Pirofosfat: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29577737; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Pyrophosphate_anion.png|thumb|right|280px|Pyrophosphate anion]] | |||
Dalam [[kimia]], istilah '''pirofosfat''' merujuk pada [[oksianion]] [[fosforus]] yang mengandung ikatan P-O-P. Terdapat sejumlah garam pirofosfat, seperti Na<sub>2</sub>H<sub>2</sub>P<sub>2</sub>O<sub>7</sub>, serta pirofosfat normal. Seringkali pirofosfat disebut difosfat. Pirofosfat induk diturunkan dari netralisasi parsial atau total asam pirofosfat. Garam penting adalah [[dinatrium pirofosfat]] dan [[tetranatrium pirofosfat]]. '''Ikatan pirofosfat''', seperti yang ditemukan di ATP, sangat penting dalam biokimia.<ref>Andrew Chi. ''The Primordial High Energy Compound: ATP or Inorganic Pyrophosphate?''. ''The Journal of Biological Chemistry''. 2000. doi:10.1074/jbc.C000581200.</ref> | |||
Pirofosfat umumnya berwarna putih atau tidak berwarna. Garam logam alkalinya larut dalam air. Mereka adalah zat pengompleks yang baik untuk ion logam (seperti kalsium dan banyak logam transisi) dan memiliki banyak kegunaan dalam kimia industri. Pirofosfat adalah anggota pertama dari seluruh rangkaian [[polifosfat]] | Pirofosfat dibuat dengan memanaskan fosfat, oleh karena itu dinamakan ''piro-''fosfat (dari <ref>Anatole Bailly. [http://www.tabularium.be/bailly/ Greek-french dictionary online]. ''www.tabularium.be''.</ref>). Lebih tepatnya, mereka dihasilkan dengan memanaskan 'asam' fosfat hingga terjadi [[reaksi kondensasi]].<ref>Rodriguez L & Orgel LE. [https://archive.org/details/sim_journal-of-molecular-evolution_1991-02_32_2/page/101 Pyrophosphate formation as the most efficient condensation reaction of activated nucleotides]. ''J Mol Evol''. 1991. Vol. 32 (2). hlm. 101-4.</ref> | ||
Pirofosfat umumnya berwarna putih atau tidak berwarna. Garam logam alkalinya larut dalam air.<ref>C. Michael Hogan. 2011. [http://www.eoearth.org/article/Phosphate?topic=49557 ''Phosphate''. Encyclopedia of Earth. Topic ed. Andy Jorgensen. Ed.-in-Chief C.J.Cleveland. National Council for Science and the Environment. Washington DC]</ref> Mereka adalah zat pengompleks yang baik untuk ion logam (seperti kalsium dan banyak logam transisi) dan memiliki banyak kegunaan dalam kimia industri. Pirofosfat adalah anggota pertama dari seluruh rangkaian [[polifosfat]]<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pirofosfat&oldid=29577737 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
== Dalam biokimia == | == Dalam biokimia == | ||
Anion atau disingkat '''PP<sub>i</sub>''', merupakan kepanjangan dari '''''i'''norganik '''p'''iro'''p'''osfat''. Senyawa ini dibentuk oleh [[hidrolisis]] dari [[Adenosin trifosfat|ATP]] menjadi [[Adenosin monofosfat|AMP]] di [[Sel (biologi)|sel]]. | Anion atau disingkat '''PP<sub>i</sub>''', merupakan kepanjangan dari '''''i'''norganik '''p'''iro'''p'''osfat''. Senyawa ini dibentuk oleh [[hidrolisis]] dari [[Adenosin trifosfat|ATP]] menjadi [[Adenosin monofosfat|AMP]] di [[Sel (biologi)|sel]].<ref>Yi YJ, Sutovsky M, Kennedy C, Sutovsky P. ''Identification of the inorganic pyrophosphate metabolizing, ATP substituting pathway in mammalian spermatozoa''. ''PLoS One''. 2012. Vol. 7 (4). hlm. e34524. doi:10.1371/journal.pone.0034524.</ref> | ||
:ATP → [[adenosin monofosfat|AMP]] + PP<sub>i</sub> | :ATP → [[adenosin monofosfat|AMP]] + PP<sub>i</sub> | ||
