Radiasi perangkat nirkabel dan kesehatan

Antena yang terdapat pada ponsel, termasuk pada ponsel cerdas, memancarkan gelombang radiasi radiofrequency atau frekuensi radio (RF) ("gelombang radio" non-ionisasi seperti gelombang mikro). Bagian-bagian kepala atau anggota tubuh orang yang dekat dengan antena ini dapat menyerap energi tersebut dan mengubahnya menjadi panas. Sejak tahun 1990-an, para ilmuwan melakukan penelitian bagaimana radiasi yang telah tersedia di mana-mana saat ini dan kaitannya dengan perangkat telepon genggam atau menara telepon seluler dapat memengaruhi kesehatan manusia.[1] Jaringan telepon seluler (ponsel) menggunakan berbagai pita saluran frekuensi radio (RF), beberapa di antaranya tumpang tindih dengan jangkauan gelombang mikro. Sistem nirkabel digital lainnya seperti jaringan telekomunikasi data, juga menghasilkan radiasi yang serupa.
Dalam menanggapi kekhawatiran publik, pada tahun 1996 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendirikan International EMF Project untuk menilai bukti ilmiah tentang kemungkinan dampak kesehatan dari medan elektromagnetik (EMF) dalam rentang frekuensi dari 0300Ghz. Mereka menyatakan bahwa walaupun penelitian secara ekstensif dilakukan mengenai kemungkinan dampak kesehatan atas paparan dari banyak bagian spektrum frekuensi, seluruh tinjauan yang dilakukan sejauh ini menunjukkan bahwa, selama paparan tersebut dibawah batas yang direkomendasikan dalam pedoman EMF oleh Komisi Internasional Proteksi Radiasi Non-Ionisasi (ICNIRP) (1998), yang meliputi rentang frekuensi penuh dari 0300Ghz, bahwa paparan frekuensi tersebut tidak menimbulkan dampak kesehatan yang merugikan.[2] Pada tahun 2011, sebuah badan antar pemerintah WHO, yakni Badan Penelitian Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), mengklasifikasikan radiasi nirkabel kedalam daftar kelompok 2B - kemungkinan bersifat karsinogenik. Yang berarti bahwa "mungkin ada risiko" sebagai karsinogenik, sehingga penelitian tambahan mengenai pemakaian berat perangkat nirkabel dalam jangka panjang, perlu dilakukan.[3] WHO menyatakan bahwa "Sejumlah besar penelitian telah dilakukan dalam kurun waktu dua dekade terakhir untuk menilai apakah ponsel dapat menyebabkan risiko kesehatan yang potensial. Hingga saat ini, tidak ada dampak merugikan bagi kesehatan yang telah ditetapkan sebagai akibat dari penggunaan ponsel".[4]
Pedoman Internasional dalam tingkat paparan medan elektromagnetik dari frekuensi gelombang mikro, seperti batasan ICNIRP dalam tingkat daya perangkat dan tidaklah umum bagi perangkat nirkabel untuk melampaui pedoman. Pedoman ini hanya memperhitungkan dampak panas (termal), sebagaimana dampak non-termal belum terbukti secara meyakinkan.[5] Sikap resmi Badan Perlindungan Kesehatan Inggris ("Health Protection Agency" atau HPA) adalah "Tidak ada bukti yang konsisten hingga saat ini bahwa Wi-Fi dan WLAN berdampak merugikan bagi kesehatan masyarakat umum", tetapi juga "...pendekatan kehati-hatian yang masuk akal... untuk menjaga keadaan sedang dalam tinjauan...".[6] Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyampaikan dalam suatu penyataan tahun 2018, bahwa "batas keamanan sekarang ini ditetapkan untuk memasukkan lima puluh kali lipat batasan dari dampak yang diamati dalam paparan energi radio frekuensi".[7]
Paparan
Telepon seluler
Sebuah telepon seluler (ponsel) terhubung dengan jaringan telepon melalui gelombang radio, saling berkomunikasi dengan antenna lokal dan pemancar-penerima otomatis yang disebut dengan Base Transceiver Station atau BTS (menara seluler). Area layanan yang dilayani oleh operator seluler, terbagi menjadi wilayah geografis kecil yang disebut dengan sel dan seluruh telepon di dalam sel tersebut saling berkomunikasi melalui antenna sel. Baik telepon dan menara seluler sama-sama memiliki pemancar radio yang akan saling berkomunikasi satu sama lain. Karena kanal radio yang sama, digunakan kembali oleh beberapa sel di dalam jaringan seluler, maka jaringan seluler menggunakan daya pemancar yang rendah untuk menjaga agar gelombang radio dari sel yang lain tidak tumpang tindih dan saling interferensi dengan sel terdekat yang menggunakan frekuensi yang sama.
