Lompat ke isi

Kripton: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29299228; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Krypton_discharge_tube.jpg|thumb|right|280px|Krypton discharge tube]]
'''Kripton''' (dari  'yang tersembunyi') adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Kr''' dan [[nomor atom]] 36. Ia adalah sebuah [[gas mulia]] yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa yang terjadi dalam [[unsur renik|jumlah kecil]] di [[Atmosfer Bumi|atmosfer]] dan sering digunakan dengan gas langka lainnya dalam [[Lampu pendar|lampu fluoresen]]. Kripton bersifat [[lengai|lengai secara kimiawi]].
'''Kripton''' (dari  'yang tersembunyi') adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Kr''' dan [[nomor atom]] 36. Ia adalah sebuah [[gas mulia]] yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa yang terjadi dalam [[unsur renik|jumlah kecil]] di [[Atmosfer Bumi|atmosfer]] dan sering digunakan dengan gas langka lainnya dalam [[Lampu pendar|lampu fluoresen]]. Kripton bersifat [[lengai|lengai secara kimiawi]].


Kripton, seperti gas mulia lainnya, digunakan dalam pencahayaan dan [[fotografi]]. Cahaya kripton memiliki banyak [[garis spektrum]], dan [[Plasma (fisika)|plasma]] kripton berguna dalam laser gas bertenaga tinggi yang terang (laser [[laser ion|ion]] dan [[laser eksimer|eksimer]] kripton), yang masing-masing beresonansi dan memperkuat satu garis spektrum. [[Laser kripton fluorida|Kripton fluorida]] juga membuat [[media laser aktif|media laser]] yang berguna. Dari tahun 1960 hingga 1983, [[Sejarah meter#Standar kripton|definisi resmi dari meter]] didasarkan pada [[panjang gelombang]] satu garis spektrum kripton-86, karena dayanya yang tinggi dan pengoperasian [[tabung lucutan]] kripton yang relatif mudah.
Kripton, seperti gas mulia lainnya, digunakan dalam pencahayaan dan [[fotografi]]. Cahaya kripton memiliki banyak [[garis spektrum]], dan [[Plasma (fisika)|plasma]] kripton berguna dalam laser gas bertenaga tinggi yang terang (laser [[laser ion|ion]] dan [[laser eksimer|eksimer]] kripton), yang masing-masing beresonansi dan memperkuat satu garis spektrum. [[Laser kripton fluorida|Kripton fluorida]] juga membuat [[media laser aktif|media laser]] yang berguna. Dari tahun 1960 hingga 1983, [[Sejarah meter#Standar kripton|definisi resmi dari meter]] didasarkan pada [[panjang gelombang]] satu garis spektrum kripton-86, karena dayanya yang tinggi dan pengoperasian [[tabung lucutan]] kripton yang relatif mudah.
==Sejarah==
==Sejarah==
Kripton ditemukan di [[Kerajaan Britania Raya (1707–1800)|Britania Raya]] pada tahun 1898 oleh [[Sir William Ramsay|William Ramsay]], seorang kimiawan Skotlandia, dan [[Morris Travers]], seorang kimiawan Inggris, dalam residu yang tersisa dari penguapan hampir semua komponen [[udara cair]]. [[Neon]] ditemukan melalui prosedur serupa oleh pekerja yang sama hanya beberapa minggu kemudian.<ref>William Ramsay. ''On a New Constituent of Atmospheric Air''. ''Proceedings of the Royal Society of London''. 1898. Vol. 63 (1). hlm. 405–408. doi:10.1098/rspl.1898.0051.</ref> William Ramsay kemudian dianugerahi [[Penghargaan Nobel Kimia]] tahun 1904 untuk penemuan serangkaian [[gas mulia]], termasuk kripton.<ref>Alwyn G. Davies. [http://journals.sagepub.com/doi/10.3184/003685012X13307058213813 Sir William Ramsay and the Noble Gases]. ''Science Progress''. Maret 2012. Vol. 95 (1). hlm. 23–49. doi:10.3184/003685012X13307058213813.</ref>


Kripton ditemukan di [[Kerajaan Britania Raya (1707–1800)|Britania Raya]] pada tahun 1898 oleh [[Sir William Ramsay|William Ramsay]], seorang kimiawan Skotlandia, dan [[Morris Travers]], seorang kimiawan Inggris, dalam residu yang tersisa dari penguapan hampir semua komponen [[udara cair]]. [[Neon]] ditemukan melalui prosedur serupa oleh pekerja yang sama hanya beberapa minggu kemudian. William Ramsay kemudian dianugerahi [[Penghargaan Nobel Kimia]] tahun 1904 untuk penemuan serangkaian [[gas mulia]], termasuk kripton.
Pada tahun 1960, [[Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan]] mendefinisikan meter sebagai 1.650.763,73 [[panjang gelombang]] cahaya yang dipancarkan dalam ruang hampa sesuai dengan transisi antara tingkat 2p<sub>10</sub> dan 5d<sub>5</sub> dalam [[isotop]] kripton-86.<ref>[http://www.bipm.org/en/measurement-units/history-si/evolution-metre.html The BIPM and the evolution of the definition of the metre]. Bureau International des Poids et Mesures. 26 Juli 2014.</ref><ref>William B. Penzes. [https://www.nist.gov/pml/div683/museum-timeline.cfm Time Line for the Definition of the Meter]. National Institute of Standards and Technology. 8 Januari 2009.</ref> Perjanjian ini menggantikan [[Sejarah meter#Prototipe meter internasional|prototipe meter internasional]] tahun 1889, yang merupakan sebuah batang logam yang terletak di [[Sèvres]]. Ini juga menghapus definisi [[ångström]] tahun 1927 berdasarkan garis spektrum [[kadmium]] berwarna merah,<ref>G. D. Burdun. ''On the new determination of the meter''. ''Measurement Techniques''. 1958. Vol. 1 (3). hlm. 259–264. doi:10.1007/BF00974680.</ref> menggantikannya dengan 1&nbsp;Å = 10<sup>−10</sup>&nbsp;m. Definisi kripton-86 bertahan hingga konferensi Oktober 1983, yang mendefinisikan ulang meter sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam [[vakum|ruang hampa]] selama 1/299.792.458&nbsp;detik.<ref>Kimothi, Shri Krishna. [https://books.google.com/books?id=ckyqWMwJXJMC&pg=PA122 The uncertainty of measurements: physical and chemical metrology: impact and analysis]. American Society for Quality. 2002. hlm. 122. ISBN 978-0-87389-535-4.</ref><ref>Philip Gibbs. [http://math.ucr.edu/home/baez/physics/Relativity/SpeedOfLight/measure_c.html How is the speed of light measured?]. Department of Mathematics, University of California. 1997.</ref><ref>[http://physics.nist.gov/cuu/Units/meter.html Unit of length (meter)], NIST</ref>
 
