Lompat ke isi

Subsidensi tanah

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Wiki Image Rev1

Subsidensi tanah atau penurunan muka tanah, penurunan tanah, amblesan tanah, atau subsiden tanah adalah pergerakan permukaan tanah ke bawah relatif terhadap datum atau titik tertentu. Subsiden tanah dapat diakibatkan oleh berbagai hal, seperti ekstraksi migas, penambangan mineral, ekstraksi air tanah, kelarutan batu kapur, gempa bumi, dan sebagainya. Subsiden tanah merupakan salah satu permasalahan yang menjadi fokus utama pakar geologi, surveyor, dan insinyur geoteknik.

Kelarutan batu kapur

Terutama terjadi di kawasan karst, batu kapur rentan larut oleh air yang mengalir di atasnya sehingga menyebabkan terbentuknya celah besar yang menuju ke sungai bawah tanah membentuk gua. Jika atap gua terlalu rapuh, maka akan terbentuk lubang vertikal.

Penambangan mineral

Penambangan mineral bawah tanah dilakukan dengan membuat lubang secara horizontal. Ruang yang tercipta akibat penambangan ini dapat menyebabkan subsiden tanah di atas tambang dan area di sekitarnya.[1] Subsiden dari penambangan bawah tanah cenderung dapat diprediksi besarannya, kecuali ketika terjadi kerusakan pada tiang penyangga yang biasanya terjadi pada tambang tua.[2]

Ekstraksi migas

Reservoir gas alam biasanya memiliki tekanan awal hingga 60 megapascal, dan terus menurun seiring dengan ekstraksi gas tersebut. Tekanan gas ini, yang awalnya menopang sejumlah massa tanah di atasnya, tidak lagi mampu menopang sehingga tanah di atasnya menurun dan terjadi subsiden. Contoh yang telah terjadi adalah subsiden di ladang gas Slochteren, Belanda. Penambangan dimulai sejak tahun 1960an, dan sejak saat itu subsiden telah terjadi hingga 30 cm.[3]

Gempa bumi

Gempa bumi mengguncang fitur geologi di bawah tanah sehingga berpotensi terjadi perpindahan massa yang menyebabkan terbentuknya ruang kosong di bawah tanah dan subsiden terjadi. Seperti yang terjadi pada gempa Tohoku 2011 yang menyebabkan subsiden yang tiba-tiba.[4] Subsiden hingga sedalam 1.2 meter terjadi di Tanjung Oshika di Miyagi Prefecture.[5]

Referensi

  1. Graduated Guidelines for Residential Construction (New South Wales) Volume 1.
  2. Herrera, G.; Tomás, R.; López-Sánchez, J.M.; Delgado, J.; Mallorquí, J.; Duque, S.; Mulas, J. Advanced DInSAR analysis on mining areas: La Union case study (Murcia, SE Spain). Engineering Geology, 90, 148-159, 2007.
  3. Subsidence lecture.
  4. 平成23年(2011年)東北地方太平洋沖地震に伴う地盤沈下調査. Geospatial Information Authority of Japan. 2011-04-14.
  5. [1] Diastrophism in Oshika Peninsula on 2011 Tōhoku earthquake and tsunami, Diastrophism in vertical 2011-03-11 M9.0, Diastrophism in horizontal 2011-03-11 M9.0 Geospatial Information Authority of Japan

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28082071 (2025-10-17T20:17:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Referensi Publikasi Unggulan Terkait Land Subsidence

  1. 2024 · IOP Conference Series: Earth and Environmental Science · 12 sitasi · Akses terbuka
  2. 2024 · Environmental Challenges · 8 sitasi · Akses terbuka · Q1 · SCImago 2024
  3. 2021 · IOP Conference Series: Earth and Environmental Science · 5 sitasi · Akses terbuka
  4. 2024 · International Journal of Sustainable Development and Planning · 3 sitasi · Akses terbuka · Q3 · SCImago 2024
  5. 2023 · International Journal of GEOMATE · 3 sitasi · Akses terbuka · Q3 · SCImago 2023
  6. 2022 · Lecture Notes in Civil Engineering · 3 sitasi · Q4 · SCImago 2022
  7. 2023 · AIP Conference Proceedings · 2 sitasi
  8. 2020 · Journal of Physics: Conference Series · 2 sitasi · Akses terbuka · Q4 · SCImago 2020
  9. 2024 · IOP Conference Series: Earth and Environmental Science · 1 sitasi · Akses terbuka
  10. 2024 · IOP Conference Series: Earth and Environmental Science · 1 sitasi · Akses terbuka

Peneliti Unissula dengan Publikasi Terkait Land Subsidence Terbanyak

  1. Dr. Benny Syahputra, ST., M.Si . 5 Publikasi
  2. Prof. Dr. Ir. H. Slamet Imam Wahyudi, DEA . 4 Publikasi
  3. Prof. Dr. Ir. Henny Pratiwi Adi, ST., MT . 4 Publikasi
  4. Dr. Mila Karmilah, ST., MT . 2 Publikasi
  5. Eko Muliawan Satrio, ST., M.T . 2 Publikasi
  6. Ir. Moh Faiqun Niam, M.T., Ph.D. . 2 Publikasi
  7. Dr. Hj. Hermin Poedjiastoeti, S.Si., M.Si . 1 Publikasi
  8. Dr. Ir. H. Kartono Wibowo, MM., MT . 1 Publikasi
  9. Dr. Ir. Rinda Karlinasari, MT . 1 Publikasi
  10. Dr. Lisa Fitriyana, ST., M.Eng . 1 Publikasi
Sumber: Scholar Unissula. Data diperbarui 30 Agustus 2026, 11:56 WIB. Data sitasi dan metadata publikasi mengikuti snapshot Scholar Unissula pada waktu pembaruan.