Lompat ke isi

Asam nukleat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29599784; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Asam nukleat''' ([[bahasa Inggris]]: ''nucleic acid'') adalah [[makromolekul]] [[biokimia]] yang kompleks, berbobot molekul tinggi, dan tersusun atas rantai [[nukleotida]] yang mengandung [[informasi genetik]]. Struktur asam nukleat terdiri dari rantai molekul yang panjang dan tersusun atas molekul kompleks polinukleotida.
[[File:Difference_DNA_RNA-EN.svg|thumb|right|280px|Difference DNA RNA-EN]]


Asam nukleat yang paling umum adalah [[asam deoksiribonukleat]] ([[DNA]]) dan [[asam ribonukleat]] ([[RNA]]). Asam nukleat ditemukan pada semua [[sel]] hidup serta pada [[virus]]. Nama asam nukleat diberikan karena awalnya ditemukan di dalam [[inti sel|inti (nukleus) sel]] [[eukariota]]. Meskipun belakangan diketahui bahwa asam nukleat juga ditemukan di [[mitokondria]] dan [[kloroplas]], serta di [[sitoplasma]] sel [[prokariota]].
'''Asam nukleat''' ([[bahasa Inggris]]: ''nucleic acid'') adalah [[makromolekul]] [[biokimia]] yang kompleks, berbobot molekul tinggi, dan tersusun atas rantai [[nukleotida]] yang mengandung [[informasi genetik]]. Struktur asam nukleat terdiri dari rantai molekul yang panjang dan tersusun atas molekul kompleks polinukleotida.<ref>Teuku Tajjudin. [https://repository.ut.ac.id/4340/1/PEBI4426-M1.pdf Bioteknologi]. Universitas Terbuka. 2021. hlm. 1.43. ISBN 9786233126496.</ref>


Asam nukleat merupakan [[biopolimer]], dan [[monomer]] penyusunnya adalah [[nukleotida]]. Setiap nukleotida terdiri dari tiga komponen, yaitu [[basa]] nitrogen [[heterosiklik]] (berupa [[purin]] atau [[pirimidin]]), [[gula]] [[pentosa]], dan gugus [[fosfat]]. Jenis asam nukleat (DNA dan RNA) dibedakan oleh jenis gula dan basa nitrogen yang mereka miliki. [[Adenina]], [[sitosina]], dan [[guanina]] dapat ditemukan pada RNA maupun DNA, sedangkan [[timina]] dapat ditemukan hanya pada DNA dan [[urasil]] dapat ditemukan hanya pada RNA.
Asam nukleat yang paling umum adalah [[asam deoksiribonukleat]] ([[DNA]]) dan [[asam ribonukleat]] ([[RNA]]).<ref>Dr La Ode Sumarlin M.Si. [https://books.google.co.id/books?id=GLStEAAAQBAJ&pg=PA94&dq=asam+karboksilat)+adalah+golongan+asam+organik+alifatik+yang+memiliki+gugus+karboksil&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjknrHK1emDAxVUamwGHcULDPYQ6AF6BAgJEAI#v=onepage&q&f=false BIOKIMIA: Dasar-Dasar Biomolekul dan Konsep Metabolisme]. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers. 2023-02-14. ISBN 978-623-231-171-8.</ref> Asam nukleat ditemukan pada semua [[sel]] hidup serta pada [[virus]]. Nama asam nukleat diberikan karena awalnya ditemukan di dalam [[inti sel|inti (nukleus) sel]] [[eukariota]]. Meskipun belakangan diketahui bahwa asam nukleat juga ditemukan di [[mitokondria]] dan [[kloroplas]], serta di [[sitoplasma]] sel [[prokariota]].
 
