Teknesium: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29459280; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Technetium-sample-cropped.jpg|thumb|right|280px|Technetium-sample-cropped]] | |||
'''Teknesium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Tc''' dan [[nomor atom]] 43. Ia adalah unsur paling ringan yang semua isotopnya bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]]. Semua teknesium yang tersedia diproduksi sebagai [[unsur kimia sintetis|unsur sintetis]]. Teknesium alami adalah [[Produk pembelahan atom|produk fisi]] spontan dalam [[bijih uranium]] dan bijih [[torium]], sumbernya yang paling umum, atau produk [[tangkapan neutron|penangkapan neutron]] dalam bijih [[molibdenum]]. [[Logam transisi]] kristalin berwarna abu-abu keperakan ini berada di antara [[mangan]] dan [[renium]] pada [[unsur golongan 7|golongan 7]] [[tabel periodik]], dan sifat kimianya merupakan intermediat antara kedua unsur yang berdekatan. Isotop alami yang paling umum adalah <sup>99</sup>Tc, hanya dalam jumlah renik. | '''Teknesium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Tc''' dan [[nomor atom]] 43. Ia adalah unsur paling ringan yang semua isotopnya bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]]. Semua teknesium yang tersedia diproduksi sebagai [[unsur kimia sintetis|unsur sintetis]]. Teknesium alami adalah [[Produk pembelahan atom|produk fisi]] spontan dalam [[bijih uranium]] dan bijih [[torium]], sumbernya yang paling umum, atau produk [[tangkapan neutron|penangkapan neutron]] dalam bijih [[molibdenum]]. [[Logam transisi]] kristalin berwarna abu-abu keperakan ini berada di antara [[mangan]] dan [[renium]] pada [[unsur golongan 7|golongan 7]] [[tabel periodik]], dan sifat kimianya merupakan intermediat antara kedua unsur yang berdekatan. Isotop alami yang paling umum adalah <sup>99</sup>Tc, hanya dalam jumlah renik. | ||
Banyak sifat teknesium telah diprediksi oleh [[Dmitri Mendeleev]] sebelum ia ditemukan. Mendeleev menyadari bahwa ada celah dalam tabel periodiknya dan memberi unsur yang belum ditemukan itu nama sementara ''[[Unsur-unsur prediksi Mendeleev|ekamangan]]'' (''Em''). Pada tahun 1937, teknesium (khususnya isotop [[Isotop teknesium#Daftar isotop|teknesium-97]]) menjadi unsur buatan pertama yang diproduksi, sehingga menjadi asal namanya (dari bahasa Yunani , '' technetos'', dari ''techne'', seperti dalam "kerajinan", "seni" dan memiliki arti "buatan", + | Banyak sifat teknesium telah diprediksi oleh [[Dmitri Mendeleev]] sebelum ia ditemukan. Mendeleev menyadari bahwa ada celah dalam tabel periodiknya dan memberi unsur yang belum ditemukan itu nama sementara ''[[Unsur-unsur prediksi Mendeleev|ekamangan]]'' (''Em''). Pada tahun 1937, teknesium (khususnya isotop [[Isotop teknesium#Daftar isotop|teknesium-97]]) menjadi unsur buatan pertama yang diproduksi, sehingga menjadi asal namanya (dari bahasa Yunani , '' technetos'', dari ''techne'', seperti dalam "kerajinan", "seni" dan memiliki arti "buatan", + | ||
Satu [[isomer nuklir]] pemancar [[sinar gama]] berumur pendek, [[teknesium-99m]], digunakan dalam [[kedokteran nuklir]] untuk berbagai macam tes, seperti diagnosis kanker tulang. Keadaan dasar [[nuklida]] itu, [[teknesium-99]], digunakan sebagai sumber [[partikel beta]] bebas sinar gama. [[Isotop teknesium]] berumur panjang yang diproduksi secara komersial adalah produk sampingan dari [[fisi nuklir|fisi]] [[uranium-235]] dalam [[reaktor nuklir]] dan diekstraksi dari [[siklus bahan bakar nuklir|batang bahan bakar nuklir]]. Karena isotop teknesium yang paling lama hidup pun memiliki [[waktu paruh]] yang relatif singkat (4,21 juta tahun), deteksi teknesium dalam [[raksasa merah]] pada tahun 1952 membantu membuktikan bahwa bintang dapat [[fusi nuklir|menghasilkan unsur yang lebih berat]]. | Satu [[isomer nuklir]] pemancar [[sinar gama]] berumur pendek, [[teknesium-99m]], digunakan dalam [[kedokteran nuklir]] untuk berbagai macam tes, seperti diagnosis kanker tulang. Keadaan dasar [[nuklida]] itu, [[teknesium-99]], digunakan sebagai sumber [[partikel beta]] bebas sinar gama. [[Isotop teknesium]] berumur panjang yang diproduksi secara komersial adalah produk sampingan dari [[fisi nuklir|fisi]] [[uranium-235]] dalam [[reaktor nuklir]] dan diekstraksi dari [[siklus bahan bakar nuklir|batang bahan bakar nuklir]]. Karena isotop teknesium yang paling lama hidup pun memiliki [[waktu paruh]] yang relatif singkat (4,21 juta tahun), deteksi teknesium dalam [[raksasa merah]] pada tahun 1952 membantu membuktikan bahwa bintang dapat [[fusi nuklir|menghasilkan unsur yang lebih berat]]. | ||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
===Pencarian unsur 43=== | ===Pencarian unsur 43=== | ||
Dari tahun 1860-an hingga 1871, bentuk awal tabel periodik yang diusulkan oleh [[Dmitri Mendeleev]] berisi celah antara [[molibdenum]] (unsur 42) dan [[rutenium]] (unsur 44). Pada tahun 1871, Mendeleev meramalkan unsur yang hilang ini akan menempati tempat kosong di bawah [[mangan]] dan memiliki sifat kimia yang serupa. Mendeleev memberinya nama sementara ''ekamangan'' (dari ''eka''-, kata [[Bahasa Sanskerta|Sanskerta]] untuk "satu") karena unsur yang diprediksi ini berada satu tingkat di bawah unsur mangan yang telah diketahui. | Dari tahun 1860-an hingga 1871, bentuk awal tabel periodik yang diusulkan oleh [[Dmitri Mendeleev]] berisi celah antara [[molibdenum]] (unsur 42) dan [[rutenium]] (unsur 44). Pada tahun 1871, Mendeleev meramalkan unsur yang hilang ini akan menempati tempat kosong di bawah [[mangan]] dan memiliki sifat kimia yang serupa. Mendeleev memberinya nama sementara ''ekamangan'' (dari ''eka''-, kata [[Bahasa Sanskerta|Sanskerta]] untuk "satu") karena unsur yang diprediksi ini berada satu tingkat di bawah unsur mangan yang telah diketahui.<ref>Jonge. ''Technetium, the missing element''. ''European Journal of Nuclear Medicine''. 1996. Vol. 23 (3). hlm. 336–44. doi:10.1007/BF00837634.</ref> | ||
===Misidentifikasi awal=== | ===Misidentifikasi awal=== | ||
Banyak peneliti awal, baik sebelum maupun sesudah tabel periodik diterbitkan, sangat ingin menjadi yang pertama menemukan dan menamai unsur yang hilang tersebut. Lokasinya di tabel periodik membuatnya seperti lebih mudah ditemukan daripada unsur lain yang belum ditemukan. | Banyak peneliti awal, baik sebelum maupun sesudah tabel periodik diterbitkan, sangat ingin menjadi yang pertama menemukan dan menamai unsur yang hilang tersebut. Lokasinya di tabel periodik membuatnya seperti lebih mudah ditemukan daripada unsur lain yang belum ditemukan. | ||
{| class=wikitable style="margin-left:2em;" | |||
! Tahun | |||
! Pengklaim | |||
! Nama yang disarankan | |||
! Bahan sebenarnya | |||
|- | |||
|1828 | |||
|[[Gottfried Osann]] | |||
|[[Gottfried Osann|Polinium]] | |||
|[[Iridium]] | |||
|- | |||
|1846 | |||
|R. Hermann | |||
|[[Ilmenium]] | |||
|[[Logam paduan|Paduan]] [[niobium]]–[[tantalum]] | |||
|- | |||
|1847 | |||
|[[Heinrich Rose]] | |||
|[[Pelopium]]<ref>N. E. Holden. [http://www.nndc.bnl.gov/content/elements.html History of the Origin of the Chemical Elements and Their Discoverers]. Brookhaven National Laboratory.</ref> | |||
|Paduan niobium–tantalum | |||
|- | |||
|1877 | |||
|Serge Kern | |||
|[[Davyum]] | |||
|Paduan [[iridium]]–[[rodium]]–[[besi]] | |||
|- | |||
|1896 | |||
|Prosper Barrière | |||
|[[Lucium]] | |||
|[[Itrium]] | |||
|- | |||
|1908 | |||
|[[Masataka Ogawa]] | |||
|[[Renium#Sejarah|Nipponium]] | |||
|Mungin [[renium]], yang merupakan [[Unsur-unsur prediksi Mendeleev|dwi]]-mangan yang belum diketahui,<ref>H. K. Yoshihara. ''Discovery of a new element 'nipponium': re-evaluation of pioneering works of Masataka Ogawa and his son Eijiro Ogawa''. ''Spectrochimica Acta Part B''. 2004. Vol. 59 (8). hlm. 1305–1310. doi:10.1016/j.sab.2003.12.027.</ref> meskipun buktinya tidak cukup meyakinkan<ref>Eric Scerri, ''A tale of seven elements,'' (Oxford University Press 2013) , hlm. 109–114, 125–131</ref> | |||
|} | |||
===Hasil yang tak dapat direproduksi=== | ===Hasil yang tak dapat direproduksi=== | ||
Kimiawan Jerman [[Walter Noddack]], [[Otto Berg (ilmuwan)|Otto Berg]], dan [[Ida Noddack|Ida Tacke]] melaporkan penemuan unsur 75 dan unsur 43 pada tahun 1925, dan menamai unsur 43 dengan ''masurium'' (dari [[Mazuria|Masuria]] di [[Prusia]] timur, sekarang di [[Polandia]], wilayah asal keluarga Walter Noddack).<ref>P. van der Krogt. [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Tc Technetium]. ''Elentymolgy and Elements Multidict''.</ref> Nama ini menimbulkan kebencian yang signifikan dalam komunitas ilmiah, karena diartikan mengacu pada kemenangan tentara Jerman atas tentara Rusia di wilayah Masuria selama Perang Dunia I; karena Noddack tetap dalam posisi akademis mereka saat Nazi berkuasa, kecurigaan dan permusuhan terhadap klaim mereka atas penemuan unsur 43 terus berlanjut.<ref>Eric Scerri, ''A tale of seven elements,'' (Oxford University Press 2013) , hlm. 109–114, 125–131</ref> Grup tersebut membombardir [[kolumbit]] dengan seberkas [[elektron]] dan menyimpulkan bahwa unsur 43 hadir dengan memeriksa [[spektogram]] emisi [[sinar-X]] mereka. [[Panjang gelombang]] sinar-X yang dihasilkan dikaitkan dengan nomor atom dengan sebuah [[Hukum Moseley|rumus]] yang diturunkan oleh [[Henry Moseley]] pada tahun 1913. Grup itu mengklaim telah mendeteksi sinyal sinar-X yang samar pada panjang gelombang yang dihasilkan oleh unsur 43. Eksperimen selanjutnya tidak dapat mereplikasi penemuan tersebut, dan eksperimen itu diberhentikan sebagai kesalahan.<ref>J. T. Armstrong. [http://pubs.acs.org/cen/80th/technetium.html Technetium]. ''Chemical & Engineering News''. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 110. doi:10.1021/cen-v081n036.p110.</ref><ref>K. A. Nies. [http://www.hypatiamaze.org/ida/tacke.html Ida Tacke and the warfare behind the discovery of fission]. 2001.</ref> Namun, pada tahun 1933, serangkaian artikel tentang penemuan unsur mengutip nama ''masurium'' untuk unsur 43.<ref>M. E. Weeks. ''The discovery of the elements. XX. Recently discovered elements''. ''Journal of Chemical Education''. 1933. Vol. 10 (3). hlm. 161–170. doi:10.1021/ed010p161.</ref> Beberapa upaya yang lebih baru telah dilakukan untuk merehabilitasi klaim Noddacks, tetapi mereka dibantah oleh studi [[Paul Kuroda]] tentang jumlah teknesium yang bisa saja ada dalam bijih yang mereka pelajari: tidak mungkin melebihi 3 × 10<sup>−11</sup> μg/kg bijih, dan karenanya tidak terdeteksi oleh metode Noddacks.<ref>Eric Scerri, ''A tale of seven elements,'' (Oxford University Press 2013) , hlm. 109–114, 125–131</ref><ref>Fathi Habashi. [https://pubs.acs.org/doi/pdf/10.1021/ed083p213.1 The History of Element 43—Technetium]. ''Journal of Chemical Education''. 2006. Vol. 83 (2). hlm. 213. doi:10.1021/ed083p213.1.</ref> | |||
Kimiawan Jerman [[Walter Noddack]], [[Otto Berg (ilmuwan)|Otto Berg]], dan [[Ida Noddack|Ida Tacke]] melaporkan penemuan unsur 75 dan unsur 43 pada tahun 1925, dan menamai unsur 43 dengan ''masurium'' (dari [[Mazuria|Masuria]] di [[Prusia]] timur, sekarang di [[Polandia]], wilayah asal keluarga Walter Noddack). Nama ini menimbulkan kebencian yang signifikan dalam komunitas ilmiah, karena diartikan mengacu pada kemenangan tentara Jerman atas tentara Rusia di wilayah Masuria selama Perang Dunia I; karena Noddack tetap dalam posisi akademis mereka saat Nazi berkuasa, kecurigaan dan permusuhan terhadap klaim mereka atas penemuan unsur 43 terus berlanjut. Grup tersebut membombardir [[kolumbit]] dengan seberkas [[elektron]] dan menyimpulkan bahwa unsur 43 hadir dengan memeriksa [[spektogram]] emisi [[sinar-X]] mereka. [[Panjang gelombang]] sinar-X yang dihasilkan dikaitkan dengan nomor atom dengan sebuah [[Hukum Moseley|rumus]] yang diturunkan oleh [[Henry Moseley]] pada tahun 1913. Grup itu mengklaim telah mendeteksi sinyal sinar-X yang samar pada panjang gelombang yang dihasilkan oleh unsur 43. Eksperimen selanjutnya tidak dapat mereplikasi penemuan tersebut, dan eksperimen itu diberhentikan sebagai kesalahan. Namun, pada tahun 1933, serangkaian artikel tentang penemuan unsur mengutip nama ''masurium'' untuk unsur 43. Beberapa upaya yang lebih baru telah dilakukan untuk merehabilitasi klaim Noddacks, tetapi mereka dibantah oleh studi [[Paul Kuroda]] tentang jumlah teknesium yang bisa saja ada dalam bijih yang mereka pelajari: tidak mungkin melebihi 3 × 10<sup>−11</sup> μg/kg bijih, dan karenanya tidak terdeteksi oleh metode Noddacks. | |||
===Penemuan resmi dan sejarah selanjutnya=== | ===Penemuan resmi dan sejarah selanjutnya=== | ||
[[Penemuan unsur kimia|Penemuan]] unsur 43 akhirnya dikonfirmasi dalam sebuah eksperimen tahun 1937 di [[Universitas Palermo]] di Sisilia oleh [[Carlo Perrier]] dan [[Emilio Segrè]]. Pada pertengahan 1936, Segrè mengunjungi Amerika Serikat, pertama ke [[Universitas Columbia]] di New York dan kemudian ke [[Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley]] di California. Dia membujuk penemu [[siklotron]] [[Ernest Lawrence]] untuk membiarkan dia mengambil kembali beberapa bagian siklotron bekas yang telah menjadi [[peluruhan radioaktif|radioaktif]]. Lawrence mengirimkannya foil [[molibdenum]] yang telah menjadi bagian dari deflektor pada siklotron. | [[Penemuan unsur kimia|Penemuan]] unsur 43 akhirnya dikonfirmasi dalam sebuah eksperimen tahun 1937 di [[Universitas Palermo]] di Sisilia oleh [[Carlo Perrier]] dan [[Emilio Segrè]].<ref>D. L. Heiserman. [https://archive.org/details/exploringchemica01heis Exploring Chemical Elements and their Compounds]. TAB Books. 1992. hlm. 164. ISBN 978-0-8306-3018-9.</ref> Pada pertengahan 1936, Segrè mengunjungi Amerika Serikat, pertama ke [[Universitas Columbia]] di New York dan kemudian ke [[Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley]] di California. Dia membujuk penemu [[siklotron]] [[Ernest Lawrence]] untuk membiarkan dia mengambil kembali beberapa bagian siklotron bekas yang telah menjadi [[peluruhan radioaktif|radioaktif]]. Lawrence mengirimkannya foil [[molibdenum]] yang telah menjadi bagian dari deflektor pada siklotron.<ref>Emilio Segrè. [https://archive.org/details/mindalwaysinmoti00segr/page/115 A Mind Always in Motion: The Autobiography of Emilio Segrè]. University of California Press. 1993. hlm. [https://archive.org/details/mindalwaysinmoti00segr/page/115 115–118]. ISBN 978-0520076273.</ref> | ||
Segrè meminta rekannya Perrier untuk mencoba membuktikan, melalui kimia komparatif, bahwa aktivitas molibdenum memang berasal dari unsur dengan nomor atom 43. Pada tahun 1937, mereka berhasil mengisolasi [[isotop]] [[Isotop teknesium#Daftar isotop|teknesium-95m]] dan [[Isotop teknesium#Daftar isotop|teknesium-97]]. Pejabat Universitas Palermo ingin mereka menamai penemuan mereka dengan "''panormium''", dari nama [[Bahasa Latin|Latin]] [[Palermo]], ''Panormus''. Pada tahun 1947 unsur 43 dinamai dari kata [[bahasa Yunani|Yunani]] ''τεχνητός'', yang berarti "buatan", karena ia merupakan unsur pertama yang diproduksi secara artifisial. Segrè kembali ke Berkeley dan bertemu [[Glenn Seaborg|Glenn T. Seaborg]]. Mereka mengisolasi [[isomer nuklir|isotop metastabil]] [[teknesium-99m]], yang sekarang digunakan dalam sekitar sepuluh juta prosedur diagnostik medis setiap tahun. | Segrè meminta rekannya Perrier untuk mencoba membuktikan, melalui kimia komparatif, bahwa aktivitas molibdenum memang berasal dari unsur dengan nomor atom 43. Pada tahun 1937, mereka berhasil mengisolasi [[isotop]] [[Isotop teknesium#Daftar isotop|teknesium-95m]] dan [[Isotop teknesium#Daftar isotop|teknesium-97]].<ref>C. Perrier. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1947-01-04_159_4027/page/24 Technetium: The Element of Atomic Number 43]. ''Nature''. 1947. Vol. 159 (4027). hlm. 24. doi:10.1038/159024a0.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknesium&oldid=29459280 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pejabat Universitas Palermo ingin mereka menamai penemuan mereka dengan "''panormium''", dari nama [[Bahasa Latin|Latin]] [[Palermo]], ''Panormus''. Pada tahun 1947<ref>C. Perrier. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1947-01-04_159_4027/page/24 Technetium: The Element of Atomic Number 43]. ''Nature''. 1947. Vol. 159 (4027). hlm. 24. doi:10.1038/159024a0.</ref> unsur 43 dinamai dari kata [[bahasa Yunani|Yunani]] ''τεχνητός'', yang berarti "buatan", karena ia merupakan unsur pertama yang diproduksi secara artifisial.<ref>N. E. Holden. [http://www.nndc.bnl.gov/content/elements.html History of the Origin of the Chemical Elements and Their Discoverers]. Brookhaven National Laboratory.</ref><ref>P. van der Krogt. [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Tc Technetium]. ''Elentymolgy and Elements Multidict''.</ref> Segrè kembali ke Berkeley dan bertemu [[Glenn Seaborg|Glenn T. Seaborg]]. Mereka mengisolasi [[isomer nuklir|isotop metastabil]] [[teknesium-99m]], yang sekarang digunakan dalam sekitar sepuluh juta prosedur diagnostik medis setiap tahun.<ref>Darleane C. Hoffman. [http://www.worldscibooks.com/physics/p074.html The Transuranium People: The Inside Story]. University of California, Berkeley & Lawrence Berkeley National Laboratory. 2000. hlm. 15. ISBN 978-1-86094-087-3.</ref> | ||
