Lompat ke isi

Puan Maharani

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Puan Maharani, Ketua DPR-RI (2024–2029)

Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi[1] ()[2] adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Ketua DPR RI) periode 2024–2029. Puan merupakan perempuan pertama dan orang termuda ketiga, setelah Achmad Sjaichu dan I Gusti Gde Subamia, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR secara tetap; dia berusia 46 tahun saat dilantik. Puan juga tercatat sebagai Ketua DPR pertama pasca Reformasi yang berhasil menjabat selama dua periode berturut-turut (2019–2024 dan 2024–2029). Sebelumnya, dia merupakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia antara 2014 hingga 2019, dalam prosesnya juga menjadi perempuan pertama dan orang termuda yang pernah menjabat sebagai menteri koordinator.

Sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dia pertama kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009. Dia menjabat sebagai ketua fraksi partai dari tahun 2012 hingga terpilih sebagai menteri pada 2014. Dia adalah satu dari delapan perempuan yang terpilih sebagai menteri dan satu-satunya menteri koordinator perempuan. Dia kembali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilu 2019. Puan juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI-Perjuangan di DPR pada tahun 2012 hingga 2014. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, perdagangan, koperasi, dan usaha kecil menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat (BKSAP DPR).[3] Pada periode 2019–2024 dan 2024-2029, Puan berada di Komisi I.

Puan adalah anak bungsu dan satu-satunya putri mantan presiden dan pemimpin PDI-P saat ini, Megawati Sukarnoputri, serta cucu dari mantan Presiden Sukarno. Ayahnya, Taufiq Kiemas, adalah seorang politikus yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari tahun 2009 hingga kematiannya pada 2013.

Kehidupan awal dan pendidikan

Kehidupan awal

Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi lahir pada 6 September 1973. Ibunya adalah mantan presiden dan pemimpin PDI-P saat ini Megawati Soekarnoputri, putri presiden pertama Indonesia Soekarno, menjadikannya cucu dari Soekarno. Ayahnya adalah Taufiq Kiemas, seorang politisi yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari 2009 hingga kematiannya pada 2013.

Pendidikan

Hingga sekolah dasar (SD), Puan menjalani kehidupan yang relatif normal dan lancar, meskipun merupakan cucu dari presiden pertama Soekarno. Hal ini terjadi hingga ia berada di sekolah menengah pertama (SMP), saat ibunya Megawati, menjadi aktif kembali dalam politik Indonesia selama Orde Baru. Ia lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Perguruan Cikini pada tahun 1991, dan ia masuk Universitas Indonesia pada tahun 1991 untuk belajar komunikasi massa. Ia lulus tahun 1997.[4] Pada tanggal 14 Februari 2020, Puan dianugerahkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro, proses perolehan gelar ini berjalan selama dua tahun.[5]

Karier politik

Kepresidenan Megawati

Setelah jatuhnya Suharto pada tahun 1998, Puan terlibat dalam politik karena ibunya adalah salah satu pemain utama dalam kancah politik nasional. Selama tiga tahun kepresidenan Megawati, ia sering menemani ibunya dalam kunjungan dinas dalam dan luar negeri, selain melakukan kegiatan sosial sendiri.[6]

Dewan Perwakilan Rakyat

Pada tahun 2008, Megawati memperkenalkan Puan, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan DPP PDI-P, sebagai penggantinya saat berkampanye untuk pemilihan gubernur Jawa Timur 2008 di Ngawi.[7] Setelah itu, Maharani mencalonkan diri di Pemilu 2009 di dapil Jawa Tengah 5 (meliputi Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali) dan memenangkan 242.504 suara - tertinggi kedua dari semua calon anggota parlemen di negara ini.[8] Pada masa jabatan pertamanya, ia menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI-P sejak 2012, menggantikan Tjahjo Kumolo (yang kemudian menjadi Menteri Dalam Negeri).[9] Ia ditugaskan di komisi VI DPR, meliputi investasi dan UKM.[10] Selama periode ini, dia menentang kebijakan kenaikan harga bahan bakar pada tahun 2013.[11]

Pemilihan Presiden 2014

Kemudian, dia sempat diajukan sebagai calon presiden PDI-P untuk pemilihan umum 2014 dan sebagai calon wakil presiden untuk Joko Widodo (populer dikenal sebagai Jokowi). Dalam pemilihan umum legislatif, ia memenangkan 326.927 suara, sekali lagi mencetak suara terbanyak kedua secara nasional.[12][13]