Pada tahun 1960, [[Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan]] mendefinisikan meter sebagai 1.650.763,73 [[panjang gelombang]] cahaya yang dipancarkan dalam ruang hampa sesuai dengan transisi antara tingkat 2p<sub>10</sub> dan 5d<sub>5</sub> dalam [[isotop]] kripton-86. Perjanjian ini menggantikan [[Sejarah meter#Prototipe meter internasional|prototipe meter internasional]] tahun 1889, yang merupakan sebuah batang logam yang terletak di [[Sèvres]]. Ini juga menghapus definisi [[ångström]] tahun 1927 berdasarkan garis spektrum [[kadmium]] berwarna merah, menggantikannya dengan 1&nbsp;Å = 10<sup>−10</sup>&nbsp;m. Definisi kripton-86 bertahan hingga konferensi Oktober 1983, yang mendefinisikan ulang meter sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam [[vakum|ruang hampa]] selama 1/299.792.458&nbsp;detik.
==Karakteristik==
==Karakteristik==
Kripton dicirikan oleh beberapa garis emisi tajam ([[ciri khas spektrum]]) dengan yang terkuat berwarna hijau dan kuning. Kripton adalah salah satu produk [[fisi nuklir|fisi]] [[uranium]]. Kripton padat berwarna putih dan memiliki [[struktur kristal]] [[sistem kristal kubik|kubus]] berpusat-muka, yang merupakan sifat umum dari semua gas mulia (kecuali [[helium]], yang memiliki struktur kristal padat heksagon).
Kripton dicirikan oleh beberapa garis emisi tajam ([[ciri khas spektrum]]) dengan yang terkuat berwarna hijau dan kuning.<ref>[http://astro.u-strasbg.fr/~koppen/discharge/ Spectra of Gas Discharges].</ref> Kripton adalah salah satu produk [[fisi nuklir|fisi]] [[uranium]].<ref>[http://www.ead.anl.gov/pub/doc/krypton.pdf Krypton]. Laboratorium Nasional Argonne, EVS. 2005.</ref> Kripton padat berwarna putih dan memiliki [[struktur kristal]] [[sistem kristal kubik|kubus]] berpusat-muka, yang merupakan sifat umum dari semua gas mulia (kecuali [[helium]], yang memiliki struktur kristal padat heksagon).<ref>Brett Borden. [https://aip.scitation.org/doi/abs/10.1063/1.442240 The crystal structure of the noble gases]. ''The Journal of Chemical Physics''. 15 Agustus 1981. Vol. 75 (4). hlm. 2012–2013. doi:10.1063/1.442240.</ref>
===Isotop===
===Isotop===
Kripton alami di atmosfer Bumi terdiri dari lima [[isotop]] [[nuklida stabil|stabil]], ditambah satu isotop (<sup>78</sup>Kr) dengan [[waktu paruh]] yang panjang (9,2&nbsp;tahun) sehingga dapat dianggap stabil. (Isotop ini memiliki waktu paruh terpanjang kedua yang diketahui di antara semua isotop yang mengalami peluruhan; ia mengalami [[tangkapan elektron ganda|penangkapan elektron ganda]] menjadi <sup>78</sup>[[selenium|Se]]).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kripton&oldid=29299228 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Yu. M. Gavrilyuk. ''Indications of 2ν2K capture in 78 Kr''. ''Phys. Rev. C''. 4 Maret 2013. Vol. 87 (3). hlm. 035501. doi:10.1103/PhysRevC.87.035501.</ref> Selain itu, sekitar tiga puluh isotop dan [[isomer nuklir|isomer]] tidak stabil telah diketahui.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kripton&oldid=29299228 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sejumlah kecil <sup>81</sup>Kr, sebuah [[nuklida kosmogenik]] yang dihasilkan oleh iradiasi [[sinar kosmik]] <sup>80</sup>Kr, juga terdapat di alam: isotop ini bersifat [[peluruhan radioaktif|radioaktif]] dengan waktu paruh 230.000 tahun. Kripton sangat bersifat volatil dan tidak bertahan dalam larutan di air dekat permukaan, tetapi <sup>81</sup>Kr telah digunakan untuk [[penanggalan radiometrik|menentukan usia]] [[air tanah]] lama (50.000–800.000 tahun).<ref>Norbert Thonnard. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc737461/m2/1/high_res_d/809813.pdf Development of Laser-Based Resonance Ionization Techniques for 81-Kr and 85-Kr Measurements in the Geosciences]. University of Tennessee, Institute for Rare Isotope Measurements. 2001-02-05. hlm. 4–7.</ref>


Kripton alami di atmosfer Bumi terdiri dari lima [[isotop]] [[nuklida stabil|stabil]], ditambah satu isotop (<sup>78</sup>Kr) dengan [[waktu paruh]] yang panjang (9,2&nbsp;tahun) sehingga dapat dianggap stabil. (Isotop ini memiliki waktu paruh terpanjang kedua yang diketahui di antara semua isotop yang mengalami peluruhan; ia mengalami [[tangkapan elektron ganda|penangkapan elektron ganda]] menjadi <sup>78</sup>[[selenium|Se]]). Selain itu, sekitar tiga puluh isotop dan [[isomer nuklir|isomer]] tidak stabil telah diketahui. Sejumlah kecil <sup>81</sup>Kr, sebuah [[nuklida kosmogenik]] yang dihasilkan oleh iradiasi [[sinar kosmik]] <sup>80</sup>Kr, juga terdapat di alam: isotop ini bersifat [[peluruhan radioaktif|radioaktif]] dengan waktu paruh 230.000 tahun. Kripton sangat bersifat volatil dan tidak bertahan dalam larutan di air dekat permukaan, tetapi <sup>81</sup>Kr telah digunakan untuk [[penanggalan radiometrik|menentukan usia]] [[air tanah]] lama (50.000–800.000 tahun).
[[Kripton-85|<sup>85</sup>Kr]] adalah gas mulia radioaktif yang lengai dengan waktu paruh 10,76&nbsp;tahun. Ia diproduksi melalui [[fisi nuklir|fisi]] [[uranium]] dan [[plutonium]], seperti dalam pengujian [[senjata nuklir|bom nuklir]] dan [[reaktor nuklir]]. <sup>85</sup>Kr dilepaskan selama pemrosesan ulang [[Bahan bakar nuklir|batang bahan bakar]] dari reaktor nuklir. Konsentrasi <sup>85</sup>Kr di [[Kutub Utara]] 30% lebih tinggi daripada di [[Kutub Selatan]] karena adanya pencampuran konvektif.<ref>[http://wwwrcamnl.wr.usgs.gov/isoig/period/kr_iig.html Resources on Isotopes]. USGS.</ref>
 
[[Kripton-85|<sup>85</sup>Kr]] adalah gas mulia radioaktif yang lengai dengan waktu paruh 10,76&nbsp;tahun. Ia diproduksi melalui [[fisi nuklir|fisi]] [[uranium]] dan [[plutonium]], seperti dalam pengujian [[senjata nuklir|bom nuklir]] dan [[reaktor nuklir]]. <sup>85</sup>Kr dilepaskan selama pemrosesan ulang [[Bahan bakar nuklir|batang bahan bakar]] dari reaktor nuklir. Konsentrasi <sup>85</sup>Kr di [[Kutub Utara]] 30% lebih tinggi daripada di [[Kutub Selatan]] karena adanya pencampuran konvektif.
===Sifat kimia===
===Sifat kimia===
Seperti halnya dengan gas mulia lainnya, kripton secara kimia sangat tidak reaktif. Sifat kimia kripton yang agak terbatas dalam [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +2 sejajar dengan unsur tetangganya [[bromin]] dalam keadaan oksidasi +1; karena adanya [[kontraksi blok-d|kontraksi skandida]], sulit untuk mengoksidasi unsur 4p menjadi keadaan oksidasi golongannya. Hingga tahun 1960-an, tidak ada senyawa gas mulia yang berhasil disintesis.
Seperti halnya dengan gas mulia lainnya, kripton secara kimia sangat tidak reaktif. Sifat kimia kripton yang agak terbatas dalam [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +2 sejajar dengan unsur tetangganya [[bromin]] dalam keadaan oksidasi +1; karena adanya [[kontraksi blok-d|kontraksi skandida]], sulit untuk mengoksidasi unsur 4p menjadi keadaan oksidasi golongannya. Hingga tahun 1960-an, tidak ada senyawa gas mulia yang berhasil disintesis.<ref>Neil Bartlett. [http://pubs.acs.org/cen/80th/noblegases.html The Noble Gases]. Chemical & Engineering News. 2003.</ref>


