Tidur non-REM
Tidur non-REM () terdiri dari tiga tahap, yaitu N1, N2, dan N3, dan tahap yang terakhir juga disebut tidur gelombang lambat. Tahapnya biasanya tersusun sebagai berikut: N1 → N2 → N3 → N2 → tidur REM. Tidur REM terjadi setelah seseorang kembali dari tidur gelombang lambat ke tahap 2 atau 1. Tidak seperti tidur REM, pada tahap tidur non-REM, tidak banyak pergerakan mata. Mimpi jarang terjadi pada tahap non-REM, dan otot juga tidak lumpuh seperti pada tahap tidur REM. Orang yang tidak melalui tahap-tahap tidur dengan baik dapat tersangkut pada tahap tidur non-REM, dan jika ototnya tidak lumpuh, orang itu bisa berjalan sambil tidur. Menurut beberapa hasil penelitian, kegiatan mental yang berlangsung pada tahap tidur non-REM diyakini seperti sedang berpikir, sementara pada tahap tidur REM sering kali muncul halusinasi. Tidur non-REM ditandai oleh munculnya konten mimpi berupa sikap ramah yang diprakarsai oleh subjek, berbeda dengan fase tidur REM yang cenderung lebih agresif. Hal ini menunjukkan bahwa fase non-REM berperan dalam mensimulasikan interaksi yang bersifat ramah.
Catatan kaki
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28723374 (2025-12-21T08:06:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.