Manchester City F.C.: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29450193; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Manchester City Football Club''' (juga dikenal sebagai '''Man City''') adalah sebuah klub [[sepak bola]] profesional dari [[Inggris]] yang bermain di [[Liga Utama Inggris]]. Klub ini bermarkas di [[Stadion City of Manchester|Stadion Etihad]], [[Manchester]]. Pertandingan pertama dimainkan pada bulan November 1880. Pada saat itu masih bernama '''St Mark's (West Gorton)'''. Pada tahun 1887 berubah nama menjadi '''Ardwick A.F.C.''', dan pada tahun 1894 menjadi '''Manchester City F.C.''' Manchester City telah meraih sepuluh gelar [[Liga Inggris]], tujuh [[Piala FA]], sembilan [[Piala Liga Inggris]], tujuh [[Community Shield FA]], satu [[Liga Champions UEFA]], satu [[Piala Winners UEFA|Piala Winners Eropa]], satu [[Piala Super UEFA]], serta satu [[Piala Dunia Antarklub FIFA]]. Klub ini mengalami era kesuksesan pertamanya pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an. Pada periode tersebut, City dilatih oleh [[Joe Mercer]] dengan [[Malcolm Allison]] sebagai asisten manajer, serta diperkuat oleh sejumlah pemain seperti [[Colin Bell]], [[Mike Summerbee]], dan [[Francis Lee]]. | '''Manchester City Football Club''' (juga dikenal sebagai '''Man City''') adalah sebuah klub [[sepak bola]] profesional dari [[Inggris]] yang bermain di [[Liga Utama Inggris]]. Klub ini bermarkas di [[Stadion City of Manchester|Stadion Etihad]], [[Manchester]]. Pertandingan pertama dimainkan pada bulan November 1880. Pada saat itu masih bernama '''St Mark's (West Gorton)'''. Pada tahun 1887 berubah nama menjadi '''Ardwick A.F.C.''', dan pada tahun 1894 menjadi '''Manchester City F.C.''' Manchester City telah meraih sepuluh gelar [[Liga Inggris]], tujuh [[Piala FA]], sembilan [[Piala Liga Inggris]], tujuh [[Community Shield FA]], satu [[Liga Champions UEFA]], satu [[Piala Winners UEFA|Piala Winners Eropa]], satu [[Piala Super UEFA]], serta satu [[Piala Dunia Antarklub FIFA]].<ref>[https://www.mancity.com/news/mens/manchester-city-fluminense-fifa-club-world-cup-final-63838863 City sweep past Fluminense to win FIFA Club World Cup]. ''Manchester City FC''. 22 Desember 2023.</ref> Klub ini mengalami era kesuksesan pertamanya pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an. Pada periode tersebut, City dilatih oleh [[Joe Mercer]] dengan [[Malcolm Allison]] sebagai asisten manajer, serta diperkuat oleh sejumlah pemain seperti [[Colin Bell]], [[Mike Summerbee]], dan [[Francis Lee]]. | ||
Pada awal tahun [[1980-an]] City mengalami masa penuh gejolak penurunan yang berpuncak pada degradasi ke tingkat ketiga [[sistem liga sepak bola Inggris]] pada tahun 1998 untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Pada saat era [[Liga Utama Inggris]] pertama kali dibentuk tahun 1992, City adalah salah satu pencetus liga utama untuk pertama kali. Namun, prestasi klub ini tidak kunjung membaik, bahkan City harus terdegradasi kembali ke tingkat kedua hingga 2 kali, sementara di ajang [[Piala FA]] sejak bergulirnya Liga Utama Inggris, prestasi terbaik City hanya sampai pada perempat-final. | Pada awal tahun [[1980-an]] City mengalami masa penuh gejolak penurunan yang berpuncak pada degradasi ke tingkat ketiga [[sistem liga sepak bola Inggris]] pada tahun 1998 untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Pada saat era [[Liga Utama Inggris]] pertama kali dibentuk tahun 1992, City adalah salah satu pencetus liga utama untuk pertama kali. Namun, prestasi klub ini tidak kunjung membaik, bahkan City harus terdegradasi kembali ke tingkat kedua hingga 2 kali, sementara di ajang [[Piala FA]] sejak bergulirnya Liga Utama Inggris, prestasi terbaik City hanya sampai pada perempat-final. | ||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
Setelah mengakhiri liga di musim [[Liga Utama Inggris 2006–2007|2006–2007]] pada posisi ke-14, musim berikutnya prestasi klub mulai merangkak naik. Pertengahan tahun 2007 klub ini resmi menjadi milik miliarder asal [[Thailand]] yang ambisius dan juga adalah mantan [[Perdana Menteri Thailand]], [[Thaksin Shinawatra]]. Namun, kepemilikan Thaksin tidak berlangsung lama dikarenakan tuduhan kasus korupsi di negaranya, akhirnya pada September 2008 Thaksin menjual kepemilikannya kepada pengusaha yang juga anggota keluarga kerajaan [[Abu Dhabi]], [[Uni Emirat Arab]] yaitu [[Sheikh]] [[Mansour bin Zayed Al Nahyan]]. [[Sheikh]] [[Mansour bin Zayed Al Nahyan]] kemudian menghabiskan ratusan jutaan poundsterling untuk membeli pemain kelas atas agar klub menjadi kompetitif. Sukses menyusul pada tahun [[2011]], Manchester City lolos ke [[Liga Champions UEFA]] dan memenangkan [[Piala FA]]. Keberhasilan ini mencapai puncaknya dengan menjuarai [[Liga Premier Inggris]] [[Liga Utama Inggris 2011–2012|2011–2012]]. | Setelah mengakhiri liga di musim [[Liga Utama Inggris 2006–2007|2006–2007]] pada posisi ke-14, musim berikutnya prestasi klub mulai merangkak naik. Pertengahan tahun 2007 klub ini resmi menjadi milik miliarder asal [[Thailand]] yang ambisius dan juga adalah mantan [[Perdana Menteri Thailand]], [[Thaksin Shinawatra]]. Namun, kepemilikan Thaksin tidak berlangsung lama dikarenakan tuduhan kasus korupsi di negaranya, akhirnya pada September 2008 Thaksin menjual kepemilikannya kepada pengusaha yang juga anggota keluarga kerajaan [[Abu Dhabi]], [[Uni Emirat Arab]] yaitu [[Sheikh]] [[Mansour bin Zayed Al Nahyan]]. [[Sheikh]] [[Mansour bin Zayed Al Nahyan]] kemudian menghabiskan ratusan jutaan poundsterling untuk membeli pemain kelas atas agar klub menjadi kompetitif. Sukses menyusul pada tahun [[2011]], Manchester City lolos ke [[Liga Champions UEFA]] dan memenangkan [[Piala FA]]. Keberhasilan ini mencapai puncaknya dengan menjuarai [[Liga Premier Inggris]] [[Liga Utama Inggris 2011–2012|2011–2012]]. | ||
Akhirnya pada tahun [[1880]] para pemain kriket membentuk tim sepak bola dengan nama St. Marks (West Gordon) di bawah bimbingan William Beastow dan Anna Connell (diyakini sebagai satu-satunya wanita telah mendirikan sebuah klub sepak bola profesional di Inggris). | Akhirnya pada tahun [[1880]] para pemain kriket membentuk tim sepak bola dengan nama St. Marks (West Gordon) di bawah bimbingan William Beastow dan Anna Connell (diyakini sebagai satu-satunya wanita telah mendirikan sebuah klub sepak bola profesional di Inggris). | ||
| Baris 15: | Baris 10: | ||
Tahun 1887 mereka pindah ke markas yang baru di [[Hyde Road]], [[Ardwick]]. Nama klub pun berubah menjadi Ardwick A.F.C. untuk menyesuaikan dengan letaknya yang baru. Ardwick mulai ikut berkompetisi di divisi 2 Football League tahun 1892. Setahun kemudian, musim 1893-94, masalah keuangan membelit klub dan setelah diorganisasi ulang akhirnya mereka berganti nama lagi menjadi '''Manchester City Football Club'''. | Tahun 1887 mereka pindah ke markas yang baru di [[Hyde Road]], [[Ardwick]]. Nama klub pun berubah menjadi Ardwick A.F.C. untuk menyesuaikan dengan letaknya yang baru. Ardwick mulai ikut berkompetisi di divisi 2 Football League tahun 1892. Setahun kemudian, musim 1893-94, masalah keuangan membelit klub dan setelah diorganisasi ulang akhirnya mereka berganti nama lagi menjadi '''Manchester City Football Club'''. | ||
Pada tahun 1884, klub bergabung dengan klub lain, yaitu '''Gorton Athletic'''. Tetapi [[merger]] tersebut hanya berlangsung beberapa bulan sebelum klub dibagi lagi. St. Mark's menamakan diri mereka dengan '''Gorton A.F.C''' sementara Gorton Athletic berubah menjadi '''West Gorton Athletic'''. Dengan perubahan nama ini, tim secara bertahap kehilangan sentuhan awal agama mereka, dan nama St. Mark's perlahan memudar, dengan klub sering menempatkan St. Mark's dalam tanda kurung. | Pada tahun 1884, klub bergabung dengan klub lain, yaitu '''Gorton Athletic'''. Tetapi [[merger]] tersebut hanya berlangsung beberapa bulan sebelum klub dibagi lagi. St. Mark's menamakan diri mereka dengan '''Gorton A.F.C''' sementara Gorton Athletic berubah menjadi '''West Gorton Athletic'''.<ref>Gary James. ''Manchester: The Greatest City''. Polar Publishing. 2002. pg.15</ref> Dengan perubahan nama ini, tim secara bertahap kehilangan sentuhan awal agama mereka, dan nama St. Mark's perlahan memudar, dengan klub sering menempatkan St. Mark's dalam tanda kurung. | ||
==== Ardwick A.F.C. (1887-1894) ==== | ==== Ardwick A.F.C. (1887-1894) ==== | ||
Pada tahun 1887, Gorton A.F.C. berubah status menjadi profesional dan pindah ke tempat baru di [[Hyde Road]] [[Ardwick]], dan mengganti namanya menjadi '''Ardwick AFC''' untuk mencerminkan lokasi baru di timur kota. Pertandingan pertama mereka di Hyde Road pada 10 September 1887 direncanakan untuk melawan Salford AFC sebagai "grand opening" stadion baru. Tetapi pertandingan tidak jadi dilaksanakan karena Salford AFC tidak dapat bertanding. | Pada tahun 1887, Gorton A.F.C. berubah status menjadi profesional dan pindah ke tempat baru di [[Hyde Road]] [[Ardwick]], dan mengganti namanya menjadi '''Ardwick AFC''' untuk mencerminkan lokasi baru di timur kota. Pertandingan pertama mereka di Hyde Road pada 10 September 1887 direncanakan untuk melawan Salford AFC sebagai "grand opening" stadion baru. Tetapi pertandingan tidak jadi dilaksanakan karena Salford AFC tidak dapat bertanding.<ref>Chris Murray. ''Attitude Blue: Manchester City F.C. and P.L.C''. Blackwell Publishing. 2002. hlm. 3. ISBN 0-9520520-9-1.</ref> | ||
Pada tahun 1889 terjadi bencana ledakan tambang batubara dekat Hyde Road yang menyebabkan kematian 23 penambang. '''Ardwick''' dan '''Newton Heath''', yang keduanya kemudian menjadi [[Manchester City]] dan [[Manchester United]], mengadakan pertandingan persahabatan di bawah lampu sorot, dalam rangka menghimpun dana bantuan bencana. | Pada tahun 1889 terjadi bencana ledakan tambang batubara dekat Hyde Road yang menyebabkan kematian 23 penambang. '''Ardwick''' dan '''Newton Heath''', yang keduanya kemudian menjadi [[Manchester City]] dan [[Manchester United]], mengadakan pertandingan persahabatan di bawah lampu sorot, dalam rangka menghimpun dana bantuan bencana. | ||
Pada tahun 1885 diadakan Piala Manchester () untuk pertama kalinya. Ardwick AFC menjadi lebih dikenal luas pada tahun 1891, setelah menjuarai Manchester Cup untuk pertama kalinya, mengalahkan Newton Heath 1–0 di final. | Pada tahun 1885 diadakan Piala Manchester () untuk pertama kalinya. Ardwick AFC menjadi lebih dikenal luas pada tahun 1891, setelah menjuarai Manchester Cup untuk pertama kalinya, mengalahkan Newton Heath 1–0 di final.<ref>David Clayton. ''Everything under the blue moon: the complete book of Manchester City FC - and more!''. Mainstream publishing. 2002. ISBN 1-84018-687-9. pg.17</ref> | ||
