Proklorperazina
Proklorperazina adalah obat yang digunakan untuk mengatasi mual, migrain, skizofrenia, psikosis, dan kecemasan. Obat ini kurang diutamakan untuk mengatasi kecemasan. Obat ini dapat diberikan secara oral, melalui rektal, serta melalui suntikan ke dalam pembuluh darah vena atau otot.
Efek samping yang umum meliputi rasa kantuk, penglihatan kabur, tekanan darah rendah, dan pusing. Efek samping serius dapat mencakup gangguan pergerakan termasuk diskinesia tardif dan sindrom neuroleptik maligna. Penggunaan selama kehamilan dan masa menyusui umumnya tidak disarankan. Obat ini merupakan antipsikotik tipikal yang diyakini bekerja dengan cara mengurangi aktivitas dopamin di otak.
Proklorperazina disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada tahun 1956. Obat ini tersedia sebagai obat generik.
Penggunaan medis
Muntah
Proklorperazina digunakan untuk mencegah muntah akibat kemoterapi, terapi radiasi, serta pada kondisi sebelum dan sesudah pembedahan. Sebuah tinjauan Cochrane tahun 2015 menemukan tidak adanya perbedaan efikasi di antara obat-obatan yang umum digunakan untuk tujuan ini di unit gawat darurat.
Migrain
Proklorperazina, umumnya melalui jalur intravena, digunakan untuk mengobati migrain. Penggunaan tersebut direkomendasikan oleh American Headache Society. Sebuah tinjauan sistematis tahun 2019 menemukan bahwa proklorperazina memiliki kemungkinan hampir tiga kali lebih besar dibandingkan metoklopramid dalam meredakan sakit kepala dalam waktu 60 menit setelah pemberian.
Labirintitis
Di Brirania Raya, proklorperazina maleat telah digunakan untuk menangani labirintitis, yang gejalanya meliputi mual dan vertigo.
Efek samping
Sedasi sangat umum terjadi, dan efek samping ekstrapiramidal juga sering ditemukan, meliputi kegelisahan, reaksi distonia, pseudoparkinsonisme, dan akatisia; gejala ekstrapiramidal dapat memengaruhi 2% orang pada dosis rendah, sedangkan dosis yang lebih tinggi dapat memengaruhi hingga 40% orang.
Proklorperazina juga dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa, yang disebut sindrom neuroleptik maligna (NMS). Beberapa gejala NMS meliputi demam tinggi, otot kaku, spasmofili otot leher, kebingungan, denyut nadi atau tekanan darah tidak teratur, detak jantung cepat (takikardia), berkeringat, dan irama jantung tidak normal (aritmia). Penelitian dari Veterans Administration dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menunjukkan adanya reaksi di lokasi suntikan. Efek samping yang serupa juga terjadi pada anak-anak.
Label proklorperazina yang disetujui FDA mencantumkan peringatan mengenai peningkatan risiko kematian pada pasien lanjut usia dengan psikosis terkait demensia.
Penghentian penggunaan
British National Formulary merekomendasikan penghentian secara bertahap saat menghentikan penggunaan antipsikotik untuk menghindari sindrom putus obat akut atau kekambuhan yang cepat. Gejala putus obat yang umum meliputi mual, muntah, dan hilangnya nafsu makan. Gejala lain dapat berupa kegelisahan, peningkatan keringat, dan gangguan tidur. Gejala yang lebih jarang terjadi meliputi sensasi dunia berputar, mati rasa, atau nyeri otot. Gejala-gejala ini umumnya akan mereda setelah beberapa waktu.
Terdapat bukti awal yang menunjukkan bahwa penghentian antipsikotik dapat menyebabkan psikosis. Hal ini juga dapat menyebabkan kambuhnya kondisi yang sedang ditangani. Dalam kasus yang jarang terjadi, diskinesia tardif dapat muncul saat pengobatan dihentikan.
Farmakologi
Proklorperazina diperkirakan memberikan efek antipsikotiknya dengan cara memblokir reseptor dopamin.
Proklorperazina memiliki kemiripan dengan klorpromazin; kedua agen ini bekerja sebagai antagonis reseptor dopaminergik D2 pada berbagai jalur sistem saraf pusat. Pemblokiran reseptor D2 ini menghasilkan efek antipsikotik, antiemetik, dan efek lainnya. Hiperprolaktinemia merupakan efek samping dari antagonis dopamin karena pemblokiran reseptor D2 pada jalur tuberoinfundibular menyebabkan peningkatan kadar prolaktin dalam plasma akibat meningkatnya sekresi oleh sel laktotrof di hipofisis anterior.
Setelah pemberian melalui suntikan intramuskular, efek antiemetik mulai terasa dalam waktu 5 hingga 10 menit dan bertahan selama tiga hingga empat jam. Efek yang cepat juga teramati setelah pemberian secara bukal (ditempatkan di dalam mulut). Pada pemberian secara oral, awal mula kerja obat lebih lambat, namun durasi kerjanya sedikit lebih lama (sekitar enam jam).
Masyarakat dan budaya
Di Britania Raya, proklorperazina tersedia untuk mengatasi mual akibat migrain dalam bentuk tablet yang larut di dalam mulut, sedangkan di Australia tersedia sebagai tablet yang ditelan utuh. Di Britania Raya, obat ini tersedia melalui resep dokter maupun sebagai obat yang dijual di apotek (tanpa resep, namun memerlukan konsultasi dengan apoteker).
Pemasaran
Proklorperazina tersedia dalam bentuk tablet, supositoria, dan sediaan suntik. Per September 2017, obat ini dipasarkan dengan nama dagang Ametil, Antinaus, Buccastem, Bukatel, Chlormeprazine, Chloropernazine, Compazine, Compro, Daolin, Dhaperazine, Emedrotec, Emetiral, Eminorm, Lotamin, Mitil, Mormal, Nautisol, Novamin, Novomit, Proazine, Procalm, Prochlorperazin, Prochlorperazine, Prochlorpérazine, Prochlorperazinum, Prochlozine, Proclorperazina, Promat, Promin, Promtil, Roumin, Scripto-metic, Seratil, Stemetil, Steremal, Vergon, Vestil, dan Volimin.
Formulasi historis
Obat ini dikombinasikan dengan isopropamida sebagai obat kombinasi untuk penggunaan veteriner.
Hingga tahun 1981, pil diet kombinasi yang terdiri dari proklorperazina dan dekstroamfetamin dipasarkan di Amerika Serikat oleh Smith, Kline & French Laboratories.
Penelitian
Alexza Pharmaceuticals meneliti bentuk proklorperazina inhalasi untuk pengobatan migrain melalui uji coba Fase II dengan nama pengembangan "AT-001"; pengembangan ini dihentikan pada tahun 2011.
Sintesis
Alkilasi 2-klorofenotiazina (1) dan 1-(3-kloropropil)-4-metilpiperazina [104-16-5] (2) dengan keberadaan sodamida menghasilkan proklorperazina (3); atau melalui alkilasi 2-kloro-10-(3-kloropropil)fenotiazina [2765-59-5] (4) dan 1-metilpiperazina (5).
Referensi
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29700752 (2026-09-04T04:58:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.