Menyusul keberhasilan sintesis pertama senyawa [[xenon]] pada tahun 1962, sintesis [[kripton difluorida]] () dilaporkan pada tahun 1963. Pada tahun yang sama,  dilaporkan oleh Grosse dkk., tetapi kemudian terbukti sebagai kesalahan identifikasi. Dalam kondisi ekstrem, kripton akan bereaksi dengan fluorin untuk membentuk KrF<sub>2</sub> menurut persamaan berikut:
Menyusul keberhasilan sintesis pertama senyawa [[xenon]] pada tahun 1962, sintesis [[kripton difluorida]] () dilaporkan pada tahun 1963. Pada tahun yang sama,  dilaporkan oleh Grosse dkk.,<ref>A. V. Grosse. [https://archive.org/details/sim_science_1963-03-15_139_3559/page/1046 Krypton Tetrafluoride: Preparation and Some Properties]. ''Science''. 1963. Vol. 139 (3559). hlm. 1047–1048. doi:10.1126/science.139.3559.1047.</ref> tetapi kemudian terbukti sebagai kesalahan identifikasi.<ref>V. N. Prusakov. ''Krypton difluoride''. ''Soviet Atomic Energy''. 1971. Vol. 31 (3). hlm. 990–999. doi:10.1007/BF01375764.</ref> Dalam kondisi ekstrem, kripton akan bereaksi dengan fluorin untuk membentuk KrF<sub>2</sub> menurut persamaan berikut:


:<chem>Kr + F2 -> KrF2</chem>
:<chem>Kr + F2 -> KrF2</chem>


Gas kripton dalam [[laser kripton fluorida]] akan mengabsorpsi energi dari sumber, menyebabkan kripton bereaksi dengan gas fluorin, menghasilkan eksipleks kripton fluorida, sebuah [[kompleks koordinasi|kompleks]] sementara dalam keadaan energi tereksitasi:
Gas kripton dalam [[laser kripton fluorida]] akan mengabsorpsi energi dari sumber, menyebabkan kripton bereaksi dengan gas fluorin, menghasilkan eksipleks kripton fluorida, sebuah [[kompleks koordinasi|kompleks]] sementara dalam keadaan energi tereksitasi:<ref>Thomas H. Johnson. [https://aip.scitation.org/doi/abs/10.1063/1.328010 Physics of the krypton fluoride laser]. ''Journal of Applied Physics''. 1 Mei 1980. Vol. 51 (5). hlm. 2406–2420. doi:10.1063/1.328010.</ref>


:<chem>2Kr + F2 -> 2KrF</chem>
:<chem>2Kr + F2 -> 2KrF</chem>
Baris 29: Baris 29:
:<chem>2KrF -> 2Kr + F2</chem>
:<chem>2KrF -> 2Kr + F2</chem>


Hasilnya adalah sebuah [[lase eksimer|laser eksipleks]] yang memancarkan energi pada [[panjang gelombang]] 248&nbsp;nm, dekat bagian [[ultraungu]] dari [[spektrum]], sesuai dengan perbedaan energi antara keadaan dasar dan keadaan tereksitasi dari kompleks tersebut.
Hasilnya adalah sebuah [[lase eksimer|laser eksipleks]] yang memancarkan energi pada [[panjang gelombang]] 248&nbsp;nm, dekat bagian [[ultraungu]] dari [[spektrum]], sesuai dengan perbedaan energi antara keadaan dasar dan keadaan tereksitasi dari kompleks tersebut.<ref>S. G. Preston. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevA.53.R31 High-order harmonics of 248.6-nm KrF laser from helium and neon ions]. ''Physical Review A''. 1 Januari 1996. Vol. 53 (1). hlm. R31–R34. doi:10.1103/PhysRevA.53.R31.</ref>


Senyawa dengan kripton yang terikat pada atom selain [[fluorin]] juga telah ditemukan. Terdapat pula laporan yang belum diverifikasi mengenai [[garam (kimia)|garam]] [[barium]] dari [[asam okso]] kripton.<ref>A. Streng. [https://archive.org/details/sim_science_1964-01-17_143_3603/page/242 Acid of Krypton and Its Barium Salt]. ''Science''. 1964. Vol. 143 (3603). hlm. 242–243. doi:10.1126/science.143.3603.242.</ref> [[Ion poliatomik]] [[argon|Ar]]Kr<sup>+</sup> dan Kr[[hidrogen|H]]<sup>+</sup> telah diselidiki dan terdapat bukti mengenai adanya Kr[[xenon|Xe]] atau KrXe<sup>+</sup>.<ref>[http://www.bu.edu/ehs/ih/pdf/periodic_table.pdf Periodic Table of the Elements]. Los Alamos National Laboratory's Chemistry Division. hlm. 100–101.</ref>


Senyawa dengan kripton yang terikat pada atom selain [[fluorin]] juga telah ditemukan. Terdapat pula laporan yang belum diverifikasi mengenai [[garam (kimia)|garam]] [[barium]] dari [[asam okso]] kripton. [[Ion poliatomik]] [[argon|Ar]]Kr<sup>+</sup> dan Kr[[hidrogen|H]]<sup>+</sup> telah diselidiki dan terdapat bukti mengenai adanya Kr[[xenon|Xe]] atau KrXe<sup>+</sup>.
Reaksi  dengan akan menghasilkan sebuah senyawa tidak stabil, , yang mengandung ikatan kripton–[[oksigen]]. Ikatan kripton–[[nitrogen]] ditemukan dalam [[Ion#Anion dan kation|kation]] [HC≡N–Kr–F], yang dihasilkan oleh reaksi  dengan [HC≡NH][AsF] di bawah suhu −50&nbsp;°C.<ref>Holloway, John H. ''Advances in Inorganic Chemistry''. Academic Press. 1998. hlm. 57. ISBN 978-0-12-023646-6.</ref><ref>Lewars, Errol G. [https://books.google.com/books?id=whdw2qlXjD0C Modeling Marvels: Computational Anticipation of Novel Molecules]. Springer. 2008. hlm. 68. ISBN 978-1-4020-6972-7.</ref> HKrCN dan HKrC≡CH (kripton hidrida-sianida dan hidrokriptoasetilena) dilaporkan stabil hingga suhu 40&nbsp;[[kelvin|K]].<ref>Neil Bartlett. [http://pubs.acs.org/cen/80th/noblegases.html The Noble Gases]. Chemical & Engineering News. 2003.</ref>


Reaksi  dengan  akan menghasilkan sebuah senyawa tidak stabil, , yang mengandung ikatan kripton–[[oksigen]]. Ikatan kripton–[[nitrogen]] ditemukan dalam [[Ion#Anion dan kation|kation]] [HC≡N–Kr–F], yang dihasilkan oleh reaksi  dengan [HC≡NH][AsF] di bawah suhu −50&nbsp;°C. HKrCN dan HKrC≡CH (kripton hidrida-sianida dan hidrokriptoasetilena) dilaporkan stabil hingga suhu 40&nbsp;[[kelvin|K]].
Kristal kripton [[hidrida]] (Kr(H<sub>2</sub>)<sub>4</sub>) dapat terbentuk pada tekanan di atas 5&nbsp;G[[Pascal (satuan)|Pa]]. Mereka memiliki struktur kubus berpusat-muka di mana oktahedra kripton dikelilingi oleh molekul hidrogen yang berorientasi acak.<ref>Annette K. Kleppe. ''New high-pressure van der Waals compound Kr(H 2 ) 4 discovered in the krypton-hydrogen binary system''. ''Scientific Reports''. 2014. Vol. 4. hlm. 4989. doi:10.1038/srep04989.</ref>
 