Anion pirofosfat memiliki struktur , dan merupakan [[anhidrida asam]] dari [[fosfat]]. Itu tidak stabil dalam [[larutan berair]] dan [[hidrolisis]] menjadi fosfat anorganik: | Anion pirofosfat memiliki struktur , dan merupakan [[anhidrida asam]] dari [[fosfat]]. Itu tidak stabil dalam [[larutan berair]] dan [[hidrolisis]] menjadi fosfat anorganik:<ref>Yi YJ, Sutovsky M, Kennedy C, Sutovsky P. ''Identification of the inorganic pyrophosphate metabolizing, ATP substituting pathway in mammalian spermatozoa''. ''PLoS One''. 2012. Vol. 7 (4). hlm. e34524. doi:10.1371/journal.pone.0034524.</ref> | ||
: + H<sub>2</sub>O → 2 | : + H<sub>2</sub>O → 2 | ||
atau dalam notasi singkat biologis: | atau dalam notasi singkat biologis:<ref>Yi YJ, Sutovsky M, Kennedy C, Sutovsky P. ''Identification of the inorganic pyrophosphate metabolizing, ATP substituting pathway in mammalian spermatozoa''. ''PLoS One''. 2012. Vol. 7 (4). hlm. e34524. doi:10.1371/journal.pone.0034524.</ref> | ||
:PP<sub>i</sub> + H<sub>2</sub>O → 2 P<sub>i</sub> + 2 H<sup>+</sup> | :PP<sub>i</sub> + H<sub>2</sub>O → 2 P<sub>i</sub> + 2 H<sup>+</sup> | ||
Dengan tidak adanya katalisis enzim, reaksi hidrolisis dari polifosfat sederhana seperti pirofosfat, trifosfat linier, [[Adenosin difosfat|ADP]], dan ATP biasanya berjalan sangat lambat di semua media yang sangat asam. | Dengan tidak adanya katalisis enzim, reaksi hidrolisis dari polifosfat sederhana seperti pirofosfat, trifosfat linier, [[Adenosin difosfat|ADP]], dan ATP biasanya berjalan sangat lambat di semua media yang sangat asam.<ref>''Structure and Properties of the Condensed Phosphates. VII. Hydrolytic Degradation of Pyro- and Tripolyphosphate''. ''J. Am. Chem. Soc''. Jan 1955. Vol. 77 (2). hlm. 287–291. doi:10.1021/ja01607a011.</ref> | ||
PP<sub>i</sub> terdapat dalam [[cairan sinovial]], [[plasma darah]], dan [[urin]] pada level yang cukup untuk menghambat [[kalsifikasi]] dan mungkin merupakan penghambat alami terhadap pembentukan [[hidroksiapatit]] dalam [[cairan ekstraseluler]] (ECF). Sel mungkin dapat menyalurkan PP<sub>i</sub> intraseluler ke dalam ECF. [[ANKH|ANK]] adalah suatu saluran membran-plasma PP<sub>i</sub> nonenzimatik yang mendukung tingkat PP<sub>i</sub> ekstraseluler. Fungsi membran saluran PP<sub>i</sub> ANK yang rusak dikaitkan dengan rendahnya PP<sub>i</sub> ekstraseluler serta meningkatnya PP<sub>i</sub> intraseluler. | PP<sub>i</sub> terdapat dalam [[cairan sinovial]], [[plasma darah]], dan [[urin]] pada level yang cukup untuk menghambat [[kalsifikasi]] dan mungkin merupakan penghambat alami terhadap pembentukan [[hidroksiapatit]] dalam [[cairan ekstraseluler]] (ECF).<ref>[https://archive.org/details/sim_science_2000-07-14_289_5477/page/265 Role of the mouse ank gene in control of tissue calcification and arthritis]. ''Science''. Jul 2000. Vol. 289 (5477). hlm. 265–70. doi:10.1126/science.289.5477.265.</ref> Sel mungkin dapat menyalurkan PP<sub>i</sub> intraseluler ke dalam ECF.<ref>''PC-1 nucleoside triphosphate pyrophosphohydrolase deficiency in idiopathic infantile arterial calcification''. ''Am J Pathol''. Feb 2001. Vol. 158 (2). hlm. 543–54. doi:10.1016/S0002-9440(10)63996-X.</ref> [[ANKH|ANK]] adalah suatu saluran membran-plasma PP<sub>i</sub> nonenzimatik yang mendukung tingkat PP<sub>i</sub> ekstraseluler.<ref>''PC-1 nucleoside triphosphate pyrophosphohydrolase deficiency in idiopathic infantile arterial calcification''. ''Am J Pathol''. Feb 2001. Vol. 158 (2). hlm. 543–54. doi:10.1016/S0002-9440(10)63996-X.</ref> Fungsi membran saluran PP<sub>i</sub> ANK yang rusak dikaitkan dengan rendahnya PP<sub>i</sub> ekstraseluler serta meningkatnya PP<sub>i</sub> intraseluler.<ref>[https://archive.org/details/sim_science_2000-07-14_289_5477/page/265 Role of the mouse ank gene in control of tissue calcification and arthritis]. ''Science''. Jul 2000. Vol. 289 (5477). hlm. 265–70. doi:10.1126/science.289.5477.265.</ref> | ||
