Klorotiazida
Klorotiazida adalah senyawa organik yang digunakan sebagai diuretik dan antihipertensi.
Obat ini digunakan baik di lingkungan rumah sakit maupun untuk penggunaan pribadi guna mengatasi kelebihan cairan akibat gagal jantung kongestif. Umumnya tersedia dalam bentuk pil dan dikonsumsi secara oral satu atau dua kali sehari. Di ruang ICU, klorotiazida diberikan untuk memicu diuresis pada pasien sebagai tambahan terhadap furosemid. Karena memiliki mekanisme kerja yang berbeda dari furosemid serta diserap secara enteral dalam bentuk suspensi yang dilarutkan kembali dan diberikan melalui selang nasogastrik (selang NG), kedua obat ini saling memperkuat efek satu sama lain.
Obat ini dipatenkan pada tahun 1956 dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 1958. Obat ini tercantum dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sejarah
Tim peneliti dari Merck Sharp and Dohme Research Laboratories yang terdiri dari Beyer, Sprague, Baer, dan Novello menciptakan serangkaian obat baru, yaitu diuretik tiazida, yang mencakup klorotiazida. Mereka memenangkan Albert Lasker Special Award pada tahun 1975 atas pencapaian ini.
Struktur obat ini telah ditentukan melalui kristalografi sinar-X.
Indikasi
- Kelebihan cairan dalam jumlah besar, termasuk pada kondisi:
Kontraindikasi
- Anuria
- Alergi terhadap obat golongan sulfonamida
Efek samping
- Mual / Muntah
- Pusing
- Sakit kepala
- Produksi urine berlebih
- Dehidrasi
- Hipoelektrolitemia (terutama hipokalemia / hipomagnesemia)
Lihat juga
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29536454 (2026-08-07T08:44:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.