Percobaan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29239707; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Percobaan''', '''uji kaji''', atau '''eksperimen''' (; dari [[Bahasa Latin]]: ''ex-periri'' yang berarti menguji coba) adalah suatu set tindakan dan pengamatan, yang dilakukan untuk mengecek atau menyalahkan [[hipotesis]] atau mengenali [[hubungan]] sebab akibat antara gejala. Dalam penelitian ini, sebab dari suatu gejala akan diuji untuk mengetahui apakah sebab (variabel bebas) tersebut memengaruhi akibat (variabel terikat). Penelitian ini banyak digunakan untuk memperoleh [[pengetahuan]] dalam bidang [[ilmu alam]] dan [[psikologi]] [[sosial]]. | '''Percobaan''', '''uji kaji''', atau '''eksperimen''' (; dari [[Bahasa Latin]]: ''ex-periri'' yang berarti menguji coba) adalah suatu set tindakan dan pengamatan, yang dilakukan untuk mengecek atau menyalahkan [[hipotesis]] atau mengenali [[hubungan]] sebab akibat antara gejala.<ref>Hermawan, Asep. 2006. ''Penelitian Bisnis-Paradigma Kuantitatif.'' Jakarta: Grasindo. Hal 19. ISBN 9797595420, 9789797595425.</ref> Dalam penelitian ini, sebab dari suatu gejala akan diuji untuk mengetahui apakah sebab (variabel bebas) tersebut memengaruhi akibat (variabel terikat).<ref>Hermawan, Asep. 2006. ''Penelitian Bisnis-Paradigma Kuantitatif.'' Jakarta: Grasindo. Hal 19. ISBN 9797595420, 9789797595425.</ref> Penelitian ini banyak digunakan untuk memperoleh [[pengetahuan]] dalam bidang [[ilmu alam]] dan [[psikologi]] [[sosial]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Penelitian eksperimen semula diambil dari Ilmu Alam dan dimulai dalam [[studi]] ilmu psikologi.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> [[Wilhelm M. Wundt]], seorang psikolog dari [[Jerman]], memperkenalkan [[Metode ilmiah|metode]] eksperimen ke dalam studi psikologi.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Wundt mendirikan sebuah [[laboratorium]] eksperimen dan dijadikan sebagai [[contoh]] oleh para [[ilmuwan]] sosial.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Akhir abad 18, Jerman sebagai pusat pengetahuan berhasil mengundang para ilmuwan sosial dari seluruh dunia untuk mempelajari metode tersebut.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | |||
Menjelang tahun 1900, peneliti dari [[Amerika Serikat|Amerika]] dan berbagai [[universitas]] di [[dunia]] mendirikan laboratorium psikologi untuk melakukan penelitian eksperimen.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Kelahiran penelitian eksperimen dalam ilmu sosial telah mengubah pendekatan ilmu sosial yang [[filosofis]], [[introspektif]], dan [[integratif]] menjadi [[interpretif]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | |||
Pada masa [[Perang Dunia II]], penelitian eksperimen mulai banyak digunakan dalam bidang sosial untuk menjelaskan studi mengenai [[mental]] manusia dan kehidupan sosial secara [[objektif]] dan tidak [[bias]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | |||
Perluasan penggunaan metode eksperimen pada era ini ditandai dengan:<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | |||
Perluasan penggunaan metode eksperimen pada era ini ditandai dengan: | |||
* [[Behaviorisme]], yang menekankan pada studi mengenai pengukuran [[tingkah laku]] sebagai ekspresi mental seseorang. | * [[Behaviorisme]], yang menekankan pada studi mengenai pengukuran [[tingkah laku]] sebagai ekspresi mental seseorang. | ||
* [[Kuantifikasi]], yang menekankan penghitungan [[fenomena]] sosial dengan [[angka]]-angka. Dalam ilmu sosial, penghitungan berbasis angka banyak diterapkan dalam [[statistika]] sosial. | * [[Kuantifikasi]], yang menekankan penghitungan [[fenomena]] sosial dengan [[angka]]-angka.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Dalam ilmu sosial, penghitungan berbasis angka banyak diterapkan dalam [[statistika]] sosial.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
