Lompat ke isi

Barisan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28473777; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[matematika]], '''barisan''' (atau '''banjar''''','' atau bahkan secara istilah terkelirukan dengan [[Deret (matematika)|'''deret''']])  secara sederhana dapat dibayangkan sebagai suatu daftar benda (seperti bilangan, [[Fungsi (matematika)|fungsi]], [[Variabel acak|peubah acak]], dsb) yang diatur dalam suatu urutan tertentu. Tiap-tiap benda dalam barisan diberi nomor urut atau indeks untuk menunjukkan tempatnya benda tersebut dalam barisan itu. Benda dengan indeks ''i'' disebut ''suku ke-i''. Banyak suku dalam barisan (mungkin tak terhingga) disebut ''panjang'' barisan.
[[File:First_six_triangular_numbers.svg|thumb|right|280px|First six triangular numbers]]
 
Dalam [[matematika]], '''barisan'''<ref>Djari Kerami. ''Kamus Matematika''. Balai Pustaka. 2003.</ref> (atau '''banjar'''<ref>A.B Panggabean. ''Kalkulus Tingkat Lanjut''. Graha Ilmu. 2014. ISBN 978-602-262-264-2.</ref>'','' atau bahkan secara istilah terkelirukan dengan [[Deret (matematika)|'''deret''']])  secara sederhana dapat dibayangkan sebagai suatu daftar benda (seperti bilangan, [[Fungsi (matematika)|fungsi]], [[Variabel acak|peubah acak]], dsb) yang diatur dalam suatu urutan tertentu.<ref>Murray R. Spiegel. [http://worldcat.org/oclc/975000500 Teori dan soal-soal matematika dasar]. Erlangga. 1986.</ref> Tiap-tiap benda dalam barisan diberi nomor urut atau indeks untuk menunjukkan tempatnya benda tersebut dalam barisan itu.<ref>L. Kulpers. ''Permulaan Hitung Diferensial dan Integral IA''. Pradnya Paramita. 1973.</ref> Benda dengan indeks ''i'' disebut ''suku ke-i''. Banyak suku dalam barisan (mungkin tak terhingga) disebut ''panjang'' barisan.


Berbeda dengan [[Himpunan (matematika)|himpunan]], urutan suku dalam barisan sangat penting. Seperti barisan huruf (S, E, U, L G, I) adalah berbeda dengan barisan huruf (G, E ,U, L, I, S) walau himpunan nilai keduanya sama-sama {E, G, I, L, S, U}. Unsur yang tepat sama dapat muncul berulang kali pada tempat berbeda dalam suatu barisan. Seperti dalam barisan bilangan Fibonacci, angka 1 muncul pada suku pertama dan kedua.
Berbeda dengan [[Himpunan (matematika)|himpunan]], urutan suku dalam barisan sangat penting. Seperti barisan huruf (S, E, U, L G, I) adalah berbeda dengan barisan huruf (G, E ,U, L, I, S) walau himpunan nilai keduanya sama-sama {E, G, I, L, S, U}. Unsur yang tepat sama dapat muncul berulang kali pada tempat berbeda dalam suatu barisan. Seperti dalam barisan bilangan Fibonacci, angka 1 muncul pada suku pertama dan kedua.


Secara lebih tepat, suatu barisan dapat dipandang sebagai suatu [[fungsi (matematika)|fungsi]] dengan daerah asalnya adalah [[bilangan asli]].
Secara lebih tepat, suatu barisan dapat dipandang sebagai suatu [[fungsi (matematika)|fungsi]] dengan daerah asalnya adalah [[bilangan asli]].<ref>Afidah Khairunnisa. [https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=aX8YzqsAAAAJ&citation_for_view=aX8YzqsAAAAJ:roLk4NBRz8UC Matematika Dasar]. Rajawali Pers. 2018. ISBN 978-979-769-764-8.</ref>


