Lompat ke isi

Esomeprazol

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Esomeprazol adalah obat yang digunakan untuk mengurangi asam lambung. Obat ini digunakan untuk mengobati penyakit refluks gastroesofagus, tukak lambung, dan sindrom Zollinger–Ellison. Efektivitasnya serupa dengan penghambat pompa proton (PPI) lainnya. Obat ini diminum atau disuntikkan ke dalam pembuluh darah.

Efek samping umum meliputi sakit kepala, sembelit, mulut kering, dan sakit perut. Efek samping serius dapat meliputi angioedema, infeksi akibat Clostridioides difficile, dan pneumonia. Penggunaan selama kehamilan tampaknya aman, sedangkan keamanan selama menyusui masih belum jelas. Esomeprazol adalah enantiomer (S)-(−) (atau kurang spesifik isomer S) dari omeprazol. Obat ini bekerja dengan memblokir H+/K+-ATPase di sel parietal lambung.

Obat ini dipatenkan pada tahun 1993 dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 2000. Obat ini tersedia sebagai obat generik dan dijual bebas di beberapa negara. Obat ini juga tersedia dalam formulasi dosis rendah tanpa resep di Amerika Serikat, Britania Raya, serta Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Kegunaan

Medis

Penggunaan utama esomeprazol adalah untuk penyakit refluks gastroesofagus, pengobatan dan pemeliharaan esofagitis erosif, pengobatan tukak duodenum yang disebabkan oleh H. pylori, pencegahan tukak lambung pada mereka yang menjalani terapi OAINS kronis, dan pengobatan tukak saluran cerna yang terkait dengan penyakit Crohn.

Penyakit refluks gastroesofagus

Penyakit refluks gastroesofagus (GERD) adalah suatu kondisi di mana asam pencernaan di lambung bersentuhan dengan esofagus. Iritasi yang disebabkan oleh gangguan ini dikenal sebagai "nyeri ulu hati". Kontak jangka panjang antara asam lambung dan esofagus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada esofagus dan dikaitkan dengan esofagus Barrett. Esomeprazol mengurangi produksi asam pencernaan, sehingga mengurangi efeknya pada esofagus.

Tukak Duodenum

Esomeprazol dikombinasikan dengan antibiotik klaritromisin dan amoksisilin (atau metronidazol sebagai pengganti amoksisilin pada pasien hipersensitif penisilin) dalam terapi rangkap tiga 10 hari untuk pemberantasan infeksi akibat Helicobacter pylori. Infeksi akibat H. pylori merupakan faktor penyebab sebagian besar tukak lambung dan duodenum.

Efikasi

Sebuah metaanalisis tahun 2006 menyimpulkan bahwa dibandingkan dengan penghambat pompa proton lainnya, esomeprazol memberikan manfaat keseluruhan yang moderat dalam penyembuhan esofagus dan peredaan gejala. Ketika diuraikan berdasarkan tingkat keparahan penyakit, manfaat esomeprazol relatif terhadap penghambat pompa proton lainnya dapat diabaikan pada orang dengan penyakit ringan (jumlah pasien yang perlu diobati 50 ), tetapi tampak lebih besar pada mereka yang menderita penyakit berat (jumlah pasien yang perlu diobati 8 ). Metaanalisis kedua juga menemukan peningkatan penyembuhan esofagus erosif (>95% tingkat penyembuhan) bila dibandingkan dengan dosis standar pada populasi pasien yang dipilih secara luas. Sebuah studi tahun 2017 menemukan esomeprazol termasuk di antara sejumlah PPI yang efektif.

Kegunaan pada hewan

Formulasi injeksi esomeprazol digunakan untuk perlindungan lambung dalam kedokteran hewan. Pada kambing yang diberikan obat melalui injeksi intravena atau subkutan, eliminasi cepat diamati. Dalam penelitian tersebut, metabolit sulfon dapat terdeteksi selama beberapa jam setelah penyuntikan obat induk.

Kegunaan lainnya

Esomeprazol dapat digunakan sebagai parasitisida. Gokmen et al., 2016 melakukan penyaringan kemanjuran terhadap isolat Trichomonas vaginalis dari kuda. Mereka menemukan esomeprazol efektif sebagai antiparasit hewan.

Efek samping

Efek samping umum meliputi sakit kepala, diare, mual, flatulensi, penurunan nafsu makan, sembelit, mulut kering, dan nyeri perut. Efek samping yang lebih parah adalah reaksi alergi berat, nyeri dada, urin berwarna gelap, detak jantung cepat, demam, kesemutan, sakit tenggorokan yang terus-menerus, sakit perut yang parah, memar atau perdarahan yang tidak biasa, kelelahan yang tidak biasa, dan penguningan mata atau kulit.

Penghambat pompa proton dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko patah tulang pinggul dan diare yang disebabkan oleh Clostridioides difficile. Pasien sering diberikan obat ini di perawatan intensif sebagai tindakan pencegahan terhadap tukak lambung, tetapi penggunaan ini juga dikaitkan dengan peningkatan kejadian pneumonia sebesar 30%.

Penggunaan jangka panjang penghambat pompa proton pada pasien yang diobati untuk infeksi Helicobacter pylori telah terbukti secara dramatis meningkatkan risiko kanker lambung.

Nefritis tubulointerstisial akut merupakan reaksi merugikan yang mungkin terjadi ketika menggunakan penghambat pompa proton termasuk esomeprazol.