Ponsel-ponsel dibatasi pada keluaran daya radiasi isotropik efektif (EIRP) sebesar 3watt dan jaringan seluler secara berkesinambungan menyesuaikan transmisi ponsel ke daya yang paling rendah, konsisten dengan kualitas sinyal yang baik, menguranginya hingga serendah 1miliwatt ketika dekat dengan menara seluler. Biasanya keluaran daya pada kanal transmisi EIRP menara seluler sebesar 50watt. Meskipun ketika tidak digunakan (kecuali dalam posisi dimatikan), ponsel secara berkala memancarkan sinyal radio dalam saluran kontrolnya agar tetap terhubung dengan menara seluler dan untuk fungsi lainnya seperti perpindahan ponsel ke menara seluler lain jika pengguna pindah ke sel lainnya. Ketika pengguna melakukan panggilan telepon, ponsel akan memancarkan sinyal pada kanal kedua yang akan mentransmisikan suara pengguna. Jaringan seluler 2G, 3G dan 4G menggunakan frekuensi UHF atau gelombang mikro rendah 600Mhz3.5Ghz. Banyak perangkat-perangkat nirkabel rumahan seperti jaringan Wi-Fi, alat pembuka pintu garasi, alarm bayi menggunakan frekuensi lain dalam rentang frekuensi yang sama tersebut.
Intensitas gelombang radio berkurang dengan cepat oleh jarak kuadrat terbalik, saat gelombang radio tersebut menyebar dari antena pemancar. Sehingga pemancar pada ponsel yang dipegang dekat dengan wajah penggunanya ketika berbicara, merupakan sumber paparan bagi manusia yang jauh lebih besar daripada pemancar pada menara, yang biasanya berjarak setidaknya ratusan meter dari pengguna. Seorang pengguna ponsel dapat mengurangi paparan tersebut dengan menggunakan headset dan menjauhkan ponsel tersebut dari tubuhnya.
Jaringan seluler generasi berikutnya 5G yang mulai diterapkan pada tahun 2019, menggunakan frekuensi yang sangat tinggi (gelombang milimeter) di dalam atau dekat dengan rentang pita frekuensi 2452Ghz.[8][9]
Gelombang milimeter tersebut terserap oleh gas atmosfer, sehingga jaringan 5G akan menggunakan sel yang lebih kecil daripada jaringan seluler sebelumnya. Setiap sel dalam jaringan 5G menggunakan rangkaian antena kecil yang dipasang di atas gedung-gedung dan tiang-tiang yang sudah ada daripada menggunakan menara seluler. Secara umum, gelombang milimeter akan menembus lebih sedikit ke dalam jaringan biologis manusia daripada gelombang mikro, terutama yang diserap dalam sentimeter pertama dari permukaan tubuh.
Telepon nirkabel
Badan Perlindungan Kesehatan Inggris (HPA) juga mengatakan bahwa karena ponsel mampu untuk mengadaptasikan daya, radiasi sebuah telepon nirkabel DECT sebenarnya dapat melebihi radiasi sebuah ponsel. HPA juga menjelaskan bahwa radiasi telepon nirkabel DECT memiliki keluaran daya rata-rata sebesar 10mW, yang sebenarnya dalam bentuk 100 semburan paparan (burst) per detik dari 250mW yang kekuatannya setara dengan beberapa telepon seluler.[10]
Jaringan nirkabel
Sebagian besar perangkat-perangkat LAN nirkabel dirancang untuk dapat bekerja dalam standar yang telah ditentukan sebelumnya. Perangkat wireless access point juga sering kali dekat dengan orang, tetapi penurunan daya karena jarak juga cepat, mengikuti hukum kuadrat terbalik.[11] Namun, laptop-laptop nirkabel juga sering kali dekat dengan orang. Secara anekdot, perangkat Wi-Fi juga dihubung-hubungan dengan hipersensitivitas elektromagnetik[12] tetapi penelitian tentang hipersensitivitas elektromagnetik, tidak menemukan bukti sistematis yang mendukung penyataan yang dibuat oleh orang yang merasa jadi korban (penderita).[13][14]
Para pengguna perangkat jaringan nirkabel biasanya terpapar dalam waktu yang lebih lama daripada ponsel dan kekuatan daya perangkat nirkabel juga secara signifikan lebih sedikit. Sedangkan sebuah ponsel yang bekerja dalam jaringan UMTS dapat memiliki kekuatan daya dari 21dBm (125mW) untuk kelas daya 4, hingga 22dBm (2W) untuk kelas daya 1. Sebuah perangkat perute nirkabel standar dapat memiliki kisaran rentang daya 15dBm (30mW), sedangkan perangkat perute nirkabel kelas atas (high-end) memiliki kisaran daya hingga 27dBm (500mW).