Pada tahun 1952, astronom [[Paul W. Merrill]] di California mendeteksi [[spektrum pancar|tanda spektrum]] teknesium (khususnya [[panjang gelombang]] 403,1 [[Nanometer|nm]], 423,8 nm, 426,2 nm, dan 429,7 nm) dalam cahaya dari [[raksasa merah]] [[Klasifikasi bintang#Kelas S|tipe S]]. Bintang-bintang itu mendekati akhir hayat mereka tetapi kaya akan unsur berumur pendek, yang menunjukkan bahwa unsur ini diproduksi dalam bintang melalui [[reaksi nuklir]]. Bukti tersebut memperkuat hipotesis bahwa unsur yang lebih berat merupakan produk [[nukleosintesis]] dalam bintang. Baru-baru ini, pengamatan semacam itu memberikan bukti bahwa unsur-unsur dibentuk oleh [[tangkapan neutron|penangkapan neutron]] dalam [[proses s]]. | Pada tahun 1952, astronom [[Paul W. Merrill]] di California mendeteksi [[spektrum pancar|tanda spektrum]] teknesium (khususnya [[panjang gelombang]] 403,1 [[Nanometer|nm]], 423,8 nm, 426,2 nm, dan 429,7 nm) dalam cahaya dari [[raksasa merah]] [[Klasifikasi bintang#Kelas S|tipe S]].<ref>P. W. Merrill. ''Technetium in the stars''. ''Science''. 1952. Vol. 115 (2992). hlm. 479–489 [484]. doi:10.1126/science.115.2992.479.</ref> Bintang-bintang itu mendekati akhir hayat mereka tetapi kaya akan unsur berumur pendek, yang menunjukkan bahwa unsur ini diproduksi dalam bintang melalui [[reaksi nuklir]]. Bukti tersebut memperkuat hipotesis bahwa unsur yang lebih berat merupakan produk [[nukleosintesis]] dalam bintang.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknesium&oldid=29459280 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Baru-baru ini, pengamatan semacam itu memberikan bukti bahwa unsur-unsur dibentuk oleh [[tangkapan neutron|penangkapan neutron]] dalam [[proses s]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknesium&oldid=29459280 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Sejak penemuan itu, ada banyak pencarian bahan terestrial untuk sumber alami teknesium. Pada tahun 1962, teknesium-99 diisolasi dan diidentifikasi dalam [[uraninit|bijih-bijih uranium]] dari [[Kongo Belgia]] dalam jumlah yang sangat kecil (sekitar 0,2 ng/kg), yang berasal dari produk [[pembelahan spontan|fisi spontan]] [[uranium-238]]. [[Reaktor nuklir alam|Reaktor fisi nuklir alami]] [[Oklo]] berisi bukti bahwa sejumlah besar teknesium-99 telah diproduksi dan sejak saat itu telah meluruh menjadi [[Isotop rutenium#Daftar isotop|rutenium-99]]. | Sejak penemuan itu, ada banyak pencarian bahan terestrial untuk sumber alami teknesium. Pada tahun 1962, teknesium-99 diisolasi dan diidentifikasi dalam [[uraninit|bijih-bijih uranium]] dari [[Kongo Belgia]] dalam jumlah yang sangat kecil (sekitar 0,2 ng/kg),<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknesium&oldid=29459280 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> yang berasal dari produk [[pembelahan spontan|fisi spontan]] [[uranium-238]]. [[Reaktor nuklir alam|Reaktor fisi nuklir alami]] [[Oklo]] berisi bukti bahwa sejumlah besar teknesium-99 telah diproduksi dan sejak saat itu telah meluruh menjadi [[Isotop rutenium#Daftar isotop|rutenium-99]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknesium&oldid=29459280 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
==Karakteristik== | ==Karakteristik== | ||
===Sifat fisik=== | ===Sifat fisik=== | ||
Teknesium adalah [[logam]] radioaktif berwarna abu-abu keperakan dengan penampilan yang mirip dengan [[platina]], biasanya diperoleh sebagai bubuk abu-abu. [[Struktur kristal]] logam teknesium murni curah berbentuk [[Tetal-rapat sferis sama|susunan padat]] [[Keluarga kristal heksagon|heksagon]], dan struktur kristal logam teknesium murni nanodispersi berbentuk [[Sistem kristal kubik|kubik]]. Teknesium nanodispersi tidak memiliki spektrum NMR terpisah, sedangkan teknesium curah heksagon memiliki spektrum Tc-99-NMR yang terbagi dalam 9 satelit. Atom teknesium memiliki karakteristik [[spektrum pancar|garis emisi]] pada [[panjang gelombang]] 363,3 [[Nanometer|nm]], 403,1 nm, 426,2 nm, 429,7 nm, dan 485,3 nm. | Teknesium adalah [[logam]] radioaktif berwarna abu-abu keperakan dengan penampilan yang mirip dengan [[platina]], biasanya diperoleh sebagai bubuk abu-abu. [[Struktur kristal]] logam teknesium murni curah berbentuk [[Tetal-rapat sferis sama|susunan padat]] [[Keluarga kristal heksagon|heksagon]], dan struktur kristal logam teknesium murni nanodispersi berbentuk [[Sistem kristal kubik|kubik]]. Teknesium nanodispersi tidak memiliki spektrum NMR terpisah, sedangkan teknesium curah heksagon memiliki spektrum Tc-99-NMR yang terbagi dalam 9 satelit.<ref>V.P. Tarasov. [https://www.researchgate.net/publication/251379398 99 Tc NMR of Supported Technetium Nanoparticles]. ''Doklady Physical Chemistry''. 2001. Vol. 377. hlm. 71–76. doi:10.1023/A:1018872000032.</ref> Atom teknesium memiliki karakteristik [[spektrum pancar|garis emisi]] pada [[panjang gelombang]] 363,3 [[Nanometer|nm]], 403,1 nm, 426,2 nm, 429,7 nm, dan 485,3 nm.<ref>David R. Lide. [https://books.google.com/books?id=q2qJId5TKOkC&pg=PT1672 The CRC Handbook]. CRC press. 2004–2005. hlm. 10–70 (1672). ISBN 978-0-8493-0595-5.</ref> | ||
Bentuk logam teknesium sedikit [[paramagnetisme|paramagnetik]], yang berarti [[dipol|dipol magnet]]nya sejajar dengan [[medan magnet]] luar, tetapi akan mengambil orientasi acak setelah medan dihilangkan. Teknesium murni, metalik, berkristal tunggal akan menjadi [[superkonduktor tipe II]] pada suhu di bawah 7,46 [[Kelvin|K]]. Di bawah suhu ini, teknesium memiliki [[Kedalaman penetrasi London|kedalaman penetrasi magnet]] yang sangat tinggi, lebih besar daripada unsur lain kecuali [[niobium]]. | Bentuk logam teknesium sedikit [[paramagnetisme|paramagnetik]], yang berarti [[dipol|dipol magnet]]nya sejajar dengan [[medan magnet]] luar, tetapi akan mengambil orientasi acak setelah medan dihilangkan.<ref>S. J. Rimshaw. [https://archive.org/details/encyclopediaofch00hamp The Encyclopedia of the Chemical Elements]. Reinhold Book Corporation. 1968. hlm. [https://archive.org/details/encyclopediaofch00hamp/page/689 689–693].</ref> Teknesium murni, metalik, berkristal tunggal akan menjadi [[superkonduktor tipe II]] pada suhu di bawah 7,46 [[Kelvin|K]]. Di bawah suhu ini, teknesium memiliki [[Kedalaman penetrasi London|kedalaman penetrasi magnet]] yang sangat tinggi, lebih besar daripada unsur lain kecuali [[niobium]].<ref>S. H. Autler. [http://www.bnl.gov/magnets/Staff/Gupta/Summer1968/0049.pdf Technetium as a Material for AC Superconductivity Applications]. Proceedings of the 1968 Summer Study on Superconducting Devices and Accelerators. 1968.</ref> | ||
===Sifat kimia=== | ===Sifat kimia=== | ||
Teknesium terletak di [[unsur golongan 7|golongan ketujuh]] tabel periodik, antara [[mangan]] dan [[renium]]. Seperti yang diprediksi oleh [[sejarah tabel periodik|hukum periodik]], sifat kimianya berada di antara kedua unsur tersebut. Dari keduanya, teknesium lebih mirip renium, terutama dalam kelengaian kimianya dan kecenderungan untuk membentuk [[ikatan kovalen]]. Hal ini konsisten dengan kecenderungan [[unsur periode 5]] untuk lebih menyerupai pasangannya pada periode 6 daripada periode 4 karena [[kontraksi lantanida]]. Tidak seperti mangan, teknesium tidak mudah membentuk [[Ion#Anion dan kation|kation]] ([[ion]] dengan muatan positif bersih). Teknesium menunjukkan sembilan [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] dari −1 hingga +7, dengan +4, +5, dan +7 menjadi yang paling umum. Teknesium larut dalam [[air raja]], [[asam nitrat]], dan [[asam sulfat]] pekat, tetapi tidak larut dalam [[asam klorida]] dengan konsentrasi apa pun. | Teknesium terletak di [[unsur golongan 7|golongan ketujuh]] tabel periodik, antara [[mangan]] dan [[renium]]. Seperti yang diprediksi oleh [[sejarah tabel periodik|hukum periodik]], sifat kimianya berada di antara kedua unsur tersebut. Dari keduanya, teknesium lebih mirip renium, terutama dalam kelengaian kimianya dan kecenderungan untuk membentuk [[ikatan kovalen]]. Hal ini konsisten dengan kecenderungan [[unsur periode 5]] untuk lebih menyerupai pasangannya pada periode 6 daripada periode 4 karena [[kontraksi lantanida]]. Tidak seperti mangan, teknesium tidak mudah membentuk [[Ion#Anion dan kation|kation]] ([[ion]] dengan muatan positif bersih). Teknesium menunjukkan sembilan [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] dari −1 hingga +7, dengan +4, +5, dan +7 menjadi yang paling umum.<ref>R. Husted. [http://periodic.lanl.gov/43.shtml Technetium]. ''Periodic Table of the Elements''. Los Alamos National Laboratory. 15 Desember 2003.</ref> Teknesium larut dalam [[air raja]], [[asam nitrat]], dan [[asam sulfat]] pekat, tetapi tidak larut dalam [[asam klorida]] dengan konsentrasi apa pun. | ||
Teknesium metalik perlahan [[Noda (kimia)|ternoda]] di udara lembap dan, dalam bentuk bubuk, terbakar dalam [[oksigen]]. | Teknesium metalik perlahan [[Noda (kimia)|ternoda]] di udara lembap<ref>R. Husted. [http://periodic.lanl.gov/43.shtml Technetium]. ''Periodic Table of the Elements''. Los Alamos National Laboratory. 15 Desember 2003.</ref> dan, dalam bentuk bubuk, terbakar dalam [[oksigen]]. | ||
Teknesium dapat mengatalisasi penghancuran [[hidrazina]] oleh [[asam nitrat]], dan sifat ini disebabkan oleh banyaknya valensi. Hal ini menyebabkan masalah dalam pemisahan plutonium dari uranium dalam [[pemrosesan ulang nuklir|pemrosesan bahan bakar nuklir]], di mana hidrazina digunakan sebagai reduktor pelindung untuk menjaga plutonium dalam keadaan trivalen daripada tetravalen yang lebih stabil. Masalah ini diperburuk oleh ekstraksi pelarut teknesium dan [[zirkonium]] yang saling ditingkatkan pada tahap sebelumnya, dan memerlukan modifikasi proses. | Teknesium dapat mengatalisasi penghancuran [[hidrazina]] oleh [[asam nitrat]], dan sifat ini disebabkan oleh banyaknya valensi.<ref>John Garraway. ''The technetium-catalysed oxidation of hydrazine by nitric acid''. ''Journal of the Less Common Metals''. 1984. Vol. 97. hlm. 191–203. doi:10.1016/0022-5088(84)90023-7.</ref> Hal ini menyebabkan masalah dalam pemisahan plutonium dari uranium dalam [[pemrosesan ulang nuklir|pemrosesan bahan bakar nuklir]], di mana hidrazina digunakan sebagai reduktor pelindung untuk menjaga plutonium dalam keadaan trivalen daripada tetravalen yang lebih stabil. Masalah ini diperburuk oleh ekstraksi pelarut teknesium dan [[zirkonium]] yang saling ditingkatkan pada tahap sebelumnya,<ref>J. Garraway. ''Coextraction of pertechnetate and zirconium by tri-n-butyl phosphate''. ''Journal of the Less Common Metals''. 1985. Vol. 106 (1). hlm. 183–192. doi:10.1016/0022-5088(85)90379-0.</ref> dan memerlukan modifikasi proses. | ||
==Senyawa== | ==Senyawa== | ||
===Perteknetat dan turunannya=== | ===Perteknetat dan turunannya=== | ||
Bentuk paling lazim dari teknesium yang mudah diakses adalah [[natrium perteknetat]], Na[TcO<sub>4</sub>]. Sebagian besar material ini diproduksi oleh peluruhan radioaktif dari [<sup>99</sup>MoO<sub>4</sub>]<sup>2−</sup>:<ref>P. W. Moore. [http://jnm.snmjournals.org/content/25/4/499.full.pdf Technetium-99 in generator systems]. ''Journal of Nuclear Medicine''. April 1984. Vol. 25 (4). hlm. 499–502.</ref> | |||
Bentuk paling lazim dari teknesium yang mudah diakses adalah [[natrium perteknetat]], Na[TcO<sub>4</sub>]. Sebagian besar material ini diproduksi oleh peluruhan radioaktif dari [<sup>99</sup>MoO<sub>4</sub>]<sup>2−</sup>: | |||
:[<sup>99</sup>MoO<sub>4</sub>]<sup>2−</sup> → [<sup>99m</sup>TcO<sub>4</sub>]<sup>−</sup> + e<sup>−</sup> | :[<sup>99</sup>MoO<sub>4</sub>]<sup>2−</sup> → [<sup>99m</sup>TcO<sub>4</sub>]<sup>−</sup> + e<sup>−</sup> | ||
[[Perteknetat]] (tetroksidoteknetat) berperilaku analog dengan perklorat, dimana keduanya [[Struktur molekul tetrahedron|tetrahedron]]. Tidak seperti [[permanganat]] (), ia hanyalah sebuah [[oksidator|oksidator lemah]]. | [[Perteknetat]] (tetroksidoteknetat) berperilaku analog dengan perklorat, dimana keduanya [[Struktur molekul tetrahedron|tetrahedron]]. Tidak seperti [[permanganat]] (), ia hanyalah sebuah [[oksidator|oksidator lemah]]. | ||
| Baris 44: | Baris 77: | ||
Senyawa lain yang terkait dengan perteknetat adalah [[Teknesium(VII) oksida|teknesium heptoksida]]. Padatan berwarna kuning pucat dan volatil ini dihasilkan oleh oksidasi logam Tc dan prekursor terkait: | Senyawa lain yang terkait dengan perteknetat adalah [[Teknesium(VII) oksida|teknesium heptoksida]]. Padatan berwarna kuning pucat dan volatil ini dihasilkan oleh oksidasi logam Tc dan prekursor terkait: | ||
:4 Tc + 7 O<sub>2</sub> → 2 Tc<sub>2</sub>O<sub>7</sub> | :4 Tc + 7 O<sub>2</sub> → 2 Tc<sub>2</sub>O<sub>7</sub> | ||
Ia adalah oksida logam molekuler, analog dengan [[Mangan(VII) oksida|mangan heptoksida]]. Ia mengadopsi struktur [[sentrosimetri]] dengan dua jenis ikatan Tc−O dengan panjang ikatan 167 dan 184 pm. | Ia adalah oksida logam molekuler, analog dengan [[Mangan(VII) oksida|mangan heptoksida]]. Ia mengadopsi struktur [[sentrosimetri]] dengan dua jenis ikatan Tc−O dengan panjang ikatan 167 dan 184 pm.<ref>B. Krebs. ''Technetium(VII)-oxid: Ein Übergangsmetalloxid mit Molekülstruktur im festen Zustand (Technetium(VII) Oxide, a Transition Metal Oxide with a Molecular Structure in the Solid State)''. ''Angewandte Chemie''. 1969. Vol. 81 (9). hlm. 328–329. doi:10.1002/ange.19690810905.</ref> | ||
Teknesium heptoksida terhidrolisis menjadi perteknetat dan [[asam perteknetat]], bergantung pada pH: | Teknesium heptoksida terhidrolisis menjadi perteknetat dan [[asam perteknetat]], bergantung pada pH:<ref>A. Y. Herrell. ''Technetium(VII) Oxide, in Inorganic Syntheses''. 1977. Vol. XVII. hlm. 155–158. ISBN 978-0-07-044327-3.</ref> | ||
:Tc<sub>2</sub>O<sub>7</sub> + 2 OH<sup>−</sup> → 2 TcO<sub>4</sub><sup>−</sup> + H<sub>2</sub>O | :Tc<sub>2</sub>O<sub>7</sub> + 2 OH<sup>−</sup> → 2 TcO<sub>4</sub><sup>−</sup> + H<sub>2</sub>O | ||
:Tc<sub>2</sub>O<sub>7</sub> + H<sub>2</sub>O → 2 HTcO<sub>4</sub> | :Tc<sub>2</sub>O<sub>7</sub> + H<sub>2</sub>O → 2 HTcO<sub>4</sub> | ||
HTcO<sub>4</sub> adalah asam kuat. Dalam [[asam sulfat]] pekat, [TcO<sub>4</sub>]<sup>−</sup> berubah menjadi bentuk oktahedron TcO<sub>3</sub>(OH)(H<sub>2</sub>O)<sub>2</sub>, basa konjugat dari [[Kompleks akuo logam|kompleks triakuo]] [TcO<sub>3</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>3</sub>]<sup>+</sup> hipotetis. | HTcO<sub>4</sub> adalah asam kuat. Dalam [[asam sulfat]] pekat, [TcO<sub>4</sub>]<sup>−</sup> berubah menjadi bentuk oktahedron TcO<sub>3</sub>(OH)(H<sub>2</sub>O)<sub>2</sub>, basa konjugat dari [[Kompleks akuo logam|kompleks triakuo]] [TcO<sub>3</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>3</sub>]<sup>+</sup> hipotetis.<ref>Poineau F. [http://radchem.nevada.edu/docs/pub/tc%20in%20h2so4%20%28dalton%29%202010-08-23.pdf Speciation of heptavalent technetium in sulfuric acid: structural and spectroscopic studies]. ''Dalton Transactions''. 2010. Vol. 39 (37). hlm. 8616–8619. doi:10.1039/C0DT00695E.</ref> | ||
===Turunan kalkogenida lainnya=== | ===Turunan kalkogenida lainnya=== | ||
