Keracunan aluminium fosfida

Keracunan aluminium fosfida adalah keracunan yang terjadi akibat paparan berlebihan terhadap senyawa kimia aluminium fosfida. (AlP). Senyawa ini digunakan secara luas sebagai fumigan untuk melindungi biji-bijian dan produk pertanian yang disimpan dari serangan hama. Senyawa ini memiliki tingkat toksisitas tinggi, terutama jika dikonsumsi dari wadah yang baru dibuka.[1][2] Keracunan aluminium fosfida akut (AAlPP) merupakan masalah kesehatan signifikan di beberapa wilayah, terutama di wilayah anak benua India, meskipun jumlah kasus yang dilaporkan secara resmi cenderung lebih rendah dibandingkan kejadian sebenarnya.
Gejala dan Tanda Klinis
Gejala keracunan aluminium fosfida dapat muncul dalam beberapa menit setelah paparan. Manifestasi klinis yang utama adalah renjatan aakibat efek toksin aluminium fosfida pada sel otot jantung,[3] kehilangan cairan, dan kerusakan kelenjar adrenal.[4] Gejala awal bersifat non-spesifik dan dapat berkembang seiring waktu, bergantung pada dosis yang tertelan. Beberapa gejala yang dilaporkan meliputi hipotensi berat yang tidak responsif terhadap terapi dopamin,[5] pusing, kelelahan, sesak dada, sakit kepala, mual, muntah, diare, ataksia, mati rasa, parestesia, tremor, kelemahan otot, penglihatan ganda, dan jaundis.Paparan inhalasi yang berat dapat menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), gagal jantung, aritmia, kejang, dan koma. Manifestasi lanjutan dapat melibatkan kerusakan hati dan ginjal, dengan kematian yang dapat terjadi akibat syok mendalam, miokarditis, dan gagal multi-organ.[6][7][8][9][10]
Diagnosis keracunan aluminium fosfida umumnya berdasarkan kecurigaan klinis dan riwayat paparan, baik yang dilaporkan sendiri maupun oleh pengawas pasien. Di beberapa wilayah, tablet aluminium fosfida dikenal sebagai “rice tablet” dan harus dibedakan dari tablet berbasis herbal.[11] Tes laboratorium dapat dilakukan, seperti uji perak nitrat pada aspirat lambung, yang dapat menunjukkan hasil positif jika konten lambung diencerkan.[12]
Mekanisme Toksisitas
Toksisitas aluminium fosfida terutama disebabkan oleh pelepasan gas fosfina (PH3), senyawa sitotoksik yang menghambat enzim seluler vital, menyebabkan kerusakan jaringan melalui radikal bebas, dan bersifat korosif terhadap jaringan biologis. Reaksi yang menghasilkan fosfin antara lain :
- AlP + 3 H2O → Al(OH)3 + PH3, dan
- AlP + 3 HCl → AlCl3 + PH3 (di lambung)
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengklasifikasikan fosfin sebagai zat yang berbahaya bagi kehidupan pada konsentrasi 50 bagian per juta.[13]
Penanganan
Penanganan keracunan aluminium fosfida bersifat suportif karena belum tersedia antidot spesifik.[14] Perawatan mencakup koreksi asidosis metabolik, stabilisasi hemodinamik, dan pemantauan organ vital.[15] Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian magnesium sulfat dapat menurunkan risiko kematian.[16][17]
Prognosis
Fosfida aluminium memiliki dosis fatal antara 0,15 dan 0,5 gram (0,0053 dan 0,0176 oz).[18] Tingkat kematian dari AAlPP bervariasi dari 35 hingga 85 persen.[19] Jumlah kasus sebenarnya mungkin jauh lebih besar, karena kurang dari lima persen dari mereka dengan AAlPP akhirnya mencapai pusat perawatan tersier.[20] Sejak 1992, ketika fosfat aluminium menjadi tersedia secara bebas di pasar, dilaporkan telah melampaui semua bentuk keracunan disengaja lainnya, seperti organofosfat dan keracunan barbiturat, di India Utara. [21] Dalam sebuah studi 25 tahun panjang pada 5.933 kematian tidak alami di barat laut India, keracunan fosfat aluminium ditemukan sebagai penyebab utama kematian di antara semua kasus keracunan.[22]
Epidemologi dan Insiden
Keracunan aluminium fosfida dilaporkan sebagai metode bunuh diri yang paling umum di beberapa wilayah di India Utara.[23][24] Kasus kematian juga tercatat di Iran, Amerika Serikat,[25] Rumania,[26] Turki, dan beberapa negara di Asia Tenggara.[27][28] Insiden terkait sering kali muncul akibat penggunaan fumigan di rumah tangga atau penggunaan tablet secara ilegal untuk membasmi hama seperti kutu busuk.[29][30][31][32] Studi di Arab Saudi menunjukkan bahwa keracunan aluminium fosfida paling sering terjadi selama proses fumigasi rumah tangga.[33]
Referensi
- ↑ SN Chugh. Incidence & outcome of aluminium phosphide poisoning in a hospital study. The Indian Journal of Medical Research. 1991. Vol. 94. hlm. 232–5.
- ↑ Aluminum phosphide ingestion—a clinico-pathologic study. J Toxicol Clin Toxicol. 1996. Vol. 34 (6). hlm. 703–6. doi:10.3109/15563659609013832.
- ↑ SN Chugh. Serial blood phosphine levels in acute aluminium phosphide poisoning. The Journal of the Association of Physicians of India. 1996. Vol. 44 (3). hlm. 184–5.
- ↑ Mohan Gurjar. Managing aluminum phosphide poisonings. J Emerg Trauma Shock. 2011. Vol. 4 (3). hlm. 378–384. doi:10.4103/0974-2700.83868.
