Lompat ke isi

Deksmedetomidin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Deksmedetomidin adalah obat yang digunakan untuk sedasi. Dokter hewan menggunakan deksmedetomidin untuk tujuan serupa dalam mengobati kucing, anjing, dan kuda. Obat ini juga digunakan pada manusia untuk mengobati agitasi akut yang terkait dengan skizofrenia atau gangguan bipolar. Obat ini diberikan sebagai suntikan, larutan intravena, atau melalui pemberian bukal atau sublingual.

Mirip dengan klonidin, deksmedetomidin adalah obat simpatolitik yang bekerja sebagai agonis reseptor α2-adrenergik di bagian otak tertentu. Obat ini dikembangkan oleh Orion Pharma.

Sejarah

Deksmedetomidin dikembangkan oleh Orion Pharma dan dipasarkan dengan nama dexdor dan Precedex; pada tahun 1999 Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujuinya sebagai sedatif dan analgesik jangka pendek (<24 jam) untuk orang yang sakit kritis atau terluka yang menggunakan ventilasi mekanis di instalasi rawat intensif. Alasan penggunaan jangka pendeknya adalah karena kekhawatiran akan efek samping penghentian obat seperti peningkatan kembali tekanan darah tinggi. Namun, efek ini belum diamati secara konsisten dalam penelitian.

Kegunaan medis

Sedasi di unit perawatan intensif

Studi menunjukkan bahwa deksmedetomidin untuk sedasi pada orang dewasa yang menggunakan ventilasi mekanis dapat mengurangi waktu ekstubasi dan perawatan di ICU.

Dibandingkan dengan obat sedatif lainnya, beberapa studi menunjukkan bahwa deksmedetomidin mungkin berhubungan dengan lebih sedikit delirium, tetapi temuan ini tidak konsisten di berbagai studi. Setidaknya, ketika menggabungkan banyak hasil studi, penggunaan deksmedetomidin tampaknya berhubungan dengan lebih sedikit disfungsi neurokognitif dibandingkan dengan obat sedatif lainnya. Apakah pengamatan ini memiliki dampak psikologis yang menguntungkan masih belum jelas. Dari perspektif ekonomi, deksmedetomidin berhubungan dengan biaya ICU yang lebih rendah, terutama karena waktu ekstubasi yang lebih singkat.

Sedasi prosedural

Deksmedetomidin juga dapat digunakan untuk sedasi prosedural seperti selama kolonoskopi. Deksmedetomidin dapat digunakan sebagai tambahan bersama obat sedatif lain seperti benzodiazepin, opioid, dan propofol untuk meningkatkan sedasi dan membantu menjaga stabilitas hemodinamik dengan mengurangi kebutuhan obat sedatif lainnya. Deksmedetomidin juga digunakan untuk sedasi prosedural pada anak-anak.

Deksmedetomidin dapat digunakan untuk sedasi yang diperlukan untuk intubasi nasal fiberoptik sadar pada pasien dengan jalan napas yang sulit.

Tambahan dalam anestesi umum

Deksmedetomidin juga telah digunakan sebagai infus tambahan selama anestesi umum. Dalam aplikasi ini, telah terbukti mengurangi delirium pascabedah, nyeri, mual, dan penggunaan opioid.

Lainnya

Deksmedetomidin dapat bermanfaat untuk pengobatan efek kardiovaskular negatif dari amfetamin akut dan intoksikasi serta overdosis kokain. Deksmedetomidin juga telah digunakan sebagai tambahan anestesi neuroaksial untuk prosedur ekstremitas bawah. Obat ini telah berhasil digunakan untuk mengobati gejala putus opioid.

Pada tahun 2022, obat ini disetujui oleh FDA untuk pengobatan agitasi pada skizofrenia dan gangguan bipolar.