Asam nukleat merupakan [[biopolimer]], dan [[monomer]] penyusunnya adalah [[nukleotida]]. Setiap nukleotida terdiri dari tiga komponen, yaitu [[basa]] nitrogen [[heterosiklik]] (berupa [[purin]] atau [[pirimidin]]), [[gula]] [[pentosa]], dan gugus [[fosfat]]. Jenis asam nukleat (DNA dan RNA) dibedakan oleh jenis gula dan basa nitrogen yang mereka miliki. [[Adenina]], [[sitosina]], dan [[guanina]] dapat ditemukan pada RNA maupun DNA, sedangkan [[timina]] dapat ditemukan hanya pada DNA dan [[urasil]] dapat ditemukan hanya pada RNA.<ref>Dr La Ode Sumarlin M.Si. [https://books.google.co.id/books?id=GLStEAAAQBAJ&pg=PA94&dq=asam+karboksilat)+adalah+golongan+asam+organik+alifatik+yang+memiliki+gugus+karboksil&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjknrHK1emDAxVUamwGHcULDPYQ6AF6BAgJEAI#v=onepage&q&f=false BIOKIMIA: Dasar-Dasar Biomolekul dan Konsep Metabolisme]. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers. 2023-02-14. ISBN 978-623-231-171-8.</ref>


Asam nukleat merupakan biomolekul yang sangat penting dan ditemukan melimpah di semua makhluk hidup. Molekul ini berperan dalam menyimpan, menyandikan, serta meneruskan informasi genetik pada setiap sel dari semua bentuk kehidupan di Bumi. Tidak hanya menyimpan informasi, asam nukleat juga mengatur bagaimana informasi tersebut digunakan—baik untuk menjalankan fungsi internal sel maupun diwariskan ke generasi berikutnya.
Asam nukleat merupakan biomolekul yang sangat penting dan ditemukan melimpah di semua makhluk hidup. Molekul ini berperan dalam menyimpan, menyandikan, serta meneruskan informasi genetik pada setiap sel dari semua bentuk kehidupan di Bumi. Tidak hanya menyimpan informasi, asam nukleat juga mengatur bagaimana informasi tersebut digunakan—baik untuk menjalankan fungsi internal sel maupun diwariskan ke generasi berikutnya.


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Ilmuwan Swiss [[Friedrich Miescher]] menemukan zat yang kaya fosfat dari [[Inti sel|nukleus]] [[sel darah putih]] pada tahun 1869, ia menyebutnya nuklein. Pada awal 1880-an [[Ludwig Karl Martin Leonhard Albrecht Kossel|Albrecht Kossel]] memurnikan zat tersebut dan menemukan sifatnya yang sangat asam. Ia kemudian juga mengidentifikasi [[Basa nukleotida|nukleobasa]]. Pada tahun 1889, [[Richard Altmann]] menciptakan istilah asam nukleat. Pada tahun 1938 [[William Astbury|Astbury]] dan Bell menerbitkan pola difraksi sinar-X dari DNA. Pada tahun 1953, [[James Dewey Watson|Watson]] dan [[Francis Crick|Crick]] mengidentifikasi [[Struktur Molekul Asam Nukleat: Sebuah Struktur untuk Asam Nukleat Deoksiribosa|struktur DNA]].
Ilmuwan Swiss [[Friedrich Miescher]] menemukan zat yang kaya fosfat dari [[Inti sel|nukleus]] [[sel darah putih]] pada tahun 1869, ia menyebutnya nuklein.<ref>''Discovering DNA: Friedrich Miescher and the early years of nucleic acid research''. ''Human Genetics''. January 2008. Vol. 122 (6). hlm. 565–81. doi:10.1007/s00439-007-0433-0.</ref> Pada awal 1880-an [[Ludwig Karl Martin Leonhard Albrecht Kossel|Albrecht Kossel]] memurnikan zat tersebut dan menemukan sifatnya yang sangat asam. Ia kemudian juga mengidentifikasi [[Basa nukleotida|nukleobasa]]. Pada tahun 1889, [[Richard Altmann]] menciptakan istilah asam nukleat. Pada tahun 1938 [[William Astbury|Astbury]] dan Bell menerbitkan pola difraksi sinar-X dari DNA.<ref>Michael Cox. [https://books.google.com/books?id=_GUdBQAAQBAJ Principles of Biochemistry]. Susan Winslow. 2008. hlm. 288. ISBN 9781464163074.</ref> Pada tahun 1953, [[James Dewey Watson|Watson]] dan [[Francis Crick|Crick]] mengidentifikasi [[Struktur Molekul Asam Nukleat: Sebuah Struktur untuk Asam Nukleat Deoksiribosa|struktur DNA]].<ref>[http://www.whatisdna.net/dna-structure/ DNA Structure]. ''What is DNA''. Linda Clarks.</ref>