Keberhasilan ini berpengaruh terhadap keputusan ''Football Alliance'' untuk menerima Ardwick sebagai anggota untuk musim 1891-1892. Pada saat ''Football Alliance'' bergabung dengan ''Football League'' pada tahun 1892, Ardwick AFC menjadi sebagai salah satu anggota pendiri Divisi Dua. | Keberhasilan ini berpengaruh terhadap keputusan ''Football Alliance'' untuk menerima Ardwick sebagai anggota untuk musim 1891-1892. Pada saat ''Football Alliance'' bergabung dengan ''Football League'' pada tahun 1892, Ardwick AFC menjadi sebagai salah satu anggota pendiri Divisi Dua. | ||
| Baris 40: | Baris 26: | ||
=== Masa awal Manchester City F.C (1894–1928) === | === Masa awal Manchester City F.C (1894–1928) === | ||
==== Masa Perkembangan (1894–1898) ==== | ==== Masa Perkembangan (1894–1898) ==== | ||
Mulai tahun 1894 klub ditata ulang oleh manajemen. Manajer [[Yosua Parlby]] merekrut [[Billy Meredith]] yang berusia 19 tahun dari Northwich Victoria. "The Welsh Wizard" tersebut sangat hebat karena mempunyai talenta yang tinggi dan masa depan yang bagus. Billy bermain untuk tim nasional [[Wales]] dan menang pertama kali pada tahun 1895. Namun, ia terus bekerja di bawah tanah sebagai penambang selama seminggu sampai 1896, ketika Manchester City akhirnya bersikeras bahwa dia harus melepaskan pekerjaan tambang batu bara nya. | Mulai tahun 1894 klub ditata ulang oleh manajemen. Manajer [[Yosua Parlby]] merekrut [[Billy Meredith]] yang berusia 19 tahun dari Northwich Victoria. "The Welsh Wizard" tersebut sangat hebat karena mempunyai talenta yang tinggi dan masa depan yang bagus. Billy bermain untuk tim nasional [[Wales]] dan menang pertama kali pada tahun 1895. Namun, ia terus bekerja di bawah tanah sebagai penambang selama seminggu sampai 1896, ketika Manchester City akhirnya bersikeras bahwa dia harus melepaskan pekerjaan tambang batu bara nya. | ||
Klub ini berkembang dengan pesat dan pada tahun 1895, dan sudah menarik lebih dari 20.000 orang sebagai pendukung. Para pendukung Manchester City waktu itu dikenal sebagai penggemar riang klub mereka, sering menyalurkan antusiasme mereka dan menciptakan suasana yang ramai di Hyde Road, dengan trompet. Kadang-kadang sesekali mereka memakai pakaian yang mewah. | Klub ini berkembang dengan pesat dan pada tahun 1895, dan sudah menarik lebih dari 20.000 orang sebagai pendukung. Para pendukung Manchester City waktu itu dikenal sebagai penggemar riang klub mereka, sering menyalurkan antusiasme mereka dan menciptakan suasana yang ramai di Hyde Road, dengan trompet. Kadang-kadang sesekali mereka memakai pakaian yang mewah. | ||
Pada tahun 1899, klub menjuarai Divisi II dan berhak promosi untuk pertama kalinya ke tingkat tertinggi dalam sepak bola liga [[Inggris]] saat itu, Divisi I. | Pada tahun 1899, klub menjuarai Divisi II dan berhak promosi untuk pertama kalinya ke tingkat tertinggi dalam sepak bola liga [[Inggris]] saat itu, Divisi I. | ||
| Baris 51: | Baris 35: | ||
==== Pindah ke Maine Road (1923) ==== | ==== Pindah ke Maine Road (1923) ==== | ||
Pada tahun 1920, [[Hyde Road]] menjadi stadion sepak bola pertama di luar London yang dikunjungi oleh raja yang berkuasa. Pada tanggal 27 Maret 1920 Raja George V hadir di Hyde Road untuk menyaksikan pertandingan antara Manchester City dan [[Liverpool]]. | Pada tahun 1920, [[Hyde Road]] menjadi stadion sepak bola pertama di luar London yang dikunjungi oleh raja yang berkuasa.<ref>[http://www.mcfc.co.uk/The-Club/Club-History Club History]. ''Manchester City official website''. mcfc.co.uk.</ref> Pada tanggal 27 Maret 1920 Raja George V hadir di Hyde Road untuk menyaksikan pertandingan antara Manchester City dan [[Liverpool]].<ref>[http://www.bluemoonovermanchester.com/man-city/2012/3/26/hyde-road-gets-royal-recognition.html Hyde Road gets Royal recognition]. Blue Moon over Manchester.com.</ref> | ||
Bulan November sebuah kebakaran yang disebabkan oleh rokok menghancurkan tribun utama dan akhirnya Manchester City mulai mencari rumah baru. Awalnya diusulkan kemungkinan untuk berbagi Stadion Old Trafford dengan tetangganya, [[Manchester United]]. Namun sewa yang diusulkan United terlalu mahal, sehingga Hyde Road diperbaiki dan City terus bermain di Hyde Road. | Bulan November sebuah kebakaran yang disebabkan oleh rokok menghancurkan tribun utama dan akhirnya Manchester City mulai mencari rumah baru. Awalnya diusulkan kemungkinan untuk berbagi Stadion Old Trafford dengan tetangganya, [[Manchester United]]. Namun sewa yang diusulkan United terlalu mahal, sehingga Hyde Road diperbaiki dan City terus bermain di Hyde Road. | ||
| Baris 59: | Baris 43: | ||
Akhirnya rencana klub untuk pindah ke basis baru di [[Maine Road]], Moss Side diumumkan pada tahun 1922. Pertandingan terakhir Manchester City di [[Hyde Road]] adalah pertandingan liga melawan [[Newcastle United]] pada [[28 April]] [[1923]], dan pada bulan Agustus 1923 menjadi pertandingan sepak bola terakhir yang diadakan di Hyde Road. Manchester City memulai musim 1923-1924 di [[Maine Road]], yang saat itu memiliki kapasitas 85.000 dan dijuluki '''Wembley of The North.''' | Akhirnya rencana klub untuk pindah ke basis baru di [[Maine Road]], Moss Side diumumkan pada tahun 1922. Pertandingan terakhir Manchester City di [[Hyde Road]] adalah pertandingan liga melawan [[Newcastle United]] pada [[28 April]] [[1923]], dan pada bulan Agustus 1923 menjadi pertandingan sepak bola terakhir yang diadakan di Hyde Road. Manchester City memulai musim 1923-1924 di [[Maine Road]], yang saat itu memiliki kapasitas 85.000 dan dijuluki '''Wembley of The North.''' | ||
Setelah itu beberapa bagian dari Hyde Road masih digunakan. Atap stand utama dijual ke Halifax Town, dan didirikan ''The Shay Stadium'' di mana atap stand utama masih digunakan. Selama satu dekade, semua jejak sepak bola menghilang dari Hyde Road. Pada 2008, lokasi bekas lapangan adalah depo bus, sebagai tempat latihan para sopir. | Setelah itu beberapa bagian dari Hyde Road masih digunakan. Atap stand utama dijual ke Halifax Town, dan didirikan ''The Shay Stadium'' di mana atap stand utama masih digunakan.<ref>Clayton, ''Everything under the blue moon'', p107</ref> Selama satu dekade, semua jejak sepak bola menghilang dari Hyde Road. Pada 2008, lokasi bekas lapangan adalah depo bus, sebagai tempat latihan para sopir.<ref>Clayton, ''Everything under the blue moon'', p108</ref> | ||
Tahun 1926 klub mencapai Final Piala FA, dan mencetak 31 gol dalam 5 pertandingan dalam perjalanan ke final. Namun di pertandingan final City dikalahkan 1–0 oleh Bolton Wanderers. Kekecewaan bertambah, karena di liga City terdegradasi di akhir musim. Tahun 1928 City menjadi juara Divisi II dan kembali promosi ke Divisi I. | Tahun 1926 klub mencapai Final Piala FA, dan mencetak 31 gol dalam 5 pertandingan dalam perjalanan ke final. Namun di pertandingan final City dikalahkan 1–0 oleh Bolton Wanderers. Kekecewaan bertambah, karena di liga City terdegradasi di akhir musim. Tahun 1928 City menjadi juara Divisi II dan kembali promosi ke Divisi I. | ||
| Baris 73: | Baris 57: | ||
==== Spesialis Piala FA ==== | ==== Spesialis Piala FA ==== | ||
City mendapatkan reputasi sebagai spesialis Piala FA pada tahun-tahun itu. Pada tahun 1934, 84.559 pendukung datang memenuhi [[Maine Road]] untuk menyaksikan City melawan [[Stoke City F.C.|Stoke City]] di perempat final. Rekor kehadiran tersebut masih bertahan hingga saat ini. | City mendapatkan reputasi sebagai spesialis Piala FA pada tahun-tahun itu. Pada tahun 1934, 84.559 pendukung datang memenuhi [[Maine Road]] untuk menyaksikan City melawan [[Stoke City F.C.|Stoke City]] di perempat final. Rekor kehadiran tersebut masih bertahan hingga saat ini. | ||
| Baris 96: | Baris 79: | ||
Pada musim panas tahun 1965, manajemen klub menunjuk [[Joe Mercer]] dan [[Malcolm Allison]] sebagai manajer dan asisten manajer City. Musim 1965-66 adalah musim ketiga City bermain di Divisi II (kasta kedua) liga sepak bola Inggris. Setelah Joe Mercer ditunjuk sebagai manager, mereka membuat pembelian terpentingnya pada [[Mike Summerbee]] dan [[Colin Bell]]. Musim pertama di bawah asuhan Mercer, klub memenangkan gelar juara Divisi II dan berhak promosi kembali ke Divisi I. | Pada musim panas tahun 1965, manajemen klub menunjuk [[Joe Mercer]] dan [[Malcolm Allison]] sebagai manajer dan asisten manajer City. Musim 1965-66 adalah musim ketiga City bermain di Divisi II (kasta kedua) liga sepak bola Inggris. Setelah Joe Mercer ditunjuk sebagai manager, mereka membuat pembelian terpentingnya pada [[Mike Summerbee]] dan [[Colin Bell]]. Musim pertama di bawah asuhan Mercer, klub memenangkan gelar juara Divisi II dan berhak promosi kembali ke Divisi I. | ||
Dua musim berikutnya, musim 1967-1968, Manchester City menjuarai Divisi I Liga sepak bola Inggris untuk kedua kalinya mengalahkan rival sekotanya Manchester United yang berada di posisi kedua. Mereka memastikan gelar juara pada partai terakhir dengan kemenangan 4–3 di kandang Newcastle. Piala dan prestasi pun kemudian mulai mengalir datang. | Dua musim berikutnya, musim 1967-1968, Manchester City menjuarai Divisi I Liga sepak bola Inggris untuk kedua kalinya mengalahkan rival sekotanya Manchester United yang berada di posisi kedua.<ref>Penney, ''Manchester City – The Mercer-Allison Years'', hal. 37–56</ref> Mereka memastikan gelar juara pada partai terakhir dengan kemenangan 4–3 di kandang Newcastle. Piala dan prestasi pun kemudian mulai mengalir datang. | ||
Musim berikutnya 1968-69, mereka memenangkan kembali Piala FA 1969 setelah di final mengalahkan [[Leicester City F.C.|Leicester City]] dengan skor 1-0. Setelah memenangkan Piala FA tahun 1969, City berhak tampil di [[Piala Winners UEFA]] musim berikutnya. Tampil di Piala Winners UEFA musim 1969-70 adalah kedua kalinya City berlaga di kompetisi Eropa, setelah pada musim sebelumnya berlaga di [[Liga Champions UEFA]]. | Musim berikutnya 1968-69, mereka memenangkan kembali Piala FA 1969 setelah di final mengalahkan [[Leicester City F.C.|Leicester City]] dengan skor 1-0. Setelah memenangkan Piala FA tahun 1969, City berhak tampil di [[Piala Winners UEFA]] musim berikutnya. Tampil di Piala Winners UEFA musim 1969-70 adalah kedua kalinya City berlaga di kompetisi Eropa, setelah pada musim sebelumnya berlaga di [[Liga Champions UEFA]]. | ||
