Teori gen egois
Teori gen egois atau teori seleksi gen adalah teori yang menyatakan bahwa evolusi berlangsung melalui seleksi dan kompetisi antar gen yang meningkatkan frekuensi alel yang efek fenotipnya berhasil membuatnya direplikasi. Pendukung sudut pandang ini berargumen bahwa karena karakteristik diwariskan dari generasi ke generasi hanya melalui gen, maka seleksi alam dan evolusi sebaiknya dilihat dari sudut pandang gen.
Lawan dari sudut pandang ini adalah sudut pandang organisme yang diterapkan oleh para biolog dulu. Pendukung teori gen egois menyatakan bahwa sudut pandang organisme tak mampu menjelaskan fenomena seperti altruisme dan konflik antar genom, yang dapat dijelaskan melalui perspektif gen.
Teori gen egois dikembangkan oleh W. D. Hamilton, Colin Pittendrigh dan George C. Williams. Teori ini kemudian dipopulerkan oleh Richard Dawkins dalam bukunya The Selfish Gene (1976) dan The Extended Phenotype (1982).
Catatan kaki
Bacaan lanjut
- Crick, F. (1970) Central dogma of molecular biology Nature 227 (August 8): 561-563.
- Darwin, C. & Wallace, A. (1858) On the Tendency of Species to form Varieties; and on the Perpetuation of Varieties and Species by Natural Means of Selection. Proceedings of Linnean Society 3 (July): 45-62.
- Dawkins, R. (1982) "Replicators and Vehicles" King's College Sociobiology Group, eds., Current Problems in Sociobiology, Cambridge, Cambridge University Press, pp. 45–64.
- Mayr, E. (1997) The objects of selection Proc. Natl. Acad. Sci. USA 94 (March): 2091-2094.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29587309 (2026-08-16T08:08:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.