Kristal kripton [[hidrida]] (Kr(H<sub>2</sub>)<sub>4</sub>) dapat terbentuk pada tekanan di atas 5&nbsp;G[[Pascal (satuan)|Pa]]. Mereka memiliki struktur kubus berpusat-muka di mana oktahedra kripton dikelilingi oleh molekul hidrogen yang berorientasi acak.
===Keterjadian alami===
===Keterjadian alami===
Bumi telah mempertahankan semua gas mulia yang ada pada saat pembentukannya kecuali [[helium]]. Konsentrasi kripton di [[Atmosfer Bumi|atmosfer]] ialah sekitar 1&nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]]. Ia dapat diekstraksi dari udara cair melalui [[distilasi fraksional]]. Jumlah kripton di luar angkasa tidak pasti, karena pengukurannya berasal dari aktivitas meteorik dan angin surya. Pengukuran pertama menunjukkan kelimpahan kripton di luar angkasa.
Bumi telah mempertahankan semua gas mulia yang ada pada saat pembentukannya kecuali [[helium]]. Konsentrasi kripton di [[Atmosfer Bumi|atmosfer]] ialah sekitar 1&nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]]. Ia dapat diekstraksi dari udara cair melalui [[distilasi fraksional]].<ref>[http://www.madehow.com/Volume-4/Krypton.html How Products are Made: Krypton].</ref> Jumlah kripton di luar angkasa tidak pasti, karena pengukurannya berasal dari aktivitas meteorik dan angin surya. Pengukuran pertama menunjukkan kelimpahan kripton di luar angkasa.<ref>Jason A. Cardelli. ''The Abundance of Interstellar Krypton''. ''The Astrophysical Journal Letters''. 1996. Vol. 477 (1). hlm. L57–L60. doi:10.1086/310513.</ref>
==Aplikasi==
==Aplikasi==
Beberapa garis emisi kripton membuat lucutan gas kripton terionisasi tampak keputihan, yang pada gilirannya membuat bohlam berbasis kripton berguna dalam [[fotografi]] sebagai sumber cahaya putih. Kripton digunakan dalam beberapa lampu [[blitz]] fotografis untuk fotografi kecepatan tinggi. Gas kripton juga digabungkan dengan [[raksa]] untuk membuat tanda bercahaya yang bersinar dengan cahaya biru kehijauan yang terang.<ref>[http://www.capecodextension.org/pdfs/Mercury%20Lighting.pdf Mercury in Lighting]. Cape Cod Cooperative Extension.</ref>


Beberapa garis emisi kripton membuat lucutan gas kripton terionisasi tampak keputihan, yang pada gilirannya membuat bohlam berbasis kripton berguna dalam [[fotografi]] sebagai sumber cahaya putih. Kripton digunakan dalam beberapa lampu [[blitz]] fotografis untuk fotografi kecepatan tinggi. Gas kripton juga digabungkan dengan [[raksa]] untuk membuat tanda bercahaya yang bersinar dengan cahaya biru kehijauan yang terang.
Kripton dicampur dengan [[argon]] dalam lampu [[Fluoresein|fluoresen]] hemat energi, mengurangi konsumsi daya, tetapi juga mengurangi keluaran cahaya dan menaikkan biaya.<ref>[https://web.archive.org/web/20100912181537/http://www.anaheim.net/utilities/ea/PA_11.html Lighting: Full-Size Fluorescent Lamps]. McGraw-Hill Companies, Inc. (2002)</ref> Kripton memiliki harga sekitar 100 kali lipat dari argon. Kripton (bersama dengan xenon) juga digunakan untuk mengisi lampu pijar untuk mengurangi penguapan filamen dan memungkinkan [[suhu operasional]] yang lebih tinggi.<ref>[http://www.uigi.com/rare_gases.html Properties, Applications and Uses of the "Rare Gases" Neon, Krypton and Xenon]. Uigi.com. Diakses tanggal 20 Juni 2023.</ref>
 
Kripton dicampur dengan [[argon]] dalam lampu [[Fluoresein|fluoresen]] hemat energi, mengurangi konsumsi daya, tetapi juga mengurangi keluaran cahaya dan menaikkan biaya. Kripton memiliki harga sekitar 100 kali lipat dari argon. Kripton (bersama dengan xenon) juga digunakan untuk mengisi lampu pijar untuk mengurangi penguapan filamen dan memungkinkan [[suhu operasional]] yang lebih tinggi.


Lucutan kripton yang berwarna putih terkadang digunakan sebagai efek artistik dalam tabung "neon" lucutan gas. Kripton menghasilkan daya cahaya yang jauh lebih tinggi daripada neon di wilayah garis spektrum merah, dan karena alasan ini, laser merah untuk pertunjukan sinar laser berkekuatan tinggi sering kali merupakan laser kripton dengan cermin yang memilih garis spektrum merah untuk amplifikasi dan emisi laser, alih-alih varietas helium–neon yang lebih familiar, yang tidak dapat mencapai output multi-watt yang sama.
Lucutan kripton yang berwarna putih terkadang digunakan sebagai efek artistik dalam tabung "neon" lucutan gas. Kripton menghasilkan daya cahaya yang jauh lebih tinggi daripada neon di wilayah garis spektrum merah, dan karena alasan ini, laser merah untuk pertunjukan sinar laser berkekuatan tinggi sering kali merupakan laser kripton dengan cermin yang memilih garis spektrum merah untuk amplifikasi dan emisi laser, alih-alih varietas helium–neon yang lebih familiar, yang tidak dapat mencapai output multi-watt yang sama.<ref>[http://www.gameops.com/content/pdf/laser_terms.pdf Laser Devices, Laser Shows and Effect].</ref>


[[Laser kripton fluorida]] penting dalam penelitian energi fusi nuklir dalam percobaan pengurungan. [[Laser]] ini memiliki keseragaman sinar yang tinggi, [[panjang gelombang]] yang pendek, dan ukuran titiknya dapat divariasikan untuk melacak pelet yang meledak.
[[Laser kripton fluorida]] penting dalam penelitian energi fusi nuklir dalam percobaan pengurungan. [[Laser]] ini memiliki keseragaman sinar yang tinggi, [[panjang gelombang]] yang pendek, dan ukuran titiknya dapat divariasikan untuk melacak pelet yang meledak.<ref>J. Sethian. [http://aries.ucsd.edu/LIB/MEETINGS/IAEAIFECRP/PDF/Sethian.pdf Krypton Fluoride Laser Development for Inertial Fusion Energy]. Plasma Physics Division, Naval Research Laboratory. hlm. 1–8.</ref>


