Lompat ke isi

Antimon triselenida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27465347; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Antimon triselenida''' adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] [[antimon|Sb]]<sub>2</sub>[[Selenium|Se]]<sub>3</sub>. Bahan ini eksis sebagai [[mineral]] [[garam sulfo]] [[antimonselit]] ([[Daftar simbol mineral|simbol]] [[Asosiasi Mineralogi Internasional|IMA]]: Atm), yang mengkristal dalam [[grup ruang]] [[Sistem kristal ortorombik|ortorombik]]. Dalam senyawa ini, antimon memiliki [[bilangan oksidasi]] formal +3, sementara selenium &minus;2. Ikatan dalam senyawa ini memiliki karakter kovalen sebagaimana dibuktikan oleh warna hitam dan sifat [[semikonduktor]] dari bahan ini dan bahan terkait. Konstanta dielektrik frekuensi rendah (ε<sub>0</sub>) telah diukur sebesar 133 sepanjang sumbu ''c'' kristal ini pada suhu kamar, yang luar biasa besar. Celah pitanya adalah 1,18&nbsp;eV pada suhu kamar.
[[File:Sb2Se3_structure.jpg|thumb|right|280px|Sb2Se3 structure]]


Senyawa ini dapat dibentuk melalui reaksi antara antimon dengan selenium dan memiliki titik lebur 885&nbsp;K.
'''Antimon triselenida''' adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] [[antimon|Sb]]<sub>2</sub>[[Selenium|Se]]<sub>3</sub>. Bahan ini eksis sebagai [[mineral]] [[garam sulfo]] [[antimonselit]] ([[Daftar simbol mineral|simbol]] [[Asosiasi Mineralogi Internasional|IMA]]: Atm<ref>L.N. Warr. ''IMA-CNMNC approved mineral symbols''. ''Mineralogical Magazine''. 2021. Vol. 85 (3). hlm. 291–320. doi:10.1180/mgm.2021.43.</ref>), yang mengkristal dalam [[grup ruang]] [[Sistem kristal ortorombik|ortorombik]].<ref>Jambor, J. L.; Grew, E. S."New Mineral Names" American Mineralogist, Volume 79, pages 387-391, 1994.</ref> Dalam senyawa ini, antimon memiliki [[bilangan oksidasi]] formal +3, sementara selenium &minus;2. Ikatan dalam senyawa ini memiliki karakter kovalen sebagaimana dibuktikan oleh warna hitam dan sifat [[semikonduktor]] dari bahan ini dan bahan terkait.<ref>O Madelung. ''Semiconductors: data handbook''. Springer. 2004. ISBN 9783540404880.</ref> Konstanta dielektrik frekuensi rendah (ε<sub>0</sub>) telah diukur sebesar 133 sepanjang sumbu ''c'' kristal ini pada suhu kamar, yang luar biasa besar.<ref>J. Petzelt. ''Far infrared dielectric dispersion in Sb2S3, Bi2S3 and Sb2Se3 single crystals''. ''Ferroelectrics''. Januari 1973. Vol. 5 (1). hlm. 59–68. doi:10.1080/00150197308235780.</ref> Celah pitanya adalah 1,18&nbsp;eV pada suhu kamar.<ref>Max Birkett. ''Band gap temperature-dependence of close-space sublimation grown Sb2Se3 by photo-reflectance''. ''APL Materials''. 2018. Vol. 6 (8). hlm. 084901. doi:10.1063/1.5027157.</ref>
 
Senyawa ini dapat dibentuk melalui reaksi antara antimon dengan selenium dan memiliki titik lebur 885&nbsp;K.<ref>O Madelung. ''Semiconductors: data handbook''. Springer. 2004. ISBN 9783540404880.</ref>


==Kegunaan==
==Kegunaan==
Saat ini,  sedang dieksplorasi secara aktif untuk aplikasi sel surya film tipis. Rekor efisiensi konversi cahaya menjadi listrik sebesar 9,2% telah dilaporkan.
Saat ini,  sedang dieksplorasi secara aktif untuk aplikasi sel surya film tipis.<ref>Alessio Bosio. ''A Review on the Fundamental Properties of Sb2Se3-Based Thin Film Solar Cells''. ''Energies''. Januari 2023. Vol. 16 (19). hlm. 6862. doi:10.3390/en16196862.</ref> Rekor efisiensi konversi cahaya menjadi listrik sebesar 9,2% telah dilaporkan.<ref>Lydia Helena Wong. ''Emerging inorganic solar cell efficiency tables (Version 1)''. ''J Phys Energy''. 2019. Vol. 1 (3). hlm. 032001. doi:10.1088/2515-7655/ab2338.</ref>
 
==Referensi==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antimon+triselenida&oldid=27465347 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27465347 (2025-06-26T19:01:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antimon+triselenida&oldid=27465347 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27465347 (2025-06-26T19:01:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 13.59

Sb2Se3 structure

Antimon triselenida adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia Sb2Se3. Bahan ini eksis sebagai mineral garam sulfo antimonselit (simbol IMA: Atm[1]), yang mengkristal dalam grup ruang ortorombik.[2] Dalam senyawa ini, antimon memiliki bilangan oksidasi formal +3, sementara selenium −2. Ikatan dalam senyawa ini memiliki karakter kovalen sebagaimana dibuktikan oleh warna hitam dan sifat semikonduktor dari bahan ini dan bahan terkait.[3] Konstanta dielektrik frekuensi rendah (ε0) telah diukur sebesar 133 sepanjang sumbu c kristal ini pada suhu kamar, yang luar biasa besar.[4] Celah pitanya adalah 1,18 eV pada suhu kamar.[5]

Senyawa ini dapat dibentuk melalui reaksi antara antimon dengan selenium dan memiliki titik lebur 885 K.[6]

Kegunaan

Saat ini, sedang dieksplorasi secara aktif untuk aplikasi sel surya film tipis.[7] Rekor efisiensi konversi cahaya menjadi listrik sebesar 9,2% telah dilaporkan.[8]

Referensi

  1. L.N. Warr. IMA-CNMNC approved mineral symbols. Mineralogical Magazine. 2021. Vol. 85 (3). hlm. 291–320. doi:10.1180/mgm.2021.43.
  2. Jambor, J. L.; Grew, E. S."New Mineral Names" American Mineralogist, Volume 79, pages 387-391, 1994.
  3. O Madelung. Semiconductors: data handbook. Springer. 2004. ISBN 9783540404880.
  4. J. Petzelt. Far infrared dielectric dispersion in Sb2S3, Bi2S3 and Sb2Se3 single crystals. Ferroelectrics. Januari 1973. Vol. 5 (1). hlm. 59–68. doi:10.1080/00150197308235780.
  5. Max Birkett. Band gap temperature-dependence of close-space sublimation grown Sb2Se3 by photo-reflectance. APL Materials. 2018. Vol. 6 (8). hlm. 084901. doi:10.1063/1.5027157.
  6. O Madelung. Semiconductors: data handbook. Springer. 2004. ISBN 9783540404880.
  7. Alessio Bosio. A Review on the Fundamental Properties of Sb2Se3-Based Thin Film Solar Cells. Energies. Januari 2023. Vol. 16 (19). hlm. 6862. doi:10.3390/en16196862.
  8. Lydia Helena Wong. Emerging inorganic solar cell efficiency tables (Version 1). J Phys Energy. 2019. Vol. 1 (3). hlm. 032001. doi:10.1088/2515-7655/ab2338.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27465347 (2025-06-26T19:01:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.