Kebanyakan suku-suku barisan dibariskan menurut pola tertentu, yang dapat dirumuskan seperti [[Barisan dan deret aritmetika|barisan aritmetika]] dan [[Barisan dan deret geometri|barisan geometri]], atau yang dibentuk dengan aturan tertentu seperti [[Bilangan Fibonacci|barisan Fibonacci]] dan barisan [[bilangan prima]]. Namun secara umum barisan tidak perlu mengikut pola tertentu.
Kebanyakan suku-suku barisan dibariskan menurut pola tertentu, yang dapat dirumuskan seperti [[Barisan dan deret aritmetika|barisan aritmetika]] dan [[Barisan dan deret geometri|barisan geometri]], atau yang dibentuk dengan aturan tertentu seperti [[Bilangan Fibonacci|barisan Fibonacci]] dan barisan [[bilangan prima]]. Namun secara umum barisan tidak perlu mengikut pola tertentu.
Baris 9: Baris 11:
== Penulisan barisan ==
== Penulisan barisan ==
Barisan secara sederhana dapat dibayangkan sebagai daftar benda-benda yang ''berbaris''. Masing-masing anggota barisan disebut ''suku'' dan masing-masing suku lazim ditulis dengan lambang <math>u_n</math>, yaitu dengan huruf kecil dengan tikabawah sebagai melambangkan nomor urut suku tersebut. Secara lebih persis, barisan adalah aturan yang mengaitkan bilangan asli ke anggota suatu himpunan, yakni <math>1</math> dikaitkan dengan <math>u_1</math>, <math>2</math> dikaitkan dengan <math>u_2
Barisan secara sederhana dapat dibayangkan sebagai daftar benda-benda yang ''berbaris''. Masing-masing anggota barisan disebut ''suku'' dan masing-masing suku lazim ditulis dengan lambang <math>u_n</math>, yaitu dengan huruf kecil dengan tikabawah sebagai melambangkan nomor urut suku tersebut. Secara lebih persis, barisan adalah aturan yang mengaitkan bilangan asli ke anggota suatu himpunan, yakni <math>1</math> dikaitkan dengan <math>u_1</math>, <math>2</math> dikaitkan dengan <math>u_2
</math>, dan seterusnya. Dengan pengertian fungsi, dapat dipahami bahwa barisan adalah fungsi dari himpunan bilangan asli <math>U:\mathbb{N}\to K</math> untuk sebarang himpunan <math>K</math> dengan nilai <math>U(n)=u_n</math>. Barisan itu sendiri biasa dituliskan dengan lambang <math>U</math> atau <math>(u_n)</math> atau <math display="inline">(u_n\mid n\in\mathbb{N})</math> atau <math>\langle u_n\rangle</math>.
</math>, dan seterusnya. Dengan pengertian fungsi, dapat dipahami bahwa barisan adalah fungsi dari himpunan bilangan asli <math>U:\mathbb{N}\to K</math> untuk sebarang himpunan <math>K</math> dengan nilai <math>U(n)=u_n</math>.<ref>Julan Hernadi. ''Analisis Real Elementer: dengan Ilustrasi Grafis dan Numerik''. Erlangga. 2015. ISBN 978-602-298-591-4.</ref> Barisan itu sendiri biasa dituliskan dengan lambang <math>U</math> atau <math>(u_n)</math> atau <math display="inline">(u_n\mid n\in\mathbb{N})</math><ref>Endang Cahya. ''Analisis Real''. Universitas Terbuka. 2011. ISBN 978-979-011-674-0.</ref> atau <math>\langle u_n\rangle</math>.<ref>Hendra Gunawan. ''Pengantar Analisis Real''. Penerbit ITB. 2016. ISBN 978-602-7861-58-9.</ref>


== Penentuan barisan ==
== Penentuan barisan ==
Baris 20: Baris 22:


=== Mendaftarkan suku-sukunya ===
=== Mendaftarkan suku-sukunya ===
Bila suatu barisan itu hingga dan sedikit bilangan sukunya, maka baik juga untuk mendaftarkan seluruh anggotanya. Sebagai contoh, barisan aritmetika dengan suku awalnya 3, bedanya 7, dan banyak sukunya lima, dapat ditulis sebagai <math display="inline">(3,10,17,24,31)</math>. Kalau barisan itu hingga tetapi bilangan sukunya lumayan banyak, pendaftaran lansung dapat dilakukan dengan menuliskan beberapa suku awalnya, tanda titik tiga, dan beberapa suku akhirnya, seperti <math>(u_1, u_2, u_3,...,u_n)</math>. Jika barisan itu [[tak hingga]], biasanya ditulis beberapa suku kemudian diikuti tanda titik tiga, contohnya seperti barisan  <math>(2, 4, 6, 8 ,...)</math> yang merupakan barisan bilangan genap.
Bila suatu barisan itu hingga dan sedikit bilangan sukunya, maka baik juga untuk mendaftarkan seluruh anggotanya. Sebagai contoh, barisan aritmetika dengan suku awalnya 3, bedanya 7, dan banyak sukunya lima, dapat ditulis sebagai <math display="inline">(3,10,17,24,31)</math>. Kalau barisan itu hingga tetapi bilangan sukunya lumayan banyak, pendaftaran lansung dapat dilakukan dengan menuliskan beberapa suku awalnya, tanda titik tiga, dan beberapa suku akhirnya, seperti <math>(u_1, u_2, u_3,...,u_n)</math>. Jika barisan itu [[tak hingga]], biasanya ditulis beberapa suku kemudian diikuti tanda titik tiga, contohnya seperti barisan  <math>(2, 4, 6, 8 ,...)</math> yang merupakan barisan bilangan genap.