Dalam [[fisika partikel]] eksperimental, kripton cair digunakan untuk membangun [[Kalorimeter (fisika partikel)|kalorimeter]] elektromagnetik kuasi-homogen. Salah satu contoh pentingnya adalah kalorimeter pada percobaan [[Eksperimen NA48|NA48]] di [[CERN]] yang mengandung sekitar 27&nbsp;[[ton metrik|ton]] kripton cair. Penggunaan ini jarang terjadi, karena argon cair lebih murah. Keunggulan kripton adalah [[jari-jari Molière]]-nya yang lebih kecil yaitu sebesar 4,7&nbsp;cm, yang memberikan resolusi spasial yang sangat baik dengan sedikit tumpang tindih. Parameter lain yang relevan untuk kalorimetri adalah: [[panjang radiasi]] sebesar X<sub>0</sub>=4,7&nbsp;cm, dan kepadatan sebesar 2,4&nbsp;g/cm<sup>3</sup>.
Dalam [[fisika partikel]] eksperimental, kripton cair digunakan untuk membangun [[Kalorimeter (fisika partikel)|kalorimeter]] elektromagnetik kuasi-homogen. Salah satu contoh pentingnya adalah kalorimeter pada percobaan [[Eksperimen NA48|NA48]] di [[CERN]] yang mengandung sekitar 27&nbsp;[[ton metrik|ton]] kripton cair. Penggunaan ini jarang terjadi, karena argon cair lebih murah. Keunggulan kripton adalah [[jari-jari Molière]]-nya yang lebih kecil yaitu sebesar 4,7&nbsp;cm, yang memberikan resolusi spasial yang sangat baik dengan sedikit tumpang tindih. Parameter lain yang relevan untuk kalorimetri adalah: [[panjang radiasi]] sebesar X<sub>0</sub>=4,7&nbsp;cm, dan kepadatan sebesar 2,4&nbsp;g/cm<sup>3</sup>.


Kripton-83 memiliki aplikasi dalam [[pencitraan resonansi magnetik]] (MRI) untuk pencitraan saluran udara. Secara khusus, ia memungkinkan ahli radiologi untuk membedakan antara permukaan [[hidrofobik]] dan hidrofilik yang mengandung sebuah jalan napas.
Kripton-83 memiliki aplikasi dalam [[pencitraan resonansi magnetik]] (MRI) untuk pencitraan saluran udara. Secara khusus, ia memungkinkan ahli radiologi untuk membedakan antara permukaan [[hidrofobik]] dan hidrofilik yang mengandung sebuah jalan napas.<ref>Pavlovskaya, GE. ''Hyperpolarized krypton-83 as a contrast agent for magnetic resonance imaging''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America''. 2005. Vol. 102 (51). hlm. 18275–9. doi:10.1073/pnas.0509419102.</ref>


Meskipun xenon berpotensi untuk digunakan dalam [[tomografi terkomputasi]] (CT) untuk menilai ventilasi regional, sifat anestesinya membatasi fraksinya dalam gas pernapasan hingga 35%. Campuran pernapasan 30% xenon dan 30% kripton sebanding dalam efektivitas CT dengan fraksi xenon 40%, sambil menghindari efek yang tidak diinginkan dari tekanan parsial gas xenon yang tinggi. [[Isomer nuklir#Isomer metastabil|Isotop metastabil]] kripton-81m digunakan dalam [[kedokteran nuklir]] untuk [[pemindaian ventilasi/perfusi]] paru-paru, di mana ia dihirup dan dicitrakan dengan sebuah [[kamera gama]]. Kripton-85 di atmosfer telah digunakan untuk mendeteksi fasilitas pemrosesan ulang bahan bakar nuklir rahasia di [[Korea Utara]] dan [[Pakistan]]. Fasilitas tersebut terdeteksi pada awal tahun 2000-an dan diyakini memproduksi plutonium tingkat senjata. Kripton-85 adalah sebuah [[produk pembelahan atom|produk fisi]] berumur sedang sehingga akan lolos dari [[Bahan bakar nuklir bekas|bahan bakar bekas]] saat kelongsongnya dilepas.
Meskipun xenon berpotensi untuk digunakan dalam [[tomografi terkomputasi]] (CT) untuk menilai ventilasi regional, sifat anestesinya membatasi fraksinya dalam gas pernapasan hingga 35%. Campuran pernapasan 30% xenon dan 30% kripton sebanding dalam efektivitas CT dengan fraksi xenon 40%, sambil menghindari efek yang tidak diinginkan dari tekanan parsial gas xenon yang tinggi.<ref>Chon, D. [https://archive.org/details/sim_journal-of-applied-physiology_2007-04_102_4/page/n252 Effect of low-xenon and krypton supplementation on signal/noise of regional CT-based ventilation measurements]. ''Journal of Applied Physiology''. 2007. Vol. 102 (4). hlm. 1535–44. doi:10.1152/japplphysiol.01235.2005.</ref> [[Isomer nuklir#Isomer metastabil|Isotop metastabil]] kripton-81m digunakan dalam [[kedokteran nuklir]] untuk [[pemindaian ventilasi/perfusi]] paru-paru, di mana ia dihirup dan dicitrakan dengan sebuah [[kamera gama]].<ref>M. Bajc. ''EANM guidelines for ventilation/perfusion scintigraphy''. ''European Journal of Nuclear Medicine and Molecular Imaging''. 27 Juni 2009. Vol. 36 (8). hlm. 1356–1370. doi:10.1007/s00259-009-1170-5.</ref> Kripton-85 di atmosfer telah digunakan untuk mendeteksi fasilitas pemrosesan ulang bahan bakar nuklir rahasia di [[Korea Utara]]<ref>David E. Sanger. [http://www.highbeam.com/doc/1P2-6961236.html N. Korea may be hiding new nuclear site]. ''Oakland Tribune''. 20 Juli 2003.</ref> dan [[Pakistan]].<ref>Ed Bradley. [http://www.highbeam.com/doc/1P1-29474075.html U.S. Intelligence Find Evidence of Pakistan Producing Nuclear Weapons, CBS]. ''CBS Evening News with Dan Rather''. 16 Maret 2000.</ref> Fasilitas tersebut terdeteksi pada awal tahun 2000-an dan diyakini memproduksi plutonium tingkat senjata. Kripton-85 adalah sebuah [[produk pembelahan atom|produk fisi]] berumur sedang sehingga akan lolos dari [[Bahan bakar nuklir bekas|bahan bakar bekas]] saat kelongsongnya dilepas.<ref>K. Różański. [https://dx.doi.org/10.1016/0160-4120%2879%2990071-0 Krypton-85 in the atmosphere 1950–1977: a data review]. ''Environment International''. 1979-01-01. Vol. 2 (3). hlm. 139–143. doi:10.1016/0160-4120(79)90071-0.</ref>


Kripton kadang-kadang digunakan sebagai gas penginsulasi di antara panel jendela. [[Starlink]] milik [[SpaceX]] menggunakan kripton sebagai propelan untuk [[Pendorong efek Hall|sistem propulsi elektrik]]nya.
Kripton kadang-kadang digunakan sebagai gas penginsulasi di antara panel jendela.<ref>James Ayre. [https://cleantechnica.com/2018/04/28/insulated-windows-101-double-glazing-triple-glazing-thermal-performance-potential-problems/ Insulated Windows 101 — Double Glazing, Triple Glazing, Thermal Performance, & Potential Problems]. ''cleantechnica.com''. 28 April 2018.</ref> [[Starlink]] milik [[SpaceX]] menggunakan kripton sebagai propelan untuk [[Pendorong efek Hall|sistem propulsi elektrik]]nya.<ref>SpaceX. [https://www.youtube.com/watch?v=riBaVeDTEWI&t=430 Starlink Mission]. ''YouTube''.</ref>
==Pencegahan==
==Pencegahan==
 
