Lompat ke isi

Aerob obligat

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 08.53 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29380096; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Aerob obligat adalah mikroorganisme yang hanya dapat hidup dan berkembang biak apabila terdapat oksigen bebas (O₂) dalam lingkungannya. Bakteri golongan ini menggunakan oksigen sebagai akseptor elektron terakhir dalam proses respirasi sehingga menghasilkan energi dalam jumlah optimal. Tanpa oksigen, sel-sel bakteri aerob obligat tidak dapat melakukan metabolisme dan akan mati.


Contoh

Di antara organisme, hampir semua hewan, sebagian besar jamur, dan beberapa bakteri merupakan aerob obligat. Contoh bakteri aerobik obligat termasuk Mycobacterium tuberculosis, Bacillus dan Nocardia asteroides. Dengan kecuali ragi, sebagian besar jamur bersifat aerob obligat. Juga, hampir semua alga adalah aerob obligat.

Aerob obligat unik adalah Streptomyces coelicolor yang bersifat gram positif, hidup di tanah, dan termasuk dalam filum Actinomycetota. Hal ini unik karena genom bakteri aerob obligat ini mengkode sejumlah enzim dengan fungsi yang biasanya dikaitkan dengan metabolisme anaerob pada bakteri anaerob fakultatif dan anaerob ketat.

Strategi bertahan hidup

Ketika aerob obligat berada dalam lingkungan yang kekurangan oksigen sementara, mereka memerlukan strategi bertahan hidup untuk menghindari kematian. Dalam kondisi ini, Mycobacterium smegmatis dapat dengan cepat beralih antara produksi hidrogen fermentasi dan oksidasi hidrogen dengan oksigen atau reduksi fumarat tergantung pada ketersediaan akseptor elektron. Contohnya adalah pertama kalinya produksi hidrogen terlihat dalam aerob obligat. Hal ini juga mengonfirmasi fermentasi dalam mikobakteri dan merupakan bukti bahwa hidrogen berperan dalam kelangsungan hidup sekaligus pertumbuhan.

Masalah juga dapat muncul di lingkungan kaya oksigen, yang paling umum disebabkan oleh stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan radikal bebas dan antioksidan dalam sel-sel organisme, terutama akibat polusi dan radiasi di lingkungan. Bakteri aerob obligat bertahan hidup dari fenomena ini dengan menggunakan sistem imun organisme untuk memperbaiki ketidakseimbangan tersebut.

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29380096 (2026-06-23T13:20:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.