi toksik Fluorin, Timbal, Kadmium, Raksa, dan Litium.

Daftar pustaka

Referensi

  1. Trace element. www.britannica.com.
  2. Boutaina Zemrani. Recent insights into trace element deficiencies: causes, recognition and correction. Current Opinion in Gastroenterology. 2020-03. Vol. 36 (2). hlm. 110. doi:10.1097/MOG.0000000000000612.
  3. Parveen Sultana Shaik. The Role of Vitamins and Trace Elements on Oral Health: A Systematic Review. International Journal of Medical Reviews. 2017-03-01. Vol. 4 (1). hlm. 22–31. doi:10.29252/ijmr-040105.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28092921 (2025-10-18T01:44:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.