Bagaimana pun juga, perangkat perute nirkabel biasanya terletak lebih jauh dari kepala para pengguna daripada ponsel yang di pegang, di mana secara keseluruhan menghasilkan paparan yang jauh lebih sedikit. HPA menyampaikan bahwa jika seseorang menghabiskan satu tahun di sebuah lokasi dengan Wi-Fi hotspot atau jaringan nirkabel, maka mereka akan menerima dosis gelombang radio yang sama jika mereka menggunakan ponsel untuk melakukan panggilan telepon selama dua puluh menit.[15]
Sikap HPA adalah bahwa "...paparan frekuensi radio (RF) dari Wi-Fi sepertinya menjadi lebih rendah daripada paparan dari ponsel". HPA juga melihat "...tidak ada alasan mengapa bagi sekolah-sekolah dan lainnya tidak boleh menggunakan perangkat Wi-Fi".[16] Pada bulan Oktober 2007, HPA meluncurkan studi "sistematis" baru atas nama pemerintah Britania Raya tentang dampak jaringan nirkabel, untuk meredam kekhawatiran yang tampil di media pada waktu itu.[17] Michael Clark dari pihak HPA mengatakan bahwa publikasi penelitian tentang ponsel dan menara/tiang radio tidak menambah tuduhan atas Wi-Fi.[18][19]
Dampak yang di teliti
Sawar darah otak
Sebuah tinjauan pada tahun 2010 yang menyatakan bahwa "Keseimbangan dari bukti eksperimental tidak mendukung dari dampak bidang frekuensi radio 'non-termal'" dalam permeabilitas sawar darah otak, namun mencatat bahwa penelitian tentang efek frekuensi rendah dan dampaknya pada manusia adalah jarang.[20] Pada tahun 2012, Sebuah studi tentang radiasi frekuensi rendah pada manusia menemukan "tidak ada bukti untuk dampak akut dari radiasi jangka pendek ponsel terhadap aliran darah ke otak".[21][22]
Kanker
Tidak ada cara yang dapat diketahui dari mana radiasi frekuensi radio (berbeda dengan Radiasi pengion) memengaruhi DNA dan menyebabkan Kanker serta laboratorium penelitian, tidak menemukan bukti yang baik dari dampak tersebut dalam penelitian pada hewan.[23] Pada tahun 2011, Badan Antar Pemerintah WHO, IARC mengklasifikasikan penggunaan ponsel sebagai "mungkin karsinogenik bagi manusia".[24] IARC menyimpulkan kesimpulannya dengan: "Bukti epidemiologis manusia adalah beragam. Beberapa studi pengendalian-kasus kecil diawal yang sebagian besar dianggap tidak informatif. Sebuah penelitian kelompok yang besar menunjukkan, tidak ada peningkatan dalam risiko dari tumor yang relevan, tetapi kurangnya informasi tentang tingkatan penggunaan ponsel dan terdapat beberapa sumber potensial, dari kesalahan klasifikasi tentang paparan. Sejumlah besar bukti berasal dari laporan penelitian INTERPHONE, sebuah studi pengendalian-kasus 'multicenter' (penelitian yang melibatkan beberapa institusi) internasional dan secara terpisah studi pengendalian-kasus yang besar dari Swedia tentang glioma dan meningioma dari otak dan neuroma akustik (yang berhubungan dengan pendengaran). Walaupun dipengaruhi oleh bias seleksi dan bias informasi terhadap derajat yang berbeda-beda, studi ini menunjukkan hubungan antara glioma, neuroma akustik dan penggunaan ponsel, khususnya pada orang-orang yang menggunakan ponsel dengan kumulatif tertinggi, pada orang yang menggunakan ponsel di sisi kepala yang sama dengan berkembangnya tumor dan pada orang yang tumornya berada di lobus temporal otak (area pada otak yang paling sering terpapar radiasi RF ketika telepon nirkabel digunakan di telinga)",[25] Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan bahwa tidak terdapat bukti ilmiah yang secara pasti menjawab apakah penggunaan ponsel dapat menyebabkan kanker.[26][27]
Suatu pernyataan pada tahun 2018, BPOM Amerika menyampaikan bahwa "batasan-batasan keamanan saat ini ditetapkan untuk memasukkan 50 kali lipat tingkat (margin) keamanan dari dampak yang diamati atas paparan energi frekuensi radio".[28][29]
Pada tanggal 1 November 2018, lembaga antar badan di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Amerika Serikat yang bernama Program Toksikologi Nasional (NTP) menerbitkan versi akhir dari laporan penelitian yang "sangat diantisipasi" (setelah tinjauan yang dilakukan selama bulan Maret 2018) menggunakan hewan tikus besar dan kecil, yang dilakukan dalam kurun waktu sepuluh tahun. Laporan penelitian ini disimpulkan setelah tinjauan dengan pernyataan yang paling baru bahwa "tidak ada suatu bukti jelas bahwa tikus besar jantan yang terpapar radiasi frekuensi radio tingkat tinggi, sebagaimana yang digunakan dalam ponsel 2G dan 3G menumbuhkan tumor jantung yang bersifat kanker..., terdapat juga suatu bukti tumor di otak dan kelenjar adrenal dari tikus besar jantan yang terpapar. Untuk tikus besar betina dan tikus kecil jantan dan betina, bukti tersebut diragukan apakah kanker yang diamati, terkait dengan paparan radiasi frekuensi radio".[30]
Analisis awal dari hasil pendahuluan yang diterbitkan oleh NTP, telah menunjukkan bahwa karena masalah kemunculan "sinyal bahaya" yang tidak konsisten, baik di dalam dan seluruh spesies dan meningkatnya kemungkinan dari kesalahan positif karena banyaknya tes, hasil positif sepertinya lebih mungkin karena peluang secara acak. Hasil lengkap penelitian dirilis untuk tinjauan pada bulan Februari 2018.[31]