== Keberadaan dan nomenklatur ==
== Keberadaan dan nomenklatur ==
Asam nukleat adalah nama umum untuk DNA dan RNA, yang tergolong kelompok [[biopolimer]], dan identik dengan [[polinukleotida]]. Nama asam nukleat diberikat karena awalnya mereka ditemukan di dalam [[Inti sel|nukleus]] dan karena keberadaan gugus fosfat (terkait dengan asam fosfat). Meskipun pertama kali ditemukan di dalam inti sel [[eukariota]], saat ini telah diketahui bahwa asam nukleat ditemukan di semua bentuk kehidupan, termasuk di dalam [[bakteri]], [[arkea]], [[mitokondria]], [[kloroplas]], dan [[virus]] (meskipun ada perdebatan mengenai [[Kehidupan|status kehidupan virus]]). Semua sel hidup mengandung DNA dan RNA (kecuali beberapa sel seperti [[sel darah merah]] mamalia yang matang), sedangkan virus mengandung DNA saja atau RNA saja, dan tidak keduanya. Komponen dasar asam nukleat biologis adalah [[nukleotida]], yang masing-masing mengandung gula pentosa ([[ribosa]] atau [[deoksiribosa]]), [[Ortofosfat|gugus fosfat]], dan [[basa nukleotida]]. Asam nukleat juga bisa diproduksi di laboratorium melalui penggunaan [[enzim]] (DNA dan RNA polimerase) dan melalui [[Sintesis fase padat|sintesis kimia fase padat]]. Metode kimiawi juga memungkinkan pembentukan asam nukleat termodifikasi yang tidak ditemukan secara alamiah, misalnya [[asam nukleat peptida]].
Asam nukleat adalah nama umum untuk DNA dan RNA, yang tergolong kelompok [[biopolimer]],<ref>''Metabolism of Nucleic Acids (Macromolecular DNA and RNA)''. ''Annual Review of Biochemistry''. 1965. Vol. 34. hlm. 449–86. doi:10.1146/annurev.bi.34.070165.002313.</ref> dan identik dengan [[polinukleotida]]. Nama asam nukleat diberikat karena awalnya mereka ditemukan di dalam [[Inti sel|nukleus]] dan karena keberadaan gugus fosfat (terkait dengan asam fosfat).<ref>''Discovering DNA: Friedrich Miescher and the early years of nucleic acid research''. ''Human Genetics''. nih.gov. January 2008. Vol. 122 (6). hlm. 565–81. doi:10.1007/s00439-007-0433-0.</ref> Meskipun pertama kali ditemukan di dalam inti sel [[eukariota]], saat ini telah diketahui bahwa asam nukleat ditemukan di semua bentuk kehidupan, termasuk di dalam [[bakteri]], [[arkea]], [[mitokondria]], [[kloroplas]], dan [[virus]] (meskipun ada perdebatan mengenai [[Kehidupan|status kehidupan virus]]). Semua sel hidup mengandung DNA dan RNA (kecuali beberapa sel seperti [[sel darah merah]] mamalia yang matang), sedangkan virus mengandung DNA saja atau RNA saja, dan tidak keduanya.<ref>[https://archive.org/details/brockbiologyofmi0000unse Brock biology of microorganisms]. Pearson / Benjamin Cummings. 2009. ISBN 978-0-321-53615-0.</ref> Komponen dasar asam nukleat biologis adalah [[nukleotida]], yang masing-masing mengandung gula pentosa ([[ribosa]] atau [[deoksiribosa]]), [[Ortofosfat|gugus fosfat]], dan [[basa nukleotida]].<ref>Hardinger, Steven. [http://www.chem.ucla.edu/harding/ec_tutorials/tutorial84.pdf Knowing Nucleic Acids]. ucla.edu. 2011.</ref> Asam nukleat juga bisa diproduksi di laboratorium melalui penggunaan [[enzim]]<ref>Mullis, Kary B. The Polymerase Chain Reaction (Nobel Lecture). 1993. (retrieved December 1, 2010) http://nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/1993/mullis-lecture.html</ref> (DNA dan RNA polimerase) dan melalui [[Sintesis fase padat|sintesis kimia fase padat]]. Metode kimiawi juga memungkinkan pembentukan asam nukleat termodifikasi yang tidak ditemukan secara alamiah,<ref>''Modified oligonucleotides: synthesis and strategy for users''. ''Annual Review of Biochemistry''. 1998. Vol. 67. hlm. 99–134. doi:10.1146/annurev.biochem.67.1.99.</ref> misalnya [[asam nukleat peptida]].


