Bilangan transendental
Dalam matematika, bilangan transendental[1] adalah bilangan riil atau kompleks yang bukan merupakan bilangan aljabar. Dengan kata lain, bilangan transendental adalah bilangan yang bukan merupakan akar dari polinomial tak nol dengan koefisien bilangan bulat (atau secara ekuivalen, bilangan rasional). Contoh terkenal dari bilangan transendental adalah Pi dan .[2][3]
Meskipun hanya sedikit golongan bilangan transendental yang diketahui (salah satu alasannya adalah sulitnya proses pembuktian bahwa suatu bilangan tertentu merupakan bilangan transendental), bilangan transendental tidaklah langka: hampir semua bilangan real dan kompleks merupakan bilangan transendental, sebab himpunan semua bilangan aljabar merupakan himpunan terhitung, sementara himpunan bilangan riil dan himpunan bilangan kompleks sama-sama merupakan himpunan takterhitung, dan oleh karena itu, lebih besar dari himpunan terhitung manapun.
Semua bilangan transendental merupakan bilangan irasional, sebab semua bilangan rasional merupakan bilangan aljabar.[4][5][6][7] Akan tetapi, konvers dari pernyataan tersebut tidaklah benar: Tidak semua bilangan irasional merupakan bilangan transendental. Akibatnya, himpunan bilangan riil terdiri dari tiga himpunan yang saling lepas, yaitu himpunan bilangan rasional, himpunan bilangan irasional aljabar, dan himpunan bilangan riil transendental.[8] Sebagai contoh, akar kuadrat dari 2 merupakan bilangan irasional, tetapi bukan transendental, sebab bilangan tersebut merupakan akar dari persamaan polinomial . Rasio emas (disimbolkan dengan atau ) adalah contoh lain dari bilangan irasional yang bukan transendental, sebab ia merupakan akar dari persamaan .
Sejarah
Nama "transendental" berasal ,[9] dan pertama kali digunakan untuk konsep matematika pada paper dari Leibniz pada tahun 1682 dimana beliau membuktikan bahwa bukanlah fungsi aljabar dari .[10]
Johann Heinrich Lambert memberikan konjektur bahwa dan Pi keduanya merupakan bilangan transendental pada paper bukti bahwa irasional miliknya di tahun 1768, dan mengajukan sketsa bukti tentatif bahwa transendental.[11]
Joseph Liouville adalah orang pertama yang membuktikan kewujudan bilangan transendental pada tahun 1844,[12] dan pada tahun 1851, beliau memberikan contoh pertama dalam bilangan desimal, seperti konstanta Liouville
dimana digit ke- setelah koma desimal adalah 1 jika ( faktorial) untuk suatu bilangan asli , dan 0 untuk digit-digit lainnya.[13] Dengan kata lain, digit ke- dari bilangan ini ialah 1 hanya jika adalah , dst. Liouville berhasil menunjukkan bahwa bilangan ini termasuk ke dalam golongan bilangan yang dapat dihampiri dengan lebih dekat oleh bilangan rasional dibandingkan dengan bilangan irasional aljabar manapun, dan golongan bilangan ini disebut sebagai bilangan Liouville. Liouville berhasil menunjukkan bahwa semua bilangan Liouville merupakan bilangan transendental.[14]
Bilangan pertama yang terbukti transendental tanpa dikonstruksikan secara spesifik dengan tujuan untuk membuktikan kewujudan bilangan transendental ialah oleh Charles Hermite pada tahun 1873.
Pada tahun 1874, Georg Cantor membuktikan bahwa himpunan semua bilangan aljabar merupakan himpunan terhitung dan himpunan bilangan riil merupakan himpunan takterhitung. Beliau juga memberikan metode baru untuk mengonstruksikan bilangan transendental.[15] Walaupun hal ini sudah diakibatkan dari bukti miliknya mengenai keterhitungan himpunan bilangan aljabar, Cantor juga menerbitkan konstruksi yang membuktikan bahwa bilangan transendental sama banyaknya dengan bilangan riil.
Pada tahun 1882, Ferdinand von Lindemann menerbitkan bukti pertama bahwa transendental.
- Beliau membuktikan bahwa merupakan bilangan transendental jika merupakan bilangan aljabar tak nol.
- Oleh karena merupakan bilangan aljabar (lihat identitas Euler), maka haruslah transendental.
- Mengingat bahwa merupakan bilangan aljabar, maka haruslah bilangan transendental.
Pendekatan ini kemudian diperumum oleh Karl Weierstrass menjadi apa yang dikenal sekarang sebagai teorema Lindemann–Weierstrass. Ketransendentalan mengakibatkan bahwa konstruksi geometris yang hanya melibatkan lukisan jangka dan mistar tidak dapat menghasilkan hasil tertentu, seperti mempersegikan lingkaran.