Kesuburan pria
Penurunan kualitas sperma pria telah diamati dalam kurun waktu beberapa dekade.[32][33][34] Penelitian tentang dampak radiasi seluler bagi tingkat kesuburan pria saling bertentangan dan dampak dari radiasi frekuensi radio elektromagnetik (RF-EMR) yang di pancarkan oleh perangkat ini dalam sistem reproduksi, sekarang ini sedang dalam perdebatan.[35][36][37][38] Sebuah tinjauan pada tahun 2012 menyimpulkan bahwa "secara bersama-sama, hasil dari penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa gelombang radio RF-EMR, mengurangi jumlah sperma dan motilitas serta meningkatkan stres oksidatif".[39][40] Sebuah penelitian tahun 2017 dari 153 pria yang mengikuti klinik fertilitas akademik di Boston, Massachusetts menemukan bahwa penggunaan ponsel yang dilaporkan sendiri, tidak berhubungan dengan kualitas sperma dan bahwa membawa ponsel dalam kantong celana juga tidak berhubungan dengan kualitas sperma.[41]
Hipersensitivitas elektromagnetik
Beberapa pengguna ponsel dan perangkat yang serupa, melaporkan telah merasakan berbagai gejala non-spesifik selama dan sesudah penggunaan. Penelitian tidak berhasil menemukan kaitan gejala ini dengan paparan elektromagnetik. Selain itu hipersensitivitas elektromagnetik bukan sebagai diagnosis medis yang diakui.[42]
Metabolisme glukosa
Menurut lembaga Institut Kanker Nasional Amerika, dua penelitian kecil yang mempelajari tentang apa dan bagaimana radiasi ponsel memengaruhi metabolisme glukosa otak, menunjukkan hasil yang tidak konsisten.[43]
Dampak terhadap anak-anak
Pada bulan Juni 2017, sebuah laporan dari Badan Keamanan Nuklir dan Proteksi Radiasi Australia (ARPANSA) mencatat bahwa:
Stasiun pangkalan
Para ahli yang dikonsultasikan oleh Prancis memperhitungkan suatu keharusan bahwa poros antena tidak diperkenankan berada tepat di depan sebuah tempat tinggal dengan jarak kurang dari 100 meter.[44] Rekomendasi ini kemudian diubah pada tahun 2003[45] untuk menyampaikan bahwa antena yang terletak dalam jarak radius 100 meter dari sekolah-sekolah dasar dan fasilitas yang berhubungan dengan anak-anak, seharusnya lebih baik di integrasikan dengan tata kota dan bukan termasuk kedalam laporan para ahli tahun 2005.[46] Pada tahun 2009, Badan Nasional Pangan, Lingkungan dan Keselamatan Kesehatan Kerja Prancis (ANSES) mengatakan bahwa tidak ada dampak jangka pendek yang ditunjukkan dari medan elektromagnetik pada kesehatan, tetapi ada pertanyaan terbuka untuk dampak jangka panjang dan adalah mudah untuk mengurangi paparan melalui peningkatan teknologi.[47] Pada tahun 2020, sebuah studi Environmental Research menemukan bahwa "Walaupun penyebab langsung dari dampak negatif kesehatan manusia dari RFR stasiun pangkalan (base station) ponsel belum di finalisasi, terdapat cukup bukti ilmiah dan medis untuk menjamin masalah tanggung jawab jangka panjang bagi perusahaan yang memasang menara seluler dan selanjutnya merekomendasikan agar sekolah-sekolah dan rumah sakit memundurkan bangunannya secara sukarela".[48]
Standar keamanan dan perizinan
Untuk melindungi masyarakat yang tinggal di dekat stasiun pangkalan dan pengguna perangkat bergerak, Pemerintah dan Badan-badan pengatur menyetujui standar keamanan, yang akan menetapkan batasan tingkat paparan di bawah nilai tertentu. Terdapat banyak standar keamanan nasional dan internasional, tetapi standar ICNIRP yang paling di ikuti dan sejauh ini telah diberlakukan di lebih 80 negara. ICNIRP menyarankan dua tingkat keamanan bagi stasiun radio tingkat pertama yakni paparan yang terkait dengan pekerjaan dan tingkat kedua untuk masyarakat umum. Sekarang ini terdapat upaya-upaya yang sedang dilakukan dalam rangka untuk menyelaraskan standar-standar yang ada.[49]
Prosedur perizinan pangkalan radio (radio base) telah ditetapkan di sebagian besar ruang perkotaan yang di atur baik oleh Kabupaten/Kota, Provinsi/Negara bagian atau tingkat Nasional. Di banyak wilayah, penyedia jasa layanan telekomunikasi (operator) ponsel, diwajibkan untuk memperoleh izin konstruksi, memberikan sertifikasi atas tingkat emisi antena dan memastikan kepatuhan sesuai dengan standar ICNIRP dan/atau peraturan lingkungan lainnya.
Banyak Badan-badan Pemerintah juga mewajibkan perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang ada, mencoba untuk menggunakan menara-menara secara bersama untuk mengurangi dampak lingkungan. Masalah ini adalah faktor yang memengaruhi atas penolakan instalasi dari menara dan antena-antena di masyarakat.
Standar keamanan di Amerika di tetapkan oleh Federal Communications Commission (FCC). FCC menetapkan standarnya terutama dari standar yang ditetapkan oleh Dewan Nasional Perlindungan dan Pengukuran Radiasi (NCRP) Amerika, sebuah organisasi ilmiah yang diberi hak oleh Kongres, berlokasi Washington dan standar yang ditetapkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), khususnya subkomite 4 tentang "International Committee on Electromagnetic Safety" (Komite Internasional tentang Keamanan Elektromagnetik).