Konsentrasi plasma pirofosfat anorganik memiliki kisaran referensi 0.58–3.78 µ[[Mol|M]] (selang kepercayaan 95%). | Konsentrasi plasma pirofosfat anorganik memiliki kisaran referensi 0.58–3.78 µ[[Mol|M]] (selang kepercayaan 95%).<ref>''Quantification of human plasma inorganic pyrophosphate. I. Normal values in osteoarthritis and calcium pyrophosphate dihydrate crystal deposition disease''. ''Arthritis Rheum''. 1979. Vol. 22 (8). hlm. 886–91. doi:10.1002/art.1780220812.</ref> | ||
=== Terpena === | === Terpena === | ||
[[Isopentenil pirofosfat]] berubah menjadi [[geranil pirofosfat]], prekursor hingga puluhan ribu [[terpena]] dan [[terpenoid]]. | [[Isopentenil pirofosfat]] berubah menjadi [[geranil pirofosfat]], prekursor hingga puluhan ribu [[terpena]] dan [[terpenoid]].<ref>Eberhard Breitmaier. ''Terpenes: Flavors, Fragrances, Pharmaca, Pheromones''. 2006. doi:10.1002/9783527609949.ch2.</ref> | ||
== Sebagai aditif makanan == | == Sebagai aditif makanan == | ||
Berbagai difosfat digunakan sebagai [[pengemulsi]], [[stabilisator (makanan)|stabilisator]], [[pengatur keasaman]], [[bahan pengembang]], [[sekuestran]], dan agen retensi air dalam pengolahan makanan.<ref>''Codex Alimentarius'' '''1A''', 2nd ed, 1995, hlm. 71, 82, 91</ref> Mereka diklasifikasikan dalam skema [[nomor E]] di bawah E450:<ref>D. J. Jukes, ''Food Legislation of the UK: A Concise Guide'', Elsevier, 2013, hlm. 60–61</ref> | |||
Berbagai difosfat digunakan sebagai [[pengemulsi]], [[stabilisator (makanan)|stabilisator]], [[pengatur keasaman]], [[bahan pengembang]], [[sekuestran]], dan agen retensi air dalam pengolahan makanan. Mereka diklasifikasikan dalam skema [[nomor E]] di bawah E450: | |||
:E450(a): [[dinatrium pirofosfat|''di''natrium dihidrogen difosfat]]; ''tri''natrium difosfat; [[tetranatrium pirofosfat|''tetra''natrium difosfat]] (TSPP); tetrakalium pirofosfat | :E450(a): [[dinatrium pirofosfat|''di''natrium dihidrogen difosfat]]; ''tri''natrium difosfat; [[tetranatrium pirofosfat|''tetra''natrium difosfat]] (TSPP); tetrakalium pirofosfat | ||
:E450(b): ''penta''natrium dan ''penta''kalium trifosfat | :E450(b): ''penta''natrium dan ''penta''kalium trifosfat | ||
:E450(c): natrium dan kalium polifosfat | :E450(c): natrium dan kalium polifosfat | ||
Secara khusus, berbagai formulasi difosfat digunakan untuk menstabilkan [[krim kocok]]. | Secara khusus, berbagai formulasi difosfat digunakan untuk menstabilkan [[krim kocok]].<ref>Ricardo A. Molins. ''Phosphates in Food''. CRC Press. 1990. hlm. 115. ISBN 9780849345883.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Adenosin monofosfat]] | * [[Adenosin monofosfat]] | ||
* [[Adenosin difosfat]] | * [[Adenosin difosfat]] | ||
| Baris 59: | Baris 58: | ||
* [[Gigi]] | * [[Gigi]] | ||
* [[Seng pirofosfat]] | * [[Seng pirofosfat]] | ||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | |||
* | |||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pirofosfat&oldid=29577737 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577737 (2026-08-14T15:28:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.02