Interaksi

Esomeprazol merupakan penghambat kompetitif enzim CYP2C19, dan oleh karena itu dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang bergantung pada enzim tersebut untuk metabolismenya seperti diazepam dan warfarin; konsentrasi obat-obatan ini dapat meningkat jika digunakan bersamaan dengan esomeprazol. Sebaliknya, klopidogrel adalah bakal obat tidak aktif yang sebagian bergantung pada CYP2C19 untuk konversi ke bentuk aktifnya; penghambatan CYP2C19 memblokir aktivasi klopidogrel, sehingga mengurangi efeknya.

Obat-obatan yang bergantung pada pH lambung untuk penyerapan dapat berinteraksi dengan esomeprazol; Obat-obatan yang bergantung pada lingkungan asam (seperti ketokonazol atau atazanavir) akan diserap dengan buruk, sedangkan obat-obatan yang dipecah dalam lingkungan asam (seperti eritromisin) akan diserap lebih banyak daripada biasanya.

Farmakokinetik

Dosis oral tunggal 20 hingga 40 mg umumnya menghasilkan konsentrasi plasma esomeprazol puncak 0,5-1 mg/L dalam waktu 1–4 jam, tetapi setelah beberapa hari pemberian sekali sehari kadar ini dapat meningkat sekitar 50%. Infus intravena 30 menit dengan dosis serupa biasanya menghasilkan kadar plasma puncak sekitar 1–3 mg/L. Obat ini cepat dibersihkan dari tubuh, sebagian besar melalui ekskresi urine metabolit yang tidak aktif secara farmakologis seperti 5-hidroksimetilesomeprazol dan 5-karboksiesomeprazol. Esomeprazol dan metabolitnya secara analitis tidak dapat dibedakan dari omeprazol dan metabolit omeprazol yang sesuai kecuali jika teknik kiral digunakan.

Unit dosis

Esomeprazol tersedia sebagai kapsul lepas lambat di Amerika Serikat atau sebagai tablet lepas lambat di Australia, Britania Raya, dan Kanada (mengandung esomeprazol magnesium) dengan kekuatan 20 dan 40 mg; sebagai kapsul lepas lambat di Amerika Serikat (mengandung esomeprazol stronsium) dengan kekuatan 49,3 mg (memberikan setara dengan 40 mg esomeprazol; dan sebagai esomeprazol natrium untuk injeksi/infus intravena. Sediaan esomeprazol oral dilapisi enterik, karena degradasi obat yang cepat dalam kondisi asam lambung. Hal ini dicapai dengan memformulasikan kapsul menggunakan sistem pelet multi-unit.

Kombinasi naproksen/esomeprazol magnesium (merek:Vimovo) digunakan untuk pencegahan tukak lambung yang terkait dengan terapi OAINS kronis. Vimovo tersedia dalam kekuatan dosis 500/20 mg dan 375/20 mg. Uji klinis naproksen/esomeprazol menunjukkan insiden tukak saluran cerna pada 24% pasien yang menggunakan naproksen saja dibandingkan dengan 7% pada pengguna naproksen/esomeprazol. FDA telah menambahkan peringatan pada label Vimovo mengenai nefritis interstisial akut dan risiko masalah ginjal pada beberapa pasien.

Sistem pelet multi-unit

Kapsul esomeprazol dan tablet omeprazol diformulasikan sebagai "sistem pelet multi-unit" (MUPS). Pada dasarnya, kapsul terdiri dari pelet berlapis enterik yang sangat kecil. Granul (pelet) formulasi esomeprazol di dalam cangkang luar. Ketika kapsul direndam dalam larutan berair, seperti yang terjadi ketika kapsul mencapai lambung, air masuk ke dalam kapsul melalui osmosis. Isinya membengkak karena penyerapan air, sehingga menyebabkan cangkang pecah dan melepaskan granul berlapis enterik. Bagi sebagian besar pasien, sistem pelet multi-unit tidak memberikan keuntungan dibandingkan dengan sediaan berlapis enterik konvensional. Pasien yang mendapat manfaat dari formulasi ini termasuk mereka yang membutuhkan pemberian makan melalui selang nasogastrik dan mereka yang mengalami kesulitan menelan (disfagia).

Masyarakat dan budaya

Distribusi Global

Pada tahun 2010, AstraZeneca mengumumkan perjanjian promosi bersama dengan Daiichi Sankyo untuk mendistribusikan Nexium di Jepang. Pada bulan September 2011, Nexium disetujui untuk dijual dan diluncurkan oleh Daiichi Sankyo di Jepang. Esomeprazol disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat pada bulan Februari 2001.

Ekonomi

Antara peluncuran esomeprazol pada tahun 2001 dan 2005, obat ini menghasilkan pendapatan bagi AstraZeneca sekitar $14,4 miliar.

Kontroversi

Terdapat beberapa kontroversi mengenai tindakan AstraZeneca dalam menciptakan, mematenkan, dan memasarkan obat ini. Pendahulu esomeprazol yang sukses yakni omeprazol adalah campuran dari dua molekul yang merupakan "bayangan cermin" (esomeprazol yang merupakan S-enantiomer, dan R-omeprazol), para kritikus mengatakan perusahaan tersebut mencoba untuk "memperpanjang" paten omeprazol-nya dengan mematenkan esomeprazol murni dan memasarkannya secara agresif kepada dokter bahwa obat ini lebih efektif daripada campurannya.

Nama Merek

Versi generik esomeprazol magnesium tersedia di seluruh dunia. Obat ini tersedia tanpa resep dengan merek Nexium di Amerika Serikat dan Britania Raya.

Referensi

Bacaan lanjutan


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29345678 (2026-06-14T12:47:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.