* [[Perubahan]] dalam subjek penelitian. Penelitian eksperimen pada awalnya menekankan peneliti professional sebagai [[subjek]] dari penelitian tersebut. Namun dalam perkembangannya, subjek penelitian eksperimen berupa orang-orang awam yang belum dikenalnya, sehingga [[Objektivitas (ilmu)|obyektifitas]] dari hasil penelitian tersebut lebih terjamin. | * [[Perubahan]] dalam subjek penelitian. Penelitian eksperimen pada awalnya menekankan peneliti professional sebagai [[subjek]] dari penelitian tersebut.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Namun dalam perkembangannya, subjek penelitian eksperimen berupa orang-orang awam yang belum dikenalnya, sehingga [[Objektivitas (ilmu)|obyektifitas]] dari hasil penelitian tersebut lebih terjamin.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
* [[Aplikasi]] [[praktis]]. Penelitian eksperimen diterapkan secara praktis dalam berbagai hal untuk menguji hubungan sebab akibat. | * [[Aplikasi]] [[praktis]]. Penelitian eksperimen diterapkan secara praktis dalam berbagai hal untuk menguji hubungan sebab akibat.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
Tahun 1950 dan 1960, metode penelitian eksperimental ini sudah banyak digunakan dalam peneliti sebagai [[cara]] untuk menguji [[hipotesis]] dengan [[standar]] [[error]] yang kecil. Memasuki tahun 1970, penelitian eksperimen semakin banyak digunakan untuk mengevaluasi [[penelitian]]. Dan sampai saat ini, penelitian eksperimen merupakan penelitian yang banyak digunakan karena sifatnya yang [[logis]], [[sederhana]], [[konsisten]], memerlukan sedikit [[biaya]], dan secara [[jelas]] menggambarkan hubungan sebab akibat antar [[gejala]]. | Tahun 1950 dan 1960, metode penelitian eksperimental ini sudah banyak digunakan dalam peneliti sebagai [[cara]] untuk menguji [[hipotesis]] dengan [[standar]] [[error]] yang kecil.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Memasuki tahun 1970, penelitian eksperimen semakin banyak digunakan untuk mengevaluasi [[penelitian]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Dan sampai saat ini, penelitian eksperimen merupakan penelitian yang banyak digunakan karena sifatnya yang [[logis]], [[sederhana]], [[konsisten]], memerlukan sedikit [[biaya]], dan secara [[jelas]] menggambarkan hubungan sebab akibat antar [[gejala]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
== Karakteristik == | == Karakteristik == | ||
Penelitian percobaan setidaknya memiliki 3 [[ciri]] utama, yakni: | Penelitian percobaan setidaknya memiliki 3 [[ciri]] utama, yakni: | ||
# Secara [[khas]] menggunakan [[kelompok kontrol]] sebagai garis dasar untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental. | # Secara [[khas]] menggunakan [[kelompok kontrol]] sebagai garis dasar untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental.<ref>[http://www.penalaran-unm.org/index.php/artikel nalar/penelitian/160-penelitian-eksperimen.html Penelitian Eksperimen]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> | ||
# Menggunakan sedikitnya dua [[kelompok percobaan]]. | # Menggunakan sedikitnya dua [[kelompok percobaan]].<ref>[http://www.penalaran-unm.org/index.php/artikel nalar/penelitian/160-penelitian-eksperimen.html Penelitian Eksperimen]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> | ||
# Berfokus pada [[keabsahan]] ke dalam (''Internal Validity''). | # Berfokus pada [[keabsahan]] ke dalam (''Internal Validity'').<ref>[http://www.penalaran-unm.org/index.php/artikel nalar/penelitian/160-penelitian-eksperimen.html Penelitian Eksperimen]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> | ||
== Contoh == | == Contoh == | ||
