Kalkon
Kalkon adalah senyawa organik dengan rumus kimia C6H5C(O)CH=CHC6H5. Senyawa ini merupakan keton tak jenuh α,β. Berbagai senyawa biologis penting dikenal secara kolektif sebagai kalkon atau kalkonoid. Mereka merupakan zat bioaktif, bahan fluoresen, dan zat intermediat kimia yang dikenal luas.
Sifat kimia
Kalkon memiliki dua serapan maksimum pada 280 nm dan 340 nm.
Biosintesis
Kalkon dan kalkonoid disintesis pada tumbuhan sebagai metabolit sekunder. Enzim kalkon sintase, suatu poliketida sintase tipe III, bertanggung jawab atas biosintesis senyawa ini. Enzim ini ditemukan di semua tumbuhan "tingkat tinggi" (tumbuhan berpembuluh) dan beberapa tumbuhan "bawah" (tumbuhan tidak berpembuluh).
Sintesis laboratorium
Kalkon biasanya dibuat melalui kondensasi aldol antara benzaldehida dan asetofenon.
Reaksi ini, yang dapat dilakukan tanpa pelarut apa pun, sangat andal sehingga sering dijadikan contoh kimia hijau dalam pendidikan sarjana.
Farmakologi potensial
Kalkon dan turunannya menunjukkan berbagai aktivitas biologis termasuk antiinflamasi. Beberapa kalkon 2′-amino telah dipelajari sebagai agen antitumor yang potensial. Kalkon sangat menarik dalam bidang kimia medisinal dan telah digambarkan sebagai perancah istimewa.
Kegunaan
Kimia Medis
- Antioksidan
- Agen antikanker
- Obat antidiabetik
- Obat antivirus
- Obat antimalaria dan banyak lagi.
Kimia Industri
- Kristal cair
- Perancah kimia fluoresensi
- sensor logam
- Penghambat korosi
- Hormon tumbuhan.
Kimia Organik
Kalkon telah digunakan sebagai perantara dalam sintesis heterosiklik, terutama dalam sintesis pirazol dan auron.
Referensi
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26999532 (2025-03-06T03:21:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.