Musim 1969-70, City mencatatkan diri sebagai klub pertama dari Inggris yang bisa memenangkan dua piala domestik dan Eropa dalam satu musim. Pada tahun 1970 City memenangkan [[Piala Winners UEFA]] Eropa untuk pertama kalinya dengan mengalahkan [[Górnik Zabrze]] 2–1 di final. Pada musim yang sama mereka juga memenangkan [[Piala Carling|Piala Liga]] dengan mengalahkan [[West Bromwich Albion F.C.|West Bromwich Albion]] 2-1 di final yang dilangsungkan di Stadion [[Wembley]]. | Musim 1969-70, City mencatatkan diri sebagai klub pertama dari Inggris yang bisa memenangkan dua piala domestik dan Eropa dalam satu musim.<ref>[http://www.krysstal.com/multiple.html Football : Multiple Trophy Winners].</ref> Pada tahun 1970 City memenangkan [[Piala Winners UEFA]] Eropa untuk pertama kalinya dengan mengalahkan [[Górnik Zabrze]] 2–1 di final. Pada musim yang sama mereka juga memenangkan [[Piala Carling|Piala Liga]] dengan mengalahkan [[West Bromwich Albion F.C.|West Bromwich Albion]] 2-1 di final yang dilangsungkan di Stadion [[Wembley]]. | ||
Setelah itu, sepanjang awal dekade hingga pertengahan dekade 1970-an, klub terus berusaha untuk meraih prestasi demi prestasi. Pada Piala Winners UEFA tahun 1971, meeaka hanya mencapai semi-final setelah dikalahkan oleh [[Chelsea F.C.|Chelsea]]. | Setelah itu, sepanjang awal dekade hingga pertengahan dekade 1970-an, klub terus berusaha untuk meraih prestasi demi prestasi. Pada Piala Winners UEFA tahun 1971, meeaka hanya mencapai semi-final setelah dikalahkan oleh [[Chelsea F.C.|Chelsea]]. | ||
| Baris 133: | Baris 116: | ||
== Kepemilikan == | == Kepemilikan == | ||
Pada [[22 Juni]] [[2007]] Dewan Klub menyetujui penawaran sebesar 81,6 juta poundsterling oleh miliarder [[Thailand]] yang juga mantan [[Perdana Menteri Thailand]] untuk membeli City. | Pada [[22 Juni]] [[2007]] Dewan Klub menyetujui penawaran sebesar 81,6 juta poundsterling oleh miliarder [[Thailand]] yang juga mantan [[Perdana Menteri Thailand]] untuk membeli City.<ref>[http://sport.detik.com/sepak bola/read/2007/06/22/044618/796436/72/thaksin-selangkah-lagi-miliki-city Thaksin Selangkah Lagi Miliki City]. ''detikcom''. detik.com. 21 Juni 2007.</ref> | ||
Akhirnya pada [[6 Juli]] [[2007]] [[Thaksin Shinawatra]] resmi memiliki klub dengan menguasai 75% saham City, sehingga klub ini menjadi salah satu klub Inggris yang dimiliki oleh pihak asing. | Akhirnya pada [[6 Juli]] [[2007]] [[Thaksin Shinawatra]] resmi memiliki klub dengan menguasai 75% saham City,<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/business/6277502.stm Thaksin completes Man City buyout]. news.bbc.co.uk. 5 Juli 2007.</ref> sehingga klub ini menjadi salah satu klub Inggris yang dimiliki oleh pihak asing. | ||
Pada saat Hughes naik menjadi manajer klub, sebetulnya harta Thaksin sudah di ujung tanduk pembekuan karena tuduhan korupsi selama berkuasa sebagai perdana menteri di [[Thailand]]. Thaksin mengerti bahwa posisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk terus mendanai klub. Akhirnya pada tanggal 23 September 2008 [[Sheikh]] [[Mansour bin Zayed Al Nahyan]] pemilik [[Abu Dhabi United Group]] resmi memiliki klub, setelah membelinya dari [[Thaksin Shinawatra]] senilai 200 juta poundsterling. | Pada saat Hughes naik menjadi manajer klub, sebetulnya harta Thaksin sudah di ujung tanduk pembekuan karena tuduhan korupsi selama berkuasa sebagai perdana menteri di [[Thailand]]. Thaksin mengerti bahwa posisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk terus mendanai klub. Akhirnya pada tanggal 23 September 2008 [[Sheikh]] [[Mansour bin Zayed Al Nahyan]] pemilik [[Abu Dhabi United Group]] resmi memiliki klub, setelah membelinya dari [[Thaksin Shinawatra]] senilai 200 juta poundsterling.<ref>[http://politik.vivanews.com/news/read/758-thaksin_untung___120_juta_dari_penjualan_city Thaksin Untung £ 120 Juta dari Penjualan City]. vivanews.com. 28 September 2008.</ref> | ||
Hanya beberapa hari setelah kepastian kepemilikannya atas Manchester City, ia langsung membuat rekor pembelian pemain termahal Inggris dengan pembelian Robinho dari Real Madrid. Rekor harga 32,5 juta pounds itu melampaui harga 28 juta pounds yang ditawarkan Chelsea atas pemain Brazil tersebut. | Hanya beberapa hari setelah kepastian kepemilikannya atas Manchester City, ia langsung membuat rekor pembelian pemain termahal Inggris dengan pembelian Robinho dari Real Madrid. Rekor harga 32,5 juta pounds itu melampaui harga 28 juta pounds yang ditawarkan Chelsea atas pemain Brazil tersebut. | ||
| Baris 144: | Baris 127: | ||
Seragam kandang Manchester City adalah Biru Langit dan celana Putih. Sejak musim 2011-2012 seragam kandang city baik kaus dan celana menggunakan warna yang sama yaitu biru langit. Asal-usul warna seragam kandang klub tidak jelas, tetapi ada bukti bahwa klub telah menggunakan biru langit sejak 1892 atau sebelumnya. | Seragam kandang Manchester City adalah Biru Langit dan celana Putih. Sejak musim 2011-2012 seragam kandang city baik kaus dan celana menggunakan warna yang sama yaitu biru langit. Asal-usul warna seragam kandang klub tidak jelas, tetapi ada bukti bahwa klub telah menggunakan biru langit sejak 1892 atau sebelumnya. | ||
Ide untuk menggunakan kaus merah dan hitam datang dari mantan asisten manajer Malcolm Allison, yang percaya bahwa dengan mengadopsi warna [[AC Milan]] akan mengilhami City untuk mencapai kejayaan. | Ide untuk menggunakan kaus merah dan hitam datang dari mantan asisten manajer Malcolm Allison, yang percaya bahwa dengan mengadopsi warna [[AC Milan]] akan mengilhami City untuk mencapai kejayaan. | ||
| Baris 153: | Baris 135: | ||
City sebelumnya sudah mempunyai 2 lambang, yang mulai digunakan sejak tahun 1960-an dan mulai tahun 1972 sampai dengan tahun 1997. Tapi lambang tersebut tidak digunakan lagi karena tidak memenuhi syarat untuk didaftarkan sebagai merek dagang. | City sebelumnya sudah mempunyai 2 lambang, yang mulai digunakan sejak tahun 1960-an dan mulai tahun 1972 sampai dengan tahun 1997. Tapi lambang tersebut tidak digunakan lagi karena tidak memenuhi syarat untuk didaftarkan sebagai merek dagang. | ||
Akan tetapi, pada kesempatan saat City bertanding di final [[Piala FA]], lambang tersebut tidak digunakan. City menggunakan lambang Kota [[Manchester]] pada kausnya sebagai simbol kebanggaan dari kota Manchester pada acara-acara besar. Praktik ini dilakukan karena sebelum tahun 1960-an, seragam City tidak menggunakan lambang apa pun, sehingga untuk melengkapi sejarah klub digunakanlah Lambang Kota [[Manchester]] tersebut. | Akan tetapi, pada kesempatan saat City bertanding di final [[Piala FA]], lambang tersebut tidak digunakan. City menggunakan lambang Kota [[Manchester]] pada kausnya sebagai simbol kebanggaan dari kota Manchester pada acara-acara besar. Praktik ini dilakukan karena sebelum tahun 1960-an, seragam City tidak menggunakan lambang apa pun, sehingga untuk melengkapi sejarah klub digunakanlah Lambang Kota [[Manchester]] tersebut.<ref>David Clayton, ''Everything Under the Blue Moon'' (Mainstream Publishing, 2002), 21</ref> | ||
Lambang Kota Manchester mulai digunakan City pada partai Final [[Piala FA]] [[1926]] hingga partai Final [[Piala FA]] [[1981]] di mana pada saat keduanya tersebut City menjadi runner-up. Pada final [[Piala FA]] [[2011]], City menggunakan kembali lambang biasanya dengan legenda khusus, tetapi Lambang Kota Manchester dimasukkan sebagai logo monokrom kecil di nomor di bagian belakang kaus pemain. | Lambang Kota Manchester mulai digunakan City pada partai Final [[Piala FA]] [[1926]] hingga partai Final [[Piala FA]] [[1981]] di mana pada saat keduanya tersebut City menjadi runner-up. Pada final [[Piala FA]] [[2011]], City menggunakan kembali lambang biasanya dengan legenda khusus, tetapi Lambang Kota Manchester dimasukkan sebagai logo monokrom kecil di nomor di bagian belakang kaus pemain.<ref>[http://www.mcfc.co.uk/news/club-news/2011/may/manchester-coat-of-arms-on-cup-final-shirt Cup final shirt to feature coat of arms].</ref> | ||
'''Perubahan Logo Manchester City''' | '''Perubahan Logo Manchester City''' | ||
== Pemasok kostum dan sponsor == | == Pemasok kostum dan sponsor == | ||
{| class="wikitable" style="text-align: center" | |||
|- | |||
! Periode | |||
! Pemasok kostum | |||
! Sponsor baju (dada) | |||
! Sponsor baju (lengan) | |||
|- | |||
| 1974–1982 | |||
| rowspan="4" | [[Umbro]] | |||
| ''Tidak ada sponsor'' | |||
| rowspan="12"| ''TIdak ada sponsor'' | |||
|- | |||
| 1982–1984 | |||
| [[Saab Automobile|Saab]] | |||
|- | |||
| 1984–1987 | |||
| [[Philips]] | |||
|- | |||
| 1987–1997 | |||
| rowspan="2" | [[Brother Industries|Brother]] | |||
|- | |||
| 1997–1999 | |||
| [[Kappa (perusahaan)|Kappa]] | |||
|- | |||
| 1999–2002 | |||
| rowspan="2" | [[Le Coq Sportif]] | |||
| [[Eidos Interactive|Eidos]] | |||
|- | |||
| 2002–2003 | |||
| rowspan="2" | First Advice | |||
|- | |||
| 2003–2004 | |||
| rowspan="2" | [[Reebok]] | |||
|- | |||
| 2004–2007 | |||
| rowspan="2" | [[Thomas Cook Group|Thomas Cook]] | |||
|- | |||
| 2007–2009 | |||
| [[Le Coq Sportif]] | |||
|- | |||
| 2009–2013 | |||
| [[Umbro]] | |||
| rowspan="5" | [[Etihad Airways]] | |||
|- | |||
| 2013–2017 | |||
| rowspan="2" | [[Nike, Inc.|Nike]] | |||
|- | |||
| 2017–2019 | |||
| rowspan="2" | [[Nexen Tire]] | |||
|- | |||
| 2019–2023 | |||
| rowspan="2" | [[Puma AG|Puma]] | |||
|- | |||
| 2023–sekarang | |||
| [[OKX]] | |||
|} | |||
== Skuad == | == Skuad == | ||
===Tim utama=== | ===Tim utama=== | ||
<ref>[https://www.mancity.com/players/mens Squads: Men's team]. Manchester City F.C.</ref> | |||
===EDS dan Akademi=== | ===EDS dan Akademi=== | ||
Pemain berikut telah tampil di pertandingan atau tampil sebagai cadangan tim utama sebelumnya. | Pemain berikut telah tampil di pertandingan atau tampil sebagai cadangan tim utama sebelumnya. | ||
===Dipinjamkan=== | ===Dipinjamkan=== | ||
===Nomor yang dipensiunkan=== | ===Nomor yang dipensiunkan=== | ||
Sejak tahun 2003, Manchester City tidak mengeluarkan nomor punggung 23. Nomor tersebur dipensiunkan untuk mengenang [[Marc-Vivien Foé]], yang dipinjam dari [[Olympique Lyonnais|Lyon]] pada saat kematiannya di lapangan saat bermain untuk timnas [[Tim nasional sepak bola Kamerun|Kamerun]] di [[Piala Konfederasi FIFA 2003]]. | Sejak tahun 2003, Manchester City tidak mengeluarkan nomor punggung 23. Nomor tersebur dipensiunkan untuk mengenang [[Marc-Vivien Foé]], yang dipinjam dari [[Olympique Lyonnais|Lyon]] pada saat kematiannya di lapangan saat bermain untuk timnas [[Tim nasional sepak bola Kamerun|Kamerun]] di [[Piala Konfederasi FIFA 2003]].<ref>[http://news.bbc.co.uk/sport1/hi/football/3026212.stm Man City retire number 23 shirt]. BBC Sport. 27 Juni 2003.</ref> | ||