Kripton dianggap sebagai [[Gas asfiksia|asfiksia]] yang tidak beracun.<ref>[http://pt.chemicalstore.com/Kr%20-%20Krypton.html Properties of Krypton] . Pt.chemicalstore.com. Diakses tanggal 20 Juni 2023.</ref> Menjadi [[Lipofilitas|lipofilik]], kripton memiliki efek anestesi yang signifikan (walaupun mekanisme fenomena ini masih [[Teori tindakan anestesi umum|belum sepenuhnya jelas]],<ref>R. R. Kennedy. [http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0310057X9202000113 Anaesthesia and the 'Inert' Gases with Special Reference to Xenon]. ''Anaesthesia and Intensive Care''. February 1992. Vol. 20 (1). hlm. 66–70. doi:10.1177/0310057X9202000113.</ref> terdapat bukti kuat bahwa kedua sifat tersebut terkait secara mekanis), dengan [[Narkosis nitrogen#Penyebab|potensi narkotika]] tujuh kali lebih besar daripada udara, dan menghirup atmosfer yang terdiri dari 50% kripton dan 50% udara alami (seperti yang mungkin terjadi di lokasi kebocoran) akan menyebabkan narkosis pada manusia yang mirip dengan menghirup udara pada tekanan atmosfer empat kali lipat. Ini sebanding dengan [[selam skuba]] pada kedalaman  dan dapat memengaruhi siapa saja yang menghirupnya.
Kripton dianggap sebagai [[Gas asfiksia|asfiksia]] yang tidak beracun. Menjadi [[Lipofilitas|lipofilik]], kripton memiliki efek anestesi yang signifikan (walaupun mekanisme fenomena ini masih [[Teori tindakan anestesi umum|belum sepenuhnya jelas]], terdapat bukti kuat bahwa kedua sifat tersebut terkait secara mekanis), dengan [[Narkosis nitrogen#Penyebab|potensi narkotika]] tujuh kali lebih besar daripada udara, dan menghirup atmosfer yang terdiri dari 50% kripton dan 50% udara alami (seperti yang mungkin terjadi di lokasi kebocoran) akan menyebabkan narkosis pada manusia yang mirip dengan menghirup udara pada tekanan atmosfer empat kali lipat. Ini sebanding dengan [[selam skuba]] pada kedalaman  dan dapat memengaruhi siapa saja yang menghirupnya.
==Referensi==
 
==Bacaan lebih lanjut==
==Bacaan lebih lanjut==
* William P. Kirk [http://nepis.epa.gov/Exe/ZyPURL.cgi?Dockey=9100FW8L.txt "Krypton 85: a Review of the Literature and an Analysis of Radiation Hazards"], Environmental Protection Agency, Office of Research and Monitoring, Washington (1972)
* William P. Kirk [http://nepis.epa.gov/Exe/ZyPURL.cgi?Dockey=9100FW8L.txt "Krypton 85: a Review of the Literature and an Analysis of Radiation Hazards"], Environmental Protection Agency, Office of Research and Monitoring, Washington (1972)
==Pranala luar==
==Pranala luar==
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/036.htm Krypton] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/036.htm Krypton] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [https://web.archive.org/web/20070203205901/http://other.nrl.navy.mil/LaserFusionEnergy/lasercreation.htm Krypton Fluoride Lasers], Plasma Physics Division Naval Research Laboratory
*  [https://web.archive.org/web/20070203205901/http://other.nrl.navy.mil/LaserFusionEnergy/lasercreation.htm Krypton Fluoride Lasers], Plasma Physics Division Naval Research Laboratory


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kripton&oldid=29299228 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299228 (2026-05-31T20:55:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kripton&oldid=29299228 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299228 (2026-05-31T20:55:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.02

Krypton discharge tube

Kripton (dari 'yang tersembunyi') adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Kr dan nomor atom 36. Ia adalah sebuah gas mulia yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa yang terjadi dalam jumlah kecil di atmosfer dan sering digunakan dengan gas langka lainnya dalam lampu fluoresen. Kripton bersifat lengai secara kimiawi.

Kripton, seperti gas mulia lainnya, digunakan dalam pencahayaan dan fotografi. Cahaya kripton memiliki banyak garis spektrum, dan plasma kripton berguna dalam laser gas bertenaga tinggi yang terang (laser ion dan eksimer kripton), yang masing-masing beresonansi dan memperkuat satu garis spektrum. Kripton fluorida juga membuat media laser yang berguna. Dari tahun 1960 hingga 1983, definisi resmi dari meter didasarkan pada panjang gelombang satu garis spektrum kripton-86, karena dayanya yang tinggi dan pengoperasian tabung lucutan kripton yang relatif mudah.

Sejarah

Kripton ditemukan di Britania Raya pada tahun 1898 oleh William Ramsay, seorang kimiawan Skotlandia, dan Morris Travers, seorang kimiawan Inggris, dalam residu yang tersisa dari penguapan hampir semua komponen udara cair. Neon ditemukan melalui prosedur serupa oleh pekerja yang sama hanya beberapa minggu kemudian.[1] William Ramsay kemudian dianugerahi Penghargaan Nobel Kimia tahun 1904 untuk penemuan serangkaian gas mulia, termasuk kripton.[2]

Pada tahun 1960, Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan mendefinisikan meter sebagai 1.650.763,73 panjang gelombang cahaya yang dipancarkan dalam ruang hampa sesuai dengan transisi antara tingkat 2p10 dan 5d5 dalam isotop kripton-86.[3][4] Perjanjian ini menggantikan prototipe meter internasional tahun 1889, yang merupakan sebuah batang logam yang terletak di Sèvres. Ini juga menghapus definisi ångström tahun 1927 berdasarkan garis spektrum kadmium berwarna merah,[5] menggantikannya dengan 1 Å = 10−10 m. Definisi kripton-86 bertahan hingga konferensi Oktober 1983, yang mendefinisikan ulang meter sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299.792.458 detik.[6][7][8]

Karakteristik

Kripton dicirikan oleh beberapa garis emisi tajam (ciri khas spektrum) dengan yang terkuat berwarna hijau dan kuning.[9] Kripton adalah salah satu produk fisi uranium.[10] Kripton padat berwarna putih dan memiliki struktur kristal kubus berpusat-muka, yang merupakan sifat umum dari semua gas mulia (kecuali helium, yang memiliki struktur kristal padat heksagon).[11]

Isotop

Kripton alami di atmosfer Bumi terdiri dari lima isotop stabil, ditambah satu isotop (78Kr) dengan waktu paruh yang panjang (9,2 tahun) sehingga dapat dianggap stabil. (Isotop ini memiliki waktu paruh terpanjang kedua yang diketahui di antara semua isotop yang mengalami peluruhan; ia mengalami penangkapan elektron ganda menjadi 78Se).[12][13] Selain itu, sekitar tiga puluh isotop dan isomer tidak stabil telah diketahui.[14] Sejumlah kecil 81Kr, sebuah nuklida kosmogenik yang dihasilkan oleh iradiasi sinar kosmik 80Kr, juga terdapat di alam: isotop ini bersifat radioaktif dengan waktu paruh 230.000 tahun. Kripton sangat bersifat volatil dan tidak bertahan dalam larutan di air dekat permukaan, tetapi 81Kr telah digunakan untuk menentukan usia air tanah lama (50.000–800.000 tahun).[15]

85Kr adalah gas mulia radioaktif yang lengai dengan waktu paruh 10,76 tahun. Ia diproduksi melalui fisi uranium dan plutonium, seperti dalam pengujian bom nuklir dan reaktor nuklir. 85Kr dilepaskan selama pemrosesan ulang batang bahan bakar dari reaktor nuklir. Konsentrasi 85Kr di Kutub Utara 30% lebih tinggi daripada di Kutub Selatan karena adanya pencampuran konvektif.[16]