Teknesium dapat membentuk [[teknesium(IV) oksida|dioksida]], [[Kalkogenida#Dikalkogenida|disulfida]], di[[selenida]], dan di[[telurida]]. Bentuk Tc<sub>2</sub>S<sub>7</sub> yang tak jelas terbentuk saat mengolah [[perteknetat]] dengan hidrogen sulfida. Ia secara termal terurai menjadi disulfida dan belerang elemental. Demikian pula dioksidanya dapat diproduksi dengan reduksi Tc<sub>2</sub>O<sub>7</sub>. | Teknesium dapat membentuk [[teknesium(IV) oksida|dioksida]], [[Kalkogenida#Dikalkogenida|disulfida]], di[[selenida]], dan di[[telurida]]. Bentuk Tc<sub>2</sub>S<sub>7</sub> yang tak jelas terbentuk saat mengolah [[perteknetat]] dengan hidrogen sulfida. Ia secara termal terurai menjadi disulfida dan belerang elemental. Demikian pula dioksidanya dapat diproduksi dengan reduksi Tc<sub>2</sub>O<sub>7</sub>. | ||
Berbeda dengan renium, trioksida belum diisolasi untuk teknesium. Namun, TcO<sub>3</sub> telah diidentifikasi dalam fase gas menggunakan [[spektrometri massa]]. | Berbeda dengan renium, trioksida belum diisolasi untuk teknesium. Namun, TcO<sub>3</sub> telah diidentifikasi dalam fase gas menggunakan [[spektrometri massa]].<ref>John K. Gibson. ''High-Temperature Oxide and Hydroxide Vapor Species of Technetium''. ''Radiochimica Acta''. 1993. Vol. 60 (2–3). hlm. 121–126. doi:10.1524/ract.1993.60.23.121.</ref> | ||
===Kompleks hidrida dan halida sederhana=== | ===Kompleks hidrida dan halida sederhana=== | ||
Teknesium membentuk kompleks sederhana . Garam kaliumnya bersifat [[isostruktural]] dengan [[kalium nonahidridorenat|kalium nonahidridorenat]]. | Teknesium membentuk kompleks sederhana . Garam kaliumnya bersifat [[isostruktural]] dengan [[kalium nonahidridorenat|kalium nonahidridorenat]]. | ||
Biner (hanya mengandung dua unsur) teknesium halida berikut telah diketahui: [[Teknesium(VI) fluorida|TcF<sub>6</sub>]], TcF<sub>5</sub>, [[Teknesium(IV) klorida|TcCl<sub>4</sub>]], TcBr<sub>4</sub>, TcBr<sub>3</sub>, α-TcCl<sub>3</sub>, β-TcCl<sub>3</sub>, TcI<sub>3</sub>, α-TcCl<sub>2</sub>, dan β-TcCl<sub>2</sub>. [[Bilangan oksidasi|Keadaan oksidasi]]nya berkisar dari Tc(VI) hingga Tc(II). Teknesium halida menunjukkan jenis struktur yang berbeda, seperti kompleks oktahedral molekuler, rantai panjang, lembaran berlapis, dan gugus logam yang tersusun dalam jaringan tiga dimensi.<ref>E. V. Johnstone. [http://digitalscholarship.unlv.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=3100&context=thesesdissertations Binary Technetium Halides]. ''UNLV Theses, Dissertations, Professional Papers, and Capstones''. University of Nevada, Las Vegas. Mei 2014. doi:10.34917/5836118.</ref><ref>Frederic Poineau. ''Recent Advances in Technetium Halide Chemistry''. ''Accounts of Chemical Research''. 2014. Vol. 47 (2). hlm. 624–632. doi:10.1021/ar400225b.</ref> Senyawa ini diproduksi dengan menggabungkan teknesium dan halogen atau dengan reaksi yang kurang langsung. | |||
TcCl<sub>4</sub> diperoleh dengan klorinasi logam Tc atau Tc<sub>2</sub>O<sub>7</sub>. Setelah dipanaskan, TcCl<sub>4</sub> menghasilkan Tc(III) dan Tc(II) klorida yang sesuai.<ref>Frederic Poineau. ''Recent Advances in Technetium Halide Chemistry''. ''Accounts of Chemical Research''. 2014. Vol. 47 (2). hlm. 624–632. doi:10.1021/ar400225b.</ref> | |||
TcCl<sub>4</sub> diperoleh dengan klorinasi logam Tc atau Tc<sub>2</sub>O<sub>7</sub>. Setelah dipanaskan, TcCl<sub>4</sub> menghasilkan Tc(III) dan Tc(II) klorida yang sesuai. | |||
:TcCl<sub>4</sub> → α-TcCl<sub>3</sub> + 1/2 Cl<sub>2</sub> | :TcCl<sub>4</sub> → α-TcCl<sub>3</sub> + 1/2 Cl<sub>2</sub> | ||
:TcCl<sub>3</sub> → β-TcCl<sub>2</sub> + 1/2 Cl<sub>2</sub> | :TcCl<sub>3</sub> → β-TcCl<sub>2</sub> + 1/2 Cl<sub>2</sub> | ||
Struktur TcCl<sub>4</sub> terdiri dari rantai zigzag tak terbatas dari oktahedra TcCl<sub>6</sub> yang berbagi tepi. Ia bersifat isomorf dengan tetraklorida logam transisi dari [[zirkonium]], [[hafnium]], dan [[platina]]. | Struktur TcCl<sub>4</sub> terdiri dari rantai zigzag tak terbatas dari oktahedra TcCl<sub>6</sub> yang berbagi tepi. Ia bersifat isomorf dengan tetraklorida logam transisi dari [[zirkonium]], [[hafnium]], dan [[platina]].<ref>Frederic Poineau. ''Recent Advances in Technetium Halide Chemistry''. ''Accounts of Chemical Research''. 2014. Vol. 47 (2). hlm. 624–632. doi:10.1021/ar400225b.</ref> | ||
Ada dua polimorf [[teknesium triklorida]], α- dan β-TcCl<sub>3</sub>. Polimorf α juga dilambangkan sebagai Tc<sub>3</sub>Cl<sub>9</sub>. Ia mengadopsi [[Geometri molekul oktahedral#Struktur bioktahedral|struktur bioktahedron]] konfasial.<ref>Frederic Poineau. [https://archive.org/details/sim_american-chemical-society-journal_journal-of-the-american-_2010-11-17_132_45/page/15864 Synthesis and Structure of Technetium Trichloride]. ''Journal of the American Chemical Society''. 2010. Vol. 132 (45). hlm. 15864–5. doi:10.1021/ja105730e.</ref> Ia dibuat dengan mereaksikan kloro-asetat Tc<sub>2</sub>(O<sub>2</sub>CCH<sub>3</sub>)<sub>4</sub>Cl<sub>2</sub> dengan HCl. Seperti [[Renium(III) klorida|Re<sub>3</sub>Cl<sub>9</sub>]], struktur polimorf α terdiri dari segitiga dengan jarak M-M yang pendek. β-TcCl<sub>3</sub> menampilkan pusat Tc oktahedron, yang disusun berpasangan, seperti yang terlihat juga untuk [[Molibdenum(III) klorida|molibdenum triklorida]]. TcBr<sub>3</sub> tidak mengadopsi struktur dari salah satu fase triklorida. Sebaliknya, ia memiliki struktur [[Molibdenum(III) bromida|molibdenum tribromida]], terdiri dari rantai oktahedra konfasial dengan kontak Tc—Tc pendek dan panjang yang bergantian. TcI<sub>3</sub> memiliki struktur yang sama dengan fase suhu tinggi dari [[titanium(III) iodida|TiI<sub>3</sub>]], menampilkan rantai oktahedra konfasial dengan kontak Tc—Tc yang sama.<ref>Frederic Poineau. ''Recent Advances in Technetium Halide Chemistry''. ''Accounts of Chemical Research''. 2014. Vol. 47 (2). hlm. 624–632. doi:10.1021/ar400225b.</ref> | |||
Beberapa teknesium halida anionik telah diketahui. Tetrahalida biner dapat dikonversi menjadi heksahalida [TcX<sub>6</sub>]<sup>2−</sup> (X = F, Cl, Br, I), yang mengadopsi [[geometri molekul oktahedral|geometri molekul oktahedron]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknesium&oldid=29459280 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Lebih banyak halida tereduksi membentuk kluster anionik dengan ikatan Tc–Tc. Situasi ini serupa untuk unsur terkait seperti Mo, W, Re. Gugus ini memiliki nukliritas Tc<sub>4</sub>, Tc<sub>6</sub>, Tc<sub>8</sub>, dan Tc<sub>13</sub>. Gugus Tc<sub>6</sub> dan Tc<sub>8</sub> yang lebih stabil memiliki bentuk prisma di mana pasangan vertikal atom Tc dihubungkan dengan ikatan rangkap tiga dan atom planar dengan ikatan tunggal. Setiap atom teknesium membuat enam ikatan, dan elektron valensi yang tersisa dapat dijenuhkan oleh satu aksial dan atom halogen [[jembatan ligan|penghubung ligan]] seperti [[klorin]] atau [[bromin]].<ref>K. E. German. [http://www.maik.rssi.ru/cgi-perl/search.pl?type=abstract&name=inrgchem&number=4&year=2&page=578 Polynuclear Technetium Halide Clusters]. ''Russian Journal of Inorganic Chemistry''. 2002. Vol. 47 (4). hlm. 578–583.</ref> | |||
Beberapa teknesium halida anionik telah diketahui. Tetrahalida biner dapat dikonversi menjadi heksahalida [TcX<sub>6</sub>]<sup>2−</sup> (X = F, Cl, Br, I), yang mengadopsi [[geometri molekul oktahedral|geometri molekul oktahedron]]. Lebih banyak halida tereduksi membentuk kluster anionik dengan ikatan Tc–Tc. Situasi ini serupa untuk unsur terkait seperti Mo, W, Re. Gugus ini memiliki nukliritas Tc<sub>4</sub>, Tc<sub>6</sub>, Tc<sub>8</sub>, dan Tc<sub>13</sub>. Gugus Tc<sub>6</sub> dan Tc<sub>8</sub> yang lebih stabil memiliki bentuk prisma di mana pasangan vertikal atom Tc dihubungkan dengan ikatan rangkap tiga dan atom planar dengan ikatan tunggal. Setiap atom teknesium membuat enam ikatan, dan elektron valensi yang tersisa dapat dijenuhkan oleh satu aksial dan atom halogen [[jembatan ligan|penghubung ligan]] seperti [[klorin]] atau [[bromin]]. | |||
===Kompleks koordinasi dan organologam=== | ===Kompleks koordinasi dan organologam=== | ||
Teknesium membentuk berbagai [[kompleks koordinasi]] dengan ligan organik. Banyak dari mereka yang telah diteliti dengan baik karena relevansinya dengan [[kedokteran nuklir]].<ref>Mark D. Bartholomä. [https://archive.org/details/sim_chemical-reviews_2010-05_110_5/page/2903 Technetium and Gallium Derived Radiopharmaceuticals: Comparing and Contrasting the Chemistry of Two Important Radiometals for the Molecular Imaging Era]. ''Chemical Reviews''. 2010. Vol. 110 (5). hlm. 2903–20. doi:10.1021/cr1000755.</ref> | |||
Teknesium membentuk berbagai senyawa dengan ikatan Tc–C, yaitu kompleks organoteknesium. Anggota yang menonjol dari kelas ini adalah kompleks dengan ligan CO, arena, dan siklopentadienil.<ref>Roger Alberto. ''Medicinal Organometallic Chemistry''. 2010. Vol. 32. hlm. 219–246. doi:10.1007/978-3-642-13185-1_9. ISBN 978-3-642-13184-4.</ref> Karbonil biner Tc<sub>2</sub>(CO)<sub>10</sub> is adalah padatan putih yang volatil.<ref>J. C. Hileman. ''Technetium carbonyl''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1961. Vol. 83 (13). hlm. 2953–2954. doi:10.1021/ja01474a038.</ref> Dalam molekul ini, dua atom teknesium terikat satu sama lain; setiap atom dikelilingi oleh [[oktahedron|oktahedra]] dari lima ligan karbonil. Panjang ikatan antara atom-atom teknesium, 303 pm,<ref>M. F. Bailey. ''The Crystal Structure of Ditechnetium Decacarbonyl''. ''Inorganic Chemistry''. 1965. Vol. 4 (8). hlm. 1140–1145. doi:10.1021/ic50030a011.</ref><ref>D. Wallach. ''Unit cell and space group of technetium carbonyl, Tc2(CO)10''. ''Acta Crystallographica''. 1962. Vol. 15 (10). hlm. 1058. doi:10.1107/S0365110X62002789.</ref> jauh lebih besar daripada jarak antara dua atom dalam logam teknesium (272 pm). [[Karbonil]] serupa dibentuk oleh [[Kongener (kimia)|kongener]] teknesium, mangan, dan renium. Ketertarikan pada senyawa organoteknesium juga dimotivasi oleh aplikasi dalam [[kedokteran nuklir]].<ref>Roger Alberto. ''Medicinal Organometallic Chemistry''. 2010. Vol. 32. hlm. 219–246. doi:10.1007/978-3-642-13185-1_9. ISBN 978-3-642-13184-4.</ref> Teknesium juga membentuk kompleks akuo-karbonil, salah satu kompleks yang menonjol adalah [Tc(CO)<sub>3</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>3</sub>]<sup>+</sup>, yang tidak biasa bila dibandingkan dengan karbonil logam lainnya.<ref>Roger Alberto. ''Medicinal Organometallic Chemistry''. 2010. Vol. 32. hlm. 219–246. doi:10.1007/978-3-642-13185-1_9. ISBN 978-3-642-13184-4.</ref> | |||
Teknesium membentuk berbagai senyawa dengan ikatan Tc–C, yaitu kompleks organoteknesium. Anggota yang menonjol dari kelas ini adalah kompleks dengan ligan CO, arena, dan siklopentadienil. Karbonil biner Tc<sub>2</sub>(CO)<sub>10</sub> is adalah padatan putih yang volatil. Dalam molekul ini, dua atom teknesium terikat satu sama lain; setiap atom dikelilingi oleh [[oktahedron|oktahedra]] dari lima ligan karbonil. Panjang ikatan antara atom-atom teknesium, 303 pm, jauh lebih besar daripada jarak antara dua atom dalam logam teknesium (272 pm). [[Karbonil]] serupa dibentuk oleh [[Kongener (kimia)|kongener]] teknesium, mangan, dan renium. Ketertarikan pada senyawa organoteknesium juga dimotivasi oleh aplikasi dalam [[kedokteran nuklir]]. Teknesium juga membentuk kompleks akuo-karbonil, salah satu kompleks yang menonjol adalah [Tc(CO)<sub>3</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>3</sub>]<sup>+</sup>, yang tidak biasa bila dibandingkan dengan karbonil logam lainnya. | |||
==Isotop== | ==Isotop== | ||
Teknesium, dengan [[nomor atom]] ''Z'' = 43, adalah unsur dengan nomor terendah dalam tabel periodik yang semua isotopnya bersifat [[peluruhan radioaktif|radioaktif]]. Unsur radioaktif eksklusif teringan kedua, [[prometium]], memiliki nomor atom 61.<ref>R. Husted. [http://periodic.lanl.gov/43.shtml Technetium]. ''Periodic Table of the Elements''. Los Alamos National Laboratory. 15 Desember 2003.</ref> [[Inti atom]] dengan jumlah [[proton]] ganjil lebih tidak stabil dibandingkan inti atom dengan jumlah genap, meskipun jumlah total [[nukleon]]nya (proton + [[neutron]]) genap,<ref>Clayton, D. D. [https://archive.org/details/principlesofstel0000clay Principles of stellar evolution and nucleosynthesis: with a new preface]. Universitas Chicago Press. 1983. hlm. [https://archive.org/details/principlesofstel0000clay/page/547 547]. ISBN 978-0-226-10953-4.</ref> dan unsur bernomor ganjil memiliki lebih sedikit [[isotop]] stabil. | |||
[[Radionuklida|Isotop radioaktif]] teknesium yang paling stabil adalah teknesium-97 dengan [[waktu paruh]] 4,21 juta tahun, teknesium-98 dengan 4,2 juta tahun, dan teknesium-99 dengan 211.100 tahun. Tiga puluh radioisotop lainnya telah dikarakterisasi dengan [[nomor massa]] berkisar antara 85 hingga 118.<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory.</ref> Sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari satu jam, kecuali teknesium-93 (2,73 jam), teknesium-94 (4,88 jam), teknesium-95 (20 jam), dan teknesium-96 (4,3 hari).<ref>N. E. Holden. ''Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2006. hlm. 11881189. ISBN 978-0-8493-0487-3.</ref> | |||
[[Radionuklida|Isotop radioaktif]] teknesium yang paling stabil adalah teknesium-97 dengan [[waktu paruh]] 4,21 juta tahun, teknesium-98 dengan 4,2 juta tahun, dan teknesium-99 dengan 211.100 tahun. Tiga puluh radioisotop lainnya telah dikarakterisasi dengan [[nomor massa]] berkisar antara 85 hingga 118. Sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari satu jam, kecuali teknesium-93 (2,73 jam), teknesium-94 (4,88 jam), teknesium-95 (20 jam), dan teknesium-96 (4,3 hari). | |||
[[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama untuk isotop yang lebih ringan dari teknesium-98 (<sup>98</sup>Tc) adalah [[tangkapan elektron|penangkapan elektron]], menghasilkan [[molibdenum]] (''Z'' = 42). Untuk teknesium-98 dan isotop yang lebih berat, mode utamanya adalah [[peluruhan beta|emisi beta]] (emisi [[elektron]] atau [[positron]]), menghasilkan [[rutenium]] (''Z'' = 44), dengan pengecualian bahwa teknesium-100 dapat meluruh baik melalui emisi beta maupun penangkapan elektron. | [[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama untuk isotop yang lebih ringan dari teknesium-98 (<sup>98</sup>Tc) adalah [[tangkapan elektron|penangkapan elektron]], menghasilkan [[molibdenum]] (''Z'' = 42).<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory.</ref> Untuk teknesium-98 dan isotop yang lebih berat, mode utamanya adalah [[peluruhan beta|emisi beta]] (emisi [[elektron]] atau [[positron]]), menghasilkan [[rutenium]] (''Z'' = 44), dengan pengecualian bahwa teknesium-100 dapat meluruh baik melalui emisi beta maupun penangkapan elektron.<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory.</ref><ref>[https://archive.org/details/crchandbookofche81lide The CRC Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2004–2005.</ref> | ||
Teknesium juga memiliki banyak [[isomer nuklir]], yang merupakan isotop dengan satu atau lebih nukleon [[eksitasi|tereksitasi]]. Teknesium-97m (<sup>97m</sup>Tc; "m" adalah singkatan dari [[metastabilitas]]) adalah yang paling stabil, dengan waktu paruh 91 hari dan [[eksitasi|energi eksitasi]] 0,0965 MeV. Ini diikuti oleh teknesium-95m (61 hari, 0,03 MeV), dan teknesium-99m (6,01 jam, 0,142 MeV). Teknesium-99m hanya memancarkan [[sinar gama]] dan meluruh menjadi teknesium-99. | Teknesium juga memiliki banyak [[isomer nuklir]], yang merupakan isotop dengan satu atau lebih nukleon [[eksitasi|tereksitasi]]. Teknesium-97m (<sup>97m</sup>Tc; "m" adalah singkatan dari [[metastabilitas]]) adalah yang paling stabil, dengan waktu paruh 91 hari dan [[eksitasi|energi eksitasi]] 0,0965 MeV.<ref>N. E. Holden. ''Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2006. hlm. 11881189. ISBN 978-0-8493-0487-3.</ref> Ini diikuti oleh teknesium-95m (61 hari, 0,03 MeV), dan teknesium-99m (6,01 jam, 0,142 MeV).<ref>N. E. Holden. ''Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2006. hlm. 11881189. ISBN 978-0-8493-0487-3.</ref> Teknesium-99m hanya memancarkan [[sinar gama]] dan meluruh menjadi teknesium-99.<ref>N. E. Holden. ''Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2006. hlm. 11881189. ISBN 978-0-8493-0487-3.</ref> | ||
