Lompat ke isi

Ebulisme

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 03.21 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22891005; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Ebulisme adalah pembentukan gelembung gas di dalam cairan tubuh akibat tekanan yang rendah (contohnya di ketinggian). Ebulisme terjadi karena titik didih cairan menurun saat tekanan menurun. Dengan tekanan atmosfer di atas permukaan laut, air mendidih pada suhu 100 °C (212 °F). Pada ketinggian 18.900 m, air mendidih pada suhu 37 °C (98.6 °F), dan suhu ini merupakan suhu tubuh manusia pada umumnya. Batas ini disebut batas Armstrong. Pada kenyataannya cairan tubuh tidak mendidih pada ketinggian ini karena kulit dan organ luar dapat menahan tekanan, sehingga tekanan di dalam tubuh menjadi lebih tinggi-namun, pembentukan gelembung masih dapat menjadi masalah.

Gejala-gejala ebulisme meliputi adanya gelembung di membran mulut dan mata, gelembung di dalam darah, dan pembengkakan kulit. Peredaran darah dan pernapasan mungkin terhambat atau terhenti. Jaringan otak tidak dapat menerima cukup oksigen akibat penghambatan arteri, dan paru-paru dapat membengkak dan mengalami pendarahan. Orang yang mengalami hal tersebut akan meninggal kecuali bila rekompresi dilakukan dengan cukup cepat sehingga gelembung dapat dikurangi sebelum kerusakan jaringan terjadi.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22891005 (2023-02-07T20:06:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.