Dalam sebuah penelitian yang menguji mengenai pengaruh tayangan [[kriminalitas]] terhadap tingkat [[agresifitas]] [[anak]], terdapat dua kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 orang. Kelompok [[pertama]] uewkdimasukkan ke dalam sebuah ruangan selama beberapa [[waktu]] dan sengaja hanya diberikan tayangan kriminalitas, sedangkan kelompok [[kedua]] dibiarkan untuk memilih menonton tayangan apa saja. Setelah beberapa waktu, dapat dibandingkan [[hasil]] percobaan yang telah kita lakukan terhadap kelompok pertama dan kelompok kedua. | Dalam sebuah penelitian yang menguji mengenai pengaruh tayangan [[kriminalitas]] terhadap tingkat [[agresifitas]] [[anak]], terdapat dua kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 orang.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Kelompok [[pertama]] uewkdimasukkan ke dalam sebuah ruangan selama beberapa [[waktu]] dan sengaja hanya diberikan tayangan kriminalitas, sedangkan kelompok [[kedua]] dibiarkan untuk memilih menonton tayangan apa saja.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Setelah beberapa waktu, dapat dibandingkan [[hasil]] percobaan yang telah kita lakukan terhadap kelompok pertama dan kelompok kedua.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
== Langkah == | == Langkah == | ||
| Baris 34: | Baris 33: | ||
# Menentukan [[kapan]] dan [[bagaimana]] memasukkan [[Stimulus (fisiologi)|stimulus]] | # Menentukan [[kapan]] dan [[bagaimana]] memasukkan [[Stimulus (fisiologi)|stimulus]] | ||
# Menentukan kapan melakukan [[pengukuran]] [[variable|variabel]] [[terikat]]. | # Menentukan kapan melakukan [[pengukuran]] [[variable|variabel]] [[terikat]]. | ||
# Membuat [[analisis]] dan [[kesimpulan]] akhir. | # Membuat [[analisis]] dan [[kesimpulan]] akhir.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
== Hal-hal yang perlu disiapkan == | == Hal-hal yang perlu disiapkan == | ||
[[Langkah]] awal melakukan [[penelitian]] percobaan adalah dengan menentukan kelompok mana yang menjadi kelompok [[eksperimen]] (kelompok yang diberi stimulus), kelompok mana yang menjadi kelompok [[kontrol]] (kelompok yang tidak diberi stimulus), apa stimulus yang diberikan, dan cara pengambilan [[sampel]] tersebut. Cara pengambilan sampel tersebut dibedakan menjadi [[pembagian]] [[acak]] (''random assignment'') dan [[pencocokkan]] (''matching''). Pembagian acak berarti membagi sampel yang telah dipilih menjadi dua kelompok secara acak, tanpa berdasar pada [[urutan]] tertentu dengan [[tujuan]] pembandingan. Pencocokkan berarti membagi sampel tersebut berdasarkan [[kesamaan]] [[karakteristik]] tertentu. Pengambilan berdasarkan pencocokkan ini jarang dilakukan karena sulitnya peneliti untuk menemukan kesamaan antara [[subjek]]-subjek [[penelitian]]. | [[Langkah]] awal melakukan [[penelitian]] percobaan adalah dengan menentukan kelompok mana yang menjadi kelompok [[eksperimen]] (kelompok yang diberi stimulus), kelompok mana yang menjadi kelompok [[kontrol]] (kelompok yang tidak diberi stimulus), apa stimulus yang diberikan, dan cara pengambilan [[sampel]] tersebut.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Cara pengambilan sampel tersebut dibedakan menjadi [[pembagian]] [[acak]] (''random assignment'') dan [[pencocokkan]] (''matching'').<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Pembagian acak berarti membagi sampel yang telah dipilih menjadi dua kelompok secara acak, tanpa berdasar pada [[urutan]] tertentu dengan [[tujuan]] pembandingan.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Pencocokkan berarti membagi sampel tersebut berdasarkan [[kesamaan]] [[karakteristik]] tertentu.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Pengambilan berdasarkan pencocokkan ini jarang dilakukan karena sulitnya peneliti untuk menemukan kesamaan antara [[subjek]]-subjek [[penelitian]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
Setelah membagi ke dalam dua kelompok tersebut, peneliti membandingkan hasil percobaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.<ref>[http://www.lpmpjogja.diknas.go.id/.../PENELITIAN%20EKSPERIMEN%20(supardi).pdf Penelitian Eksperimen di Bidang Pendidikan]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> Sebelum melakukan percobaan, pihak peneliti akan melakukan test awal (''pretest'') untuk mengamati [[gejala]] variable terikat sebelum diberikan [[Stimulus (fisiologi)|stimulus]].<ref>[http://www.lpmpjogja.diknas.go.id/.../PENELITIAN%20EKSPERIMEN%20(supardi).pdf Penelitian Eksperimen di Bidang Pendidikan]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> Setelah percobaan berakhir, pihak peneliti akan melakukan test akhir (''posttest'') untuk membandingkan adanya pengaruh variable sebab terhadap variable akibat.<ref>[http://www.lpmpjogja.diknas.go.id/.../PENELITIAN%20EKSPERIMEN%20(supardi).pdf Penelitian Eksperimen di Bidang Pendidikan]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> Dari sana, hubungan sebab akibat antar gejala akan teruji.<ref>[http://www.lpmpjogja.diknas.go.id/.../PENELITIAN%20EKSPERIMEN%20(supardi).pdf Penelitian Eksperimen di Bidang Pendidikan]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> | |||
