Lompat ke isi

Letusan Toba Termuda

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 13.17 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29710621; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Letusan Toba (juga dikenal sebagai superletusan Toba atau letusan Toba termuda) merupakan suatu peristiwa supervulkanik yang terjadi sekitar 74.000 tahun yang lalu, pada masa Pleistosen Akhir, di lokasi yang kini menjadi Danau Toba di Sumatra, Indonesia. Letusan ini merupakan yang terakhir dari sedikitnya empat letusan pembentuk kaldera di daerah tersebut; kaldera terdahulu diketahui terbentuk sekitar 1,2 juta tahun silam. Letusan terakhir ini diperkirakan memiliki Indeks Daya Ledak Vulkanik sebesar 8, menjadikannya letusan eksplosif terbesar yang diketahui sepanjang Kuarter, sekaligus salah satu dari letusan eksplosif terbesar dalam sejarah Bumi.

Letusan

Kronologi letusan Toba

Tanggal pasti letusan ini tidak diketahui, namun pola endapan abu menunjukkan bahwa peristiwa tersebut kemungkinan terjadi pada musim panas di belahan bumi utara, karena hanya muson musim panas yang dapat membawa abu Toba hingga ke Laut Tiongkok Selatan. Letusan ini mungkin berlangsung antara sembilan hingga empat belas hari. Dua penanggalan presisi tinggi menggunakan metode argon–argon menunjukkan usia letusan masing-masing 73.880 ± 320 dan 73.700 ± 300 tahun yang lalu. Lima kantong magma berbeda diketahui aktif dalam beberapa abad sebelum letusan terjadi.

Letusan ini diawali oleh semburan udara berskala kecil dan terbatas, yang segera disusul oleh fase utama berupa aliran ignimbrit. Fase ignimbrit ini ditandai oleh kolom letusan yang relatif rendah, tetapi kolom koignimbrit yang terbentuk di atas aliran piroklastik mencapai ketinggian sekitar .

Keterbatasan petrologi terhadap emisi sulfur memperlihatkan kisaran yang sangat luas, antara hingga , bergantung pada keberadaan gas sulfur terpisah di dalam ruang magma Toba. Batas bawah dari perkiraan tersebut mencerminkan rendahnya kelarutan sulfur di dalam magma. Catatan inti es memperkirakan emisi sulfur mencapai sekitar .

Kutipan dan catatan

Referensi


Bacaan lanjutan

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29710621 (2026-09-05T08:31:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.