- ↑ Efficacy of magnesium sulphate in aluminium phosphide poisoning--comparison of two different dose schedules. J Assoc Physicians India. 1994. Vol. 42 (5). hlm. 373–5.
- ↑ A Goel. Pesticide poisoning. The National Medical Journal of India. 2007. Vol. 20 (4). hlm. 182–91.
- ↑ DL Sudakin. Occupational exposure to aluminium phosphide and phosphine gas? A suspected case report and review of the literature. Human & Experimental Toxicology. 2005. Vol. 24 (1). hlm. 27–33. doi:10.1191/0960327105ht496oa.
- ↑ S Gupta. Aluminum phosphide poisoning—a review. Journal of Toxicology. Clinical Toxicology. 1995. Vol. 33 (1). hlm. 19–24. doi:10.3109/15563659509020211.
- ↑ Mohan Gurjar. Managing aluminum phosphide poisonings. Journal of Emergencies, Trauma, and Shock. 2011. Vol. 4 (3). hlm. 378–84. doi:10.4103/0974-2700.83868.
- ↑ Ashu Mathai. Acute aluminium phosphide poisoning: Can we predict mortality?. Indian Journal of Anaesthesia. 2010. Vol. 54 (4). hlm. 302–7. doi:10.4103/0019-5049.68372.
- ↑ O Mehrpour. Rice tablet poisoning: A major concern in Iranian population. Human & Experimental Toxicology. 2010. Vol. 29 (8). hlm. 701–2. doi:10.1177/0960327109359643.
- ↑ Mohan Gurjar. Managing aluminum phosphide poisonings. J Emerg Trauma Shock. 2011. Vol. 4 (3). hlm. 378–384. doi:10.4103/0974-2700.83868.
- ↑ Phosphine. The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Centers for Disease Control and Prevention.
- ↑ Mohan Gurjar. Managing aluminum phosphide poisonings. Journal of Emergencies, Trauma, and Shock. 2011. Vol. 4 (3). hlm. 378–84. doi:10.4103/0974-2700.83868.
- ↑ Viroj Wiwanitkit. Aluminum phosphide poisoning. Indian Journal of Critical Care Medicine. 2009. Vol. 13 (3). hlm. 171. doi:10.4103/0972-5229.58547.
- ↑ Mohan Gurjar. Managing aluminum phosphide poisonings. Journal of Emergencies, Trauma, and Shock. 2011. Vol. 4 (3). hlm. 378–84. doi:10.4103/0974-2700.83868.
- ↑ Ashu Mathai. Acute aluminium phosphide poisoning: Can we predict mortality?. Indian Journal of Anaesthesia. 2010. Vol. 54 (4). hlm. 302–7. doi:10.4103/0019-5049.68372.
- ↑ A Wahab. Acute aluminium phosphide poisoning: an update. Hong Kong Journal of Emergency Medicine. hlm. 152.
- ↑ SN Chugh. Incidence & outcome of aluminium phosphide poisoning in a hospital study. The Indian Journal of Medical Research. June 1991. Vol. 94. hlm. 232–5.
- ↑ Ashu Mathai. Acute aluminium phosphide poisoning: Can we predict mortality?. Indian Journal of Anaesthesia. 2010. Vol. 54 (4). hlm. 302–7. doi:10.4103/0019-5049.68372.
- ↑ D Singh. Changing trends in acute poisoning in Chandigarh zone: A 22-year autopsy experience from a tertiary care hospital in northern India. The American Journal of Forensic Medicine and Pathology. 1999. Vol. 20 (2). hlm. 203–10. doi:10.1097/00000433-199906000-00019.
- ↑ D Singh. Spectrum of unnatural fatalities in the Chandigarh zone of north-west India—a 25 year autopsy study from a tertiary care hospital. Journal of Clinical Forensic Medicine. 2003. Vol. 10 (3). hlm. 145–52. doi:10.1016/S1353-1131(03)00073-7.
- ↑ RG Bogle. Aluminium phosphide poisoning. Emerg Med J. 2006. Vol. 23 (1). hlm. e3. doi:10.1136/emj.2004.015941.
- ↑ SB Siwach. The profile of acute poisonings in Harayana-Rohtak Study. The Journal of the Association of Physicians of India. 1995. Vol. 43 (11). hlm. 756–9.
- ↑ 4 children killed after pesticide released toxic gas underneath their home, police say. Washington Post.
- ↑ Tragedia de la Timișoara, Substanța toxică ucide de 12 ani oameni în România. EvZ. 26 November 2019.
- ↑ Pesticide in Alberta deaths may have killed Quebec sisters in Thailand in 2012. theglobeandmail.com/. 2 March 2015.
- ↑ Potent bed bug poison may have killed Canadian tourist, friend in Vietnam. news.nationalpost.com/. 19 September 2012.
- ↑ Tragedia de la Timișoara, Substanța toxică ucide de 12 ani oameni în România. Evenimentul Zilei.
- ↑ 4 crew poisoned by fumigation, 1 died, France. Fleetmon. 14 February 2020.
- ↑ Girl, 11, died on her birthday after London neighbour used bedbug poison. The Guardian. 18 July 2024.
- ↑ Cruel twist of fate after entire family died on Turkey holiday from 'toxic spray'. The Mirror. 18 November 2025.
- ↑ Sulaiman Alnasser. Aluminum phosphide poisoning in Saudi Arabia over a nine-year period. Annals of Saudi Medicine. July 2018. Vol. 38 (4). hlm. 277–283. doi:10.5144/0256-4947.2018.277.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28726915 (2025-12-22T10:08:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.