Pandai emas

Pandai emas harus pandai mengolah logam dengan cara mengikir, mematri, menggergaji, menempa, menuang, dan menggilap. Bidang kerjanya sering kali mencakup kepandaian pembuatan perhiasan, maupun kepandaian-kepandaian lain yang sama dengan pandai perak. Secara tradisional, semua kepandaian tersebut diturunkan melalui percantrikan. Belakangan ini sudah ada sekolah-sekolah kriya perhiasan yang khusus mengajarkan kepandaian-kepandaian pandai emas dan berbagai kepandaian lain di bidang seni kriya perhiasan. Banyak universitas dan pendidikan ahli madya juga menawarkan keahlian pandai emas, keahlian pandai perak, dan fabrikasi seni rupa logam sebagai bagian dari kurikulum seni rupanya.
Emas
Dibanding logam lain, emas lebih lunak, lebih lentur, dan lebih langka, serta merupakan satu-satunya unsur logam padat yang berwarna kuning. Emas mudah dilelehkan, dilakur, dan dicetak tuang tanpa menimbulkan masalah oksida dan gas yang mengganggu logam lain seperti perunggu misalnya. Emas lumayan mudah "disatukan dengan tekanan", sama seperti lempung, dua ketul emas dapat ditempa bersama-sama menjadi seketul besar emas. Emas digolongkan sebagai logam mulia karena tidak bereaksi dengan sebagian besar unsur lain. Emas biasanya ditemukan di dalam bentuk aslinya, dan mampu bertahan lama tanpa teroksidasi maupun kehilangan warna.
Pandai emas terkenal
- Jocelyn Burton
- Paul de Lamerie
- Paul Storr
- Lorenzo Ghiberti
- Benvenuto Cellini
- Johannes Gutenberg
- House of Fabergé
- Jean-Valentin Morel
- Adrien Vachette
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28716043 (2025-12-19T03:18:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.