== Daftar ketua == | == Daftar ketua == | ||
=== Daftar ketua === | === Daftar ketua === | ||
Berikut merupakan daftar ketua Manchester City. | Berikut merupakan daftar ketua Manchester City.<ref>[http://www.mcfchistory.com/p/owners.html City's chairmen & their achievements]. mcfchistory.com.</ref> | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! Nama !! Dari !! Sampai !! Jumlah Musim | |||
|- | |||
|'''John Chapman''' || 1894 || 1902 || align="center"|8 | |||
|- | |||
|'''Edward Hulton Jr''' || 1902 || 1904 || align="center"|2 | |||
|- | |||
|'''C H Waterhouse''' || 1904 || 1904 || align="center"|1 | |||
|- | |||
|'''Waltham Forrest''' || 1904 || 1905 || align="center"|1 | |||
|- | |||
|'''John Allison''' || 1905 || 1906 || align="center"|1 | |||
|- | |||
|'''W A Wilkinson''' || Juni 1906 || 1914 || align="center"|8 | |||
|- | |||
|'''John Chapman''' ''(periode kedua)'' || Des 1914 || 1920 || align="center"|2 | |||
|- | |||
|'''Lawrence Furniss''' || Mei 1920 || 1929 || align="center"|9 | |||
|- | |||
|'''Albert Hughes''' || 1929 || 1935 || align="center"|7 | |||
|- | |||
|'''Bob Smith''' || Juli 1935 || 1954 || align="center"|12 | |||
|- | |||
|'''Walter Smith''' || 1954 || 1956 || align="center"|2 | |||
|- | |||
|'''Alan Douglas''' || 1956 || 1964 || align="center"|8 | |||
|- | |||
|'''Albert Alexander''' || Agustus 1964 || November 1971 || align="center"|7 | |||
|- | |||
|'''Eric Alexander''' || November 1971 || Oktober 1972 || align="center"|1 | |||
|- | |||
|'''Peter Swales''' || Oktober 1972 || Februari 1994 || align="center"|22 | |||
|- | |||
|'''Francis Lee''' || Februari 1994 || Maret 1998 || align="center"|4 | |||
|- | |||
|'''David Bernstein''' || Maret 1998 || Maret 2003 || align="center"|9 | |||
|- | |||
|'''John Wardle''' || Mei 2003 || Juli 2007 || align="center"|4 | |||
|- | |||
|'''Thaksin Shinawatra''' || Juli 2007 || September 2008 || align="center"|1 | |||
|- | |||
|'''Khaldoon Al Mubarak''' || Oktober 2008 || Sekarang || | |||
|} | |||
===Staf Kepelatihan=== | ===Staf Kepelatihan=== | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! Posisi | |||
! Nama | |||
|- | |||
|Pelatih Kepala || [[Pep Guardiola]] | |||
|- | |||
| rowspan=2| Asisten Pelatih | |||
| Carlos Vicens | |||
|- | |||
| Juanma Lillo | |||
|- | |||
| rowspan=2|Pelatih Kiper | |||
| Xabier Mancisidor | |||
|- | |||
| [[Richard Wright]] | |||
|- | |||
| rowspan=3|Pelatih Fisik | |||
| Simon Bitcon | |||
|- | |||
| Lorenzo Bonaventura | |||
|- | |||
| Barry Hamilton | |||
|- | |||
| rowspan=2|Kepala Analisis | |||
| Harry Dunn | |||
|- | |||
| Daniel Fradley | |||
|- | |||
| Asisten Teknis || Iñigo Dominguez | |||
|- | |||
| rowspan=2| Pelatih Rehabilitasi | |||
| Anthony Greenhouse | |||
|- | |||
| Thomas O'Malley | |||
|- | |||
| Kepala Pelatihan Akademi || Jan-Moritz Lichte | |||
|- | |||
| Video Analist || Carles Planchart | |||
|- | |||
| Analisator Pertandingan || Ryan DeFreitas | |||
|- | |||
| Analisator Lawan || Craig Nosworthy | |||
|- | |||
|} | |||
===Manajemen=== | ===Manajemen=== | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! Posisi | |||
! Nama | |||
|- | |||
| Direktur Olahraga || [[Txiki Begiristain]] | |||
|- | |||
| Ketua Petugas Eksekutif || [[:en:Ferran Soriano|Ferran Soriano]] | |||
|- | |||
| Direktur Pengelola Sepak Bola Profesional || Brian Marwood | |||
|- | |||
|} | |||
===Dewan Direksi=== | ===Dewan Direksi=== | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! Posisi | |||
! Nama | |||
|- | |||
| Ketua || [[Khaldoon Al Mubarak|Khaldoon Khalifa Al-Mubarak]] | |||
|- | |||
| Pemilik || [[Mansour bin Zayed Al Nahyan|Sheikh Mansour bin Zayed Al-Nahyan]] | |||
|- | |||
| rowspan=3| Konsultan | |||
| Manel Estiarte | |||
|- | |||
| Andy Young | |||
|- | |||
| Martin Buchheit | |||
|- | |||
|} | |||
===Pemandu Bakat=== | ===Pemandu Bakat=== | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! Posisi | |||
! Nama | |||
|- | |||
| Ketua Pemandu Bakat || Gary Worthington | |||
|- | |||
| rowspan=11| Scout | |||
| David Fernández | |||
|- | |||
| Andy Sasimowicz | |||
|- | |||
| John Gannon | |||
|- | |||
| Rubén Coméndez | |||
|- | |||
| Alan Watson | |||
|- | |||
| Michael Collins | |||
|- | |||
| Rubén Mato | |||
|- | |||
| Mohammed Hamad | |||
|- | |||
| Brendan MacFarlane | |||
|- | |||
| Pablo Alba | |||
|- | |||
| Chris Baird | |||
|- | |||
| rowspan=8| Pemandu Bakat Pemain Muda | |||
| Andy Sasimowicz | |||
|- | |||
| Kenny Marshall | |||
|- | |||
| Jim Hackett | |||
|- | |||
| Nathan Cartman | |||
|- | |||
| Shoaib Amaan | |||
|- | |||
| Chris Baker | |||
|- | |||
| Mark Todd | |||
|- | |||
| Adie Mings | |||
|- | |||
| rowspan=2|Ketua Dari Pencari Bakat Untuk Tim Junior | |||
| Phil Robinson | |||
|- | |||
| James Sharmann | |||
|} | |||
===Departemen Medis=== | ===Departemen Medis=== | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! Posisi | |||
! Nama | |||
|- | |||
|rowspan=2|Dokter Tim | |||
| Edu Mauri | |||
|- | |||
| Max Sala | |||
|- | |||
|rowspan=7|Physiotherapy | |||
| Federico Genovesi | |||
|- | |||
| Ben Thompson | |||
|- | |||
| Mario Pafundi | |||
|- | |||
| Anthony Greenhouse | |||
|- | |||
| Thomas O'Malley | |||
|- | |||
| Steve Sparks | |||
|- | |||
| Nick Oakley | |||
|- | |||
|rowspan=2|Ilmuwan Bidang Olahraga | |||
| Francesc Cos | |||
|- | |||
| Chris Elderkin | |||
|- | |||
| Physiotherapis Utama Akademi || Matthew Connery | |||
|- | |||
| Direktur Medis Fisioterapi || James Baldwin | |||
|- | |||
|} | |||
===Lainnya=== | ===Lainnya=== | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! Posisi | |||
! Nama | |||
|- | |||
| Perwakilan Klub || Mike Summerbee | |||
|- | |||
| Karyawan Pengembangan Hubungan Internasional || Jim Cassell | |||
|- | |||
| Koordinator Teknologi Olahraga || Ravi Mistry | |||
|- | |||
| Ketua Teknologi || Mark Leyland | |||
|- | |||
|} | |||
===Muda=== | ===Muda=== | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! Posisi | |||
! Nama | |||
|- | |||
| Manager Akademi || Thomas Krücken | |||
|} | |||
== Pemain terkenal == | == Pemain terkenal == | ||
| Baris 219: | Baris 468: | ||
== Daftar manajer dan kapten == | == Daftar manajer dan kapten == | ||
=== Daftar manajer === | === Daftar manajer === | ||
:''Manajer Manchester City telah memenangkan banyak penghargaan. Tabel sudah benar pada 17 Mei 2025'' | :''Manajer Manchester City telah memenangkan banyak penghargaan. Tabel sudah benar pada 17 Mei 2025''<ref>The following managers have all won at least one major trophy (excluding Community Shields) with Manchester City (totals include competitive matches only)</ref><ref>[http://www.mcfcstats.com Managers]. ''mcfcstats.com''.</ref> | ||
{| class=wikitable style=text-align:center | |||
|- | |||
! Nama | |||
! Dari | |||
! Sampai | |||
! Permainan | |||
! Menang | |||
! Seri | |||
! Kalah | |||
! Menang % | |||
! Prestasi | |||
|- | |||
|align=left | | |||
|1902 | |||
|1906 | |||
|[[Final Piala FA 1904|Piala FA 1904]] | |||
|- | |||
|align=left | | |||
|1932 | |||
|1946 | |||
|[[Final Piala FA 1934|Piala FA 1934]]<br />Divisi Utama 1936–37 | |||
|- | |||
|align=left | | |||
|1950 | |||
|1963 | |||
|[[Final Piala FA 1956|Piala FA 1956]] | |||
|- | |||
|align=left | | |||
|1965 | |||
|1971 | |||
|Divisi Utama 1967–68<br />[[Final Piala FA 1969|Piala FA 1969]]<br />[[Final Piala Winners Eropa 1970|Piala Winners Eropa 1970]]<br />[[Final Piala Liga Inggris 1970|Piala Liga 1970]] | |||
|- | |||
|align=left | | |||
|1973 | |||
|1980 | |||
|[[Final Piala Liga Inggris 1976|Piala Liga 1976]] | |||
|- | |||
|align="left" | | |||
|2009 | |||
|2013 | |||
|[[Final Piala FA 2011|Piala FA 2011]]<br />[[Liga Utama Inggris 2011–2012|Liga Utama Inggris 2011–12]]<br />[[Community Shield FA 2012]] | |||
|- | |||
|align=left | | |||
|2013 | |||
|2016 | |||
|[[Final Piala Liga Inggris 2014|Piala Liga 2014]]<br />[[Liga Utama Inggris 2013–2014|Liga Utama Inggris 2013–14]]<br />[[Final Piala Liga Inggris 2016|Piala Liga 2016]] | |||
|- | |||
|align=left | | |||
|2016 | |||
|— | |||
|[[Final Piala EFL 2018|Piala Liga 2018]]<br />[[Liga Utama Inggris 2017–2018|Liga Utama Inggris 2017–18]]<br />[[Community Shield FA 2018]]<br />[[Final Piala EFL 2019|Piala Liga 2019]]<br />[[Liga Utama Inggris 2018–2019|Liga Utama Inggris 2018–19]]<br />[[Final Piala FA 2019|Piala FA 2019]]<br />[[Community Shield FA 2019]]<br />[[Final Piala EFL 2020|Piala Liga 2020]]<br />[[Piala EFL 2020–2021|Piala Liga 2021]]<br />[[Liga Utama Inggris 2020–2021|Liga Utama Inggris 2020–21]]<br />[[Liga Utama Inggris 2021–2022|Liga Utama Inggris 2021–22]]<br />[[Liga Utama Inggris 2022–2023|Liga Utama Inggris 2022–23]]<br />[[Final Piala FA 2023|Piala FA 2023]]<br />[[Final Liga Champions UEFA 2023|Liga Champions UEFA 2023]]<br />[[Piala Super UEFA 2023]]<br />[[Final Piala Dunia Antarklub FIFA 2023|Piala Dunia Antarklub FIFA 2023]]<br />[[Liga Utama Inggris 2023–2024|Liga Utama Inggris 2023–24]]<br />[[Community Shield FA 2024]] | |||
|} | |||
=== Daftar kapten === | === Daftar kapten === | ||
Berikut daftar kapten klub, dimulai sejak bernama Manchester City FC | Berikut daftar kapten klub, dimulai sejak bernama Manchester City FC | ||
{| class="wikitable" | |||
|- bgcolor="#efefef" | |||
! width="25%" |Nama | |||
! width="25%" |Warga Negara | |||
! width="25%" |Dari | |||
! width="25%" |Sampai | |||
|- | |||
|[[Billy Meredith]] | |||
| | |||
|align=center|1904 | |||
|align=center|1906 | |||
|- | |||
|[[Lot Jones]] | |||
| | |||
|align=center|1906 | |||
|align=center|1914 | |||
|- | |||
|[[Eli Fletcher]] | |||
| | |||
|align=center|1919 | |||
|align=center|1923 | |||
|- | |||
|[[Max Woosnam]] | |||
| | |||
|align=center|1923 | |||
|align=center|1925 | |||
|- | |||
|[[Charlie Pringle]] | |||
| | |||
|align=center|1926 | |||
|align=center|1928 | |||
|- | |||
|[[Jimmy McMullan]] | |||
| | |||
|align=center|1928 | |||
|align=center|1932 | |||
|- | |||
|[[Sam Cowan]] | |||
| | |||
|align=center|1932 | |||
|align=center|1935 | |||
|- | |||
|[[Les McDowall]] | |||
| | |||
|align=center|1937 | |||
|align=center|1938 | |||
|- | |||
|[[Frank Swift]] | |||
| | |||
|align=center|1946 | |||
|align=center|1947 | |||
|- | |||
|[[Sam Barkas]] | |||
| | |||
|align=center|1947 | |||
|align=center|1947 | |||
|- | |||
|[[Eric Westwood]] | |||
| | |||
|align=center|1947 | |||
|align=center|1950 | |||
|- | |||
|[[Roy Paul]] | |||
| | |||
|align=center|1950 | |||
|align=center|1957 | |||
|- | |||
|[[Ken Barnes (pemain sepak bola)|Ken Barnes]] | |||
| | |||
|align=center|1957 | |||
|align=center|1961 | |||
|- | |||