Baris 34: Baris 35:


=== Relasi perulangan ===
=== Relasi perulangan ===
Beberapa barisan juga dapat didefinisikan secara rekursif. Yakni, suatu suku pada barisan itu ditentukan oleh suku-suku sebelumnya. Beberapa contoh barisan yang biasa dinyatakan dengan relasi perulangan adalah [[Bilangan Fibonacci|barisan Fibonacci]] <math>a_n = a_{n-1} + a_{n-2},</math> dengan syarat awal <math>a_0 = 0</math> dan <math>a_1=1.</math> Juga [[barisan Recamán]] yang didefinisikan dengan<math display=block>\begin{cases}a_n = a_{n-1} - n,\quad \text{jika nilai yang didapat itu positif dan belum ada di dalam barisan,}\\a_n = a_{n-1} + n, \quad\text{selainnya},
Beberapa barisan juga dapat didefinisikan secara rekursif. Yakni, suatu suku pada barisan itu ditentukan oleh suku-suku sebelumnya. Beberapa contoh barisan yang biasa dinyatakan dengan relasi perulangan adalah [[Bilangan Fibonacci|barisan Fibonacci]] <math>a_n = a_{n-1} + a_{n-2},</math> dengan syarat awal <math>a_0 = 0</math> dan <math>a_1=1.</math> Juga [[barisan Recamán]] yang didefinisikan dengan<math display=block>\begin{cases}a_n = a_{n-1} - n,\quad \text{jika nilai yang didapat itu positif dan belum ada di dalam barisan,}\\a_n = a_{n-1} + n, \quad\text{selainnya},
\end{cases}</math>Barisan aritmetika dan barisan geometri pula dapat dirumuskan secara rekursif, yaitu <math>a_n = a_{n-1} + b,\ a_1=a</math>. untuk barisan aritmetika, dan <math>a_n = ra_{n-1},\ a_1=a</math> untuk barisan geometri.
\end{cases}</math>Barisan aritmetika dan barisan geometri pula dapat dirumuskan secara rekursif, yaitu <math>a_n = a_{n-1} + b,\ a_1=a</math>. untuk barisan aritmetika, dan <math>a_n = ra_{n-1},\ a_1=a</math> untuk barisan geometri.


== Penerapan barisan ==
== Penerapan barisan ==
Barisan dengan pola tersurat dapat menjadi jalan untuk mempelajari pengertian [[Fungsi (matematika)|fungsi]], [[Ruang (matematika)|ruang]], dan struktur matematika lainnya khususnya dengan sifat-sifat kekonvergenan barisan tak hingga. Sifat-sifat barisan tak hingga yang konvergen menuju suat nilai menjadi pengantar bagi teori limit, yang menjadi landasan bagi berbagai bidang kajian [[analisis matematis]], seperti pengertian [[limit fungsi]], pengertian [[turunan]], dan pengertian [[Integral Riemann|integral Riemman]].
Barisan dengan pola tersurat dapat menjadi jalan untuk mempelajari pengertian [[Fungsi (matematika)|fungsi]],<ref>Julan Hernadi. ''Analisis Real Elementer: dengan Ilustrasi Grafis dan Numerik''. Erlangga. 2015. ISBN 978-602-298-591-4.</ref> [[Ruang (matematika)|ruang]], dan struktur matematika lainnya khususnya dengan sifat-sifat kekonvergenan barisan tak hingga. Sifat-sifat barisan tak hingga yang konvergen menuju suat nilai menjadi pengantar bagi teori limit, yang menjadi landasan bagi berbagai bidang kajian [[analisis matematis]], seperti pengertian [[limit fungsi]], pengertian [[turunan]], dan pengertian [[Integral Riemann|integral Riemman]].