Negara Swiss telah menetapkan batas keamanan yang lebih rendah dari batas ICNIRP untuk beberapa "area sensitif" (misalnya, ruang kelas).[50]
Pada bulan Maret 2020, pertama kali sejak 1998, ICNIRP memperbarui pedomannya atas paparan frekuensi diatas 6Ghz, termasuk frekuensi yang digunakan untuk jaringan 5G yang frekuensinya lebih dari 6Ghz. Komisi tersebut menambahkan batasan tingkat paparan yang dapat diterima oleh seluruh tubuh, menambahkan batasan tingkat paparan singkat yang dapat diterima oleh sebagian kecil dari anggota tubuh dan mengurangi jumlah paparan maksimum yang diperbolehkan oleh sebagian kecil anggota tubuh.[51]
Tuntutan hukum
Di Amerika Serikat (AS), tuntutan "cedera pribadi" telah diajukan oleh individu terhadap produsen (termasuk Motorola,[52] NEC, Siemens dan Nokia) atas dasar tuduhan yang menyebabkan tumor otak dan kematian. Di Pengadilan Federal AS, kesaksian ahli yang terkait dengan sains harus di evaluasi terlebih dahulu oleh Hakim, dalam sidang Daubert (Standar Daubert adalah aturan pembuktian tentang diterimanya kesaksian saksi ahli) agar relevan dan sah (valid) sebelum hal tersebut diajukan sebagai bukti. Dalam sebuah kasus terhadap Motorola tahun 2012, para penggugat menuduh bahwa penggunaan telepon genggam nirkabel dalam menyebabkan kanker otak dan penggunaan telepon Motorola yang menyebabkan salah satu penggugat menderita kanker. Hakim memutuskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang cukup dapat diandalkan dan relevan untuk mendukung penyebab umum atau spesifik yang diajukan oleh para penggugat, menerima mosi untuk mengecualikan kesaksian para ahli dari penggugat dan menolak mosi untuk mengecualikan kesaksian para ahli tergugat.[53]
Dua kasus terpisah di Italia, yakni tahun 2019,[54][55] dan tahun 2017,[56][57] pensiun diberikan kepada para penggugat yang mengklaim menderita tumor otak jinak sebagai akibat dari penggunaan ponsel yang berkepanjangan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas profesional, untuk 56 jam per hari, yang ditentukan berbeda dari penggunaan non-profesional.
Tindakan pencegahan
Asas kehati-hatian
Pada tahun 2000, WHO merekomendasikan bahwa asas kehati-hatian dapat diberlakukan dalam kasus ini.[58] Hal tersebut mengikuti rekomendasi Masyarakat Ekonomi Eropa atas risiko lingkungan.
Menurut WHO, "asas kehati-hatian" adalah "kebijakan manajemen risiko yang diterapkan dalam situasi dengan tingkat ketidak pastian ilmiah yang tinggi, mencerminkan kebutuhan untuk mengambil tindakan terhadap potensi risiko serius tanpa menunggu hasil dari penelitian ilmiah". Pendekatan yang tidak terlalu ketat lain yang di rekomendasikan adalah prinsip pencegahan yang bijaksana (suatu asas kehati-hatian dalam manajemen risiko) dan serendah mungkin ("as low as reasonably practicable" atau ALARP). Meskipun semua ini merupakan persoalan dalam aplikasinya, karena penggunaan yang luas dan kepentingan ekonomi atas sistem telekomunikasi nirkabel dalam peradaban modern, terdapat peningkatan popularitas dari langkah tersebut di masyarakat umum, meskipun juga bukti bahwa pendekatan tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran.[59] Mereka melibatkan rekomendasi seperti meminimalisasi penggunaan, pembatasan penggunaan oleh penduduk yang berisiko (misal: anak-anak), penggunaan telepon dan sel mikro dengan tingkat radiasi serendah mungkin (ALARP), pemberdayaan teknologi 'hands-free' dan earphone seperti bluetooth headset, penetapan standar paparan maksimum, intensitas medan frekuensi radio dan jarak antena stasiun pangkalan dari tempat tinggal manusia dan seterusnya. Secara keseluruhan, informasi publik tetap merupakan suatu tantangan sebagaimana berbagai konsekuensi kesehatan di tampilkan dalam literatur dan media, menempatkan masyarakat di bawah paparan kronis terhadap informasi yang berpotensi mengkhawatirkan.[60]
Tindakan pencegahan dan laporan kesehatan
Pada bulan Mei 2011, Badan Internasional untuk Penelitan Kanker WHO ("International Agency for Research on Cancer" atau IARC) mengumumkan bahwa mereka telah menggolongkan medan elektromagnetik dari ponsel dan sumber lain sebagai "mungkin karsinogenik bagi manusia" dan menyarankan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah mengurangi paparan, seperti menggunakan perangkat bebas-genggam atau hands-free atau SMS.[61]
Beberapa otoritas penasihat radiasi Nasional, termasuk dari Austria,[62] Prancis,[63] Jerman,[64] dan Swedia[65] merekomendasikan langkah-langkah untuk memperkecil paparan terhadap warganya. Rekomendasi tersebut di antaranya:
- Menggunakan bebas-genggam (hands-free) untuk mengurangi radiasi terhadap kepala.
- Menjauhkan ponsel dari tubuh.
- Tidak menggunakan ponsel di dalam kendaraan tanpa antena luar.
