Lompat ke isi

Antimon triselenida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Sb2Se3 structure

Antimon triselenida adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia Sb2Se3. Bahan ini eksis sebagai mineral garam sulfo antimonselit (simbol IMA: Atm[1]), yang mengkristal dalam grup ruang ortorombik.[2] Dalam senyawa ini, antimon memiliki bilangan oksidasi formal +3, sementara selenium −2. Ikatan dalam senyawa ini memiliki karakter kovalen sebagaimana dibuktikan oleh warna hitam dan sifat semikonduktor dari bahan ini dan bahan terkait.[3] Konstanta dielektrik frekuensi rendah (ε0) telah diukur sebesar 133 sepanjang sumbu c kristal ini pada suhu kamar, yang luar biasa besar.[4] Celah pitanya adalah 1,18 eV pada suhu kamar.[5]

Senyawa ini dapat dibentuk melalui reaksi antara antimon dengan selenium dan memiliki titik lebur 885 K.[6]

Kegunaan

Saat ini, sedang dieksplorasi secara aktif untuk aplikasi sel surya film tipis.[7] Rekor efisiensi konversi cahaya menjadi listrik sebesar 9,2% telah dilaporkan.[8]

Referensi

  1. L.N. Warr. IMA-CNMNC approved mineral symbols. Mineralogical Magazine. 2021. Vol. 85 (3). hlm. 291–320. doi:10.1180/mgm.2021.43.
  2. Jambor, J. L.; Grew, E. S."New Mineral Names" American Mineralogist, Volume 79, pages 387-391, 1994.
  3. O Madelung. Semiconductors: data handbook. Springer. 2004. ISBN 9783540404880.
  4. J. Petzelt. Far infrared dielectric dispersion in Sb2S3, Bi2S3 and Sb2Se3 single crystals. Ferroelectrics. Januari 1973. Vol. 5 (1). hlm. 59–68. doi:10.1080/00150197308235780.
  5. Max Birkett. Band gap temperature-dependence of close-space sublimation grown Sb2Se3 by photo-reflectance. APL Materials. 2018. Vol. 6 (8). hlm. 084901. doi:10.1063/1.5027157.
  6. O Madelung. Semiconductors: data handbook. Springer. 2004. ISBN 9783540404880.
  7. Alessio Bosio. A Review on the Fundamental Properties of Sb2Se3-Based Thin Film Solar Cells. Energies. Januari 2023. Vol. 16 (19). hlm. 6862. doi:10.3390/en16196862.
  8. Lydia Helena Wong. Emerging inorganic solar cell efficiency tables (Version 1). J Phys Energy. 2019. Vol. 1 (3). hlm. 032001. doi:10.1088/2515-7655/ab2338.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27465347 (2025-06-26T19:01:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.