== Komposisi dan ukuran molekul ==
== Komposisi dan ukuran molekul ==
Asam nukleat umumnya merupakan molekul yang sangat besar. Molekul DNA mungkin merupakan molekul individual terbesar yang diketahui. Molekul asam nukleat biologis diketahui memiliki rentang ukuran dari 21 nukleotida ([[RNA interferensi kecil]]) hingga kromosom besar ([[Kromosom 1|kromosom manusia 1]] adalah molekul tunggal yang mengandung 247 juta [[pasangan basa]]).
Asam nukleat umumnya merupakan molekul yang sangat besar. Molekul DNA mungkin merupakan molekul individual terbesar yang diketahui. Molekul asam nukleat biologis diketahui memiliki rentang ukuran dari 21 nukleotida ([[RNA interferensi kecil]]) hingga kromosom besar ([[Kromosom 1|kromosom manusia 1]] adalah molekul tunggal yang mengandung 247 juta [[pasangan basa]]).<ref>''The DNA sequence and biological annotation of human chromosome 1''. ''Nature''. May 2006. Vol. 441 (7091). hlm. 315–21. doi:10.1038/nature04727.</ref>


Pada kebanyakan kasus, secara alamiah, molekul DNA berupa [[Pilinan ganda|unting ganda]] sedangkan molekul RNA berunting tunggal. Namun, ada banyak pengecualian, misalnya beberapa virus memiliki genom yang terbuat dari [[Reoviridae|RNA unting ganda]] dan virus lain memiliki genom [[Bakteriofag M13|DNA berunting tunggal]], dan dalam beberapa keadaan, struktur asam nukleat dengan [[DNA berunting tiga|tiga]] atau [[G-quadruplex|empat]] unting dapat terbentuk.
Pada kebanyakan kasus, secara alamiah, molekul DNA berupa [[Pilinan ganda|unting ganda]] sedangkan molekul RNA berunting tunggal.<ref>''Comparison of RNA, single-stranded DNA and double-stranded DNA behavior during capillary electrophoresis in semidilute polymer solutions''. ''Electrophoresis''. nih.gov. April 2002. Vol. 23 (7–8). hlm. 1033–44. doi:10.1002/1522-2683(200204)23:7/8 3.0.CO;2-7.</ref> Namun, ada banyak pengecualian, misalnya beberapa virus memiliki genom yang terbuat dari [[Reoviridae|RNA unting ganda]] dan virus lain memiliki genom [[Bakteriofag M13|DNA berunting tunggal]],<ref>Margaret Hunt. [http://pathmicro.med.sc.edu/mhunt/rna-ho.htm RN Virus Replication Strategies]. sc.edu. 2010.</ref> dan dalam beberapa keadaan, struktur asam nukleat dengan [[DNA berunting tiga|tiga]] atau [[G-quadruplex|empat]] unting dapat terbentuk.<ref>''RecG helicase activity at three- and four-strand DNA structures''. ''Nucleic Acids Research''. August 1999. Vol. 27 (15). hlm. 3049–56. doi:10.1093/nar/27.15.3049.</ref>