Penggunaan bebas-genggam tidak di rekomendasikan oleh Asosiasi Konsumen Inggris (British Consumers Association) dalam suatu pernyataan bulan November 2000, sebagaimana mereka meyakini bahwa paparan telah meningkat.[66] Namun, pengukuran-pengukuran untuk (pada saat itu) Departemen Perdagangan dan Industri Britania Raya (DTI)[67] dan lainnya untuk Badan Keamanan Kesehatan Lingkungan Prancis ()[68] menunjukkan pengurangan yang besar. Pada tahun 2005, Profesor Lawrie Challis dan lainnya mengatakan bahwa dengan menempatkan batang ferit (ferrite bead) pada ujung kabel bebas-genggam dapat menghentikan gelombang radio yang bergerak ke atas kabel dan kearah kepala.[69]
Beberapa negara menyarankan penggunaan ponsel yang cukup bagi anak-anak.[70] Sebuah jurnal yang ditulis oleh Gandhi dan kawan-kawan pada tahun 2006 menyatakan bahwa anak-anak menerima tingkat penyerapan khusus ("specific absorption rate" atau SAR) yang lebih tinggi. Ketika anak-anak usia 5 dan 10 tahun dibandingkan dengan orang dewasa, mereka menerima SAR sekitar 153% lebih tinggi. Selain itu dengan permitivitas otak yang menurun seiring dengan bertambahnya usia dan volume relatif yang lebih tinggi dari berkembangnya otak yang terpapar, maka radiasi akan menembus jauh kedalam otak tengah.[71]
5G
FDA AS dikutip dengan mengatakan "...tetap percaya bahwa batas keamanan paparan energi saat ini dari frekuensi radio ponsel tetap dapat diterima, untuk melindungi kesehatan masyarakat".[72]
Pada permulaan tahun 2020, Slovenia menghentikan penerapan teknologi 5G dalam rangka tindakan pencegahan karena kekhawatiran masalah kesehatan.[73][74]
Selama pandemi COVID-19, banyak beredar informasi yang salah terkait jaringan 5G berkontribusi dalam penyebaran COVID-19.[75]
Produk palsu
Produk-produk yang telah di iklankan mengklaim dapat melindungi orang dari radiasi elektromagnetik ponsel, di Amerika, Komisi Perdagangan Federal ("Federal Trade Commission" atau FTC) mengumumkan peringatan bahwa "Para penipu mengikuti berita-berita utama untuk mempromosikan produk-produk yang memutar balikkan berita dan akan mencari korban bagi orang-orang yang khawartir".[76]
Menurut FTC, "tidak ada pembuktian ilmiah dari apa yang disebut dengan pelindung yang secara signifikan mengurangi paparan dari emisi elektromagnetik. Produk-produk tersebut hanya menutup lubang suara atau bagian kecil lainnya dari ponsel dan sama sekali tidak efektif karena seluruh ponsel memancarkan gelombang elektromagnetik". Pelindung tersebut "dapat mengganggu sinyal ponsel, yang menyebabkan ponsel akan bekerja semakin tinggi dengan menaikkan daya agar dapat berkomunikasi dengan stasiun pangkalan (BTS) dan mungkin akan memancarkan lebih banyak radiasi".[77] FTC telah mengklaim iklan palsu yang dipaksakan terhadap perusahaan-perusahaan yang menjual produk tersebut.[78]
Pranala luar
- Summary and full text of "Possible effects of Electromagnetic Fields (EMF) on Human Health", the 2007 scientific assessment of the European Commission's SCENIHR (Scientific Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks).
- WHO International EMF Program
- FDA Cell Phone Facts
- FCC Radio Frequency Safety
- Medline Plus, by US National Library of Medicine and National Institutes of Health (NIH)
- Public health and electromagnetic fields: Overview of European Commission activities
Referensi
- ↑ What has research shown about the possible cancer-causing effects of radiofrequency energy?, United States National Cancer Institute
- ↑ WHO EMF Research. World Health Organization.
- ↑ IARC classifies radiofrequency electromagnetic fields as possibly carcinogenic to humans. International Agency for Research on Cancer. 31 Mei 2011.
- ↑ Electromagnetic fields and public health: mobile phones. WHO. 8 Oktober 2014.
- ↑ B. Blake Levitt. Electromagnetic Fields : a consumer's guide to the issues and how to protect ourselves. Harcourt Brace. 1995. hlm. 29–38. ISBN 978-0-15-628100-3.
- ↑ WiFi Summary. Health Protection Agency.
- ↑ Denise Grady. Cancer Risk From Cellphone Radiation Is Small, Studies Show. The New York Times. 2 Februari 2018.
- ↑ Amy Nordrum. Everything you need to know about 5G. IEEE Spectrum magazine. Institute of Electrical and Electronic Engineers. 27 Januari 2017.
- ↑ Chris Hoffman. What is 5G, and how fast will it be?. How-To Geek website. 7 Januari 2019.
- ↑ Salinan arsip.
- ↑ Kenneth R Foster. Radiofrequency exposure from wireless LANs utilizing Wi-Fi technology. Health Physics. Maret 2007. Vol. 92 (3). hlm. 280–289. doi:10.1097/01.HP.0000248117.74843.34.
- ↑ Ont. parents suspect Wi-Fi making kids sick. CBC News. 16 Agustus 2010.
- ↑ G James Rubin. Electromagnetic Hypersensitivity: A Systematic Review of Provocation Studies. Psychosomatic Medicine. 2005. Vol. 67 (2). hlm. 224–232. doi:10.1097/01.psy.0000155664.13300.64.
- ↑ Martin Röösli. Radiofrequency electromagnetic field exposure and non-specific symptoms of ill health: A systematic review. Environmental Research. 1 Juni 2008. Vol. 107 (2). hlm. 277–287. doi:10.1016/j.envres.2008.02.003.
