Natrium: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29571813; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Na_(Sodium).jpg|thumb|right|280px|Na (Sodium)]] | |||
'''Natrium''' merupakan [[logam]] lunak, putih keperakan, dan sangat reaktif. Natrium termasuk dalam [[logam alkali]], berada pada golongan 1 tabel periodik, karena memiliki satu elektron di kulit terluarnya yang mudah disumbangkannya, menciptakan atom bermuatan positif—[[kation]] Na. Satu-satunya [[isotop]] stabil adalah Na. Logam bebasnya tidak terdapat di [[alam]], tapi harus dibuat dari senyawanya. Natrium adalah [[Kelimpahan unsur dalam kerak bumi|unsur keenam paling melimpah dalam kerak bumi]], dan terdapat di banyak [[mineral]] seperti [[feldspar]], [[sodalit]] dan [[halit]] (garam batu, NaCl). Banyak garam natrium sangat larut dalam air: ion natrium telah [[Pelindian (kimia)|dilindi]] oleh aksi air dari [[mineral]] [[Bumi]] selama ribuan tahun, dan dengan demikian natrium Dan [[klorin]] adalah unsur terlarut yang paling umum terjadi di lautan (berdasarkan berat). | '''Natrium''' merupakan [[logam]] lunak, putih keperakan, dan sangat reaktif. Natrium termasuk dalam [[logam alkali]], berada pada golongan 1 tabel periodik, karena memiliki satu elektron di kulit terluarnya yang mudah disumbangkannya, menciptakan atom bermuatan positif—[[kation]] Na. Satu-satunya [[isotop]] stabil adalah Na. Logam bebasnya tidak terdapat di [[alam]], tapi harus dibuat dari senyawanya. Natrium adalah [[Kelimpahan unsur dalam kerak bumi|unsur keenam paling melimpah dalam kerak bumi]], dan terdapat di banyak [[mineral]] seperti [[feldspar]], [[sodalit]] dan [[halit]] (garam batu, NaCl). Banyak garam natrium sangat larut dalam air: ion natrium telah [[Pelindian (kimia)|dilindi]] oleh aksi air dari [[mineral]] [[Bumi]] selama ribuan tahun, dan dengan demikian natrium Dan [[klorin]] adalah unsur terlarut yang paling umum terjadi di lautan (berdasarkan berat). | ||
| Baris 8: | Baris 10: | ||
== Karakteristik == | == Karakteristik == | ||
=== Fisika === | === Fisika === | ||
Natrium pada [[suhu dan tekanan standar]] adalah logam lunak keperakan yang jika bereaksi dengan oksigen di udara dan membentuk [[natrium oksida]] berwarna putih keabu-abun kecuali direndam dalam minyak atau gas inert, yang merupakan kondisi penyimpanan umumnya. Logam natrium dapat dengan mudah dipotong menggunakan pisau dan merupakan konduktor [[listrik]] dan panas yang baik, karena hanya memiliki satu elektron pada kelopak valensinya, sehingga menghasilkan [[ikatan logam]] dan [[elektron bebas]] yang lemah, yang membawa energi. Akibat massa atomnya yang rendah dan jari-jari atomnya yang panjang, natrium adalah unsur logam dengan densitas paling rendah ke-3 di antara seluruh logam dan salah satu dari tiga logam yang dapat terapung di air, dua lainnya adalah [[litium]] dan [[kalium]].<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 75</ref> Titik lebur (98 °C) dan didih (883 °C) natrium lebih rendah daripada litium tetapi lebih tinggi daripada logam alkali yang lebih berat (kalium, [[rubidium]], dan [[sesium]]), mengikuti tren periodik sepanjang golongan dari atas ke bawah.<ref>[http://www.encyclopedia.com/science-and-technology/chemistry/compounds-and-elements/alkali-metals "Alkali Metals." Science of Everyday Things]. ''Encyclopedia.com''.</ref> Sifat ini berubah secara dramatis pada kenaikan tekanan: pada 1,5 [[Bar (satuan)|Mbar]], warna berubah dari keperakan menjadi hitam; pada 1,9 Mbar menjadi transparan dengan warna merah; dan pada 3 Mbar, natrium berupa padatan jernih dan transparan. Semua [[alotropi]] tekanan tinggi ini bersifat isolator dan [[elektrida]].<ref>M. Gatti. ''Sodium: A Charge-Transfer Insulator at High Pressures''. ''Physical Review Letters''. 2010. Vol. 104 (21). hlm. 216404. doi:10.1103/PhysRevLett.104.216404.</ref> | |||
Dalam [[uji nyala api]], natrium dan senyawanya menghasilkan warna kuning<ref>Walter Schumann. ''Minerals of the World''. Sterling. 5 August 2008. hlm. 28. ISBN 978-1-4027-5339-8.</ref> karena elektron [[orbital atom|3s]] natrium yang tereksitasi memancarkan [[foton]] ketika mereka kembali dari 3p ke 3s; panjang gelombang foton ini berada pada [[garis D2|garis D]] sekitar 589,3 nm. [[interaksi spin–orbit]] yang melibatkan elektron pada orbital 3p memecah garis D menjadi dua, pada 589,0 dan 589,6 nm; [[struktur hiperhalus]] yang melibatkan kedua orbital menyebabkan garis lebih banyak.<ref>M. L. Citron. ''Experimental Study of Power Broadening in a Two-Level Atom''. ''Physical Review A''. 1977. Vol. 16 (4). hlm. 1507–1512. doi:10.1103/PhysRevA.16.1507.</ref> | |||
Dalam [[uji nyala api]], natrium dan senyawanya menghasilkan warna kuning karena elektron [[orbital atom|3s]] natrium yang tereksitasi memancarkan [[foton]] ketika mereka kembali dari 3p ke 3s; panjang gelombang foton ini berada pada [[garis D2|garis D]] sekitar 589,3 nm. [[interaksi spin–orbit]] yang melibatkan elektron pada orbital 3p memecah garis D menjadi dua, pada 589,0 dan 589,6 nm; [[struktur hiperhalus]] yang melibatkan kedua orbital menyebabkan garis lebih banyak. | |||
=== Isotop === | === Isotop === | ||
Ada dua puluh isotop natrium yang diketahui, namun hanya Na yang stabil. Na dibuat dalam [[proses pembakaran karbon]] dalam [[bintang|bintang-bintang]] melalui peleburan dua atom [[karbon]] bersama-sama; ini memerlukan suhu di atas 600 megakelvin dan sebuah bintang bermassa sekurang-kurangnya tiga kali massa matahari.<ref>P. A. Denisenkov. ''Sodium Synthesis in Hydrogen Burning Stars''. ''Soviet Astronomy Letters''. 1987. Vol. 13. hlm. 214.</ref> Dua isotop [[kosmogenik]], [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] adalah produk sampingan dari [[spalasi sinar kosmis]]: Na dengan [[waktu paruh]] 2,6 tahun dan Na, waktu paruh 15 jam; semua isotop lainnya memiliki waktu paruh kurang dari satu menit.<ref>Georges Audi. ''The NUBASE Evaluation of Nuclear and Decay Properties''. ''Nuclear Physics A''. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.</ref> Dua [[isomer nuklir]] telah ditemukan, yang memiliki umur terpanjang adalah Na dengan waktu paruh sekitar 20,2 milidetik. Radiasi neutron akut, seperti dari [[kecelakaan kegentingan]], mengubah beberapa Na yang stabil dalam darah manusia menjadi Na; dosis radiasi neutron pada korban dapat dihitung dengan mengukur konsentrasi Na relatif terhadap Na.<ref>F. W. Sanders. ''Neutron Activation of Sodium in Anthropomorphous Phantoms''. ''HealthPhysics''. 1962. Vol. 8 (4). hlm. 371–379. doi:10.1097/00004032-196208000-00005.</ref> | |||
Ada dua puluh isotop natrium yang diketahui, namun hanya Na yang stabil. Na dibuat dalam [[proses pembakaran karbon]] dalam [[bintang|bintang-bintang]] melalui peleburan dua atom [[karbon]] bersama-sama; ini memerlukan suhu di atas 600 megakelvin dan sebuah bintang bermassa sekurang-kurangnya tiga kali massa matahari. Dua isotop [[kosmogenik]], [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] adalah produk sampingan dari [[spalasi sinar kosmis]]: Na dengan [[waktu paruh]] 2,6 tahun dan Na, waktu paruh 15 jam; semua isotop lainnya memiliki waktu paruh kurang dari satu menit. Dua [[isomer nuklir]] telah ditemukan, yang memiliki umur terpanjang adalah Na dengan waktu paruh sekitar 20,2 milidetik. Radiasi neutron akut, seperti dari [[kecelakaan kegentingan]], mengubah beberapa Na yang stabil dalam darah manusia menjadi Na; dosis radiasi neutron pada korban dapat dihitung dengan mengukur konsentrasi Na relatif terhadap Na. | |||
== Kimia == | == Kimia == | ||
Atom natrium memiliki 11 elektron, lebih banyak satu daripada konfigurasi [[gas mulia]] [[neon]] yang sangat stabil. Oleh karena itu, dan katena [[energi ionisasi]] pertamanya yang rendah pada 495,8 kJ/mol, atom natrium jauh lebih mudah kehilangan elektron terakhir dan menjadi bermuatan positif daripada mendapatkan satu elektron untuk menjadi bermuatan negatif. Proses ini membutuhkan sangat sedikit energi sehingga natrium mudah teroksidasi dengan melepaskan elektron ke-11nya. Sebaliknya, energi ionisasi kedua sangat tinggi (4562 kJ/mol), karena elektron ke-10 lebih dekat ke inti atom daripada elektron ke-11. Akibatnya, natrium biasanya membentuk [[senyawa ionik]] sebagai kation Na. | Atom natrium memiliki 11 elektron, lebih banyak satu daripada konfigurasi [[gas mulia]] [[neon]] yang sangat stabil. Oleh karena itu, dan katena [[energi ionisasi]] pertamanya yang rendah pada 495,8 kJ/mol, atom natrium jauh lebih mudah kehilangan elektron terakhir dan menjadi bermuatan positif daripada mendapatkan satu elektron untuk menjadi bermuatan negatif.<ref>Sobrasua Ibim. ''Biology: Threads of Life''. Xlibris Corporation, 2010. hlm. 27. ISBN 1-4535-2068-6.</ref> Proses ini membutuhkan sangat sedikit energi sehingga natrium mudah teroksidasi dengan melepaskan elektron ke-11nya. Sebaliknya, energi ionisasi kedua sangat tinggi (4562 kJ/mol), karena elektron ke-10 lebih dekat ke inti atom daripada elektron ke-11. Akibatnya, natrium biasanya membentuk [[senyawa ionik]] sebagai kation Na.<ref>Lawrie Ryan. [https://archive.org/details/cambridgeinterna0000ryan Cambridge International AS and A Level Chemistry Coursebook]. Cambridge University Press, 2014. 2014. hlm. [https://archive.org/details/cambridgeinterna0000ryan/page/n309 36]. ISBN 1-107-63845-3.</ref> | ||
Tingkat oksidasi natrium yang paling umum adalah +1. Ia umumnya tidak sereaktif [[kalium]] tetapi lebih reaktif daripada [[litium]]. Logam natrium adalah reduktor kuat, dengan [[potensial reduksi standar]] untuk pasangan Na/Na adalah −2.71 volt, meskipun kalium dan litium memiliki potensial yang lebih negatif. | Tingkat oksidasi natrium yang paling umum adalah +1. Ia umumnya tidak sereaktif [[kalium]] tetapi lebih reaktif daripada [[litium]].<ref>N. De Leon. [http://www.iun.edu/~cpanhd/C101webnotes/modern-atomic-theory/alkali-reac.html Reactivity of Alkali Metals]. Indiana University Northwest.</ref> Logam natrium adalah reduktor kuat, dengan [[potensial reduksi standar]] untuk pasangan Na/Na adalah −2.71 volt,<ref>Peter W. Atkins. [https://archive.org/details/physicalchemistr0000atki Physical Chemistry]. W. H. Freeman. 2002. ISBN 978-0-7167-3539-7.</ref> meskipun kalium dan litium memiliki potensial yang lebih negatif.<ref>Julian A. Davies. [https://archive.org/details/syntheticcoordin0000unse Synthetic Coordination Chemistry: Principles and Practice]. World Scientific. 1996. hlm. [https://archive.org/details/syntheticcoordin0000unse/page/293 293]. ISBN 978-981-02-2084-6.</ref> | ||
=== Garam dan oksida === | === Garam dan oksida === | ||
Senyawa natrium memiliki kepentingan komersial yang sangat besar, terutama bagi industri yang memproduksi [[kaca]], [[kertas]], [[sabun]], dan [[tekstil]].<ref>Alfred Klemm, Gabriele Hartmann, Ludwig Lange, "Sodium and Sodium Alloys" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2005, Wiley-VCH, Weinheim.</ref> Senyawa natrium yang paling penting adalah [[garam dapur]] (Na[[klorida|Cl]]), [[Natrium karbonat|soda abu]] (Na<sub>2</sub>[[karbonat|CO<sub>3</sub>]]), [[baking soda]] (Na[[Bikarbonat|HCO<sub>3</sub>]]), [[Natrium hidroksida|soda api]] (NaOH), [[natrium nitrat]] (Na[[nitrat|NO<sub>3</sub>]]), di- dan tri-natrium fosfate, [[natrium tiosulfat]] (Na<sub>2</sub>[[tiosulfat|S<sub>2</sub>O<sub>3</sub>]]·5H<sub>2</sub>O), serta [[boraks]] (Na<sub>2</sub>[[boron|B]]<sub>4</sub>O<sub>7</sub>·10H<sub>2</sub>O).<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/931 931]–943. ISBN 3-11-007511-3.</ref> Dalam senyawa, natrium biasanya [[ikatan ionik|berikatan ionik]] dengan air dan anion, serta dianggap sebagai sebuah [[asam Lewis]] [[Teori HSAB|kuat]].<ref>James A. Cowan. [https://archive.org/details/inorganicbiochem0000cowa Inorganic Biochemistry: An Introduction]. Wiley-VCH. 1997. hlm. [https://archive.org/details/inorganicbiochem0000cowa/page/n7 7]. ISBN 978-0-471-18895-7.</ref> | |||
Sebagian besar [[sabun]] adalah garam natrium dari [[asam lemak]]. Sabun natrium memiliki titik leleh lebih tinggi (dan tampaknya "lebih kuat") daripada sabun kalium.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/931 931]–943. ISBN 3-11-007511-3.</ref> | |||
Seperti semua [[logam alkali]], natrium be[[reaksi eksotermik]] dengan air, dan potongan yang cukup besar meleleh dan bisa meledak. Reaksinya menghasilkan soda api ([[natrium hidroksida]]) dan gas [[hidrogen]] yang mudah terbakar. Ketika terbakar di udara, ia membentuk, terutama, [[natrium peroksida]] dan [[natrium oksida]].<ref>Greenwoood and Earnshaw, p. 84</ref> | |||
Seperti semua [[logam alkali]], natrium be[[reaksi eksotermik]] dengan air, dan potongan yang cukup besar meleleh dan bisa meledak. Reaksinya menghasilkan soda api ([[natrium hidroksida]]) dan gas [[hidrogen]] yang mudah terbakar. Ketika terbakar di udara, ia membentuk, terutama, [[natrium peroksida]] dan [[natrium oksida]]. | |||
=== Larutan air === | === Larutan air === | ||
Natrium cenderung membentuk senyawa yang larut dalam air, seperti [[halida]], [[sulfat]], [[nitrat]], [[karboksilat]] dan [[karbonat]]. Spesies akuatik utama adalah kompleks akuo [Na(H<sub>2</sub>O)<sub>''n''</sub>]<sup>+</sup>, di mana ''n'' = 4–8; dengan ''n'' = 6 menunjukkan data dari difraksi sinar X dan simulasi komputer. | Natrium cenderung membentuk senyawa yang larut dalam air, seperti [[halida]], [[sulfat]], [[nitrat]], [[karboksilat]] dan [[karbonat]]. Spesies akuatik utama adalah kompleks akuo [Na(H<sub>2</sub>O)<sub>''n''</sub>]<sup>+</sup>, di mana ''n'' = 4–8; dengan ''n'' = 6 menunjukkan data dari difraksi sinar X dan simulasi komputer.<ref>S. F. Lincoln. ''Comprehensive Coordination Chemistry II''. 2004. hlm. 515. doi:10.1016/B0-08-043748-6/01055-0. ISBN 978-0-08-043748-4.</ref> | ||
Presipitasi langsung garam natrium dari larutan akuatik jarang terjadi karena garam natrium biasanya memiliki afinitas tinggi terhadap air; kecuali [[natrium bismutat]] (NaBiO<sub>3</sub>). Oleh karena itu, garam natrium biasanya diisolasi sebagai padatan dengan penguapan atau melalui presipitasi dengan pelarut organik, seperti [[etanol]]; sebagai contoh, hanya 0,35 g/L natrium klorida yang akan larut dalam etanol. [[Eter mahkota]], seperti [[15-mahkota-5]], dapat digunakan sebagai [[katalis transfer fase]]. | Presipitasi langsung garam natrium dari larutan akuatik jarang terjadi karena garam natrium biasanya memiliki afinitas tinggi terhadap air; kecuali [[natrium bismutat]] (NaBiO<sub>3</sub>).<ref>John Aurie Dean. ''Lange's Handbook of Chemistry''. McGraw-Hill. 1998. ISBN 0-07-016384-7.</ref> Oleh karena itu, garam natrium biasanya diisolasi sebagai padatan dengan penguapan atau melalui presipitasi dengan pelarut organik, seperti [[etanol]]; sebagai contoh, hanya 0,35 g/L natrium klorida yang akan larut dalam etanol.<ref>J. Burgess. [https://archive.org/details/metalionsinsolut0000john Metal Ions in Solution]. Ellis Horwood. 1978. ISBN 0-85312-027-7.</ref> [[Eter mahkota]], seperti [[15-mahkota-5]], dapat digunakan sebagai [[katalis transfer fase]].<ref>Charles M. Starks. ''Phase-Transfer Catalysis: Fundamentals, Applications, and Industrial Perspectives''. Chapman & Hall. 1994. hlm. 162. ISBN 978-0-412-04071-9.</ref> | ||
Kandungan natrium dalam jumlah besar dapat ditentukan dengan perlakuan menggunakan [[uranil seng asetat]] sangat berlebih; heksa hidratnya, ·6HO mengendap dan [[gravimetri|dapat ditimbang]]. Sesium dan rubidium tidak mengganggu reaksi ini, tapi kalium dan litium mengganggu. Konsentrasi natrium yang lebih rendah dapat ditentukan dengan [[spektroskopi serapan atom|spektrofotometri serapan atom]] atau dengan [[potensiometri]] menggunakan elektrode ion selektif. | Kandungan natrium dalam jumlah besar dapat ditentukan dengan perlakuan menggunakan [[uranil seng asetat]] sangat berlebih; heksa hidratnya, ·6HO mengendap dan [[gravimetri|dapat ditimbang]]. Sesium dan rubidium tidak mengganggu reaksi ini, tapi kalium dan litium mengganggu.<ref>H. H. Barber. ''Gravimetric Determination of Sodium by the Uranyl Zinc Acetate Method. Ii. Application in the Presence of Rubidium, Cesium, Potassium, Lithium, Phosphate or Arsenate''. ''J. Am. Chem. Soc''. 1929. Vol. 51 (11). hlm. 3233–3237. doi:10.1021/ja01386a008.</ref> Konsentrasi natrium yang lebih rendah dapat ditentukan dengan [[spektroskopi serapan atom|spektrofotometri serapan atom]]<ref>G. R. Kingsley. [http://www.jbc.org/content/206/2/807 Micro-flame Photometric Determination of Sodium, Potassium and Calcium in Serum with Solvents]. ''J. Biol. Chem''. 1954. Vol. 206 (2). hlm. 807–15.</ref> atau dengan [[potensiometri]] menggunakan elektrode ion selektif.<ref>G. B. Levy. [http://www.clinchem.org/content/27/8/1435 Determination of Sodium with Ion-Selective Electrodes]. ''Clinical Chemistry''. 1981. Vol. 27 (8). hlm. 1435–1438.</ref> | ||
=== Elektrida dan sodida === | === Elektrida dan sodida === | ||
Seperti logam alkali lainnya, natrium larut dalam amonia dan beberapa amina menghasilkan larutan berwarna; penguapan larutan ini meninggalkan film natrium berkilau metalik. Larutannya mengandung [[kompleks koordinasi]] (Na(NH<sub>3</sub>)<sub>6</sub>)<sup>+</sup>, dengan muatan positif yang diimbangi oleh [[elektrida]] (elektron sebagai anion); [[kriptan]] memungkinkan isolasi kompleks ini sebagai padatan kristal. Natrium membentuk kompleks dengan eter mahkota, kriptan dan ligan lainnya. Contohnya, [[15-mahkota-5]] memiliki afinitas tinggi terhadap natrium karena ukuran rongga (''cavity'') 15-mahkota-5 adalah 1,7–2,2 Å, yang cukup pas untuk ion natrium (1,9 Å). Kriptan, seperti eter mahkota dan ion [[ionofor]] lainnya, juga memiliki afinitas tinggi terhadap ion natrium; derivat [[alkalida]] Na<sup>−</sup> dapat diperoleh dengan adisi kriptan pada larutan natrium dalam amonia melalui [[disproporsionasi]]. | Seperti logam alkali lainnya, natrium larut dalam amonia dan beberapa amina menghasilkan larutan berwarna; penguapan larutan ini meninggalkan film natrium berkilau metalik. Larutannya mengandung [[kompleks koordinasi]] (Na(NH<sub>3</sub>)<sub>6</sub>)<sup>+</sup>, dengan muatan positif yang diimbangi oleh [[elektrida]] (elektron sebagai anion); [[kriptan]] memungkinkan isolasi kompleks ini sebagai padatan kristal. Natrium membentuk kompleks dengan eter mahkota, kriptan dan ligan lainnya.<ref>''Applications of the Newer Techniques of Analysis''. Springer Science & Business Media, 2012. hlm. 160. ISBN 1-4684-3318-0.</ref> Contohnya, [[15-mahkota-5]] memiliki afinitas tinggi terhadap natrium karena ukuran rongga (''cavity'') 15-mahkota-5 adalah 1,7–2,2 Å, yang cukup pas untuk ion natrium (1,9 Å).<ref>''Design, Fabrication, Properties and Applications of Smart and Advanced Materials''. CRC Press, 2016. hlm. 175. ISBN 1-4987-2249-0.</ref><ref>''Anionic Polymerization: Principles, Practice, Strength, Consequences and Applications''. Springer, 2015. hlm. 349. ISBN 4-431-54186-1.</ref> Kriptan, seperti eter mahkota dan ion [[ionofor]] lainnya, juga memiliki afinitas tinggi terhadap ion natrium; derivat [[alkalida]] Na<sup>−</sup> dapat diperoleh<ref>J. L. Dye. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_1974-01-23_96_2/page/608 Crystalline Salt of the Sodium Anion (Na − )]. ''J. Am. Chem. Soc''. 1974. Vol. 96 (2). hlm. 608–609. doi:10.1021/ja00809a060.</ref> dengan adisi kriptan pada larutan natrium dalam amonia melalui [[disproporsionasi]].<ref>A. F. Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref> | ||
=== Senyawa organonatrium === | === Senyawa organonatrium === | ||
Banyak senyawa organonatrium yang telah dibuat. Mereka berperilaku seperti sumber [[karbanion]] (garam dengan [[anion]] organik), karena polaritas ikatan C-Na yang tinggi. Beberapa derivat yang terkenal termasuk [[natrium siklopentadienida]] (NaC<sub>5</sub>H<sub>5</sub>) dan tritil natrium ((C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>)<sub>3</sub>CNa).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium&oldid=29571813 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Oleh karena kation Na<sup>+</sup> berukuran besar dan memiliki kekuatan polarisasi yang sangat rendah, ia dapat menstabilkan radikal anion besar, aromatik, terpolarisasi, seperti pada [[natrium naftalenida]], Na<sup>+</sup>[C<sub>10</sub>H<sub>8</sub>•]<sup>−</sup>, sebuah reduktor kuat.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 111</ref> | |||
Banyak senyawa organonatrium yang telah dibuat. Mereka berperilaku seperti sumber [[karbanion]] (garam dengan [[anion]] organik), karena polaritas ikatan C-Na yang tinggi. Beberapa derivat yang terkenal termasuk [[natrium siklopentadienida]] (NaC<sub>5</sub>H<sub>5</sub>) dan tritil natrium ((C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>)<sub>3</sub>CNa). Oleh karena kation Na<sup>+</sup> berukuran besar dan memiliki kekuatan polarisasi yang sangat rendah, ia dapat menstabilkan radikal anion besar, aromatik, terpolarisasi, seperti pada [[natrium naftalenida]], Na<sup>+</sup>[C<sub>10</sub>H<sub>8</sub>•]<sup>−</sup>, sebuah reduktor kuat. | |||
=== Senyawa intermetalik === | === Senyawa intermetalik === | ||
Natrium membentuk paduan dengan banyak logam, seperti [[kalium]], [[kalsium]], [[timbal]], dan unsur [[Unsur golongan 11|golongan 11]] serta [[Unsur golongan 12|12]]. Natrium dan kalium membentuk KNa dan [[NaK]]. NaK adalah kalium 40-90% dan berwujud cair pada [[suhu ambien]]. Ia adalah penghantar panas dan listrik yang sangat baik. Paduan natrium-kalsium adalah produk sampingan dari produksi elektrolitik natrium dari campuran garam biner NaCl-CaCl dan campuran terner NaCl-CaCl-BaCl. [[Ketercampuran]] kalsium dengan natrium hanya sebagian. Dalam keadaan cair, natrium bercampur sempurna dengan [[timbal]]. Terdapat beberapa metode untuk membuat paduan natrium-timbal. Salah satunya adalah mencairkan keduanya bersama-sama dan yang lainnya adalah mendepositkan natrium secara elektrolitik pada katode timbal cair. , NaPb, , , dan adalah beberapa paduan natrium-timbal yang diketahui. Natrium juga membentuk paduan dengan [[emas]] (NaAu) dan [[perak]] (NaAg). Logam golongan 12 ([[seng]], [[kadmium]] dan [[raksa]] diketahui membuat paduan dengan natrium. NaZn dan NaCd adalah paduan dengan seng dan kadmium. Natrium dan raksa membentuk NaHg, NaHg, NaHg, , dan NaHg. | Natrium membentuk paduan dengan banyak logam, seperti [[kalium]], [[kalsium]], [[timbal]], dan unsur [[Unsur golongan 11|golongan 11]] serta [[Unsur golongan 12|12]]. Natrium dan kalium membentuk KNa dan [[NaK]]. NaK adalah kalium 40-90% dan berwujud cair pada [[suhu ambien]]. Ia adalah penghantar panas dan listrik yang sangat baik. Paduan natrium-kalsium adalah produk sampingan dari produksi elektrolitik natrium dari campuran garam biner NaCl-CaCl dan campuran terner NaCl-CaCl-BaCl. [[Ketercampuran]] kalsium dengan natrium hanya sebagian. Dalam keadaan cair, natrium bercampur sempurna dengan [[timbal]]. Terdapat beberapa metode untuk membuat paduan natrium-timbal. Salah satunya adalah mencairkan keduanya bersama-sama dan yang lainnya adalah mendepositkan natrium secara elektrolitik pada katode timbal cair. , NaPb, , , dan adalah beberapa paduan natrium-timbal yang diketahui. Natrium juga membentuk paduan dengan [[emas]] (NaAu) dan [[perak]] (NaAg). Logam golongan 12 ([[seng]], [[kadmium]] dan [[raksa]] diketahui membuat paduan dengan natrium. NaZn dan NaCd adalah paduan dengan seng dan kadmium. Natrium dan raksa membentuk NaHg, NaHg, NaHg, , dan NaHg.<ref>Fathi Habashi. ''Alloys: Preparation, Properties, Applications''. John Wiley & Sons, 2008. hlm. 278–280. ISBN 3-527-61192-4.</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Oleh karena pentingnya dalam metabolisme manusia, garam telah lama menjadi komoditas penting, seperti yang ditunjukkan oleh kata bahasa Inggris ''salary'' (), yang berasal dari ''salarium'', wafer garam (garam bata) kadang diberikan kepada tentara Romawi bersamaan dengan upah mereka lainnya. Di Eropa abad pertengahan, senyawa natrium dengan nama Latin ''sodanum'' digunakan sebagai obat [[sakit kepala]]. Nama ''soda'' diperkirakan berasal dari bahasa Arab ''suda'', yang berarti sakit kepala, karena sifat natrium karbonat atau soda yang dapat mengurangi sakit kepala sudah dikenal sejak awal. Meskipun natrium, kadang-kadang disebut ''soda'', telah lama dikenal dalam senyawanya, logam itu sendiri baru diisolasi pada tahu 1807 oleh [[Humphry Davy|Sir Humphry Davy]] melalui [[elektrolisis]] [[natrium hidroksida]]. Pada tahun 1809, fisikawan sekaligus kimiawan Jerman [[Ludwig Wilhelm Gilbert]] mengusulkan nama ''Natronium'' untuk "natrium" temuan Humphry Davy dan ''Kalium'' untuk "kalium" temuan Davy. Singkatan kimia untuk natrium pertama kali diterbitkan pada tahun 1814 oleh [[Jöns Jakob Berzelius]] dalam sistem simbol atomnya, dan merupakan singkatan dari nama unsur [[Neo Latin]] ''natrium'', yang mengacu pada bahasa Mesir ''[[natron]]'', garam mineral alami yang kandungan utamanya adalah natrium karbonat terhidrasi. Natron secara historis memiliki beberapa keperluan industri dan rumah tangga yang penting, kemudian digantikan oleh senyawa natrium lainnya. | Oleh karena pentingnya dalam metabolisme manusia, garam telah lama menjadi komoditas penting, seperti yang ditunjukkan oleh kata bahasa Inggris ''salary'' (), yang berasal dari ''salarium'', wafer garam (garam bata) kadang diberikan kepada tentara Romawi bersamaan dengan upah mereka lainnya. Di Eropa abad pertengahan, senyawa natrium dengan nama Latin ''sodanum'' digunakan sebagai obat [[sakit kepala]]. Nama ''soda'' diperkirakan berasal dari bahasa Arab ''suda'', yang berarti sakit kepala, karena sifat natrium karbonat atau soda yang dapat mengurangi sakit kepala sudah dikenal sejak awal.<ref>David E. Newton. [https://archive.org/details/chemicalelements01newt Chemical Elements]. 1999. ISBN 978-0-7876-2847-5.</ref> Meskipun natrium, kadang-kadang disebut ''soda'', telah lama dikenal dalam senyawanya, logam itu sendiri baru diisolasi pada tahu 1807 oleh [[Humphry Davy|Sir Humphry Davy]] melalui [[elektrolisis]] [[natrium hidroksida]].<ref>Humphry Davy. [https://books.google.com/?id=gpwEAAAAYAAJ&pg=PA57 On some new phenomena of chemical changes produced by electricity, particularly the decomposition of the fixed alkalies, and the exhibition of the new substances which constitute their bases; and on the general nature of alkaline bodies]. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London''. 1808. Vol. 98. hlm. 1–44. doi:10.1098/rstl.1808.0001.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_january-june-1932_9_1-6/page/1035 The discovery of the elements. IX. Three alkali metals: Potassium, sodium, and lithium]. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (6). hlm. 1035. doi:10.1021/ed009p1035.</ref> Pada tahun 1809, fisikawan sekaligus kimiawan Jerman [[Ludwig Wilhelm Gilbert]] mengusulkan nama ''Natronium'' untuk "natrium" temuan Humphry Davy dan ''Kalium'' untuk "kalium" temuan Davy.<ref>Humphry Davy (1809) "Ueber einige neue Erscheinungen chemischer Veränderungen, welche durch die Electricität bewirkt werden; insbesondere über die Zersetzung der feuerbeständigen Alkalien, die Darstellung der neuen Körper, welche ihre Basen ausmachen, und die Natur der Alkalien überhaupt" (On some new phenomena of chemical changes that are achieved by electricity; particularly the decomposition of flame-resistant alkalis [i.e., alkalies that cannot be reduced to their base metals by flames], the preparation of new substances that constitute their [metallic] bases, and the nature of alkalies generally), ''Annalen der Physik'', '''31''' (2): 113–175 ; [https://books.google.com/books?id=vyswAAAAYAAJ&pg=PA157#v=onepage&q&f=false see footnote p. 157.] From p. 157: ''"In unserer deutschen Nomenclatur würde ich die Namen ''Kalium'' und ''Natronium'' vorschlagen, wenn man nicht lieber bei den von Herrn Erman gebrauchten und von mehreren angenommenen Benennungen ''Kali-Metalloid'' and ''Natron-Metalloid'', bis zur völligen Aufklärung der chemischen Natur dieser räthzelhaften Körper bleiben will. Oder vielleicht findet man es noch zweckmässiger fürs Erste zwei Klassen zu machen, ''Metalle'' und ''Metalloide'', und in die letztere ''Kalium'' und ''Natronium'' zu setzen. — Gilbert."'' (In our German nomenclature, I would suggest the names ''Kalium'' and ''Natronium'', if one would not rather continue with the appellations ''Kali-metalloid'' and ''Natron-metalloid'' which are used by Mr. Erman and accepted by several [people], until the complete clarification of the chemical nature of these puzzling substances. Or perhaps one finds it yet more advisable for the present to create two classes, ''metals'' and ''metalloids'', and to place ''Kalium'' and ''Natronium'' in the latter — Gilbert.)</ref> Singkatan kimia untuk natrium pertama kali diterbitkan pada tahun 1814 oleh [[Jöns Jakob Berzelius]] dalam sistem simbol atomnya,<ref>J. Jacob Berzelius, ''Försök, att, genom användandet af den electrokemiska theorien och de kemiska proportionerna, grundlägga ett rent vettenskapligt system för mineralogien'' [Attempt, by the use of electrochemical theory and chemical proportions, to found a pure scientific system for mineralogy] (Stockholm, Sweden: A. Gadelius, 1814), [https://archive.org/stream/bub_gb_Uw0-AAAAcAAJ#page/n91/mode/2up p. 87.]</ref><ref>Peter van der Krogt. [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Na Elementymology & Elements Multidict].</ref> dan merupakan singkatan dari nama unsur [[Neo Latin]] ''natrium'', yang mengacu pada bahasa Mesir ''[[natron]]'',<ref>David E. Newton. [https://archive.org/details/chemicalelements01newt Chemical Elements]. 1999. ISBN 978-0-7876-2847-5.</ref> garam mineral alami yang kandungan utamanya adalah natrium karbonat terhidrasi. Natron secara historis memiliki beberapa keperluan industri dan rumah tangga yang penting, kemudian digantikan oleh senyawa natrium lainnya.<ref>Andrew Shortland, Lukas Schachner, Ian Freestone, and Michael Tite. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0305440305002074 Natron as a flux in the early vitreous materials industry: sources, beginnings and reasons for decline]. ''Journal of Archaeological Science''. Vol. 33. hlm. 521–530. doi:10.1016/j.jas.2005.09.011.</ref> | ||
Natrium memberi warna kuning yang kuat pada nyala api. Pada awal 1860, [[Gustav Kirchhoff|Kirchhoff]] dan [[Robert Bunsen|Bunsen]] mencatat sensitivitas natrium yang tinggi terhadap uji nyala api, dan dinyatakan dalam [[Annalen der Physik|Annalen der Physik und Chemie]]: | Natrium memberi warna kuning yang kuat pada nyala api. Pada awal 1860, [[Gustav Kirchhoff|Kirchhoff]] dan [[Robert Bunsen|Bunsen]] mencatat sensitivitas natrium yang tinggi terhadap uji nyala api, dan dinyatakan dalam [[Annalen der Physik|Annalen der Physik und Chemie]]:<ref>G. Kirchhoff. ''Chemische Analyse durch Spectralbeobachtungen''. ''Annalen der Physik und Chemie''. 1860. Vol. 186 (6). hlm. 161–189. doi:10.1002/andp.18601860602.</ref> | ||
<blockquote>Di sudut terjauh dari aparatus di dalam kamar 60 m<sup>3</sup> kami, kami meledakkan 3 mg natrium klorat dengan gula susu sambil mengamati nyala api yang tidak bercahaya dari balik celah. Setelah beberapa saat, ia bersinar kuning cerah dan menunjukkan garis natrium kuat yang hilang hanya setelah 10 menit. Dari berat garam natrium dan volume udara di dalam ruangan, kita dengan mudah menghitung bahwa satu bagian berat udara tidak boleh mengandung lebih dari 1/20 juta bagian berat natrium.</blockquote> | <blockquote>Di sudut terjauh dari aparatus di dalam kamar 60 m<sup>3</sup> kami, kami meledakkan 3 mg natrium klorat dengan gula susu sambil mengamati nyala api yang tidak bercahaya dari balik celah. Setelah beberapa saat, ia bersinar kuning cerah dan menunjukkan garis natrium kuat yang hilang hanya setelah 10 menit. Dari berat garam natrium dan volume udara di dalam ruangan, kita dengan mudah menghitung bahwa satu bagian berat udara tidak boleh mengandung lebih dari 1/20 juta bagian berat natrium.</blockquote> | ||
== Keterjadian == | == Keterjadian == | ||
Kerak bumi mengandung 2,27% natrium, membuatnya [[Kelimpahan unsur kimia|unsur paling melimpah ke-7]] di Bumi dan logam paling melimpah ke-5, setelah [[aluminium]], [[besi]], [[kalsium]], dan [[magnesium]], dan sebelum [[kalium]]. Estimasi kelimpahan natrium di lautan adalah 1,08 miligram per liter. Oleh karena reaktivitasnya yang tinggi, ia tidak pernah dijumpai sebagai unsur murni. Ia dijumpai dalam banyak mineral yang berbeda, beberapa sangat mudah larut, seperti [[halit]] dan [[natron]], lainnya kurang mudah larut, seperti [[amfibol]] dan [[zeolit]]. Ketaklarutan mineral natrium tertentu seperti [[kriolit]] dan [[felspar]] muncul dari anion polimernya, yang dalam kasus feldspar adalah polisilikat. | Kerak bumi mengandung 2,27% natrium, membuatnya [[Kelimpahan unsur kimia|unsur paling melimpah ke-7]] di Bumi dan logam paling melimpah ke-5, setelah [[aluminium]], [[besi]], [[kalsium]], dan [[magnesium]], dan sebelum [[kalium]].<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 69</ref> Estimasi kelimpahan natrium di lautan adalah 1,08 miligram per liter.<ref>David R. Lide. [https://books.google.com/books?id=kTnxSi2B2FcC CRC Handbook of Chemistry and Physics, 84th Edition]. CRC Press. 2003-06-19. ISBN 978-0-8493-0484-2.</ref> Oleh karena reaktivitasnya yang tinggi, ia tidak pernah dijumpai sebagai unsur murni. Ia dijumpai dalam banyak mineral yang berbeda, beberapa sangat mudah larut, seperti [[halit]] dan [[natron]], lainnya kurang mudah larut, seperti [[amfibol]] dan [[zeolit]]. Ketaklarutan mineral natrium tertentu seperti [[kriolit]] dan [[felspar]] muncul dari anion polimernya, yang dalam kasus feldspar adalah polisilikat. | ||
=== Pengamatan astronomi === | === Pengamatan astronomi === | ||
Dalam [[medium antarbintang]], natrium diidentifikasi melalui [[garis Fraunhofer|garis spektrum]] D; meskipun ia memiliki suhu penguapan tinggi, kelimpahannya dalam atmosfer planet [[Merkurius]] memungkinkannya terdeteksi oleh [[Mariner 10|Potter dan Morgan menggunakan spektroskopi stasiun bumi berresolusi tinggi]]. Natrium telah terdeteksi dalam sekurang-kurangnya satu [[komet]]; para astronom yang menyaksikan [[Komet Hale-Bopp]] pada tahun 1997 mengamati [[Ekor komet|ekor]] natrium yang mengandung atom-atom netral (bukan ion) dan mencapai jarak hingga 50 juta kilometer di belakang kepala. | Dalam [[medium antarbintang]], natrium diidentifikasi melalui [[garis Fraunhofer|garis spektrum]] D; meskipun ia memiliki suhu penguapan tinggi, kelimpahannya dalam atmosfer planet [[Merkurius]] memungkinkannya terdeteksi oleh [[Mariner 10|Potter dan Morgan menggunakan spektroskopi stasiun bumi berresolusi tinggi]]. Natrium telah terdeteksi dalam sekurang-kurangnya satu [[komet]]; para astronom yang menyaksikan [[Komet Hale-Bopp]] pada tahun 1997 mengamati [[Ekor komet|ekor]] natrium yang mengandung atom-atom netral (bukan ion) dan mencapai jarak hingga 50 juta kilometer di belakang kepala.<ref>Cremonese, G. ''Neutral Sodium from Comet Hale–Bopp: A Third Type of Tail''. ''The Astrophysical Journal Letters''. 1997. Vol. 490 (2). hlm. L199–L202. doi:10.1086/311040.</ref> | ||
== Produksi komersial == | == Produksi komersial == | ||
Hanya dapat digunakan untuk aplikasi yang agak khusus, hanya sekitar 100.000 ton logam natrium yang diproduksi setiap tahunnya. Logam natrium pertama kali diproduksi secara komersial pada akhir abad ke-19 melalui [[reduksi karbotermal]] [[natrium karbonat]] pada 1100 °C, sebagai tahap pertama [[proses Deville]] untuk produksi aluminium: | Hanya dapat digunakan untuk aplikasi yang agak khusus, hanya sekitar 100.000 ton logam natrium yang diproduksi setiap tahunnya.<ref>Alfred Klemm, Gabriele Hartmann, Ludwig Lange, "Sodium and Sodium Alloys" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2005, Wiley-VCH, Weinheim.</ref> Logam natrium pertama kali diproduksi secara komersial pada akhir abad ke-19<ref>''Speciality Chemicals: Innovations in industrial synthesis and applications''. Springer Science & Business Media, 1991. hlm. 260. ISBN 1-85166-646-X.</ref> melalui [[reduksi karbotermal]] [[natrium karbonat]] pada 1100 °C, sebagai tahap pertama [[proses Deville]] untuk produksi aluminium:<ref>Tim Eggeman. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. John Wiley & Sons. 2007. doi:10.1002/0471238961.1915040912051311.a01.pub3. ISBN 0-471-23896-1.</ref><ref>R. E. Oesper. ''Henri Sainte-Claire Deville, 1818–1881''. ''Chymia''. 1950. Vol. 3. hlm. 205–221. doi:10.2307/27757153.</ref><ref>Alton Banks. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_1990-12_67_12/page/1046 Sodium]. ''Journal of Chemical Education''. 1990. Vol. 67 (12). hlm. 1046. doi:10.1021/ed067p1046.</ref> | ||
:<chem>Na2CO3 + 2C -> 2Na + 3CO</chem> | :<chem>Na2CO3 + 2C -> 2Na + 3CO</chem> | ||
Tingginya kebutuhan aluminium membuat produksi natrium menjadi penting. Setelah diperkenalkannya [[proses Hall–Héroult]] untuk produksi aluminium melalui [[elektrolisis]], penangas lelehan garam mengakhiri kebutuhan besar natrium. Proses terkait yang berdasarkan reduksi natrium hidroksida dikembangkan pada tahun 1886. | Tingginya kebutuhan aluminium membuat produksi natrium menjadi penting. Setelah diperkenalkannya [[proses Hall–Héroult]] untuk produksi aluminium melalui [[elektrolisis]], penangas lelehan garam mengakhiri kebutuhan besar natrium. Proses terkait yang berdasarkan reduksi natrium hidroksida dikembangkan pada tahun 1886.<ref>Tim Eggeman. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. John Wiley & Sons. 2007. doi:10.1002/0471238961.1915040912051311.a01.pub3. ISBN 0-471-23896-1.</ref> | ||
Produksi komersial natrium saat ini menggunakan metode [[elektrolisis]] lelehan [[natrium klorida]], berdasarkan proses yang dipatenkan pada tahun 1924. Proses ini dilakukan dalam [[sel Downs]] dengan mencampur NaCl dengan [[kalsium klorida]] untuk menurunkan [[titik lebur]] di bawah 700 °C. Oleh karena [[kalsium]] kurang [[Elektronegativitas|elektropositif]] daripada natrium, tidak ada kalsium yang akan menumpuk di katode. Metode ini lebih efisien (dari sisi biaya) daripada proses sebelumnya ([[proses Castner]], elektrolisis [[natrium hidroksida]]). | Produksi komersial natrium saat ini menggunakan metode [[elektrolisis]] lelehan [[natrium klorida]], berdasarkan proses yang dipatenkan pada tahun 1924.<ref>Pauling, Linus, ''General Chemistry'', 1970 ed., Dover Publications</ref><ref>[http://periodic.lanl.gov/11.shtml Los Alamos National Laboratory – Sodium].</ref> Proses ini dilakukan dalam [[sel Downs]] dengan mencampur NaCl dengan [[kalsium klorida]] untuk menurunkan [[titik lebur]] di bawah 700 °C. Oleh karena [[kalsium]] kurang [[Elektronegativitas|elektropositif]] daripada natrium, tidak ada kalsium yang akan menumpuk di katode.<ref>''Sodium Metal from France''. DIANE Publishing. ISBN 1-4578-1780-2.</ref> Metode ini lebih efisien (dari sisi biaya) daripada proses sebelumnya ([[proses Castner]], elektrolisis [[natrium hidroksida]]).<ref>Mark Anthony Benvenuto. ''Industrial Chemistry: For Advanced Students''. Walter de Gruyter GmbH & Co KG, 2015. ISBN 3-11-038339-X.</ref> | ||
Pasar natrium berfluktuasi karena kesulitan dalam penyimpanan dan pengiriman; ia harus disimpan di bawah atmosfer [[gas lembam]] kering atau [[minyak mineral]] [[anhidrat]] untuk mencegah pembentukan lapisan permukaan [[natrium oksida]] atau [[natrium superoksida]]. | Pasar natrium berfluktuasi karena kesulitan dalam penyimpanan dan pengiriman; ia harus disimpan di bawah atmosfer [[gas lembam]] kering atau [[minyak mineral]] [[anhidrat]] untuk mencegah pembentukan lapisan permukaan [[natrium oksida]] atau [[natrium superoksida]].<ref>''Active Pharmaceutical Ingredients: Development, Manufacturing, and Regulation, Second Edition''. CRC Press, 2016. hlm. 303. ISBN 1-4398-0339-0.</ref> | ||
== Aplikasi == | == Aplikasi == | ||
Meskipun logam natrium memiliki beberapa kegunaan penting, aplikasi utama natrium menggunakan senyawanya; jutaan ton [[natrium klorida]], [[natrium hidroksida|hidroksida]], dan [[natrium karbonat|karbonat]] diproduksi setiap tahunnya. Natrium klorida digunakan secara luas untuk [[anties]] dan [[pencair es]] dan sebagai pengawet; [[natrium bikarbonat]] terutama digunakan untuk memasak. Bersama kalium, banyak obat-obatan penting yang ditambahkan natrium untuk meningkatkan [[bioavailabilitas]]; meskipun kalium merupakan ion yang lebih baik dalam banyak kasus, natrium dipilih karena harganya yang murah dan bobot atomnya yang rendah. [[Natrium hidrida]] digunakan sebagai basa untuk beragam reaksi (misalnya [[reaksi aldol]]) dalam kimia organik, dan sebagai reduktor dalam kimia anorganik. | Meskipun logam natrium memiliki beberapa kegunaan penting, aplikasi utama natrium menggunakan senyawanya; jutaan ton [[natrium klorida]], [[natrium hidroksida|hidroksida]], dan [[natrium karbonat|karbonat]] diproduksi setiap tahunnya. Natrium klorida digunakan secara luas untuk [[anties]] dan [[pencair es]] dan sebagai pengawet; [[natrium bikarbonat]] terutama digunakan untuk memasak. Bersama kalium, banyak obat-obatan penting yang ditambahkan natrium untuk meningkatkan [[bioavailabilitas]]; meskipun kalium merupakan ion yang lebih baik dalam banyak kasus, natrium dipilih karena harganya yang murah dan bobot atomnya yang rendah.<ref>Joseph P. Remington. [https://archive.org/details/remingtonscience0000unse Remington: The Science and Practice of Pharmacy]. Lippincott Williams & Wilkins. 2006. hlm. [https://archive.org/details/remingtonscience0000unse/page/365 365]–366. ISBN 978-0-7817-4673-1.</ref> [[Natrium hidrida]] digunakan sebagai basa untuk beragam reaksi (misalnya [[reaksi aldol]]) dalam kimia organik, dan sebagai reduktor dalam kimia anorganik.<ref>Egon Wiberg. [https://books.google.com/books?id=Mtth5g59dEIC&pg=PA1103 Inorganic Chemistry]. Academic Press. 2001. hlm. 1103–1104. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref> | ||
Logam natrium terutama digunakan untuk produksi [[natrium borohidrida]], [[natrium azida]], [[pewarna indigo|indigo]], dan [[trifenilfosfina]]. Kegunaan yang pernah meluas adalah dalam pembuatan [[tetraetiltimbal]] dan logam titanium; tetapi produksi natrium menurun sejak 1970-an karena ditinggalkannya TEL dan adanya metode produksi titanium yang baru. Natrium juga digunakan sebagai logam pemadu, zat [[pelunak air]] dan sebagai reduktor untuk logam ketika bahan lain tidak efektif. Perlu diperhatikan bahwa unsur bebas tidak digunakan sebagai zat pengendap, ion di air ditukar dengan ion natrium. [[Lampu uap natrium|Lampu ("uap") plasma natrium]] sering digunakan untuk penerangan jalan di kota, memancarkan cahaya yang berkisar dari kuning-jingga hingga ''peach'' saat tekanan meningkat. Sebagai Na tunggal atau [[NaK|dengan kalium]], natrium adalah [[desikan]]; ia memberi warna biru kuat dengan [[benzofenon]] saat yang dikeringkan kering. Dalam [[sintesis organik]], natrium digunakan dalam berbagai reaksi seperti [[reduksi Birch]], dan [[uji fusi natrium]] dilakukan untuk menganalisis senyawa secara kualitatif. Natrium bereaksi dengan alkohol menghasilkan alkoksida, dan bila natrium dilarutkan dalam larutan amonia, ia dapat digunakan untuk mereduksi alkuna menjadi trans-alkena. | Logam natrium terutama digunakan untuk produksi [[natrium borohidrida]], [[natrium azida]], [[pewarna indigo|indigo]], dan [[trifenilfosfina]]. Kegunaan yang pernah meluas adalah dalam pembuatan [[tetraetiltimbal]] dan logam titanium; tetapi produksi natrium menurun sejak 1970-an karena ditinggalkannya TEL dan adanya metode produksi titanium yang baru.<ref>Alfred Klemm, Gabriele Hartmann, Ludwig Lange, "Sodium and Sodium Alloys" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2005, Wiley-VCH, Weinheim.</ref> Natrium juga digunakan sebagai logam pemadu, zat [[pelunak air]]<ref>Jay C. Harris. [https://books.google.com/books?id=LI4KmKqca78C&pg=PA76 Metal cleaning: bibliographical abstracts, 1842–1951]. American Society for Testing and Materials. 1949. hlm. 76.</ref> dan sebagai reduktor untuk logam ketika bahan lain tidak efektif. Perlu diperhatikan bahwa unsur bebas tidak digunakan sebagai zat pengendap, ion di air ditukar dengan ion natrium. [[Lampu uap natrium|Lampu ("uap") plasma natrium]] sering digunakan untuk penerangan jalan di kota, memancarkan cahaya yang berkisar dari kuning-jingga hingga ''peach'' saat tekanan meningkat.<ref>Jack L. Lindsey. [https://books.google.com/books?id=0d7u9Nr33zIC&pg=PA112 Applied illumination engineering]. Fairmont Press. 1997. hlm. 112–114. ISBN 978-0-88173-212-2.</ref> Sebagai Na tunggal atau [[NaK|dengan kalium]], natrium adalah [[desikan]]; ia memberi warna biru kuat dengan [[benzofenon]] saat yang dikeringkan kering.<ref>Leonid Lerner. [https://books.google.com/books?id=VqosZeMjNjEC&pg=PA91 Small-Scale Synthesis of Laboratory Reagents with Reaction Modeling]. CRC Press. 2011-02-16. hlm. 91–92. ISBN 978-1-4398-1312-6.</ref> Dalam [[sintesis organik]], natrium digunakan dalam berbagai reaksi seperti [[reduksi Birch]], dan [[uji fusi natrium]] dilakukan untuk menganalisis senyawa secara kualitatif.<ref>Arun Sethi. [https://books.google.com/books?id=x77djyQHX8UC&pg=PA32 Systematic Laboratory Experiments in Organic Chemistry]. New Age International. 1 January 2006. hlm. 32–35. ISBN 978-81-224-1491-2.</ref> Natrium bereaksi dengan alkohol menghasilkan alkoksida, dan bila natrium dilarutkan dalam larutan amonia, ia dapat digunakan untuk mereduksi alkuna menjadi trans-alkena.<ref>Michael Smith. ''Organic Synthesis''. Academic Press, 2011. hlm. 455. ISBN 0-12-415884-6.</ref><ref>Solomons & Fryhle. ''Organic Chemistry''. John Wiley & Sons, 2006. hlm. 272. ISBN 81-265-1050-1.</ref> | ||
=== Pemindahan kalor === | === Pemindahan kalor === | ||
Natrium cair digunakan sebagai [[Pendingin|fluida perpindahan panas]] pada beberapa [[reaktor cepat berpendingin natrium]]<ref>[http://www.ne.doe.gov/pdfFiles/SodiumCoolant_NRCpresentation.pdf Sodium as a Fast Reactor Coolant] presented by Thomas H. Fanning. Nuclear Engineering Division. U.S. Department of Energy. U.S. Nuclear Regulatory Commission. Topical Seminar Series on Sodium Fast Reactors. May 3, 2007</ref> karena memiliki konduktivitas termal yang tinggi dan penyerapan [[tampang-lintang (fisika)|tampang-lintang]] neutron rendah yang diperlukan untuk mencapai fluks neutron tinggi di dalam reaktor.<ref>[https://www.nrc.gov/docs/ML1504/ML15043A307.pdf Sodium-cooled Fast Reactor (SFR)]. ''Office of Nuclear Energy, U.S. Department of Energy''. 18 February 2015.</ref> Titik didih natrium yang tinggi memungkinkan reaktor beroperasi pada tekanan ambien (normal),<ref>[https://www.nrc.gov/docs/ML1504/ML15043A307.pdf Sodium-cooled Fast Reactor (SFR)]. ''Office of Nuclear Energy, U.S. Department of Energy''. 18 February 2015.</ref> tetapi kekurangannya meliputi opasitasnya, yang menghambat perawatan visual, dan sifatnya yang mudah meledak.<ref>''Fire and Explosion Hazards''. Research Publishing Service, 2011. hlm. 363. ISBN 981-08-7724-2.</ref> [[Natrium-24]] radioaktif dapat dibuat melalui [[aktivasi neutron|bombardir neutron]] selama operasi, menimbulkan bahaya radiasi ringan; radioaktivitas berhenti dalam beberapa hari setelah dikeluarkan dari reaktor.<ref>''Simulation and Optimization Methods in Risk and Reliability Theory''. Nova Science Publishers, 2009. hlm. 150. ISBN 1-60456-658-2.</ref> Jika sebuah reaktor perlu sering dimatikan, digunakan [[NaK]]; karena NaK adalah cairan pada suhu kamar, pendingin ini tidak memadat di dalam pipa.<ref>Allan A. McKillop. [https://archive.org/details/proceedingsof1970000heat_e4r7 Proceedings of the Heat Transfer and Fluid Mechanics Institute]. Stanford University Press, 1976. 1976. hlm. [https://archive.org/details/proceedingsof1970000heat_e4r7/page/97 97]. ISBN 0-8047-0917-3.</ref> Dalam kasus ini, [[piroforisitas]] kalium memerlukan tindakan pencegahan ekstra untuk mencegah dan mendeteksi kebocoran.<ref>U.S. Atomic Energy Commission. ''Reactor Handbook: Engineering''. Interscience Publishers. hlm. 325.</ref> Aplikasi perpindahan kalor lainnya adalah [[katup poppet]] pada mesin pembakaran internal berkinerja tinggi; batang katup sebagian diisi dengan natrium dan bekerja sebagai [[pipa kalor]] untuk mendinginkan katup.<ref>''Coolant-filled poppet valve and method of making same''.</ref> | |||
Natrium cair digunakan sebagai [[Pendingin|fluida perpindahan panas]] pada beberapa [[reaktor cepat berpendingin natrium]] karena memiliki konduktivitas termal yang tinggi dan penyerapan [[tampang-lintang (fisika)|tampang-lintang]] neutron rendah yang diperlukan untuk mencapai fluks neutron tinggi di dalam reaktor. Titik didih natrium yang tinggi memungkinkan reaktor beroperasi pada tekanan ambien (normal), tetapi kekurangannya meliputi opasitasnya, yang menghambat perawatan visual, dan sifatnya yang mudah meledak. [[Natrium-24]] radioaktif dapat dibuat melalui [[aktivasi neutron|bombardir neutron]] selama operasi, menimbulkan bahaya radiasi ringan; radioaktivitas berhenti dalam beberapa hari setelah dikeluarkan dari reaktor. Jika sebuah reaktor perlu sering dimatikan, digunakan [[NaK]]; karena NaK adalah cairan pada suhu kamar, pendingin ini tidak memadat di dalam pipa. Dalam kasus ini, [[piroforisitas]] kalium memerlukan tindakan pencegahan ekstra untuk mencegah dan mendeteksi kebocoran. Aplikasi perpindahan kalor lainnya adalah [[katup poppet]] pada mesin pembakaran internal berkinerja tinggi; batang katup sebagian diisi dengan natrium dan bekerja sebagai [[pipa kalor]] untuk mendinginkan katup. | |||
== Peran biologis == | == Peran biologis == | ||
Pada manusia, natrium adalah mineral penting yang mengatur volume [[darah]], tekanan darah, kesetimbangan [[Osmosis|osmotik]] dan [[pH]]; persyaratan fisiologis minimum natrium adalah 500 miligram per hari.<ref>[http://nuinfo-proto4.northwestern.edu/nutrition/factsheets/sodium.pdf Sodium]. Northwestern University.</ref> [[Natrium klorida]] adalah sumber utama natrium dalam makanan, dan digunakan sebagai bumbu dan pengawet dalam komoditas seperti [[pengawetasaman|pengawet acar]] dan [[dendeng]]; bagi orang Amerika, kebanyakan natrium klorida berasal dari [[makanan praktis|makanan olahan]].<ref>[http://health.ltgovernors.com/sodium-and-potassium-health-facts.html Sodium and Potassium Quick Health Facts]. ''health.ltgovernors.com''.</ref> Sumber natrium lainnya adalah keberadaan alami pada makanan dan bahan tambahan makanan seperti [[monosodium glutamat]] (MSG), [[natrium nitrit]], natrium sakarin, [[soda kue]] (natrium bikarbonat), dan [[natrium benzoat]].<ref>[https://medlineplus.gov/ency/article/002415.htm Sodium in diet]. MedlinePlus, US National Library of Medicine. 5 October 2016.</ref> | |||
[[Kementerian Kesehatan Republik Indonesia]] menetapkan [[Angka Kecukupan Gizi]] natrium adalah adalah 1500 mg per orang per hari,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium&oldid=29571813 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> tetapi rata-rata orang Indonesia mengkonsumsi natrium (dari garam saja) sekitar 5300 mg/hari (setara dengan 15 gram garam dengan kadar NaCl 90%); belum termasuk sumber natrium lainnya seperti MSG.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium&oldid=29571813 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Penelitian mengungkapkan bahwa menurunkan asupan natrium hingga 2 g per hari cenderung menurunkan [[tekanan darah sistolik]] sekitar dua hingga empat mm Hg.<ref>J. M. Geleijnse. [http://eurpub.oxfordjournals.org/content/eurpub/14/3/235.full.pdf Impact of dietary and lifestyle factors on the prevalence of hypertension in Western populations]. ''European Journal of Public Health''. 2004. Vol. 14 (3). hlm. 235–239. doi:10.1093/eurpub/14.3.235.</ref> Telah diperkirakan bahwa penurunan asupan natrium sebesar itu akan menurunkan kasus [[tekanan darah tinggi]] sebesar 9 hingga 17%.<ref>J. M. Geleijnse. [http://eurpub.oxfordjournals.org/content/eurpub/14/3/235.full.pdf Impact of dietary and lifestyle factors on the prevalence of hypertension in Western populations]. ''European Journal of Public Health''. 2004. Vol. 14 (3). hlm. 235–239. doi:10.1093/eurpub/14.3.235.</ref> | |||
[ | Tekanan darah tinggi menyebabkan 7,6 juta kematian dini di seluruh dunia setiap tahunnya.<ref>C. M. Lawes. [https://archive.org/details/sim_the-lancet_may-3-9-2008_371_9623/page/1513 Global burden of blood-pressure-related disease, 2001]. ''Lancet''. 2008. Vol. 371 (9623). hlm. 1513–1518. doi:10.1016/S0140-6736(08)60655-8.</ref> (Sebagai catatan, garam mengandung sekitar 39,3% natrium<ref>Armstrong, James. [https://books.google.com/books?id=bcU8AAAAQBAJ&pg=PA48 General, Organic, and Biochemistry: An Applied Approach]. Cengage Learning. 2011. hlm. 48–. ISBN 1-133-16826-4.</ref>sisanya adalah klorin dan zat renik lainnya; sehingga 2,3 g natrium setara dengan sekitar 5,9 g, atau 2,7 mL garamsekitar setengah [[sendok teh]]<ref>[http://www.traditionaloven.com/culinary-arts/cooking/table-salt/convert-gram-g-to-tea-spoon-tsp.html Table Salt Conversion]. Traditionaloven.com. Retrieved on 2015-11-11.</ref><ref>[http://www.fda.gov/Food/IngredientsPackagingLabeling/LabelingNutrition/ucm315393.htm Sodium in Your Diet: Use the Nutrition Facts Label and Reduce Your Intake]. US Food and Drug Administration. 2 June 2016.</ref>). ''[[American Heart Association]]'' merekomendasikan asupan natrium tidak lebih dari 1,5 g per hari,<ref>[http://sodiumbreakup.heart.org/sodium-411/how-much-sodium-do-you-need/ How much sodium should I eat per day?]. American Heart Association. 2016.</ref> sesuai dengan Permenkes RI no 75 tahun 2013<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium&oldid=29571813 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Satu studi menemukan bahwa orang dengan atau tanpa hipertensi yang mengekskresikan kurang dari 3 gram natrium per hari dalam urin mereka (dan karena itu mengasup kurang dari 3 g/hari) memiliki risiko ''kematian'', stroke, atau serangan jantung yang lebih tinggi daripada yang mengekskresikan 4 sampai 5 gram per hari. Tingkat 7 g per hari atau lebih pada orang dengan hipertensi dikaitkan dengan kematian dan kejadian kardiovaskular yang lebih tinggi, tetapi hal ini tidak diketahui kebenarannya untuk orang-orang tanpa [[hipertensi]].<ref>Andrew Mente. ''Associations of urinary sodium excretion with cardiovascular events in individuals with and without hypertension: a pooled analysis of data from four studies''. ''The Lancet''. 2016. Vol. 388. hlm. 465–75. doi:10.1016/S0140-6736(16)30467-6.</ref> [[Food and Drug Administration|US FDA]] menyatakan bahwa orang dewasa dengan hipertensi dan prahipertensi harus mengurangi asupan harian menjadi 1,5 g.<ref>[http://www.fda.gov/Food/IngredientsPackagingLabeling/LabelingNutrition/ucm315393.htm Sodium in Your Diet: Use the Nutrition Facts Label and Reduce Your Intake]. US Food and Drug Administration. 2 June 2016.</ref> | |||
[[Sistem renin-angiotensin|Sistem renin–angiotensin]] mengatur jumlah cairan dan konsentrasi natrium dalam tubuh. Pengurangan tekanan darah dan konsentrasi natrium dalam ginjal mengakibatkan produksi [[renin]], yang pada gilirannya menghasilkan [[aldosteron]] dan [[angiotensin]], mempertahankan natrium dalam urin. Ketika konsentrasi natrium meningkat, produksi renin menurun, dan konsentrasi natrium kembali normal.<ref>Michelle McGuire. [https://archive.org/details/nutritionalscien0000mcgu_p4o3 Nutritional Sciences: From Fundamentals to Food]. Cengage Learning. 2011. hlm. 546. ISBN 978-0-324-59864-3.</ref> Ion natrium (Na) adalah elektrolit penting dalam fungsi [[neuron]], dan pada osmoregulasi antara sel dan [[cairan ekstra-sel|cairan ekstrasel]]. Hal ini berlaku pada semua hewan oleh [[Na+/K+-ATPase|Na/K-ATPase]], transporter aktif yang memompa ion melawan gradien, dan kanal natrium/kalium.<ref>Neil Campbell. [https://archive.org/details/biology0000camp_b7z1 Biology]. Benjamin/Cummings. 1987. hlm. [https://archive.org/details/biology0000camp_b7z1/page/795 795]. ISBN 0-8053-1840-2.</ref> Natrium adalah ion logam yang paling lazim dalam cairan ekstrasel.<ref>B. Srilakshmi. [https://books.google.com/books?id=f_i7j4_cMLIC&pg=PA318 Nutrition Science]. New Age International. 2006. hlm. 318. ISBN 978-81-224-1633-6.</ref> | |||
Tingkat natrium yang sangat rendah atau sangat tinggi pada manusia dikenali dalam dunia kedokteran sebagai [[hiponatremia]] dan [[hipernatremia]]. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh faktor genetik, penuaan, atau muntah atau diare berkepanjangan.<ref>Hanna R. Pohl. ''Interrelations between Essential Metal Ions and Human Diseases''. Springer. 2013. Vol. 13. hlm. 29–47. doi:10.1007/978-94-007-7500-8_2.</ref> | |||
Pada [[tanaman C4]], natrium adalah [[mikronutrien]] yang membantu metabolisme, khususnya dalam regenerasi [[asam fosfoenolpiruvat|fosfoenolpiruvat]] dan sintesis [[klorofil]].<ref>M. K. Kering. [https://mospace.umsystem.edu/xmlui/bitstream/handle/10355/7201/research.pdf?sequence=3 Manganese Nutrition and Photosynthesis in NAD-malic enzyme C4 plants Ph.D. dissertation]. University of Missouri-Columbia. 2008.</ref> Pada tanaman lain, ia menggantikan beberapa peran [[kalium]], seperti mempertahankan [[tekanan turgor]] dan membantu pembukaan dan penutupan [[stoma]]ta.<ref>G. V. Subbarao. [https://archive.org/details/critical-reviews-in-plant-sciences_2003_22_5/page/391 Sodium—A Functional Plant Nutrient]. ''Critical Reviews in Plant Sciences''. 2003. Vol. 22 (5). hlm. 391–416. doi:10.1080/07352680390243495.</ref> Kelebihan natrium di dalam tanah dapat membatasi penyerapan air dengan menurunkan [[potensi air]], yang dapat menyebabkan tanaman layu; konsentrasi berlebih pada [[sitoplasma]] dapat menyebabkan inhibisi enzim, yang pada gilirannya menyebabkan nekrosis dan klorosis.<ref>J. K. Zhu. ''Plant salt tolerance''. ''Trends in Plant Science''. 2001. Vol. 6 (2). hlm. 66–71. doi:10.1016/S1360-1385(00)01838-0.</ref> Sebagai reaksinya, beberapa tanaman telah mengembangkan mekanisme untuk membatasi pengambilan natrium di akar, untuk menyimpannya di dalam sel [[vakuola]], dan membatasi pengangkutan garam dari akar ke daun;<ref>[http://www.plant-biology.com/salt-ion-toxicity.php Plants and salt ion toxicity]. Plant Biology.</ref> kelebihan natrium juga dapat disimpan di jaringan tanaman tua, sehingga membatasi kerusakan pada sel yang baru tumbuh. [[Halofit]] telah menyesuaikan diri untuk dapat berkembang di lingkungan yang kaya akan natrium.<ref>[http://www.plant-biology.com/salt-ion-toxicity.php Plants and salt ion toxicity]. Plant Biology.</ref> | |||
Pada [[tanaman C4]], natrium adalah [[mikronutrien]] yang membantu metabolisme, khususnya dalam regenerasi [[asam fosfoenolpiruvat|fosfoenolpiruvat]] dan sintesis [[klorofil]]. Pada tanaman lain, ia menggantikan beberapa peran [[kalium]], seperti mempertahankan [[tekanan turgor]] dan membantu pembukaan dan penutupan [[stoma]]ta. Kelebihan natrium di dalam tanah dapat membatasi penyerapan air dengan menurunkan [[potensi air]], yang dapat menyebabkan tanaman layu; konsentrasi berlebih pada [[sitoplasma]] dapat menyebabkan inhibisi enzim, yang pada gilirannya menyebabkan nekrosis dan klorosis. Sebagai reaksinya, beberapa tanaman telah mengembangkan mekanisme untuk membatasi pengambilan natrium di akar, untuk menyimpannya di dalam sel [[vakuola]], dan membatasi pengangkutan garam dari akar ke daun; kelebihan natrium juga dapat disimpan di jaringan tanaman tua, sehingga membatasi kerusakan pada sel yang baru tumbuh. [[Halofit]] telah menyesuaikan diri untuk dapat berkembang di lingkungan yang kaya akan natrium. | |||
== Keselamatan dan pencegahan == | == Keselamatan dan pencegahan == | ||
Natrium membentuk hidrogen yang mudah terbakar dan [[natrium hidroksida]] ketika kontak dengan air;<ref>Angelici, R. J. [https://archive.org/details/synthesistechniq0000giro Synthesis and Technique in Inorganic Chemistry]. University Science Books. 1999. ISBN 0-935702-48-2.</ref> jika tertelan dan terkena uap air pada kulit, mata atau [[membran mukosa]] dapat menyebabkan luka bakar yang parah.<ref>J. Gordon Routley. ''Sodium Explosion Critically Burns Firefighters: Newton, Massachusetts''. ''U. S. Fire Administration''. FEMA, 2013.</ref><ref>''Prudent Practices in the Laboratory: Handling and Disposal of Chemicals''. ''National Research Council (U.S.). Committee on Prudent Practices for Handling, Storage, and Disposal of Chemicals in Laboratories''. National Academies, 1995. 1995. hlm. 390.</ref> Natrium secara spontan meledak dengan adanya oksidator seperti air.<ref>[http://www.heart.org/HEARTORG/HealthyLiving/HealthyEating/Nutrition/Sodium-and-Salt_UCM_303290_Article.jsp Sodium and Salt]. ''www.heart.org''.</ref> [[Pemadam api|Alat pemadam kebakaran]] berbasis air mempercepat pembakaran natrium; sedangkan yang berbasis karbon dioksida dan [[bromoklorodifluorometana]] tidak boleh digunakan pada kebakaran natrium.<ref>''Prudent Practices in the Laboratory: Handling and Disposal of Chemicals''. ''National Research Council (U.S.). Committee on Prudent Practices for Handling, Storage, and Disposal of Chemicals in Laboratories''. National Academies, 1995. 1995. hlm. 390.</ref> Kebakaran logam adalah [[Pemadam api|kebakaran Kelas D]], tetapi tidak semua alat pemadam Kelas D dapat digunakan untuk natrium. Bahan pemadam kebakaran yang efektif untuk kebakaran natrium adalah [[Met-L-X]].<ref>''Prudent Practices in the Laboratory: Handling and Disposal of Chemicals''. ''National Research Council (U.S.). Committee on Prudent Practices for Handling, Storage, and Disposal of Chemicals in Laboratories''. National Academies, 1995. 1995. hlm. 390.</ref> Zat efektif lainnya termasuk Lith-X, yang memiliki bubuk [[grafit]] dan [[penghambat nyala]] [[organofosfat]], dan pasir kering.<ref>Thomas H. Ladwig. [https://archive.org/details/industrialfirepr0000ladw Industrial fire prevention and protection]. Van Nostrand Reinhold, 1991. 1991. hlm. [https://archive.org/details/industrialfirepr0000ladw/page/178 178]. ISBN 0-442-23678-6.</ref> Kebakaran natrium dicegah pada reaktor nuklir dengan mengisolasi natrium dari oksigen dengan melingkupi pipa natrium menggunakan gas lembam.<ref>Günter Kessler. ''Sustainable and Safe Nuclear Fission Energy: Technology and Safety of Fast and Thermal Nuclear Reactors''. Springer Science & Business Media, 2012. 2012. hlm. 446. ISBN 3-642-11990-5.</ref> Kebakaran natrium tipe kolam dicegah dengan menggunakan berbagai ukuran perancangan yang disebut sistem tangkapan panci. Mereka mengumpulkan natrium yang bocor ke dalam tangki pemulih kebocoran yang diisolasi dari oksigen.<ref>Günter Kessler. ''Sustainable and Safe Nuclear Fission Energy: Technology and Safety of Fast and Thermal Nuclear Reactors''. Springer Science & Business Media, 2012. 2012. hlm. 446. ISBN 3-642-11990-5.</ref> | |||
Natrium membentuk hidrogen yang mudah terbakar dan [[natrium hidroksida]] ketika kontak dengan air; jika tertelan dan terkena uap air pada kulit, mata atau [[membran mukosa]] dapat menyebabkan luka bakar yang parah. Natrium secara spontan meledak dengan adanya oksidator seperti air. [[Pemadam api|Alat pemadam kebakaran]] berbasis air mempercepat pembakaran natrium; sedangkan yang berbasis karbon dioksida dan [[bromoklorodifluorometana]] tidak boleh digunakan pada kebakaran natrium. Kebakaran logam adalah [[Pemadam api|kebakaran Kelas D]], tetapi tidak semua alat pemadam Kelas D dapat digunakan untuk natrium. Bahan pemadam kebakaran yang efektif untuk kebakaran natrium adalah [[Met-L-X]]. Zat efektif lainnya termasuk Lith-X, yang memiliki bubuk [[grafit]] dan [[penghambat nyala]] [[organofosfat]], dan pasir kering. Kebakaran natrium dicegah pada reaktor nuklir dengan mengisolasi natrium dari oksigen dengan melingkupi pipa natrium menggunakan gas lembam. Kebakaran natrium tipe kolam dicegah dengan menggunakan berbagai ukuran perancangan yang disebut sistem tangkapan panci. Mereka mengumpulkan natrium yang bocor ke dalam tangki pemulih kebocoran yang diisolasi dari oksigen. | |||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
== Daftar pustaka == | == Daftar pustaka == | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.periodicvideos.com/videos/011.htm Sodium] at ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (University of Nottingham) | * [http://www.periodicvideos.com/videos/011.htm Sodium] at ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (University of Nottingham) | ||
* [http://www.balashon.com/2008/07/neter-and-nitrogen.html Etymology of "natrium" – source of symbol Na] | * [http://www.balashon.com/2008/07/neter-and-nitrogen.html Etymology of "natrium" – source of symbol Na] | ||
| Baris 119: | Baris 104: | ||
* [http://ie.lbl.gov/education/parent/Na_iso.htm Sodium isotopes data from ''The Berkeley Laboratory Isotopes Project's''] | * [http://ie.lbl.gov/education/parent/Na_iso.htm Sodium isotopes data from ''The Berkeley Laboratory Isotopes Project's''] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium&oldid=29571813 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29571813 (2026-08-13T12:33:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 22.58

Natrium merupakan logam lunak, putih keperakan, dan sangat reaktif. Natrium termasuk dalam logam alkali, berada pada golongan 1 tabel periodik, karena memiliki satu elektron di kulit terluarnya yang mudah disumbangkannya, menciptakan atom bermuatan positif—kation Na. Satu-satunya isotop stabil adalah Na. Logam bebasnya tidak terdapat di alam, tapi harus dibuat dari senyawanya. Natrium adalah unsur keenam paling melimpah dalam kerak bumi, dan terdapat di banyak mineral seperti feldspar, sodalit dan halit (garam batu, NaCl). Banyak garam natrium sangat larut dalam air: ion natrium telah dilindi oleh aksi air dari mineral Bumi selama ribuan tahun, dan dengan demikian natrium Dan klorin adalah unsur terlarut yang paling umum terjadi di lautan (berdasarkan berat).
Natrium pertama kali diisolasi oleh Humphry Davy pada tahun 1807 melalui elektrolisis natrium hidroksida. Di antara banyak senyawa natrium lain yang berguna, natrium hidroksida (lindi, ) digunakan dalam pembuatan sabun, dan natrium klorida (garam dapur) adalah zat pencair es dan nutrisi untuk hewan termasuk manusia.
Natrium adalah unsur esensial untuk semua hewan dan beberapa tumbuhan. Ion natrium adalah kation utama pada cairan ekstraselular (extracellular fluid, ECF) dan karena itu merupakan penyumbang utama tekanan osmotik ECF dan volume kompartemen ECF. Hilangnya air dari kompartemen ECF meningkatkan konsentrasi natrium, suatu kondisi yang disebut hipernatremia. Kehilangan isotonik air dan natrium dari kompartemen ECF mengurangi ukuran kompartemen tersebut dalam kondisi yang disebut hipovolemia ECF.
Dengan cara pompa natrium-kalium, sel manusia hidup memompa tiga ion natrium keluar dari sel sebagai ganti dua ion kalium yang dipompa masuk; membandingkan konsentrasi ion yang melintasi membran sel, dari dalam ke luar, kalium sekitar 40:1, dan natrium, sekitar 1:10. Pada sel saraf, muatan listrik melintasi membran sel sehingga memungkinkan transmisi impuls saraf—sebuah aksi potensial—ketika muatan itu dihamburkan; natrium memainkan peran penting dalam aktivitas itu.
Karakteristik
Fisika
Natrium pada suhu dan tekanan standar adalah logam lunak keperakan yang jika bereaksi dengan oksigen di udara dan membentuk natrium oksida berwarna putih keabu-abun kecuali direndam dalam minyak atau gas inert, yang merupakan kondisi penyimpanan umumnya. Logam natrium dapat dengan mudah dipotong menggunakan pisau dan merupakan konduktor listrik dan panas yang baik, karena hanya memiliki satu elektron pada kelopak valensinya, sehingga menghasilkan ikatan logam dan elektron bebas yang lemah, yang membawa energi. Akibat massa atomnya yang rendah dan jari-jari atomnya yang panjang, natrium adalah unsur logam dengan densitas paling rendah ke-3 di antara seluruh logam dan salah satu dari tiga logam yang dapat terapung di air, dua lainnya adalah litium dan kalium.[1] Titik lebur (98 °C) dan didih (883 °C) natrium lebih rendah daripada litium tetapi lebih tinggi daripada logam alkali yang lebih berat (kalium, rubidium, dan sesium), mengikuti tren periodik sepanjang golongan dari atas ke bawah.[2] Sifat ini berubah secara dramatis pada kenaikan tekanan: pada 1,5 Mbar, warna berubah dari keperakan menjadi hitam; pada 1,9 Mbar menjadi transparan dengan warna merah; dan pada 3 Mbar, natrium berupa padatan jernih dan transparan. Semua alotropi tekanan tinggi ini bersifat isolator dan elektrida.[3]
Dalam uji nyala api, natrium dan senyawanya menghasilkan warna kuning[4] karena elektron 3s natrium yang tereksitasi memancarkan foton ketika mereka kembali dari 3p ke 3s; panjang gelombang foton ini berada pada garis D sekitar 589,3 nm. interaksi spin–orbit yang melibatkan elektron pada orbital 3p memecah garis D menjadi dua, pada 589,0 dan 589,6 nm; struktur hiperhalus yang melibatkan kedua orbital menyebabkan garis lebih banyak.[5]
Isotop
Ada dua puluh isotop natrium yang diketahui, namun hanya Na yang stabil. Na dibuat dalam proses pembakaran karbon dalam bintang-bintang melalui peleburan dua atom karbon bersama-sama; ini memerlukan suhu di atas 600 megakelvin dan sebuah bintang bermassa sekurang-kurangnya tiga kali massa matahari.[6] Dua isotop kosmogenik, radioaktif adalah produk sampingan dari spalasi sinar kosmis: Na dengan waktu paruh 2,6 tahun dan Na, waktu paruh 15 jam; semua isotop lainnya memiliki waktu paruh kurang dari satu menit.[7] Dua isomer nuklir telah ditemukan, yang memiliki umur terpanjang adalah Na dengan waktu paruh sekitar 20,2 milidetik. Radiasi neutron akut, seperti dari kecelakaan kegentingan, mengubah beberapa Na yang stabil dalam darah manusia menjadi Na; dosis radiasi neutron pada korban dapat dihitung dengan mengukur konsentrasi Na relatif terhadap Na.[8]
Kimia
Atom natrium memiliki 11 elektron, lebih banyak satu daripada konfigurasi gas mulia neon yang sangat stabil. Oleh karena itu, dan katena energi ionisasi pertamanya yang rendah pada 495,8 kJ/mol, atom natrium jauh lebih mudah kehilangan elektron terakhir dan menjadi bermuatan positif daripada mendapatkan satu elektron untuk menjadi bermuatan negatif.[9] Proses ini membutuhkan sangat sedikit energi sehingga natrium mudah teroksidasi dengan melepaskan elektron ke-11nya. Sebaliknya, energi ionisasi kedua sangat tinggi (4562 kJ/mol), karena elektron ke-10 lebih dekat ke inti atom daripada elektron ke-11. Akibatnya, natrium biasanya membentuk senyawa ionik sebagai kation Na.[10]
Tingkat oksidasi natrium yang paling umum adalah +1. Ia umumnya tidak sereaktif kalium tetapi lebih reaktif daripada litium.[11] Logam natrium adalah reduktor kuat, dengan potensial reduksi standar untuk pasangan Na/Na adalah −2.71 volt,[12] meskipun kalium dan litium memiliki potensial yang lebih negatif.[13]
Garam dan oksida
Senyawa natrium memiliki kepentingan komersial yang sangat besar, terutama bagi industri yang memproduksi kaca, kertas, sabun, dan tekstil.[14] Senyawa natrium yang paling penting adalah garam dapur (NaCl), soda abu (Na2CO3), baking soda (NaHCO3), soda api (NaOH), natrium nitrat (NaNO3), di- dan tri-natrium fosfate, natrium tiosulfat (Na2S2O3·5H2O), serta boraks (Na2B4O7·10H2O).[15] Dalam senyawa, natrium biasanya berikatan ionik dengan air dan anion, serta dianggap sebagai sebuah asam Lewis kuat.[16]
Sebagian besar sabun adalah garam natrium dari asam lemak. Sabun natrium memiliki titik leleh lebih tinggi (dan tampaknya "lebih kuat") daripada sabun kalium.[17]
Seperti semua logam alkali, natrium bereaksi eksotermik dengan air, dan potongan yang cukup besar meleleh dan bisa meledak. Reaksinya menghasilkan soda api (natrium hidroksida) dan gas hidrogen yang mudah terbakar. Ketika terbakar di udara, ia membentuk, terutama, natrium peroksida dan natrium oksida.[18]
Larutan air
Natrium cenderung membentuk senyawa yang larut dalam air, seperti halida, sulfat, nitrat, karboksilat dan karbonat. Spesies akuatik utama adalah kompleks akuo [Na(H2O)n]+, di mana n = 4–8; dengan n = 6 menunjukkan data dari difraksi sinar X dan simulasi komputer.[19]
Presipitasi langsung garam natrium dari larutan akuatik jarang terjadi karena garam natrium biasanya memiliki afinitas tinggi terhadap air; kecuali natrium bismutat (NaBiO3).[20] Oleh karena itu, garam natrium biasanya diisolasi sebagai padatan dengan penguapan atau melalui presipitasi dengan pelarut organik, seperti etanol; sebagai contoh, hanya 0,35 g/L natrium klorida yang akan larut dalam etanol.[21] Eter mahkota, seperti 15-mahkota-5, dapat digunakan sebagai katalis transfer fase.[22]
Kandungan natrium dalam jumlah besar dapat ditentukan dengan perlakuan menggunakan uranil seng asetat sangat berlebih; heksa hidratnya, ·6HO mengendap dan dapat ditimbang. Sesium dan rubidium tidak mengganggu reaksi ini, tapi kalium dan litium mengganggu.[23] Konsentrasi natrium yang lebih rendah dapat ditentukan dengan spektrofotometri serapan atom[24] atau dengan potensiometri menggunakan elektrode ion selektif.[25]
Elektrida dan sodida
Seperti logam alkali lainnya, natrium larut dalam amonia dan beberapa amina menghasilkan larutan berwarna; penguapan larutan ini meninggalkan film natrium berkilau metalik. Larutannya mengandung kompleks koordinasi (Na(NH3)6)+, dengan muatan positif yang diimbangi oleh elektrida (elektron sebagai anion); kriptan memungkinkan isolasi kompleks ini sebagai padatan kristal. Natrium membentuk kompleks dengan eter mahkota, kriptan dan ligan lainnya.[26] Contohnya, 15-mahkota-5 memiliki afinitas tinggi terhadap natrium karena ukuran rongga (cavity) 15-mahkota-5 adalah 1,7–2,2 Å, yang cukup pas untuk ion natrium (1,9 Å).[27][28] Kriptan, seperti eter mahkota dan ion ionofor lainnya, juga memiliki afinitas tinggi terhadap ion natrium; derivat alkalida Na− dapat diperoleh[29] dengan adisi kriptan pada larutan natrium dalam amonia melalui disproporsionasi.[30]
Senyawa organonatrium
Banyak senyawa organonatrium yang telah dibuat. Mereka berperilaku seperti sumber karbanion (garam dengan anion organik), karena polaritas ikatan C-Na yang tinggi. Beberapa derivat yang terkenal termasuk natrium siklopentadienida (NaC5H5) dan tritil natrium ((C6H5)3CNa).[31] Oleh karena kation Na+ berukuran besar dan memiliki kekuatan polarisasi yang sangat rendah, ia dapat menstabilkan radikal anion besar, aromatik, terpolarisasi, seperti pada natrium naftalenida, Na+[C10H8•]−, sebuah reduktor kuat.[32]
Senyawa intermetalik
Natrium membentuk paduan dengan banyak logam, seperti kalium, kalsium, timbal, dan unsur golongan 11 serta 12. Natrium dan kalium membentuk KNa dan NaK. NaK adalah kalium 40-90% dan berwujud cair pada suhu ambien. Ia adalah penghantar panas dan listrik yang sangat baik. Paduan natrium-kalsium adalah produk sampingan dari produksi elektrolitik natrium dari campuran garam biner NaCl-CaCl dan campuran terner NaCl-CaCl-BaCl. Ketercampuran kalsium dengan natrium hanya sebagian. Dalam keadaan cair, natrium bercampur sempurna dengan timbal. Terdapat beberapa metode untuk membuat paduan natrium-timbal. Salah satunya adalah mencairkan keduanya bersama-sama dan yang lainnya adalah mendepositkan natrium secara elektrolitik pada katode timbal cair. , NaPb, , , dan adalah beberapa paduan natrium-timbal yang diketahui. Natrium juga membentuk paduan dengan emas (NaAu) dan perak (NaAg). Logam golongan 12 (seng, kadmium dan raksa diketahui membuat paduan dengan natrium. NaZn dan NaCd adalah paduan dengan seng dan kadmium. Natrium dan raksa membentuk NaHg, NaHg, NaHg, , dan NaHg.[33]
Sejarah
Oleh karena pentingnya dalam metabolisme manusia, garam telah lama menjadi komoditas penting, seperti yang ditunjukkan oleh kata bahasa Inggris salary (), yang berasal dari salarium, wafer garam (garam bata) kadang diberikan kepada tentara Romawi bersamaan dengan upah mereka lainnya. Di Eropa abad pertengahan, senyawa natrium dengan nama Latin sodanum digunakan sebagai obat sakit kepala. Nama soda diperkirakan berasal dari bahasa Arab suda, yang berarti sakit kepala, karena sifat natrium karbonat atau soda yang dapat mengurangi sakit kepala sudah dikenal sejak awal.[34] Meskipun natrium, kadang-kadang disebut soda, telah lama dikenal dalam senyawanya, logam itu sendiri baru diisolasi pada tahu 1807 oleh Sir Humphry Davy melalui elektrolisis natrium hidroksida.[35][36] Pada tahun 1809, fisikawan sekaligus kimiawan Jerman Ludwig Wilhelm Gilbert mengusulkan nama Natronium untuk "natrium" temuan Humphry Davy dan Kalium untuk "kalium" temuan Davy.[37] Singkatan kimia untuk natrium pertama kali diterbitkan pada tahun 1814 oleh Jöns Jakob Berzelius dalam sistem simbol atomnya,[38][39] dan merupakan singkatan dari nama unsur Neo Latin natrium, yang mengacu pada bahasa Mesir natron,[40] garam mineral alami yang kandungan utamanya adalah natrium karbonat terhidrasi. Natron secara historis memiliki beberapa keperluan industri dan rumah tangga yang penting, kemudian digantikan oleh senyawa natrium lainnya.[41]
Natrium memberi warna kuning yang kuat pada nyala api. Pada awal 1860, Kirchhoff dan Bunsen mencatat sensitivitas natrium yang tinggi terhadap uji nyala api, dan dinyatakan dalam Annalen der Physik und Chemie:[42]
Di sudut terjauh dari aparatus di dalam kamar 60 m3 kami, kami meledakkan 3 mg natrium klorat dengan gula susu sambil mengamati nyala api yang tidak bercahaya dari balik celah. Setelah beberapa saat, ia bersinar kuning cerah dan menunjukkan garis natrium kuat yang hilang hanya setelah 10 menit. Dari berat garam natrium dan volume udara di dalam ruangan, kita dengan mudah menghitung bahwa satu bagian berat udara tidak boleh mengandung lebih dari 1/20 juta bagian berat natrium.
Keterjadian
Kerak bumi mengandung 2,27% natrium, membuatnya unsur paling melimpah ke-7 di Bumi dan logam paling melimpah ke-5, setelah aluminium, besi, kalsium, dan magnesium, dan sebelum kalium.[43] Estimasi kelimpahan natrium di lautan adalah 1,08 miligram per liter.[44] Oleh karena reaktivitasnya yang tinggi, ia tidak pernah dijumpai sebagai unsur murni. Ia dijumpai dalam banyak mineral yang berbeda, beberapa sangat mudah larut, seperti halit dan natron, lainnya kurang mudah larut, seperti amfibol dan zeolit. Ketaklarutan mineral natrium tertentu seperti kriolit dan felspar muncul dari anion polimernya, yang dalam kasus feldspar adalah polisilikat.
Pengamatan astronomi
Dalam medium antarbintang, natrium diidentifikasi melalui garis spektrum D; meskipun ia memiliki suhu penguapan tinggi, kelimpahannya dalam atmosfer planet Merkurius memungkinkannya terdeteksi oleh Potter dan Morgan menggunakan spektroskopi stasiun bumi berresolusi tinggi. Natrium telah terdeteksi dalam sekurang-kurangnya satu komet; para astronom yang menyaksikan Komet Hale-Bopp pada tahun 1997 mengamati ekor natrium yang mengandung atom-atom netral (bukan ion) dan mencapai jarak hingga 50 juta kilometer di belakang kepala.[45]
Produksi komersial
Hanya dapat digunakan untuk aplikasi yang agak khusus, hanya sekitar 100.000 ton logam natrium yang diproduksi setiap tahunnya.[46] Logam natrium pertama kali diproduksi secara komersial pada akhir abad ke-19[47] melalui reduksi karbotermal natrium karbonat pada 1100 °C, sebagai tahap pertama proses Deville untuk produksi aluminium:[48][49][50]
Tingginya kebutuhan aluminium membuat produksi natrium menjadi penting. Setelah diperkenalkannya proses Hall–Héroult untuk produksi aluminium melalui elektrolisis, penangas lelehan garam mengakhiri kebutuhan besar natrium. Proses terkait yang berdasarkan reduksi natrium hidroksida dikembangkan pada tahun 1886.[51]
Produksi komersial natrium saat ini menggunakan metode elektrolisis lelehan natrium klorida, berdasarkan proses yang dipatenkan pada tahun 1924.[52][53] Proses ini dilakukan dalam sel Downs dengan mencampur NaCl dengan kalsium klorida untuk menurunkan titik lebur di bawah 700 °C. Oleh karena kalsium kurang elektropositif daripada natrium, tidak ada kalsium yang akan menumpuk di katode.[54] Metode ini lebih efisien (dari sisi biaya) daripada proses sebelumnya (proses Castner, elektrolisis natrium hidroksida).[55]
Pasar natrium berfluktuasi karena kesulitan dalam penyimpanan dan pengiriman; ia harus disimpan di bawah atmosfer gas lembam kering atau minyak mineral anhidrat untuk mencegah pembentukan lapisan permukaan natrium oksida atau natrium superoksida.[56]
Aplikasi
Meskipun logam natrium memiliki beberapa kegunaan penting, aplikasi utama natrium menggunakan senyawanya; jutaan ton natrium klorida, hidroksida, dan karbonat diproduksi setiap tahunnya. Natrium klorida digunakan secara luas untuk anties dan pencair es dan sebagai pengawet; natrium bikarbonat terutama digunakan untuk memasak. Bersama kalium, banyak obat-obatan penting yang ditambahkan natrium untuk meningkatkan bioavailabilitas; meskipun kalium merupakan ion yang lebih baik dalam banyak kasus, natrium dipilih karena harganya yang murah dan bobot atomnya yang rendah.[57] Natrium hidrida digunakan sebagai basa untuk beragam reaksi (misalnya reaksi aldol) dalam kimia organik, dan sebagai reduktor dalam kimia anorganik.[58]
Logam natrium terutama digunakan untuk produksi natrium borohidrida, natrium azida, indigo, dan trifenilfosfina. Kegunaan yang pernah meluas adalah dalam pembuatan tetraetiltimbal dan logam titanium; tetapi produksi natrium menurun sejak 1970-an karena ditinggalkannya TEL dan adanya metode produksi titanium yang baru.[59] Natrium juga digunakan sebagai logam pemadu, zat pelunak air[60] dan sebagai reduktor untuk logam ketika bahan lain tidak efektif. Perlu diperhatikan bahwa unsur bebas tidak digunakan sebagai zat pengendap, ion di air ditukar dengan ion natrium. Lampu ("uap") plasma natrium sering digunakan untuk penerangan jalan di kota, memancarkan cahaya yang berkisar dari kuning-jingga hingga peach saat tekanan meningkat.[61] Sebagai Na tunggal atau dengan kalium, natrium adalah desikan; ia memberi warna biru kuat dengan benzofenon saat yang dikeringkan kering.[62] Dalam sintesis organik, natrium digunakan dalam berbagai reaksi seperti reduksi Birch, dan uji fusi natrium dilakukan untuk menganalisis senyawa secara kualitatif.[63] Natrium bereaksi dengan alkohol menghasilkan alkoksida, dan bila natrium dilarutkan dalam larutan amonia, ia dapat digunakan untuk mereduksi alkuna menjadi trans-alkena.[64][65]
Pemindahan kalor
Natrium cair digunakan sebagai fluida perpindahan panas pada beberapa reaktor cepat berpendingin natrium[66] karena memiliki konduktivitas termal yang tinggi dan penyerapan tampang-lintang neutron rendah yang diperlukan untuk mencapai fluks neutron tinggi di dalam reaktor.[67] Titik didih natrium yang tinggi memungkinkan reaktor beroperasi pada tekanan ambien (normal),[68] tetapi kekurangannya meliputi opasitasnya, yang menghambat perawatan visual, dan sifatnya yang mudah meledak.[69] Natrium-24 radioaktif dapat dibuat melalui bombardir neutron selama operasi, menimbulkan bahaya radiasi ringan; radioaktivitas berhenti dalam beberapa hari setelah dikeluarkan dari reaktor.[70] Jika sebuah reaktor perlu sering dimatikan, digunakan NaK; karena NaK adalah cairan pada suhu kamar, pendingin ini tidak memadat di dalam pipa.[71] Dalam kasus ini, piroforisitas kalium memerlukan tindakan pencegahan ekstra untuk mencegah dan mendeteksi kebocoran.[72] Aplikasi perpindahan kalor lainnya adalah katup poppet pada mesin pembakaran internal berkinerja tinggi; batang katup sebagian diisi dengan natrium dan bekerja sebagai pipa kalor untuk mendinginkan katup.[73]
Peran biologis
Pada manusia, natrium adalah mineral penting yang mengatur volume darah, tekanan darah, kesetimbangan osmotik dan pH; persyaratan fisiologis minimum natrium adalah 500 miligram per hari.[74] Natrium klorida adalah sumber utama natrium dalam makanan, dan digunakan sebagai bumbu dan pengawet dalam komoditas seperti pengawet acar dan dendeng; bagi orang Amerika, kebanyakan natrium klorida berasal dari makanan olahan.[75] Sumber natrium lainnya adalah keberadaan alami pada makanan dan bahan tambahan makanan seperti monosodium glutamat (MSG), natrium nitrit, natrium sakarin, soda kue (natrium bikarbonat), dan natrium benzoat.[76]
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan Angka Kecukupan Gizi natrium adalah adalah 1500 mg per orang per hari,[77] tetapi rata-rata orang Indonesia mengkonsumsi natrium (dari garam saja) sekitar 5300 mg/hari (setara dengan 15 gram garam dengan kadar NaCl 90%); belum termasuk sumber natrium lainnya seperti MSG.[78] Penelitian mengungkapkan bahwa menurunkan asupan natrium hingga 2 g per hari cenderung menurunkan tekanan darah sistolik sekitar dua hingga empat mm Hg.[79] Telah diperkirakan bahwa penurunan asupan natrium sebesar itu akan menurunkan kasus tekanan darah tinggi sebesar 9 hingga 17%.[80]
Tekanan darah tinggi menyebabkan 7,6 juta kematian dini di seluruh dunia setiap tahunnya.[81] (Sebagai catatan, garam mengandung sekitar 39,3% natrium[82]sisanya adalah klorin dan zat renik lainnya; sehingga 2,3 g natrium setara dengan sekitar 5,9 g, atau 2,7 mL garamsekitar setengah sendok teh[83][84]). American Heart Association merekomendasikan asupan natrium tidak lebih dari 1,5 g per hari,[85] sesuai dengan Permenkes RI no 75 tahun 2013[86]
Satu studi menemukan bahwa orang dengan atau tanpa hipertensi yang mengekskresikan kurang dari 3 gram natrium per hari dalam urin mereka (dan karena itu mengasup kurang dari 3 g/hari) memiliki risiko kematian, stroke, atau serangan jantung yang lebih tinggi daripada yang mengekskresikan 4 sampai 5 gram per hari. Tingkat 7 g per hari atau lebih pada orang dengan hipertensi dikaitkan dengan kematian dan kejadian kardiovaskular yang lebih tinggi, tetapi hal ini tidak diketahui kebenarannya untuk orang-orang tanpa hipertensi.[87] US FDA menyatakan bahwa orang dewasa dengan hipertensi dan prahipertensi harus mengurangi asupan harian menjadi 1,5 g.[88]
Sistem renin–angiotensin mengatur jumlah cairan dan konsentrasi natrium dalam tubuh. Pengurangan tekanan darah dan konsentrasi natrium dalam ginjal mengakibatkan produksi renin, yang pada gilirannya menghasilkan aldosteron dan angiotensin, mempertahankan natrium dalam urin. Ketika konsentrasi natrium meningkat, produksi renin menurun, dan konsentrasi natrium kembali normal.[89] Ion natrium (Na) adalah elektrolit penting dalam fungsi neuron, dan pada osmoregulasi antara sel dan cairan ekstrasel. Hal ini berlaku pada semua hewan oleh Na/K-ATPase, transporter aktif yang memompa ion melawan gradien, dan kanal natrium/kalium.[90] Natrium adalah ion logam yang paling lazim dalam cairan ekstrasel.[91]
Tingkat natrium yang sangat rendah atau sangat tinggi pada manusia dikenali dalam dunia kedokteran sebagai hiponatremia dan hipernatremia. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh faktor genetik, penuaan, atau muntah atau diare berkepanjangan.[92]
Pada tanaman C4, natrium adalah mikronutrien yang membantu metabolisme, khususnya dalam regenerasi fosfoenolpiruvat dan sintesis klorofil.[93] Pada tanaman lain, ia menggantikan beberapa peran kalium, seperti mempertahankan tekanan turgor dan membantu pembukaan dan penutupan stomata.[94] Kelebihan natrium di dalam tanah dapat membatasi penyerapan air dengan menurunkan potensi air, yang dapat menyebabkan tanaman layu; konsentrasi berlebih pada sitoplasma dapat menyebabkan inhibisi enzim, yang pada gilirannya menyebabkan nekrosis dan klorosis.[95] Sebagai reaksinya, beberapa tanaman telah mengembangkan mekanisme untuk membatasi pengambilan natrium di akar, untuk menyimpannya di dalam sel vakuola, dan membatasi pengangkutan garam dari akar ke daun;[96] kelebihan natrium juga dapat disimpan di jaringan tanaman tua, sehingga membatasi kerusakan pada sel yang baru tumbuh. Halofit telah menyesuaikan diri untuk dapat berkembang di lingkungan yang kaya akan natrium.[97]
Keselamatan dan pencegahan
Natrium membentuk hidrogen yang mudah terbakar dan natrium hidroksida ketika kontak dengan air;[98] jika tertelan dan terkena uap air pada kulit, mata atau membran mukosa dapat menyebabkan luka bakar yang parah.[99][100] Natrium secara spontan meledak dengan adanya oksidator seperti air.[101] Alat pemadam kebakaran berbasis air mempercepat pembakaran natrium; sedangkan yang berbasis karbon dioksida dan bromoklorodifluorometana tidak boleh digunakan pada kebakaran natrium.[102] Kebakaran logam adalah kebakaran Kelas D, tetapi tidak semua alat pemadam Kelas D dapat digunakan untuk natrium. Bahan pemadam kebakaran yang efektif untuk kebakaran natrium adalah Met-L-X.[103] Zat efektif lainnya termasuk Lith-X, yang memiliki bubuk grafit dan penghambat nyala organofosfat, dan pasir kering.[104] Kebakaran natrium dicegah pada reaktor nuklir dengan mengisolasi natrium dari oksigen dengan melingkupi pipa natrium menggunakan gas lembam.[105] Kebakaran natrium tipe kolam dicegah dengan menggunakan berbagai ukuran perancangan yang disebut sistem tangkapan panci. Mereka mengumpulkan natrium yang bocor ke dalam tangki pemulih kebocoran yang diisolasi dari oksigen.[106]
Lihat juga
Daftar pustaka
Pranala luar
- Sodium at The Periodic Table of Videos (University of Nottingham)
- Etymology of "natrium" – source of symbol Na
- The Wooden Periodic Table Table's Entry on Sodium
- Sodium isotopes data from The Berkeley Laboratory Isotopes Project's
Referensi
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 75
- ↑ "Alkali Metals." Science of Everyday Things. Encyclopedia.com.
- ↑ M. Gatti. Sodium: A Charge-Transfer Insulator at High Pressures. Physical Review Letters. 2010. Vol. 104 (21). hlm. 216404. doi:10.1103/PhysRevLett.104.216404.
- ↑ Walter Schumann. Minerals of the World. Sterling. 5 August 2008. hlm. 28. ISBN 978-1-4027-5339-8.
- ↑ M. L. Citron. Experimental Study of Power Broadening in a Two-Level Atom. Physical Review A. 1977. Vol. 16 (4). hlm. 1507–1512. doi:10.1103/PhysRevA.16.1507.
- ↑ P. A. Denisenkov. Sodium Synthesis in Hydrogen Burning Stars. Soviet Astronomy Letters. 1987. Vol. 13. hlm. 214.
- ↑ Georges Audi. The NUBASE Evaluation of Nuclear and Decay Properties. Nuclear Physics A. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.
- ↑ F. W. Sanders. Neutron Activation of Sodium in Anthropomorphous Phantoms. HealthPhysics. 1962. Vol. 8 (4). hlm. 371–379. doi:10.1097/00004032-196208000-00005.
- ↑ Sobrasua Ibim. Biology: Threads of Life. Xlibris Corporation, 2010. hlm. 27. ISBN 1-4535-2068-6.
- ↑ Lawrie Ryan. Cambridge International AS and A Level Chemistry Coursebook. Cambridge University Press, 2014. 2014. hlm. 36. ISBN 1-107-63845-3.
- ↑ N. De Leon. Reactivity of Alkali Metals. Indiana University Northwest.
- ↑ Peter W. Atkins. Physical Chemistry. W. H. Freeman. 2002. ISBN 978-0-7167-3539-7.
- ↑ Julian A. Davies. Synthetic Coordination Chemistry: Principles and Practice. World Scientific. 1996. hlm. 293. ISBN 978-981-02-2084-6.
- ↑ Alfred Klemm, Gabriele Hartmann, Ludwig Lange, "Sodium and Sodium Alloys" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2005, Wiley-VCH, Weinheim.
- ↑ Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 931–943. ISBN 3-11-007511-3.
- ↑ James A. Cowan. Inorganic Biochemistry: An Introduction. Wiley-VCH. 1997. hlm. 7. ISBN 978-0-471-18895-7.
- ↑ Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 931–943. ISBN 3-11-007511-3.
- ↑ Greenwoood and Earnshaw, p. 84
- ↑ S. F. Lincoln. Comprehensive Coordination Chemistry II. 2004. hlm. 515. doi:10.1016/B0-08-043748-6/01055-0. ISBN 978-0-08-043748-4.
- ↑ John Aurie Dean. Lange's Handbook of Chemistry. McGraw-Hill. 1998. ISBN 0-07-016384-7.
- ↑ J. Burgess. Metal Ions in Solution. Ellis Horwood. 1978. ISBN 0-85312-027-7.
- ↑ Charles M. Starks. Phase-Transfer Catalysis: Fundamentals, Applications, and Industrial Perspectives. Chapman & Hall. 1994. hlm. 162. ISBN 978-0-412-04071-9.
- ↑ H. H. Barber. Gravimetric Determination of Sodium by the Uranyl Zinc Acetate Method. Ii. Application in the Presence of Rubidium, Cesium, Potassium, Lithium, Phosphate or Arsenate. J. Am. Chem. Soc. 1929. Vol. 51 (11). hlm. 3233–3237. doi:10.1021/ja01386a008.
- ↑ G. R. Kingsley. Micro-flame Photometric Determination of Sodium, Potassium and Calcium in Serum with Solvents. J. Biol. Chem. 1954. Vol. 206 (2). hlm. 807–15.
- ↑ G. B. Levy. Determination of Sodium with Ion-Selective Electrodes. Clinical Chemistry. 1981. Vol. 27 (8). hlm. 1435–1438.
- ↑ Applications of the Newer Techniques of Analysis. Springer Science & Business Media, 2012. hlm. 160. ISBN 1-4684-3318-0.
- ↑ Design, Fabrication, Properties and Applications of Smart and Advanced Materials. CRC Press, 2016. hlm. 175. ISBN 1-4987-2249-0.
- ↑ Anionic Polymerization: Principles, Practice, Strength, Consequences and Applications. Springer, 2015. hlm. 349. ISBN 4-431-54186-1.
- ↑ J. L. Dye. Crystalline Salt of the Sodium Anion (Na − ). J. Am. Chem. Soc. 1974. Vol. 96 (2). hlm. 608–609. doi:10.1021/ja00809a060.
- ↑ A. F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 111
- ↑ Fathi Habashi. Alloys: Preparation, Properties, Applications. John Wiley & Sons, 2008. hlm. 278–280. ISBN 3-527-61192-4.
- ↑ David E. Newton. Chemical Elements. 1999. ISBN 978-0-7876-2847-5.
- ↑ Humphry Davy. On some new phenomena of chemical changes produced by electricity, particularly the decomposition of the fixed alkalies, and the exhibition of the new substances which constitute their bases; and on the general nature of alkaline bodies. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1808. Vol. 98. hlm. 1–44. doi:10.1098/rstl.1808.0001.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. IX. Three alkali metals: Potassium, sodium, and lithium. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (6). hlm. 1035. doi:10.1021/ed009p1035.
- ↑ Humphry Davy (1809) "Ueber einige neue Erscheinungen chemischer Veränderungen, welche durch die Electricität bewirkt werden; insbesondere über die Zersetzung der feuerbeständigen Alkalien, die Darstellung der neuen Körper, welche ihre Basen ausmachen, und die Natur der Alkalien überhaupt" (On some new phenomena of chemical changes that are achieved by electricity; particularly the decomposition of flame-resistant alkalis [i.e., alkalies that cannot be reduced to their base metals by flames], the preparation of new substances that constitute their [metallic] bases, and the nature of alkalies generally), Annalen der Physik, 31 (2): 113–175 ; see footnote p. 157. From p. 157: "In unserer deutschen Nomenclatur würde ich die Namen Kalium und Natronium vorschlagen, wenn man nicht lieber bei den von Herrn Erman gebrauchten und von mehreren angenommenen Benennungen Kali-Metalloid and Natron-Metalloid, bis zur völligen Aufklärung der chemischen Natur dieser räthzelhaften Körper bleiben will. Oder vielleicht findet man es noch zweckmässiger fürs Erste zwei Klassen zu machen, Metalle und Metalloide, und in die letztere Kalium und Natronium zu setzen. — Gilbert." (In our German nomenclature, I would suggest the names Kalium and Natronium, if one would not rather continue with the appellations Kali-metalloid and Natron-metalloid which are used by Mr. Erman and accepted by several [people], until the complete clarification of the chemical nature of these puzzling substances. Or perhaps one finds it yet more advisable for the present to create two classes, metals and metalloids, and to place Kalium and Natronium in the latter — Gilbert.)
- ↑ J. Jacob Berzelius, Försök, att, genom användandet af den electrokemiska theorien och de kemiska proportionerna, grundlägga ett rent vettenskapligt system för mineralogien [Attempt, by the use of electrochemical theory and chemical proportions, to found a pure scientific system for mineralogy] (Stockholm, Sweden: A. Gadelius, 1814), p. 87.
- ↑ Peter van der Krogt. Elementymology & Elements Multidict.
- ↑ David E. Newton. Chemical Elements. 1999. ISBN 978-0-7876-2847-5.
- ↑ Andrew Shortland, Lukas Schachner, Ian Freestone, and Michael Tite. Natron as a flux in the early vitreous materials industry: sources, beginnings and reasons for decline. Journal of Archaeological Science. Vol. 33. hlm. 521–530. doi:10.1016/j.jas.2005.09.011.
- ↑ G. Kirchhoff. Chemische Analyse durch Spectralbeobachtungen. Annalen der Physik und Chemie. 1860. Vol. 186 (6). hlm. 161–189. doi:10.1002/andp.18601860602.
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 69
- ↑ David R. Lide. CRC Handbook of Chemistry and Physics, 84th Edition. CRC Press. 2003-06-19. ISBN 978-0-8493-0484-2.
- ↑ Cremonese, G. Neutral Sodium from Comet Hale–Bopp: A Third Type of Tail. The Astrophysical Journal Letters. 1997. Vol. 490 (2). hlm. L199–L202. doi:10.1086/311040.
- ↑ Alfred Klemm, Gabriele Hartmann, Ludwig Lange, "Sodium and Sodium Alloys" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2005, Wiley-VCH, Weinheim.
- ↑ Speciality Chemicals: Innovations in industrial synthesis and applications. Springer Science & Business Media, 1991. hlm. 260. ISBN 1-85166-646-X.
- ↑ Tim Eggeman. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. John Wiley & Sons. 2007. doi:10.1002/0471238961.1915040912051311.a01.pub3. ISBN 0-471-23896-1.
- ↑ R. E. Oesper. Henri Sainte-Claire Deville, 1818–1881. Chymia. 1950. Vol. 3. hlm. 205–221. doi:10.2307/27757153.
- ↑ Alton Banks. Sodium. Journal of Chemical Education. 1990. Vol. 67 (12). hlm. 1046. doi:10.1021/ed067p1046.
- ↑ Tim Eggeman. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. John Wiley & Sons. 2007. doi:10.1002/0471238961.1915040912051311.a01.pub3. ISBN 0-471-23896-1.
- ↑ Pauling, Linus, General Chemistry, 1970 ed., Dover Publications
- ↑ Los Alamos National Laboratory – Sodium.
- ↑ Sodium Metal from France. DIANE Publishing. ISBN 1-4578-1780-2.
- ↑ Mark Anthony Benvenuto. Industrial Chemistry: For Advanced Students. Walter de Gruyter GmbH & Co KG, 2015. ISBN 3-11-038339-X.
- ↑ Active Pharmaceutical Ingredients: Development, Manufacturing, and Regulation, Second Edition. CRC Press, 2016. hlm. 303. ISBN 1-4398-0339-0.
- ↑ Joseph P. Remington. Remington: The Science and Practice of Pharmacy. Lippincott Williams & Wilkins. 2006. hlm. 365–366. ISBN 978-0-7817-4673-1.
- ↑ Egon Wiberg. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. hlm. 1103–1104. ISBN 978-0-12-352651-9.
- ↑ Alfred Klemm, Gabriele Hartmann, Ludwig Lange, "Sodium and Sodium Alloys" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2005, Wiley-VCH, Weinheim.
- ↑ Jay C. Harris. Metal cleaning: bibliographical abstracts, 1842–1951. American Society for Testing and Materials. 1949. hlm. 76.
- ↑ Jack L. Lindsey. Applied illumination engineering. Fairmont Press. 1997. hlm. 112–114. ISBN 978-0-88173-212-2.
- ↑ Leonid Lerner. Small-Scale Synthesis of Laboratory Reagents with Reaction Modeling. CRC Press. 2011-02-16. hlm. 91–92. ISBN 978-1-4398-1312-6.
- ↑ Arun Sethi. Systematic Laboratory Experiments in Organic Chemistry. New Age International. 1 January 2006. hlm. 32–35. ISBN 978-81-224-1491-2.
- ↑ Michael Smith. Organic Synthesis. Academic Press, 2011. hlm. 455. ISBN 0-12-415884-6.
- ↑ Solomons & Fryhle. Organic Chemistry. John Wiley & Sons, 2006. hlm. 272. ISBN 81-265-1050-1.
- ↑ Sodium as a Fast Reactor Coolant presented by Thomas H. Fanning. Nuclear Engineering Division. U.S. Department of Energy. U.S. Nuclear Regulatory Commission. Topical Seminar Series on Sodium Fast Reactors. May 3, 2007
- ↑ Sodium-cooled Fast Reactor (SFR). Office of Nuclear Energy, U.S. Department of Energy. 18 February 2015.
- ↑ Sodium-cooled Fast Reactor (SFR). Office of Nuclear Energy, U.S. Department of Energy. 18 February 2015.
- ↑ Fire and Explosion Hazards. Research Publishing Service, 2011. hlm. 363. ISBN 981-08-7724-2.
- ↑ Simulation and Optimization Methods in Risk and Reliability Theory. Nova Science Publishers, 2009. hlm. 150. ISBN 1-60456-658-2.
- ↑ Allan A. McKillop. Proceedings of the Heat Transfer and Fluid Mechanics Institute. Stanford University Press, 1976. 1976. hlm. 97. ISBN 0-8047-0917-3.
- ↑ U.S. Atomic Energy Commission. Reactor Handbook: Engineering. Interscience Publishers. hlm. 325.
- ↑ Coolant-filled poppet valve and method of making same.
- ↑ Sodium. Northwestern University.
- ↑ Sodium and Potassium Quick Health Facts. health.ltgovernors.com.
- ↑ Sodium in diet. MedlinePlus, US National Library of Medicine. 5 October 2016.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ J. M. Geleijnse. Impact of dietary and lifestyle factors on the prevalence of hypertension in Western populations. European Journal of Public Health. 2004. Vol. 14 (3). hlm. 235–239. doi:10.1093/eurpub/14.3.235.
- ↑ J. M. Geleijnse. Impact of dietary and lifestyle factors on the prevalence of hypertension in Western populations. European Journal of Public Health. 2004. Vol. 14 (3). hlm. 235–239. doi:10.1093/eurpub/14.3.235.
- ↑ C. M. Lawes. Global burden of blood-pressure-related disease, 2001. Lancet. 2008. Vol. 371 (9623). hlm. 1513–1518. doi:10.1016/S0140-6736(08)60655-8.
- ↑ Armstrong, James. General, Organic, and Biochemistry: An Applied Approach. Cengage Learning. 2011. hlm. 48–. ISBN 1-133-16826-4.
- ↑ Table Salt Conversion. Traditionaloven.com. Retrieved on 2015-11-11.
- ↑ Sodium in Your Diet: Use the Nutrition Facts Label and Reduce Your Intake. US Food and Drug Administration. 2 June 2016.
- ↑ How much sodium should I eat per day?. American Heart Association. 2016.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Andrew Mente. Associations of urinary sodium excretion with cardiovascular events in individuals with and without hypertension: a pooled analysis of data from four studies. The Lancet. 2016. Vol. 388. hlm. 465–75. doi:10.1016/S0140-6736(16)30467-6.
- ↑ Sodium in Your Diet: Use the Nutrition Facts Label and Reduce Your Intake. US Food and Drug Administration. 2 June 2016.
- ↑ Michelle McGuire. Nutritional Sciences: From Fundamentals to Food. Cengage Learning. 2011. hlm. 546. ISBN 978-0-324-59864-3.
- ↑ Neil Campbell. Biology. Benjamin/Cummings. 1987. hlm. 795. ISBN 0-8053-1840-2.
- ↑ B. Srilakshmi. Nutrition Science. New Age International. 2006. hlm. 318. ISBN 978-81-224-1633-6.
- ↑ Hanna R. Pohl. Interrelations between Essential Metal Ions and Human Diseases. Springer. 2013. Vol. 13. hlm. 29–47. doi:10.1007/978-94-007-7500-8_2.
- ↑ M. K. Kering. Manganese Nutrition and Photosynthesis in NAD-malic enzyme C4 plants Ph.D. dissertation. University of Missouri-Columbia. 2008.
- ↑ G. V. Subbarao. Sodium—A Functional Plant Nutrient. Critical Reviews in Plant Sciences. 2003. Vol. 22 (5). hlm. 391–416. doi:10.1080/07352680390243495.
- ↑ J. K. Zhu. Plant salt tolerance. Trends in Plant Science. 2001. Vol. 6 (2). hlm. 66–71. doi:10.1016/S1360-1385(00)01838-0.
- ↑ Plants and salt ion toxicity. Plant Biology.
- ↑ Plants and salt ion toxicity. Plant Biology.
- ↑ Angelici, R. J. Synthesis and Technique in Inorganic Chemistry. University Science Books. 1999. ISBN 0-935702-48-2.
- ↑ J. Gordon Routley. Sodium Explosion Critically Burns Firefighters: Newton, Massachusetts. U. S. Fire Administration. FEMA, 2013.
- ↑ Prudent Practices in the Laboratory: Handling and Disposal of Chemicals. National Research Council (U.S.). Committee on Prudent Practices for Handling, Storage, and Disposal of Chemicals in Laboratories. National Academies, 1995. 1995. hlm. 390.
- ↑ Sodium and Salt. www.heart.org.
- ↑ Prudent Practices in the Laboratory: Handling and Disposal of Chemicals. National Research Council (U.S.). Committee on Prudent Practices for Handling, Storage, and Disposal of Chemicals in Laboratories. National Academies, 1995. 1995. hlm. 390.
- ↑ Prudent Practices in the Laboratory: Handling and Disposal of Chemicals. National Research Council (U.S.). Committee on Prudent Practices for Handling, Storage, and Disposal of Chemicals in Laboratories. National Academies, 1995. 1995. hlm. 390.
- ↑ Thomas H. Ladwig. Industrial fire prevention and protection. Van Nostrand Reinhold, 1991. 1991. hlm. 178. ISBN 0-442-23678-6.
- ↑ Günter Kessler. Sustainable and Safe Nuclear Fission Energy: Technology and Safety of Fast and Thermal Nuclear Reactors. Springer Science & Business Media, 2012. 2012. hlm. 446. ISBN 3-642-11990-5.
- ↑ Günter Kessler. Sustainable and Safe Nuclear Fission Energy: Technology and Safety of Fast and Thermal Nuclear Reactors. Springer Science & Business Media, 2012. 2012. hlm. 446. ISBN 3-642-11990-5.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29571813 (2026-08-13T12:33:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.