Dalam kimia, istilah pirofosfat merujuk pada oksianion fosforus yang mengandung ikatan P-O-P. Terdapat sejumlah garam pirofosfat, seperti Na2H2P2O7, serta pirofosfat normal. Seringkali pirofosfat disebut difosfat. Pirofosfat induk diturunkan dari netralisasi parsial atau total asam pirofosfat. Garam penting adalah dinatrium pirofosfat dan tetranatrium pirofosfat. Ikatan pirofosfat, seperti yang ditemukan di ATP, sangat penting dalam biokimia.[1]
Pirofosfat dibuat dengan memanaskan fosfat, oleh karena itu dinamakan piro-fosfat (dari [2]). Lebih tepatnya, mereka dihasilkan dengan memanaskan 'asam' fosfat hingga terjadi reaksi kondensasi.[3]
Pirofosfat umumnya berwarna putih atau tidak berwarna. Garam logam alkalinya larut dalam air.[4] Mereka adalah zat pengompleks yang baik untuk ion logam (seperti kalsium dan banyak logam transisi) dan memiliki banyak kegunaan dalam kimia industri. Pirofosfat adalah anggota pertama dari seluruh rangkaian polifosfat[5]
Dalam biokimia
Anion atau disingkat PPi, merupakan kepanjangan dari inorganik piroposfat. Senyawa ini dibentuk oleh hidrolisis dari ATP menjadi AMP di sel.[6]
- ATP → AMP + PPi
Anion pirofosfat memiliki struktur , dan merupakan anhidrida asam dari fosfat. Itu tidak stabil dalam larutan berair dan hidrolisis menjadi fosfat anorganik:[7]
- + H2O → 2
atau dalam notasi singkat biologis:[8]
- PPi + H2O → 2 Pi + 2 H+
Dengan tidak adanya katalisis enzim, reaksi hidrolisis dari polifosfat sederhana seperti pirofosfat, trifosfat linier, ADP, dan ATP biasanya berjalan sangat lambat di semua media yang sangat asam.[9]
PPi terdapat dalam cairan sinovial, plasma darah, dan urin pada level yang cukup untuk menghambat kalsifikasi dan mungkin merupakan penghambat alami terhadap pembentukan hidroksiapatit dalam cairan ekstraseluler (ECF).[10] Sel mungkin dapat menyalurkan PPi intraseluler ke dalam ECF.[11] ANK adalah suatu saluran membran-plasma PPi nonenzimatik yang mendukung tingkat PPi ekstraseluler.[12] Fungsi membran saluran PPi ANK yang rusak dikaitkan dengan rendahnya PPi ekstraseluler serta meningkatnya PPi intraseluler.[13]
Konsentrasi plasma pirofosfat anorganik memiliki kisaran referensi 0.58–3.78 µM (selang kepercayaan 95%).[14]
Terpena
Isopentenil pirofosfat berubah menjadi geranil pirofosfat, prekursor hingga puluhan ribu terpena dan terpenoid.[15]
Sebagai aditif makanan
Berbagai difosfat digunakan sebagai pengemulsi, stabilisator, pengatur keasaman, bahan pengembang, sekuestran, dan agen retensi air dalam pengolahan makanan.[16] Mereka diklasifikasikan dalam skema nomor E di bawah E450:[17]
- E450(a): dinatrium dihidrogen difosfat; trinatrium difosfat; tetranatrium difosfat (TSPP); tetrakalium pirofosfat
- E450(b): pentanatrium dan pentakalium trifosfat
- E450(c): natrium dan kalium polifosfat
Secara khusus, berbagai formulasi difosfat digunakan untuk menstabilkan krim kocok.[18]
Lihat pula
- Adenosin monofosfat
- Adenosin difosfat
- Adenosin trifosfat
- ATPase
- Hidrolisis ATP
- ATP sintase
- Biokimia
- Tulang
- Kalsium pirofosfat
- Katalisis
- DNA
- Pirofosfatase anorganik
- Nukleosida trifosfat
- Nukleotida
- Organofosfat
- Fosforilasi oksidatif
- Fosfat
- Asam fosfat
- RNA
- Natrium pirofosfat
- Superfosfat
- Tiamin pirofosfat
- Gigi
- Seng pirofosfat
Bacaan lebih lanjut
Pranala luar
Referensi
- ↑ Andrew Chi. The Primordial High Energy Compound: ATP or Inorganic Pyrophosphate?. The Journal of Biological Chemistry. 2000. doi:10.1074/jbc.C000581200.