== Jenis == | == Jenis == | ||
Secara garis [[besar]], penelitian percobaan terbagi menjadi penelitian [[laboratorium]] dan penelitian [[lapangan]]. Masing-masing penelitian tersebut memliki [[kelebihan]] dan [[kelemahan]] tersendiri. | Secara garis [[besar]], penelitian percobaan terbagi menjadi penelitian [[laboratorium]] dan penelitian [[lapangan]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Masing-masing penelitian tersebut memliki [[kelebihan]] dan [[kelemahan]] tersendiri.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
=== Penelitian laboratium === | === Penelitian laboratium === | ||
Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang dilakukan dalam ruangan [[tertutup]], di mana kelompok eksperimen dijauhkan dari variable pengganggu sebab dapat memengaruhi hasil dari pengujian hubungan sebab akibat. | Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang dilakukan dalam ruangan [[tertutup]], di mana kelompok eksperimen dijauhkan dari variable pengganggu sebab dapat memengaruhi hasil dari pengujian hubungan sebab akibat.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
* Kelebihan penelitian ini adalah hasil dari penelitian ini lebih dapat dipertanggungjawabkan [[keabsahan]]nya karena hanya memfokuskan pada pengujian hubungan sebab dan akibat. | * Kelebihan penelitian ini adalah hasil dari penelitian ini lebih dapat dipertanggungjawabkan [[keabsahan]]nya karena hanya memfokuskan pada pengujian hubungan sebab dan akibat.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
* Kelemahan penelitian laboratorium adalah penelitian ini belum tentu dapat diberlakukan dalam [[kehidupan]] sehari-hari. | * Kelemahan penelitian laboratorium adalah penelitian ini belum tentu dapat diberlakukan dalam [[kehidupan]] sehari-hari.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
=== Penelitian lapangan === | === Penelitian lapangan === | ||
Penelitian lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dalam ruangan [[terbuka]], di mana kelompok eksperimen masih dapat berhubungan dengan faktor-faktor luar. | Penelitian lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dalam ruangan [[terbuka]], di mana kelompok eksperimen masih dapat berhubungan dengan faktor-faktor luar.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
* Kelebihan penelitian lapangan adalah hasil penelitian ini dapat diberlakukan dalam [[kehidupan]] sehari-hari. | * Kelebihan penelitian lapangan adalah hasil penelitian ini dapat diberlakukan dalam [[kehidupan]] sehari-hari.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
* Kelemahan penelitian lapangan adalah [[tingkat]] kepastian hubungan sebab akibat tidak sebesar pada penelitian laboratorium karena sulitnya untuk mengontrol variabel-variabel pengganggu. | * Kelemahan penelitian lapangan adalah [[tingkat]] kepastian hubungan sebab akibat tidak sebesar pada penelitian laboratorium karena sulitnya untuk mengontrol variabel-variabel pengganggu.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
== Tipe-tipe desain == | == Tipe-tipe desain == | ||
| Baris 62: | Baris 59: | ||
• Tipe desain [[klasik]] (''classical experimental design'') | • Tipe desain [[klasik]] (''classical experimental design'') | ||