Barisan sendiri banyak muncul dalam penyelesaian masalah [[pencacahan]].
Barisan sendiri banyak muncul dalam penyelesaian masalah [[pencacahan]].


== Sifat barisan ==
== Sifat barisan ==
=== Kemonotonan barisan ===
=== Kemonotonan barisan ===
Suatu barisan dikatakan:
Suatu barisan dikatakan:


* ''monoton naik'' apabila untuk sebarang bilangan bulat <math>n</math> berlaku <math>a_n\leq a_{n+1}</math>,
* ''monoton naik'' apabila untuk sebarang bilangan bulat <math>n</math> berlaku <math>a_n\leq a_{n+1}</math>,  
* ''monoton naik sejati'' apabila untuk sebarang bilangan bulat <math>n</math> berlaku ''<math>a_n< a_{n+1}</math>,''
* ''monoton naik sejati'' apabila untuk sebarang bilangan bulat <math>n</math> berlaku ''<math>a_n< a_{n+1}</math>,''  
* ''monoton turun'' apabila untuk sebarang bilangan bulat <math>n</math> berlaku <math>a_n\geq a_{n+1}</math>,
* ''monoton turun'' apabila untuk sebarang bilangan bulat <math>n</math> berlaku <math>a_n\geq a_{n+1}</math>,  
* ''monoton turun sejati'' apabila untuk sebarang bilangan bulat <math>n</math> berlaku ''<math>a_n> a_{n+1}</math>,''
* ''monoton turun sejati'' apabila untuk sebarang bilangan bulat <math>n</math> berlaku ''<math>a_n> a_{n+1}</math>,''


Baris 57: Baris 56:


=== Kekonvergenan barisan ===
=== Kekonvergenan barisan ===
Secara sederhana, apabila himpunan daerah hasil suatu barisan telah dilengkapi suatu [[Metrik (matematika)|fungsi jarak]], barisan <math>(u_n)</math> dikatakan ''konvergen menuju <math>u</math>'' jika suku-suku barisan itu semakin kecil jaraknya dengan ''<math>u</math>'' ketika indeksnya semakin besar. Barisan dikatakan ''divergen'' apabila berlaku sebaliknya. Barisan yang suku-sukunya saling mendekati satu sama lain ketika bilangan indeksnya makin besar disebut [[barisan Cauchy]]. Menentukan kekonvergenan barisan adalah satu di antara kegiatan menarik dalam mentelaah barisan.
Secara sederhana, apabila himpunan daerah hasil suatu barisan telah dilengkapi suatu [[Metrik (matematika)|fungsi jarak]], barisan <math>(u_n)</math> dikatakan ''konvergen menuju <math>u</math>'' jika suku-suku barisan itu semakin kecil jaraknya dengan ''<math>u</math>'' ketika indeksnya semakin besar. Barisan dikatakan ''divergen'' apabila berlaku sebaliknya. Barisan yang suku-sukunya saling mendekati satu sama lain ketika bilangan indeksnya makin besar disebut [[barisan Cauchy]]. Menentukan kekonvergenan barisan adalah satu di antara kegiatan menarik dalam mentelaah barisan.


Baris 86: Baris 83:
* [[Cauchy product]]
* [[Cauchy product]]
* [[Limit suatu barisan]]
* [[Limit suatu barisan]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*  
*
*  
* [http://oeis.org/ The On-Line Encyclopedia of Integer Sequences]
* [http://oeis.org/ The On-Line Encyclopedia of Integer Sequences]
* [http://www.cs.uwaterloo.ca/journals/JIS/index.html Journal of Integer Sequences] (free)
* [http://www.cs.uwaterloo.ca/journals/JIS/index.html Journal of Integer Sequences] (free)
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Barisan&oldid=28473777 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28473777 (2025-11-14T03:58:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Barisan&oldid=28473777 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28473777 (2025-11-14T03:58:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 22.58

Berkas:First six triangular numbers.svg
First six triangular numbers

Dalam matematika, barisan[1] (atau banjar[2], atau bahkan secara istilah terkelirukan dengan deret) secara sederhana dapat dibayangkan sebagai suatu daftar benda (seperti bilangan, fungsi, peubah acak, dsb) yang diatur dalam suatu urutan tertentu.[3] Tiap-tiap benda dalam barisan diberi nomor urut atau indeks untuk menunjukkan tempatnya benda tersebut dalam barisan itu.[4] Benda dengan indeks i disebut suku ke-i. Banyak suku dalam barisan (mungkin tak terhingga) disebut panjang barisan.