Teknesium-99 (<sup>99</sup>Tc) adalah produk utama dari fisi uranium-235 (<sup>235</sup>U), menjadikannya isotop teknesium yang paling umum dan paling tersedia. Satu gram teknesium-99 menghasilkan 6,2×10<sup>8</sup> disintegrasi per detik (dengan kata lain, [[aktivitas spesifik]] <sup>99</sup>Tc adalah 0,62 G[[Becquerel|Bq]]/g). | Teknesium-99 (<sup>99</sup>Tc) adalah produk utama dari fisi uranium-235 (<sup>235</sup>U), menjadikannya isotop teknesium yang paling umum dan paling tersedia. Satu gram teknesium-99 menghasilkan 6,2×10<sup>8</sup> disintegrasi per detik (dengan kata lain, [[aktivitas spesifik]] <sup>99</sup>Tc adalah 0,62 G[[Becquerel|Bq]]/g).<ref>S. J. Rimshaw. [https://archive.org/details/encyclopediaofch00hamp The Encyclopedia of the Chemical Elements]. Reinhold Book Corporation. 1968. hlm. [https://archive.org/details/encyclopediaofch00hamp/page/689 689–693].</ref> | ||
==Keterjadian dan produksi== | ==Keterjadian dan produksi== | ||
Teknesium terjadi secara alami di [[kerak (geologi)|kerak]] Bumi dalam konsentrasi kecil, sekitar 0,003 [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]]. Teknesium sangatlah langka karena [[waktu paruh]] <sup>97</sup>Tc dan <sup>98</sup>Tc hanya 4,2 juta tahun. Lebih dari seribu periode seperti itu telah berlalu sejak pembentukan [[Bumi]], sehingga kemungkinan bertahan hidup bahkan untuk satu atom teknesium [[nuklida primordial|primordial]] secara efektif nol. Namun, sejumlah kecil teknesium eksis sebagai [[produk pembelahan atom|produk fisi]] spontan dalam [[bijih uranium]]. Satu kilogram uranium mengandung kira-kira 1 [[Nano-|nanogram]] (10<sup>−9</sup> g) teknesium yang setara dengan sepuluh triliun atom teknesium. Beberapa bintang [[raksasa merah]] dengan tipe spektral S-, M-, dan N memiliki garis absorpsi spektral yang menunjukkan adanya teknesium. Raksasa merah ini secara informal dikenal sebagai [[bintang teknesium]]. | Teknesium terjadi secara alami di [[kerak (geologi)|kerak]] Bumi dalam konsentrasi kecil, sekitar 0,003 [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]]. Teknesium sangatlah langka karena [[waktu paruh]] <sup>97</sup>Tc dan <sup>98</sup>Tc hanya 4,2 juta tahun. Lebih dari seribu periode seperti itu telah berlalu sejak pembentukan [[Bumi]], sehingga kemungkinan bertahan hidup bahkan untuk satu atom teknesium [[nuklida primordial|primordial]] secara efektif nol. Namun, sejumlah kecil teknesium eksis sebagai [[produk pembelahan atom|produk fisi]] spontan dalam [[bijih uranium]]. Satu kilogram uranium mengandung kira-kira 1 [[Nano-|nanogram]] (10<sup>−9</sup> g) teknesium yang setara dengan sepuluh triliun atom teknesium.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknesium&oldid=29459280 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>P. Dixon. [https://archive.org/details/analytical-chemistry_1997-05-01_69_9/page/1692 Analysis of Naturally Produced Technetium and Plutonium in Geologic Materials]. ''Analytical Chemistry''. 1997. Vol. 69 (9). hlm. 1692–1699. doi:10.1021/ac961159q.</ref><ref>D. Curtis. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc704244/ Nature's uncommon elements: plutonium and technetium]. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. 1999. Vol. 63 (2). hlm. 275. doi:10.1016/S0016-7037(98)00282-8.</ref> Beberapa bintang [[raksasa merah]] dengan tipe spektral S-, M-, dan N memiliki garis absorpsi spektral yang menunjukkan adanya teknesium.<ref>C. E. Moore. [https://archive.org/details/sim_science_1951-07-20_114_2951/page/58 Technetium in the Sun]. ''Science''. 1951. Vol. 114 (2951). hlm. 59–61. doi:10.1126/science.114.2951.59.</ref> Raksasa merah ini secara informal dikenal sebagai [[bintang teknesium]]. | ||
===Produk limbah fisi=== | ===Produk limbah fisi=== | ||
Berbeda dengan keterjadian alam yang langka, sejumlah besar teknesium-99 diproduksi setiap tahun dari [[bahan bakar nuklir bekas|batang bahan bakar nuklir bekas]], yang mengandung berbagai produk fisi. Fisi satu gram [[uranium-235]] dalam [[reaktor nuklir]] menghasilkan 27 mg teknesium-99, memberikan teknesium [[hasil produk fisi]] sebesar 6,1%. Isotop [[Bahan fisil|fisil]] lainnya menghasilkan teknesium yang serupa, seperti 4,9% dari [[uranium-233]] dan 6,21% dari [[plutonium-239]]. Diperkirakan 49.000 T[[Becquerel|Bq]] (78 [[ton metrik]]) teknesium diproduksi di dalam reaktor nuklir antara tahun 1983 hingga 1994, dan sejauh ini merupakan sumber teknesium terestrial yang dominan. Hanya sebagian kecil dari produksi ini yang digunakan secara komersial. | Berbeda dengan keterjadian alam yang langka, sejumlah besar teknesium-99 diproduksi setiap tahun dari [[bahan bakar nuklir bekas|batang bahan bakar nuklir bekas]], yang mengandung berbagai produk fisi. Fisi satu gram [[uranium-235]] dalam [[reaktor nuklir]] menghasilkan 27 mg teknesium-99, memberikan teknesium [[hasil produk fisi]] sebesar 6,1%.<ref>S. J. Rimshaw. [https://archive.org/details/encyclopediaofch00hamp The Encyclopedia of the Chemical Elements]. Reinhold Book Corporation. 1968. hlm. [https://archive.org/details/encyclopediaofch00hamp/page/689 689–693].</ref> Isotop [[Bahan fisil|fisil]] lainnya menghasilkan teknesium yang serupa, seperti 4,9% dari [[uranium-233]] dan 6,21% dari [[plutonium-239]]. Diperkirakan 49.000 T[[Becquerel|Bq]] (78 [[ton metrik]]) teknesium diproduksi di dalam reaktor nuklir antara tahun 1983 hingga 1994, dan sejauh ini merupakan sumber teknesium terestrial yang dominan.<ref>K. Yoshihara. ''Technetium and Rhenium: Their Chemistry and Its Applications''. Springer-Verlag. 1996. Vol. 176. hlm. 17–35. doi:10.1007/3-540-59469-8_2. ISBN 978-3-540-59469-7.</ref><ref>M. Garcia-Leon. [http://www.radiochem.org/paper/JN63/jn6326.pdf 99Tc in the Environment: Sources, Distribution and Methods]. ''Journal of Nuclear and Radiochemical Sciences''. 2005. Vol. 6 (3). hlm. 253–259. doi:10.14494/jnrs2000.6.3_253.</ref> Hanya sebagian kecil dari produksi ini yang digunakan secara komersial. | ||
Teknesium-99 diproduksi oleh [[fisi nuklir]] uranium-235 dan plutonium-239. Oleh karena itu, ia hadir dalam [[limbah radioaktif]] dan dalam [[luruhan nuklir]] dari ledakan [[senjata nuklir|bom fisi]]. Peluruhannya, diukur dalam [[becquerel]] per jumlah bahan bakar bekas, merupakan kontributor dominan radioaktivitas limbah nuklir setelah sekitar 10<sup>4</sup> hingga 10<sup>6</sup> tahun setelah penciptaan limbah nuklir. Dari tahun 1945 hingga 1994, sekitar 160 T[[Becquerel|Bq]] (sekitar 250 kg) teknesium-99 dilepaskan ke lingkungan selama [[uji coba nuklir]] di atmosfer. Jumlah teknesium-99 dari reaktor nuklir yang dilepaskan ke lingkungan hingga tahun 1986 adalah sekitar 1000 TBq (sekitar 1600 kg), terutama melalui [[Pemrosesan ulang nuklir|pemrosesan ulang bahan bakar nuklir]]; sebagian besar dibuang ke laut. Metode pemrosesan ulang telah mengurangi emisi sejak saat itu, tetapi pada tahun 2005 pelepasan utama teknesium-99 ke lingkungan dilakukan oleh pembangkit [[Sellafield]], yang melepaskan sekitar 550 TBq (sekitar 900 kg) dari tahun 1995 hingga 1999 ke [[Laut Irlandia]]. Sejak tahun 2000 dan seterusnya, jumlahnya dibatasi oleh peraturan menjadi 90 TBq (sekitar 140 kg) per tahun. Pembuangan teknesium ke laut mengakibatkan kontaminasi beberapa makanan laut dengan jumlah yang sangat kecil dari unsur ini. Misalnya, ikan dan [[Homarus gammarus|lobster Eropa]] dari [[Cumbria]] barat mengandung sekitar 1 Bq/kg teknesium. | Teknesium-99 diproduksi oleh [[fisi nuklir]] uranium-235 dan plutonium-239. Oleh karena itu, ia hadir dalam [[limbah radioaktif]] dan dalam [[luruhan nuklir]] dari ledakan [[senjata nuklir|bom fisi]]. Peluruhannya, diukur dalam [[becquerel]] per jumlah bahan bakar bekas, merupakan kontributor dominan radioaktivitas limbah nuklir setelah sekitar 10<sup>4</sup> hingga 10<sup>6</sup> tahun setelah penciptaan limbah nuklir.<ref>K. Yoshihara. ''Technetium and Rhenium: Their Chemistry and Its Applications''. Springer-Verlag. 1996. Vol. 176. hlm. 17–35. doi:10.1007/3-540-59469-8_2. ISBN 978-3-540-59469-7.</ref> Dari tahun 1945 hingga 1994, sekitar 160 T[[Becquerel|Bq]] (sekitar 250 kg) teknesium-99 dilepaskan ke lingkungan selama [[uji coba nuklir]] di atmosfer.<ref>K. Yoshihara. ''Technetium and Rhenium: Their Chemistry and Its Applications''. Springer-Verlag. 1996. Vol. 176. hlm. 17–35. doi:10.1007/3-540-59469-8_2. ISBN 978-3-540-59469-7.</ref><ref>G. Desmet. [https://books.google.com/books?id=QLHr-UYWoo8C&pg=PA69 Technetium in the environment]. Springer. 1986. hlm. 69. ISBN 978-0-85334-421-6.</ref> Jumlah teknesium-99 dari reaktor nuklir yang dilepaskan ke lingkungan hingga tahun 1986 adalah sekitar 1000 TBq (sekitar 1600 kg), terutama melalui [[Pemrosesan ulang nuklir|pemrosesan ulang bahan bakar nuklir]]; sebagian besar dibuang ke laut. Metode pemrosesan ulang telah mengurangi emisi sejak saat itu, tetapi pada tahun 2005 pelepasan utama teknesium-99 ke lingkungan dilakukan oleh pembangkit [[Sellafield]], yang melepaskan sekitar 550 TBq (sekitar 900 kg) dari tahun 1995 hingga 1999 ke [[Laut Irlandia]].<ref>M. Garcia-Leon. [http://www.radiochem.org/paper/JN63/jn6326.pdf 99Tc in the Environment: Sources, Distribution and Methods]. ''Journal of Nuclear and Radiochemical Sciences''. 2005. Vol. 6 (3). hlm. 253–259. doi:10.14494/jnrs2000.6.3_253.</ref> Sejak tahun 2000 dan seterusnya, jumlahnya dibatasi oleh peraturan menjadi 90 TBq (sekitar 140 kg) per tahun.<ref>K. Tagami. [https://www.jstage.jst.go.jp/article/jnrs2000/4/1/4_1_A1/_pdf Technetium-99 Behaviour in the Terrestrial Environment — Field Observations and Radiotracer Experiments]. ''Journal of Nuclear and Radiochemical Sciences''. 2003. Vol. 4. hlm. A1–A8. doi:10.14494/jnrs2000.4.a1.</ref> Pembuangan teknesium ke laut mengakibatkan kontaminasi beberapa makanan laut dengan jumlah yang sangat kecil dari unsur ini. Misalnya, ikan dan [[Homarus gammarus|lobster Eropa]] dari [[Cumbria]] barat mengandung sekitar 1 Bq/kg teknesium.<ref>P. Szefer. [https://books.google.com/books?id=zVmdln2pJxUC&pg=PA403 Mineral components in foods]. CRC Press. 2006. hlm. 403. ISBN 978-0-8493-2234-1.</ref><ref>J. D. Harrison. ''Gut transfer and doses from environmental technetium''. ''J. Radiol. Prot''. 2001. Vol. 21 (1). hlm. 9–11. doi:10.1088/0952-4746/21/1/004.</ref> | ||
===Produk fisi untuk penggunaan komersial=== | ===Produk fisi untuk penggunaan komersial=== | ||
Isotop [[Metastabilitas|metastabil]] teknesium-99m terus diproduksi sebagai [[Produk pembelahan atom|produk fisi]] dari fisi uranium atau [[plutonium]] dalam [[reaktor nuklir]]: | Isotop [[Metastabilitas|metastabil]] teknesium-99m terus diproduksi sebagai [[Produk pembelahan atom|produk fisi]] dari fisi uranium atau [[plutonium]] dalam [[reaktor nuklir]]: | ||
| Baris 101: | Baris 130: | ||
Karena bahan bakar bekas didiamkan selama beberapa tahun sebelum diproses ulang, semua molibdenum-99 dan teknesium-99m akan terurai pada saat produk fisi dipisahkan dari [[aktinida]] utama dalam [[pemrosesan ulang nuklir]] konvensional. Cairan yang tersisa setelah ekstraksi plutonium–uranium ([[PUREX]]) mengandung teknesium konsentrasi tinggi sebagai tetapi hampir semuanya adalah teknesium-99, bukan teknesium-99m. | Karena bahan bakar bekas didiamkan selama beberapa tahun sebelum diproses ulang, semua molibdenum-99 dan teknesium-99m akan terurai pada saat produk fisi dipisahkan dari [[aktinida]] utama dalam [[pemrosesan ulang nuklir]] konvensional. Cairan yang tersisa setelah ekstraksi plutonium–uranium ([[PUREX]]) mengandung teknesium konsentrasi tinggi sebagai tetapi hampir semuanya adalah teknesium-99, bukan teknesium-99m. | ||
Sebagian besar teknesium-99m yang digunakan dalam pekerjaan medis diproduksi dengan menyinari target [[Uranium yang diperkaya#Uranium yang diperkaya tinggi (HEU)|uranium yang sangat diperkaya]] khusus dalam sebuah reaktor, mengekstraksi molibdenum-99 dari target di dalam fasilitas pemrosesan ulang, dan memulihkan di pusat diagnostik teknesium-99m yang dihasilkan setelah peluruhan molibdenum-99. Molibdenum-99 dalam bentuk molibdat di[[adsorpsi]] ke dalam alumina asam () dalam [[kromatografi kolom]] [[Perlindungan radiasi#Perlindungan radiasi|berpelindung]] di dalam [[generator teknesium-99m]] ("sapi teknesium", kadang juga disebut "sapi molibdenum"). Molibdenum-99 memiliki waktu paruh 67 jam, jadi teknesium-99m yang berumur pendek (waktu paruh: 6 jam), yang dihasilkan dari peluruhannya, terus diproduksi. [[Perteknetat]] () yang larut kemudian dapat diekstraksi secara kimia dengan [[elusi]] menggunakan [[Larutan garam fisiologi|larutan garam]]. Kelemahan dari proses ini adalah membutuhkan target yang mengandung uranium-235, yang tunduk pada tindakan pengamanan bahan fisil. | Sebagian besar teknesium-99m yang digunakan dalam pekerjaan medis diproduksi dengan menyinari target [[Uranium yang diperkaya#Uranium yang diperkaya tinggi (HEU)|uranium yang sangat diperkaya]] khusus dalam sebuah reaktor, mengekstraksi molibdenum-99 dari target di dalam fasilitas pemrosesan ulang,<ref>P. W. Moore. [http://jnm.snmjournals.org/content/25/4/499.full.pdf Technetium-99 in generator systems]. ''Journal of Nuclear Medicine''. April 1984. Vol. 25 (4). hlm. 499–502.</ref> dan memulihkan di pusat diagnostik teknesium-99m yang dihasilkan setelah peluruhan molibdenum-99.<ref>''Silver coated charcoal step''.</ref><ref>Committee on Medical Isotope Production Without Highly Enriched Uranium. [https://archive.org/details/medicalisotopepr0000nati Medical Isotope Production Without Highly Enriched Uranium]. National Academies Press. 2009. hlm. vii. ISBN 978-0-309-13040-0.</ref> Molibdenum-99 dalam bentuk molibdat di[[adsorpsi]] ke dalam alumina asam () dalam [[kromatografi kolom]] [[Perlindungan radiasi#Perlindungan radiasi|berpelindung]] di dalam [[generator teknesium-99m]] ("sapi teknesium", kadang juga disebut "sapi molibdenum"). Molibdenum-99 memiliki waktu paruh 67 jam, jadi teknesium-99m yang berumur pendek (waktu paruh: 6 jam), yang dihasilkan dari peluruhannya, terus diproduksi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknesium&oldid=29459280 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Perteknetat]] () yang larut kemudian dapat diekstraksi secara kimia dengan [[elusi]] menggunakan [[Larutan garam fisiologi|larutan garam]]. Kelemahan dari proses ini adalah membutuhkan target yang mengandung uranium-235, yang tunduk pada tindakan pengamanan bahan fisil.<ref>K.-R. Lützenkirchen. [http://arq.lanl.gov/source/orgs/nmt/nmtdo/AQarchive/4thQuarter07/page1.shtml Nuclear forensics sleuths trace the origin of trafficked material]. Laboratorium Nasional Los Alamos.</ref><ref>J. L. Snelgrove. [http://www.rertr.anl.gov/MO99/JLS.pdf Development and Processing of LEU Targets for Mo-99 Production]. ''ANL.gov''. 1995.</ref> | ||
Hampir dua pertiga pasokan teknesium dunia berasal dari dua reaktor; [[Reaktor Penelitian Universal Nasional]] di [[Laboratorium Chalk River]] di Ontario, Kanada, dan [[Reaktor nuklir Petten|Reaktor Fluks Tinggi]] di [[Kelompok Penelitian dan Konsultasi Nuklir]] di Petten, Belanda. Semua reaktor utama yang menghasilkan teknesium-99m dibangun pada 1960-an dan mendekati [[Produk akhir masa pakai|akhir masa pakai]]nya. Dua reaktor [[Eksperimen Kisi Fisika Terapan Serbaguna]] Kanada yang baru direncanakan dan dibangun untuk menghasilkan 200% dari permintaan teknesium-99m, membebaskan semua produsen lain dari membangun reaktor mereka sendiri. Dengan pembatalan reaktor yang sudah diuji pada tahun 2008, pasokan teknesium-99m di masa mendatang menjadi bermasalah. | Hampir dua pertiga pasokan teknesium dunia berasal dari dua reaktor; [[Reaktor Penelitian Universal Nasional]] di [[Laboratorium Chalk River]] di Ontario, Kanada, dan [[Reaktor nuklir Petten|Reaktor Fluks Tinggi]] di [[Kelompok Penelitian dan Konsultasi Nuklir]] di Petten, Belanda. Semua reaktor utama yang menghasilkan teknesium-99m dibangun pada 1960-an dan mendekati [[Produk akhir masa pakai|akhir masa pakai]]nya. Dua reaktor [[Eksperimen Kisi Fisika Terapan Serbaguna]] Kanada yang baru direncanakan dan dibangun untuk menghasilkan 200% dari permintaan teknesium-99m, membebaskan semua produsen lain dari membangun reaktor mereka sendiri. Dengan pembatalan reaktor yang sudah diuji pada tahun 2008, pasokan teknesium-99m di masa mendatang menjadi bermasalah.<ref>Gregory S. Thomas. ''The technetium shortage''. ''Journal of Nuclear Cardiology''. 2010. Vol. 17 (6). hlm. 993–8. doi:10.1007/s12350-010-9281-8.</ref> | ||