Pada tahun 1900, David Hilbert mengajukan pertanyaan mengenai bilangan transendental, yang dikenal sebagai masalah ke-7 Hilbert: Jika merupakan bilangan aljabar selain 0 maupun 1, dan merupakan bilangan aljabar irasional, apakah merupakan bilangan transendental? Jawaban afirmatif diberikan pada tahun 1934 oleh teorema Gelfond–Schneider.
Sifat-sifat
- Setiap bilangan rasional merupakan bilangan aljabar (sebab bilangan merupakan akar dari persamaan polinomial ). Akibatnya, setiap bilangan transendental merupakan bilangan irasional, dengan menggunakan kontraposisi.[16]
- Himpunan semua polinomial dengan koefisien rasional merupakan himpunan terhitung dan banyak akar dari setiap polinomial tersebut adalah berhingga. Akibatnya, himpunn semua bilangan aljabar juga merupakan himpunan terhitung. Akan tetapi, argumen diagonal Cantor membuktikan bahwa himpunan semua bilangan riil (dan oleh sebab itu, himpunan semua bilangan kompleks) merupakan himpunan takterhitung. Oleh karena himpunan bilangan riil merupakan gabungan dari himpunan bilangan aljabar dan himpunan bilangan transendental, maka mustahil bagi kedua himpunan bagian tersebut untuk sama-sama berstatus sebagai himpunan terhitung. Hal ini mengakibatkan bahwa himpunan bilangan transendental merupakan himpunan takterhitung.
- Menyubstitusikan suatu nilai transendental ke fungsi aljabar dengan variabel tunggal akan menghasilkan nilai yang transendental. Misalnya, berdasarkan informasi bahwa merupakan bilangan transendental, maka dapat disimpulkan bahwa , , , , dan juga merupakan bilangan transendental.
- Akan tetapi, fungsi aljabar dengan multivariabel mungkin saja menghasilkan bilangan aljabar saat variabelnya bernilai transendental dan tidak bebas aljabar. Misalnya, bilangan dan sama-sama merupakan bilangan aljabar, tetapi jelas tidak.
- Semua bilangan Liouville merupakan bilangan transendental, namun tidak sebaliknya.
Bilangan yang terbukti transendental
Terdapat beberapa bilangan yang terbukti sebagai bilangan transendental, diantaranya yaitu:
- (dibuktikan melalui teorema Lindemann–Weierstrass)
- dengan adalah bilangan aljabar tak nol (dibuktikan melalui teorema Lindemann–Weierstrass)
- termasuk bilangan Euler
- dengan adalah bilangan asli (dibuktikan melalui teorema Gelfond–Schneider)
- termasuk konstanta Gelfond
- dengan merupakan bilangan aljabar selain 0 maupun 1, dan merupakan bilangan irasional (dibuktikan melalui teorema Gelfond–Schneider)
- termasuk konstanta Gelfond–Schneider
- Logaritma alami jika merupakan bilangan aljabar selain 0 maupun 1 (dibuktikan melalui teorema Lindemann–Weierstrass)
- jika dan merupakan bilangan asli yang bukan merupakan perpangkatan dari suatu bilangan bulat yang sama, serta (dibuktikan melalui teorema Gelfond–Schneider)
- Fungsi trigonometri , , beserta versi hiperboliknya, untuk setiap bilangan aljabar tak nol dalam satuan radian (dibuktikan melalui teorema Lindemann–Weierstrass)
- Hasil-hasil tak nol dari fungsi invers trigonometri , , beserta versi hiperboliknya, untuk setiap bilangan aljabar (dibuktikan melalui teorema Lindemann–Weierstrass)
- , dengan [17]
- Titik tetap dari fungsi kosinus (yang dikenal juga dengan bilangan Dottie ), yaitu penyelesaian riil tunggal dari persamaan , dengan dalam satuan radian (dibuktikan melalui teorema Lindemann–Weierstrass)[18]
- Fungsi W Lambert , dengan merupakan bilangan aljabar tak nol (dibuktikan melalui teorema Lindemann–Weierstrass)
- Termasuk konstanta omega .