: Dalam [[tipe]] ini, pembagian dua kelompok [[subjek]] penelitian dilakukan secara pembagian acak (''random assignment''). Pada kelompok eksperimen, pertama-tama dilakukan pengamatan awal, lalu diberikan stimulus, dan untuk mengetahui hasilnya dilakukan pengamatan akhir. Pada kelompok [[kontrol]], dilakukan [[pengamatan]] di [[awal]] dan di [[akhir]], tanpa diberikan stimulus tertentu. | : Dalam [[tipe]] ini, pembagian dua kelompok [[subjek]] penelitian dilakukan secara pembagian acak (''random assignment'').<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Pada kelompok eksperimen, pertama-tama dilakukan pengamatan awal, lalu diberikan stimulus, dan untuk mengetahui hasilnya dilakukan pengamatan akhir.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Pada kelompok [[kontrol]], dilakukan [[pengamatan]] di [[awal]] dan di [[akhir]], tanpa diberikan stimulus tertentu.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
• Tipe pengamatan akhir (''two group posttest only'') | • Tipe pengamatan akhir (''two group posttest only'') | ||
: Dalam tipe ini, pembagian dua kelompok subjek penelitian dilakukan secara pembagian acak (''random assignment''). Pada kelompok eksperimen langsung diberikan stimulus dan pengamatan akhir, tanpa dilakukan pengamatan awal. Pada [[kelompok kontrol]], pengamatan hanya diberikan satu kali saja. | : Dalam tipe ini, pembagian dua kelompok subjek penelitian dilakukan secara pembagian acak (''random assignment'').<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Pada kelompok eksperimen langsung diberikan stimulus dan pengamatan akhir, tanpa dilakukan pengamatan awal.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Pada [[kelompok kontrol]], pengamatan hanya diberikan satu kali saja.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
• Tipe empat kelompok (''solomon four group'') | • Tipe empat kelompok (''solomon four group'') | ||
: Tipe ini merupakan penggabungan dari tipe desain [[klasik]] dan tipe pengamatan akhir. Dalam tipe ini, terdapat dua kelompok eksperimen dan dua kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen pertama, dilakukan pengamatan terlebih dahulu, lalu diberikan stimulus, dan dilakukan pengamatan akhir. Untuk kelompok kontrol pertama, dilakukan pengamatan awal dan pengamatan akhir. Pada kelompok eksperimen kedua, langsung diberikan stimulus dan [[pengamatan]] akhir tanpa pengamatan awal. Untuk kelompok kontrol kedua, pengamatan hanya diberikan satu kali saja. | : Tipe ini merupakan penggabungan dari tipe desain [[klasik]] dan tipe pengamatan akhir.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Dalam tipe ini, terdapat dua kelompok eksperimen dan dua kelompok kontrol.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Pada kelompok eksperimen pertama, dilakukan pengamatan terlebih dahulu, lalu diberikan stimulus, dan dilakukan pengamatan akhir.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Untuk kelompok kontrol pertama, dilakukan pengamatan awal dan pengamatan akhir.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Pada kelompok eksperimen kedua, langsung diberikan stimulus dan [[pengamatan]] akhir tanpa pengamatan awal.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> Untuk kelompok kontrol kedua, pengamatan hanya diberikan satu kali saja.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.</ref> | ||
== Etika == | == Etika == | ||
Dalam melakukan sebuah penelitian percobaan, terdapat [[etika]] dan [[aturan]]-aturan yang harus diperhatikan oleh sang peneliti karena menyangkut [[kebebasan]] dan [[hak asasi]] subjek penelitian. | Dalam melakukan sebuah penelitian percobaan, terdapat [[etika]] dan [[aturan]]-aturan yang harus diperhatikan oleh sang peneliti karena menyangkut [[kebebasan]] dan [[hak asasi]] subjek penelitian.<ref>[http://elearning.gunadarma.ac.id/...penelitian/bab10-metode_penelitian_eksperimen_dan_simulasi.pdf Metode Penelitian Eksperimen dan Simulasi]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> Berikut ini adalah etika penelitian percobaan: | ||
* Kebebasan bagi [[publik]] untuk mengakses hasil penelitian.<ref>[http://www.masbow.com/2010/01/etika-penelitian-eksperimen.html Etika Penelitian Eksperimen]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> | |||