===Pembuangan limbah=== | ===Pembuangan limbah=== | ||
Waktu paruh teknesium-99 yang panjang dan potensinya untuk membentuk spesies [[Ion#Anion dan kation|anionik]] menciptakan perhatian besar untuk [[Pengelolaan limbah radioaktif tingkat tinggi|pembuangan limbah radioaktif]] dalam jangka panjang. Banyak dari proses yang dirancang untuk menghilangkan produk fisi di pabrik pemrosesan ulang bertujuan untuk spesies [[Ion#Anion dan kation|kationik]] seperti [[sesium]] (misalnya [[sesium-137]]) dan [[stronsium]] (misalnya [[stronsium-90]]). Oleh karena itu, perteknetat lolos melalui proses tersebut. Opsi pembuangan saat ini mendukung [[Repositori geologis dalam|penguburan]] di batuan kontinental yang stabil secara geologis. Bahaya utama dari praktik semacam itu adalah kemungkinan limbah akan bersentuhan dengan air, yang dapat melepaskan kontaminasi radioaktif ke lingkungan. Perteknetat dan [[iodida]] anionik cenderung tidak teradsorpsi ke permukaan mineral, dan cenderung hanyut. Sebagai perbandingan, [[plutonium]], [[uranium]], dan [[sesium]] cenderung mengikat partikel tanah. Teknesium dapat dilumpuhkan oleh beberapa lingkungan, seperti aktivitas mikroba pada sedimen dasar danau, dan [[kimia lingkungan]] teknesium merupakan bidang penelitian aktif. | Waktu paruh teknesium-99 yang panjang dan potensinya untuk membentuk spesies [[Ion#Anion dan kation|anionik]] menciptakan perhatian besar untuk [[Pengelolaan limbah radioaktif tingkat tinggi|pembuangan limbah radioaktif]] dalam jangka panjang. Banyak dari proses yang dirancang untuk menghilangkan produk fisi di pabrik pemrosesan ulang bertujuan untuk spesies [[Ion#Anion dan kation|kationik]] seperti [[sesium]] (misalnya [[sesium-137]]) dan [[stronsium]] (misalnya [[stronsium-90]]). Oleh karena itu, perteknetat lolos melalui proses tersebut. Opsi pembuangan saat ini mendukung [[Repositori geologis dalam|penguburan]] di batuan kontinental yang stabil secara geologis. Bahaya utama dari praktik semacam itu adalah kemungkinan limbah akan bersentuhan dengan air, yang dapat melepaskan kontaminasi radioaktif ke lingkungan. Perteknetat dan [[iodida]] anionik cenderung tidak teradsorpsi ke permukaan mineral, dan cenderung hanyut. Sebagai perbandingan, [[plutonium]], [[uranium]], dan [[sesium]] cenderung mengikat partikel tanah. Teknesium dapat dilumpuhkan oleh beberapa lingkungan, seperti aktivitas mikroba pada sedimen dasar danau,<ref>Konstantin E. German. ''Bioaccumulation of Tc, Pu, and Np on Bottom Sediments in Two Types of Freshwater Lakes of the Moscow Oblast''. ''Radiochemistry''. 2003. Vol. 45 (6). hlm. 250–6. doi:10.1023/A:1026008108860.</ref> dan [[kimia lingkungan]] teknesium merupakan bidang penelitian aktif.<ref>G. Shaw. [https://books.google.com/books?id=eEeJbur_je0C&pg=PA147 Radioactivity in the terrestrial environment]. Elsevier. 2007. hlm. 147. ISBN 978-0-08-043872-6.</ref> | ||
Metode pembuangan alternatif, [[transmutasi]], telah didemonstrasikan di [[CERN]] untuk teknesium-99. Dalam proses ini, teknesium (teknesium-99 sebagai target logam) dibombardir dengan [[neutron]] untuk membentuk teknesium-100 berumur pendek (waktu paruh 16 detik) yang meluruh melalui [[peluruhan beta]] menjadi [[rutenium]]-100 yang stabil. Jika pemulihan rutenium yang dapat digunakan adalah tujuannya, diperlukan target teknesium yang sangat murni; jika jejak kecil [[aktinida minor]] seperti [[amerisium]] dan [[kurium]] ada di target, mereka cenderung mengalami fisi dan membentuk lebih banyak [[produk pembelahan atom|produk fisi]] yang meningkatkan radioaktivitas target yang disinari. Pembentukan rutenium-106 (waktu paruh 374 hari) dari 'fisi segar' kemungkinan akan meningkatkan aktivitas logam rutenium akhir, yang kemudian akan membutuhkan waktu pendinginan yang lebih lama setelah penyinaran sebelum ruthenium dapat digunakan. | Metode pembuangan alternatif, [[transmutasi]], telah didemonstrasikan di [[CERN]] untuk teknesium-99. Dalam proses ini, teknesium (teknesium-99 sebagai target logam) dibombardir dengan [[neutron]] untuk membentuk teknesium-100 berumur pendek (waktu paruh 16 detik) yang meluruh melalui [[peluruhan beta]] menjadi [[rutenium]]-100 yang stabil. Jika pemulihan rutenium yang dapat digunakan adalah tujuannya, diperlukan target teknesium yang sangat murni; jika jejak kecil [[aktinida minor]] seperti [[amerisium]] dan [[kurium]] ada di target, mereka cenderung mengalami fisi dan membentuk lebih banyak [[produk pembelahan atom|produk fisi]] yang meningkatkan radioaktivitas target yang disinari. Pembentukan rutenium-106 (waktu paruh 374 hari) dari 'fisi segar' kemungkinan akan meningkatkan aktivitas logam rutenium akhir, yang kemudian akan membutuhkan waktu pendinginan yang lebih lama setelah penyinaran sebelum ruthenium dapat digunakan.<ref>Altomare, P. [http://nepis.epa.gov/Exe/ZyPURL.cgi?Dockey=2000XT88.txt Alternative disposal concepts for high-level and transuranic radioactive waste disposal]. US Environmental Protection Agency. 1979.</ref> | ||
Pemisahan teknesium-99 sebenarnya dari bahan bakar nuklir bekas adalah proses yang panjang. Selama [[pemrosesan ulang nuklir|pemrosesan ulang bahan bakar]], ia keluar sebagai komponen cairan limbah yang sangat radioaktif. Setelah beberapa tahun, radioaktivitas berkurang ke tingkat di mana ekstraksi isotop berumur panjang, termasuk teknesium-99, menjadi layak. Serangkaian proses kimia menghasilkan logam teknesium-99 dengan kemurnian tinggi. | Pemisahan teknesium-99 sebenarnya dari bahan bakar nuklir bekas adalah proses yang panjang. Selama [[pemrosesan ulang nuklir|pemrosesan ulang bahan bakar]], ia keluar sebagai komponen cairan limbah yang sangat radioaktif. Setelah beberapa tahun, radioaktivitas berkurang ke tingkat di mana ekstraksi isotop berumur panjang, termasuk teknesium-99, menjadi layak. Serangkaian proses kimia menghasilkan logam teknesium-99 dengan kemurnian tinggi. | ||
===Aktivasi neutron=== | ===Aktivasi neutron=== | ||
[[Isotop molibdenum#Molibdenum-99|Molibdenum-99]], yang meluruh menjadi teknesium-99m, dapat dibentuk melalui [[pengaktifan neutron|aktivasi neutron]] molibdenum-98. Jika diperlukan, isotop teknesium lainnya tidak diproduksi dalam jumlah yang signifikan melalui fisi, tetapi diproduksi oleh penyinaran neutron dari isotop induk (misalnya, teknesium-97 dapat dibuat dengan penyinaran neutron dari [[Isotop rutenium#Daftar isotop|rutenium-96]]). | [[Isotop molibdenum#Molibdenum-99|Molibdenum-99]], yang meluruh menjadi teknesium-99m, dapat dibentuk melalui [[pengaktifan neutron|aktivasi neutron]] molibdenum-98.<ref>[http://www-pub.iaea.org/MTCD/publications/PDF/te_1340_web.pdf Manual for reactor produced radioisotopes]. IAEA. Januari 2003.</ref> Jika diperlukan, isotop teknesium lainnya tidak diproduksi dalam jumlah yang signifikan melalui fisi, tetapi diproduksi oleh penyinaran neutron dari isotop induk (misalnya, teknesium-97 dapat dibuat dengan penyinaran neutron dari [[Isotop rutenium#Daftar isotop|rutenium-96]]).<ref>J. J. Kelly. [https://books.google.com/books?id=mQkdSO48rDUC&pg=PA91 Effluent and environmental radiation surveillance: a symposium]. ASTM International. 1980. hlm. 91.</ref> | ||
===Akselerator partikel=== | ===Akselerator partikel=== | ||
Kelayakan produksi teknesium-99m dengan pemborbardiran proton 22 MeV terhadap target molibdenum-100 dalam [[siklotron]] medis setelah reaksi <sup>100</sup>Mo(p,2n)<sup>99m</sup>Tc didemonstrasikan pada tahun 1971. Kekurangan teknesium-99m medis baru-baru ini menghidupkan kembali minat dalam produksinya dengan pemborbardiran proton dari target molibdenum-100 yang diperkaya secara isotop (>99,5%). Teknik lainnya sedang diselidiki untuk memperoleh molibdenum-99 dari molibdenum-100 melalui reaksi (n,2n) atau (γ,n) dalam [[pemercepat partikel|akselerator partikel]]. | Kelayakan produksi teknesium-99m dengan pemborbardiran proton 22 MeV terhadap target molibdenum-100 dalam [[siklotron]] medis setelah reaksi <sup>100</sup>Mo(p,2n)<sup>99m</sup>Tc didemonstrasikan pada tahun 1971.<ref>J. E. Beaver. [http://jnm.snmjournals.org/content/12/11/739.full.pdf Production of 99m Tc on a Medical Cyclotron: a Feasibility Study]. ''Journal of Nuclear Medicine''. November 1971. Vol. 12 (11). hlm. 739–741.</ref> Kekurangan teknesium-99m medis baru-baru ini menghidupkan kembali minat dalam produksinya dengan pemborbardiran proton dari target molibdenum-100 yang diperkaya secara isotop (>99,5%).<ref>Laurence Knight. [https://www.bbc.co.uk/news/magazine-32833599 The element that can make bones glow]. BBC. 30 Mei 2015.</ref><ref>Guérin B. [http://jnm.snmjournals.org/content/51/4/13N.full.pdf Cyclotron production of 99m Tc: an approach to the medical isotope crisis]. ''Journal of Nuclear Medicine''. 2010. Vol. 51 (4). hlm. 13N–6N.</ref> Teknik lainnya sedang diselidiki untuk memperoleh molibdenum-99 dari molibdenum-100 melalui reaksi (n,2n) atau (γ,n) dalam [[pemercepat partikel|akselerator partikel]].<ref>Bernhard Scholten. [https://archive.org/details/sim_applied-radiation-and-isotopes_1999-07_51_1/page/69 Excitation functions for the cyclotron production of 99m Tc and 99 Mo]. ''Applied Radiation and Isotopes''. 25 May 1999. Vol. 51 (1). hlm. 69–80. doi:10.1016/S0969-8043(98)00153-5.</ref><ref>S. Takács. ''Evaluation of proton induced reactions on 100 Mo: New cross sections for production of 99m Tc and 99 Mo''. ''Journal of Radioanalytical and Nuclear Chemistry''. 1 January 2003. Vol. 257 (1). hlm. 195–201. doi:10.1023/A:1024790520036.</ref><ref>A. Celler. ''Theoretical modeling of yields for proton-induced reactions on natural and enriched molybdenum targets''. ''Physics in Medicine and Biology''. 2011. Vol. 56 (17). hlm. 5469–5484. doi:10.1088/0031-9155/56/17/002.</ref> | ||
==Aplikasi== | ==Aplikasi== | ||
===Kedokteran nuklir dan biologi=== | ===Kedokteran nuklir dan biologi=== | ||
[[Teknesium-99m]] ("m" menunjukkan bahwa ini adalah isomer nuklir [[Isomer nuklir#Isomer metastabil|metastabil]]) digunakan dalam [[kedokteran nuklir|tes medis]] isotop radioaktif. Misalnya, teknesium-99m adalah [[pelacak radioaktif]] yang dilacak oleh peralatan pencitraan medis di tubuh manusia.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknesium&oldid=29459280 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Laurence Knight. [https://www.bbc.co.uk/news/magazine-32833599 The element that can make bones glow]. BBC. 30 Mei 2015.</ref> Ia sangat cocok untuk peran tersebut karena memancarkan [[sinar gama]] 140 [[Elektronvolt|keV]] yang mudah dideteksi, dan waktu paruhnya adalah 6,01 jam (berarti bahwa sekitar 94% darinya meluruh menjadi teknesium-99 dalam 24 jam).<ref>S. J. Rimshaw. [https://archive.org/details/encyclopediaofch00hamp The Encyclopedia of the Chemical Elements]. Reinhold Book Corporation. 1968. hlm. [https://archive.org/details/encyclopediaofch00hamp/page/689 689–693].</ref> Kimia teknesium memungkinkannya terikat pada berbagai senyawa biokimia, yang masing-masing menentukan bagaimana teknesium dimetabolisme dan disimpan di dalam tubuh, dan isotop tunggal ini dapat digunakan untuk banyak tes diagnostik. Lebih dari 50 [[radiofarmasi]] umum didasarkan pada teknesium-99m untuk pencitraan dan studi fungsional [[otak manusia|otak]], otot [[jantung]], [[kelenjar tiroid|tiroid]], [[paru-paru]], [[hati]], [[kantong empedu]], [[ginjal]], [[rangka manusia|rangka]], [[darah]], dan [[neoplasma|tumor]]. | |||
[[Teknesium-99m]] ("m" menunjukkan bahwa ini adalah isomer nuklir [[Isomer nuklir#Isomer metastabil|metastabil]]) digunakan dalam [[kedokteran nuklir|tes medis]] isotop radioaktif. Misalnya, teknesium-99m adalah [[pelacak radioaktif]] yang dilacak oleh peralatan pencitraan medis di tubuh manusia. Ia sangat cocok untuk peran tersebut karena memancarkan [[sinar gama]] 140 [[Elektronvolt|keV]] yang mudah dideteksi, dan waktu paruhnya adalah 6,01 jam (berarti bahwa sekitar 94% darinya meluruh menjadi teknesium-99 dalam 24 jam). Kimia teknesium memungkinkannya terikat pada berbagai senyawa biokimia, yang masing-masing menentukan bagaimana teknesium dimetabolisme dan disimpan di dalam tubuh, dan isotop tunggal ini dapat digunakan untuk banyak tes diagnostik. Lebih dari 50 [[radiofarmasi]] umum didasarkan pada teknesium-99m untuk pencitraan dan studi fungsional [[otak manusia|otak]], otot [[jantung]], [[kelenjar tiroid|tiroid]], [[paru-paru]], [[hati]], [[kantong empedu]], [[ginjal]], [[rangka manusia|rangka]], [[darah]], dan [[neoplasma|tumor]]. | |||
Isotop yang berumur lebih panjang, teknesium-95m dengan waktu paruh 61 hari, digunakan sebagai [[pelacak radioaktif]] untuk mempelajari pergerakan teknesium di lingkungan serta dalam sistem tumbuhan dan hewan. | Isotop yang berumur lebih panjang, teknesium-95m dengan waktu paruh 61 hari, digunakan sebagai [[pelacak radioaktif]] untuk mempelajari pergerakan teknesium di lingkungan serta dalam sistem tumbuhan dan hewan. | ||
===Industri dan kimia=== | ===Industri dan kimia=== | ||
Teknesium-99 meluruh hampir seluruhnya melalui peluruhan beta, memancarkan partikel beta dengan energi rendah yang konsisten dan tidak disertai sinar gama. Selain itu, waktu paruhnya yang panjang berarti emisi ini berkurang sangat lambat seiring waktu. Ia juga dapat diekstraksi ke kemurnian kimia dan isotop yang tinggi dari limbah radioaktif. Untuk alasan ini, ia adalah pemancar beta standar [[Institut Standar dan Teknologi Nasional]] (NIST), dan digunakan untuk kalibrasi peralatan. Teknesium-99 juga telah diusulkan untuk perangkat optoelektronik dan [[baterai atom|baterai nuklir]] [[nanoteknologi|berskala nano]]. | Teknesium-99 meluruh hampir seluruhnya melalui peluruhan beta, memancarkan partikel beta dengan energi rendah yang konsisten dan tidak disertai sinar gama. Selain itu, waktu paruhnya yang panjang berarti emisi ini berkurang sangat lambat seiring waktu. Ia juga dapat diekstraksi ke kemurnian kimia dan isotop yang tinggi dari limbah radioaktif. Untuk alasan ini, ia adalah pemancar beta standar [[Institut Standar dan Teknologi Nasional]] (NIST), dan digunakan untuk kalibrasi peralatan. Teknesium-99 juga telah diusulkan untuk perangkat optoelektronik dan [[baterai atom|baterai nuklir]] [[nanoteknologi|berskala nano]].<ref>James S. Tulenko. [http://www.osti.gov/bridge/servlets/purl/895620-n4Nt3U/895620.PDF University Research Program in Robotics REPORT]. University of Florida. 30 November 2006. doi:10.2172/895620.</ref> | ||
Seperti [[renium]] dan [[paladium]], teknesium dapat berfungsi sebagai [[katalis]]. Dalam proses seperti [[dehidrogenasi]] [[isopropil alkohol]], ia adalah katalis yang jauh lebih efektif daripada renium atau paladium. Namun, radioaktivitasnya merupakan masalah utama dalam aplikasi katalitik yang aman. | Seperti [[renium]] dan [[paladium]], teknesium dapat berfungsi sebagai [[katalis]]. Dalam proses seperti [[dehidrogenasi]] [[isopropil alkohol]], ia adalah katalis yang jauh lebih efektif daripada renium atau paladium. Namun, radioaktivitasnya merupakan masalah utama dalam aplikasi katalitik yang aman. | ||