- ↑ Wi-fi health fears are 'unproven'. BBC News. 21 Mei 2007.
- ↑ WiFi Summary. Health Protection Agency.
- ↑ Health Protection Agency announces further research into use of WiFi. Health Protection Agency.
- ↑ Nicki Daniels. Wi-fi: should we be worried?. The Times. 11 Desember 2006.
- ↑ Bioinitiative Report.
- ↑ Electromagnetic fields and the blood-brain barrier. Brain Research Reviews. 2010. Vol. 65 (1). hlm. 80–97. doi:10.1016/j.brainresrev.2010.06.001.
- ↑ What has research shown about the possible cancer-causing effects of radiofrequency energy?, United States National Cancer Institute
- ↑ No effects of short-term GSM mobile phone radiation on cerebral blood flow measured using positron emission tomography. Bioelectromagnetics. 2012. Vol. 33 (3). hlm. 247–56. doi:10.1002/bem.20702.
- ↑ Electromagnetic Fields and Cancer. National Cancer Institute. 3 Januari 2019.
- ↑ Fact Sheet No. 193: Electromagnetic Fields and Public Health – Mobile Phones. World Health Organization. Oktober 2014.
- ↑ Non-ionizing Radiation, Part 2: Radiofrequency Electromagnetic Fields IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risks to Humans Volume 102. International Agency for Research on Cancer. Oktober 2013.
- ↑ What has research shown about the possible cancer-causing effects of radiofrequency energy?, United States National Cancer Institute
- ↑ M. H. Repacholi. Systematic review of wireless phone use and brain cancer and other head tumors. Bioelectromagnetics. 2012. Vol. 33 (3). hlm. 187–206. doi:10.1002/bem.20716.
- ↑ Denise Grady. Cancer Risk From Cellphone Radiation Is Small, Studies Show. The New York Times. 2 Februari 2018.
- ↑ Press Announcements - Statement from Jeffrey Shuren, M.D., J.D., Director of the FDA's Center for Devices and Radiological Health on the recent National Toxicology Program Draft Report on Radiofrequency Energy Exposure. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat.
- ↑ High Exposure to Radio Frequency Radiation Associated With Cancer in Male Rats. NIEHS;.NIH.gov. National Toxicology Program (NTP), National Institute of Environmental Health Sciences. 1 November 2018.
- ↑ Christopher Labos. Cell Phone Radiation and Cancer: New NTP Results Inconsistent; Random Chance Likely at Play. Skeptical Inquirer. 2018. Vol. 42 (4). hlm. 12–14.
- ↑ Robin McKie. The infertility crisis is beyond doubt. Now scientists must find the cause. The Guardian. 29 July 2017.
- ↑ Susan Scutti. Sperm counts of Western men plummeting, analysis finds. CNN.
- ↑ Sengupta, Pallav. The Disappearing Sperms: Analysis of Reports Published Between 1980 and 2015. American Journal of Men's Health. 2016. Vol. 11 (4). hlm. 1279–1304. doi:10.1177/1557988316643383.
- ↑ Jitendra Behari. Mobile phone usage and male infertility in Wistar rats. Indian Journal of Experimental Biology. 1 October 2010. Vol. 48 (10). hlm. 987–92.
- ↑ De Iuliis Geoffry N. Mobile Phone Radiation Induces Reactive Oxygen Species Production and DNA Damage in Human Spermatozoa In Vitro. PLOS One. 2009. Vol. 4 (7). hlm. e6446. doi:10.1371/journal.pone.0006446.
- ↑ Kavindra Kesari. Cell phones and male infertility: a review of recent innovations in technology and consequences. International Brazilian Journal of Urology. 1 August 2011. Vol. 37 (4). hlm. 432–454. doi:10.1590/S1677-55382011000400002.
- ↑ R. J. Aitken. The effects of radiofrequency electromagnetic radiation on sperm function. Reproduction. 1 December 2016. Vol. 152 (6). hlm. R263–R276. doi:10.1530/REP-16-0126.
- ↑ La Vignera S., Condorelli R. A., Vicari E., D'Agata R., Calogero A. E. Effects of the Exposure to Mobile Phones on Male Reproduction: A Review of the Literature. Journal of Andrology. 2012. Vol. 33 (3). hlm. 350–356. doi:10.2164/jandrol.111.014373.
- ↑ Stefan S. du Plessis. Effect of Oxidative Stress on Male Reproduction. The World Journal of Men's Health. 1 April 2014. Vol. 32 (1). hlm. 1–17. doi:10.5534/wjmh.2014.32.1.1.
- ↑ Lewis Ryan C., Mínguez-Alarcón Lidia, Meeker John D., Williams Paige L., Mezei Gabor, Ford Jennifer B., Hauser Russ. Self-reported mobile phone use and semen parameters among men from a fertility clinic. Reproductive Toxicology. 2017. Vol. 67. hlm. 42–47. doi:10.1016/j.reprotox.2016.11.008.
- ↑ Martin Röösli. Radiofrequency electromagnetic field exposure and non-specific symptoms of ill health: A systematic review. Environmental Research. June 2008. Vol. 107 (2). hlm. 277–287. doi:10.1016/j.envres.2008.02.003.