Menteri Koordinator

Menyusul kemenangan Jokowi atas Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden langsung, ia diangkat menjadi menteri kabinet di tengah kritik atas pengalamannya dan pengaruh politik ibunya.[14] Penggantinya di parlemen, Alfia Reziani, baru dilantik pada tahun 2016.[15] Dia mengklaim sukses selama masa jabatannya, merujuk pada IPM yang meningkat di samping kemiskinan yang lebih rendah dan statistik rasio Gini.[16] Dia adalah satu-satunya menteri koordinator yang selamat dari dua perombakan kabinet pada masa jabatan pertama Jokowi, mendorong media untuk menggambarkannya sebagai "tak tersentuh".[17][18]

Situs web revolusi mental

Pada 24 Agustus 2016, dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan meluncurkan situs web, revolusimental.go.id, untuk mempromosikan seruan Presiden Joko Widodo untuk "revolusi mental" di Indonesia.[19] Kementerian telah menerima dana anggaran sebesar Rp149 miliar pada tahun 2015, yang mengakibatkan kritik ketika situs revolusi mental "down" dua hari setelah diluncurkan.[20][21] Pejabat mengklaim situs tersebut telah diretas dan "hanya" menelan biaya Rp200 juta.[22] Laporan mencatat bahwa beberapa kode skrip situs telah diambil dari barackobama.com, sebuah situs yang dioperasikan oleh pendukung Barack Obama. Situs asli juga dibangun di atas tema dari platform situs web sumber terbuka WordPress dan di-host di server bersama.[23] Situs web tersebut kemudian dikembangkan kembali, tetapi dikritik karena "berbiaya berat, konten ringan".[24] Puan membela situs tersebut, dengan mengatakan: “Saya sangat ingin semua orang berpartisipasi dalam program ini dengan mengikuti kegiatan serta memberikan pendapat atau kritik mereka kepada kami.”[25]

Skandal korupsi

Pada 22 Maret 2018, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto, saat diadili karena korupsi, bersaksi Puan menerima suap sebesar $500.000 dari pengusaha Made Oka Masagung sehubungan dengan program kartu identitas elektronik ketika dia menjadi anggota legislatif, menjabat sebagai ketua Fraksi PDIP di DPR.[26] Puan mengaku mengenal Made Oka tetapi membantah membahas kasus e-KTP dengannya.[27] Made Oka, yang dipenjara selama 10 tahun karena perannya dalam skandal suap e-KTP, membantah memberikan uang kepada legislator, mengatakan dia tidak ingat pertemuan dengan mereka.[28][29] Indonesia Corruption Watch meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa kebenaran tuduhan terhadap Puan.[30] Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan kesaksian Setya "hanya omongan" dan Puan tidak akan dimintai keterangan jika tidak ditemukan bukti.[31]

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat

Menyusul Pemilu April 2019 Indonesia, di mana hasil sementara menunjukkan PDIP memperoleh suara terbanyak, Puan disebut-sebut menjadi Ketua DPR periode 2019–2024,[32] menjadi ketua wanita pertama di dewan.[33] Dia juga telah mengindikasikan bahwa dia mungkin mencalonkan diri kepresidenan pada tahun 2024.[34] Secara individual, dia memperoleh 404.034 suara untuk tiketnya ke dewan, terbanyak dari kandidat legislatif mana pun di negara ini.[35] Ia diangkat sebagai Ketua pada 1 Oktober 2019, menjadi wanita pertama yang memegang posisi tersebut.[36]

Penghargaan

Brevet Kehormatan
Brevet Hiu Kencana (2022)[39]