Ketika baja direndam dalam air, menambahkan sedikit konsentrasi (55 [[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]]) kalium perteknetat(VII) ke dalam air akan melindungi [[baja]] dari korosi, bahkan jika suhu dinaikkan menjadi . Untuk alasan ini, perteknetat telah digunakan sebagai penghambat [[korosi]] anodik untuk baja, meskipun radioaktivitas teknesium menimbulkan masalah yang membatasi aplikasi ini pada sistem mandiri. Walaupun (misalnya) juga dapat menghambat korosi, ia membutuhkan konsentrasi sepuluh kali lebih tinggi. Dalam satu percobaan, spesimen baja karbon disimpan dalam larutan berair perteknetat selama 20 tahun dan masih belum berkarat. Mekanisme perteknetat mencegah korosi tidak dipahami dengan baik, tetapi tampaknya melibatkan pembentukan reversibel dari lapisan permukaan tipis ([[pasivasi (kimia)|pasivasi]]). Satu teori berpendapat bahwa perteknetat bereaksi dengan permukaan baja untuk membentuk lapisan teknesium [[oksida|dioksida]] yang mencegah korosi lebih lanjut; efek yang sama menjelaskan bagaimana bubuk besi dapat digunakan untuk menghilangkan perteknetat dari air. Efeknya menghilang dengan cepat jika konsentrasi perteknetat turun di bawah konsentrasi minimum atau jika konsentrasi ion lain yang terlalu tinggi ditambahkan. | Ketika baja direndam dalam air, menambahkan sedikit konsentrasi (55 [[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]]) kalium perteknetat(VII) ke dalam air akan melindungi [[baja]] dari korosi, bahkan jika suhu dinaikkan menjadi . Untuk alasan ini, perteknetat telah digunakan sebagai penghambat [[korosi]] anodik untuk baja, meskipun radioaktivitas teknesium menimbulkan masalah yang membatasi aplikasi ini pada sistem mandiri.<ref>[https://www.epa.gov/sites/production/files/2015-05/documents/402-b-04-001b-14-final.pdf EPA: 402-b-04-001b-14-final]. US Environmental Protection Agency. Juli 2004.</ref> Walaupun (misalnya) juga dapat menghambat korosi, ia membutuhkan konsentrasi sepuluh kali lebih tinggi. Dalam satu percobaan, spesimen baja karbon disimpan dalam larutan berair perteknetat selama 20 tahun dan masih belum berkarat. Mekanisme perteknetat mencegah korosi tidak dipahami dengan baik, tetapi tampaknya melibatkan pembentukan reversibel dari lapisan permukaan tipis ([[pasivasi (kimia)|pasivasi]]). Satu teori berpendapat bahwa perteknetat bereaksi dengan permukaan baja untuk membentuk lapisan teknesium [[oksida|dioksida]] yang mencegah korosi lebih lanjut; efek yang sama menjelaskan bagaimana bubuk besi dapat digunakan untuk menghilangkan perteknetat dari air. Efeknya menghilang dengan cepat jika konsentrasi perteknetat turun di bawah konsentrasi minimum atau jika konsentrasi ion lain yang terlalu tinggi ditambahkan. | ||
Sebagaimana dicatat, sifat radioaktif teknesium (3 MBq/L pada konsentrasi yang dibutuhkan) membuat perlindungan korosi ini tidak praktis di hampir semua situasi. Namun demikian, perlindungan korosi oleh ion perteknetat diusulkan (tapi tidak pernah diadopsi) untuk digunakan dalam [[reaktor air didih|reaktor air mendidih]]. | Sebagaimana dicatat, sifat radioaktif teknesium (3 MBq/L pada konsentrasi yang dibutuhkan) membuat perlindungan korosi ini tidak praktis di hampir semua situasi. Namun demikian, perlindungan korosi oleh ion perteknetat diusulkan (tapi tidak pernah diadopsi) untuk digunakan dalam [[reaktor air didih|reaktor air mendidih]]. | ||
==Pencegahan== | ==Pencegahan== | ||
Teknesium tidak memainkan peran biologis alami dan biasanya tidak ditemukan dalam tubuh manusia. Teknesium diproduksi dalam jumlah banyak melalui fisi nuklir, dan menyebar lebih mudah daripada banyak [[radionuklida]] lain. Ia tampaknya memiliki toksisitas kimia yang rendah. Misalnya, tidak ada perubahan signifikan dalam formula darah, berat badan dan organ, dan konsumsi makanan yang dapat dideteksi untuk tikus yang menelan hingga 15 µg teknesium-99 per gram makanan selama beberapa minggu. Di dalam tubuh, teknesium dengan cepat diubah menjadi ion yang stabil, yang sangat larut dalam air dan diekskresikan dengan cepat. [[Toksisitas]] radiologis teknesium (per satuan massa) adalah fungsi senyawa, jenis radiasi untuk isotop dan waktu paruh isotop yang bersangkutan. | Teknesium tidak memainkan peran biologis alami dan biasanya tidak ditemukan dalam tubuh manusia. Teknesium diproduksi dalam jumlah banyak melalui fisi nuklir, dan menyebar lebih mudah daripada banyak [[radionuklida]] lain. Ia tampaknya memiliki toksisitas kimia yang rendah. Misalnya, tidak ada perubahan signifikan dalam formula darah, berat badan dan organ, dan konsumsi makanan yang dapat dideteksi untuk tikus yang menelan hingga 15 µg teknesium-99 per gram makanan selama beberapa minggu.<ref>Desmet, G. [https://books.google.com/books?id=QLHr-UYWoo8C&pg=PA392 Technetium in the environment]. Springer. 1986. hlm. 392–395. ISBN 978-0-85334-421-6.</ref> Di dalam tubuh, teknesium dengan cepat diubah menjadi ion yang stabil, yang sangat larut dalam air dan diekskresikan dengan cepat. [[Toksisitas]] radiologis teknesium (per satuan massa) adalah fungsi senyawa, jenis radiasi untuk isotop dan waktu paruh isotop yang bersangkutan. | ||
Semua isotop teknesium harus ditangani dengan hati-hati. Isotop yang paling umum, teknesium-99, adalah pemancar beta yang lemah; radiasi tersebut dihentikan oleh dinding peralatan kaca laboratorium. Bahaya utama saat bekerja dengan teknesium adalah menghirup debu; [[Pencemaran radioaktif|kontaminasi radioaktif]] semacam itu pada paru-paru dapat menimbulkan risiko kanker yang signifikan. Untuk sebagian besar pekerjaan, penanganan yang hati-hati dalam [[sungkup asap]] sudah cukup, dan [[kotak sarung tangan]] tidak diperlukan. | Semua isotop teknesium harus ditangani dengan hati-hati. Isotop yang paling umum, teknesium-99, adalah pemancar beta yang lemah; radiasi tersebut dihentikan oleh dinding peralatan kaca laboratorium. Bahaya utama saat bekerja dengan teknesium adalah menghirup debu; [[Pencemaran radioaktif|kontaminasi radioaktif]] semacam itu pada paru-paru dapat menimbulkan risiko kanker yang signifikan. Untuk sebagian besar pekerjaan, penanganan yang hati-hati dalam [[sungkup asap]] sudah cukup, dan [[kotak sarung tangan]] tidak diperlukan. | ||
==Catatan== | ==Catatan== | ||
==Bibliografi== | ==Bibliografi== | ||
* | |||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | |||
==Bacaan lebih lanjut== | ==Bacaan lebih lanjut== | ||
* | |||
* | |||
* | * | ||
* | * | ||
* | |||
* | |||
* [http://environmentalchemistry.com/yogi/periodic/Tc.html EnvironmentalChemistry.com – Technetium] | * [http://environmentalchemistry.com/yogi/periodic/Tc.html EnvironmentalChemistry.com – Technetium] | ||
* [http://www.nndc.bnl.gov/nudat2/index.jsp Nudat 2] nuclide chart from the National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory | * [http://www.nndc.bnl.gov/nudat2/index.jsp Nudat 2] nuclide chart from the National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* [http://www.periodicvideos.com/videos/043.htm Teknesium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | * [http://www.periodicvideos.com/videos/043.htm Teknesium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknesium&oldid=29459280 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29459280 (2026-07-14T21:28:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 22.57

Teknesium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Tc dan nomor atom 43. Ia adalah unsur paling ringan yang semua isotopnya bersifat radioaktif. Semua teknesium yang tersedia diproduksi sebagai unsur sintetis. Teknesium alami adalah produk fisi spontan dalam bijih uranium dan bijih torium, sumbernya yang paling umum, atau produk penangkapan neutron dalam bijih molibdenum. Logam transisi kristalin berwarna abu-abu keperakan ini berada di antara mangan dan renium pada golongan 7 tabel periodik, dan sifat kimianya merupakan intermediat antara kedua unsur yang berdekatan. Isotop alami yang paling umum adalah 99Tc, hanya dalam jumlah renik.
Banyak sifat teknesium telah diprediksi oleh Dmitri Mendeleev sebelum ia ditemukan. Mendeleev menyadari bahwa ada celah dalam tabel periodiknya dan memberi unsur yang belum ditemukan itu nama sementara ekamangan (Em). Pada tahun 1937, teknesium (khususnya isotop teknesium-97) menjadi unsur buatan pertama yang diproduksi, sehingga menjadi asal namanya (dari bahasa Yunani , technetos, dari techne, seperti dalam "kerajinan", "seni" dan memiliki arti "buatan", +
Satu isomer nuklir pemancar sinar gama berumur pendek, teknesium-99m, digunakan dalam kedokteran nuklir untuk berbagai macam tes, seperti diagnosis kanker tulang. Keadaan dasar nuklida itu, teknesium-99, digunakan sebagai sumber partikel beta bebas sinar gama. Isotop teknesium berumur panjang yang diproduksi secara komersial adalah produk sampingan dari fisi uranium-235 dalam reaktor nuklir dan diekstraksi dari batang bahan bakar nuklir. Karena isotop teknesium yang paling lama hidup pun memiliki waktu paruh yang relatif singkat (4,21 juta tahun), deteksi teknesium dalam raksasa merah pada tahun 1952 membantu membuktikan bahwa bintang dapat menghasilkan unsur yang lebih berat.
Sejarah
Pencarian unsur 43
Dari tahun 1860-an hingga 1871, bentuk awal tabel periodik yang diusulkan oleh Dmitri Mendeleev berisi celah antara molibdenum (unsur 42) dan rutenium (unsur 44). Pada tahun 1871, Mendeleev meramalkan unsur yang hilang ini akan menempati tempat kosong di bawah mangan dan memiliki sifat kimia yang serupa. Mendeleev memberinya nama sementara ekamangan (dari eka-, kata Sanskerta untuk "satu") karena unsur yang diprediksi ini berada satu tingkat di bawah unsur mangan yang telah diketahui.[1]
Misidentifikasi awal
Banyak peneliti awal, baik sebelum maupun sesudah tabel periodik diterbitkan, sangat ingin menjadi yang pertama menemukan dan menamai unsur yang hilang tersebut. Lokasinya di tabel periodik membuatnya seperti lebih mudah ditemukan daripada unsur lain yang belum ditemukan.
| Tahun | Pengklaim | Nama yang disarankan | Bahan sebenarnya |
|---|---|---|---|
| 1828 | Gottfried Osann | Polinium | Iridium |
| 1846 | R. Hermann | Ilmenium | Paduan niobium–tantalum |
| 1847 | Heinrich Rose | Pelopium[2] | Paduan niobium–tantalum |
| 1877 | Serge Kern | Davyum | Paduan iridium–rodium–besi |
| 1896 | Prosper Barrière | Lucium | Itrium |
| 1908 | Masataka Ogawa | Nipponium | Mungin renium, yang merupakan dwi-mangan yang belum diketahui,[3] meskipun buktinya tidak cukup meyakinkan[4] |
Hasil yang tak dapat direproduksi
Kimiawan Jerman Walter Noddack, Otto Berg, dan Ida Tacke melaporkan penemuan unsur 75 dan unsur 43 pada tahun 1925, dan menamai unsur 43 dengan masurium (dari Masuria di Prusia timur, sekarang di Polandia, wilayah asal keluarga Walter Noddack).[5] Nama ini menimbulkan kebencian yang signifikan dalam komunitas ilmiah, karena diartikan mengacu pada kemenangan tentara Jerman atas tentara Rusia di wilayah Masuria selama Perang Dunia I; karena Noddack tetap dalam posisi akademis mereka saat Nazi berkuasa, kecurigaan dan permusuhan terhadap klaim mereka atas penemuan unsur 43 terus berlanjut.[6] Grup tersebut membombardir kolumbit dengan seberkas elektron dan menyimpulkan bahwa unsur 43 hadir dengan memeriksa spektogram emisi sinar-X mereka. Panjang gelombang sinar-X yang dihasilkan dikaitkan dengan nomor atom dengan sebuah rumus yang diturunkan oleh Henry Moseley pada tahun 1913. Grup itu mengklaim telah mendeteksi sinyal sinar-X yang samar pada panjang gelombang yang dihasilkan oleh unsur 43. Eksperimen selanjutnya tidak dapat mereplikasi penemuan tersebut, dan eksperimen itu diberhentikan sebagai kesalahan.[7][8] Namun, pada tahun 1933, serangkaian artikel tentang penemuan unsur mengutip nama masurium untuk unsur 43.[9] Beberapa upaya yang lebih baru telah dilakukan untuk merehabilitasi klaim Noddacks, tetapi mereka dibantah oleh studi Paul Kuroda tentang jumlah teknesium yang bisa saja ada dalam bijih yang mereka pelajari: tidak mungkin melebihi 3 × 10−11 μg/kg bijih, dan karenanya tidak terdeteksi oleh metode Noddacks.[10][11]
Penemuan resmi dan sejarah selanjutnya
Penemuan unsur 43 akhirnya dikonfirmasi dalam sebuah eksperimen tahun 1937 di Universitas Palermo di Sisilia oleh Carlo Perrier dan Emilio Segrè.[12] Pada pertengahan 1936, Segrè mengunjungi Amerika Serikat, pertama ke Universitas Columbia di New York dan kemudian ke Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley di California. Dia membujuk penemu siklotron Ernest Lawrence untuk membiarkan dia mengambil kembali beberapa bagian siklotron bekas yang telah menjadi radioaktif. Lawrence mengirimkannya foil molibdenum yang telah menjadi bagian dari deflektor pada siklotron.[13]
Segrè meminta rekannya Perrier untuk mencoba membuktikan, melalui kimia komparatif, bahwa aktivitas molibdenum memang berasal dari unsur dengan nomor atom 43. Pada tahun 1937, mereka berhasil mengisolasi isotop teknesium-95m dan teknesium-97.[14][15] Pejabat Universitas Palermo ingin mereka menamai penemuan mereka dengan "panormium", dari nama Latin Palermo, Panormus. Pada tahun 1947[16] unsur 43 dinamai dari kata Yunani τεχνητός, yang berarti "buatan", karena ia merupakan unsur pertama yang diproduksi secara artifisial.[17][18] Segrè kembali ke Berkeley dan bertemu Glenn T. Seaborg. Mereka mengisolasi isotop metastabil teknesium-99m, yang sekarang digunakan dalam sekitar sepuluh juta prosedur diagnostik medis setiap tahun.[19]
Pada tahun 1952, astronom Paul W. Merrill di California mendeteksi tanda spektrum teknesium (khususnya panjang gelombang 403,1 nm, 423,8 nm, 426,2 nm, dan 429,7 nm) dalam cahaya dari raksasa merah tipe S.[20] Bintang-bintang itu mendekati akhir hayat mereka tetapi kaya akan unsur berumur pendek, yang menunjukkan bahwa unsur ini diproduksi dalam bintang melalui reaksi nuklir. Bukti tersebut memperkuat hipotesis bahwa unsur yang lebih berat merupakan produk nukleosintesis dalam bintang.[21] Baru-baru ini, pengamatan semacam itu memberikan bukti bahwa unsur-unsur dibentuk oleh penangkapan neutron dalam proses s.[22]
Sejak penemuan itu, ada banyak pencarian bahan terestrial untuk sumber alami teknesium. Pada tahun 1962, teknesium-99 diisolasi dan diidentifikasi dalam bijih-bijih uranium dari Kongo Belgia dalam jumlah yang sangat kecil (sekitar 0,2 ng/kg),[23] yang berasal dari produk fisi spontan uranium-238. Reaktor fisi nuklir alami Oklo berisi bukti bahwa sejumlah besar teknesium-99 telah diproduksi dan sejak saat itu telah meluruh menjadi rutenium-99.[24]
Karakteristik
Sifat fisik
Teknesium adalah logam radioaktif berwarna abu-abu keperakan dengan penampilan yang mirip dengan platina, biasanya diperoleh sebagai bubuk abu-abu. Struktur kristal logam teknesium murni curah berbentuk susunan padat heksagon, dan struktur kristal logam teknesium murni nanodispersi berbentuk kubik. Teknesium nanodispersi tidak memiliki spektrum NMR terpisah, sedangkan teknesium curah heksagon memiliki spektrum Tc-99-NMR yang terbagi dalam 9 satelit.[25] Atom teknesium memiliki karakteristik garis emisi pada panjang gelombang 363,3 nm, 403,1 nm, 426,2 nm, 429,7 nm, dan 485,3 nm.[26]
Bentuk logam teknesium sedikit paramagnetik, yang berarti dipol magnetnya sejajar dengan medan magnet luar, tetapi akan mengambil orientasi acak setelah medan dihilangkan.[27] Teknesium murni, metalik, berkristal tunggal akan menjadi superkonduktor tipe II pada suhu di bawah 7,46 K. Di bawah suhu ini, teknesium memiliki kedalaman penetrasi magnet yang sangat tinggi, lebih besar daripada unsur lain kecuali niobium.[28]
Sifat kimia
Teknesium terletak di golongan ketujuh tabel periodik, antara mangan dan renium. Seperti yang diprediksi oleh hukum periodik, sifat kimianya berada di antara kedua unsur tersebut. Dari keduanya, teknesium lebih mirip renium, terutama dalam kelengaian kimianya dan kecenderungan untuk membentuk ikatan kovalen. Hal ini konsisten dengan kecenderungan unsur periode 5 untuk lebih menyerupai pasangannya pada periode 6 daripada periode 4 karena kontraksi lantanida. Tidak seperti mangan, teknesium tidak mudah membentuk kation (ion dengan muatan positif bersih). Teknesium menunjukkan sembilan keadaan oksidasi dari −1 hingga +7, dengan +4, +5, dan +7 menjadi yang paling umum.[29] Teknesium larut dalam air raja, asam nitrat, dan asam sulfat pekat, tetapi tidak larut dalam asam klorida dengan konsentrasi apa pun.
Teknesium metalik perlahan ternoda di udara lembap[30] dan, dalam bentuk bubuk, terbakar dalam oksigen.
Teknesium dapat mengatalisasi penghancuran hidrazina oleh asam nitrat, dan sifat ini disebabkan oleh banyaknya valensi.[31] Hal ini menyebabkan masalah dalam pemisahan plutonium dari uranium dalam pemrosesan bahan bakar nuklir, di mana hidrazina digunakan sebagai reduktor pelindung untuk menjaga plutonium dalam keadaan trivalen daripada tetravalen yang lebih stabil. Masalah ini diperburuk oleh ekstraksi pelarut teknesium dan zirkonium yang saling ditingkatkan pada tahap sebelumnya,[32] dan memerlukan modifikasi proses.
Senyawa
Perteknetat dan turunannya
Bentuk paling lazim dari teknesium yang mudah diakses adalah natrium perteknetat, Na[TcO4]. Sebagian besar material ini diproduksi oleh peluruhan radioaktif dari [99MoO4]2−:[33]
- [99MoO4]2− → [99mTcO4]− + e−
Perteknetat (tetroksidoteknetat) berperilaku analog dengan perklorat, dimana keduanya tetrahedron. Tidak seperti permanganat (), ia hanyalah sebuah oksidator lemah.
