Lompat ke isi

Google AI Studio

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Google AI Studio adalah sebuah platform berbasis web yang dikembangkan oleh Google untuk membuat purwarupa aplikasi menggunakan model AI generatif.[1] Layanan ini ditujukan bagi pengembang maupun pengguna non-teknis untuk menguji prompt dan menghasilkan kode untuk Gemini API.[2][3]

Sejarah

Google merilis AI Studio pada 13 Desember 2023 sebagai penerus dari Google MakerSuite. MakerSuite sendiri, yang diumumkan pada ajang Google I/O pada Mei 2023, sebelumnya telah menawarkan kemampuan serupa untuk model bahasa PaLM milik Google. Peluncuran AI Studio ini dilakukan berbarengan dengan dirilisnya Gemini API untuk umum.[4]

Fitur

Google AI Studio memiliki fitur-fitur yang berfungsi untuk memfasilitasi dalam pembuatan model:[5]

  • Pemilihan Model: Pengguna bisa memilih berbagai model AI Google yang tersedia, masing-masing memiliki keunggulan berbeda, seperti untuk menghasilkan teks atau memahami input multimodal.
  • Antarmuka Rekayasa Prompt: Menyediakan antarmuka prompt yang terstruktur, bebas, dan berbasis obrolan, sehingga memungkinkan berbagai jenis interaksi dengan model.
  • Penyetelan Parameter: Parameter seperti temperature, top-K, top-P, dan batas maksimum token dapat diatur untuk menyesuaikan perilaku model dan gaya responsnya.
  • Pengaturan Keamanan: Filter keamanan yang bisa dikustomisasi membantu mengontrol pembuatan konten yang berisiko dalam berbagai aspek.
  • Pembuatan Kunci API: Pengguna dapat dengan mudah membuat API key untuk mulai menghubungkan model dengan proyek pribadi.
  • Ekspor Kode: Google AI Studio menyediakan potongan kode dalam berbagai bahasa populer (seperti Python, Node.js, dan cURL) agar pengguna bisa cepat berpindah dari tahap prototipe ke pengembangan aplikasi.
  • Galeri Prompt: Menyediakan kumpulan prompt siap pakai yang menampilkan beragam contoh penggunaan dan membantu pengguna memulai secara cepat.
  • “Perpustakaan Saya”: Merupakan ruang pribadi untuk menyimpan, mengatur, dan memperbarui prompt yang Anda buat.

Tujuan

Google AI Studio memiliki tujuan untuk memberikan manfaat AI kepada setiap orang. Oleh karena itu, Google AI Studio bertujuan untuk mengelola data global dan menghadirkan akses sumber terbuka untuk data yang sudah dihimpun. Tujuan tersebut bisa dicapai dengan pendekatan-pendekatan seperti melakukan penelitian, berkolaborasi dengan berbagai akademisi, menjadikan perangkat dan teknologi menjadi sumber terbuka (open access). Hasil riset yang telah dikerjakan digunakan untuk meningkatkan produk layanan Google. Sebagai contoh Google AI Studio bisa menghasilkan alat penerjemah yang lebih inklusif, AI Asisten, AI Generatif dan multimodal (Gemini), dan barang teknologinya seperti kendaraan tanpa pengemudi.[6]

Cara Penggunaan

Langkah-Langkah menggunakan Google AI Studio yaitu:[7]

  1. Masuk ke Google AI Studio dengan cara mengunjungi situs resminya. Setelah berhasil mendaftar akan ada dasbor utama dengan berbagai macam pilihan proyek.
  2. Klik bagian "Buat Proyek" atau "Create Project". Beri judul untuk menandakan nama proyek sesuai tujuan akhir. Produk bisa berupa Chatbot Produk atau Analisis Sentimen Pelanggan.
  3. Lanjutkan dengan menuliskan rekayasa instruksi (prompt) di bagian "Area Editor". Intruksi yang diberikan harus sesuai dengan tujuan yang akan dibuat.
  4. Setelah mengisi instruksi rekayasa, silakan lakukan uji coba keakuratan.
  5. Ekspor hasil eksperimen ke format kode dengan tombol Export Code. Pilih bahasa seperti JavaScript atau Python. Fitur ini membantu secara langsung untuk menerapkan model di aplikasi nyata.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29316544 (2026-06-06T00:59:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.