Pranala luar

Referensi

  1. CV PUAN MAHARANI. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
  2. "Pimpin FPDIP, Peran Puan Semakin Kuat".
  3. Berita Puan Maharani Terkini dan Terbaru Hari Ini - SINDOnews. SINDOnews.com.
  4. Sosok Puan Maharani, Salah Satu Menteri Koordinator Kabinet Jokowi. KOMPAS.com. 26 October 2014.
  5. Angling Adhitya Purbaya. Tangis Bahagia Puan Maharani Terima Gelar Doktor Honoris Causa Undip. detiknews.
  6. Puan Maharani. Merdeka.
  7. Megawati Perkenalkan Penerusnya Puan Maharani. ANTARA. 16 Juli 2008.
  8. Puan Maharani, Calon Menko Pembangunan Manusia. Tempo. 22 Oktober 2014.
  9. Puan Gantikan Tjahjo sebagai Ketua Fraksi PDIP. Tempo. 23 Januari 2012.
  10. Puan Maharani, Calon Menko Pembangunan Manusia. Tempo. 22 Oktober 2014.
  11. Tolak Kenaikan BBM, Puan: Program Balsem Tak Jelas. detik.com. 17 Juni 2013.
  12. Puan Maharani, Calon Menko Pembangunan Manusia. Tempo. 22 Oktober 2014.
  13. Puan still eyes VP position. The Jakarta Post. 17 May 2014.
  14. Puan Maharani, Calon Menko Pembangunan Manusia. Tempo. 22 Oktober 2014.
  15. Ihsanuddin. Alfia Reziani Resmi Dilantik Jadi Anggota DPR Gantikan Puan Maharani. KOMPAS.com. 17 Maret 2016.
  16. Govt announces progress in human development, cultural affairs. The Jakarta Post. 27 October 2017.
  17. New Economics, Trade Chiefs as Jokowi Reshuffles Cabinet. American Chamber of Commerce in Indonesia. 12 August 2015.
  18. Ihsanuddin. Menteri-menteri "Untouchable" yang Aman dari "Reshuffle". Kompas.com. 28 July 2016.
  19. Puan Maharani launches Mental Revolution site. Republika.co.id. 25 August 2015.
  20. Puan's Ministry Faces Difficulty in Realizing 'Mental Revolution'. Tempo.co. 16 March 2015.
  21. Herianto Batubara. Situs Revolusi Mental Kemenko PMK Down, Berapa sih Biaya Pembuatannya?. detikcom. 26 August 2015.
  22. Edward Febriyatri Kusuma. Situs Revolusi Mental Tumbang Sehari Setelah Diluncurkan, Ini Kata Menko Puan. detikcom. 28 August 2015.
  23. Puan Panned Over $10m Website, Likely Copied and Signifying Nothing. Jakarta Globe. 27 August 2015.
  24. Reja Hidayat. Situs Revolusi Mental Menteri Puan: Gede Anggaran, Minim Konten. Tirto.id. 25 July 2018.
  25. Amadea Maya. Generation Why: An Interview with Puan Maharani. Indonesia Tatler. 30 May 2016.
  26. Khafi Kharishar. Setya testifies that Puan, Pramono received e-ID graft money. The Jakarta Post. 22 Maret 2018.
  27. Puan denies Setya's claim she received e-ID money. The Jakarta Post. 24 Maret 2018.
  28. Vindry Florentin. Puan Maharani Dismisses Setya Novanto's Allegation. Tempo.co. 23 Maret 2018.
  29. Andita Rahma. Korupsi E-KTP, Made Oka dan Irvanto Divonis 10 Tahun Penjara. Tempo.co. 5 Desember 2018.
  30. Feri Agus. ICW: KPK Perlu Periksa Puan dan Pramono di Kasus e-KTP. CNN Indonesia. 23 Maret 2018.
  31. KPK Belum Bisa Sentuh Puan Maharani, Ini Sebabnya. PT.JPG Multimedia. 26 March 2018.
  32. Ahda Bayhaqi. Posisi Ketua DPR, PDIP Sebut Puan Paling Berpeluang tapi Tunggu Keputusan Megawati. Merdeka.com. 14 Mei 2019.
  33. Syailendra Persada. Puan Maharani: Akhirnya Pecah Telor, Perempuan Pertama Ketua DPR. Tempo. 1 October 2019.
  34. Puan Maharani Beri Sinyal Maju Pilpres 2024, Siapa yang Pantas Mendampingi & Bagaimana Peluangnya?. tribun-timur.com. 11 Juni 2019.
  35. Perbandingan Kiprah Puan Maharani dan 4 Wakil Ketua DPR di Dapil. Kabar24. 2 Oktober 2019.
  36. Ghina Ghaliya. House gets first female speaker. The Jakarta Post. 1 Oktober 2019.
  37. Akbar Evandio. Lengkap! Ini Daftar Daftar Peraih Bintang RI Utama dari Prabowo. Bisnis.com. 2025-08-25.
  38. Kompas Cyber Media. Terima Bintang Mahaputera, Puan Maharani: Ini Amanah untuk Mengabdi. KOMPAS.com. 2020-11-11.
  39. Yogi Anugrah. KSAL Yudo Sematkan Brevet Hiu Kencana ke Puan, Listyo, hingga Dudung. CNN Indonesia. 28 November 2022.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29629546 (2026-08-24T09:05:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.