Berbeda dengan himpunan, urutan suku dalam barisan sangat penting. Seperti barisan huruf (S, E, U, L G, I) adalah berbeda dengan barisan huruf (G, E ,U, L, I, S) walau himpunan nilai keduanya sama-sama {E, G, I, L, S, U}. Unsur yang tepat sama dapat muncul berulang kali pada tempat berbeda dalam suatu barisan. Seperti dalam barisan bilangan Fibonacci, angka 1 muncul pada suku pertama dan kedua.

Secara lebih tepat, suatu barisan dapat dipandang sebagai suatu fungsi dengan daerah asalnya adalah bilangan asli.[5]

Kebanyakan suku-suku barisan dibariskan menurut pola tertentu, yang dapat dirumuskan seperti barisan aritmetika dan barisan geometri, atau yang dibentuk dengan aturan tertentu seperti barisan Fibonacci dan barisan bilangan prima. Namun secara umum barisan tidak perlu mengikut pola tertentu.

Penulisan barisan

Barisan secara sederhana dapat dibayangkan sebagai daftar benda-benda yang berbaris. Masing-masing anggota barisan disebut suku dan masing-masing suku lazim ditulis dengan lambang un, yaitu dengan huruf kecil dengan tikabawah sebagai melambangkan nomor urut suku tersebut. Secara lebih persis, barisan adalah aturan yang mengaitkan bilangan asli ke anggota suatu himpunan, yakni 1 dikaitkan dengan u1, 2 dikaitkan dengan u2, dan seterusnya. Dengan pengertian fungsi, dapat dipahami bahwa barisan adalah fungsi dari himpunan bilangan asli U:K untuk sebarang himpunan K dengan nilai U(n)=un.[6] Barisan itu sendiri biasa dituliskan dengan lambang U atau (un) atau (unn)[7] atau un.[8]

Penentuan barisan

Barisan dapat ditentukan dengan beberapa cara. Yaitu dengan:

  • mendaftar seluruh sukunya apabila mungkin apalagi untuk barisan hingga atau mendaftarkan beberapa suku-suku awalnya,
  • menyuratkan rumus suku umumnya,
  • relasi perulangan
  • menerangkannya dengan kalimat.

Mendaftarkan suku-sukunya

Bila suatu barisan itu hingga dan sedikit bilangan sukunya, maka baik juga untuk mendaftarkan seluruh anggotanya. Sebagai contoh, barisan aritmetika dengan suku awalnya 3, bedanya 7, dan banyak sukunya lima, dapat ditulis sebagai (3,10,17,24,31). Kalau barisan itu hingga tetapi bilangan sukunya lumayan banyak, pendaftaran lansung dapat dilakukan dengan menuliskan beberapa suku awalnya, tanda titik tiga, dan beberapa suku akhirnya, seperti (u1,u2,u3,...,un). Jika barisan itu tak hingga, biasanya ditulis beberapa suku kemudian diikuti tanda titik tiga, contohnya seperti barisan (2,4,6,8,...) yang merupakan barisan bilangan genap.

Kelemahan cara ini adalah pola yang dimaksudkan mesti diduga oleh pembaca. Dugaan paling lazim untuk barisan (1,2,3...) adalah barisan bilangan asli (1,2,3,4,5,6.7...). Padahal boleh jadi yang dimaksud adalah barisan (1,2,3,1,7,24,53,...). Contoh lain pula, misal diketahui beberapa suku awal barisan yaitu (3,1,4,1,5,...) Antara dugaan yang mungkin adalah (3,1,4,1,5,1,6,7,...). Namun boleh jadi juga barisan sebenar yang dimaksudkan adalah barisan digit-digit pi, yaitu (3,1,4,1,5,9,2,6,5,...). Menemukan pola untuk beberapa suku awal yang diketahui adalah satu di antara kegiatan menarik dalam mempelajari barisan.

Menyuratkan rumus suku umumnya

Antara jalan keluar permasalahan pola barisan adalah dengan menentukan barisan dengan rumus suku umum barisan tersebut. Seperti suku

  • barisan balikan kuadrat bilangan asli dirumuskan sebagai an=1n2,
  • barisan Barisan tanda dirumuskan sebagai an=(1)n.
  • barisan aritmetika dengan suku awal a dan beda dua suku berurutan b dirumuskan sebagai an=a+(n1)b,
  • barisan geometri dengan suku awal a dan perbandingan dua suku berurutan r dirumuskan sebagai an=arn1.

