Lompat ke isi

Natrium iodida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29571874; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Natrium iodida''' ([[rumus kimia]] '''NaI''') adalah sebuah [[Garam (kimia)|senyawa ionik]] yang terbentuk dari [[reaksi kimia]] antara logam [[natrium]] dan [[iodin]]. Dalam kondisi standar, senyawa ini merupakan [[padat]]an berwarna putih yang dapat larut dalam air yang terdiri atas campuran [[Ion#Anion dan kation|kation]] natrium (Na<sup>+</sup>) dan [[Ion#Anion dan kation|anion]] [[iodida]] (I<sup>−</sup>) dengan perbandingan 1:1 dalam sebuah [[struktur kristal|kisi kristal]]. Senyawa ini digunakan terutama sebagai suplemen nutrisi dan dalam [[kimia organik]]. NaI diproduksi secara industri sebagai [[Garam (kimia)|garam]] yang terbentuk ketika suatu senyawa iodida asam bereaksi dengan [[natrium hidroksida]]. NaI adalah [[agen kaotropik|garam kaotropik]].
[[File:Sodium_iodide.jpg|thumb|right|280px|Sodium iodide]]
 
'''Natrium iodida''' ([[rumus kimia]] '''NaI''') adalah sebuah [[Garam (kimia)|senyawa ionik]] yang terbentuk dari [[reaksi kimia]] antara logam [[natrium]] dan [[iodin]]. Dalam kondisi standar, senyawa ini merupakan [[padat]]an berwarna putih yang dapat larut dalam air yang terdiri atas campuran [[Ion#Anion dan kation|kation]] natrium (Na<sup>+</sup>) dan [[Ion#Anion dan kation|anion]] [[iodida]] (I<sup>−</sup>) dengan perbandingan 1:1 dalam sebuah [[struktur kristal|kisi kristal]]. Senyawa ini digunakan terutama sebagai suplemen nutrisi dan dalam [[kimia organik]]. NaI diproduksi secara industri sebagai [[Garam (kimia)|garam]] yang terbentuk ketika suatu senyawa iodida asam bereaksi dengan [[natrium hidroksida]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium+iodida&oldid=29571874 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> NaI adalah [[agen kaotropik|garam kaotropik]].
==Kegunaan==
==Kegunaan==
===Suplemen makanan===
===Suplemen makanan===
Natrium iodida, serta [[kalium iodida]], biasanya digunakan untuk mencegah dan mengobati [[kekurangan iodin]]. [[Garam beriodin|Garam meja beriodin]] mengandung 10&nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]] iodida.
Natrium iodida, serta [[kalium iodida]], biasanya digunakan untuk mencegah dan mengobati [[kekurangan iodin]]. [[Garam beriodin|Garam meja beriodin]] mengandung 10&nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]] iodida.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium+iodida&oldid=29571874 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
===Sintesis organik===
===Sintesis organik===
 
Natrium iodida digunakan untuk mengubah [[kimia organoklorin|alkil klorida]] menjadi [[kimia organoiodin|alkil iodida]]. Metode ini, yang juga disebut [[reaksi Finkelstein]],<ref>Hank Finkelstein. [https://zenodo.org/record/1426411 Darstellung organischer Jodide aus den entsprechenden Bromiden und Chloriden]. ''Ber. Dtsch. Chem. Ges''. 1910. Vol. 43 (2). hlm. 1528–1532. doi:10.1002/cber.19100430257.</ref> bergantung pada ketidaklarutan [[natrium klorida]] dalam [[aseton]] untuk mendorong reaksi:<ref>Andrew Streitwieser. ''Solvolytic Displacement Reactions At Saturated Carbon Atoms''. ''Chemical Reviews''. 1956. Vol. 56 (4). hlm. 571–752. doi:10.1021/cr50010a001.</ref>
Natrium iodida digunakan untuk mengubah [[kimia organoklorin|alkil klorida]] menjadi [[kimia organoiodin|alkil iodida]]. Metode ini, yang juga disebut [[reaksi Finkelstein]], bergantung pada ketidaklarutan [[natrium klorida]] dalam [[aseton]] untuk mendorong reaksi:


::R–Cl + NaI → R–I + NaCl
::R–Cl + NaI → R–I + NaCl
Baris 11: Baris 12:
Beberapa garam natrium iodida radioaktif, seperti Na[[iodin-125|<sup>125</sup>I]] dan Na[[iodin-131|<sup>131</sup>I]], memiliki kegunaan [[radiofarmasi]] untuk [[kanker tiroid]] dan [[hipertiroidisme]] atau sebagai [[pelacak radioaktif]] dalam pencitraan (lihat [[Isotop iodin#Radioisotop penting|Isotop iodin > Radioiodin I-123, I-124, I-125, dan I-131 dalam bidang kedokteran dan biologi]]).
Beberapa garam natrium iodida radioaktif, seperti Na[[iodin-125|<sup>125</sup>I]] dan Na[[iodin-131|<sup>131</sup>I]], memiliki kegunaan [[radiofarmasi]] untuk [[kanker tiroid]] dan [[hipertiroidisme]] atau sebagai [[pelacak radioaktif]] dalam pencitraan (lihat [[Isotop iodin#Radioisotop penting|Isotop iodin > Radioiodin I-123, I-124, I-125, dan I-131 dalam bidang kedokteran dan biologi]]).
===Sintilator NaI(Tl) yang didoping talium===
===Sintilator NaI(Tl) yang didoping talium===
Ketika terkena [[radiasi pengion]], natrium iodida yang [[aktivator (fosfor)|diaktifkan]] dengan [[talium]], NaI(Tl), akan memancarkan [[foton]] (ber[[sintilasi (fisika)|sintilasi]]) dan digunakan dalam [[sintilator|detektor sintilasi]], yang secara tradisional digunakan dalam [[kedokteran nuklir]], [[fisika nuklir]], [[geofisika]], dan pengukuran lingkungan. NaI(Tl) adalah bahan detektor sintilasi yang paling banyak digunakan. Kristal biasanya digabungkan dengan [[tabung fotopengganda]], dalam rakitan [[seal hermetik|yang tertutup rapat]], karena natrium iodida bersifat [[higroskopi]]s. Penyetelan beberapa parameter (misalnya [[pengerasnya radiasi|kekerasan radiasi]], ''[[Semburan sinar gama#Afterglow|afterglow]]'', [[Tembus pandang dan tembus cahaya|transparansi]]) dapat dicapai dengan memvariasikan kondisi [[pertumbuhan kristal]]. Kristal dengan tingkat [[Dopan|doping]] yang lebih tinggi digunakan dalam detektor [[sinar-X]] dengan kualitas spektrometrik yang tinggi. Natrium iodida dapat digunakan baik sebagai [[kristal tunggal]] maupun [[kristalit|polikristal]] untuk tujuan ini. Panjang gelombang emisi maksimumnya adalah 415&nbsp;nm.
Ketika terkena [[radiasi pengion]], natrium iodida yang [[aktivator (fosfor)|diaktifkan]] dengan [[talium]], NaI(Tl), akan memancarkan [[foton]] (ber[[sintilasi (fisika)|sintilasi]]) dan digunakan dalam [[sintilator|detektor sintilasi]], yang secara tradisional digunakan dalam [[kedokteran nuklir]], [[fisika nuklir]], [[geofisika]], dan pengukuran lingkungan. NaI(Tl) adalah bahan detektor sintilasi yang paling banyak digunakan. Kristal biasanya digabungkan dengan [[tabung fotopengganda]], dalam rakitan [[seal hermetik|yang tertutup rapat]], karena natrium iodida bersifat [[higroskopi]]s. Penyetelan beberapa parameter (misalnya [[pengerasnya radiasi|kekerasan radiasi]], ''[[Semburan sinar gama#Afterglow|afterglow]]'', [[Tembus pandang dan tembus cahaya|transparansi]]) dapat dicapai dengan memvariasikan kondisi [[pertumbuhan kristal]]. Kristal dengan tingkat [[Dopan|doping]] yang lebih tinggi digunakan dalam detektor [[sinar-X]] dengan kualitas spektrometrik yang tinggi. Natrium iodida dapat digunakan baik sebagai [[kristal tunggal]] maupun [[kristalit|polikristal]] untuk tujuan ini. Panjang gelombang emisi maksimumnya adalah 415&nbsp;nm.<ref>[http://www.crystals.saint-gobain.com/sites/imdf.crystals.com/files/documents/sgc-scintillation-materials-and-assemblies.pdf Scintillation Materials and Assemblies]. Saint-Gobain Crystals. 2016.</ref>
===Radiokontras===
===Radiokontras===
[[António Egas Moniz|António E. Moniz]] ingin mencari suatu agen [[agen radiokontras|radiokontras]] untuk [[Kateterisasi otak|angiografi otak]]. Setelah melakukan beberapa percobaan pada [[kelinci]] dan [[anjing]], dia memilih natrium iodida sebagai media terbaik.
[[António Egas Moniz|António E. Moniz]] ingin mencari suatu agen [[agen radiokontras|radiokontras]] untuk [[Kateterisasi otak|angiografi otak]].<ref>[https://archive.org/details/sim_jama_1968-10-07_206_2/page/n181 Antonio Egas Moniz (1874-1955) Portuguese Neurologist]. ''JAMA: The Journal of the American Medical Association''. American Medical Association (AMA). 1968. Vol. 206 (2). hlm. 368–369. doi:10.1001/jama.1968.03150020084021.</ref> Setelah melakukan beberapa percobaan pada [[kelinci]] dan [[anjing]], dia memilih natrium iodida sebagai media terbaik.<ref>[https://archive.org/details/sim_jama_1968-10-07_206_2/page/n181 Antonio Egas Moniz (1874-1955) Portuguese Neurologist]. ''JAMA: The Journal of the American Medical Association''. American Medical Association (AMA). 1968. Vol. 206 (2). hlm. 368–369. doi:10.1001/jama.1968.03150020084021.</ref>
==Data kelarutan==
==Data kelarutan==
Natrium iodida menunjukkan [[kelarutan]] yang tinggi dalam beberapa pelarut organik, tidak seperti natrium klorida atau bahkan [[natrium bromida]]:
Natrium iodida menunjukkan [[kelarutan]] yang tinggi dalam beberapa pelarut organik, tidak seperti natrium klorida atau bahkan [[natrium bromida]]:
 
{| class="toccolours" border="1" style="margin: 1em; border-collapse: collapse;"
!Pelarut
!Kelarutan NaI (g&nbsp;NaI/kg pelarut pada suhu 25&nbsp;°C)<ref>John Burgess. [https://archive.org/details/metalionsinsolut0000john Metal Ions in Solution]. Ellis Horwood. 1978. ISBN 9780470262931.</ref>
|-
| [[Sifat air|H<sub>2</sub>O]] || 1842
|-
| [[Amonia|Amonia cair]] || 1620
|-
| [[Belerang dioksida|Belerang dioksida cair]] || 150
|-
| [[Metanol]] || 625–830
|-
| [[Asam format]] || 618
|-
| [[Asetonitril]] || 249
|-
| [[Aseton]] || 504
|-
| [[Formamida]] || 570–850
|-
| [[Asetamida]] || 323 (41,5&nbsp;°C)
|-
| [[Dimetilformamida]] || 37–64
|-
| [[Diklorometana]] || 0,09<ref>Angela F. Danil De Namor. ''Transfer and partition free energies of 1:1 electrolytes in the water–dichloromethane solvent system at 298.15 K''. ''Journal of the Chemical Society, Faraday Transactions 1''. 1989. Vol. 85 (9). hlm. 2705–2712. doi:10.1039/F19898502705.</ref>
|}
==Stabilitas==
==Stabilitas==
Senyawa iodida (termasuk natrium iodida) dapat teroksidasi oleh [[oksigen]] atmosfer (O<sub>2</sub>) menjadi iodin molekuler (I<sub>2</sub>). I<sub>2</sub> dan I<sup>−</sup> berkompleks untuk membentuk kompleks [[triiodida]], yang memiliki warna kuning, tidak seperti warna putih dari natrium iodida. Air akan mempercepat proses oksidasi ini, dan iodida juga dapat menghasilkan I<sub>2</sub> melalui fotooksidasi. Oleh karena itu, untuk stabilitas maksimum, natrium iodida harus disimpan dalam kondisi gelap, serta dengan suhu dan kelembapan rendah.
Senyawa iodida (termasuk natrium iodida) dapat teroksidasi oleh [[oksigen]] atmosfer (O<sub>2</sub>) menjadi iodin molekuler (I<sub>2</sub>). I<sub>2</sub> dan I<sup>−</sup> berkompleks untuk membentuk kompleks [[triiodida]], yang memiliki warna kuning, tidak seperti warna putih dari natrium iodida. Air akan mempercepat proses oksidasi ini, dan iodida juga dapat menghasilkan I<sub>2</sub> melalui fotooksidasi. Oleh karena itu, untuk stabilitas maksimum, natrium iodida harus disimpan dalam kondisi gelap, serta dengan suhu dan kelembapan rendah.
Baris 23: Baris 49:
* [[Spektroskopi gama]]
* [[Spektroskopi gama]]
* [[Teratologi]]
* [[Teratologi]]
==Referensi==
==Sumber terkutip==
==Sumber terkutip==
*
*  
==Pranala luar==
==Pranala luar==
 
*
*
*
*
*
*
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium+iodida&oldid=29571874 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29571874 (2026-08-13T12:41:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium+iodida&oldid=29571874 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29571874 (2026-08-13T12:41:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.03

Berkas:Sodium iodide.jpg
Sodium iodide

Natrium iodida (rumus kimia NaI) adalah sebuah senyawa ionik yang terbentuk dari reaksi kimia antara logam natrium dan iodin. Dalam kondisi standar, senyawa ini merupakan padatan berwarna putih yang dapat larut dalam air yang terdiri atas campuran kation natrium (Na+) dan anion iodida (I) dengan perbandingan 1:1 dalam sebuah kisi kristal. Senyawa ini digunakan terutama sebagai suplemen nutrisi dan dalam kimia organik. NaI diproduksi secara industri sebagai garam yang terbentuk ketika suatu senyawa iodida asam bereaksi dengan natrium hidroksida.[1] NaI adalah garam kaotropik.

Kegunaan

Suplemen makanan

Natrium iodida, serta kalium iodida, biasanya digunakan untuk mencegah dan mengobati kekurangan iodin. Garam meja beriodin mengandung 10 ppm iodida.[2]

Sintesis organik

Natrium iodida digunakan untuk mengubah alkil klorida menjadi alkil iodida. Metode ini, yang juga disebut reaksi Finkelstein,[3] bergantung pada ketidaklarutan natrium klorida dalam aseton untuk mendorong reaksi:[4]

R–Cl + NaI → R–I + NaCl

Kedokteran nuklir

Beberapa garam natrium iodida radioaktif, seperti Na125I dan Na131I, memiliki kegunaan radiofarmasi untuk kanker tiroid dan hipertiroidisme atau sebagai pelacak radioaktif dalam pencitraan (lihat Isotop iodin > Radioiodin I-123, I-124, I-125, dan I-131 dalam bidang kedokteran dan biologi).

Sintilator NaI(Tl) yang didoping talium

Ketika terkena radiasi pengion, natrium iodida yang diaktifkan dengan talium, NaI(Tl), akan memancarkan foton (bersintilasi) dan digunakan dalam detektor sintilasi, yang secara tradisional digunakan dalam kedokteran nuklir, fisika nuklir, geofisika, dan pengukuran lingkungan. NaI(Tl) adalah bahan detektor sintilasi yang paling banyak digunakan. Kristal biasanya digabungkan dengan tabung fotopengganda, dalam rakitan yang tertutup rapat, karena natrium iodida bersifat higroskopis. Penyetelan beberapa parameter (misalnya kekerasan radiasi, afterglow, transparansi) dapat dicapai dengan memvariasikan kondisi pertumbuhan kristal. Kristal dengan tingkat doping yang lebih tinggi digunakan dalam detektor sinar-X dengan kualitas spektrometrik yang tinggi. Natrium iodida dapat digunakan baik sebagai kristal tunggal maupun polikristal untuk tujuan ini. Panjang gelombang emisi maksimumnya adalah 415 nm.[5]

Radiokontras

António E. Moniz ingin mencari suatu agen radiokontras untuk angiografi otak.[6] Setelah melakukan beberapa percobaan pada kelinci dan anjing, dia memilih natrium iodida sebagai media terbaik.[7]

Data kelarutan

Natrium iodida menunjukkan kelarutan yang tinggi dalam beberapa pelarut organik, tidak seperti natrium klorida atau bahkan natrium bromida:

Pelarut Kelarutan NaI (g NaI/kg pelarut pada suhu 25 °C)[8]
H2O 1842
Amonia cair 1620
Belerang dioksida cair 150
Metanol 625–830
Asam format 618
Asetonitril 249
Aseton 504
Formamida 570–850
Asetamida 323 (41,5 °C)
Dimetilformamida 37–64
Diklorometana 0,09[9]

Stabilitas

Senyawa iodida (termasuk natrium iodida) dapat teroksidasi oleh oksigen atmosfer (O2) menjadi iodin molekuler (I2). I2 dan I berkompleks untuk membentuk kompleks triiodida, yang memiliki warna kuning, tidak seperti warna putih dari natrium iodida. Air akan mempercepat proses oksidasi ini, dan iodida juga dapat menghasilkan I2 melalui fotooksidasi. Oleh karena itu, untuk stabilitas maksimum, natrium iodida harus disimpan dalam kondisi gelap, serta dengan suhu dan kelembapan rendah.

Lihat pula

Sumber terkutip

Pranala luar

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. Hank Finkelstein. Darstellung organischer Jodide aus den entsprechenden Bromiden und Chloriden. Ber. Dtsch. Chem. Ges. 1910. Vol. 43 (2). hlm. 1528–1532. doi:10.1002/cber.19100430257.
  4. Andrew Streitwieser. Solvolytic Displacement Reactions At Saturated Carbon Atoms. Chemical Reviews. 1956. Vol. 56 (4). hlm. 571–752. doi:10.1021/cr50010a001.
  5. Scintillation Materials and Assemblies. Saint-Gobain Crystals. 2016.
  6. Antonio Egas Moniz (1874-1955) Portuguese Neurologist. JAMA: The Journal of the American Medical Association. American Medical Association (AMA). 1968. Vol. 206 (2). hlm. 368–369. doi:10.1001/jama.1968.03150020084021.
  7. Antonio Egas Moniz (1874-1955) Portuguese Neurologist. JAMA: The Journal of the American Medical Association. American Medical Association (AMA). 1968. Vol. 206 (2). hlm. 368–369. doi:10.1001/jama.1968.03150020084021.
  8. John Burgess. Metal Ions in Solution. Ellis Horwood. 1978. ISBN 9780470262931.
  9. Angela F. Danil De Namor. Transfer and partition free energies of 1:1 electrolytes in the water–dichloromethane solvent system at 298.15 K. Journal of the Chemical Society, Faraday Transactions 1. 1989. Vol. 85 (9). hlm. 2705–2712. doi:10.1039/F19898502705.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29571874 (2026-08-13T12:41:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.