Efek samping

Tidak ada kontraindikasi yang diketahui untuk penggunaan deksmedetomidin. Obat ini memiliki efek bifasik pada tekanan darah dengan pembacaan yang lebih rendah pada konsentrasi obat yang lebih rendah dan pembacaan yang lebih tinggi pada konsentrasi yang lebih tinggi. Efek samping yang umum meliputi: hipotensi, hipertensi, dengan sedikit penurunan denyut jantung, aritmia, dan hipoksia. Dosis toksik dapat menyebabkan blok atrioventrikular derajat pertama atau derajat kedua. Efek samping ini biasanya terjadi sesaat setelah pemberian dosis awal obat. Dengan demikian, efek samping dapat dikurangi dengan menghilangkan dosis awal.

Interaksi

Deksmedetomidin dapat meningkatkan efek sedatif dan anestesi lain jika diberikan bersamaan. Demikian pula, obat yang menurunkan tekanan darah dan denyut jantung seperti penghalang beta, juga dapat meningkatkan efeknya jika diberikan bersamaan dengan deksmedetomidin.

Farmakologi

Farmakodinamik

Deksmedetomidin adalah agonis reseptor α2-adrenergik yang sangat selektif. Obat ini memiliki rasio selektivitas α21 sebesar 1620:1, sehingga 8 kali lebih selektif terhadap reseptor α2-adrenergik dibandingkan obat terkaitnya yakni klonidin. Tidak seperti opioid dan sedatif lainnya seperti propofol, deksmedetomidin mampu mencapai efeknya tanpa menyebabkan depresi pernapasan. Deksmedetomidin menginduksi sedasi dengan menurunkan aktivitas neuron noradrenergik di lokus seruleus di batang otak, sehingga meningkatkan aktivitas hilir penghambatan neuron asam aminobutirat gamma (GABA) di nukleus preoptik ventrolateral. Sebaliknya, sedatif lainnya seperti propofol dan benzodiazepin secara langsung meningkatkan aktivitas neuron GABAergik. Melalui aksi pada jalur endogen yang meningkatkan tidur ini, sedasi yang dihasilkan oleh deksmedetomidin lebih mencerminkan tidur alami (khususnya tahap 2 tidur gerakan mata non-cepat (NREM)), sebagaimana ditunjukkan oleh studi EEG. Dengan demikian, deksmedetomidin menyebabkan amnesia yang lebih sedikit dibandingkan benzodiazepin. Deksmedetomidin juga memiliki efek analgesik pada tingkat sumsum tulang belakang dan lokasi supraspinal lainnya.

Farmakokinetik

Deksmedetomidin intravena menunjukkan farmakokinetik linear dengan waktu paruh distribusi cepat sekitar 6 menit pada sukarelawan sehat, dan waktu paruh distribusi yang lebih panjang dan lebih bervariasi pada pasien ICU. Waktu paruh eliminasi terminal deksmedetomidin intravena berkisar antara 2,1 hingga 3,1 jam pada orang dewasa sehat dan 2,2 hingga 3,7 jam pada pasien ICU. Ikatan protein plasma deksmedetomidin sekitar 94% (sebagian besar albumin).

Deksmedetomidin dimetabolisme oleh hati, sebagian besar melalui glukuronidasi (34%) serta oksidasi melalui CYP2A6 dan enzim sitokrom P450 lainnya. Oleh karena itu, deksmedetomidin harus digunakan dengan hati-hati pada orang dengan penyakit hati atau gangguan fungsi hati.

Deksmedetomidin juga dapat diabsorpsi secara sublingual.

Kegunaan pada hewan

Deksmedetomidin telah disetujui di Uni Eropa untuk digunakan pada kucing dan anjing pada tahun 2002, untuk sedasi dan induksi anestesi umum. FDA menyetujui penggunaan deksmedetomidin pada anjing pada tahun 2006 dan kucing pada tahun 2007.

Pada tahun 2015, Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) dan FDA menyetujui bentuk gel oromukosa deksmedetomidin yang dipasarkan sebagai Sileo oleh perusahaan farmasi Zoetis untuk digunakan pada anjing guna meredakan keengganan terhadap kebisingan.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28475525 (2025-11-14T04:47:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.