Tembaga(I) klorida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29299480; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Tembaga(I) klorida''', sering disebut sebagai kupro klorida, adalah [[klorida]] [[tembaga]] paling rendah, dengan rumus CuCl. Senyawa ini berupa padatan putih yang larut sebagian dalam air, tetapi sangat mudah larut dalam asam klorida pekat. Sampel yang mengandung ketakmurnian (''impurities'') berwarna kehijauan karena adanya [[tembaga(II) klorida]]. | [[File:Nantokite-unit-cell-3D-balls.png|thumb|right|280px|Nantokite-unit-cell-3D-balls]] | ||
'''Tembaga(I) klorida''', sering disebut sebagai kupro klorida, adalah [[klorida]] [[tembaga]] paling rendah, dengan rumus CuCl. Senyawa ini berupa padatan putih yang larut sebagian dalam air, tetapi sangat mudah larut dalam asam klorida pekat. Sampel yang mengandung ketakmurnian (''impurities'') berwarna kehijauan karena adanya [[tembaga(II) klorida]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga%28I%29+klorida&oldid=29299480 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Tembaga(I) klorida pertama kali dibuat oleh [[Robert Boyle]] pada pertengahan abad ketujuhbelas dari [[raksa(II) klorida]] ("sublimat Venesia") dan logam [[tembaga]]: | Tembaga(I) klorida pertama kali dibuat oleh [[Robert Boyle]] pada pertengahan abad ketujuhbelas<ref>Robert Boyle. ''Considerations and experiments about the origin of forms and qualities''. 1666.</ref> dari [[raksa(II) klorida]] ("sublimat Venesia") dan logam [[tembaga]]: | ||
<math>\text{HgCl}_2 + 2\text{ Cu} \longrightarrow 2\text{ CuCl} + \text{Hg}</math> | <math>\text{HgCl}_2 + 2\text{ Cu} \longrightarrow 2\text{ CuCl} + \text{Hg}</math> | ||
Pada tahun 1799, [[Joseph Proust|J.L. Proust]] mengidentifikasi dua klorida tembaga yang berbeda. Ia menyiapkan CuCl dengan memanaskan pada temperatur tinggi tanpa keberadaan udara, menyebabkan kehilangan setengah dari klorin terikat diikuti dengan pencucian residu menggunakan air. | Pada tahun 1799, [[Joseph Proust|J.L. Proust]] mengidentifikasi dua klorida tembaga yang berbeda. Ia menyiapkan CuCl dengan memanaskan pada temperatur tinggi tanpa keberadaan udara, menyebabkan kehilangan setengah dari klorin terikat diikuti dengan pencucian residu menggunakan air.<ref>J. L. Proust. ''Ann. Chim. Phys. (1)''. 1799. Vol. 32. hlm. 26.</ref> | ||
Larutan CuCl dalam suasana asam pernah digunakan untuk analisis kandungan karbon monoksida dalam gas, misalnya dalam peralatan gas Hempel. Aplikasi ini sangat signifikan saat itu ketika [[gas batubara]] ( banyak digunakan untuk pemanas dan penerangan, selama abad ke-19 hingga awal abad ke-20. | Larutan CuCl dalam suasana asam pernah digunakan untuk analisis kandungan karbon monoksida dalam gas, misalnya dalam peralatan gas Hempel.<ref>Geoffrey Martin. ''Industrial and Manufacturing Chemistry''. Crosby Lockwood. 1917. hlm. 330–31.</ref> Aplikasi ini sangat signifikan<ref>Vivian H. Lewes. [http://books.google.com/?id=oSEAAAAAMAAJ&pg=PA408&lpg=PA407#v=onepage&q Journal of the Society of Chemical Industry]. ''Journal of the Society of Chemical Industry''. 1891. Vol. 10. hlm. 407–413.</ref> saat itu ketika [[gas batubara]] ( banyak digunakan untuk pemanas dan penerangan, selama abad ke-19 hingga awal abad ke-20. | ||
== Sintesis == | == Sintesis == | ||
| Baris 15: | Baris 17: | ||
<math>2\text{ CuCl}_2 + \text{SO}_2 + 2\text{ H}_2\text{O} \longrightarrow 2\text{ CuCl} + \text{H}_2\text{SO}_4 + 2\text{ HCl}</math> | <math>2\text{ CuCl}_2 + \text{SO}_2 + 2\text{ H}_2\text{O} \longrightarrow 2\text{ CuCl} + \text{H}_2\text{SO}_4 + 2\text{ HCl}</math> | ||
Banyak pereduksi lain yang dapat digunakan. | Banyak pereduksi lain yang dapat digunakan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga%28I%29+klorida&oldid=29299480 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
== Sifat kimia == | == Sifat kimia == | ||
Tembaga(I) klorida adalah [[asam Lewis]], yang diklasifikasikan sebagai lemah menurut [[Konsep HSAB|Konsep Asam-Basa Kuat-Lemah]]. Oleh karena itu, cenderung membentuk [[Kompleks (kimia)|senyawa kompleks]] yang stabil dengan [[basa Lewis]] lemah seperti [[Trifenilfosfin|trifenilfosfin, P(C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>)<sub>3</sub>]]: | Tembaga(I) klorida adalah [[asam Lewis]], yang diklasifikasikan sebagai lemah menurut [[Konsep HSAB|Konsep Asam-Basa Kuat-Lemah]]. Oleh karena itu, cenderung membentuk [[Kompleks (kimia)|senyawa kompleks]] yang stabil dengan [[basa Lewis]] lemah seperti [[Trifenilfosfin|trifenilfosfin, P(C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>)<sub>3</sub>]]: | ||
| Baris 25: | Baris 26: | ||
Meskipun CuCl [[tidak larut]] dalam [[air]], ia larut dalam [[larutan akuatik]] yang mengandung molekul donor yang sesuai. Ia membentuk senyawa kompleks dengan ion [[halida]], misalnya membentuk [[hidronium|hidronium]] dengan [[asam klorida]] pekat. Ia diserang oleh [[Sianida|Sianida]], [[Tiosulfat|Tiosulfat]], dan [[Amonia|Amonia]] menghasilkan kompleks yang sesuai. | Meskipun CuCl [[tidak larut]] dalam [[air]], ia larut dalam [[larutan akuatik]] yang mengandung molekul donor yang sesuai. Ia membentuk senyawa kompleks dengan ion [[halida]], misalnya membentuk [[hidronium|hidronium]] dengan [[asam klorida]] pekat. Ia diserang oleh [[Sianida|Sianida]], [[Tiosulfat|Tiosulfat]], dan [[Amonia|Amonia]] menghasilkan kompleks yang sesuai. | ||
Larutan CuCl dalam [[Asam klorida|HCl]] atau [[Amonia|Amonia]] menyerap [[karbon monoksida]] membentuk kompleks tak berwarna seperti dimer jembatan klorida [CuCl(CO)]<sub>2</sub>. Larutan asam klorida yang sama juga bereaksi dengan gas [[asetilena]] membentuk [CuCl(C<sub>2</sub>H<sub>2</sub>)]. Larutan [[amonia]]kal CuCl bereaksi dengan asetilena membentuk [[tembaga(I) asetilida]] yang mudah meledak. Kompleks CuCl dengan [[alkena]] dapat dibuat dengan mereduksi [[Tembaga(II) klorida| dengan [[belerang dioksida]] dengan kehadiran alkena dalam larutan [[alkohol]]. Kompleks dengan [[diena]] seperti [[1,5-siklooktadiena]] khususnya stabil: | Larutan CuCl dalam [[Asam klorida|HCl]] atau [[Amonia|Amonia]] menyerap [[karbon monoksida]] membentuk kompleks tak berwarna seperti dimer jembatan klorida [CuCl(CO)]<sub>2</sub>. Larutan asam klorida yang sama juga bereaksi dengan gas [[asetilena]] membentuk [CuCl(C<sub>2</sub>H<sub>2</sub>)]. Larutan [[amonia]]kal CuCl bereaksi dengan asetilena membentuk [[tembaga(I) asetilida]] yang mudah meledak. Kompleks CuCl dengan [[alkena]] dapat dibuat dengan mereduksi [[Tembaga(II) klorida| dengan [[belerang dioksida]] dengan kehadiran alkena dalam larutan [[alkohol]]. Kompleks dengan [[diena]] seperti [[1,5-siklooktadiena]] khususnya stabil:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga%28I%29+klorida&oldid=29299480 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
[[Berkas:CuCl_COD_dimer_-_2.png|400px|Structure of COD complex of CuCl]] | [[Berkas:CuCl_COD_dimer_-_2.png|400px|Structure of COD complex of CuCl]] | ||
== Bacaan lain == | == Bacaan lain == | ||
| Baris 37: | Baris 34: | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.npi.gov.au/database/substance-info/profiles/27.html National Pollutant Inventory - Copper and compounds fact sheet] | |||
* [http://www.npi.gov.au/database/substance-info/profiles/27.html National Pollutant Inventory - Copper and compounds fact sheet] | |||
* [http://www.rccostello.com/copure.html The COPure<sup>SM</sup> Process for purifying CO utilizing a copper chloride complex] | * [http://www.rccostello.com/copure.html The COPure<sup>SM</sup> Process for purifying CO utilizing a copper chloride complex] | ||
[[Kategori:Klorida]] | [[Kategori:Klorida]] | ||
| Baris 47: | Baris 42: | ||
[[Kategori:Pewarna piroteknik]] | [[Kategori:Pewarna piroteknik]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga%28I%29+klorida&oldid=29299480 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299480 (2026-05-31T22:18:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 03.58

Tembaga(I) klorida, sering disebut sebagai kupro klorida, adalah klorida tembaga paling rendah, dengan rumus CuCl. Senyawa ini berupa padatan putih yang larut sebagian dalam air, tetapi sangat mudah larut dalam asam klorida pekat. Sampel yang mengandung ketakmurnian (impurities) berwarna kehijauan karena adanya tembaga(II) klorida.[1]
Sejarah
Tembaga(I) klorida pertama kali dibuat oleh Robert Boyle pada pertengahan abad ketujuhbelas[2] dari raksa(II) klorida ("sublimat Venesia") dan logam tembaga:
Pada tahun 1799, J.L. Proust mengidentifikasi dua klorida tembaga yang berbeda. Ia menyiapkan CuCl dengan memanaskan pada temperatur tinggi tanpa keberadaan udara, menyebabkan kehilangan setengah dari klorin terikat diikuti dengan pencucian residu menggunakan air.[3]
Larutan CuCl dalam suasana asam pernah digunakan untuk analisis kandungan karbon monoksida dalam gas, misalnya dalam peralatan gas Hempel.[4] Aplikasi ini sangat signifikan[5] saat itu ketika gas batubara ( banyak digunakan untuk pemanas dan penerangan, selama abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Sintesis
Tembaga(I) klorida disintesis dengan cara mereduksi tembaga(II) klorida, misalnya dengan belerang dioksida:
Banyak pereduksi lain yang dapat digunakan.[6]
Sifat kimia
Tembaga(I) klorida adalah asam Lewis, yang diklasifikasikan sebagai lemah menurut Konsep Asam-Basa Kuat-Lemah. Oleh karena itu, cenderung membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan basa Lewis lemah seperti trifenilfosfin, P(C6H5)3:
Meskipun CuCl tidak larut dalam air, ia larut dalam larutan akuatik yang mengandung molekul donor yang sesuai. Ia membentuk senyawa kompleks dengan ion halida, misalnya membentuk hidronium dengan asam klorida pekat. Ia diserang oleh Sianida, Tiosulfat, dan Amonia menghasilkan kompleks yang sesuai.
Larutan CuCl dalam HCl atau Amonia menyerap karbon monoksida membentuk kompleks tak berwarna seperti dimer jembatan klorida [CuCl(CO)]2. Larutan asam klorida yang sama juga bereaksi dengan gas asetilena membentuk [CuCl(C2H2)]. Larutan amoniakal CuCl bereaksi dengan asetilena membentuk tembaga(I) asetilida yang mudah meledak. Kompleks CuCl dengan alkena dapat dibuat dengan mereduksi [[Tembaga(II) klorida| dengan belerang dioksida dengan kehadiran alkena dalam larutan alkohol. Kompleks dengan diena seperti 1,5-siklooktadiena khususnya stabil:[7]
Bacaan lain
- .
Pranala luar
- National Pollutant Inventory - Copper and compounds fact sheet
- The COPureSM Process for purifying CO utilizing a copper chloride complex
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Robert Boyle. Considerations and experiments about the origin of forms and qualities. 1666.
- ↑ J. L. Proust. Ann. Chim. Phys. (1). 1799. Vol. 32. hlm. 26.
- ↑ Geoffrey Martin. Industrial and Manufacturing Chemistry. Crosby Lockwood. 1917. hlm. 330–31.
- ↑ Vivian H. Lewes. Journal of the Society of Chemical Industry. Journal of the Society of Chemical Industry. 1891. Vol. 10. hlm. 407–413.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29299480 (2026-05-31T22:18:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.