Asam nukleat adalah [[polimer]] linier (rantai) dari nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari tiga komponen: [[Basa nukleotida|nukleobasa]] berupa [[Purina|purin]] atau [[Pirimidina|pirimidin]] (kadang-kadang disebut ''basa nitrogen'' atau hanya ''basa''), [[gula]] [[pentosa]], dan [[Ortofosfat|gugus fosfat]]. Substruktur yang hanya terdiri dari nukleobasa ditambah gula disebut [[nukleosida]]. Kedua jenis asam nukleat (DNA dan RNA) memiliki perbedaan dalam struktur gulanya: DNA mengandung 2'-[[deoksiribosa]], sedangkan RNA mengandung [[ribosa]] (satu-satunya perbedaan antara kedua jenis gula tersebut adalah keberadaan [[Hidroksil|gugus hidroksil]]). Selain itu, nukleobasa yang ditemukan dalam dua jenis asam nukleat juga berbeda: [[adenina]] (A), [[sitosina]] (C), dan [[guanina]] (G) ditemukan pada RNA dan DNA, [[timina]] (T) hanya ditemukan pada DNA, dan [[urasil]] (U) hanya ditemukan pada RNA.
Asam nukleat adalah [[polimer]] linier (rantai) dari nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari tiga komponen: [[Basa nukleotida|nukleobasa]] berupa [[Purina|purin]] atau [[Pirimidina|pirimidin]] (kadang-kadang disebut ''basa nitrogen'' atau hanya ''basa''), [[gula]] [[pentosa]], dan [[Ortofosfat|gugus fosfat]]. Substruktur yang hanya terdiri dari nukleobasa ditambah gula disebut [[nukleosida]]. Kedua jenis asam nukleat (DNA dan RNA) memiliki perbedaan dalam struktur gulanya: DNA mengandung 2'-[[deoksiribosa]], sedangkan RNA mengandung [[ribosa]] (satu-satunya perbedaan antara kedua jenis gula tersebut adalah keberadaan [[Hidroksil|gugus hidroksil]]). Selain itu, nukleobasa yang ditemukan dalam dua jenis asam nukleat juga berbeda: [[adenina]] (A), [[sitosina]] (C), dan [[guanina]] (G) ditemukan pada RNA dan DNA, [[timina]] (T) hanya ditemukan pada DNA, dan [[urasil]] (U) hanya ditemukan pada RNA.


Gula dan fosfat dalam asam nukleat terhubung satu sama lain secara berselang-seling membentuk rantai yang memanjang (disebut "tulang punggung" gula-fosfat) melalui ikatan [[Ikatan fosfodiester|fosfodiester]]. Dalam [[Tata nama asam nukleat|nomenklatur konvensional]], karbon yang terikat pada gugus fosfat disebut karbon ujung-3 dan ujung-5 dari gula. Penamaan ini dijadikan petunjuk arah pada asam nukleat; ujung-ujung molekul asam nukleat disebut sebagai ujung-5 dan ujung-3. Nukleobasa berikatan dengan gula melalui ikatan N-glikosidik yang melibatkan cincin nitrogen nukleobasa (N-1 untuk pirimidin dan N-9 untuk purin) dan karbon 1' dari cincin gula pentosa.
Gula dan fosfat dalam asam nukleat terhubung satu sama lain secara berselang-seling membentuk rantai yang memanjang (disebut "tulang punggung" gula-fosfat) melalui ikatan [[Ikatan fosfodiester|fosfodiester]].<ref>Stryer, Lubert. [https://archive.org/details/biochemistry0006berg Biochemistry]. W.H. Freeman. 2007. ISBN 978-0-7167-6766-4.</ref> Dalam [[Tata nama asam nukleat|nomenklatur konvensional]], karbon yang terikat pada gugus fosfat disebut karbon ujung-3 dan ujung-5 dari gula. Penamaan ini dijadikan petunjuk arah pada asam nukleat; ujung-ujung molekul asam nukleat disebut sebagai ujung-5 dan ujung-3. Nukleobasa berikatan dengan gula melalui ikatan N-glikosidik yang melibatkan cincin nitrogen nukleobasa (N-1 untuk pirimidin dan N-9 untuk purin) dan karbon 1' dari cincin gula pentosa.


Nukleosida nonstandar juga ditemukan pada RNA dan DNA, dan biasanya muncul dari modifikasi nukleosida standar di dalam molekul DNA atau saat [[Transkripsi (genetik)|transkripsi]] RNA primer (fase awal). Molekul [[RNA transfer]] (tRNA) mengandung sejumlah besar nukleosida termodifikasi.
Nukleosida nonstandar juga ditemukan pada RNA dan DNA, dan biasanya muncul dari modifikasi nukleosida standar di dalam molekul DNA atau saat [[Transkripsi (genetik)|transkripsi]] RNA primer (fase awal). Molekul [[RNA transfer]] (tRNA) mengandung sejumlah besar nukleosida termodifikasi.<ref>''Transfer RNA: molecular structure, sequence, and properties''. ''Annual Review of Biochemistry''. 1976. