Indium: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29459606; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Ini adalah [[logam pasca transisi]] yang menyusun 0,21 [[bagian per juta|ppm]] dari kerak bumi. '''Indium''' sangat empuk dan lunak, memiliki titik lebur lebih tinggi daripada [[natrium]] dan [[galium]], tetapi lebih rendah daripada [[litium]] dan [[timah]]. Secara kimiawi, indium mirip dengan galium dan [[thallium]], dan sebagian besar sifatnya berada di antara galium dan thallium. Indium ditemukan pada tahun 1863 oleh [[Ferdinand Reich]] dan [[Hieronim Theodor Richter]] dengan [[spektroskopi|metode spektroskopi]]. Mereka menamainya sesuai garis indigo dalam spektrumnya. Indium diisolasi pada tahun berikutnya. | [[File:Indium.jpg|thumb|right|280px|Indium]] | ||
Ini adalah [[logam pasca transisi]] yang menyusun 0,21 [[bagian per juta|ppm]] dari kerak bumi. '''Indium''' sangat empuk dan lunak, memiliki titik lebur lebih tinggi daripada [[natrium]] dan [[galium]], tetapi lebih rendah daripada [[litium]] dan [[timah]]. Secara kimiawi, indium mirip dengan galium dan [[thallium]], dan sebagian besar sifatnya berada di antara galium dan thallium.<ref>W. M. Haynes. [https://books.google.com/books?id=oROqPwAACAAJ CRC Handbook of Chemistry and Physics: A Ready-reference Book of Chemical and Physical Data]. CRC Press. 2010. ISBN 978-1-4398-2077-3.</ref> Indium ditemukan pada tahun 1863 oleh [[Ferdinand Reich]] dan [[Hieronim Theodor Richter]] dengan [[spektroskopi|metode spektroskopi]]. Mereka menamainya sesuai garis indigo dalam spektrumnya. Indium diisolasi pada tahun berikutnya. | |||
Indium adalah komponen minor dalam bijih [[seng sulfida]] dan diproduksi sebagai produk sampingan dari penghalusan [[seng]]. Logam ini digunakan terutama dalam [[industri semikonduktor]], pada [[logam paduan]] dengan titik lebur rendah seperti [[solder]], pada segel vakum bertekanan tinggi, dan dalam produksi pelapis konduktif transparan [[indium timah oksida]] (ITO) pada kaca. Indium tidak memiliki peran biologis, meski senyawanya agak beracun saat disuntikkan ke dalam aliran darah. Sebagian besar paparan kerja adalah melalui pencernaan, yang penyerapan senyawa indiumnya kurang baik, dan inhalasi, yang cukup baik penyerapannya. | Indium adalah komponen minor dalam bijih [[seng sulfida]] dan diproduksi sebagai produk sampingan dari penghalusan [[seng]]. Logam ini digunakan terutama dalam [[industri semikonduktor]], pada [[logam paduan]] dengan titik lebur rendah seperti [[solder]], pada segel vakum bertekanan tinggi, dan dalam produksi pelapis konduktif transparan [[indium timah oksida]] (ITO) pada kaca. Indium tidak memiliki peran biologis, meski senyawanya agak beracun saat disuntikkan ke dalam aliran darah. Sebagian besar paparan kerja adalah melalui pencernaan, yang penyerapan senyawa indiumnya kurang baik, dan inhalasi, yang cukup baik penyerapannya. | ||
| Baris 5: | Baris 7: | ||
== Sifat fisika dan kimia == | == Sifat fisika dan kimia == | ||
=== Sifat fisika === | === Sifat fisika === | ||
Indium adalah [[logam pasca transisi]] berwarna [[putih]]-keperakan yang sangat [[ulet]] dengan [[kilau (mineral)|kilau]] terang.<ref>A. M. Alfantazi. ''Processing of indium: a review''. ''Minerals Engineering''. 2003. Vol. 16 (8). hlm. 687–694. doi:10.1016/S0892-6875(03)00168-7.</ref> Ia sangat empuk ([[kekerasan Mohs]] 1,2) seperti natrium, dan bisa dipotong menggunakan pisau. Ia juga meninggalkan garis yang terlihat di atas kertas.<ref>Harry H. Binder. ''Lexicon der chemischen Elemente''. S. Hirzel Verlag. 1999. ISBN 3-7776-0736-3.</ref> Ia adalah anggota [[golongan boron|golongan 13]] pada [[tabel periodik]] dan sifat-sifatnya sebagian besar berada di antara tetangga vertikalnya, [[galium]] dan [[thallium]]. Seperti [[timah]], suara melengking bernada tinggi terdengar saat indium ditekuk – suara berderak akibat [[pengembaran kristal]].<ref>A. M. Alfantazi. ''Processing of indium: a review''. ''Minerals Engineering''. 2003. Vol. 16 (8). hlm. 687–694. doi:10.1016/S0892-6875(03)00168-7.</ref> Seperti [[galium]], indium mampu membasahi kaca. Seperti keduanya, indium memiliki [[titik leleh]] rendah, 156,60 °C (313,88 °F); lebih tinggi daripada homolognya yang lebih ringan, [[galium]], tapi lebih rendah daripada homolognya yang lebih berat, [[thallium]], dan lebih rendah daripada [[timah]].<ref>John A. Dean. ''Lange's handbook of chemistry (Fifteenth edition)''. McGraw-Hill, Inc. 523. ISBN 0-07-016190-9.</ref> Titik didihnya adalah 2072 °C (3762 °F), lebih tinggi daripada thallium, tapi lebih rendah dari galium, terbalik dengan kecenderungan titik leleh pada umumnya, tetapi kecenderungan menurunnya sesuai dengan golongan logam pasca transisi lainnya karena lemahnya ikatan logam dengan sedikit elektron terdelokalisasi.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 222</ref> | |||
Densitas indium adalah 7,31 g/cm<sup>3</sup>, lebih besar daripada galium, tapi lebih rendah daripada thallium. Di bawah [[temperatur kritis]], 3,41 [[kelvin|K]], indium menjadi [[superkonduktor]]. Pada [[suhu dan tekanan standar]], indium mengkristal dalam [[sistem kristal tetragonal]] yang berpusat pada muka pada [[kelompok ruang]] ''I''4/''mmm'' ([[parameter kisi]]: ''a'' = 325 [[pikometer|pm]], ''c'' = 495 pm):<ref>John A. Dean. ''Lange's handbook of chemistry (Fifteenth edition)''. McGraw-Hill, Inc. 523. ISBN 0-07-016190-9.</ref> ini adalah struktur [[:en:face-centered cubic]] yang sedikit terdistorsi, di mana masing-masing atom indium memiliki empat tetangga pada jarak 324 pm dan delapan tetangga sedikit lebih jauh (336 pm).<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 252</ref> Indium menampilkan respons viskoplastik ulet, yang ditemukan sebagai ketegangan dan kompresi yang tidak tergantung pada ukuran. Namun, ini memiliki [[Efek ukuran pada kekuatan struktural|efek ukuran]] dalam pembengkokan dan lekukan, terkait dengan skala panjang pada tingkat 50-100 μm,<ref>S. P. Iliev. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S092150931631499X Measurements of the mechanical response of Indium and of its size dependence in bending and indentation]. ''Materials Science and Engineering: A''. 2017-01-23. Vol. 683. hlm. 244–251. doi:10.1016/j.msea.2016.12.017.</ref> relatif besar bila dibandingkan dengan logam lainnya. | |||
Densitas indium adalah 7,31 g/cm<sup>3</sup>, lebih besar daripada galium, tapi lebih rendah daripada thallium. Di bawah [[temperatur kritis]], 3,41 [[kelvin|K]], indium menjadi [[superkonduktor]]. Pada [[suhu dan tekanan standar]], indium mengkristal dalam [[sistem kristal tetragonal]] yang berpusat pada muka pada [[kelompok ruang]] ''I''4/''mmm'' ([[parameter kisi]]: ''a'' = 325 [[pikometer|pm]], ''c'' = 495 pm): ini adalah struktur [[:en:face-centered cubic]] yang sedikit terdistorsi, di mana masing-masing atom indium memiliki empat tetangga pada jarak 324 pm dan delapan tetangga sedikit lebih jauh (336 pm). Indium menampilkan respons viskoplastik ulet, yang ditemukan sebagai ketegangan dan kompresi yang tidak tergantung pada ukuran. Namun, ini memiliki [[Efek ukuran pada kekuatan struktural|efek ukuran]] dalam pembengkokan dan lekukan, terkait dengan skala panjang pada tingkat 50-100 μm, relatif besar bila dibandingkan dengan logam lainnya. | |||
=== Sifat kimia === | === Sifat kimia === | ||
Indium memiliki 49 elektron, dengan konfigurasi elektron [[[krypton|Kr]]]4d<sup>10</sup>5s<sup>2</sup>5p<sup>1</sup>. Dalam senyawa, indium paling sering menyumbangkan tiga elektron terluarnya menjadi indium(III), In<sup>3+</sup>. Dalam beberapa kasus, pasangan elektron 5s tidak disumbangkan, menghasilkan indium(I), In<sup>+</sup>. Stabilisasi keadaan [[valensi (kimia)|monovalen]] terkait dengan [[efek pasangan inert]], di mana [[relativistik kimia kuantum|efek relativistik]] menstabilkan orbital 5s, yang teramati pada unsur yang lebih berat. Thallium ([[homologi (kimia)|homolog]] indium yang lebih berat) menunjukkan efek yang lebih kuat, menyebabkan [[Redoks|oksidasi]] menjadi thallium(I) menjadi lebih memungkinkan daripada menjadi thallium(III), sedangkan gallium (homolog indium yang lebih ringan) biasanya hanya menunjukkan tingkat oksidasi +3. Jadi, walaupun thallium(III) adalah oksidator yang cukup kuat, tetapi tidak demikian dengan indium(III), bahkan banyak senyawa indium(I) adalah [[Redoks|reduktor]] kuat. Sementara energi terendah yang dibutuhkan untuk memasukkan elektron s ke dalam ikatan kimia adalah untuk indium di antara logam golongan 13, energi ikatan menurun sepanjang golongan dari atas ke bawah sehingga untuk indium, energi yang dilepaskan dalam membentuk dua ikatan tambahan dan mencapai keadaan +3 tidak selalu cukup untuk melampaui energi yang dibutuhkan untuk melibatkan elektron 5s. Indium(I) oksida dan hidroksida bersifat lebih basa sedangkan indium(III) oksida dan hidroksida bersifat lebih asam. | Indium memiliki 49 elektron, dengan konfigurasi elektron [[[krypton|Kr]]]4d<sup>10</sup>5s<sup>2</sup>5p<sup>1</sup>. Dalam senyawa, indium paling sering menyumbangkan tiga elektron terluarnya menjadi indium(III), In<sup>3+</sup>. Dalam beberapa kasus, pasangan elektron 5s tidak disumbangkan, menghasilkan indium(I), In<sup>+</sup>. Stabilisasi keadaan [[valensi (kimia)|monovalen]] terkait dengan [[efek pasangan inert]], di mana [[relativistik kimia kuantum|efek relativistik]] menstabilkan orbital 5s, yang teramati pada unsur yang lebih berat. Thallium ([[homologi (kimia)|homolog]] indium yang lebih berat) menunjukkan efek yang lebih kuat, menyebabkan [[Redoks|oksidasi]] menjadi thallium(I) menjadi lebih memungkinkan daripada menjadi thallium(III),<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/892 892]–893. ISBN 3-11-007511-3.</ref> sedangkan gallium (homolog indium yang lebih ringan) biasanya hanya menunjukkan tingkat oksidasi +3. Jadi, walaupun thallium(III) adalah oksidator yang cukup kuat, tetapi tidak demikian dengan indium(III), bahkan banyak senyawa indium(I) adalah [[Redoks|reduktor]] kuat.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indium&oldid=29459606 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sementara energi terendah yang dibutuhkan untuk memasukkan elektron s ke dalam ikatan kimia adalah untuk indium di antara logam golongan 13, energi ikatan menurun sepanjang golongan dari atas ke bawah sehingga untuk indium, energi yang dilepaskan dalam membentuk dua ikatan tambahan dan mencapai keadaan +3 tidak selalu cukup untuk melampaui energi yang dibutuhkan untuk melibatkan elektron 5s.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 256</ref> Indium(I) oksida dan hidroksida bersifat lebih basa sedangkan indium(III) oksida dan hidroksida bersifat lebih asam.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 256</ref> | ||
Sejumlah potensial elektrode standar indium yang dilaporkan, tergantung pada reaksi yang diteliti,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indium&oldid=29459606 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> mencerminkan penurunan stabilitas tingkat oksidasi +3:<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 252</ref> | |||
{| | |||
|- | |||
| −0,40 ||In<sup>2+</sup> + e<sup>−</sup>|| ↔ In<sup>+</sup> | |||
|- | |||
| −0,49 ||In<sup>3+</sup> + e<sup>−</sup>|| ↔ In<sup>2+</sup> | |||
|- | |||
| −0,443 ||In<sup>3+</sup> + 2 e<sup>−</sup>|| ↔ In<sup>+</sup> | |||
|- | |||
| −0,3382 ||In<sup>3+</sup> + 3 e<sup>−</sup>|| ↔ In | |||
|- | |||
| −0,14 ||In<sup>+</sup> + e<sup>−</sup>|| ↔ In | |||
|} | |||
Logam indium tidak bereaksi dengan air, namun dioksidasi oleh oksidator kuat seperti [[halogen]], menghasilkan senyawa indium(III). Ia tidak membentuk suatu [[borida]], [[silisida]], atau [[karbida]], dan hidridanya [[Indium trihidrids|InH<sub>3</sub>]] berada pada kondisi transisi terbaiknya dalam larutan [[eter]] pada suhu rendah, dan tidak cukup stabil untuk dipolimerisasi secara spontan tanpa koordinasi. Indium bersifat sedikit basa dalam larutan akuatik, hanya menunjukkan sedikit karakteristik [[amfoter]], dan tidak seperti homolognya yang lebih ringan, aluminium dan galium, ia tidak larut dalam larutan alkali. | Logam indium tidak bereaksi dengan air, namun dioksidasi oleh oksidator kuat seperti [[halogen]], menghasilkan senyawa indium(III). Ia tidak membentuk suatu [[borida]], [[silisida]], atau [[karbida]], dan hidridanya [[Indium trihidrids|InH<sub>3</sub>]] berada pada kondisi transisi terbaiknya dalam larutan [[eter]] pada suhu rendah, dan tidak cukup stabil untuk dipolimerisasi secara spontan tanpa koordinasi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indium&oldid=29459606 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Indium bersifat sedikit basa dalam larutan akuatik, hanya menunjukkan sedikit karakteristik [[amfoter]], dan tidak seperti homolognya yang lebih ringan, aluminium dan galium, ia tidak larut dalam larutan alkali.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 255</ref> | ||
=== Isotop === | === Isotop === | ||
Indium memiliki 39 isotop yang diketahui, dengan rentang [[nomor massa]] antara 97 sampai 135. Hanya dua isotop yang terjadi secara alami sebagai [[nuklida purba]]: indium-113, satu-satunya isotop stabil, dan indium-115, yang memiliki waktu paruh 4,41 tahun, empat orde besarnya lebih besar daripada umur alam semesta dan hampir 50.000 kali lebih besar daripada [[Isotop thorium|thorium alami]].<ref>Georges Audi. ''The NUBASE Evaluation of Nuclear and Decay Properties''. ''Nuclear Physics A''. Atomic Mass Data Center. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.</ref> Waktu paruh <sup>115</sup>In sangat lama karena peluruhan beta menjadi <sup>115</sup>[[timah|Sn]] adalah [[aturan seleksi|spin-terlarang]].<ref>R. Dvornický. ''Second unique forbidden β decay of 115 In and neutrino mass''. ''AIP Conf. Proc''. 13–16 June 2011. Vol. 1417 (33). doi:10.1063/1.3671032.</ref> Indium-115 menyusun 95,7% dari total indium. Indium adalah satu dari tiga unsur yang diketahui (yang lain adalah [[telurium]] dan [[renium]]) di mana isotop stabil kurang berlimpah di alam daripada radioisotop primordial berumur panjang.<ref>[http://www.ciaaw.org/pubs/Periodic_Table_Isotopes.pdf IUPAC Periodic Table of the Isotopes]. ''ciaaw.org''. IUPAC. 1 October 2013.</ref> | |||
Isotop [[Radioisotop sintetis|buatan]] paling stabil adalah indium-111, dengan waktu paruh kira-kira 2,8 hari. Semua isotop lainnya memiliki waktu paruh lebih pendek dari 5 jam. Indium juga memiliki 47 keadaan meta, di antaranya indium-114m1 (waktu paruh sekitar 49,51 hari) adalah yang paling stabil, lebih stabil daripada keadaan dasar setiap isotop indium selain isotop primordial. Semua peluruhan merupakan [[transisi isomerik]]. Isotop indium yang lebih ringan daripada <sup>115</sup>In terutama meluruh melalui [[tangkapan elektron]] atau [[emisi positron]] untuk membentuk isotop [[kadmium]], sedangkan isotop indium lainnya mulai <sup>115</sup>In dan yang lebih besar didahului peluruhan [[peluruhan beta minus]] untuk membentuk isotop timah.<ref>Georges Audi. ''The NUBASE Evaluation of Nuclear and Decay Properties''. ''Nuclear Physics A''. Atomic Mass Data Center. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.</ref> | |||
Isotop [[Radioisotop sintetis|buatan]] paling stabil adalah indium-111, dengan waktu paruh kira-kira 2,8 hari. Semua isotop lainnya memiliki waktu paruh lebih pendek dari 5 jam. Indium juga memiliki 47 keadaan meta, di antaranya indium-114m1 (waktu paruh sekitar 49,51 hari) adalah yang paling stabil, lebih stabil daripada keadaan dasar setiap isotop indium selain isotop primordial. Semua peluruhan merupakan [[transisi isomerik]]. Isotop indium yang lebih ringan daripada <sup>115</sup>In terutama meluruh melalui [[tangkapan elektron]] atau [[emisi positron]] untuk membentuk isotop [[kadmium]], sedangkan isotop indium lainnya mulai <sup>115</sup>In dan yang lebih besar didahului peluruhan [[peluruhan beta minus]] untuk membentuk isotop timah. | |||
== Senyawa == | == Senyawa == | ||
=== Indium(III) === | === Indium(III) === | ||
[[Indium(III) oksida]], , terbentuk saat logam indium dibakar di udara atau bila hidroksida atau nitratnya dipanaskan.<ref>Anthony John Downs. ''Chemistry of aluminium, gallium, indium, and thallium''. Springer. 1993. ISBN 0-7514-0103-X.</ref> mengadopsi struktur seperti [[alumina]] dan bersifat amfoter, yaitu mampu bereaksi dengan asam maupun basa. Indium bereaksi dengan air menghasilkan [[indium (III) hidroksida]], yang mudah larut dan bersifat amfoter; dengan alkali menghasilkan indat(III); dan dengan asam menghasilkan garam indium(III): | |||
[[Indium(III) oksida]], , terbentuk saat logam indium dibakar di udara atau bila hidroksida atau nitratnya dipanaskan. mengadopsi struktur seperti [[alumina]] dan bersifat amfoter, yaitu mampu bereaksi dengan asam maupun basa. Indium bereaksi dengan air menghasilkan [[indium (III) hidroksida]], yang mudah larut dan bersifat amfoter; dengan alkali menghasilkan indat(III); dan dengan asam menghasilkan garam indium(III): | |||
: + 3 HCl → + 3 | : + 3 HCl → + 3 | ||
Diketahui juga seskuikalsogenida analognya dengan [[belerang]], [[selenium]], and [[telurium]]. Indium membentuk [[indium halida|trihalida]]. Klorinasi, brominasi, dan iodinasi In menghasilkan [[indium(III) klorida|InCl<sub>3</sub>]] dan [[indium(III) bromida|InBr<sub>3</sub>]] yang tak berwarna, serta [[Indium(III) iodida|InI<sub>3</sub>]] yang berwarna kuning. Senyawanya merupakan [[asam Lewis]], agak mirip dengan trihalida aluminium yang lebih dikenal. Sekali lagi seperti senyawa alumunium terkait, InF<sub>3</sub> dapat membentuk polimer. | Diketahui juga seskuikalsogenida analognya dengan [[belerang]], [[selenium]], and [[telurium]].<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 286</ref> Indium membentuk [[indium halida|trihalida]]. Klorinasi, brominasi, dan iodinasi In menghasilkan [[indium(III) klorida|InCl<sub>3</sub>]] dan [[indium(III) bromida|InBr<sub>3</sub>]] yang tak berwarna, serta [[Indium(III) iodida|InI<sub>3</sub>]] yang berwarna kuning. Senyawanya merupakan [[asam Lewis]], agak mirip dengan trihalida aluminium yang lebih dikenal. Sekali lagi seperti senyawa alumunium terkait, InF<sub>3</sub> dapat membentuk polimer.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 263–7</ref> | ||
Reaksi langsung indium dengan [[pniktogen]] menghasilkan [[semikonduktor]] III-V yang berwarna abu-abu atau semimetalik. Banyak dari mereka perlahan terdekomposisi di udara lembap, sehingga penyimpanan senyawa semikonduktor secara hati-hati untuk mencegah kontak dengan atmosfer sangat diperlukan. Indium nitrida mudah diserang oleh asam maupun basa. | Reaksi langsung indium dengan [[pniktogen]] menghasilkan [[semikonduktor]] III-V yang berwarna abu-abu atau semimetalik. Banyak dari mereka perlahan terdekomposisi di udara lembap, sehingga penyimpanan senyawa semikonduktor secara hati-hati untuk mencegah kontak dengan atmosfer sangat diperlukan. Indium nitrida mudah diserang oleh asam maupun basa.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 288</ref> | ||
=== Indium(I) === | === Indium(I) === | ||
Senyawa indium(I) tidak umum. Klorida, [[indium(I) bromida|bromida]], dan iodidanya sangat berwarna, tidak seperti trihalida nya yang merupakan bahan bakunya. Fluoridanya dikenal sebagai senyawa gas yang tidak stabil. Bubuk hitam indium(I) oksida dihasilkan saat oksida indium(III) terdekomposisi pada pemanasan sampai 700 °C. | Senyawa indium(I) tidak umum. Klorida, [[indium(I) bromida|bromida]], dan iodidanya sangat berwarna, tidak seperti trihalida nya yang merupakan bahan bakunya. Fluoridanya dikenal sebagai senyawa gas yang tidak stabil.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 270–1</ref> Bubuk hitam indium(I) oksida dihasilkan saat oksida indium(III) terdekomposisi pada pemanasan sampai 700 °C.<ref>Anthony John Downs. ''Chemistry of aluminium, gallium, indium, and thallium''. Springer. 1993. ISBN 0-7514-0103-X.</ref> | ||
=== Tingkat oksidasi lain === | === Tingkat oksidasi lain === | ||
Kadang-kadang, indium membentuk senyawa dengan tingkat oksidasi +2 dan bahkan tingkat oksidasi fraksional. Biasanya materials semacam itu memiliki ikatan In-In, terutama pada [[indium halida|halida]] dan , dan berbagai subkalkogenida seperti . Beberapa senyawa lain diketahui merupakan kombinasi antara indium(I) dan indium(III), seperti In(In<sup>III</sup>, In(In<sup>III</sup>(In<sup>III</sup>Br<sub>6</sub>), In<sup>I</sup>In<sup>III</sup>Br<sub>4</sub>. | Kadang-kadang, indium membentuk senyawa dengan tingkat oksidasi +2 dan bahkan tingkat oksidasi fraksional. Biasanya materials semacam itu memiliki ikatan In-In, terutama pada [[indium halida|halida]] dan ,<ref>Ian Sinclair. ''Neutral complexes of the indium dihalides''. ''Canadian Journal of Chemistry''. 1982. Vol. 60 (6). hlm. 695–698. doi:10.1139/v82-102.</ref> dan berbagai subkalkogenida seperti .<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 287</ref> Beberapa senyawa lain diketahui merupakan kombinasi antara indium(I) dan indium(III), seperti In(In<sup>III</sup>,<ref>Horst Philipp Beck. ''In7Cl9—A New"Old" Compound in the System In-Cl''. ''Angewandte Chemie International Edition in English''. 1991. Vol. 30 (7). hlm. 824–825. doi:10.1002/anie.199108241.</ref> In(In<sup>III</sup>(In<sup>III</sup>Br<sub>6</sub>),<ref>Richard Dronskowski. ''Synthesis, Structure, and Decay of In4Br7''. ''Angewandte Chemie International Edition in English''. 1995. Vol. 34 (10). hlm. 1126–1128. doi:10.1002/anie.199511261.</ref> In<sup>I</sup>In<sup>III</sup>Br<sub>4</sub>.<ref>Ian Sinclair. ''Neutral complexes of the indium dihalides''. ''Canadian Journal of Chemistry''. 1982. Vol. 60 (6). hlm. 695–698. doi:10.1139/v82-102.</ref> | ||
=== Senyawa organoindium === | === Senyawa organoindium === | ||
Senyawa organoindium memiliki ikatan In–C. Sebagian besar merupakan turunan In(III), tetapi ada perkecualian yaitu [[siklopentadienilindium(I)]]. Ini merupakan senyawa organoindium(I) yang pertama kali diketahui, dan dapat bersifat polimerik, dengan rantai zigzag dan berseling antara atom indium dan [[kompleks siklopentadienil]]. Kemungkinan, senyawa organoindium yang paling terkenal adalah [[trimetilindium]], , yang digunakan untuk membuat bahan semikondukter tertentu. | Senyawa organoindium memiliki ikatan In–C. Sebagian besar merupakan turunan In(III), tetapi ada perkecualian yaitu [[siklopentadienilindium(I)]]. Ini merupakan senyawa organoindium(I) yang pertama kali diketahui,<ref>E. O. Fischer. ''Metall-cyclopentadienyle des Indiums''. ''Angewandte Chemie''. 1957. Vol. 69 (20). hlm. 639–640. doi:10.1002/ange.19570692008.</ref> dan dapat bersifat polimerik, dengan rantai zigzag dan berseling antara atom indium dan [[kompleks siklopentadienil]].<ref>Beachley O. T. ''Synthesis, characterization and structural studies of In(C 5 H 4 Me) by x-ray diffraction and electron diffraction techniques and a reinvestigation of the crystalline state of In(C 5 H 5 ) by x-ray diffraction studies''. ''Organometallics''. 1988. Vol. 7 (5). hlm. 1051–1059. doi:10.1021/om00095a007.</ref> Kemungkinan, senyawa organoindium yang paling terkenal adalah [[trimetilindium]], , yang digunakan untuk membuat bahan semikondukter tertentu.<ref>Deo V. Shenai. ''Correlation of vapor pressure equation and film properties with trimethylindium purity for the MOVPE grown III–V compounds''. ''Journal of Crystal Growth''. 2003. Vol. 248. hlm. 91–98. doi:10.1016/S0022-0248(02)01854-7.</ref><ref>Deodatta V. Shenai. ''Correlation of film properties and reduced impurity concentrations in sources for III/V-MOVPE using high-purity trimethylindium and tertiarybutylphosphine''. ''Journal of Crystal Growth''. 2004. Vol. 272. hlm. 603–608. doi:10.1016/j.jcrysgro.2004.09.006.</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Pada tahun 1863, kimiawan Jerman [[Ferdinand Reich]] dan [[Hieronymous Theodor Richter]] menguji bijih dari pertambangan di sekitar [[Freiberg, Saxony]]. Mereka melarutkan mineral [[pirit]], [[arsenopirit]], [[galena]], dan [[sfalerit]] dalam [[asam klorida]] serta mendistilasi [[seng klorida]] mentah. Reich, yang merupakan seorang penderita [[buta warna]], mengangkat Richter sebagai asistennya untuk mendeteksi warna garis spektrum. Mereka mengetahui bahwa bijih dari area tersebut kadang-kadang mengandung [[thallium]], mereka mencari garis spektrum emisi thallium yang berwarna hijau. Tidak disangka, mereka malah menemukan garis biru terang. Oleh karena garis biru tersebut tidak cocok dengan unsur yang telah dikenal, mereka membuat hipotesis adanya unsur baru dalam mineral. Mereka menyebutnya indium, dari warna [[indigo]] yang mereka lihat dalam spektrum tersebut, sesuai nama Latinnya, ''indicum''. | Pada tahun 1863, kimiawan Jerman [[Ferdinand Reich]] dan [[Hieronymous Theodor Richter]] menguji bijih dari pertambangan di sekitar [[Freiberg, Saxony]]. Mereka melarutkan mineral [[pirit]], [[arsenopirit]], [[galena]], dan [[sfalerit]] dalam [[asam klorida]] serta mendistilasi [[seng klorida]] mentah. Reich, yang merupakan seorang penderita [[buta warna]], mengangkat Richter sebagai asistennya untuk mendeteksi warna garis spektrum. Mereka mengetahui bahwa bijih dari area tersebut kadang-kadang mengandung [[thallium]], mereka mencari garis spektrum emisi thallium yang berwarna hijau. Tidak disangka, mereka malah menemukan garis biru terang. Oleh karena garis biru tersebut tidak cocok dengan unsur yang telah dikenal, mereka membuat hipotesis adanya unsur baru dalam mineral. Mereka menyebutnya indium, dari warna [[indigo]] yang mereka lihat dalam spektrum tersebut, sesuai nama Latinnya, ''indicum''.<ref>Reich, F. ''Ueber das Indium''. ''Journal für Praktische Chemie''. 1863. Vol. 90 (1). hlm. 172–176. doi:10.1002/prac.18630900122.</ref><ref>S. Venetskii. ''Indium''. ''Metallurgist''. 1971. Vol. 15 (2). hlm. 148–150. doi:10.1007/BF01088126.</ref><ref>Greenwood and Earnshaw, p. 244</ref><ref>Weeks, Mary Elvira. [http://search.jce.divched.org/JCEIndex/FMPro?-db=jceindex.fp5&-lay=wwwform&combo=weeks&-find=&-format=detail.html&-skip=27&-max=1&-token.2=27&-token.3=10 The Discovery of the Elements: XIII. Some Spectroscopic Studies]. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (8). hlm. 1413–1434. doi:10.1021/ed009p1413.</ref> | ||
Richter mengisolasi logam tersebut pada tahun 1864.<ref>Reich, F. ''Ueber das Indium''. ''Journal für Praktische Chemie''. 1864. Vol. 92 (1). hlm. 480–485. doi:10.1002/prac.18640920180.</ref> Sebuah batang logam seberat dipresentasikan dalam [[Exposition Universelle (1867)|World Fair]] 1867.<ref>Ulrich Schwarz-Schampera. [https://books.google.com/?id=k7x_2_KnupMC&pg=PA1 Indium: Geology, Mineralogy, and Economics]. Springer. 2002. ISBN 978-3-540-43135-0.</ref> Reich dan Richter kemudian tumbang saat orang terakhir mengaku sebagai satu-satunya penemu.<ref>Weeks, Mary Elvira. [http://search.jce.divched.org/JCEIndex/FMPro?-db=jceindex.fp5&-lay=wwwform&combo=weeks&-find=&-format=detail.html&-skip=27&-max=1&-token.2=27&-token.3=10 The Discovery of the Elements: XIII. Some Spectroscopic Studies]. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (8). hlm. 1413–1434. doi:10.1021/ed009p1413.</ref> | |||
== Keberadaan == | == Keberadaan == | ||
Indium terbentuk melalui [[proses s]] (tangkapan neutron lambat) yang berlangsung sangat lama (mencapai ratusan tahun) dalam bintang bermassa rendah hingga sedang (rentang massa antara 0,6 dan 10 kali [[massa matahari]]). Ketika atom perak-109 (isotop yang menyusun sekitar separuh dari seluruh perak yang ada) menangkap neutron, ia mengalami [[peluruhan beta]] menjadi kadmium-110. Penangkapan neutron lebih lanjut, akan membentuk kadmium-115, yang meluruh menjadi indium-115 melalui [[peluruhan beta]] lainnya. Hal ini menjelaskan alasan isotop radioaktif lebih melimpah daripada isotop stabilnya.<ref>A. I. Boothroyd. ''Heavy elements in stars''. ''Science''. 2006. Vol. 314 (5806). hlm. 1690–1691. doi:10.1126/science.1136842.</ref> Isotop indium stabil, indium-113, adalah salah satu dari [[inti-p]], yang asal-usulnya tidak sepenuhnya dipahami; meskipun indium-113 diketahui merupakan produk langsung dari proses s dan proses r (tangkapan elektron cepat), dan juga merupakan turunan dari kadmium-113 yang berumur sangat panjang (dengan waktu paruh sekitar delapan [[kuadriliun]] tahun), hal ini tidak juga menyingkap seluruh tabir indium-113.<ref>C. Arlandini, F. Käppeler, K. Wisshak, R. Gallino, M. Lugaro, M. Busso, O. Straniero: ''Neutron Capture in Low-Mass Asymptotic Giant Branch Stars: Cross Sections and Abundance Signatures.'' In: ''The Astrophysical Journal'', Vol. 525, 1999, p. 886–900. ( )</ref><ref>Zs. Nemeth, F. Käppeler, C. Theis, T. Belgya, S. W. Yates: ''Nucleosynthesis in the Cd-In-Sn region.'' In: ''The Astrophysical Journal'', Vol. 426, 1994, p. 357–365. ( )</ref> | |||
Di kerak bumi, indium jarang berada sebagai butiran [[mineral unsur alami|logam bebas]], terlalu langka dan kecil untuk kepentingan komersial.<ref>Hudson Institute of Mineralogy. [http://www.mindat.org/min-2030.html Indium]. ''Mindat.org''. 1993–2016.</ref> Indium adalah [[Kelimpahan unsur dalam kerak bumi|unsur paling melimpah di kerak bumi]] kira-kira 160 [[bagian per miliar|ppb]], kira-kira sama melimpahnya seperti [[kadmium]].<ref>[http://www.webelements.com/webelements/properties/text/image-flash/abund-crust.html Abundance in Earth's Crust]. WebElements.com.</ref> Kurang dari 10 mineral indium yang diketahui dan tidak ada satupun endapan yang bermakna. Dua di antaranya adalah [[dzhalindite]] () dan [[indit]] ().<ref>J. K. Sutherland. [http://canmin.geoscienceworld.org/cgi/content/abstract/10/5/781 A second occurrence of dzhalindite]. ''The Canadian Mineralogist''. 1971. Vol. 10 (5). hlm. 781–786.</ref> | |||
Indium cenderung berada bersama dengan seng dalam mineral sulfida karena kedua unsur tersebut memiliki jari-jari atom dan sifat kimia yang serupa.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 246</ref> Berdasarkan kandungan indium dalam bijih seng, total cadangan indium yang layak secara ekonomis sekitar 6.000 [[ton]],<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/indium/indiumcs07.pdf Mineral Commodities Summary 2007: Indium]. United States Geological Survey.</ref> dan ''[[Royal Society of Chemistry]]'' mengingatkan risiko serius bahwa pasokan indium akan habis dalam satu abad.<ref>Emma Davies. [http://www.rsc.org/images/Endangered%20Elements%20-%20Critical%20Thinking_tcm18-196054.pdf Endangered elements: critical thinking]. ''Chemistry World''. Royal Society of Chemistry. January 2011. Vol. 8 (1). hlm. 50–4.</ref> Namun, [[Indium Corporation]], pengolah indium terbesar, menyatakan, berdasarkan peningkatan rendemen selama ekstraksi, bahwa pemulihan dimungkinkan dari rentang logam dasar yang lebih lebar (deposit timah, tembaga, dan polimetalik lainnya) dan dari investasi pertambangan, serta pasokan jangka panjang indium dapat berkelanjutan, andal, dan cukup untuk memenuhi tuntutan masa depan yang semakin meningkat.<ref>[http://www.indium.com/_dynamo/download.php?docid=552 Indium and Gallium Supply Sustainability September 2007 Update]. ''22nd EU PV Conference, Milan, Italy''.</ref> | |||
Indium cenderung berada bersama dengan seng dalam mineral sulfida karena kedua unsur tersebut memiliki jari-jari atom dan sifat kimia yang serupa. Berdasarkan kandungan indium dalam bijih seng, total cadangan indium yang layak secara ekonomis sekitar 6.000 [[ton]], dan ''[[Royal Society of Chemistry]]'' mengingatkan risiko serius bahwa pasokan indium akan habis dalam satu abad. Namun, [[Indium Corporation]], pengolah indium terbesar, menyatakan, berdasarkan peningkatan rendemen selama ekstraksi, bahwa pemulihan dimungkinkan dari rentang logam dasar yang lebih lebar (deposit timah, tembaga, dan polimetalik lainnya) dan dari investasi pertambangan, serta pasokan jangka panjang indium dapat berkelanjutan, andal, dan cukup untuk memenuhi tuntutan masa depan yang semakin meningkat. | |||
== Produksi == | == Produksi == | ||
Keterbatasan deposit mineral indium dan adanya fakta bahwa indium banyak dalam deposit sulfida [[timbal]], [[timah]], [[tembaga]], [[besi]], dan terutama [[seng]], membuat produksi seng dan timbal menjadi sumber utama indium. Indium diluluhkan dari terak (''slag'') dan debu produksi seng. Pemurnian lanjutan dilakukan dengan cara [[elektrolisis]].<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 247</ref> Proses pastinya bervariasi sesuai komposisi tepatnya dari terak dan debu.<ref>A. M. Alfantazi. ''Processing of indium: a review''. ''Minerals Engineering''. 2003. Vol. 16 (8). hlm. 687–694. doi:10.1016/S0892-6875(03)00168-7.</ref><ref>Ulrich Schwarz-Schampera. [https://books.google.com/?id=k7x_2_KnupMC&pg=PA1 Indium: Geology, Mineralogy, and Economics]. Springer. 2002. ISBN 978-3-540-43135-0.</ref> | |||
Produksi utama indium berasal dari residu yang dihasilkan selama pemrosesan [[bijih]] [[seng]], tetapi juga ditemukan dalam bijih [[besi]], [[timbal]], dan [[tembaga]].<ref>A. M. Alfantazi. ''Processing of indium: a review''. ''Minerals Engineering''. 2003. Vol. 16 (8). hlm. 687–694. doi:10.1016/S0892-6875(03)00168-7.</ref> China merupakan produsen utama indium (390 ton pada tahun 2012), diikuti Kanada, Jepang, dan Korea Selatan dengan masing-masing 70 ton.<ref>Tolcin, Amy C. (2013) [https://web.archive.org/web/20130527063745/http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/indium/mcs-2013-indiu.pdf Indium]. USGS Mineral Commodity Summaries.</ref> Pabrik pengolahan [[Teck Cominco]] di [[Trail, British Columbia]], adalah produsen indium salah satu sumber tunggal terbesar, dengan produksi sebesar 32,5 ton pada tahun 2005, 41,8 ton pada tahun 2004 dan 36,1 ton pada tahun 2003. [[Tambang Malku Khota]] di Bolivia yang dioperasikan oleh [[South American Silver Corporation]] adalah sebuah sumber indium besar dengan cadangan terlihat 1.481 ton dan cadangan rekaan sebesar 935 ton.<ref>[http://www.soamsilver.com/upload/Technical_Reports/Malku_Khota_PEA_Update_11_May_2011.pdf.pdf Malku Khota Updated Preliminary Economic Assessment, May 2011]. South American Silver Corp.</ref> Tambang Mount Pleasent di [[New Brunswick]], Kanada, yang dioperasikan oleh [[Adex Mining Inc]] memegang sebagian besar sumber daya indium dunia.<ref>Philip Wright. [http://www.rncan.gc.ca/smm-mms/busi-indu/cmy-amc/content/1996/61.pdf Mineral and Metal Commodity Review: Tin]. Natural Resources Canada. 1996.</ref> | |||
Produksi utama indium berasal dari residu yang dihasilkan selama pemrosesan [[bijih]] [[seng]], tetapi juga ditemukan dalam bijih [[besi]], [[timbal]], dan [[tembaga]]. China merupakan produsen utama indium (390 ton pada tahun 2012), diikuti Kanada, Jepang, dan Korea Selatan dengan masing-masing 70 ton. Pabrik pengolahan [[Teck Cominco]] di [[Trail, British Columbia]], adalah produsen indium salah satu sumber tunggal terbesar, dengan produksi sebesar 32,5 ton pada tahun 2005, 41,8 ton pada tahun 2004 dan 36,1 ton pada tahun 2003. [[Tambang Malku Khota]] di Bolivia yang dioperasikan oleh [[South American Silver Corporation]] adalah sebuah sumber indium besar dengan cadangan terlihat 1.481 ton dan cadangan rekaan sebesar 935 ton. Tambang Mount Pleasent di [[New Brunswick]], Kanada, yang dioperasikan oleh [[Adex Mining Inc]] memegang sebagian besar sumber daya indium dunia. | |||
Konsumsi utama indium di seluruh dunia adalah produksi [[Penampil kristal cair|''Liquid Crystal Display'', (LCD)]]. Produksi di seluruh dunia pada tahun 2007 adalah 475 ton per tahun dari pertambangan dan 650 ton per tahun dari daur ulang. Permintaan meningkat tajam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya popularitas monitor komputer dan televisi LCD, yang saat ini terhitung 50% dari konsumsi indium. Meningkatnya efisiensi pabrikasi dan daur ulang (terutama di Jepang) menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan. Menurut [[UNEP]], tingkat daur ulang indium kurang dari 1%. Menurut prakiraan, pasokan indium tinggal untuk kurang dari 14 tahun lagi, berdasarkan laju ekstraksi saat ini, sehingga memerlukan kebutuhan [[daur ulang]] tambahan. | Konsumsi utama indium di seluruh dunia adalah produksi [[Penampil kristal cair|''Liquid Crystal Display'', (LCD)]]. Produksi di seluruh dunia pada tahun 2007 adalah 475 ton per tahun dari pertambangan dan 650 ton per tahun dari daur ulang.<ref>[http://www.indium.com/_dynamo/download.php?docid=552 Indium and Gallium Supply Sustainability September 2007 Update]. ''22nd EU PV Conference, Milan, Italy''.</ref> Permintaan meningkat tajam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya popularitas monitor komputer dan televisi LCD, yang saat ini terhitung 50% dari konsumsi indium.<ref>[http://geology.com/articles/indium.shtml Indium Price Supported by LCD Demand and New Uses for the Metal]. ''Geology.com''.</ref> Meningkatnya efisiensi pabrikasi dan daur ulang (terutama di Jepang) menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan. Menurut [[UNEP]], tingkat daur ulang indium kurang dari 1%.<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/mcs/2011/mcs2011.pdf USGS Mineral Commodity Summaries 2011]. USGS and USDI.</ref> Menurut prakiraan, pasokan indium tinggal untuk kurang dari 14 tahun lagi, berdasarkan laju ekstraksi saat ini, sehingga memerlukan kebutuhan [[daur ulang]] tambahan.<ref>[http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=how-much-is-left How much is left?]. ScientificAmerican.</ref> | ||
== Aplikasi == | == Aplikasi == | ||
Pada tahun 1924, indium ditemukan memiliki sifat yang berharga yaitu untuk menstabilkan [[logam non-besi]], dan itu menjadi penggunaan signifikan pertama unsur tersebut.<ref>Sidney J. French. ''A story of indium''. ''Journal of Chemical Education''. 1934. Vol. 11 (5). hlm. 270. doi:10.1021/ed011p270.</ref> Aplikasi indium berskala besar pertama adalah untuk pelapisan [[bantalan (mekanik)|bantalan]] pada mesin [[pesawat terbang]] berkinerja tinggi selama [[Perang Dunia II]], untuk melindungi dari kerusakan dan [[korosi]]; tetapi ini tidak lagi menjadi penggunaan utama unsur ini.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 247</ref> Penggunaan baru ditemukan pada [[aloy terleburkan]] (), [[solder]], dan [[elektronik]]. Pada tahun 1950an, butiran kecil indium digunakan untuk pemancar dan pengumpul PNP [[transistor sambungan dwikutub]]. Pada pertengahan dan akhir 1980an, pengembangan [[semikonduktor]] indium fosfida dan film tipis [[indium timah oksida]] untuk [[penampil kristal cair]] (LCD) membangkitkan banyak minat. Pada tahun 1992, aplikasi film tipis telah menjadi penggunaan akhir terbesar.<ref>Amy C. Tolcin. [http://minerals.usgs.gov/mineralofthemonth/indium.pdf Mineral Yearbook 2007: Indium]. United States Geological Survey.</ref><ref>Anthony John Downs. [https://books.google.com/?id=v-04Kn758yIC Chemistry of Aluminium, Gallium, Indium, and Thallium]. Springer. 1993. hlm. 89 and 106. ISBN 978-0-7514-0103-5.</ref> | |||
Indium(III) oksida dan [[indium timah oksida]] (ITO) digunakan sebagai pelapis [[konduktor listrik|konduktif]] [[transparansi (optik)|transparan]] pada substrat [[kaca]] dalam panel [[elektroluminesen]].<ref>[http://azonano.com/news.asp?newsID=1007 The Electroluminescent Light Sabre]. ''Nanotechnology News Archive''. Azonano. June 2, 2005.</ref> Indium timah oksida digunakan sebagai filter cahaya di [[Lampu uap natrium#Natrium tekanan rendah|lampu uap natrium bertekanan rendah]]. Radiasi inframerah dipantulkan kembali ke lampu, yang meningkatkan suhu di dalam tabung dan meningkatkan kinerja lampu.<ref>Anthony John Downs. ''Chemistry of aluminium, gallium, indium, and thallium''. Springer. 1993. ISBN 0-7514-0103-X.</ref> | |||
Indium(III) oksida dan [[indium timah oksida]] (ITO) digunakan sebagai pelapis [[konduktor listrik|konduktif]] [[transparansi (optik)|transparan]] pada substrat [[kaca]] dalam panel [[elektroluminesen]]. Indium timah oksida digunakan sebagai filter cahaya di [[Lampu uap natrium#Natrium tekanan rendah|lampu uap natrium bertekanan rendah]]. Radiasi inframerah dipantulkan kembali ke lampu, yang meningkatkan suhu di dalam tabung dan meningkatkan kinerja lampu. | |||
Indium memiliki banyak aplikasi yang berhubungan dengan [[semikonduktor]]. Beberapa senyawa indium, seperti [[indium antimonida]] dan [[indium fosfida]], adalah [[semikonduktor]] dengan sifat yang berguna: satu prekursor biasanya [[trimetilindium]] (TMI), yang juga digunakan sebagai [[semikonduktor]] [[dopan]] dalam [[semikonduktor majemuk]] II-VI. InAs dan InSb digunakan untuk transistor dengan suhu rendah dan InP untuk transistor dengan suhu tinggi. [[Semikonduktor majemuk]] [[InGaN]] dan [[InGaP]] digunakan di [[diode pemancar cahaya]] (LED) dan diode laser. Indium digunakan dalam [[fotovoltaik]] sebagai semikonduktor [[tembaga indium galium selenida]] (''Copper Indium Gallium Selenide'', CIGS), yang disebut juga [[sel surya CIGS]], suatu jenis [[sel surya film tipis]] generasi kedua. Indium digunakan dalam PNP [[transistor sambungan dwikutub]] dengan [[germanium]]: bila disolder pada suhu rendah, indium tidak menekan germanium. | Indium memiliki banyak aplikasi yang berhubungan dengan [[semikonduktor]]. Beberapa senyawa indium, seperti [[indium antimonida]] dan [[indium fosfida]],<ref>K. J. Bachmann. ''Properties, Preparation, and Device Applications of Indium Phosphide''. ''Annual Review of Materials Science''. 1981. Vol. 11. hlm. 441–484. doi:10.1146/annurev.ms.11.080181.002301.</ref> adalah [[semikonduktor]] dengan sifat yang berguna: satu prekursor biasanya [[trimetilindium]] (TMI), yang juga digunakan sebagai [[semikonduktor]] [[dopan]] dalam [[semikonduktor majemuk]] II-VI.<ref>Deodatta V. Shenai. ''Correlation of film properties and reduced impurity concentrations in sources for III/V-MOVPE using high-purity trimethylindium and tertiarybutylphosphine''. ''Journal of Crystal Growth''. 2004. Vol. 272 (1–4). hlm. 603–608. doi:10.1016/j.jcrysgro.2004.09.006.</ref> InAs dan InSb digunakan untuk transistor dengan suhu rendah dan InP untuk transistor dengan suhu tinggi.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 247</ref> [[Semikonduktor majemuk]] [[InGaN]] dan [[InGaP]] digunakan di [[diode pemancar cahaya]] (LED) dan diode laser.<ref>Schubert, E. Fred. ''Light-Emitting Diodes''. Cambridge University Press. 2003. hlm. 16. ISBN 0-521-53351-1.</ref> Indium digunakan dalam [[fotovoltaik]] sebagai semikonduktor [[tembaga indium galium selenida]] (''Copper Indium Gallium Selenide'', CIGS), yang disebut juga [[sel surya CIGS]], suatu jenis [[sel surya film tipis]] generasi kedua.<ref>M. Powalla. ''Scaling up issues of CIGS solar cells''. ''Thin Solid Films''. 2000. Vol. 361–362. hlm. 540–546. doi:10.1016/S0040-6090(99)00849-4.</ref> Indium digunakan dalam PNP [[transistor sambungan dwikutub]] dengan [[germanium]]: bila disolder pada suhu rendah, indium tidak menekan germanium.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 247</ref> | ||
Kabel Indium digunakan sebagai segel [[segel kriogenik|segel vakum]] dan konduktor termal pada aplikasi [[kriogenik]] dan [[vakum ultra-tinggi]], dalam aplikasi manufaktur seperti [[gasket]] yang berubah bentuk untuk mengisi celah.<ref>[https://books.google.com/?id=tfLWfAx1ZWQC&pg=PA296 Vacuum physics and technology]. Acad. Press. 1990. hlm. 296. ISBN 978-0-12-475914-5.</ref> Indium adalah bahan dalam paduan galium-indium-timah [[galinstan]], yang cair pada suhu kamar dan menggantikan [[raksa]] dalam beberapa [[termometer]].<ref>Surmann, P. ''Voltammetric analysis using a self-renewable non-mercury electrode''. ''Analytical and Bioanalytical Chemistry''. Nov 2005. Vol. 383 (6). hlm. 1009–13. doi:10.1007/s00216-005-0069-7.</ref> Paduan lain dari indium dengan [[bismut]], [[kadmium]], [[timbal]], dan [[timah]], yang memiliki titik leleh yang lebih tinggi, tetapi masih rendah, (antara 50 dan 100 °C), digunakan dalam [[sistem penyemprot api]] dan regulator panas.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 247</ref> | |||
Indium adalah salah satu dari banyak pengganti raksa dalam baterai alkaline untuk mencegah seng dari korosi dan melepaskan gas hidrogen.<ref>Geological Survey (U.S.). ''Minerals Yearbook, 2008, V. 1, Metals and Minerals''. Government Printing Office. 2010. hlm. 35–2. ISBN 978-1-4113-3015-3.</ref> Indium ditambahkan ke beberapa campuran [[amalgam gigi]] untuk mengurangi tegangan permukaan raksa dan memungkinkan amalgamasi yang lebih mudah dengan penghunaan raksa yang lebih sedikit.<ref>Powell L. V., Johnson G. H., Bales D. J. ''Effect of Admixed Indium on Mercury Vapor Release from Dental Amalgam''. ''Journal of Dental Research''. 1989. Vol. 68 (8). hlm. 1231–3. doi:10.1177/00220345890680080301.</ref> | |||
Penampang tangkapan neutron tinggi Indium untuk neutron termal membuatnya sesuai untuk digunakan dalam [[batang kendali]] pada reaktor nuklir, biasanya dalam paduan perak 80%, indium 15%, dan kadmium 5%.<ref>Scoullos, Michael J. [https://books.google.com/books?id=9yzN-QGag_8C&pg=PA222 Mercury, cadmium, lead: handbook for sustainable heavy metals policy and regulation]. 2001-12-31. hlm. 222. ISBN 978-1-4020-0224-3.</ref> Dalam teknik nuklir, reaksi (n,n') <sup>113</sup>In digunakan untuk menentukan besarnya fluks neutron.<ref>Berger, Harold. [https://books.google.com/books?id=b1ZwQXdxAtUC&pg=PA50 Practical applications of neutron radiography and gaging: a symposium]. 1976. hlm. 50–51.</ref> | |||
Penampang tangkapan neutron tinggi Indium untuk neutron termal membuatnya sesuai untuk digunakan dalam [[batang kendali]] pada reaktor nuklir, biasanya dalam paduan perak 80%, indium 15%, dan kadmium 5%. Dalam teknik nuklir, reaksi (n,n') <sup>113</sup>In digunakan untuk menentukan besarnya fluks neutron. | |||
== Peran biologis dan tindakan pencegahan == | == Peran biologis dan tindakan pencegahan == | ||
Indium tidak memiliki peran [[unsur gizi|metabolik]] dalam organisme apapun. Dengan cara yang sama seperti garam aluminium, ion indium(III) dapat menjadi racun bagi ginjal bila diberikan melalui suntikan.<ref>F. P. Castronovo. ''Factors Affecting the Toxicity of the Element Indium''. ''British Journal of Experimental Pathology''. October 1971. Vol. 52 (5). hlm. 543–559.</ref> Indium timah oksida dan indium fosfida membahayakan sistem pulmonari dan kekebalan tubuh, terutama melalui indium ionik,<ref>Gwinn. ''Macrophage Solubilization and Cytotoxicity of Indium-Containing Particles as in vitro Correlates to Pulmonary Toxicity in vivo''. ''Toxicological Sciences''. 2014. Vol. 144 (1). hlm. 17–26. doi:10.1093/toxsci/kfu273.</ref> meskipun hidrat oksida indium empat puluh kali lebih beracun saat disuntikkan, diukur melalui jumlah indium yang dimasukkan.<ref>F. P. Castronovo. ''Factors Affecting the Toxicity of the Element Indium''. ''British Journal of Experimental Pathology''. October 1971. Vol. 52 (5). hlm. 543–559.</ref> Indium-111 yang bersifat radioaktif (dalam jumlah sangat kecil menurut kimia) digunakan dalam uji [[kedokteran nuklir]], sebagai [[pelacak radioaktif]] untuk mengikuti pergerakan protein berlabel dan [[pencitraan lekosit indium|sel darah putih]] di dalam tubuh.<ref>[http://www.nordion.com/documents/products/In-111_Can.pdf IN-111 FACT SHEET]. Nordion(Canada), Inc.</ref><ref>D. Van Nostrand. ''In-111-labeled white blood cell uptake in noninfected closed fracture in humans: prospective study''. ''Radiology''. May 1988. Vol. 167 (2). hlm. 495–498. doi:10.1148/radiology.167.2.3357961.</ref> Senyawa Indium sebagian besar tidak terserap jika tertelan dan terserap dengan tingkat sedang jika terhirup; mereka cenderung disimpan sementara di dalam [[otot]], [[kulit]], dan [[tulang]] sebelum diekskresikan. [[Waktu paruh biologis]] indium pada manusia adalah sekitar dua minggu.<ref>Gunnar F. Nordberg. ''Handbook on the Toxicology of Metals''. Academic Press. 7 August 2014. hlm. 845. ISBN 978-0-12-397339-9.</ref> | |||
Orang bisa terkena indium di tempat kerja dengan cara terhirup, tertean, terkena kulit, dan terkena mata. ''[[National Institute for Occupational Safety and Health]]'' telah menetapkan [[batas paparan yang direkomendasikan]] (REL) 0,1 mg/m<sup>3</sup> selama 8 jam kerja.<ref>[http://www.cdc.gov/niosh/npg/npgd0341.html CDC – NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards – Indium]. ''www.cdc.gov''.</ref> | |||
Orang bisa terkena indium di tempat kerja dengan cara terhirup, tertean, terkena kulit, dan terkena mata. ''[[National Institute for Occupational Safety and Health]]'' telah menetapkan [[batas paparan yang direkomendasikan]] (REL) 0,1 mg/m<sup>3</sup> selama 8 jam kerja. | |||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
== Sumber == | == Sumber == | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 104: | Baris 100: | ||
* [http://www.cdc.gov/niosh/npg/npgd0341.html NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards] (Centers for Disease Control and Prevention) | * [http://www.cdc.gov/niosh/npg/npgd0341.html NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards] (Centers for Disease Control and Prevention) | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indium&oldid=29459606 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29459606 (2026-07-15T00:30:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 22.59

Ini adalah logam pasca transisi yang menyusun 0,21 ppm dari kerak bumi. Indium sangat empuk dan lunak, memiliki titik lebur lebih tinggi daripada natrium dan galium, tetapi lebih rendah daripada litium dan timah. Secara kimiawi, indium mirip dengan galium dan thallium, dan sebagian besar sifatnya berada di antara galium dan thallium.[1] Indium ditemukan pada tahun 1863 oleh Ferdinand Reich dan Hieronim Theodor Richter dengan metode spektroskopi. Mereka menamainya sesuai garis indigo dalam spektrumnya. Indium diisolasi pada tahun berikutnya.
Indium adalah komponen minor dalam bijih seng sulfida dan diproduksi sebagai produk sampingan dari penghalusan seng. Logam ini digunakan terutama dalam industri semikonduktor, pada logam paduan dengan titik lebur rendah seperti solder, pada segel vakum bertekanan tinggi, dan dalam produksi pelapis konduktif transparan indium timah oksida (ITO) pada kaca. Indium tidak memiliki peran biologis, meski senyawanya agak beracun saat disuntikkan ke dalam aliran darah. Sebagian besar paparan kerja adalah melalui pencernaan, yang penyerapan senyawa indiumnya kurang baik, dan inhalasi, yang cukup baik penyerapannya.
Sifat fisika dan kimia
Sifat fisika
Indium adalah logam pasca transisi berwarna putih-keperakan yang sangat ulet dengan kilau terang.[2] Ia sangat empuk (kekerasan Mohs 1,2) seperti natrium, dan bisa dipotong menggunakan pisau. Ia juga meninggalkan garis yang terlihat di atas kertas.[3] Ia adalah anggota golongan 13 pada tabel periodik dan sifat-sifatnya sebagian besar berada di antara tetangga vertikalnya, galium dan thallium. Seperti timah, suara melengking bernada tinggi terdengar saat indium ditekuk – suara berderak akibat pengembaran kristal.[4] Seperti galium, indium mampu membasahi kaca. Seperti keduanya, indium memiliki titik leleh rendah, 156,60 °C (313,88 °F); lebih tinggi daripada homolognya yang lebih ringan, galium, tapi lebih rendah daripada homolognya yang lebih berat, thallium, dan lebih rendah daripada timah.[5] Titik didihnya adalah 2072 °C (3762 °F), lebih tinggi daripada thallium, tapi lebih rendah dari galium, terbalik dengan kecenderungan titik leleh pada umumnya, tetapi kecenderungan menurunnya sesuai dengan golongan logam pasca transisi lainnya karena lemahnya ikatan logam dengan sedikit elektron terdelokalisasi.[6]
Densitas indium adalah 7,31 g/cm3, lebih besar daripada galium, tapi lebih rendah daripada thallium. Di bawah temperatur kritis, 3,41 K, indium menjadi superkonduktor. Pada suhu dan tekanan standar, indium mengkristal dalam sistem kristal tetragonal yang berpusat pada muka pada kelompok ruang I4/mmm (parameter kisi: a = 325 pm, c = 495 pm):[7] ini adalah struktur en:face-centered cubic yang sedikit terdistorsi, di mana masing-masing atom indium memiliki empat tetangga pada jarak 324 pm dan delapan tetangga sedikit lebih jauh (336 pm).[8] Indium menampilkan respons viskoplastik ulet, yang ditemukan sebagai ketegangan dan kompresi yang tidak tergantung pada ukuran. Namun, ini memiliki efek ukuran dalam pembengkokan dan lekukan, terkait dengan skala panjang pada tingkat 50-100 μm,[9] relatif besar bila dibandingkan dengan logam lainnya.
Sifat kimia
Indium memiliki 49 elektron, dengan konfigurasi elektron [Kr]4d105s25p1. Dalam senyawa, indium paling sering menyumbangkan tiga elektron terluarnya menjadi indium(III), In3+. Dalam beberapa kasus, pasangan elektron 5s tidak disumbangkan, menghasilkan indium(I), In+. Stabilisasi keadaan monovalen terkait dengan efek pasangan inert, di mana efek relativistik menstabilkan orbital 5s, yang teramati pada unsur yang lebih berat. Thallium (homolog indium yang lebih berat) menunjukkan efek yang lebih kuat, menyebabkan oksidasi menjadi thallium(I) menjadi lebih memungkinkan daripada menjadi thallium(III),[10] sedangkan gallium (homolog indium yang lebih ringan) biasanya hanya menunjukkan tingkat oksidasi +3. Jadi, walaupun thallium(III) adalah oksidator yang cukup kuat, tetapi tidak demikian dengan indium(III), bahkan banyak senyawa indium(I) adalah reduktor kuat.[11] Sementara energi terendah yang dibutuhkan untuk memasukkan elektron s ke dalam ikatan kimia adalah untuk indium di antara logam golongan 13, energi ikatan menurun sepanjang golongan dari atas ke bawah sehingga untuk indium, energi yang dilepaskan dalam membentuk dua ikatan tambahan dan mencapai keadaan +3 tidak selalu cukup untuk melampaui energi yang dibutuhkan untuk melibatkan elektron 5s.[12] Indium(I) oksida dan hidroksida bersifat lebih basa sedangkan indium(III) oksida dan hidroksida bersifat lebih asam.[13]
Sejumlah potensial elektrode standar indium yang dilaporkan, tergantung pada reaksi yang diteliti,[14] mencerminkan penurunan stabilitas tingkat oksidasi +3:[15]
| −0,40 | In2+ + e− | ↔ In+ |
| −0,49 | In3+ + e− | ↔ In2+ |
| −0,443 | In3+ + 2 e− | ↔ In+ |
| −0,3382 | In3+ + 3 e− | ↔ In |
| −0,14 | In+ + e− | ↔ In |
Logam indium tidak bereaksi dengan air, namun dioksidasi oleh oksidator kuat seperti halogen, menghasilkan senyawa indium(III). Ia tidak membentuk suatu borida, silisida, atau karbida, dan hidridanya InH3 berada pada kondisi transisi terbaiknya dalam larutan eter pada suhu rendah, dan tidak cukup stabil untuk dipolimerisasi secara spontan tanpa koordinasi.[16] Indium bersifat sedikit basa dalam larutan akuatik, hanya menunjukkan sedikit karakteristik amfoter, dan tidak seperti homolognya yang lebih ringan, aluminium dan galium, ia tidak larut dalam larutan alkali.[17]
Isotop
Indium memiliki 39 isotop yang diketahui, dengan rentang nomor massa antara 97 sampai 135. Hanya dua isotop yang terjadi secara alami sebagai nuklida purba: indium-113, satu-satunya isotop stabil, dan indium-115, yang memiliki waktu paruh 4,41 tahun, empat orde besarnya lebih besar daripada umur alam semesta dan hampir 50.000 kali lebih besar daripada thorium alami.[18] Waktu paruh 115In sangat lama karena peluruhan beta menjadi 115Sn adalah spin-terlarang.[19] Indium-115 menyusun 95,7% dari total indium. Indium adalah satu dari tiga unsur yang diketahui (yang lain adalah telurium dan renium) di mana isotop stabil kurang berlimpah di alam daripada radioisotop primordial berumur panjang.[20]
Isotop buatan paling stabil adalah indium-111, dengan waktu paruh kira-kira 2,8 hari. Semua isotop lainnya memiliki waktu paruh lebih pendek dari 5 jam. Indium juga memiliki 47 keadaan meta, di antaranya indium-114m1 (waktu paruh sekitar 49,51 hari) adalah yang paling stabil, lebih stabil daripada keadaan dasar setiap isotop indium selain isotop primordial. Semua peluruhan merupakan transisi isomerik. Isotop indium yang lebih ringan daripada 115In terutama meluruh melalui tangkapan elektron atau emisi positron untuk membentuk isotop kadmium, sedangkan isotop indium lainnya mulai 115In dan yang lebih besar didahului peluruhan peluruhan beta minus untuk membentuk isotop timah.[21]
Senyawa
Indium(III)
Indium(III) oksida, , terbentuk saat logam indium dibakar di udara atau bila hidroksida atau nitratnya dipanaskan.[22] mengadopsi struktur seperti alumina dan bersifat amfoter, yaitu mampu bereaksi dengan asam maupun basa. Indium bereaksi dengan air menghasilkan indium (III) hidroksida, yang mudah larut dan bersifat amfoter; dengan alkali menghasilkan indat(III); dan dengan asam menghasilkan garam indium(III):
- + 3 HCl → + 3
Diketahui juga seskuikalsogenida analognya dengan belerang, selenium, and telurium.[23] Indium membentuk trihalida. Klorinasi, brominasi, dan iodinasi In menghasilkan InCl3 dan InBr3 yang tak berwarna, serta InI3 yang berwarna kuning. Senyawanya merupakan asam Lewis, agak mirip dengan trihalida aluminium yang lebih dikenal. Sekali lagi seperti senyawa alumunium terkait, InF3 dapat membentuk polimer.[24]
Reaksi langsung indium dengan pniktogen menghasilkan semikonduktor III-V yang berwarna abu-abu atau semimetalik. Banyak dari mereka perlahan terdekomposisi di udara lembap, sehingga penyimpanan senyawa semikonduktor secara hati-hati untuk mencegah kontak dengan atmosfer sangat diperlukan. Indium nitrida mudah diserang oleh asam maupun basa.[25]
Indium(I)
Senyawa indium(I) tidak umum. Klorida, bromida, dan iodidanya sangat berwarna, tidak seperti trihalida nya yang merupakan bahan bakunya. Fluoridanya dikenal sebagai senyawa gas yang tidak stabil.[26] Bubuk hitam indium(I) oksida dihasilkan saat oksida indium(III) terdekomposisi pada pemanasan sampai 700 °C.[27]
Tingkat oksidasi lain
Kadang-kadang, indium membentuk senyawa dengan tingkat oksidasi +2 dan bahkan tingkat oksidasi fraksional. Biasanya materials semacam itu memiliki ikatan In-In, terutama pada halida dan ,[28] dan berbagai subkalkogenida seperti .[29] Beberapa senyawa lain diketahui merupakan kombinasi antara indium(I) dan indium(III), seperti In(InIII,[30] In(InIII(InIIIBr6),[31] InIInIIIBr4.[32]
Senyawa organoindium
Senyawa organoindium memiliki ikatan In–C. Sebagian besar merupakan turunan In(III), tetapi ada perkecualian yaitu siklopentadienilindium(I). Ini merupakan senyawa organoindium(I) yang pertama kali diketahui,[33] dan dapat bersifat polimerik, dengan rantai zigzag dan berseling antara atom indium dan kompleks siklopentadienil.[34] Kemungkinan, senyawa organoindium yang paling terkenal adalah trimetilindium, , yang digunakan untuk membuat bahan semikondukter tertentu.[35][36]
Sejarah
Pada tahun 1863, kimiawan Jerman Ferdinand Reich dan Hieronymous Theodor Richter menguji bijih dari pertambangan di sekitar Freiberg, Saxony. Mereka melarutkan mineral pirit, arsenopirit, galena, dan sfalerit dalam asam klorida serta mendistilasi seng klorida mentah. Reich, yang merupakan seorang penderita buta warna, mengangkat Richter sebagai asistennya untuk mendeteksi warna garis spektrum. Mereka mengetahui bahwa bijih dari area tersebut kadang-kadang mengandung thallium, mereka mencari garis spektrum emisi thallium yang berwarna hijau. Tidak disangka, mereka malah menemukan garis biru terang. Oleh karena garis biru tersebut tidak cocok dengan unsur yang telah dikenal, mereka membuat hipotesis adanya unsur baru dalam mineral. Mereka menyebutnya indium, dari warna indigo yang mereka lihat dalam spektrum tersebut, sesuai nama Latinnya, indicum.[37][38][39][40]
Richter mengisolasi logam tersebut pada tahun 1864.[41] Sebuah batang logam seberat dipresentasikan dalam World Fair 1867.[42] Reich dan Richter kemudian tumbang saat orang terakhir mengaku sebagai satu-satunya penemu.[43]
Keberadaan
Indium terbentuk melalui proses s (tangkapan neutron lambat) yang berlangsung sangat lama (mencapai ratusan tahun) dalam bintang bermassa rendah hingga sedang (rentang massa antara 0,6 dan 10 kali massa matahari). Ketika atom perak-109 (isotop yang menyusun sekitar separuh dari seluruh perak yang ada) menangkap neutron, ia mengalami peluruhan beta menjadi kadmium-110. Penangkapan neutron lebih lanjut, akan membentuk kadmium-115, yang meluruh menjadi indium-115 melalui peluruhan beta lainnya. Hal ini menjelaskan alasan isotop radioaktif lebih melimpah daripada isotop stabilnya.[44] Isotop indium stabil, indium-113, adalah salah satu dari inti-p, yang asal-usulnya tidak sepenuhnya dipahami; meskipun indium-113 diketahui merupakan produk langsung dari proses s dan proses r (tangkapan elektron cepat), dan juga merupakan turunan dari kadmium-113 yang berumur sangat panjang (dengan waktu paruh sekitar delapan kuadriliun tahun), hal ini tidak juga menyingkap seluruh tabir indium-113.[45][46]
Di kerak bumi, indium jarang berada sebagai butiran logam bebas, terlalu langka dan kecil untuk kepentingan komersial.[47] Indium adalah unsur paling melimpah di kerak bumi kira-kira 160 ppb, kira-kira sama melimpahnya seperti kadmium.[48] Kurang dari 10 mineral indium yang diketahui dan tidak ada satupun endapan yang bermakna. Dua di antaranya adalah dzhalindite () dan indit ().[49]
Indium cenderung berada bersama dengan seng dalam mineral sulfida karena kedua unsur tersebut memiliki jari-jari atom dan sifat kimia yang serupa.[50] Berdasarkan kandungan indium dalam bijih seng, total cadangan indium yang layak secara ekonomis sekitar 6.000 ton,[51] dan Royal Society of Chemistry mengingatkan risiko serius bahwa pasokan indium akan habis dalam satu abad.[52] Namun, Indium Corporation, pengolah indium terbesar, menyatakan, berdasarkan peningkatan rendemen selama ekstraksi, bahwa pemulihan dimungkinkan dari rentang logam dasar yang lebih lebar (deposit timah, tembaga, dan polimetalik lainnya) dan dari investasi pertambangan, serta pasokan jangka panjang indium dapat berkelanjutan, andal, dan cukup untuk memenuhi tuntutan masa depan yang semakin meningkat.[53]
Produksi
Keterbatasan deposit mineral indium dan adanya fakta bahwa indium banyak dalam deposit sulfida timbal, timah, tembaga, besi, dan terutama seng, membuat produksi seng dan timbal menjadi sumber utama indium. Indium diluluhkan dari terak (slag) dan debu produksi seng. Pemurnian lanjutan dilakukan dengan cara elektrolisis.[54] Proses pastinya bervariasi sesuai komposisi tepatnya dari terak dan debu.[55][56]
Produksi utama indium berasal dari residu yang dihasilkan selama pemrosesan bijih seng, tetapi juga ditemukan dalam bijih besi, timbal, dan tembaga.[57] China merupakan produsen utama indium (390 ton pada tahun 2012), diikuti Kanada, Jepang, dan Korea Selatan dengan masing-masing 70 ton.[58] Pabrik pengolahan Teck Cominco di Trail, British Columbia, adalah produsen indium salah satu sumber tunggal terbesar, dengan produksi sebesar 32,5 ton pada tahun 2005, 41,8 ton pada tahun 2004 dan 36,1 ton pada tahun 2003. Tambang Malku Khota di Bolivia yang dioperasikan oleh South American Silver Corporation adalah sebuah sumber indium besar dengan cadangan terlihat 1.481 ton dan cadangan rekaan sebesar 935 ton.[59] Tambang Mount Pleasent di New Brunswick, Kanada, yang dioperasikan oleh Adex Mining Inc memegang sebagian besar sumber daya indium dunia.[60]
Konsumsi utama indium di seluruh dunia adalah produksi Liquid Crystal Display, (LCD). Produksi di seluruh dunia pada tahun 2007 adalah 475 ton per tahun dari pertambangan dan 650 ton per tahun dari daur ulang.[61] Permintaan meningkat tajam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya popularitas monitor komputer dan televisi LCD, yang saat ini terhitung 50% dari konsumsi indium.[62] Meningkatnya efisiensi pabrikasi dan daur ulang (terutama di Jepang) menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan. Menurut UNEP, tingkat daur ulang indium kurang dari 1%.[63] Menurut prakiraan, pasokan indium tinggal untuk kurang dari 14 tahun lagi, berdasarkan laju ekstraksi saat ini, sehingga memerlukan kebutuhan daur ulang tambahan.[64]
Aplikasi
Pada tahun 1924, indium ditemukan memiliki sifat yang berharga yaitu untuk menstabilkan logam non-besi, dan itu menjadi penggunaan signifikan pertama unsur tersebut.[65] Aplikasi indium berskala besar pertama adalah untuk pelapisan bantalan pada mesin pesawat terbang berkinerja tinggi selama Perang Dunia II, untuk melindungi dari kerusakan dan korosi; tetapi ini tidak lagi menjadi penggunaan utama unsur ini.[66] Penggunaan baru ditemukan pada aloy terleburkan (), solder, dan elektronik. Pada tahun 1950an, butiran kecil indium digunakan untuk pemancar dan pengumpul PNP transistor sambungan dwikutub. Pada pertengahan dan akhir 1980an, pengembangan semikonduktor indium fosfida dan film tipis indium timah oksida untuk penampil kristal cair (LCD) membangkitkan banyak minat. Pada tahun 1992, aplikasi film tipis telah menjadi penggunaan akhir terbesar.[67][68]
Indium(III) oksida dan indium timah oksida (ITO) digunakan sebagai pelapis konduktif transparan pada substrat kaca dalam panel elektroluminesen.[69] Indium timah oksida digunakan sebagai filter cahaya di lampu uap natrium bertekanan rendah. Radiasi inframerah dipantulkan kembali ke lampu, yang meningkatkan suhu di dalam tabung dan meningkatkan kinerja lampu.[70]
Indium memiliki banyak aplikasi yang berhubungan dengan semikonduktor. Beberapa senyawa indium, seperti indium antimonida dan indium fosfida,[71] adalah semikonduktor dengan sifat yang berguna: satu prekursor biasanya trimetilindium (TMI), yang juga digunakan sebagai semikonduktor dopan dalam semikonduktor majemuk II-VI.[72] InAs dan InSb digunakan untuk transistor dengan suhu rendah dan InP untuk transistor dengan suhu tinggi.[73] Semikonduktor majemuk InGaN dan InGaP digunakan di diode pemancar cahaya (LED) dan diode laser.[74] Indium digunakan dalam fotovoltaik sebagai semikonduktor tembaga indium galium selenida (Copper Indium Gallium Selenide, CIGS), yang disebut juga sel surya CIGS, suatu jenis sel surya film tipis generasi kedua.[75] Indium digunakan dalam PNP transistor sambungan dwikutub dengan germanium: bila disolder pada suhu rendah, indium tidak menekan germanium.[76]
Kabel Indium digunakan sebagai segel segel vakum dan konduktor termal pada aplikasi kriogenik dan vakum ultra-tinggi, dalam aplikasi manufaktur seperti gasket yang berubah bentuk untuk mengisi celah.[77] Indium adalah bahan dalam paduan galium-indium-timah galinstan, yang cair pada suhu kamar dan menggantikan raksa dalam beberapa termometer.[78] Paduan lain dari indium dengan bismut, kadmium, timbal, dan timah, yang memiliki titik leleh yang lebih tinggi, tetapi masih rendah, (antara 50 dan 100 °C), digunakan dalam sistem penyemprot api dan regulator panas.[79]
Indium adalah salah satu dari banyak pengganti raksa dalam baterai alkaline untuk mencegah seng dari korosi dan melepaskan gas hidrogen.[80] Indium ditambahkan ke beberapa campuran amalgam gigi untuk mengurangi tegangan permukaan raksa dan memungkinkan amalgamasi yang lebih mudah dengan penghunaan raksa yang lebih sedikit.[81]
Penampang tangkapan neutron tinggi Indium untuk neutron termal membuatnya sesuai untuk digunakan dalam batang kendali pada reaktor nuklir, biasanya dalam paduan perak 80%, indium 15%, dan kadmium 5%.[82] Dalam teknik nuklir, reaksi (n,n') 113In digunakan untuk menentukan besarnya fluks neutron.[83]
Peran biologis dan tindakan pencegahan
Indium tidak memiliki peran metabolik dalam organisme apapun. Dengan cara yang sama seperti garam aluminium, ion indium(III) dapat menjadi racun bagi ginjal bila diberikan melalui suntikan.[84] Indium timah oksida dan indium fosfida membahayakan sistem pulmonari dan kekebalan tubuh, terutama melalui indium ionik,[85] meskipun hidrat oksida indium empat puluh kali lebih beracun saat disuntikkan, diukur melalui jumlah indium yang dimasukkan.[86] Indium-111 yang bersifat radioaktif (dalam jumlah sangat kecil menurut kimia) digunakan dalam uji kedokteran nuklir, sebagai pelacak radioaktif untuk mengikuti pergerakan protein berlabel dan sel darah putih di dalam tubuh.[87][88] Senyawa Indium sebagian besar tidak terserap jika tertelan dan terserap dengan tingkat sedang jika terhirup; mereka cenderung disimpan sementara di dalam otot, kulit, dan tulang sebelum diekskresikan. Waktu paruh biologis indium pada manusia adalah sekitar dua minggu.[89]
Orang bisa terkena indium di tempat kerja dengan cara terhirup, tertean, terkena kulit, dan terkena mata. National Institute for Occupational Safety and Health telah menetapkan batas paparan yang direkomendasikan (REL) 0,1 mg/m3 selama 8 jam kerja.[90]
Lihat juga
Sumber
Pranala luar
- Indium at The Periodic Table of Videos (University of Nottingham)
- Reducing Agents > Indium low valent
- NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards (Centers for Disease Control and Prevention)
Referensi
- ↑ W. M. Haynes. CRC Handbook of Chemistry and Physics: A Ready-reference Book of Chemical and Physical Data. CRC Press. 2010. ISBN 978-1-4398-2077-3.
- ↑ A. M. Alfantazi. Processing of indium: a review. Minerals Engineering. 2003. Vol. 16 (8). hlm. 687–694. doi:10.1016/S0892-6875(03)00168-7.
- ↑ Harry H. Binder. Lexicon der chemischen Elemente. S. Hirzel Verlag. 1999. ISBN 3-7776-0736-3.
- ↑ A. M. Alfantazi. Processing of indium: a review. Minerals Engineering. 2003. Vol. 16 (8). hlm. 687–694. doi:10.1016/S0892-6875(03)00168-7.
- ↑ John A. Dean. Lange's handbook of chemistry (Fifteenth edition). McGraw-Hill, Inc. 523. ISBN 0-07-016190-9.
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 222
- ↑ John A. Dean. Lange's handbook of chemistry (Fifteenth edition). McGraw-Hill, Inc. 523. ISBN 0-07-016190-9.
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 252
- ↑ S. P. Iliev. Measurements of the mechanical response of Indium and of its size dependence in bending and indentation. Materials Science and Engineering: A. 2017-01-23. Vol. 683. hlm. 244–251. doi:10.1016/j.msea.2016.12.017.
- ↑ Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 892–893. ISBN 3-11-007511-3.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 256
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 256
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 252
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 255
- ↑ Georges Audi. The NUBASE Evaluation of Nuclear and Decay Properties. Nuclear Physics A. Atomic Mass Data Center. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.
- ↑ R. Dvornický. Second unique forbidden β decay of 115 In and neutrino mass. AIP Conf. Proc. 13–16 June 2011. Vol. 1417 (33). doi:10.1063/1.3671032.
- ↑ IUPAC Periodic Table of the Isotopes. ciaaw.org. IUPAC. 1 October 2013.
- ↑ Georges Audi. The NUBASE Evaluation of Nuclear and Decay Properties. Nuclear Physics A. Atomic Mass Data Center. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.
- ↑ Anthony John Downs. Chemistry of aluminium, gallium, indium, and thallium. Springer. 1993. ISBN 0-7514-0103-X.
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 286
- ↑ Greenwood and Earnshaw, pp. 263–7
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 288
- ↑ Greenwood and Earnshaw, pp. 270–1
- ↑ Anthony John Downs. Chemistry of aluminium, gallium, indium, and thallium. Springer. 1993. ISBN 0-7514-0103-X.
- ↑ Ian Sinclair. Neutral complexes of the indium dihalides. Canadian Journal of Chemistry. 1982. Vol. 60 (6). hlm. 695–698. doi:10.1139/v82-102.
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 287
- ↑ Horst Philipp Beck. In7Cl9—A New"Old" Compound in the System In-Cl. Angewandte Chemie International Edition in English. 1991. Vol. 30 (7). hlm. 824–825. doi:10.1002/anie.199108241.
- ↑ Richard Dronskowski. Synthesis, Structure, and Decay of In4Br7. Angewandte Chemie International Edition in English. 1995. Vol. 34 (10). hlm. 1126–1128. doi:10.1002/anie.199511261.
- ↑ Ian Sinclair. Neutral complexes of the indium dihalides. Canadian Journal of Chemistry. 1982. Vol. 60 (6). hlm. 695–698. doi:10.1139/v82-102.
- ↑ E. O. Fischer. Metall-cyclopentadienyle des Indiums. Angewandte Chemie. 1957. Vol. 69 (20). hlm. 639–640. doi:10.1002/ange.19570692008.
- ↑ Beachley O. T. Synthesis, characterization and structural studies of In(C 5 H 4 Me) by x-ray diffraction and electron diffraction techniques and a reinvestigation of the crystalline state of In(C 5 H 5 ) by x-ray diffraction studies. Organometallics. 1988. Vol. 7 (5). hlm. 1051–1059. doi:10.1021/om00095a007.
- ↑ Deo V. Shenai. Correlation of vapor pressure equation and film properties with trimethylindium purity for the MOVPE grown III–V compounds. Journal of Crystal Growth. 2003. Vol. 248. hlm. 91–98. doi:10.1016/S0022-0248(02)01854-7.
- ↑ Deodatta V. Shenai. Correlation of film properties and reduced impurity concentrations in sources for III/V-MOVPE using high-purity trimethylindium and tertiarybutylphosphine. Journal of Crystal Growth. 2004. Vol. 272. hlm. 603–608. doi:10.1016/j.jcrysgro.2004.09.006.
- ↑ Reich, F. Ueber das Indium. Journal für Praktische Chemie. 1863. Vol. 90 (1). hlm. 172–176. doi:10.1002/prac.18630900122.
- ↑ S. Venetskii. Indium. Metallurgist. 1971. Vol. 15 (2). hlm. 148–150. doi:10.1007/BF01088126.
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 244
- ↑ Weeks, Mary Elvira. The Discovery of the Elements: XIII. Some Spectroscopic Studies. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (8). hlm. 1413–1434. doi:10.1021/ed009p1413.
- ↑ Reich, F. Ueber das Indium. Journal für Praktische Chemie. 1864. Vol. 92 (1). hlm. 480–485. doi:10.1002/prac.18640920180.
- ↑ Ulrich Schwarz-Schampera. Indium: Geology, Mineralogy, and Economics. Springer. 2002. ISBN 978-3-540-43135-0.
- ↑ Weeks, Mary Elvira. The Discovery of the Elements: XIII. Some Spectroscopic Studies. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (8). hlm. 1413–1434. doi:10.1021/ed009p1413.
- ↑ A. I. Boothroyd. Heavy elements in stars. Science. 2006. Vol. 314 (5806). hlm. 1690–1691. doi:10.1126/science.1136842.
- ↑ C. Arlandini, F. Käppeler, K. Wisshak, R. Gallino, M. Lugaro, M. Busso, O. Straniero: Neutron Capture in Low-Mass Asymptotic Giant Branch Stars: Cross Sections and Abundance Signatures. In: The Astrophysical Journal, Vol. 525, 1999, p. 886–900. ( )
- ↑ Zs. Nemeth, F. Käppeler, C. Theis, T. Belgya, S. W. Yates: Nucleosynthesis in the Cd-In-Sn region. In: The Astrophysical Journal, Vol. 426, 1994, p. 357–365. ( )
- ↑ Hudson Institute of Mineralogy. Indium. Mindat.org. 1993–2016.
- ↑ Abundance in Earth's Crust. WebElements.com.
- ↑ J. K. Sutherland. A second occurrence of dzhalindite. The Canadian Mineralogist. 1971. Vol. 10 (5). hlm. 781–786.
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 246
- ↑ Mineral Commodities Summary 2007: Indium. United States Geological Survey.
- ↑ Emma Davies. Endangered elements: critical thinking. Chemistry World. Royal Society of Chemistry. January 2011. Vol. 8 (1). hlm. 50–4.
- ↑ Indium and Gallium Supply Sustainability September 2007 Update. 22nd EU PV Conference, Milan, Italy.
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 247
- ↑ A. M. Alfantazi. Processing of indium: a review. Minerals Engineering. 2003. Vol. 16 (8). hlm. 687–694. doi:10.1016/S0892-6875(03)00168-7.
- ↑ Ulrich Schwarz-Schampera. Indium: Geology, Mineralogy, and Economics. Springer. 2002. ISBN 978-3-540-43135-0.
- ↑ A. M. Alfantazi. Processing of indium: a review. Minerals Engineering. 2003. Vol. 16 (8). hlm. 687–694. doi:10.1016/S0892-6875(03)00168-7.
- ↑ Tolcin, Amy C. (2013) Indium. USGS Mineral Commodity Summaries.
- ↑ Malku Khota Updated Preliminary Economic Assessment, May 2011. South American Silver Corp.
- ↑ Philip Wright. Mineral and Metal Commodity Review: Tin. Natural Resources Canada. 1996.
- ↑ Indium and Gallium Supply Sustainability September 2007 Update. 22nd EU PV Conference, Milan, Italy.
- ↑ Indium Price Supported by LCD Demand and New Uses for the Metal. Geology.com.
- ↑ USGS Mineral Commodity Summaries 2011. USGS and USDI.
- ↑ How much is left?. ScientificAmerican.
- ↑ Sidney J. French. A story of indium. Journal of Chemical Education. 1934. Vol. 11 (5). hlm. 270. doi:10.1021/ed011p270.
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 247
- ↑ Amy C. Tolcin. Mineral Yearbook 2007: Indium. United States Geological Survey.
- ↑ Anthony John Downs. Chemistry of Aluminium, Gallium, Indium, and Thallium. Springer. 1993. hlm. 89 and 106. ISBN 978-0-7514-0103-5.
- ↑ The Electroluminescent Light Sabre. Nanotechnology News Archive. Azonano. June 2, 2005.
- ↑ Anthony John Downs. Chemistry of aluminium, gallium, indium, and thallium. Springer. 1993. ISBN 0-7514-0103-X.
- ↑ K. J. Bachmann. Properties, Preparation, and Device Applications of Indium Phosphide. Annual Review of Materials Science. 1981. Vol. 11. hlm. 441–484. doi:10.1146/annurev.ms.11.080181.002301.
- ↑ Deodatta V. Shenai. Correlation of film properties and reduced impurity concentrations in sources for III/V-MOVPE using high-purity trimethylindium and tertiarybutylphosphine. Journal of Crystal Growth. 2004. Vol. 272 (1–4). hlm. 603–608. doi:10.1016/j.jcrysgro.2004.09.006.
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 247
- ↑ Schubert, E. Fred. Light-Emitting Diodes. Cambridge University Press. 2003. hlm. 16. ISBN 0-521-53351-1.
- ↑ M. Powalla. Scaling up issues of CIGS solar cells. Thin Solid Films. 2000. Vol. 361–362. hlm. 540–546. doi:10.1016/S0040-6090(99)00849-4.
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 247
- ↑ Vacuum physics and technology. Acad. Press. 1990. hlm. 296. ISBN 978-0-12-475914-5.
- ↑ Surmann, P. Voltammetric analysis using a self-renewable non-mercury electrode. Analytical and Bioanalytical Chemistry. Nov 2005. Vol. 383 (6). hlm. 1009–13. doi:10.1007/s00216-005-0069-7.
- ↑ Greenwood and Earnshaw, p. 247
- ↑ Geological Survey (U.S.). Minerals Yearbook, 2008, V. 1, Metals and Minerals. Government Printing Office. 2010. hlm. 35–2. ISBN 978-1-4113-3015-3.
- ↑ Powell L. V., Johnson G. H., Bales D. J. Effect of Admixed Indium on Mercury Vapor Release from Dental Amalgam. Journal of Dental Research. 1989. Vol. 68 (8). hlm. 1231–3. doi:10.1177/00220345890680080301.
- ↑ Scoullos, Michael J. Mercury, cadmium, lead: handbook for sustainable heavy metals policy and regulation. 2001-12-31. hlm. 222. ISBN 978-1-4020-0224-3.
- ↑ Berger, Harold. Practical applications of neutron radiography and gaging: a symposium. 1976. hlm. 50–51.
- ↑ F. P. Castronovo. Factors Affecting the Toxicity of the Element Indium. British Journal of Experimental Pathology. October 1971. Vol. 52 (5). hlm. 543–559.
- ↑ Gwinn. Macrophage Solubilization and Cytotoxicity of Indium-Containing Particles as in vitro Correlates to Pulmonary Toxicity in vivo. Toxicological Sciences. 2014. Vol. 144 (1). hlm. 17–26. doi:10.1093/toxsci/kfu273.
- ↑ F. P. Castronovo. Factors Affecting the Toxicity of the Element Indium. British Journal of Experimental Pathology. October 1971. Vol. 52 (5). hlm. 543–559.
- ↑ IN-111 FACT SHEET. Nordion(Canada), Inc.
- ↑ D. Van Nostrand. In-111-labeled white blood cell uptake in noninfected closed fracture in humans: prospective study. Radiology. May 1988. Vol. 167 (2). hlm. 495–498. doi:10.1148/radiology.167.2.3357961.
- ↑ Gunnar F. Nordberg. Handbook on the Toxicology of Metals. Academic Press. 7 August 2014. hlm. 845. ISBN 978-0-12-397339-9.
- ↑ CDC – NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards – Indium. www.cdc.gov.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29459606 (2026-07-15T00:30:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.