- Setiap bilangan Liouville
- Termasuk konstanta Liouville
- Konstanta Prouhet–Thue–Morse[19] dan konstanta kelinci yang berkaitan.[20]
- Konstanta Komornik–Loreti[21]
- Nilai-nilai dari pecahan berlanjut Rogers–Ramanujan , dengan merupakan bilangan kompleks aljabar yang memenuhi pertidaksamaan .[22]
- Nilai lemniskatik dari fungsi theta (nilai memenuhi persyaratan yang sama seperti sebelumnya) juga merupakan bilangan transendental.[23]
Konjektur bilangan transendental
- Banyak kombinasi yang tak trivial dari dua (atau lebih) bilangan transendental yang belum diketahui transendental atau bahkan irasional: , , , , , , . Kebenaran atas konjektur Schanuel akan mengakibatkan semua bilangan di atas bersifat transendental dan bebas aljabar.[24]
- Konstanta Euler–Mascheroni : Pada tahun 2010, telah ditunjukkan bahwa daftar takhingga dari konstanta Euler–Lehmer (termasuk ) memuat paling banyak satu bilangan aljabar.[25][26] Pada tahun 2012, telah ditunjukkan bahwa setidaknya salah satu dari dan konstanta Gompertz merupakan bilangan transendental.[27]
- Nilai dari fungsi zeta Riemann untuk bilangan ganjil
- Termasuk konstanta Apéry , yang diketahui merupakan bilangan irasional. Untuk bilangan lain , , , , informasi keirasionalannya bahkan belum diketahui.
- Nilai dari fungsi beta Dirichlet untuk bilangan genap
- Termasuk konstanta Catalan [28]
- Nilai dari fungsi Gamma untuk dan bilangan asli belum diketahui irasional, apalagi transendental.[29][30]
Bukti untuk bilangan spesifik
Bukti bahwa transendental
Bukti pertama yang menyatakan bahwa basis dari logaritma alami (yaitu ) merupakan bilangan transendental berasal dari tahun 1873. Dalam artikel ini, akan digunakan strategi dari David Hilbert (1862–1943) yang menyederhanakan bukti orisinal dari Charles Hermite. Gagasannya ialah sebagai berikut:
Asumsikan bahwa merupakan bilangan aljabar, dengan tujuan untuk mencari kontradiksi. Artinya, merupakan akar dari suatu polinomial minimal yang berderajat . Secara simbolis, maka terdapat suatu sedemikian sehingga dengan .
Informasi bilangan bulat dari koefisien-koefisien ini sulit untuk dimanfaatkan ketika dikalikan dengan perpangkatan dari bilangan irasional , namun perpangkatan tersebut dapat diserap ke dalam suatu integral yang “sebagian besar” merupakan bilangan bulat. Untuk suatu bilangan bulat , didefinisikan polinomial sehingga diperoleh Perhatikan bahwa persamaan di atas dapat ditulis dalam bentuk dengan
\left. + a_3 (t + 3)^k p_k (t + 3) + \ldots + a_n (t + n)^k p_k (t + n) \right) e^{-t} \, \text{d}t \\
&= \int_0^{\infty} q_k (t) e^{-t} \, \text{d}t \end{align}</math>
Perhatikan bahwa merupakan polinomial dengan koefisien bilangan bulat. Dengan kata lain, merupakan kombinasi linier dari perpangkatan dengan koefisien bilangan bulat. Akibatnya, bilangan merupakan kombinasi linier (dengan koefisien bilangan bulat yang sama) dari , sehingga merupakan bilangan bulat.
Berdasarkan definisi dari , maka sehingga didapatkan
Jelas bahwa , , dan merupakan polinomial dalam variabel , sehingga dan juga merupakan polinomial dalam variabel . Perhatikan bahwa
- suku dengan pangkat terendah dari ialah (untuk suatu bilangan bulat ). Akibatnya, merupakan kelipatan dari
- suku dengan pangkat terendah dari ialah (untuk suatu bilangan bulat ). Akibatnya, merupakan kelipatan dari
Oleh karena habis membagi semua faktorial di atasnya (yaitu , , dst.), maka merupakan kelipatan dari . Dengan kata lain, terbukti bahwa merupakan bilangan bulat.
Selanjutnya, akan dibuktikan bahwa bukan merupakan kelipatan dari . Untuk sembarang bilangan asli , pilih sebagai sembarang bilangan prima yang lebih dari dan lebih dari . Telah dibuktikan sebelumnya bahwa merupakan kelipatan dari . Akibatnya, sehingga berlaku
Perhatikan bahwa
- semua faktor dari merupakan bilangan bulat tak nol yang kurang dari bilangan prima . Akibatnya, bukanlah kelipatan dari .
- suku dengan derajat terendah dari polinomial ialah (untuk suatu bilangan bulat ), sehingga merupakan kelipatan dari . Dengan kata lain, .
Berdasarkan kedua informasi di atas, maka nilai dari bukan merupakan kelipatan dari , sehingga jelas tidak mungkin nol.}}
Dengan memilih nilai yang memenuhi Lema 2 dan Lema 3, maka bilangan super kecil ditambah dengan bilangan bulat tak nol akan sama dengan nol, dan jelas bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi. Oleh karena terjadi kontradiksi, maka asumsi di awal (bahwasanya merupakan pembuat nol dari suatu polinomial dengan koefisien bilangan bulat) bernilai salah, sehingga dapat disimpulkan bahwa bukan bilangan aljabar. Dengan kata lain, terbukti bahwa transendental.