- ↑ What has research shown about the possible cancer-causing effects of radiofrequency energy?, United States National Cancer Institute
- ↑ http://www.afsset.fr/index.php?pageid=712&parentid=424 hlm. 37
- ↑ Téléphonie mobile et santé, Rapport à l'Agence Française de Sécurité Sanitaire Environnementale, 21 March 2003 at http://www.afsset.fr/index.php?pageid=712&parentid=424
- ↑ Téléphonie mobile et santé, Rapport du groupe d’experts, l'Agence Française de Sécurité Sanitaire Environnementale, April 2005 at http://www.afsset.fr/index.php?pageid=712&parentid=424
- ↑ "Radiofréquences : actualisation de l'expertise (2009)", l'Agence Française de Sécurité Sanitaire Environnementale, April 2005 at http://www.afsset.fr/index.php?pageid=712&parentid=424
- ↑ J.M. Pearce. Limiting liability with positioning to minimize negative health effects of cellular phone towers. Environmental Research. Februari 2020. Vol. 181. hlm. 108845. doi:10.1016/j.envres.2019.108845.
- ↑ International Commission for Non-Ionizing Radiation Protection home page.
- ↑ Anforderungen nach NISV: Mobilfunkanlagen. Bundesamt für Umwelt [ Swiss Federal Environment Ministry ]. 13 Maret 2009.
- ↑ New Guidelines Released by the International Commission on Non‐Ionizing Radiation Protection (ICNIRP). icnirp.org. 11 Maret 2020.
- ↑ Wright v. Motorola, Inc. et al., No95-L-04929.
- ↑ sumber.
- ↑ Tumore e telefonini, il testo della sentenza n.17438 della Cassazione. www.leggioggi.it. 19 October 2012.
- ↑ Italy court ruling links mobile phone use to tumour. Reuters. 19 Oktober 2012.
- ↑ Italian court rules mobile phone use caused brain tumour. The Guardian. 21 April 2017.
- ↑ Cancer Linked to Cellphone Use, Italian Court Rules in Landmark Case. Newsweek. 21 Maret 2017.
- ↑ Electromagnetic Fields and Public Health: Cautionary Policies. World Health Organization. Maret 2000.
- ↑ Wiedemann. The Impacts of Precautionary Measures and the Disclosure of Scientific Uncertainty on EMF Risk Perception and Trust. Journal of Risk Research. 2006. Vol. 9 (4). hlm. 361–372. doi:10.1080/13669870600802111.
- ↑ Poumadère M. Risk Assessment of Radiofrequencies and Public Information. Journal of Risk Analysis and Crisis Response. 2013. Vol. 3 (1). hlm. 3–12. doi:10.2991/jrarc.2013.3.1.1.
- ↑ http://www.iarc.fr/en/media-centre/pr/2011/pdfs/pr208_E.pdf
- ↑ Information: Wie gefährlich sind Handystrahlen wirklich?. Marktgemeinde Pressbaum.
- ↑ Téléphones mobiles:santé et sécurité. Le ministère de la santé, de la jeunesse et des sports. 2 Januari 2008. Lay article in making comment at Jonathan M. Gitlin. France: Beware excessive cell phone use?: despite lack of data. Ars Technica. 3 Januari 2008.
- ↑ Precaution regarding electromagnetic fields. Federal Office for Radiation Protection. 7 December 2007.
- ↑ Exponering. Swedish Radiation Protection Authority. Februari 2006.
- ↑ UK consumer group: Hands-free phone kits boost radiation exposure. CNN. 2 November 2000.
- ↑ Manning, MI and Gabriel, CHB, SAR tests on mobile phones used with and without personal hands-free kits, SARtest Report 0083 for the DTI, July 2000 (PDF) at http://straff-x.com/SAR-Hands-Free-Kits-July-2000.pdf
- ↑ Téléphonie mobile & santé, Report for l'Agence française de sécurité sanitaire environnementale (Afsse), June 2005 at http://www.afsse.fr/index.php?pageid=671&parentid=619#
- ↑ Bead 'slashes mobile radiation'. BBC News. 25 Januari 2005.
- ↑ For example, Finland Radiation and Nuclear Safety Authority: Children's mobile phone use should be limited. Finnish Radiation and Nuclear Safety Authority (STUK). 7 Januari 2009. and France Téléphone mobile, DAS et santé. Votre enfant et le téléphone mobile [ Your child and mobile telephony ]. Association Française des Opérateurs Mobiles (AFOM) [ French Mobile Phone Operators' Association ] et l’Union Nationale des Associations Familiales (UNAF) [ National Federation of Family Associations ]. 31 Januari 2007.
- ↑ Om P. Gandhi. Exposure Limits: The underestimation of absorbed cell phone radiation, especially in children. Electromagnetic Biology and Medicine. 14 October 2011. Vol. 31 (1). hlm. 34–51. doi:10.3109/15368378.2011.622827.
- ↑ What is 5G.
- ↑ Slovenia stops the introduction of 5G technology. 9 Maret 2020.
- ↑ Slovenia Halts 5G To Investigate Health And Safety. Envoronmental Health Trust.
- ↑ Ryan Gallagher. 5G Virus Conspiracy Theory Fueled by Coordinated Effort. Bloomberg News. 9 April 2020.
- ↑ Cell Phone Radiation Scams. Federal Trade Commission. September 2011.
- ↑ Cell Phone Radiation Scams. Federal Trade Commission. September 2011.
- ↑ Lesley Fair. Federal Trade Commission Advertising Enforcement. Federal Trade Commission. 1 Maret 2008. hlm. 18–19.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28796984 (2026-01-10T00:45:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.