Antimon trioksida
Antimon(III) oksida adalah senyawa anorganik dengan rumus Sb2O3. Senyawa ini merupakan senyawa antimon yang paling dibutuhkan secara komersial. Pada tahun 2012, terdapat 130.000 ton antimon trioksida yang diproduksi di seluruh dunia. Senyawa ini juga dapat ditemui di alam sebagai mineral valentinit dan senarmontit. Seperti oksida polimerik lainnya, Sb2O3 larut dalam larutan berair lewat proses hidrolisis.
Produksi
Re-volatilisasi antimon(III) oksida mentah
Pertama-tama stibnit mentah dioksidasi dengan antimon(III) oksida mentah dengan menggunakan tunggu yang suhunya berkisar antara 500 hingga 1.000 °C. Reaksinya adalah sebagai berikut
- 2 Sb2S3 + 9 O2 → 2 Sb2O3 + 6 SO2
Kemudian antimon(III) oksida mentah dimurnikan lewat proses sublimasi.
Oksidasi logam antimon
Logam antimon dioksidasi menjadi antimon(III) oksida di dalam tungku. Reaksi ini bersifat eksotermik.
- 4 Sb + 3 O2 → 2 Sb2O3
Properti
Antimon(III) oksida merupakan senyawa yang bersifat amfoter. Senyawa ini dapat larut dalam larutan natrium hidroksida dan menghasilkan NaSbO2, yang dapat diisolasi sebagai trihidrat. Antimon(III) oksida juga larut dalam asam mineral yang terkonsentrasi dan menghasilkan garam mineral tersebut. Jika direaksikan dengan asam nitrat, trioksida mengalami oksidasi menjadi antimon(V) oksida.
Struktur
Keamanan
Antimon(III) oksida diduga bersifat karsinogenik. Batas yang ditetapkan untuk paparan di tempat kerja setiap harinya adalah 0.5 mg/m3.
Tidak ada risiko kesehatan lain yang telah ditemukan untuk antimon(III) oksida.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29618811 (2026-08-23T04:00:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.