Bukti bahwa transendental
Strategi serupa (yang berbeda dari pendekatan orisinal dari Lindemann) dapat digunakaan untuk menunjukkan bahwa bilangan merupakan bilangan transendental. Selain fungsi gamma dan beberapa estimasi seperti pada bukti untuk , fakta mengenai polinomial simetris memiliki peran penting dalam pembuktiannya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai bukti Ketransendentalan dan , lihat bagian referensi dan pranala luar.
Lihat juga
- Teori bilangan transendental, teori yang mengkaji masalah yang berkaitan dengan bilangan transendental.
- Elemen transendental, perumuman dari bilangan transendental pada aljabar abstrak.
- teorema Gelfond–Schneider
- Penghampiran Diophantus
- Period, himpunan terhitung dari bilangan-bilangan (termasuk semua bilangan aljabar dan beberapa bilangan transendental) yang dapat didefinisikan melalui persamaan integral.
- Konjektur Hartmanis–Stearns, konjektur mengenai kriteria transendental berdasarkan kompleksitas perhitungan dari ekspansi suatu bilangan.
Catatan
Sumber
Pranala luar
- — Bukti bahwa transendental, dalam bahasa Jerman.
Referensi
- ↑ Bilangan transendental. Pasti (Padanan Istilah). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- ↑ The 15 Most Famous Transcendental Numbers - Cliff Pickover. sprott.physics.wisc.edu.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ B. D. Bunday. Pure Mathematics for Advanced Level. Butterworth-Heinemann. 20 Mei 2014. ISBN 978-1-4831-0613-7.
- ↑ A. Baker. On Mahler's classification of transcendental Numbers. Acta Mathematica. 1964. Vol. 111. hlm. 97–120. doi:10.1007/bf02391010.
- ↑ Nicolaus Heuer. Transcendental simplicial volumes. 1 November 2019.
- ↑ Real number.
- ↑ B. D. Bunday. Pure Mathematics for Advanced Level. Butterworth-Heinemann. 20 Mei 2014. ISBN 978-1-4831-0613-7.
- ↑ transcendental. s.v.
- ↑ ;
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Eric W. Weisstein. Liouville's Constant. MathWorld.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ ;
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Eric W. Weisstein. Transcendental Number. mathworld.wolfram.com.
- ↑ Eric W. Weisstein. Dottie Number. Wolfram MathWorld. Wolfram Research, Inc.
- ↑ ;
- ↑ Eric W. Weisstein. Konstanta Kelinci. Wolfram MathWorld.
- ↑ Jean-Paul Allouche. The Komornik–Loreti constant is transcendental. American Mathematical Monthly. 2000. Vol. 107 (5). hlm. 448–449. doi:10.2307/2695302.
- ↑ Daniel Duverney. Transcendence of Rogers-Ramanujan continued fraction and reciprocal sums of Fibonacci numbers. Proceedings of the Japan Academy, Series A, Mathematical Sciences. 1997. Vol. 73 (7). hlm. 140–142. doi:10.3792/pjaa.73.140.
- ↑ Daniel Bertrand. Theta functions and transcendence. The Ramanujan Journal. 1997. Vol. 1 (4). hlm. 339–350. doi:10.1023/A:1009749608672.
- ↑ Michel Waldschmidt. Schanuel's Conjecture: algebraic independence of transcendental numbers. 2021.
- ↑ M. Ram Murty. Euler–Lehmer constants and a conjecture of Erdös. Journal of Number Theory. 01-12-2010. Vol. 130 (12). hlm. 2671–2682. doi:10.1016/j.jnt.2010.07.004.
- ↑ M. Ram Murty. Transcendence of generalized Euler constants. The American Mathematical Monthly. 01-01-2013. Vol. 120 (1). hlm. 48–54. doi:10.4169/amer.math.monthly.120.01.048.
- ↑ Tanguy Rivoal. On the arithmetic nature of the values of the gamma function, Euler's constant, and Gompertz's constant. Michigan Mathematical Journal. 2012. Vol. 61 (2). hlm. 239–254. doi:10.1307/mmj/1339011525.
- ↑ T. Rivoal. Diophantine properties of numbers related to Catalan's constant. Mathematische Annalen. 01-08-2003. Vol. 326 (4). hlm. 705–721. doi:10.1007/s00208-003-0420-2.
- ↑ Mathematical constants. Cambridge University Press.
- ↑ Michel Waldschmidt. Transcendental Number Theory: recent results and open problems. Michel Waldschmidt. 2022.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29438631 (2026-07-10T06:21:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.