|[[Bill Leivers]] | |||
| | |||
|align=center|1961 | |||
|align=center|1964 | |||
|- | |||
|[[Johnny Crossan]] | |||
| | |||
|align=center|1966 | |||
|align=center|1967 | |||
|- | |||
|[[Tony Book]] | |||
| | |||
|align=center|1967 | |||
|align=center|1974 | |||
|- | |||
|[[Colin Bell]] | |||
| | |||
|align=center|1974 | |||
|align=center|1975 | |||
|- | |||
|[[Mike Doyle (pemain sepak bola)|Mike Doyle]] | |||
| | |||
|align=center|1975 | |||
|align=center|1976 | |||
|- | |||
|[[David Vernon Watson|David Watson]] | |||
| | |||
|align=center|1976 | |||
|align=center|1979 | |||
|- | |||
|[[Paul Power (pemain sepak bola)|Paul Power]] | |||
| | |||
|align=center|1981 | |||
|align=center|1986 | |||
|- | |||
|[[Kenny Clements]] | |||
| | |||
|align=center|1986 | |||
|align=center|1988 | |||
|- | |||
|[[Steve Redmond]] | |||
| | |||
|align=center|1988 | |||
|align=center|1992 | |||
|- | |||
|[[Terry Phelan]] | |||
| | |||
|align=center|1992 | |||
|align=center|1993 | |||
|- | |||
|[[Keith Curle]] | |||
| | |||
|align=center|1993 | |||
|align=center|1996 | |||
|- | |||
|[[Kit Symons]] | |||
| | |||
|align=center|1996 | |||
|align=center|1998 | |||
|- | |||
|[[Andy Morrison]] | |||
| | |||
|align=center|1999 | |||
|align=center|2000 | |||
|- | |||
|[[Alf-Inge Haaland]] | |||
| | |||
|align=center|2000 | |||
|align=center|2001 | |||
|- | |||
|[[Stuart Pearce]] | |||
| | |||
|align=center|2001 | |||
|align=center|2002 | |||
|- | |||
|[[Ali Benarbia]] | |||
| | |||
|align=center|2002 | |||
|align=center|2003 | |||
|- | |||
|[[Sylvain Distin]] | |||
| | |||
|align=center|2003 | |||
|align=center|2005 | |||
|- | |||
|[[Richard Dunne]] | |||
| | |||
|align=center|2005 | |||
|align=center|2009 | |||
|- | |||
|[[Kolo Touré]] | |||
| | |||
|align=center|2009 | |||
|align=center|2010 | |||
|- | |||
|[[Carlos Tévez]] | |||
| | |||
|align=center|2010 | |||
|align=center|2011 | |||
|- | |||
|[[Vincent Kompany]] | |||
| | |||
|align=center|2011 | |||
|align=center|2019 | |||
|- | |||
|[[David Silva]] | |||
| | |||
|align=center|2019 | |||
|align=center|2020 | |||
|- | |||
|[[Fernando Luiz Roza|Fernandinho]] | |||
| | |||
|align=center|2020 | |||
|align=center|2022 | |||
|- | |||
|[[İlkay Gündoğan]] | |||
| | |||
|align=center|2022 | |||
|align=center|2023 | |||
|- | |||
|[[Kevin De Bruyne]] | |||
| | |||
|align=center|2023 | |||
|align=center|2023 | |||
|- | |||
|[[Kyle Walker]] | |||
| | |||
|align=center|2023 | |||
|align=center|''sekarang'' | |||
|- | |||
|} | |||
== Prestasi == | == Prestasi == | ||
=== Liga === | === Liga === | ||
* '''[[Divisi Pertama Liga Inggris|Divisi Utama]]/[[Liga Utama Inggris]]''' | * '''[[Divisi Pertama Liga Inggris|Divisi Utama]]/[[Liga Utama Inggris]]'''<ref>Sebelum tahun 1992 bernama Divisi Pertama</ref> | ||
** '''Juara (10):''' 1936–1937, 1967–1968, [[Liga Utama Inggris 2011–2012|2011–2012]], [[Liga Utama Inggris 2013–2014|2013–2014]], [[Liga Utama Inggris 2017–2018|2017–2018]], [[Liga Utama Inggris 2018–2019|2018–2019]], [[Liga Utama Inggris 2020–2021|2020–2021]], [[Liga Utama Inggris 2021–2022|2021–2022]], [[Liga Utama Inggris 2022–2023|2022–2023]], [[Liga Utama Inggris 2023–2024|2023–2024]] | ** '''Juara (10):''' 1936–1937, 1967–1968, [[Liga Utama Inggris 2011–2012|2011–2012]], [[Liga Utama Inggris 2013–2014|2013–2014]], [[Liga Utama Inggris 2017–2018|2017–2018]], [[Liga Utama Inggris 2018–2019|2018–2019]], [[Liga Utama Inggris 2020–2021|2020–2021]], [[Liga Utama Inggris 2021–2022|2021–2022]], [[Liga Utama Inggris 2022–2023|2022–2023]], [[Liga Utama Inggris 2023–2024|2023–2024]] | ||
** ''Peringkat kedua (5):'' 1903–1904, 1920–1921, 1976–1977, [[Liga Utama Inggris 2012–2013|2012–2013]], [[Liga Utama Inggris 2014–2015|2014–2015]], [[Liga Utama Inggris 2019–2020|2019–2020]] | ** ''Peringkat kedua (5):'' 1903–1904, 1920–1921, 1976–1977, [[Liga Utama Inggris 2012–2013|2012–2013]], [[Liga Utama Inggris 2014–2015|2014–2015]], [[Liga Utama Inggris 2019–2020|2019–2020]] | ||
| Baris 234: | Baris 745: | ||
** '''Juara (7):''' 1898–1899, 1902–1903, 1909–1910, 1927–1928, 1946–1947, 1965–1966, 2001–2002 | ** '''Juara (7):''' 1898–1899, 1902–1903, 1909–1910, 1927–1928, 1946–1947, 1965–1966, 2001–2002 | ||
** ''Peringkat kedua (4):'' 1895–1896, 1950–1951, 1988–1989, 1999–2000 | ** ''Peringkat kedua (4):'' 1895–1896, 1950–1951, 1988–1989, 1999–2000 | ||
* '''[[Divisi Ketiga Liga Inggris|Divisi Ketiga]]''' | * '''[[Divisi Ketiga Liga Inggris|Divisi Ketiga]]'''<ref>Sebelum tahun 1992 bernama Divisi Ketiga</ref> | ||
** '''Juara (1):''' 1998–1999 ''(play-off)'' | ** '''Juara (1):''' 1998–1999 ''(play-off)'' | ||
| Baris 270: | Baris 781: | ||
== Peringkat koefisien klub UEFA == | == Peringkat koefisien klub UEFA == | ||
{| class="wikitable" style="text-align: center;" | |||
|- | |||
== | ! Peringkat !! Tim !! Poin | ||
|- | |||
|1|| align="left" | [[Real Madrid C.F.|Real Madrid]]||143,500 | |||
= | |-bgcolor="#BBF3BB" | ||
|'''2'''|| align="left" | '''Manchester City'''||'''137,750''' | |||
|- | |||
|3|| align="left" | [[FC Bayern München|Bayern München]]||134,250 | |||
|- | |||
|4|| align="left" | [[Liverpool F.C.|Liverpool]]||125,500 | |||
|- | |||
|5|| align="left" | [[Paris Saint-Germain F.C.|Paris Saint-Germain]]||109,500 | |||
|} | |||
== Bibliografi == | == Bibliografi == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | |||
* | |||
* [http://www.skysports.com/football/teams/manchestercity Entri] pada situs SkySports.com | * [http://www.skysports.com/football/teams/manchestercity Entri] pada situs SkySports.com | ||
* [http://www.premierleague.com/en-gb/clubs/profile.overview.html/man-city Entri] pada situs web resmi [[Liga Utama Inggris]]. | * [http://www.premierleague.com/en-gb/clubs/profile.overview.html/man-city Entri] pada situs web resmi [[Liga Utama Inggris]]. | ||
* [http://www.etihadstadium.co.uk/ Situs Stadion Etihad] | * [http://www.etihadstadium.co.uk/ Situs Stadion Etihad] | ||
* [http://www.flickr.com/photos/manchesterarchiveplus/sets/72157626153534773/detail/ Photos Gallery of Manchester City Football Club] pada situs [[flickr|flickr.com]] | * [http://www.flickr.com/photos/manchesterarchiveplus/sets/72157626153534773/detail/ Photos Gallery of Manchester City Football Club] pada situs [[flickr|flickr.com]] | ||
* [http://www.footballarchive.co.uk/r1/manchester_city/photo/52823.html?pn=1&so=1&sci=1340164286&gid=52823&hr=1#gridtop Manchester City Team Photos] pada situs PA footballarchive.co.uk | * [http://www.footballarchive.co.uk/r1/manchester_city/photo/52823.html?pn=1&so=1&sci=1340164286&gid=52823&hr=1#gridtop Manchester City Team Photos] pada situs PA footballarchive.co.uk | ||
* [http://www.historicalkits.co.uk/Manchester_City/Manchester_City.htm Sejarah kostum Manchester City] pada situs historicalkits.co.uk | * [http://www.historicalkits.co.uk/Manchester_City/Manchester_City.htm Sejarah kostum Manchester City] pada situs historicalkits.co.uk | ||
* [http://www.scoreshelf.com/wmbb/en/Manchester_City Manchester City] di ScoreShelf | * [http://www.scoreshelf.com/wmbb/en/Manchester_City Manchester City] di ScoreShelf | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manchester+City+F.C.&oldid=29450193 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29450193 (2026-07-12T23:51:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manchester+City+F.C.&oldid=29450193 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29450193 (2026-07-12T23:51:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.25
Manchester City Football Club (juga dikenal sebagai Man City) adalah sebuah klub sepak bola profesional dari Inggris yang bermain di Liga Utama Inggris. Klub ini bermarkas di Stadion Etihad, Manchester. Pertandingan pertama dimainkan pada bulan November 1880. Pada saat itu masih bernama St Mark's (West Gorton). Pada tahun 1887 berubah nama menjadi Ardwick A.F.C., dan pada tahun 1894 menjadi Manchester City F.C. Manchester City telah meraih sepuluh gelar Liga Inggris, tujuh Piala FA, sembilan Piala Liga Inggris, tujuh Community Shield FA, satu Liga Champions UEFA, satu Piala Winners Eropa, satu Piala Super UEFA, serta satu Piala Dunia Antarklub FIFA.[1] Klub ini mengalami era kesuksesan pertamanya pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an. Pada periode tersebut, City dilatih oleh Joe Mercer dengan Malcolm Allison sebagai asisten manajer, serta diperkuat oleh sejumlah pemain seperti Colin Bell, Mike Summerbee, dan Francis Lee.
Pada awal tahun 1980-an City mengalami masa penuh gejolak penurunan yang berpuncak pada degradasi ke tingkat ketiga sistem liga sepak bola Inggris pada tahun 1998 untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Pada saat era Liga Utama Inggris pertama kali dibentuk tahun 1992, City adalah salah satu pencetus liga utama untuk pertama kali. Namun, prestasi klub ini tidak kunjung membaik, bahkan City harus terdegradasi kembali ke tingkat kedua hingga 2 kali, sementara di ajang Piala FA sejak bergulirnya Liga Utama Inggris, prestasi terbaik City hanya sampai pada perempat-final.
Setelah mengakhiri liga di musim 2006–2007 pada posisi ke-14, musim berikutnya prestasi klub mulai merangkak naik. Pertengahan tahun 2007 klub ini resmi menjadi milik miliarder asal Thailand yang ambisius dan juga adalah mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Namun, kepemilikan Thaksin tidak berlangsung lama dikarenakan tuduhan kasus korupsi di negaranya, akhirnya pada September 2008 Thaksin menjual kepemilikannya kepada pengusaha yang juga anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yaitu Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan kemudian menghabiskan ratusan jutaan poundsterling untuk membeli pemain kelas atas agar klub menjadi kompetitif. Sukses menyusul pada tahun 2011, Manchester City lolos ke Liga Champions UEFA dan memenangkan Piala FA. Keberhasilan ini mencapai puncaknya dengan menjuarai Liga Premier Inggris 2011–2012.
Akhirnya pada tahun 1880 para pemain kriket membentuk tim sepak bola dengan nama St. Marks (West Gordon) di bawah bimbingan William Beastow dan Anna Connell (diyakini sebagai satu-satunya wanita telah mendirikan sebuah klub sepak bola profesional di Inggris).
Tahun 1887 mereka pindah ke markas yang baru di Hyde Road, Ardwick. Nama klub pun berubah menjadi Ardwick A.F.C. untuk menyesuaikan dengan letaknya yang baru. Ardwick mulai ikut berkompetisi di divisi 2 Football League tahun 1892. Setahun kemudian, musim 1893-94, masalah keuangan membelit klub dan setelah diorganisasi ulang akhirnya mereka berganti nama lagi menjadi Manchester City Football Club.