* Menjaga [[kerahasiaan]] subjek penelitian.<ref>[http://www.masbow.com/2010/01/etika-penelitian-eksperimen.html Etika Penelitian Eksperimen]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> | |||
* Mengirimkan hasil penelitian kepada subjek.<ref>[http://www.masbow.com/2010/01/etika-penelitian-eksperimen.html Etika Penelitian Eksperimen]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> | |||
* Memberikan hal [[subjek]] dan meminta [[persetujuan]] terlebih dahulu untuk [[kesediaan]] menjadi subjek penelitian, dengan memberitahukan [[konsekuensi]] yang muncul dalam penelitian.<ref>[http://www.masbow.com/2010/01/etika-penelitian-eksperimen.html Etika Penelitian Eksperimen]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> | |||
* Memberitahukan secara [[jujur]] dan [[jelas]] kepada subjek tentang [[prosedur]] penelitian yang telah dilakukan. Hal ini dilakukan setelah penelitian percobaan selesai dilakukan.<ref>[http://www.masbow.com/2010/01/etika-penelitian-eksperimen.html Etika Penelitian Eksperimen]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> | |||
* Memberikan [[terapi]] atau [[bantuan]] [[pemulihan]] kepada subjek yang mengalami [[akibat]] [[negatif]], baik secara [[fisik]] atau [[psikis]] dari penelitian, sampai kembali sehat seperti semula.<ref>[http://www.masbow.com/2010/01/etika-penelitian-eksperimen.html Etika Penelitian Eksperimen]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> | |||
* Penelitian yang melibatkan [[binatang]] harus memperhatikan akibat negatif yang mungkin dialami binatang, seperti [[indra]] melemah, menyendiri, serta memar atau [[luka]] fisik.<ref>[http://www.masbow.com/2010/01/etika-penelitian-eksperimen.html Etika Penelitian Eksperimen]. Diakses 2 Mei 2010.</ref> | |||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 88: | Baris 82: | ||
* [http://www.experiment-resources.com/experimental-research.html, ''Experimental Reserach-A Guide'']. | * [http://www.experiment-resources.com/experimental-research.html, ''Experimental Reserach-A Guide'']. | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Percobaan&oldid=29239707 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29239707 (2026-05-17T11:10:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Percobaan&oldid=29239707 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29239707 (2026-05-17T11:10:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 18.06
Percobaan, uji kaji, atau eksperimen (; dari Bahasa Latin: ex-periri yang berarti menguji coba) adalah suatu set tindakan dan pengamatan, yang dilakukan untuk mengecek atau menyalahkan hipotesis atau mengenali hubungan sebab akibat antara gejala.[1] Dalam penelitian ini, sebab dari suatu gejala akan diuji untuk mengetahui apakah sebab (variabel bebas) tersebut memengaruhi akibat (variabel terikat).[2] Penelitian ini banyak digunakan untuk memperoleh pengetahuan dalam bidang ilmu alam dan psikologi sosial.[3]
Sejarah
Penelitian eksperimen semula diambil dari Ilmu Alam dan dimulai dalam studi ilmu psikologi.[4] Wilhelm M. Wundt, seorang psikolog dari Jerman, memperkenalkan metode eksperimen ke dalam studi psikologi.[5] Wundt mendirikan sebuah laboratorium eksperimen dan dijadikan sebagai contoh oleh para ilmuwan sosial.[6] Akhir abad 18, Jerman sebagai pusat pengetahuan berhasil mengundang para ilmuwan sosial dari seluruh dunia untuk mempelajari metode tersebut.[7]
Menjelang tahun 1900, peneliti dari Amerika dan berbagai universitas di dunia mendirikan laboratorium psikologi untuk melakukan penelitian eksperimen.[8] Kelahiran penelitian eksperimen dalam ilmu sosial telah mengubah pendekatan ilmu sosial yang filosofis, introspektif, dan integratif menjadi interpretif.[9] Pada masa Perang Dunia II, penelitian eksperimen mulai banyak digunakan dalam bidang sosial untuk menjelaskan studi mengenai mental manusia dan kehidupan sosial secara objektif dan tidak bias.[10]
Perluasan penggunaan metode eksperimen pada era ini ditandai dengan:[11]
- Behaviorisme, yang menekankan pada studi mengenai pengukuran tingkah laku sebagai ekspresi mental seseorang.
