Sinkonina: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28533586; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Sinkonina''' adalah [[alkaloid]] yang berasal dari kulit ''[[Cinchona]]''. Secara struktural, senyawa ini termasuk dalam alkaloid kuinolina dan merupakan alkaloid minor terpenting dari [[kuinina]]. Senyawa ini berupa bubuk kristal dan tidak berbau. Senyawa ini merupakan diastereomer dari sinkonidina. | [[File:Cinchonine.svg|thumb|right|280px|Cinchonine]] | ||
'''Sinkonina''' adalah [[alkaloid]] yang berasal dari kulit ''[[Cinchona]]''. Secara struktural, senyawa ini termasuk dalam alkaloid kuinolina dan merupakan alkaloid minor terpenting dari [[kuinina]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinkonina&oldid=28533586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Senyawa ini berupa bubuk kristal dan tidak berbau. Senyawa ini merupakan diastereomer dari sinkonidina. | |||
==Ketersedian di alam== | ==Ketersedian di alam== | ||
Sinkonina ditemukan di banyak spesies ''[[Cinchona]]''(famili [[Rubiaceae]]), seperti pada pohon ''[[Cinchona pubescens]]'' dan ''[[Cinchona officinalis]]'' dan diisolasi dari kulit pohon. Dokter dan farmakolog Skotlandia, yakni Andrew Duncan, adalah orang pertama yang mengisolasi zat murni ini. | Sinkonina ditemukan di banyak spesies ''[[Cinchona]]''(famili [[Rubiaceae]]), seperti pada pohon ''[[Cinchona pubescens]]'' dan ''[[Cinchona officinalis]]''<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinkonina&oldid=28533586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan diisolasi dari kulit pohon. Dokter dan farmakolog Skotlandia, yakni Andrew Duncan, adalah orang pertama yang mengisolasi zat murni ini.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinkonina&oldid=28533586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Johann Samuel Ersch, Johann Gottfried Gruber: ''Allgemeine Encyklopädie der Wissenschaften und Künste in alphabetischer Folge''. 79. Teil. F.A. Brockhaus, Leipzig 1865, S. 262.</ref> | ||
==Sifat== | ==Sifat== | ||
Sinkonina efektif melawan [[malaria]], namun tidak sekuat [[kuinina]]. | Sinkonina efektif melawan [[malaria]], namun tidak sekuat [[kuinina]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinkonina&oldid=28533586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
==Kegunaan== | ==Kegunaan== | ||
Sinkonina dapat digunakan untuk resolusi rasemat dan untuk presipitasi [[bismut]], [[kadmium]], [[germanium]], [[molibdenum]], dan [[wolfram]]. | Sinkonina dapat digunakan untuk resolusi rasemat dan untuk presipitasi [[bismut]], [[kadmium]], [[germanium]], [[molibdenum]], dan [[wolfram]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinkonina&oldid=28533586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinkonina&oldid=28533586 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28533586 (2025-11-18T10:59:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.16
Sinkonina adalah alkaloid yang berasal dari kulit Cinchona. Secara struktural, senyawa ini termasuk dalam alkaloid kuinolina dan merupakan alkaloid minor terpenting dari kuinina.[1] Senyawa ini berupa bubuk kristal dan tidak berbau. Senyawa ini merupakan diastereomer dari sinkonidina.
Ketersedian di alam
Sinkonina ditemukan di banyak spesies Cinchona(famili Rubiaceae), seperti pada pohon Cinchona pubescens dan Cinchona officinalis[2] dan diisolasi dari kulit pohon. Dokter dan farmakolog Skotlandia, yakni Andrew Duncan, adalah orang pertama yang mengisolasi zat murni ini.[3][4]
Sifat
Sinkonina efektif melawan malaria, namun tidak sekuat kuinina.[5]
Kegunaan
Sinkonina dapat digunakan untuk resolusi rasemat dan untuk presipitasi bismut, kadmium, germanium, molibdenum, dan wolfram.[6]
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Johann Samuel Ersch, Johann Gottfried Gruber: Allgemeine Encyklopädie der Wissenschaften und Künste in alphabetischer Folge. 79. Teil. F.A. Brockhaus, Leipzig 1865, S. 262.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28533586 (2025-11-18T10:59:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.