Lompat ke isi

Bilangan Liouville

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Dalam teori bilangan, bilangan Liouville[1] ialah suatu bilangan riil x dengan sifat bahwa untuk setiap bilangan asli n, terdapat suatu pasangan terurut bilangan asli (p,q) dengan q>1 sedemikian sehingga 0<|xpq|<1qn

Pertidaksamaan tersebut mengakibatkan bahwa bilangan Liouville memiliki suatu barisan hampiran bilangan rasional yang sangat baik. Pada tahun 1884, Joseph Liouville membuktikan bahwa terdapat batas pada seberapa baik suatu bilangan aljabar dapat dihampiri oleh bilangan rasional, dan beliau mendefinisikan bilangan Liouville secara spesifik agar bilangan tersebut memiliki hampiran rasional yang lebih baik dibandingkan bilangan lain pada rentang tersebut. Liouville juga memberikan contoh-contoh dari bilangan Liouville[2] yang membuktikan keberadaan bilangan transendental untuk pertama kalinya.[3] Salah satu contoh dari bilangan tersebut ialah konstanta Liouville L=0,11000100000000000000000100 dimana digit ke-n setelah koma desimal ialah 1 jika n merupakan faktorial dari suatu bilangan asli, dan 0 untuk digit-digit lainnya. Telah diketahui bahwa Pi dan ewalau merupakan bilangan transendentalbukan merupakan bilangan Liouville.

Kewujudan bilangan Liouville (konstanta Liouville)

Bilangan Liouville dapat ditunjukkan keberadaannya dengan konstruksi eksplisit.

Diberikan sembarang bilangan bulat b2 dan sembarang barisan ak sedemikian sehingga

  1. nilai ak{0,1,2,,b1} untuk setiap k, dan
  2. terdapat takhingga banyaknya nilai k sedemikian sehingga ak0.

Didefinisikan bilangan x:=n=1anbn! Pada kasus khusus ketika b=10 dan ak=1 untuk setiap k, bilangan x disebut sebagai konstanta Liouville: L=0,11000100000000000000000100

Berdasarkan definisi dari x, maka representasi x dalam basis b ialah x=(0,a1a2000a300000000000000000a400)b dengan suku ke-n berada pada posisi n! setelah tanda koma. Oleh karena digit-digit dari representasi x dalam basis b tidak periodik, maka x merupakan bilangan irasional. Akibatnya, untuk setiap bilangan rasional pq, maka berlaku |xpq|>0

Diambil sembarang n. Nilai p dan q dapat dipilih sebagai berikut q=bn!p=qk=1nakbk!=k=1nakbn!k! sehingga didapatkan |xpq|=|k=1akbk!k=1nakbk!|=|k=n+1akbk!|=k=n+1akbk!(Lihat catatan 1)k=n+1b1bk!(Lihat catatan 2)<k=(n+1)!b1bk(Lihat catatan 3)=k=0b1bk+(n+1)!=b1b(n+1)!k=01bk=b1b(n+1)!bb1=bb(n+1)!bn!b(n+1)!(Lihat catatan 4)=1b(n+1)!n!=1bn!n=1(bn!)n=1qn yang menunjukkan bahwa x merupakan bilangan Liouville.

Catatan pembuktian

  1. Pada baris kedua, perhatikan bahwa k, ak, dan b bernilai nonnegatif. Akibatnya, setiap suku dari deret takhingga k=n+1akbk! juga bernilai nonnegatif, sehingga tanda mutlak pada baris kedua dapat dihilangkan.
  2. Pada baris ketiga, ingat bahwa ak{0,1,2,,b1} untuk setiap k. Akibatnya, nilai jumlahan terbesar akan terjadi ketika ak=b1 untuk setiap k, sehingga diperoleh pertidaksamaan k=n+1akbk!k=n+1b1bk! Deret pada baris ketiga diarahkan menjadi deret pada baris keempat sebab bentuk umum dari suku-suku pada deret k=n+1akbk! mirip dengan deret geometrik k=01bk=bb1 sehingga dengan memunculkan deret yang pembilangnya ialah b1 dan menggeser indeks dari jumlahannya dari k=n+1 menjadi k=0, maka b1 pada bagian pembilang dan bagian penyebut akan saling mengeliminasi, yang harapannya akan membuat hasil akhir pecahannya mendekati bentuk 1qn=1bpangkat×n
  3. Pada baris keempat, ingat bahwa nilai b2. Akibatnya, pertidaksamaan k=n+11bk!<k=(n+1)!1bk merupakan pertidaksamaan sejati, sebab untuk setiap kn+1, terdapat k(k!)1 suku yang bernilai positif di atara 1bk! dan 1b(k+1)! yang termuat pada deret k=(n+1)!1bk tetapi tidak termuat pada deret k=n+11bk!. Dengan kata lain, pertidaksamaan k=n1bk!<k=(n+1)!1bk merupakan pertidaksamaan sejati, sebab barisan (n+1)!,(n+2)!,(n+3)!,(n+4)!, merupakan barisan bagian dari barisan (n+1)!,(n+1)!+1,(n+1)!+2,(n+1)!+3,
  4. Pada baris kesembilan, ingat bahwa n dan b2. Akibatnya, 1n!b1bn!bb(n+1)!bn!b(n+1)! Pertidaksamaan tersebut dipilih sebab pecahan bb(n+1)! harus dimanipulasi menjadi sesuatu dengan bentuk 1bpangkat×n. Pertidaksamaan tersebut memungkinkan proses eliminasi dari (n+1)! dan bagian pembilang, menggunakan sifat bahwa (n+1)!n!=n(n!), sehingga bagian penyebutnya memiliki bentuk ideal untuk substitusi q=bn!.