- Kuantifikasi, yang menekankan penghitungan fenomena sosial dengan angka-angka.[12] Dalam ilmu sosial, penghitungan berbasis angka banyak diterapkan dalam statistika sosial.[13]
- Perubahan dalam subjek penelitian. Penelitian eksperimen pada awalnya menekankan peneliti professional sebagai subjek dari penelitian tersebut.[14] Namun dalam perkembangannya, subjek penelitian eksperimen berupa orang-orang awam yang belum dikenalnya, sehingga obyektifitas dari hasil penelitian tersebut lebih terjamin.[15]
- Aplikasi praktis. Penelitian eksperimen diterapkan secara praktis dalam berbagai hal untuk menguji hubungan sebab akibat.[16]
Tahun 1950 dan 1960, metode penelitian eksperimental ini sudah banyak digunakan dalam peneliti sebagai cara untuk menguji hipotesis dengan standar error yang kecil.[17] Memasuki tahun 1970, penelitian eksperimen semakin banyak digunakan untuk mengevaluasi penelitian.[18] Dan sampai saat ini, penelitian eksperimen merupakan penelitian yang banyak digunakan karena sifatnya yang logis, sederhana, konsisten, memerlukan sedikit biaya, dan secara jelas menggambarkan hubungan sebab akibat antar gejala.[19]
Karakteristik
Penelitian percobaan setidaknya memiliki 3 ciri utama, yakni:
- Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai garis dasar untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental.[20]
- Menggunakan sedikitnya dua kelompok percobaan.[21]
- Berfokus pada keabsahan ke dalam (Internal Validity).[22]
Contoh
Dalam sebuah penelitian yang menguji mengenai pengaruh tayangan kriminalitas terhadap tingkat agresifitas anak, terdapat dua kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 orang.[23] Kelompok pertama uewkdimasukkan ke dalam sebuah ruangan selama beberapa waktu dan sengaja hanya diberikan tayangan kriminalitas, sedangkan kelompok kedua dibiarkan untuk memilih menonton tayangan apa saja.[24] Setelah beberapa waktu, dapat dibandingkan hasil percobaan yang telah kita lakukan terhadap kelompok pertama dan kelompok kedua.[25]
Langkah
Secara garis besar, langkah yang ditempuh dalam penelitian percobaan adalah
- Menetapkan topik penelitian
- Menyempitkannya dalam pertanyaan penelitian
- Mengembangkan hipotesis
- Merancang desain penelitian eksperimen yang baik
- Menetapkan berapa jumlah kelompok
- Menentukan kapan dan bagaimana memasukkan stimulus
- Menentukan kapan melakukan pengukuran variabel terikat.
- Membuat analisis dan kesimpulan akhir.[26]
Hal-hal yang perlu disiapkan
Langkah awal melakukan penelitian percobaan adalah dengan menentukan kelompok mana yang menjadi kelompok eksperimen (kelompok yang diberi stimulus), kelompok mana yang menjadi kelompok kontrol (kelompok yang tidak diberi stimulus), apa stimulus yang diberikan, dan cara pengambilan sampel tersebut.[27] Cara pengambilan sampel tersebut dibedakan menjadi pembagian acak (random assignment) dan pencocokkan (matching).[28] Pembagian acak berarti membagi sampel yang telah dipilih menjadi dua kelompok secara acak, tanpa berdasar pada urutan tertentu dengan tujuan pembandingan.[29] Pencocokkan berarti membagi sampel tersebut berdasarkan kesamaan karakteristik tertentu.[30] Pengambilan berdasarkan pencocokkan ini jarang dilakukan karena sulitnya peneliti untuk menemukan kesamaan antara subjek-subjek penelitian.[31]
Setelah membagi ke dalam dua kelompok tersebut, peneliti membandingkan hasil percobaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.[32] Sebelum melakukan percobaan, pihak peneliti akan melakukan test awal (pretest) untuk mengamati gejala variable terikat sebelum diberikan stimulus.[33] Setelah percobaan berakhir, pihak peneliti akan melakukan test akhir (posttest) untuk membandingkan adanya pengaruh variable sebab terhadap variable akibat.[34] Dari sana, hubungan sebab akibat antar gejala akan teruji.[35]
Jenis
Secara garis besar, penelitian percobaan terbagi menjadi penelitian laboratorium dan penelitian lapangan.[36] Masing-masing penelitian tersebut memliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.[37]
Penelitian laboratium
Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang dilakukan dalam ruangan tertutup, di mana kelompok eksperimen dijauhkan dari variable pengganggu sebab dapat memengaruhi hasil dari pengujian hubungan sebab akibat.[38]
- Kelebihan penelitian ini adalah hasil dari penelitian ini lebih dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya karena hanya memfokuskan pada pengujian hubungan sebab dan akibat.[39]
- Kelemahan penelitian laboratorium adalah penelitian ini belum tentu dapat diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari.[40]
Penelitian lapangan
Penelitian lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dalam ruangan terbuka, di mana kelompok eksperimen masih dapat berhubungan dengan faktor-faktor luar.[41]