Senyawa lain yang terkait dengan perteknetat adalah teknesium heptoksida. Padatan berwarna kuning pucat dan volatil ini dihasilkan oleh oksidasi logam Tc dan prekursor terkait:
- 4 Tc + 7 O2 → 2 Tc2O7
Ia adalah oksida logam molekuler, analog dengan mangan heptoksida. Ia mengadopsi struktur sentrosimetri dengan dua jenis ikatan Tc−O dengan panjang ikatan 167 dan 184 pm.[34]
Teknesium heptoksida terhidrolisis menjadi perteknetat dan asam perteknetat, bergantung pada pH:[35]
- Tc2O7 + 2 OH− → 2 TcO4− + H2O
- Tc2O7 + H2O → 2 HTcO4
HTcO4 adalah asam kuat. Dalam asam sulfat pekat, [TcO4]− berubah menjadi bentuk oktahedron TcO3(OH)(H2O)2, basa konjugat dari kompleks triakuo [TcO3(H2O)3]+ hipotetis.[36]
Turunan kalkogenida lainnya
Teknesium dapat membentuk dioksida, disulfida, diselenida, dan ditelurida. Bentuk Tc2S7 yang tak jelas terbentuk saat mengolah perteknetat dengan hidrogen sulfida. Ia secara termal terurai menjadi disulfida dan belerang elemental. Demikian pula dioksidanya dapat diproduksi dengan reduksi Tc2O7.
Berbeda dengan renium, trioksida belum diisolasi untuk teknesium. Namun, TcO3 telah diidentifikasi dalam fase gas menggunakan spektrometri massa.[37]
Kompleks hidrida dan halida sederhana
Teknesium membentuk kompleks sederhana . Garam kaliumnya bersifat isostruktural dengan kalium nonahidridorenat.
Biner (hanya mengandung dua unsur) teknesium halida berikut telah diketahui: TcF6, TcF5, TcCl4, TcBr4, TcBr3, α-TcCl3, β-TcCl3, TcI3, α-TcCl2, dan β-TcCl2. Keadaan oksidasinya berkisar dari Tc(VI) hingga Tc(II). Teknesium halida menunjukkan jenis struktur yang berbeda, seperti kompleks oktahedral molekuler, rantai panjang, lembaran berlapis, dan gugus logam yang tersusun dalam jaringan tiga dimensi.[38][39] Senyawa ini diproduksi dengan menggabungkan teknesium dan halogen atau dengan reaksi yang kurang langsung.
TcCl4 diperoleh dengan klorinasi logam Tc atau Tc2O7. Setelah dipanaskan, TcCl4 menghasilkan Tc(III) dan Tc(II) klorida yang sesuai.[40]
- TcCl4 → α-TcCl3 + 1/2 Cl2
- TcCl3 → β-TcCl2 + 1/2 Cl2
Struktur TcCl4 terdiri dari rantai zigzag tak terbatas dari oktahedra TcCl6 yang berbagi tepi. Ia bersifat isomorf dengan tetraklorida logam transisi dari zirkonium, hafnium, dan platina.[41]
Ada dua polimorf teknesium triklorida, α- dan β-TcCl3. Polimorf α juga dilambangkan sebagai Tc3Cl9. Ia mengadopsi struktur bioktahedron konfasial.[42] Ia dibuat dengan mereaksikan kloro-asetat Tc2(O2CCH3)4Cl2 dengan HCl. Seperti Re3Cl9, struktur polimorf α terdiri dari segitiga dengan jarak M-M yang pendek. β-TcCl3 menampilkan pusat Tc oktahedron, yang disusun berpasangan, seperti yang terlihat juga untuk molibdenum triklorida. TcBr3 tidak mengadopsi struktur dari salah satu fase triklorida. Sebaliknya, ia memiliki struktur molibdenum tribromida, terdiri dari rantai oktahedra konfasial dengan kontak Tc—Tc pendek dan panjang yang bergantian. TcI3 memiliki struktur yang sama dengan fase suhu tinggi dari TiI3, menampilkan rantai oktahedra konfasial dengan kontak Tc—Tc yang sama.[43]
Beberapa teknesium halida anionik telah diketahui. Tetrahalida biner dapat dikonversi menjadi heksahalida [TcX6]2− (X = F, Cl, Br, I), yang mengadopsi geometri molekul oktahedron.[44] Lebih banyak halida tereduksi membentuk kluster anionik dengan ikatan Tc–Tc. Situasi ini serupa untuk unsur terkait seperti Mo, W, Re. Gugus ini memiliki nukliritas Tc4, Tc6, Tc8, dan Tc13. Gugus Tc6 dan Tc8 yang lebih stabil memiliki bentuk prisma di mana pasangan vertikal atom Tc dihubungkan dengan ikatan rangkap tiga dan atom planar dengan ikatan tunggal. Setiap atom teknesium membuat enam ikatan, dan elektron valensi yang tersisa dapat dijenuhkan oleh satu aksial dan atom halogen penghubung ligan seperti klorin atau bromin.[45]
Kompleks koordinasi dan organologam
Teknesium membentuk berbagai kompleks koordinasi dengan ligan organik. Banyak dari mereka yang telah diteliti dengan baik karena relevansinya dengan kedokteran nuklir.[46]
Teknesium membentuk berbagai senyawa dengan ikatan Tc–C, yaitu kompleks organoteknesium. Anggota yang menonjol dari kelas ini adalah kompleks dengan ligan CO, arena, dan siklopentadienil.[47] Karbonil biner Tc2(CO)10 is adalah padatan putih yang volatil.[48] Dalam molekul ini, dua atom teknesium terikat satu sama lain; setiap atom dikelilingi oleh oktahedra dari lima ligan karbonil. Panjang ikatan antara atom-atom teknesium, 303 pm,[49][50] jauh lebih besar daripada jarak antara dua atom dalam logam teknesium (272 pm). Karbonil serupa dibentuk oleh kongener teknesium, mangan, dan renium. Ketertarikan pada senyawa organoteknesium juga dimotivasi oleh aplikasi dalam kedokteran nuklir.[51] Teknesium juga membentuk kompleks akuo-karbonil, salah satu kompleks yang menonjol adalah [Tc(CO)3(H2O)3]+, yang tidak biasa bila dibandingkan dengan karbonil logam lainnya.[52]
Isotop
Teknesium, dengan nomor atom Z = 43, adalah unsur dengan nomor terendah dalam tabel periodik yang semua isotopnya bersifat radioaktif. Unsur radioaktif eksklusif teringan kedua, prometium, memiliki nomor atom 61.[53] Inti atom dengan jumlah proton ganjil lebih tidak stabil dibandingkan inti atom dengan jumlah genap, meskipun jumlah total nukleonnya (proton + neutron) genap,[54] dan unsur bernomor ganjil memiliki lebih sedikit isotop stabil.
Isotop radioaktif teknesium yang paling stabil adalah teknesium-97 dengan waktu paruh 4,21 juta tahun, teknesium-98 dengan 4,2 juta tahun, dan teknesium-99 dengan 211.100 tahun. Tiga puluh radioisotop lainnya telah dikarakterisasi dengan nomor massa berkisar antara 85 hingga 118.[55] Sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari satu jam, kecuali teknesium-93 (2,73 jam), teknesium-94 (4,88 jam), teknesium-95 (20 jam), dan teknesium-96 (4,3 hari).[56]
Mode peluruhan utama untuk isotop yang lebih ringan dari teknesium-98 (98Tc) adalah penangkapan elektron, menghasilkan molibdenum (Z = 42).[57] Untuk teknesium-98 dan isotop yang lebih berat, mode utamanya adalah emisi beta (emisi elektron atau positron), menghasilkan rutenium (Z = 44), dengan pengecualian bahwa teknesium-100 dapat meluruh baik melalui emisi beta maupun penangkapan elektron.[58][59]
Teknesium juga memiliki banyak isomer nuklir, yang merupakan isotop dengan satu atau lebih nukleon tereksitasi. Teknesium-97m (97mTc; "m" adalah singkatan dari metastabilitas) adalah yang paling stabil, dengan waktu paruh 91 hari dan energi eksitasi 0,0965 MeV.[60] Ini diikuti oleh teknesium-95m (61 hari, 0,03 MeV), dan teknesium-99m (6,01 jam, 0,142 MeV).[61] Teknesium-99m hanya memancarkan sinar gama dan meluruh menjadi teknesium-99.[62]
Teknesium-99 (99Tc) adalah produk utama dari fisi uranium-235 (235U), menjadikannya isotop teknesium yang paling umum dan paling tersedia. Satu gram teknesium-99 menghasilkan 6,2×108 disintegrasi per detik (dengan kata lain, aktivitas spesifik 99Tc adalah 0,62 GBq/g).[63]
Keterjadian dan produksi
Teknesium terjadi secara alami di kerak Bumi dalam konsentrasi kecil, sekitar 0,003 bagian per triliun. Teknesium sangatlah langka karena waktu paruh 97Tc dan 98Tc hanya 4,2 juta tahun. Lebih dari seribu periode seperti itu telah berlalu sejak pembentukan Bumi, sehingga kemungkinan bertahan hidup bahkan untuk satu atom teknesium primordial secara efektif nol. Namun, sejumlah kecil teknesium eksis sebagai produk fisi spontan dalam bijih uranium. Satu kilogram uranium mengandung kira-kira 1 nanogram (10−9 g) teknesium yang setara dengan sepuluh triliun atom teknesium.[64][65][66] Beberapa bintang raksasa merah dengan tipe spektral S-, M-, dan N memiliki garis absorpsi spektral yang menunjukkan adanya teknesium.[67] Raksasa merah ini secara informal dikenal sebagai bintang teknesium.
Produk limbah fisi
Berbeda dengan keterjadian alam yang langka, sejumlah besar teknesium-99 diproduksi setiap tahun dari batang bahan bakar nuklir bekas, yang mengandung berbagai produk fisi. Fisi satu gram uranium-235 dalam reaktor nuklir menghasilkan 27 mg teknesium-99, memberikan teknesium hasil produk fisi sebesar 6,1%.[68] Isotop fisil lainnya menghasilkan teknesium yang serupa, seperti 4,9% dari uranium-233 dan 6,21% dari plutonium-239. Diperkirakan 49.000 TBq (78 ton metrik) teknesium diproduksi di dalam reaktor nuklir antara tahun 1983 hingga 1994, dan sejauh ini merupakan sumber teknesium terestrial yang dominan.[69][70] Hanya sebagian kecil dari produksi ini yang digunakan secara komersial.
Teknesium-99 diproduksi oleh fisi nuklir uranium-235 dan plutonium-239. Oleh karena itu, ia hadir dalam limbah radioaktif dan dalam luruhan nuklir dari ledakan bom fisi. Peluruhannya, diukur dalam becquerel per jumlah bahan bakar bekas, merupakan kontributor dominan radioaktivitas limbah nuklir setelah sekitar 104 hingga 106 tahun setelah penciptaan limbah nuklir.[71] Dari tahun 1945 hingga 1994, sekitar 160 TBq (sekitar 250 kg) teknesium-99 dilepaskan ke lingkungan selama uji coba nuklir di atmosfer.[72][73] Jumlah teknesium-99 dari reaktor nuklir yang dilepaskan ke lingkungan hingga tahun 1986 adalah sekitar 1000 TBq (sekitar 1600 kg), terutama melalui pemrosesan ulang bahan bakar nuklir; sebagian besar dibuang ke laut. Metode pemrosesan ulang telah mengurangi emisi sejak saat itu, tetapi pada tahun 2005 pelepasan utama teknesium-99 ke lingkungan dilakukan oleh pembangkit Sellafield, yang melepaskan sekitar 550 TBq (sekitar 900 kg) dari tahun 1995 hingga 1999 ke Laut Irlandia.[74] Sejak tahun 2000 dan seterusnya, jumlahnya dibatasi oleh peraturan menjadi 90 TBq (sekitar 140 kg) per tahun.[75] Pembuangan teknesium ke laut mengakibatkan kontaminasi beberapa makanan laut dengan jumlah yang sangat kecil dari unsur ini. Misalnya, ikan dan lobster Eropa dari Cumbria barat mengandung sekitar 1 Bq/kg teknesium.[76][77]
Produk fisi untuk penggunaan komersial
Isotop metastabil teknesium-99m terus diproduksi sebagai produk fisi dari fisi uranium atau plutonium dalam reaktor nuklir:
Karena bahan bakar bekas didiamkan selama beberapa tahun sebelum diproses ulang, semua molibdenum-99 dan teknesium-99m akan terurai pada saat produk fisi dipisahkan dari aktinida utama dalam pemrosesan ulang nuklir konvensional. Cairan yang tersisa setelah ekstraksi plutonium–uranium (PUREX) mengandung teknesium konsentrasi tinggi sebagai tetapi hampir semuanya adalah teknesium-99, bukan teknesium-99m.
Sebagian besar teknesium-99m yang digunakan dalam pekerjaan medis diproduksi dengan menyinari target uranium yang sangat diperkaya khusus dalam sebuah reaktor, mengekstraksi molibdenum-99 dari target di dalam fasilitas pemrosesan ulang,[78] dan memulihkan di pusat diagnostik teknesium-99m yang dihasilkan setelah peluruhan molibdenum-99.[79][80] Molibdenum-99 dalam bentuk molibdat diadsorpsi ke dalam alumina asam () dalam kromatografi kolom berpelindung di dalam generator teknesium-99m ("sapi teknesium", kadang juga disebut "sapi molibdenum"). Molibdenum-99 memiliki waktu paruh 67 jam, jadi teknesium-99m yang berumur pendek (waktu paruh: 6 jam), yang dihasilkan dari peluruhannya, terus diproduksi.[81] Perteknetat () yang larut kemudian dapat diekstraksi secara kimia dengan elusi menggunakan larutan garam. Kelemahan dari proses ini adalah membutuhkan target yang mengandung uranium-235, yang tunduk pada tindakan pengamanan bahan fisil.[82][83]
Hampir dua pertiga pasokan teknesium dunia berasal dari dua reaktor; Reaktor Penelitian Universal Nasional di Laboratorium Chalk River di Ontario, Kanada, dan Reaktor Fluks Tinggi di Kelompok Penelitian dan Konsultasi Nuklir di Petten, Belanda. Semua reaktor utama yang menghasilkan teknesium-99m dibangun pada 1960-an dan mendekati akhir masa pakainya. Dua reaktor Eksperimen Kisi Fisika Terapan Serbaguna Kanada yang baru direncanakan dan dibangun untuk menghasilkan 200% dari permintaan teknesium-99m, membebaskan semua produsen lain dari membangun reaktor mereka sendiri. Dengan pembatalan reaktor yang sudah diuji pada tahun 2008, pasokan teknesium-99m di masa mendatang menjadi bermasalah.[84]
Pembuangan limbah
Waktu paruh teknesium-99 yang panjang dan potensinya untuk membentuk spesies anionik menciptakan perhatian besar untuk pembuangan limbah radioaktif dalam jangka panjang. Banyak dari proses yang dirancang untuk menghilangkan produk fisi di pabrik pemrosesan ulang bertujuan untuk spesies kationik seperti sesium (misalnya sesium-137) dan stronsium (misalnya stronsium-90). Oleh karena itu, perteknetat lolos melalui proses tersebut. Opsi pembuangan saat ini mendukung penguburan di batuan kontinental yang stabil secara geologis. Bahaya utama dari praktik semacam itu adalah kemungkinan limbah akan bersentuhan dengan air, yang dapat melepaskan kontaminasi radioaktif ke lingkungan. Perteknetat dan iodida anionik cenderung tidak teradsorpsi ke permukaan mineral, dan cenderung hanyut. Sebagai perbandingan, plutonium, uranium, dan sesium cenderung mengikat partikel tanah. Teknesium dapat dilumpuhkan oleh beberapa lingkungan, seperti aktivitas mikroba pada sedimen dasar danau,[85] dan kimia lingkungan teknesium merupakan bidang penelitian aktif.[86]
Metode pembuangan alternatif, transmutasi, telah didemonstrasikan di CERN untuk teknesium-99. Dalam proses ini, teknesium (teknesium-99 sebagai target logam) dibombardir dengan neutron untuk membentuk teknesium-100 berumur pendek (waktu paruh 16 detik) yang meluruh melalui peluruhan beta menjadi rutenium-100 yang stabil. Jika pemulihan rutenium yang dapat digunakan adalah tujuannya, diperlukan target teknesium yang sangat murni; jika jejak kecil aktinida minor seperti amerisium dan kurium ada di target, mereka cenderung mengalami fisi dan membentuk lebih banyak produk fisi yang meningkatkan radioaktivitas target yang disinari. Pembentukan rutenium-106 (waktu paruh 374 hari) dari 'fisi segar' kemungkinan akan meningkatkan aktivitas logam rutenium akhir, yang kemudian akan membutuhkan waktu pendinginan yang lebih lama setelah penyinaran sebelum ruthenium dapat digunakan.[87]
Pemisahan teknesium-99 sebenarnya dari bahan bakar nuklir bekas adalah proses yang panjang. Selama pemrosesan ulang bahan bakar, ia keluar sebagai komponen cairan limbah yang sangat radioaktif. Setelah beberapa tahun, radioaktivitas berkurang ke tingkat di mana ekstraksi isotop berumur panjang, termasuk teknesium-99, menjadi layak. Serangkaian proses kimia menghasilkan logam teknesium-99 dengan kemurnian tinggi.
Aktivasi neutron
Molibdenum-99, yang meluruh menjadi teknesium-99m, dapat dibentuk melalui aktivasi neutron molibdenum-98.[88] Jika diperlukan, isotop teknesium lainnya tidak diproduksi dalam jumlah yang signifikan melalui fisi, tetapi diproduksi oleh penyinaran neutron dari isotop induk (misalnya, teknesium-97 dapat dibuat dengan penyinaran neutron dari rutenium-96).[89]
Akselerator partikel
Kelayakan produksi teknesium-99m dengan pemborbardiran proton 22 MeV terhadap target molibdenum-100 dalam siklotron medis setelah reaksi 100Mo(p,2n)99mTc didemonstrasikan pada tahun 1971.[90] Kekurangan teknesium-99m medis baru-baru ini menghidupkan kembali minat dalam produksinya dengan pemborbardiran proton dari target molibdenum-100 yang diperkaya secara isotop (>99,5%).[91][92] Teknik lainnya sedang diselidiki untuk memperoleh molibdenum-99 dari molibdenum-100 melalui reaksi (n,2n) atau (γ,n) dalam akselerator partikel.[93][94][95]
Aplikasi
Kedokteran nuklir dan biologi
Teknesium-99m ("m" menunjukkan bahwa ini adalah isomer nuklir metastabil) digunakan dalam tes medis isotop radioaktif. Misalnya, teknesium-99m adalah pelacak radioaktif yang dilacak oleh peralatan pencitraan medis di tubuh manusia.[96][97] Ia sangat cocok untuk peran tersebut karena memancarkan sinar gama 140 keV yang mudah dideteksi, dan waktu paruhnya adalah 6,01 jam (berarti bahwa sekitar 94% darinya meluruh menjadi teknesium-99 dalam 24 jam).[98] Kimia teknesium memungkinkannya terikat pada berbagai senyawa biokimia, yang masing-masing menentukan bagaimana teknesium dimetabolisme dan disimpan di dalam tubuh, dan isotop tunggal ini dapat digunakan untuk banyak tes diagnostik. Lebih dari 50 radiofarmasi umum didasarkan pada teknesium-99m untuk pencitraan dan studi fungsional otak, otot jantung, tiroid, paru-paru, hati, kantong empedu, ginjal, rangka, darah, dan tumor.
Isotop yang berumur lebih panjang, teknesium-95m dengan waktu paruh 61 hari, digunakan sebagai pelacak radioaktif untuk mempelajari pergerakan teknesium di lingkungan serta dalam sistem tumbuhan dan hewan.
Industri dan kimia
Teknesium-99 meluruh hampir seluruhnya melalui peluruhan beta, memancarkan partikel beta dengan energi rendah yang konsisten dan tidak disertai sinar gama. Selain itu, waktu paruhnya yang panjang berarti emisi ini berkurang sangat lambat seiring waktu. Ia juga dapat diekstraksi ke kemurnian kimia dan isotop yang tinggi dari limbah radioaktif. Untuk alasan ini, ia adalah pemancar beta standar Institut Standar dan Teknologi Nasional (NIST), dan digunakan untuk kalibrasi peralatan. Teknesium-99 juga telah diusulkan untuk perangkat optoelektronik dan baterai nuklir berskala nano.[99]
Seperti renium dan paladium, teknesium dapat berfungsi sebagai katalis. Dalam proses seperti dehidrogenasi isopropil alkohol, ia adalah katalis yang jauh lebih efektif daripada renium atau paladium. Namun, radioaktivitasnya merupakan masalah utama dalam aplikasi katalitik yang aman.
