Ferouranium
Ferrouranium, juga disebut ferro-uranium, adalah ferroalloy, paduan besi dan uranium, setelah Perang Dunia II biasanya menjadi hulu ledak depleted uranium untuk artileri atau anti tank.
Paduan tersebut mengandung sekitar 35–50% uranium dan 1,5–4,0% karbon. Penggunaan pertama ferrouranium dimulai pada tahun 1897, ketika pemerintah Prancis mencoba menggunakannya untuk senjata. Paduan tersebut tidak terbukti sukses secara komersial dalam jangka panjang. Namun, selama Perang Dunia I dan sesudahnya, baja yang didoping uranium digunakan untuk perkakas; sejumlah besar ferrouranium diproduksi antara tahun 1914-1916.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23878034 (2023-07-20T08:22:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.