- Kelebihan penelitian lapangan adalah hasil penelitian ini dapat diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari.[42]
- Kelemahan penelitian lapangan adalah tingkat kepastian hubungan sebab akibat tidak sebesar pada penelitian laboratorium karena sulitnya untuk mengontrol variabel-variabel pengganggu.[43]
Tipe-tipe desain
Ada beberapa tipe desain yang biasa digunakan oleh para peneliti dalam penelitian eksperimen, yakni:
• Tipe desain klasik (classical experimental design)
- Dalam tipe ini, pembagian dua kelompok subjek penelitian dilakukan secara pembagian acak (random assignment).[44] Pada kelompok eksperimen, pertama-tama dilakukan pengamatan awal, lalu diberikan stimulus, dan untuk mengetahui hasilnya dilakukan pengamatan akhir.[45] Pada kelompok kontrol, dilakukan pengamatan di awal dan di akhir, tanpa diberikan stimulus tertentu.[46]
• Tipe pengamatan akhir (two group posttest only)
- Dalam tipe ini, pembagian dua kelompok subjek penelitian dilakukan secara pembagian acak (random assignment).[47] Pada kelompok eksperimen langsung diberikan stimulus dan pengamatan akhir, tanpa dilakukan pengamatan awal.[48] Pada kelompok kontrol, pengamatan hanya diberikan satu kali saja.[49]
• Tipe empat kelompok (solomon four group)
- Tipe ini merupakan penggabungan dari tipe desain klasik dan tipe pengamatan akhir.[50] Dalam tipe ini, terdapat dua kelompok eksperimen dan dua kelompok kontrol.[51] Pada kelompok eksperimen pertama, dilakukan pengamatan terlebih dahulu, lalu diberikan stimulus, dan dilakukan pengamatan akhir.[52] Untuk kelompok kontrol pertama, dilakukan pengamatan awal dan pengamatan akhir.[53] Pada kelompok eksperimen kedua, langsung diberikan stimulus dan pengamatan akhir tanpa pengamatan awal.[54] Untuk kelompok kontrol kedua, pengamatan hanya diberikan satu kali saja.[55]
Etika
Dalam melakukan sebuah penelitian percobaan, terdapat etika dan aturan-aturan yang harus diperhatikan oleh sang peneliti karena menyangkut kebebasan dan hak asasi subjek penelitian.[56] Berikut ini adalah etika penelitian percobaan:
- Kebebasan bagi publik untuk mengakses hasil penelitian.[57]
- Menjaga kerahasiaan subjek penelitian.[58]
- Mengirimkan hasil penelitian kepada subjek.[59]
- Memberikan hal subjek dan meminta persetujuan terlebih dahulu untuk kesediaan menjadi subjek penelitian, dengan memberitahukan konsekuensi yang muncul dalam penelitian.[60]
- Memberitahukan secara jujur dan jelas kepada subjek tentang prosedur penelitian yang telah dilakukan. Hal ini dilakukan setelah penelitian percobaan selesai dilakukan.[61]
- Memberikan terapi atau bantuan pemulihan kepada subjek yang mengalami akibat negatif, baik secara fisik atau psikis dari penelitian, sampai kembali sehat seperti semula.[62]
- Penelitian yang melibatkan binatang harus memperhatikan akibat negatif yang mungkin dialami binatang, seperti indra melemah, menyendiri, serta memar atau luka fisik.[63]
Pranala luar
- Trochim, William M., Experimental Design. The Research Methods Knowledge Base, 2nd Edition.
- Experimental Reserach-A Guide.
Referensi
- ↑ Hermawan, Asep. 2006. Penelitian Bisnis-Paradigma Kuantitatif. Jakarta: Grasindo. Hal 19. ISBN 9797595420, 9789797595425.
- ↑ Hermawan, Asep. 2006. Penelitian Bisnis-Paradigma Kuantitatif. Jakarta: Grasindo. Hal 19. ISBN 9797595420, 9789797595425.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ nalar/penelitian/160-penelitian-eksperimen.html Penelitian Eksperimen. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ nalar/penelitian/160-penelitian-eksperimen.html Penelitian Eksperimen. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ nalar/penelitian/160-penelitian-eksperimen.html Penelitian Eksperimen. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Penelitian Eksperimen di Bidang Pendidikan. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ Penelitian Eksperimen di Bidang Pendidikan. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ Penelitian Eksperimen di Bidang Pendidikan. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ Penelitian Eksperimen di Bidang Pendidikan. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.
- ↑ Metode Penelitian Eksperimen dan Simulasi. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ Etika Penelitian Eksperimen. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ Etika Penelitian Eksperimen. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ Etika Penelitian Eksperimen. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ Etika Penelitian Eksperimen. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ Etika Penelitian Eksperimen. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ Etika Penelitian Eksperimen. Diakses 2 Mei 2010.
- ↑ Etika Penelitian Eksperimen. Diakses 2 Mei 2010.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29239707 (2026-05-17T11:10:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.