Ketika baja direndam dalam air, menambahkan sedikit konsentrasi (55 ppm) kalium perteknetat(VII) ke dalam air akan melindungi baja dari korosi, bahkan jika suhu dinaikkan menjadi . Untuk alasan ini, perteknetat telah digunakan sebagai penghambat korosi anodik untuk baja, meskipun radioaktivitas teknesium menimbulkan masalah yang membatasi aplikasi ini pada sistem mandiri.[100] Walaupun (misalnya) juga dapat menghambat korosi, ia membutuhkan konsentrasi sepuluh kali lebih tinggi. Dalam satu percobaan, spesimen baja karbon disimpan dalam larutan berair perteknetat selama 20 tahun dan masih belum berkarat. Mekanisme perteknetat mencegah korosi tidak dipahami dengan baik, tetapi tampaknya melibatkan pembentukan reversibel dari lapisan permukaan tipis (pasivasi). Satu teori berpendapat bahwa perteknetat bereaksi dengan permukaan baja untuk membentuk lapisan teknesium dioksida yang mencegah korosi lebih lanjut; efek yang sama menjelaskan bagaimana bubuk besi dapat digunakan untuk menghilangkan perteknetat dari air. Efeknya menghilang dengan cepat jika konsentrasi perteknetat turun di bawah konsentrasi minimum atau jika konsentrasi ion lain yang terlalu tinggi ditambahkan.
Sebagaimana dicatat, sifat radioaktif teknesium (3 MBq/L pada konsentrasi yang dibutuhkan) membuat perlindungan korosi ini tidak praktis di hampir semua situasi. Namun demikian, perlindungan korosi oleh ion perteknetat diusulkan (tapi tidak pernah diadopsi) untuk digunakan dalam reaktor air mendidih.
Pencegahan
Teknesium tidak memainkan peran biologis alami dan biasanya tidak ditemukan dalam tubuh manusia. Teknesium diproduksi dalam jumlah banyak melalui fisi nuklir, dan menyebar lebih mudah daripada banyak radionuklida lain. Ia tampaknya memiliki toksisitas kimia yang rendah. Misalnya, tidak ada perubahan signifikan dalam formula darah, berat badan dan organ, dan konsumsi makanan yang dapat dideteksi untuk tikus yang menelan hingga 15 µg teknesium-99 per gram makanan selama beberapa minggu.[101] Di dalam tubuh, teknesium dengan cepat diubah menjadi ion yang stabil, yang sangat larut dalam air dan diekskresikan dengan cepat. Toksisitas radiologis teknesium (per satuan massa) adalah fungsi senyawa, jenis radiasi untuk isotop dan waktu paruh isotop yang bersangkutan.
Semua isotop teknesium harus ditangani dengan hati-hati. Isotop yang paling umum, teknesium-99, adalah pemancar beta yang lemah; radiasi tersebut dihentikan oleh dinding peralatan kaca laboratorium. Bahaya utama saat bekerja dengan teknesium adalah menghirup debu; kontaminasi radioaktif semacam itu pada paru-paru dapat menimbulkan risiko kanker yang signifikan. Untuk sebagian besar pekerjaan, penanganan yang hati-hati dalam sungkup asap sudah cukup, dan kotak sarung tangan tidak diperlukan.
Catatan
Bibliografi
Bacaan lebih lanjut
- EnvironmentalChemistry.com – Technetium
- Nudat 2 nuclide chart from the National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory
Pranala luar
- Teknesium di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
Referensi
- ↑ Jonge. Technetium, the missing element. European Journal of Nuclear Medicine. 1996. Vol. 23 (3). hlm. 336–44. doi:10.1007/BF00837634.
- ↑ N. E. Holden. History of the Origin of the Chemical Elements and Their Discoverers. Brookhaven National Laboratory.
- ↑ H. K. Yoshihara. Discovery of a new element 'nipponium': re-evaluation of pioneering works of Masataka Ogawa and his son Eijiro Ogawa. Spectrochimica Acta Part B. 2004. Vol. 59 (8). hlm. 1305–1310. doi:10.1016/j.sab.2003.12.027.
- ↑ Eric Scerri, A tale of seven elements, (Oxford University Press 2013) , hlm. 109–114, 125–131
- ↑ P. van der Krogt. Technetium. Elentymolgy and Elements Multidict.
- ↑ Eric Scerri, A tale of seven elements, (Oxford University Press 2013) , hlm. 109–114, 125–131
- ↑ J. T. Armstrong. Technetium. Chemical & Engineering News. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 110. doi:10.1021/cen-v081n036.p110.
- ↑ K. A. Nies. Ida Tacke and the warfare behind the discovery of fission. 2001.
- ↑ M. E. Weeks. The discovery of the elements. XX. Recently discovered elements. Journal of Chemical Education. 1933. Vol. 10 (3). hlm. 161–170. doi:10.1021/ed010p161.
- ↑ Eric Scerri, A tale of seven elements, (Oxford University Press 2013) , hlm. 109–114, 125–131
- ↑ Fathi Habashi. The History of Element 43—Technetium. Journal of Chemical Education. 2006. Vol. 83 (2). hlm. 213. doi:10.1021/ed083p213.1.
- ↑ D. L. Heiserman. Exploring Chemical Elements and their Compounds. TAB Books. 1992. hlm. 164. ISBN 978-0-8306-3018-9.
- ↑ Emilio Segrè. A Mind Always in Motion: The Autobiography of Emilio Segrè. University of California Press. 1993. hlm. 115–118. ISBN 978-0520076273.
- ↑ C. Perrier. Technetium: The Element of Atomic Number 43. Nature. 1947. Vol. 159 (4027). hlm. 24. doi:10.1038/159024a0.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ C. Perrier. Technetium: The Element of Atomic Number 43. Nature. 1947. Vol. 159 (4027). hlm. 24. doi:10.1038/159024a0.
- ↑ N. E. Holden. History of the Origin of the Chemical Elements and Their Discoverers. Brookhaven National Laboratory.
- ↑ P. van der Krogt. Technetium. Elentymolgy and Elements Multidict.
- ↑ Darleane C. Hoffman. The Transuranium People: The Inside Story. University of California, Berkeley & Lawrence Berkeley National Laboratory. 2000. hlm. 15. ISBN 978-1-86094-087-3.
- ↑ P. W. Merrill. Technetium in the stars. Science. 1952. Vol. 115 (2992). hlm. 479–489 [484]. doi:10.1126/science.115.2992.479.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ V.P. Tarasov. 99 Tc NMR of Supported Technetium Nanoparticles. Doklady Physical Chemistry. 2001. Vol. 377. hlm. 71–76. doi:10.1023/A:1018872000032.
- ↑ David R. Lide. The CRC Handbook. CRC press. 2004–2005. hlm. 10–70 (1672). ISBN 978-0-8493-0595-5.
- ↑ S. J. Rimshaw. The Encyclopedia of the Chemical Elements. Reinhold Book Corporation. 1968. hlm. 689–693.
- ↑ S. H. Autler. Technetium as a Material for AC Superconductivity Applications. Proceedings of the 1968 Summer Study on Superconducting Devices and Accelerators. 1968.
- ↑ R. Husted. Technetium. Periodic Table of the Elements. Los Alamos National Laboratory. 15 Desember 2003.
- ↑ R. Husted. Technetium. Periodic Table of the Elements. Los Alamos National Laboratory. 15 Desember 2003.
- ↑ John Garraway. The technetium-catalysed oxidation of hydrazine by nitric acid. Journal of the Less Common Metals. 1984. Vol. 97. hlm. 191–203. doi:10.1016/0022-5088(84)90023-7.
- ↑ J. Garraway. Coextraction of pertechnetate and zirconium by tri-n-butyl phosphate. Journal of the Less Common Metals. 1985. Vol. 106 (1). hlm. 183–192. doi:10.1016/0022-5088(85)90379-0.
- ↑ P. W. Moore. Technetium-99 in generator systems. Journal of Nuclear Medicine. April 1984. Vol. 25 (4). hlm. 499–502.
- ↑ B. Krebs. Technetium(VII)-oxid: Ein Übergangsmetalloxid mit Molekülstruktur im festen Zustand (Technetium(VII) Oxide, a Transition Metal Oxide with a Molecular Structure in the Solid State). Angewandte Chemie. 1969. Vol. 81 (9). hlm. 328–329. doi:10.1002/ange.19690810905.
- ↑ A. Y. Herrell. Technetium(VII) Oxide, in Inorganic Syntheses. 1977. Vol. XVII. hlm. 155–158. ISBN 978-0-07-044327-3.
- ↑ Poineau F. Speciation of heptavalent technetium in sulfuric acid: structural and spectroscopic studies. Dalton Transactions. 2010. Vol. 39 (37). hlm. 8616–8619. doi:10.1039/C0DT00695E.
- ↑ John K. Gibson. High-Temperature Oxide and Hydroxide Vapor Species of Technetium. Radiochimica Acta. 1993. Vol. 60 (2–3). hlm. 121–126. doi:10.1524/ract.1993.60.23.121.
- ↑ E. V. Johnstone. Binary Technetium Halides. UNLV Theses, Dissertations, Professional Papers, and Capstones. University of Nevada, Las Vegas. Mei 2014. doi:10.34917/5836118.
- ↑ Frederic Poineau. Recent Advances in Technetium Halide Chemistry. Accounts of Chemical Research. 2014. Vol. 47 (2). hlm. 624–632. doi:10.1021/ar400225b.
- ↑ Frederic Poineau. Recent Advances in Technetium Halide Chemistry. Accounts of Chemical Research. 2014. Vol. 47 (2). hlm. 624–632. doi:10.1021/ar400225b.
- ↑ Frederic Poineau. Recent Advances in Technetium Halide Chemistry. Accounts of Chemical Research. 2014. Vol. 47 (2). hlm. 624–632. doi:10.1021/ar400225b.
- ↑ Frederic Poineau. Synthesis and Structure of Technetium Trichloride. Journal of the American Chemical Society. 2010. Vol. 132 (45). hlm. 15864–5. doi:10.1021/ja105730e.
- ↑ Frederic Poineau. Recent Advances in Technetium Halide Chemistry. Accounts of Chemical Research. 2014. Vol. 47 (2). hlm. 624–632. doi:10.1021/ar400225b.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ K. E. German. Polynuclear Technetium Halide Clusters. Russian Journal of Inorganic Chemistry. 2002. Vol. 47 (4). hlm. 578–583.
- ↑ Mark D. Bartholomä. Technetium and Gallium Derived Radiopharmaceuticals: Comparing and Contrasting the Chemistry of Two Important Radiometals for the Molecular Imaging Era. Chemical Reviews. 2010. Vol. 110 (5). hlm. 2903–20. doi:10.1021/cr1000755.
- ↑ Roger Alberto. Medicinal Organometallic Chemistry. 2010. Vol. 32. hlm. 219–246. doi:10.1007/978-3-642-13185-1_9. ISBN 978-3-642-13184-4.
- ↑ J. C. Hileman. Technetium carbonyl. Journal of the American Chemical Society. 1961. Vol. 83 (13). hlm. 2953–2954. doi:10.1021/ja01474a038.
- ↑ M. F. Bailey. The Crystal Structure of Ditechnetium Decacarbonyl. Inorganic Chemistry. 1965. Vol. 4 (8). hlm. 1140–1145. doi:10.1021/ic50030a011.
- ↑ D. Wallach. Unit cell and space group of technetium carbonyl, Tc2(CO)10. Acta Crystallographica. 1962. Vol. 15 (10). hlm. 1058. doi:10.1107/S0365110X62002789.
- ↑ Roger Alberto. Medicinal Organometallic Chemistry. 2010. Vol. 32. hlm. 219–246. doi:10.1007/978-3-642-13185-1_9. ISBN 978-3-642-13184-4.
- ↑ Roger Alberto. Medicinal Organometallic Chemistry. 2010. Vol. 32. hlm. 219–246. doi:10.1007/978-3-642-13185-1_9. ISBN 978-3-642-13184-4.
- ↑ R. Husted. Technetium. Periodic Table of the Elements. Los Alamos National Laboratory. 15 Desember 2003.
- ↑ Clayton, D. D. Principles of stellar evolution and nucleosynthesis: with a new preface. Universitas Chicago Press. 1983. hlm. 547. ISBN 978-0-226-10953-4.
- ↑ Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory.
- ↑ N. E. Holden. Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2006. hlm. 11881189. ISBN 978-0-8493-0487-3.
- ↑ Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory.
- ↑ Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory.
- ↑ The CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2004–2005.
- ↑ N. E. Holden. Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2006. hlm. 11881189. ISBN 978-0-8493-0487-3.
- ↑ N. E. Holden. Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2006. hlm. 11881189. ISBN 978-0-8493-0487-3.
- ↑ N. E. Holden. Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2006. hlm. 11881189. ISBN 978-0-8493-0487-3.
- ↑ S. J. Rimshaw. The Encyclopedia of the Chemical Elements. Reinhold Book Corporation. 1968. hlm. 689–693.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ P. Dixon. Analysis of Naturally Produced Technetium and Plutonium in Geologic Materials. Analytical Chemistry. 1997. Vol. 69 (9). hlm. 1692–1699. doi:10.1021/ac961159q.
- ↑ D. Curtis. Nature's uncommon elements: plutonium and technetium. Geochimica et Cosmochimica Acta. 1999. Vol. 63 (2). hlm. 275. doi:10.1016/S0016-7037(98)00282-8.
- ↑ C. E. Moore. Technetium in the Sun. Science. 1951. Vol. 114 (2951). hlm. 59–61. doi:10.1126/science.114.2951.59.
- ↑ S. J. Rimshaw. The Encyclopedia of the Chemical Elements. Reinhold Book Corporation. 1968. hlm. 689–693.
- ↑ K. Yoshihara. Technetium and Rhenium: Their Chemistry and Its Applications. Springer-Verlag. 1996. Vol. 176. hlm. 17–35. doi:10.1007/3-540-59469-8_2. ISBN 978-3-540-59469-7.
- ↑ M. Garcia-Leon. 99Tc in the Environment: Sources, Distribution and Methods. Journal of Nuclear and Radiochemical Sciences. 2005. Vol. 6 (3). hlm. 253–259. doi:10.14494/jnrs2000.6.3_253.
- ↑ K. Yoshihara. Technetium and Rhenium: Their Chemistry and Its Applications. Springer-Verlag. 1996. Vol. 176. hlm. 17–35. doi:10.1007/3-540-59469-8_2. ISBN 978-3-540-59469-7.
- ↑ K. Yoshihara. Technetium and Rhenium: Their Chemistry and Its Applications. Springer-Verlag. 1996. Vol. 176. hlm. 17–35. doi:10.1007/3-540-59469-8_2. ISBN 978-3-540-59469-7.
- ↑ G. Desmet. Technetium in the environment. Springer. 1986. hlm. 69. ISBN 978-0-85334-421-6.
- ↑ M. Garcia-Leon. 99Tc in the Environment: Sources, Distribution and Methods. Journal of Nuclear and Radiochemical Sciences. 2005. Vol. 6 (3). hlm. 253–259. doi:10.14494/jnrs2000.6.3_253.
- ↑ K. Tagami. Technetium-99 Behaviour in the Terrestrial Environment — Field Observations and Radiotracer Experiments. Journal of Nuclear and Radiochemical Sciences. 2003. Vol. 4. hlm. A1–A8. doi:10.14494/jnrs2000.4.a1.
- ↑ P. Szefer. Mineral components in foods. CRC Press. 2006. hlm. 403. ISBN 978-0-8493-2234-1.
- ↑ J. D. Harrison. Gut transfer and doses from environmental technetium. J. Radiol. Prot. 2001. Vol. 21 (1). hlm. 9–11. doi:10.1088/0952-4746/21/1/004.
- ↑ P. W. Moore. Technetium-99 in generator systems. Journal of Nuclear Medicine. April 1984. Vol. 25 (4). hlm. 499–502.
- ↑ Silver coated charcoal step.
- ↑ Committee on Medical Isotope Production Without Highly Enriched Uranium. Medical Isotope Production Without Highly Enriched Uranium. National Academies Press. 2009. hlm. vii. ISBN 978-0-309-13040-0.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ K.-R. Lützenkirchen. Nuclear forensics sleuths trace the origin of trafficked material. Laboratorium Nasional Los Alamos.
- ↑ J. L. Snelgrove. Development and Processing of LEU Targets for Mo-99 Production. ANL.gov. 1995.
- ↑ Gregory S. Thomas. The technetium shortage. Journal of Nuclear Cardiology. 2010. Vol. 17 (6). hlm. 993–8. doi:10.1007/s12350-010-9281-8.
- ↑ Konstantin E. German. Bioaccumulation of Tc, Pu, and Np on Bottom Sediments in Two Types of Freshwater Lakes of the Moscow Oblast. Radiochemistry. 2003. Vol. 45 (6). hlm. 250–6. doi:10.1023/A:1026008108860.
- ↑ G. Shaw. Radioactivity in the terrestrial environment. Elsevier. 2007. hlm. 147. ISBN 978-0-08-043872-6.
- ↑ Altomare, P. Alternative disposal concepts for high-level and transuranic radioactive waste disposal. US Environmental Protection Agency. 1979.
- ↑ Manual for reactor produced radioisotopes. IAEA. Januari 2003.
- ↑ J. J. Kelly. Effluent and environmental radiation surveillance: a symposium. ASTM International. 1980. hlm. 91.
- ↑ J. E. Beaver. Production of 99m Tc on a Medical Cyclotron: a Feasibility Study. Journal of Nuclear Medicine. November 1971. Vol. 12 (11). hlm. 739–741.
- ↑ Laurence Knight. The element that can make bones glow. BBC. 30 Mei 2015.
- ↑ Guérin B. Cyclotron production of 99m Tc: an approach to the medical isotope crisis. Journal of Nuclear Medicine. 2010. Vol. 51 (4). hlm. 13N–6N.
- ↑ Bernhard Scholten. Excitation functions for the cyclotron production of 99m Tc and 99 Mo. Applied Radiation and Isotopes. 25 May 1999. Vol. 51 (1). hlm. 69–80. doi:10.1016/S0969-8043(98)00153-5.
- ↑ S. Takács. Evaluation of proton induced reactions on 100 Mo: New cross sections for production of 99m Tc and 99 Mo. Journal of Radioanalytical and Nuclear Chemistry. 1 January 2003. Vol. 257 (1). hlm. 195–201. doi:10.1023/A:1024790520036.
- ↑ A. Celler. Theoretical modeling of yields for proton-induced reactions on natural and enriched molybdenum targets. Physics in Medicine and Biology. 2011. Vol. 56 (17). hlm. 5469–5484. doi:10.1088/0031-9155/56/17/002.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Laurence Knight. The element that can make bones glow. BBC. 30 Mei 2015.
- ↑ S. J. Rimshaw. The Encyclopedia of the Chemical Elements. Reinhold Book Corporation. 1968. hlm. 689–693.
- ↑ James S. Tulenko. University Research Program in Robotics REPORT. University of Florida. 30 November 2006. doi:10.2172/895620.
- ↑ EPA: 402-b-04-001b-14-final. US Environmental Protection Agency. Juli 2004.
- ↑ Desmet, G. Technetium in the environment. Springer. 1986. hlm. 392–395. ISBN 978-0-85334-421-6.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29459280 (2026-07-14T21:28:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.