Pada tahun 1884, klub bergabung dengan klub lain, yaitu Gorton Athletic. Tetapi merger tersebut hanya berlangsung beberapa bulan sebelum klub dibagi lagi. St. Mark's menamakan diri mereka dengan Gorton A.F.C sementara Gorton Athletic berubah menjadi West Gorton Athletic.[2] Dengan perubahan nama ini, tim secara bertahap kehilangan sentuhan awal agama mereka, dan nama St. Mark's perlahan memudar, dengan klub sering menempatkan St. Mark's dalam tanda kurung.
Ardwick A.F.C. (1887-1894)
Pada tahun 1887, Gorton A.F.C. berubah status menjadi profesional dan pindah ke tempat baru di Hyde Road Ardwick, dan mengganti namanya menjadi Ardwick AFC untuk mencerminkan lokasi baru di timur kota. Pertandingan pertama mereka di Hyde Road pada 10 September 1887 direncanakan untuk melawan Salford AFC sebagai "grand opening" stadion baru. Tetapi pertandingan tidak jadi dilaksanakan karena Salford AFC tidak dapat bertanding.[3]
Pada tahun 1889 terjadi bencana ledakan tambang batubara dekat Hyde Road yang menyebabkan kematian 23 penambang. Ardwick dan Newton Heath, yang keduanya kemudian menjadi Manchester City dan Manchester United, mengadakan pertandingan persahabatan di bawah lampu sorot, dalam rangka menghimpun dana bantuan bencana.
Pada tahun 1885 diadakan Piala Manchester () untuk pertama kalinya. Ardwick AFC menjadi lebih dikenal luas pada tahun 1891, setelah menjuarai Manchester Cup untuk pertama kalinya, mengalahkan Newton Heath 1–0 di final.[4]
Keberhasilan ini berpengaruh terhadap keputusan Football Alliance untuk menerima Ardwick sebagai anggota untuk musim 1891-1892. Pada saat Football Alliance bergabung dengan Football League pada tahun 1892, Ardwick AFC menjadi sebagai salah satu anggota pendiri Divisi Dua.
Masalah keuangan di musim 1893-1894 menyebabkan reorganisasi dalam klub, dan Ardwick berubah menjadi Manchester City, dengan nama resmi Manchester City Football Club Company Limited dan menjadi perusahaan yang terdaftar pada tanggal 16 April 1894.
Masa awal Manchester City F.C (1894–1928)
Masa Perkembangan (1894–1898)
Mulai tahun 1894 klub ditata ulang oleh manajemen. Manajer Yosua Parlby merekrut Billy Meredith yang berusia 19 tahun dari Northwich Victoria. "The Welsh Wizard" tersebut sangat hebat karena mempunyai talenta yang tinggi dan masa depan yang bagus. Billy bermain untuk tim nasional Wales dan menang pertama kali pada tahun 1895. Namun, ia terus bekerja di bawah tanah sebagai penambang selama seminggu sampai 1896, ketika Manchester City akhirnya bersikeras bahwa dia harus melepaskan pekerjaan tambang batu bara nya.
Klub ini berkembang dengan pesat dan pada tahun 1895, dan sudah menarik lebih dari 20.000 orang sebagai pendukung. Para pendukung Manchester City waktu itu dikenal sebagai penggemar riang klub mereka, sering menyalurkan antusiasme mereka dan menciptakan suasana yang ramai di Hyde Road, dengan trompet. Kadang-kadang sesekali mereka memakai pakaian yang mewah.
Pada tahun 1899, klub menjuarai Divisi II dan berhak promosi untuk pertama kalinya ke tingkat tertinggi dalam sepak bola liga Inggris saat itu, Divisi I.
Klub akhirnya mencatatkan gelar pertamanya pada tanggal 23 April 1904, dengan mengalahkan Bolton Wanderers 1–0 di Crystal Palace dalam sebuah final turnamen sistem gugur paling bergengsi di sepak bola Inggris, yaitu Piala FA atau lebih dikenal dengan FA Cup. Klub nyaris mendapatkan gelar ganda pada tahun 1904 karena mengakhiri liga Divisi I sebagai runner-up pada musim 1903-1904.
Pindah ke Maine Road (1923)
Pada tahun 1920, Hyde Road menjadi stadion sepak bola pertama di luar London yang dikunjungi oleh raja yang berkuasa.[5] Pada tanggal 27 Maret 1920 Raja George V hadir di Hyde Road untuk menyaksikan pertandingan antara Manchester City dan Liverpool.[6]
Bulan November sebuah kebakaran yang disebabkan oleh rokok menghancurkan tribun utama dan akhirnya Manchester City mulai mencari rumah baru. Awalnya diusulkan kemungkinan untuk berbagi Stadion Old Trafford dengan tetangganya, Manchester United. Namun sewa yang diusulkan United terlalu mahal, sehingga Hyde Road diperbaiki dan City terus bermain di Hyde Road.
Rencana untuk pindah dari timur Manchester ke selatan Manchester di Maine Road, Moss Side membuat marah John Ayrton, Direktur Manchester City saat itu. John akhirnya berpisah dari klub dan mendirikan Manchester Central F.C., karena merasa harus ada sebuah tim sepak bola dari timur Manchester.
Akhirnya rencana klub untuk pindah ke basis baru di Maine Road, Moss Side diumumkan pada tahun 1922. Pertandingan terakhir Manchester City di Hyde Road adalah pertandingan liga melawan Newcastle United pada 28 April 1923, dan pada bulan Agustus 1923 menjadi pertandingan sepak bola terakhir yang diadakan di Hyde Road. Manchester City memulai musim 1923-1924 di Maine Road, yang saat itu memiliki kapasitas 85.000 dan dijuluki Wembley of The North.
Setelah itu beberapa bagian dari Hyde Road masih digunakan. Atap stand utama dijual ke Halifax Town, dan didirikan The Shay Stadium di mana atap stand utama masih digunakan.[7] Selama satu dekade, semua jejak sepak bola menghilang dari Hyde Road. Pada 2008, lokasi bekas lapangan adalah depo bus, sebagai tempat latihan para sopir.[8]
Tahun 1926 klub mencapai Final Piala FA, dan mencetak 31 gol dalam 5 pertandingan dalam perjalanan ke final. Namun di pertandingan final City dikalahkan 1–0 oleh Bolton Wanderers. Kekecewaan bertambah, karena di liga City terdegradasi di akhir musim. Tahun 1928 City menjadi juara Divisi II dan kembali promosi ke Divisi I.
Periode 1928-1965
Tim Tahun 1930-an
Pada tahun 1930-an City mulai menjadi penantang serius, dalam berbagai kesempatan di Piala FA. Pada tahun 1930-an City mempunyai beberapa nama terkenal seperti Matt Busby yang kemudian menjadi Manager Manchester United, Frank Swift seorang penjaga gawang dengan rentang tangan hingga jari mencapai 12 inci, yang masih dianggap sebagai salah satu penjaga gawang terbaik sepanjang masa. Kemudian ada striker yang sulit dipahami karakternya tetapi rawan cedera yaitu Fred Tilson dan kapten yang sangat berpengaruh yaitu Sam Cowan. Di sebuah pertandingan final, sebelum pertandingan pada saat bersalaman, Sam Cowan memberitahukan kepada Raja dengan mengatakan, "Yang Mulia, ini adalah Tilson. Dia hari ini bermain dengan kaki yang patah".
Cowan menjadi kapten City, menggantikan Jimmy McMullan. Selama menjadi kapten, City mencapai final Piala FA sebanyak 2 kali. Yang pertama adalah pada tahun 1933, melawan Everton. Selama pertandingan Cowan sering berhadapan langsung melawan Kapten Everton Dixie Dean. Kedua pemain terkenal karena kemampuan mereka dalam menjaga daerahnya. Matt Busby mengatakan bahwa "Cowan bisa menyundul bola sama jauhnya jika kita menendang dengan kaki". Tetapi Dean menang dalam pertempuran udara, mencetak gol kedua Everton dengan sundulan kepala. Kehadiran Dean memberi Cowan dilema, dia terpecah antara tekad untuk tidak meninggalkan Dean dan keinginan untuk membantu menyerang ke depan. Akhirnya Everton menang 3-0.
Tapi pada saat Cowan menerima medali sebagai runner-up dari Duke of York, ia mengatakan bahwa ia akan kembali tahun depan sebagai pemenang. Sesuai dengan perkataan Cowan, City kembali ke Wembley pada tahun berikutnya (1934), dan akhirnya memenangkan Piala FA, Cowan memenuhi janjinya. Klub mengakhiri liga pada tahun 1930 di posisi ketiga, dan kalah tipis dari Arsenal oleh gol Herbert Chapman di menit terakhir pada semi-final Piala FA 1932.
Spesialis Piala FA
City mendapatkan reputasi sebagai spesialis Piala FA pada tahun-tahun itu. Pada tahun 1934, 84.559 pendukung datang memenuhi Maine Road untuk menyaksikan City melawan Stoke City di perempat final. Rekor kehadiran tersebut masih bertahan hingga saat ini.
Di final Piala FA 1934, Cowan menjadi pemain pertama dan satu-satunya pemain City yang tampil di tiga final Piala FA. Dia adalah kapten saat City menang 2-1 atas Portsmouth. Sebagai kapten tim Cowan sangat bertanggung jawab untuk memotivasi sesama pemain dan menjaga taktik pertandingan. Pada era itu, seorang kapten dapat seperti manager, yang secara administrasi dapat memberikan masukan taktik.
Semusim setelah kemenangan Piala FA, klub mengakhiri liga di urutan keempat pada musim 1934-35 dan gagal memperbaiki rekor Piala FA setelah kalah 1-0 dari Tottenham di babak ketiga. Di musim 1935-1936 berikutnya City harus berjuang untuk mengakhiri liga di posisi kesembilan.
Juara Liga Pertama (1937)
City akhirnya merebut gelar juara liga Divisi I pertama mereka pada tahun 1937 setelah menjadi runner-up dua kali di 1903-04 dan 1920-21, dan berakhir di tempat ketiga sebanyak tiga kali di 1904-05, 1907-08 dan 1929-30. City keluar sebagai juara dan satu-satunya tim dengan mencetak lebih dari 100 gol, serta tidak terkalahkan selama 22 pertandingan di liga.
Juara Bertahan Terdegradasi (1938)
Di musim 1937-1938 berikutnya mereka langsung terdegradasi ke divisi II, kendati mencetak gol lebih banyak dari tim manapun di liga. Peristiwa ini dikaitkan dengan typical City syndrome. City menjadi satu-satunya juara bertahan yang terdegradasi dalam sejarah sepak bola Inggris.
Setelah satu musim di Divisi II, akhirnya liga dihentikan karena terjadinya Perang Dunia II. Selama periode enam tahun, Liga Perang diperkenalkan, tetapi hal ini hanya bertujuan sebagai olahraga hiburan yang ditujukan untuk memberikan semangat kepada seluruh rakyat di kota-kota di seluruh Inggris. Beberapa pemain memilih untuk bermain untuk City selama perang dan beberapa bermain sebagai tamu untuk tim lain seperti Frank Swift. Sedangkan Jackie Bray bergabung dengan Angkatan Udara Inggris, Royal Air Force pada tahun 1940 untuk ikut membantu perang dan dianugerahi Medali Kerajaan Inggris karena jasa-jasanya selama perang.
20 tahun kemudian, Manchester City yang terinspirasi kan taktik bernama Revie Plan berhasil masuk final Piala FA 1955. Mereka kalah di final melawan Newcastle United, tetapi tahun berikutnya mereka menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Birmingham di final 3-1. Partai final tahun 1956 ini termasuk partai final Piala FA yang dikenang orang banyak karena di pertandingan itu kiper City, Bert Trautmann, terus bermain walaupun mengalami patah tulang leher.
Setelah itu City tenggelam dan baru muncul ke permukaan saat Joe Mercer dan Malcolm Allison ditunjuk untuk menjadi duo manajer klub pada tahun 1965.
Periode 1965-2001
Masa kejayaan (1965-1977)
Pada musim panas tahun 1965, manajemen klub menunjuk Joe Mercer dan Malcolm Allison sebagai manajer dan asisten manajer City. Musim 1965-66 adalah musim ketiga City bermain di Divisi II (kasta kedua) liga sepak bola Inggris. Setelah Joe Mercer ditunjuk sebagai manager, mereka membuat pembelian terpentingnya pada Mike Summerbee dan Colin Bell. Musim pertama di bawah asuhan Mercer, klub memenangkan gelar juara Divisi II dan berhak promosi kembali ke Divisi I.
Dua musim berikutnya, musim 1967-1968, Manchester City menjuarai Divisi I Liga sepak bola Inggris untuk kedua kalinya mengalahkan rival sekotanya Manchester United yang berada di posisi kedua.[9] Mereka memastikan gelar juara pada partai terakhir dengan kemenangan 4–3 di kandang Newcastle. Piala dan prestasi pun kemudian mulai mengalir datang.