- ↑ Anatole Bailly. Greek-french dictionary online. www.tabularium.be.
- ↑ Rodriguez L & Orgel LE. Pyrophosphate formation as the most efficient condensation reaction of activated nucleotides. J Mol Evol. 1991. Vol. 32 (2). hlm. 101-4.
- ↑ C. Michael Hogan. 2011. Phosphate. Encyclopedia of Earth. Topic ed. Andy Jorgensen. Ed.-in-Chief C.J.Cleveland. National Council for Science and the Environment. Washington DC
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Yi YJ, Sutovsky M, Kennedy C, Sutovsky P. Identification of the inorganic pyrophosphate metabolizing, ATP substituting pathway in mammalian spermatozoa. PLoS One. 2012. Vol. 7 (4). hlm. e34524. doi:10.1371/journal.pone.0034524.
- ↑ Yi YJ, Sutovsky M, Kennedy C, Sutovsky P. Identification of the inorganic pyrophosphate metabolizing, ATP substituting pathway in mammalian spermatozoa. PLoS One. 2012. Vol. 7 (4). hlm. e34524. doi:10.1371/journal.pone.0034524.
- ↑ Yi YJ, Sutovsky M, Kennedy C, Sutovsky P. Identification of the inorganic pyrophosphate metabolizing, ATP substituting pathway in mammalian spermatozoa. PLoS One. 2012. Vol. 7 (4). hlm. e34524. doi:10.1371/journal.pone.0034524.
- ↑ Structure and Properties of the Condensed Phosphates. VII. Hydrolytic Degradation of Pyro- and Tripolyphosphate. J. Am. Chem. Soc. Jan 1955. Vol. 77 (2). hlm. 287–291. doi:10.1021/ja01607a011.
- ↑ Role of the mouse ank gene in control of tissue calcification and arthritis. Science. Jul 2000. Vol. 289 (5477). hlm. 265–70. doi:10.1126/science.289.5477.265.
- ↑ PC-1 nucleoside triphosphate pyrophosphohydrolase deficiency in idiopathic infantile arterial calcification. Am J Pathol. Feb 2001. Vol. 158 (2). hlm. 543–54. doi:10.1016/S0002-9440(10)63996-X.
- ↑ PC-1 nucleoside triphosphate pyrophosphohydrolase deficiency in idiopathic infantile arterial calcification. Am J Pathol. Feb 2001. Vol. 158 (2). hlm. 543–54. doi:10.1016/S0002-9440(10)63996-X.
- ↑ Role of the mouse ank gene in control of tissue calcification and arthritis. Science. Jul 2000. Vol. 289 (5477). hlm. 265–70. doi:10.1126/science.289.5477.265.
- ↑ Quantification of human plasma inorganic pyrophosphate. I. Normal values in osteoarthritis and calcium pyrophosphate dihydrate crystal deposition disease. Arthritis Rheum. 1979. Vol. 22 (8). hlm. 886–91. doi:10.1002/art.1780220812.
- ↑ Eberhard Breitmaier. Terpenes: Flavors, Fragrances, Pharmaca, Pheromones. 2006. doi:10.1002/9783527609949.ch2.
- ↑ Codex Alimentarius 1A, 2nd ed, 1995, hlm. 71, 82, 91
- ↑ D. J. Jukes, Food Legislation of the UK: A Concise Guide, Elsevier, 2013, hlm. 60–61
- ↑ Ricardo A. Molins. Phosphates in Food. CRC Press. 1990. hlm. 115. ISBN 9780849345883.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29577737 (2026-08-14T15:28:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.