Sifat kimia

Seperti halnya dengan gas mulia lainnya, kripton secara kimia sangat tidak reaktif. Sifat kimia kripton yang agak terbatas dalam keadaan oksidasi +2 sejajar dengan unsur tetangganya bromin dalam keadaan oksidasi +1; karena adanya kontraksi skandida, sulit untuk mengoksidasi unsur 4p menjadi keadaan oksidasi golongannya. Hingga tahun 1960-an, tidak ada senyawa gas mulia yang berhasil disintesis.[17]

Menyusul keberhasilan sintesis pertama senyawa xenon pada tahun 1962, sintesis kripton difluorida () dilaporkan pada tahun 1963. Pada tahun yang sama, dilaporkan oleh Grosse dkk.,[18] tetapi kemudian terbukti sebagai kesalahan identifikasi.[19] Dalam kondisi ekstrem, kripton akan bereaksi dengan fluorin untuk membentuk KrF2 menurut persamaan berikut:

Kr+FA2KrFA2

Gas kripton dalam laser kripton fluorida akan mengabsorpsi energi dari sumber, menyebabkan kripton bereaksi dengan gas fluorin, menghasilkan eksipleks kripton fluorida, sebuah kompleks sementara dalam keadaan energi tereksitasi:[20]

2Kr+FA22KrF

Kompleks ini dapat mengalami emisi spontan atau terstimulasi, mengurangi keadaan energinya menjadi keadaan dasar metastabil, tetapi sangat repulsif. Kompleks keadaan dasar ini dengan cepat berdisosiasi menjadi atom yang tidak terikat:

2KrF2Kr+FA2

Hasilnya adalah sebuah laser eksipleks yang memancarkan energi pada panjang gelombang 248 nm, dekat bagian ultraungu dari spektrum, sesuai dengan perbedaan energi antara keadaan dasar dan keadaan tereksitasi dari kompleks tersebut.[21]

Senyawa dengan kripton yang terikat pada atom selain fluorin juga telah ditemukan. Terdapat pula laporan yang belum diverifikasi mengenai garam barium dari asam okso kripton.[22] Ion poliatomik ArKr+ dan KrH+ telah diselidiki dan terdapat bukti mengenai adanya KrXe atau KrXe+.[23]

Reaksi dengan akan menghasilkan sebuah senyawa tidak stabil, , yang mengandung ikatan kripton–oksigen. Ikatan kripton–nitrogen ditemukan dalam kation [HC≡N–Kr–F], yang dihasilkan oleh reaksi dengan [HC≡NH][AsF] di bawah suhu −50 °C.[24][25] HKrCN dan HKrC≡CH (kripton hidrida-sianida dan hidrokriptoasetilena) dilaporkan stabil hingga suhu 40 K.[26]

Kristal kripton hidrida (Kr(H2)4) dapat terbentuk pada tekanan di atas 5 GPa. Mereka memiliki struktur kubus berpusat-muka di mana oktahedra kripton dikelilingi oleh molekul hidrogen yang berorientasi acak.[27]

Keterjadian alami

Bumi telah mempertahankan semua gas mulia yang ada pada saat pembentukannya kecuali helium. Konsentrasi kripton di atmosfer ialah sekitar 1 ppm. Ia dapat diekstraksi dari udara cair melalui distilasi fraksional.[28] Jumlah kripton di luar angkasa tidak pasti, karena pengukurannya berasal dari aktivitas meteorik dan angin surya. Pengukuran pertama menunjukkan kelimpahan kripton di luar angkasa.[29]

Aplikasi

Beberapa garis emisi kripton membuat lucutan gas kripton terionisasi tampak keputihan, yang pada gilirannya membuat bohlam berbasis kripton berguna dalam fotografi sebagai sumber cahaya putih. Kripton digunakan dalam beberapa lampu blitz fotografis untuk fotografi kecepatan tinggi. Gas kripton juga digabungkan dengan raksa untuk membuat tanda bercahaya yang bersinar dengan cahaya biru kehijauan yang terang.[30]

Kripton dicampur dengan argon dalam lampu fluoresen hemat energi, mengurangi konsumsi daya, tetapi juga mengurangi keluaran cahaya dan menaikkan biaya.[31] Kripton memiliki harga sekitar 100 kali lipat dari argon. Kripton (bersama dengan xenon) juga digunakan untuk mengisi lampu pijar untuk mengurangi penguapan filamen dan memungkinkan suhu operasional yang lebih tinggi.[32]

Lucutan kripton yang berwarna putih terkadang digunakan sebagai efek artistik dalam tabung "neon" lucutan gas. Kripton menghasilkan daya cahaya yang jauh lebih tinggi daripada neon di wilayah garis spektrum merah, dan karena alasan ini, laser merah untuk pertunjukan sinar laser berkekuatan tinggi sering kali merupakan laser kripton dengan cermin yang memilih garis spektrum merah untuk amplifikasi dan emisi laser, alih-alih varietas helium–neon yang lebih familiar, yang tidak dapat mencapai output multi-watt yang sama.[33]

Laser kripton fluorida penting dalam penelitian energi fusi nuklir dalam percobaan pengurungan. Laser ini memiliki keseragaman sinar yang tinggi, panjang gelombang yang pendek, dan ukuran titiknya dapat divariasikan untuk melacak pelet yang meledak.[34]

Dalam fisika partikel eksperimental, kripton cair digunakan untuk membangun kalorimeter elektromagnetik kuasi-homogen. Salah satu contoh pentingnya adalah kalorimeter pada percobaan NA48 di CERN yang mengandung sekitar 27 ton kripton cair. Penggunaan ini jarang terjadi, karena argon cair lebih murah. Keunggulan kripton adalah jari-jari Molière-nya yang lebih kecil yaitu sebesar 4,7 cm, yang memberikan resolusi spasial yang sangat baik dengan sedikit tumpang tindih. Parameter lain yang relevan untuk kalorimetri adalah: panjang radiasi sebesar X0=4,7 cm, dan kepadatan sebesar 2,4 g/cm3.

Kripton-83 memiliki aplikasi dalam pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk pencitraan saluran udara. Secara khusus, ia memungkinkan ahli radiologi untuk membedakan antara permukaan hidrofobik dan hidrofilik yang mengandung sebuah jalan napas.[35]

Meskipun xenon berpotensi untuk digunakan dalam tomografi terkomputasi (CT) untuk menilai ventilasi regional, sifat anestesinya membatasi fraksinya dalam gas pernapasan hingga 35%. Campuran pernapasan 30% xenon dan 30% kripton sebanding dalam efektivitas CT dengan fraksi xenon 40%, sambil menghindari efek yang tidak diinginkan dari tekanan parsial gas xenon yang tinggi.[36] Isotop metastabil kripton-81m digunakan dalam kedokteran nuklir untuk pemindaian ventilasi/perfusi paru-paru, di mana ia dihirup dan dicitrakan dengan sebuah kamera gama.[37] Kripton-85 di atmosfer telah digunakan untuk mendeteksi fasilitas pemrosesan ulang bahan bakar nuklir rahasia di Korea Utara[38] dan Pakistan.[39] Fasilitas tersebut terdeteksi pada awal tahun 2000-an dan diyakini memproduksi plutonium tingkat senjata. Kripton-85 adalah sebuah produk fisi berumur sedang sehingga akan lolos dari bahan bakar bekas saat kelongsongnya dilepas.[40]

Kripton kadang-kadang digunakan sebagai gas penginsulasi di antara panel jendela.[41] Starlink milik SpaceX menggunakan kripton sebagai propelan untuk sistem propulsi elektriknya.[42]

Pencegahan

Kripton dianggap sebagai asfiksia yang tidak beracun.[43] Menjadi lipofilik, kripton memiliki efek anestesi yang signifikan (walaupun mekanisme fenomena ini masih belum sepenuhnya jelas,[44] terdapat bukti kuat bahwa kedua sifat tersebut terkait secara mekanis), dengan potensi narkotika tujuh kali lebih besar daripada udara, dan menghirup atmosfer yang terdiri dari 50% kripton dan 50% udara alami (seperti yang mungkin terjadi di lokasi kebocoran) akan menyebabkan narkosis pada manusia yang mirip dengan menghirup udara pada tekanan atmosfer empat kali lipat. Ini sebanding dengan selam skuba pada kedalaman dan dapat memengaruhi siapa saja yang menghirupnya.

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Referensi

  1. William Ramsay. On a New Constituent of Atmospheric Air. Proceedings of the Royal Society of London. 1898. Vol. 63 (1). hlm. 405–408. doi:10.1098/rspl.1898.0051.
  2. Alwyn G. Davies. Sir William Ramsay and the Noble Gases. Science Progress. Maret 2012. Vol. 95 (1). hlm. 23–49. doi:10.3184/003685012X13307058213813.
  3. The BIPM and the evolution of the definition of the metre. Bureau International des Poids et Mesures. 26 Juli 2014.
  4. William B. Penzes. Time Line for the Definition of the Meter. National Institute of Standards and Technology. 8 Januari 2009.
  5. G. D. Burdun. On the new determination of the meter. Measurement Techniques. 1958. Vol. 1 (3). hlm. 259–264. doi:10.1007/BF00974680.
  6. Kimothi, Shri Krishna. The uncertainty of measurements: physical and chemical metrology: impact and analysis. American Society for Quality. 2002. hlm. 122. ISBN 978-0-87389-535-4.
  7. Philip Gibbs. How is the speed of light measured?. Department of Mathematics, University of California. 1997.
  8. Unit of length (meter), NIST
  9. Spectra of Gas Discharges.
  10. Krypton. Laboratorium Nasional Argonne, EVS. 2005.
  11. Brett Borden. The crystal structure of the noble gases. The Journal of Chemical Physics. 15 Agustus 1981. Vol. 75 (4). hlm. 2012–2013. doi:10.1063/1.442240.
  12. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  13. Yu. M. Gavrilyuk. Indications of 2ν2K capture in 78 Kr. Phys. Rev. C. 4 Maret 2013. Vol. 87 (3). hlm. 035501. doi:10.1103/PhysRevC.87.035501.
  14. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  15. Norbert Thonnard. Development of Laser-Based Resonance Ionization Techniques for 81-Kr and 85-Kr Measurements in the Geosciences. University of Tennessee, Institute for Rare Isotope Measurements. 2001-02-05. hlm. 4–7.
  16. Resources on Isotopes. USGS.
  17. Neil Bartlett. The Noble Gases. Chemical & Engineering News. 2003.
  18. A. V. Grosse. Krypton Tetrafluoride: Preparation and Some Properties. Science. 1963. Vol. 139 (3559). hlm. 1047–1048. doi:10.1126/science.139.3559.1047.
  19. V. N. Prusakov. Krypton difluoride. Soviet Atomic Energy. 1971. Vol. 31 (3). hlm. 990–999. doi:10.1007/BF01375764.
  20. Thomas H. Johnson. Physics of the krypton fluoride laser. Journal of Applied Physics. 1 Mei 1980. Vol. 51 (5). hlm. 2406–2420. doi:10.1063/1.328010.
  21. S. G. Preston. High-order harmonics of 248.6-nm KrF laser from helium and neon ions. Physical Review A. 1 Januari 1996. Vol. 53 (1). hlm. R31–R34. doi:10.1103/PhysRevA.53.R31.
  22. A. Streng. Acid of Krypton and Its Barium Salt. Science. 1964. Vol. 143 (3603). hlm. 242–243. doi:10.1126/science.143.3603.242.
  23. Periodic Table of the Elements. Los Alamos National Laboratory's Chemistry Division. hlm. 100–101.
  24. Holloway, John H. Advances in Inorganic Chemistry. Academic Press. 1998. hlm. 57. ISBN 978-0-12-023646-6.
  25. Lewars, Errol G. Modeling Marvels: Computational Anticipation of Novel Molecules. Springer. 2008. hlm. 68. ISBN 978-1-4020-6972-7.
  26. Neil Bartlett. The Noble Gases. Chemical & Engineering News. 2003.
  27. Annette K. Kleppe. New high-pressure van der Waals compound Kr(H 2 ) 4 discovered in the krypton-hydrogen binary system. Scientific Reports. 2014. Vol. 4. hlm. 4989. doi:10.1038/srep04989.
  28. How Products are Made: Krypton.
  29. Jason A. Cardelli. The Abundance of Interstellar Krypton. The Astrophysical Journal Letters. 1996. Vol. 477 (1). hlm. L57–L60. doi:10.1086/310513.
  30. Mercury in Lighting. Cape Cod Cooperative Extension.
  31. Lighting: Full-Size Fluorescent Lamps. McGraw-Hill Companies, Inc. (2002)
  32. Properties, Applications and Uses of the "Rare Gases" Neon, Krypton and Xenon. Uigi.com. Diakses tanggal 20 Juni 2023.
  33. Laser Devices, Laser Shows and Effect.
  34. J. Sethian. Krypton Fluoride Laser Development for Inertial Fusion Energy. Plasma Physics Division, Naval Research Laboratory. hlm. 1–8.
  35. Pavlovskaya, GE. Hyperpolarized krypton-83 as a contrast agent for magnetic resonance imaging. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 2005. Vol. 102 (51). hlm. 18275–9. doi:10.1073/pnas.0509419102.
  36. Chon, D. Effect of low-xenon and krypton supplementation on signal/noise of regional CT-based ventilation measurements. Journal of Applied Physiology. 2007. Vol. 102 (4). hlm. 1535–44. doi:10.1152/japplphysiol.01235.2005.
  37. M. Bajc. EANM guidelines for ventilation/perfusion scintigraphy. European Journal of Nuclear Medicine and Molecular Imaging. 27 Juni 2009. Vol. 36 (8). hlm. 1356–1370. doi:10.1007/s00259-009-1170-5.
  38. David E. Sanger. N. Korea may be hiding new nuclear site. Oakland Tribune. 20 Juli 2003.
  39. Ed Bradley. U.S. Intelligence Find Evidence of Pakistan Producing Nuclear Weapons, CBS. CBS Evening News with Dan Rather. 16 Maret 2000.
  40. K. Różański. Krypton-85 in the atmosphere 1950–1977: a data review. Environment International. 1979-01-01. Vol. 2 (3). hlm. 139–143. doi:10.1016/0160-4120(79)90071-0.
  41. James Ayre. Insulated Windows 101 — Double Glazing, Triple Glazing, Thermal Performance, & Potential Problems. cleantechnica.com. 28 April 2018.
  42. SpaceX. Starlink Mission. YouTube.
  43. Properties of Krypton . Pt.chemicalstore.com. Diakses tanggal 20 Juni 2023.
  44. R. R. Kennedy. Anaesthesia and the 'Inert' Gases with Special Reference to Xenon. Anaesthesia and Intensive Care. February 1992. Vol. 20 (1). hlm. 66–70. doi:10.1177/0310057X9202000113.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29299228 (2026-05-31T20:55:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.