Reaksi Vilsmeier–Haack
Reaksi Vilsmeier–Haack (juga disebut reaksi Vilsmeier) adalah reaksi kimia antara formamida tersubstitusi (1), fosforus oksiklorida, dan arena kaya elektron (3) yang menghasilkan aril aldehida atau keton (5):
- HArZ + POCl3 + H2O → RC(=O)ArZ + HCl + H3PO4
Reaksi ini dinamai dari Anton Vilsmeier dan .
Sebagai contoh, benzanilida dan dimetilanilina bereaksi dengan fosforus oksiklorida menghasilkan diaril keton tak simetris. Demikian pula, antrasena mengalami formilasi pada posisi ke-9. Reaksi antara antrasena dengan N-metilformanilida, yang juga menggunakan fosforus oksiklorida, menghasilkan 9-antrasenakarboksaldehida:
Secara umum, arena kaya elektron (3) harus memiliki reaktivitas yang jauh lebih tinggi daripada benzena agar reaksi ini dapat berlangsung. Oleh karena itu, fenol dan anilina merupakan substrat yang baik untuk reaksi ini.
Mekanisme reaksi
Reaksi antara suatu amida tersubstitusi dengan fosforus oksiklorida akan menghasilkan ion kloroiminium (2), yang juga dikenal sebagai reagen Vilsmeier. Produk awal reaksi adalah ion iminium (4b), yang kemudian dihidrolisis menjadi keton atau aldehida yang bersesuaian pada tahap penyelesaian reaksi (workup).
Lihat pula
Referensi
Bacaan lebih lanjut
- Prosedur yang umum direkomendasikan:
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29579389 (2026-08-15T00:35:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.