Relasi perulangan

Beberapa barisan juga dapat didefinisikan secara rekursif. Yakni, suatu suku pada barisan itu ditentukan oleh suku-suku sebelumnya. Beberapa contoh barisan yang biasa dinyatakan dengan relasi perulangan adalah barisan Fibonacci an=an1+an2, dengan syarat awal a0=0 dan a1=1. Juga barisan Recamán yang didefinisikan dengan{an=an1n,jika nilai yang didapat itu positif dan belum ada di dalam barisan,an=an1+n,selainnya,Barisan aritmetika dan barisan geometri pula dapat dirumuskan secara rekursif, yaitu an=an1+b, a1=a. untuk barisan aritmetika, dan an=ran1, a1=a untuk barisan geometri.

Penerapan barisan

Barisan dengan pola tersurat dapat menjadi jalan untuk mempelajari pengertian fungsi,[9] ruang, dan struktur matematika lainnya khususnya dengan sifat-sifat kekonvergenan barisan tak hingga. Sifat-sifat barisan tak hingga yang konvergen menuju suat nilai menjadi pengantar bagi teori limit, yang menjadi landasan bagi berbagai bidang kajian analisis matematis, seperti pengertian limit fungsi, pengertian turunan, dan pengertian integral Riemman.

Barisan sendiri banyak muncul dalam penyelesaian masalah pencacahan.

Sifat barisan

Kemonotonan barisan

Suatu barisan dikatakan:

  • monoton naik apabila untuk sebarang bilangan bulat n berlaku anan+1,
  • monoton naik sejati apabila untuk sebarang bilangan bulat n berlaku an<an+1,
  • monoton turun apabila untuk sebarang bilangan bulat n berlaku anan+1,
  • monoton turun sejati apabila untuk sebarang bilangan bulat n berlaku an>an+1,

Barisan terbatas

Suatu barisan dikatakan terbatas di atas jika ada nilai A sedemikian sehingga untuk semua suku barisan itu berlaku un<A. Suatu barisan dikatakan terbatas di bawah jika ada nilai B sedemikian sehingga untuk semua suku barisan itu berlaku un<B. Suatu barisan dikatakan terbatas jika barisan itu terbatas di atas dan terbatas di bawah.

Kekonvergenan barisan

Secara sederhana, apabila himpunan daerah hasil suatu barisan telah dilengkapi suatu fungsi jarak, barisan (un) dikatakan konvergen menuju u jika suku-suku barisan itu semakin kecil jaraknya dengan u ketika indeksnya semakin besar. Barisan dikatakan divergen apabila berlaku sebaliknya. Barisan yang suku-sukunya saling mendekati satu sama lain ketika bilangan indeksnya makin besar disebut barisan Cauchy. Menentukan kekonvergenan barisan adalah satu di antara kegiatan menarik dalam mentelaah barisan.

Lihat juga

Jenis

Konsep terkait

Operasi

Pranala luar

Referensi

  1. Djari Kerami. Kamus Matematika. Balai Pustaka. 2003.
  2. A.B Panggabean. Kalkulus Tingkat Lanjut. Graha Ilmu. 2014. ISBN 978-602-262-264-2.
  3. Murray R. Spiegel. Teori dan soal-soal matematika dasar. Erlangga. 1986.
  4. L. Kulpers. Permulaan Hitung Diferensial dan Integral IA. Pradnya Paramita. 1973.
  5. Afidah Khairunnisa. Matematika Dasar. Rajawali Pers. 2018. ISBN 978-979-769-764-8.
  6. Julan Hernadi. Analisis Real Elementer: dengan Ilustrasi Grafis dan Numerik. Erlangga. 2015. ISBN 978-602-298-591-4.
  7. Endang Cahya. Analisis Real. Universitas Terbuka. 2011. ISBN 978-979-011-674-0.
  8. Hendra Gunawan. Pengantar Analisis Real. Penerbit ITB. 2016. ISBN 978-602-7861-58-9.
  9. Julan Hernadi. Analisis Real Elementer: dengan Ilustrasi Grafis dan Numerik. Erlangga. 2015. ISBN 978-602-298-591-4.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28473777 (2025-11-14T03:58:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.