Takhion
Takhion (bahasa Inggris: tachyon ) adalah partikel hipotetis yang selalu bergerak lebih cepat dari cahaya. Kata ini berasal dari atau tachys, yang berarti "cepat", dan istilah ini dibuat oleh Gerald Feinberg.[1] Sebagian besar fisikawan meyakini bahwa partikel yang lebih cepat dari cahaya tidak mungkin ada karena tidak sesuai dengan hukum fisika.[2][3] Jika partikel semacam itu ada, partikel tersebut dapat digunakan untuk membangun antitelepon takhion dan mengirim sinyal yang lebih cepat dari kecepatan cahaya, yang (menurut relativitas khusus) akan berakibat pelanggaran sebab akibat.[4]
Dalam makalahnya yang memperkenalkan istilah takhion pada tahun 1967,[5] Feinberg mengusulkan bahwa takhion mungkin merupakan kuanta medan kuantum dengan masa kuadrat negatif. Namun, ternyata medan massa imajiner tersebut tidak bergerak lebih cepat dari cahaya,[6] dan malah merupakan suatu instabilitas yang disebut kondensasi takhion.[7] Namun, medan massa kuadrat negatif umumnya disebut "medan takhion",[8] yang berperan penting dalam fisika modern.
Meskipun keberadaan partikel yang lebih cepat dari cahaya ditentang, pencarian partikel tersebut tetap dilakukan, dan hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan keberadaan partikel ini.[9]
Pada September 2011, dilaporkan bahwa sebuah neutrino tau telah bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya; однако, pembaruan selanjutnya dari CERN mengenai eksperimen OPERA menunjukkan bahwa hasil pengukuran yang lebih cepat dari cahaya tersebut disebabkan oleh komponen yang rusak dalam sistem penentuan waktu serat optik eksperimen tersebut.[10]
Pranala luar
- The Faster Than Light (FTL) FAQ (from the Internet Archive)
- Tachyon entry from the Physics FAQ
Referensi
- ↑ G. Feinberg. Possibility of Faster-Than-Light Particles. Physical Review. 1967. Vol. 159 (5). hlm. 1089–1105. doi:10.1103/PhysRev.159.1089. Lihat pula artikel Feinberg selanjutnya: Phys. Rev. D 17, 1651 (1978)
- ↑ Lisa Randall, Warped Passages: Unraveling the Mysteries of the Universe's Hidden Dimensions, hal.286: "People initially thought of tachyons as particles travelling faster than the speed of light...But we now know that a tachyon indicates an instability in a theory that contains it. Regrettably for science fiction fans, tachyons are not real physical particles that appear in nature."
- ↑ Ralph A. Tipler. Modern Physics. W.H. Freeman & Co. 2008. hlm. 54. ISBN 978-0-7167-7550-8.
- ↑ Ralph A. Tipler. Modern Physics. W.H. Freeman & Co. 2008. hlm. 54. ISBN 978-0-7167-7550-8.
- ↑ G. Feinberg. Possibility of Faster-Than-Light Particles. Physical Review. 1967. Vol. 159 (5). hlm. 1089–1105. doi:10.1103/PhysRev.159.1089. Lihat pula artikel Feinberg selanjutnya: Phys. Rev. D 17, 1651 (1978)
- ↑ Y. Aharonov. Superluminal Behavior, Causality, and Instability. Phys. Rev. American Physical Society. 1969. Vol. 182 ({5},). hlm. 1400–1403. doi:10.1103/PhysRev.182.1400.
- ↑ Lisa Randall, Warped Passages: Unraveling the Mysteries of the Universe's Hidden Dimensions, hal.286: "People initially thought of tachyons as particles travelling faster than the speed of light...But we now know that a tachyon indicates an instability in a theory that contains it. Regrettably for science fiction fans, tachyons are not real physical particles that appear in nature."
- ↑ A. Sen, "Rolling tachyon," JHEP 0204, 048 (2002). Cited 720 times as of 2/2012.
- ↑ G. Feinberg. Encyclopedia Americana. Grolier. 1997. Vol. 26. hlm. 210.
- ↑ Neutrinos Sent from CERN to Gran Sasso Respect the Cosmic Speed Limit. CERN. 8 Juni 2012.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29302203 (2026-06-01T07:44:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.