Musim berikutnya 1968-69, mereka memenangkan kembali Piala FA 1969 setelah di final mengalahkan Leicester City dengan skor 1-0. Setelah memenangkan Piala FA tahun 1969, City berhak tampil di Piala Winners UEFA musim berikutnya. Tampil di Piala Winners UEFA musim 1969-70 adalah kedua kalinya City berlaga di kompetisi Eropa, setelah pada musim sebelumnya berlaga di Liga Champions UEFA. Musim 1969-70, City mencatatkan diri sebagai klub pertama dari Inggris yang bisa memenangkan dua piala domestik dan Eropa dalam satu musim.[10] Pada tahun 1970 City memenangkan Piala Winners UEFA Eropa untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Górnik Zabrze 2–1 di final. Pada musim yang sama mereka juga memenangkan Piala Liga dengan mengalahkan West Bromwich Albion 2-1 di final yang dilangsungkan di Stadion Wembley.
Setelah itu, sepanjang awal dekade hingga pertengahan dekade 1970-an, klub terus berusaha untuk meraih prestasi demi prestasi. Pada Piala Winners UEFA tahun 1971, meeaka hanya mencapai semi-final setelah dikalahkan oleh Chelsea.
Pada bulan Oktober 1971 Joe Mercer mengundurkan diri dan digantikan oleh Malcolm Allison. Di bawah Allison, klub kembali mengikuti kejuaraan antarklub Eropa pada musim 1972-73 dengan berlaga di Liga Champions UEFA, walaupun hanya sampai di babak 1. Gelar yang diperoleh pada masa Allison adalah menjadi juara Charity Shield pada awal musim 1972-73.
Rivalitas dengan klub sekota, Manchester United, selalu sengit. Salah satu partai yang banyak dikenang adalah pada partai terakhir di musim liga 1973–74. Derby panas tak terelakkan terjadi di Old Trafford tatkala baik City maupun United harus menang agar bisa selamat dari degradasi. Mantan pemain United, Denis Law, mencetak satu-satunya gol kemenangan City yang juga otomatis menyebabkan rival sekotanya United, harus degradasi ke divisi 2.
Malcolm Allison mengundurkan diri pada bulan Maret 1973 dan digantikan oleh Johnny Hart. Hart hanya sebentar menangani klub sebelum digantikan sementara oleh Tony Book (kapten City saat itu). Ron Saunders akhirnya menjadi manajer klub pada November 1973 hingga April 1974 dan akhirnya diganti kembali oleh mantan kapten klub yaitu Tony Book.
Di bawah Tony Book, City kembali menjadi juara Piala Liga pada tahun 1976 setelah di final mengalahkan Newcastle United dengan skor 2-1. Pada musim 1976-77 City hampir menjadi juara Liga Inggris setelah mengakhiri liga pada posisi kedua, dengan hanya selisih satu poin dari Liverpool. Pada masa Tony Book, City selalu berlaga di Liga Champions UEFA selama tiga musim berturut-turut, dari musim 1976-77 hingga 1978-79.
Masa sulit (1982-2001)
Setelah menjadi runner-up pada Piala FA tahun 1981, Manchester City tidak menghasilkan gelar penting apa pun dan hanya timbul-tenggelam di Premiership. Mereka hanya promosi ke divisi utama tetapi kemudian terdegradasi lagi ke divisi 2.
Musim 1982-83 klub mengakhiri liga di posisi ke-20, sehingga menyebabkan mereka harus degradasi ke divisi II. Setelah dua musim bermain di divisi II, musim 1985-86 mereka kembali ke divisi I, tetapi mereka kembali terdegradasi ke divisi II dua musim kemudian setelah pada musim 1986-87 mengakhiri liga di posisi ke-21. Musim 1989-90 City kembali bermain di divisi I, dan sempat bermain stabil dengan selalu mengakhiri liga di posisi ke-5 dalam dua musim berturut-turut.
Musim 1992-93 dimulai era baru dengan nama Liga Primer () di mana City menjadi salah satu klub pendirinya. Tetapi perjalanan klub pada era Liga Primer tidak berlangsung mulus, bahkan cenderung terus mengalami penurunan. Puncaknya adalah pada musim 1998-99 mereka terdegradasi dan harus bermain sampai ke divisi 3 (sekarang bernama: Football League One). Setelah kedatangan David Bernstein pada bulan Maret 1998 sebagai chairman yang baru, City pun mulai berbenah. Beruntung, mereka hanya satu musim bermain di divisi 3 dan kemudian promosi ke divisi 2 (sekarang bernama: Football League Championship).
Periode 2001-Sekarang
Pada tahun 2001, Kevin Keegan ditunjuk untuk menangani Citizens, pada saat itu City bermain di divisi 2 (Football League Championship). Di bawah Kevin Keegen mereka berhasil menjuarai Football League Championship dan mereka pun berhasil promosi ke Liga Utama Inggris.
Maret 2005 Keegan mundur dan Stuart Pearce menggantikannya sebagai caretaker atau manager sementara. Penampilan City yang cemerlang membuat Pearce diangkat sebagai manager penuh dan musim 2005-2006 Pearce membawa City menempati urutan ke-6 Liga Utama. Musim berikutnya penampilan City menurun drastis dan hanya menghuni papan bawah klasemen walaupun tidak sampai terdegradasi. Pearce akhirnya dipecat dan digantikan mantan manajer tim nasional Inggris, Sven-Göran Eriksson. Pada saat itu Manchester City telah dimiliki oleh miliuner ambisius yang juga bekas perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra.
Di bawah Eriksson, City tampil perkasa pada awal kompetisi namun mulai kehilangan keseimbangan mulai dari pertengahan kompetisi, walaupun demikian mereka bisa mencapai zona Piala UEFA berkat penampilan fair playnya. Thaksin yang tidak sabaran sudah ingin memecat Eriksson sebelum akhir kompetisi jika saja tidak ditahan oleh fans Citizen yang merasa Thaksin terlalu semena-mena dan tidak memperhatikan keinginan fans City. Pemecatan Eriksson hanya tertunda sebentar dan benar-benar dilakukan saat akhir kompetisi.
Mark Hughes, manager Blackburn Rovers dan juga mantan pemain kesayangan klub sekota Manchester United, ditunjuk untuk menggantikannya. Di bawah Hughes, City berhasil menempati posisi Liga Utama Inggris pada musim 2008-09 dan juga berhasil menembus babak perempat-final Piala UEFA. Hughes hanya bertahan hingga setengah musim 2009–10, ia digantikan oleh Roberto Mancini.
Era Roberto Mancini (2009-2013)
Di bawah Mancini, City berhasil menempati posisi kelima pada Liga Utama Inggris musim 2009–10. Musim berikutnya, City berhasil menjuarai Piala FA setelah mengalahkan Stoke City 1–0 dan berhasil menempati posisi ketiga pada Liga Utama, hanya perbedaan selisih gol saja yang membuat City gagal menggusur Chelsea dari peringkat kedua.
Musim 2011–12 menandai keberhasilan klub menyudahi 44 tahun puasa gelar juara Liga (terakhir pada tahun 1968) dalam kompetisi yang ketat dengan Manchester United. Manchester City berhasil menjadi juara dengan perbedaan selisih gol yang lebih baik.
Kepemilikan
Pada 22 Juni 2007 Dewan Klub menyetujui penawaran sebesar 81,6 juta poundsterling oleh miliarder Thailand yang juga mantan Perdana Menteri Thailand untuk membeli City.[11] Akhirnya pada 6 Juli 2007 Thaksin Shinawatra resmi memiliki klub dengan menguasai 75% saham City,[12] sehingga klub ini menjadi salah satu klub Inggris yang dimiliki oleh pihak asing.
Pada saat Hughes naik menjadi manajer klub, sebetulnya harta Thaksin sudah di ujung tanduk pembekuan karena tuduhan korupsi selama berkuasa sebagai perdana menteri di Thailand. Thaksin mengerti bahwa posisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk terus mendanai klub. Akhirnya pada tanggal 23 September 2008 Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan pemilik Abu Dhabi United Group resmi memiliki klub, setelah membelinya dari Thaksin Shinawatra senilai 200 juta poundsterling.[13]
Hanya beberapa hari setelah kepastian kepemilikannya atas Manchester City, ia langsung membuat rekor pembelian pemain termahal Inggris dengan pembelian Robinho dari Real Madrid. Rekor harga 32,5 juta pounds itu melampaui harga 28 juta pounds yang ditawarkan Chelsea atas pemain Brazil tersebut.
Warna dan lambang klub
Warna klub
Seragam kandang Manchester City adalah Biru Langit dan celana Putih. Sejak musim 2011-2012 seragam kandang city baik kaus dan celana menggunakan warna yang sama yaitu biru langit. Asal-usul warna seragam kandang klub tidak jelas, tetapi ada bukti bahwa klub telah menggunakan biru langit sejak 1892 atau sebelumnya.
Ide untuk menggunakan kaus merah dan hitam datang dari mantan asisten manajer Malcolm Allison, yang percaya bahwa dengan mengadopsi warna AC Milan akan mengilhami City untuk mencapai kejayaan.
Lambang
Lambang klub saat ini mulai digunakan pada tahun 1997, dikarenakan bahwa lambang sebelumnya tidak memenuhi syarat untuk didaftarkan sebagai merek dagang. Lencana tersebut didasarkan pada lengan kota Manchester, dan terdiri dari sebuah perisai di depan sebuah elang emas. Fitur perisai kapal pada setengah bagian atas menggambarkan Kanal Kapal Manchester, dan tiga garis-garis diagonal di bagian bawah, menggambarkan kota tiga sungai. Bagian bawah terdapat pita dengan sebuah kata Superbia in Praelio, yang artinya dalam Bahasa Latin adalah Kebanggaan di Pertempuran atau dalam Bahasa Inggris Pride in The Battle. Di atas elang ada tiga bintang tiga, yang murni hanya sebagai dekorasi.
City sebelumnya sudah mempunyai 2 lambang, yang mulai digunakan sejak tahun 1960-an dan mulai tahun 1972 sampai dengan tahun 1997. Tapi lambang tersebut tidak digunakan lagi karena tidak memenuhi syarat untuk didaftarkan sebagai merek dagang.
Akan tetapi, pada kesempatan saat City bertanding di final Piala FA, lambang tersebut tidak digunakan. City menggunakan lambang Kota Manchester pada kausnya sebagai simbol kebanggaan dari kota Manchester pada acara-acara besar. Praktik ini dilakukan karena sebelum tahun 1960-an, seragam City tidak menggunakan lambang apa pun, sehingga untuk melengkapi sejarah klub digunakanlah Lambang Kota Manchester tersebut.[14]
Lambang Kota Manchester mulai digunakan City pada partai Final Piala FA 1926 hingga partai Final Piala FA 1981 di mana pada saat keduanya tersebut City menjadi runner-up. Pada final Piala FA 2011, City menggunakan kembali lambang biasanya dengan legenda khusus, tetapi Lambang Kota Manchester dimasukkan sebagai logo monokrom kecil di nomor di bagian belakang kaus pemain.[15]
Perubahan Logo Manchester City
Pemasok kostum dan sponsor
| Periode | Pemasok kostum | Sponsor baju (dada) | Sponsor baju (lengan) |
|---|---|---|---|
| 1974–1982 | Umbro | Tidak ada sponsor | TIdak ada sponsor |
| 1982–1984 | Saab | ||
| 1984–1987 | Philips | ||
| 1987–1997 | Brother | ||
| 1997–1999 | Kappa | ||
| 1999–2002 | Le Coq Sportif | Eidos | |
| 2002–2003 | First Advice | ||
| 2003–2004 | Reebok | ||
| 2004–2007 | Thomas Cook | ||
| 2007–2009 | Le Coq Sportif | ||
| 2009–2013 | Umbro | Etihad Airways | |
| 2013–2017 | Nike | ||
| 2017–2019 | Nexen Tire | ||
| 2019–2023 | Puma | ||
| 2023–sekarang | OKX |
Skuad
Tim utama
EDS dan Akademi
Pemain berikut telah tampil di pertandingan atau tampil sebagai cadangan tim utama sebelumnya.
