Lompat ke isi

Pengendalian mikroba

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Pengendalian mikroba adalah proses mengatur dan mengendalikan populasi mikroorganisme yang berpotensi merugikan, seperti bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Mikroorganisme ini dikenal sebagai mikroba, mikroba dapat mengganggu kesehatan manusia, hewan, industri makanan, pertanian, dan lingkungan.

Mikroorganisme memiliki peran yang menguntungkan dan merugikan. Peran menguntungkan meliputi siklus nutrisi, dekomposisi bahan organik, produksi makanan, dan beberapa memiliki efek terapeutik. Namun, beberapa mikroorganisme juga dapat menyebabkan penyakit atau infeksi, menghasilkan racun, dan menjadi patogen.

Metode

Pengendalian mikroba dapat dilakukan dengan metode fisika, kimia, dan biologi.

Metode fisika

Metode pengendalian mikroba secara fisika melibatkan penggunaan agen antimikroba dengan bantuan peralatan dan mesin. Beberapa metode pengendalian fisika antara lain:

  1. Pemanasan: tyndalisasi, pasteurisasi, boiling, red heating, dan flaming.
  2. Pembekuan: Bakteri dan virus dapat bertahan hidup pada suhu -20°C (suhu alat pembeku mekanis), -70°C (suhu es kering atau CO2 beku), dan -195°C (suhu nitrogen cair).
  3. Pendinginan: Beberapa bakteri dapat tetap hidup selama berbulan-bulan pada suhu sekitar 4-7°C (suhu lemari es).
  4. Radiasi: Bakteri vegetatif dapat dibunuh dengan penyinaran ultraviolet (UV) dan radiasi pengion.
  5. Filtrasi atau penyaringan: Hanya mikroorganisme yang tersaring dapat dihilangkan. Jenis filter yang umum digunakan adalah Berkefeld (dari fosil diatomae), Chamberland (dari porselen), Seitz (dari asbes), dan selulosa.
  6. Pengeringan: Efektivitas dipengaruhi oleh jenis mikroorganisme, cahaya, suhu, dan kelembapan.
  7. Panas lembap: Dapat menyebabkan oksidasi bahan organik dalam sel, seperti endospora Bacillus anthracis yang rusak dalam waktu 15 menit pada suhu 100°C.
  8. Pasteurisasi: Umumnya digunakan pada susu untuk membunuh mikroorganisme seperti Brucella sp., penyebab penyakit brucellosis.

Metode kimia

Pengendalian mikroba secara kimiawi melibatkan penggunaan bahan kimia antimikroba, antara lain:

  1. Sterilan: Bahan kimia yang digunakan untuk sterilisasi.
  2. Sanitasi: Mengurangi jumlah mikroorganisme hingga tingkat yang aman.
  3. Desinfektan: Mematikan mikroorganisme penyebab penyakit.
  4. Germisida: Hampir sama dengan desinfektan, namun mikroorganisme yang dimatikan tidak hanya penyebab penyakit.
  5. Antiseptik: Menghambat dan mematikan mikroorganisme dalam metabolisme, biasanya digunakan pada permukaan tubuh.
  6. Antibiotik: Menggunakan senyawa antimikroba yang dihasilkan oleh mikroorganisme.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27422794 (2025-06-18T02:19:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.