Metilergometrin
Metilergometrin adalah obat yang digunakan setelah melahirkan untuk membantu menghentikan pendarahan dari rahim. Obat ini termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai alkaloid ergot. Metilergometrin bekerja dengan cara meningkatkan kecepatan dan kekuatan kontraksi serta kekakuan dari otot-otot rahim. Efek ini membantu mengurangi pendarahan.
Kegunaan medis
Penggunaan obstetrik
Metilergometrin adalah konstriktor otot polos yang sebagian besar bekerja pada rahim. Obat ini paling sering digunakan untuk mencegah atau mengendalikan perdarahan berlebihan setelah melahirkan dan aborsi spontan atau elektif, dan juga untuk membantu pengeluaran produk konsepsi yang tertahan setelah aborsi yang terlewat (keguguran di mana seluruh atau sebagian janin tetap berada di dalam rahim) dan untuk membantu mengeluarkan plasenta setelah melahirkan. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet atau suntikan (IM atau IV) atau dalam bentuk cair untuk diminum.
Migrain
Metilergometrin terkadang digunakan untuk pencegahan dan pengobatan akut migrain. Obat ini merupakan metabolit aktif metisergida. Dalam pengobatan sakit kepala cluster, metilergometrin telah dimulai dengan dosis 0,2 mg/hari; ditingkatkan dengan cepat menjadi 0,2 mg tiga kali sehari; dan ditingkatkan hingga maksimum 0,4 mg tiga kali sehari.
Kontraindikasi
Metilergometrin merupakan kontraindikasi pada pasien dengan hipertensi dan preeklamsia. Obat ini juga merupakan kontraindikasi pada pasien HIV positif yang mengonsumsi penghambat protease, delavirdin, dan efavirenz (yang juga merupakan agonis pada protomer reseptor 5-HT2A–mGlu2 dan meningkatkan kemungkinan pasien mengalami halusinasi selama terapi metilergometrin).
Efek samping
Efek samping yang mungkin terjadi antara lain:
- Mual, muntah, dan diare
- Pusing
- Vasokonstriksi arteri koroner
- Hipertensi sistemik berat (terutama pada pasien dengan preeklamsia)
- Kejang
Pada dosis berlebihan, metilergometrin juga dapat menyebabkan kram, depresi pernapasan, dan koma.
Interaksi
Metilergometrin kemungkinan berinteraksi dengan obat-obatan yang menghambat enzim hati CYP3A4 seperti antijamur azola, antibiotik makrolida, dan banyak obat HIV. Obat ini juga dapat meningkatkan penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh obat simpatomimetik dan alkaloid ergot lainnya.
Farmakologi
Farmakodinamik
Metilergometrin adalah agonis atau antagonis reseptor serotonin, dopamin, dan α-adrenergik. Pola pengikatan dan aktivasi spesifiknya pada reseptor-reseptor ini menyebabkan kontraksi otot polos rahim yang sangat spesifik, meskipun tidak sepenuhnya, melalui reseptor serotonin 5-HT2A, sementara pembuluh darah terpengaruh pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan dengan alkaloid ergot lainnya. Metilergometrin telah ditemukan berinteraksi dengan reseptor serotonin 5-HT1A, 5-HT1B, 5-HT1E, 5-HT1F, 5-HT2A, 5-HT2B, 5-HT2C, 5-HT5A, dan 5-HT7.
Metilergometrin adalah analog sintetik ergometrin, suatu alkaloid psikedelik yang ditemukan dalam ergot dan berbagai spesies sripagi. Metilergometrin merupakan anggota famili ergolin dan secara kimiawi mirip dengan LSD, ergin, ergometrin, dan asam lisergat. Menurut Jonathan Ott, metilergometrin menghasilkan efek psikedelik seperti LSD pada dosis 2 mg ke atas. Efikasi klinisnya mencapai sekitar 200 μg, sepuluh kali lebih rendah daripada ambang batas halusinogen.
Metilergometrin adalah agonis reseptor serotonin 5-HT2B dan mungkin terkait dengan valvulopati jantung.
Kimia
Metilergometrin, juga dikenal sebagai asam d-lisergat 1-butanolamida, merupakan turunan dari kelas ergolin dan lisergamida dan secara struktural terkait dengan ergometrin (asam d-lisergat β-propanolamida) dan asam lisergat dietilamida (LSD).
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28733415 (2025-12-24T03:47:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.