Dipinjamkan
Nomor yang dipensiunkan
Sejak tahun 2003, Manchester City tidak mengeluarkan nomor punggung 23. Nomor tersebur dipensiunkan untuk mengenang Marc-Vivien Foé, yang dipinjam dari Lyon pada saat kematiannya di lapangan saat bermain untuk timnas Kamerun di Piala Konfederasi FIFA 2003.[17]
Daftar ketua
Daftar ketua
Berikut merupakan daftar ketua Manchester City.[18]
| Nama | Dari | Sampai | Jumlah Musim |
|---|---|---|---|
| John Chapman | 1894 | 1902 | 8 |
| Edward Hulton Jr | 1902 | 1904 | 2 |
| C H Waterhouse | 1904 | 1904 | 1 |
| Waltham Forrest | 1904 | 1905 | 1 |
| John Allison | 1905 | 1906 | 1 |
| W A Wilkinson | Juni 1906 | 1914 | 8 |
| John Chapman (periode kedua) | Des 1914 | 1920 | 2 |
| Lawrence Furniss | Mei 1920 | 1929 | 9 |
| Albert Hughes | 1929 | 1935 | 7 |
| Bob Smith | Juli 1935 | 1954 | 12 |
| Walter Smith | 1954 | 1956 | 2 |
| Alan Douglas | 1956 | 1964 | 8 |
| Albert Alexander | Agustus 1964 | November 1971 | 7 |
| Eric Alexander | November 1971 | Oktober 1972 | 1 |
| Peter Swales | Oktober 1972 | Februari 1994 | 22 |
| Francis Lee | Februari 1994 | Maret 1998 | 4 |
| David Bernstein | Maret 1998 | Maret 2003 | 9 |
| John Wardle | Mei 2003 | Juli 2007 | 4 |
| Thaksin Shinawatra | Juli 2007 | September 2008 | 1 |
| Khaldoon Al Mubarak | Oktober 2008 | Sekarang |
Staf Kepelatihan
| Posisi | Nama |
|---|---|
| Pelatih Kepala | Pep Guardiola |
| Asisten Pelatih | Carlos Vicens |
| Juanma Lillo | |
| Pelatih Kiper | Xabier Mancisidor |
| Richard Wright | |
| Pelatih Fisik | Simon Bitcon |
| Lorenzo Bonaventura | |
| Barry Hamilton | |
| Kepala Analisis | Harry Dunn |
| Daniel Fradley | |
| Asisten Teknis | Iñigo Dominguez |
| Pelatih Rehabilitasi | Anthony Greenhouse |
| Thomas O'Malley | |
| Kepala Pelatihan Akademi | Jan-Moritz Lichte |
| Video Analist | Carles Planchart |
| Analisator Pertandingan | Ryan DeFreitas |
| Analisator Lawan | Craig Nosworthy |
Manajemen
| Posisi | Nama |
|---|---|
| Direktur Olahraga | Txiki Begiristain |
| Ketua Petugas Eksekutif | Ferran Soriano |
| Direktur Pengelola Sepak Bola Profesional | Brian Marwood |
Dewan Direksi
| Posisi | Nama |
|---|---|
| Ketua | Khaldoon Khalifa Al-Mubarak |
| Pemilik | Sheikh Mansour bin Zayed Al-Nahyan |
| Konsultan | Manel Estiarte |
| Andy Young | |
| Martin Buchheit |
Pemandu Bakat
| Posisi | Nama |
|---|---|
| Ketua Pemandu Bakat | Gary Worthington |
| Scout | David Fernández |
| Andy Sasimowicz | |
| John Gannon | |
| Rubén Coméndez | |
| Alan Watson | |
| Michael Collins | |
| Rubén Mato | |
| Mohammed Hamad | |
| Brendan MacFarlane | |
| Pablo Alba | |
| Chris Baird | |
| Pemandu Bakat Pemain Muda | Andy Sasimowicz |
| Kenny Marshall | |
| Jim Hackett | |
| Nathan Cartman | |
| Shoaib Amaan | |
| Chris Baker | |
| Mark Todd | |
| Adie Mings | |
| Ketua Dari Pencari Bakat Untuk Tim Junior | Phil Robinson |
| James Sharmann |
Departemen Medis
| Posisi | Nama |
|---|---|
| Dokter Tim | Edu Mauri |
| Max Sala | |
| Physiotherapy | Federico Genovesi |
| Ben Thompson | |
| Mario Pafundi | |
| Anthony Greenhouse | |
| Thomas O'Malley | |
| Steve Sparks | |
| Nick Oakley | |
| Ilmuwan Bidang Olahraga | Francesc Cos |
| Chris Elderkin | |
| Physiotherapis Utama Akademi | Matthew Connery |
| Direktur Medis Fisioterapi | James Baldwin |
Lainnya
| Posisi | Nama |
|---|---|
| Perwakilan Klub | Mike Summerbee |
| Karyawan Pengembangan Hubungan Internasional | Jim Cassell |
| Koordinator Teknologi Olahraga | Ravi Mistry |
| Ketua Teknologi | Mark Leyland |
Muda
| Posisi | Nama |
|---|---|
| Manager Akademi | Thomas Krücken |
Pemain terkenal
- praperang: Billy Meredith (1894), Eric Brook (1928), Frank Swift (1933).
- 1940-an: Bert Trautmann (1949).
- 1950-an: Roy Paul (1950), Alan Oakes (1958).
- 1960-an: Denis Law (1960), Mike Summerbee (1965), Colin Bell (1966), Francis Lee (1967), Joe Corrigan (1967).
- 1970-an: David Watson (1975), Kazimierz Deyna (1978).
- 1980-an: Trevor Francis (1981), Paul Lake (1987).
- 1990-an: Niall Quinn (1990), Uwe Rösler (1994), Paul Walsh (1994), Georgi Kinkladze (1995), Shaun Goater (1998), Shaun Wright-Phillips (1999).
- 2000-an: Richard Dunne (2000), Marc-Vivien Foé (2002), Peter Schmeichel (2002), Nicolas Anelka (2002), Joe Hart (2006), Vincent Kompany (2008).
- 2010-an: David Silva (2010), Yaya Toure (2010), Mario Balotelli (2010), Sergio Aguero (2011), Fernandinho (2013), Kevin De Bruyne (2015), Phil Foden (2016), Raheem Sterling (2016), Ilkay Goundogan (2016), John Stones (2016), Bernardo Silva (2017), Kyle Walker (2017), Riyad Mahrez (2018), Rodri (2019)
- 2020-an: Jack Grealish (2021), Ruben Dias (2020), Erling Haaland (2022), Julian Alvarez (2023)
Daftar manajer dan kapten
Daftar manajer
- Manajer Manchester City telah memenangkan banyak penghargaan. Tabel sudah benar pada 17 Mei 2025[19][20]
| Nama | Dari | Sampai | Permainan | Menang | Seri | Kalah | Menang % | Prestasi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1902 | 1906 | Piala FA 1904 | ||||||
| 1932 | 1946 | Piala FA 1934 Divisi Utama 1936–37 | ||||||
| 1950 | 1963 | Piala FA 1956 | ||||||
| 1965 | 1971 | Divisi Utama 1967–68 Piala FA 1969 Piala Winners Eropa 1970 Piala Liga 1970 | ||||||
| 1973 | 1980 | Piala Liga 1976 | ||||||
| 2009 | 2013 | Piala FA 2011 Liga Utama Inggris 2011–12 Community Shield FA 2012 | ||||||
| 2013 | 2016 | Piala Liga 2014 Liga Utama Inggris 2013–14 Piala Liga 2016 | ||||||
| 2016 | — | Piala Liga 2018 Liga Utama Inggris 2017–18 Community Shield FA 2018 Piala Liga 2019 Liga Utama Inggris 2018–19 Piala FA 2019 Community Shield FA 2019 Piala Liga 2020 Piala Liga 2021 Liga Utama Inggris 2020–21 Liga Utama Inggris 2021–22 Liga Utama Inggris 2022–23 Piala FA 2023 Liga Champions UEFA 2023 Piala Super UEFA 2023 Piala Dunia Antarklub FIFA 2023 Liga Utama Inggris 2023–24 Community Shield FA 2024 |
Daftar kapten
Berikut daftar kapten klub, dimulai sejak bernama Manchester City FC
| Nama | Warga Negara | Dari | Sampai |
|---|---|---|---|
| Billy Meredith | 1904 | 1906 | |
| Lot Jones | 1906 | 1914 | |
| Eli Fletcher | 1919 | 1923 | |
| Max Woosnam | 1923 | 1925 | |
| Charlie Pringle | 1926 | 1928 | |
| Jimmy McMullan | 1928 | 1932 | |
| Sam Cowan | 1932 | 1935 | |
| Les McDowall | 1937 | 1938 | |
| Frank Swift | 1946 | 1947 | |
| Sam Barkas | 1947 | 1947 | |
| Eric Westwood | 1947 | 1950 | |
| Roy Paul | 1950 | 1957 | |
| Ken Barnes | 1957 | 1961 | |
| Bill Leivers | 1961 | 1964 | |
| Johnny Crossan | 1966 | 1967 | |
| Tony Book | 1967 | 1974 | |
| Colin Bell | 1974 | 1975 | |
| Mike Doyle | 1975 | 1976 | |
| David Watson | 1976 | 1979 | |
| Paul Power | 1981 | 1986 | |
| Kenny Clements | 1986 | 1988 | |
| Steve Redmond | 1988 | 1992 | |
| Terry Phelan | 1992 | 1993 | |
| Keith Curle | 1993 | 1996 | |
| Kit Symons | 1996 | 1998 | |
| Andy Morrison | 1999 | 2000 | |
| Alf-Inge Haaland | 2000 | 2001 | |
| Stuart Pearce | 2001 | 2002 | |
| Ali Benarbia | 2002 | 2003 | |
| Sylvain Distin | 2003 | 2005 | |
| Richard Dunne | 2005 | 2009 | |
| Kolo Touré | 2009 | 2010 | |
| Carlos Tévez | 2010 | 2011 | |
| Vincent Kompany | 2011 | 2019 | |
| David Silva | 2019 | 2020 | |
| Fernandinho | 2020 | 2022 | |
| İlkay Gündoğan | 2022 | 2023 | |
| Kevin De Bruyne | 2023 | 2023 | |
| Kyle Walker | 2023 | sekarang |
Prestasi
Liga
- Divisi Utama/Liga Utama Inggris[21]
- Divisi Kedua/Kejuaraan EFL
- Juara (7): 1898–1899, 1902–1903, 1909–1910, 1927–1928, 1946–1947, 1965–1966, 2001–2002
- Peringkat kedua (4): 1895–1896, 1950–1951, 1988–1989, 1999–2000
- Divisi Ketiga[22]
- Juara (1): 1998–1999 (play-off)
Piala
Eropa
- Liga Champions UEFA
- Piala Super UEFA
- Juara (1): 2023
- Piala Winners UEFA
- Juara (1): 1969–1970
Dunia/Kontinental
- Piala Dunia Antarklub FIFA
- Juara (1): 2023
Dwigelar dan Trigelar
Peringkat koefisien klub UEFA
| Peringkat | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Real Madrid | 143,500 |
| 2 | Manchester City | 137,750 |
| 3 | Bayern München | 134,250 |
| 4 | Liverpool | 125,500 |
| 5 | Paris Saint-Germain | 109,500 |
Bibliografi
Pranala luar
- Entri pada situs SkySports.com
- Entri pada situs web resmi Liga Utama Inggris.
- Situs Stadion Etihad
- Photos Gallery of Manchester City Football Club pada situs flickr.com
- Manchester City Team Photos pada situs PA footballarchive.co.uk
- Sejarah kostum Manchester City pada situs historicalkits.co.uk
- Manchester City di ScoreShelf
Referensi
- ↑ City sweep past Fluminense to win FIFA Club World Cup. Manchester City FC. 22 Desember 2023.
- ↑ Gary James. Manchester: The Greatest City. Polar Publishing. 2002. pg.15
- ↑ Chris Murray. Attitude Blue: Manchester City F.C. and P.L.C. Blackwell Publishing. 2002. hlm. 3. ISBN 0-9520520-9-1.
- ↑ David Clayton. Everything under the blue moon: the complete book of Manchester City FC - and more!. Mainstream publishing. 2002. ISBN 1-84018-687-9. pg.17
- ↑ Club History. Manchester City official website. mcfc.co.uk.
- ↑ Hyde Road gets Royal recognition. Blue Moon over Manchester.com.
- ↑ Clayton, Everything under the blue moon, p107
- ↑ Clayton, Everything under the blue moon, p108
- ↑ Penney, Manchester City – The Mercer-Allison Years, hal. 37–56
- ↑ Football : Multiple Trophy Winners.
- ↑ bola/read/2007/06/22/044618/796436/72/thaksin-selangkah-lagi-miliki-city Thaksin Selangkah Lagi Miliki City. detikcom. detik.com. 21 Juni 2007.
- ↑ Thaksin completes Man City buyout. news.bbc.co.uk. 5 Juli 2007.
- ↑ Thaksin Untung £ 120 Juta dari Penjualan City. vivanews.com. 28 September 2008.
- ↑ David Clayton, Everything Under the Blue Moon (Mainstream Publishing, 2002), 21
- ↑ Cup final shirt to feature coat of arms.
- ↑ Squads: Men's team. Manchester City F.C.
- ↑ Man City retire number 23 shirt. BBC Sport. 27 Juni 2003.
- ↑ City's chairmen & their achievements. mcfchistory.com.
- ↑ The following managers have all won at least one major trophy (excluding Community Shields) with Manchester City (totals include competitive matches only)
- ↑ Managers. mcfcstats.com.
- ↑ Sebelum tahun 1992 bernama Divisi Pertama
- ↑ Sebelum tahun 1992 bernama Divisi Ketiga
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29450193 (2026-07-12T23:51:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.