Keirasionalan bilangan Liouville

Ketransendentalan bilangan Liouville

Pernyataan ini dapat dibuktikan dengan terlebih dahulu menyelidiki sifat dari bilangan irasional aljabar. Sifat ini pada dasarnya menyatakan bahwa bilangan aljabar irasional tidak dapat dihampiri dengan baik oleh bilangan rasional, dan syarat untuk "dihampiri dengan baik" akan menjadi lebih sulit untuk penyebut yang lebih besar. Walaupun bilangan Liouville merupakan bilangan irasional, bilangan Liouville tidak memiliki sifat ini, sehingga bukan merupakan bilangan aljabar dan harus bersifat transendental. Lema berikut ini biasanya dikenal sebagai teorema Liouville (mengenai penghampiran Diophantine), meskipun terdapat beberapa hasil yang dikenal sebagai teorema Liouville.

</math> Oleh karena f(α)=0 dan f(pq)0, maka kedua ruas dari persamaan tersebut bernilai tak nol, sehingga |f(c)|>0. Akibatnya, αpq=f(α)f(pq)f(c)αpq=1f(c)f(pq)|αpq|=1|f(c)||f(pq)|=1|f(c)||a0+a1pq+a2p2q2+a3p3q3++anpnqn|=1|f(c)|qn|a0qn+a1pqn1+a2p2qn2+a3p3qn3++anpn|11Mqn1>Aqn dengan 0<A<min{δ,1M}.}}

\\

&= \dfrac{1}{b^m \cdot b^n} \\ &\leq \dfrac{1}{2^m \cdot b^n} \\ &\leq \dfrac{A}{b^n} \end{align}</math> yang bertentangan dengan hasil dari teorema Liouville. Oleh karena terjadi kontradiksi, maka asumsi di awalbahwa terdapat suatu bilangan Liouville yang merupakan bilangan aljabarbernilai salah, sehingga terbukti bahwa setiap bilangan Liouville merupakan bilangan transendental.}}

Ketakterhitungan himpunan semua bilangan Liouville

Pandang bilangan 3.14000100000000000000000500003.14(3nol)1(17nol)5(95nol)9(599nol)2(4319nol)6 yaitu bilangan yang setiap digitnya setelah koma desimal ialah angka nol, kecuali pada posisi n!, yang nilai digitnya sama dengan digit ke-n dari representasi desimal bilangan .

Telah ditunjukkan sebelumnya bahwa bilangan tersebutbeserta setiap bilangan desimal takberakhir lainnya, dengan digit-digitnya diatur menyerupai contoh di atasmemenuhi definisi dari bilangan Liouville. Oleh karena himpunan semua bilangan desimal takberakhir memiliki kardinalitas kontinum, maka himpunan semua bilangan Liouville juga demikian.

Lihat juga

Pranalaa luar

Referensi

  1. Bilangan Liouville. Pasti (Padanan Istilah). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. Joseph Liouville. Mémoires et communications. Comptes rendus de l'Académie des Sciences. Mei 1844. Vol. 18. hlm. 883–885,910–911.
  3. Alan Baker. Transcendental Number Theory. Cambridge University Press. 1990. hlm. 1. ISBN 978-0-521-39791-9.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28474100 (2025-11-14T04:06:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.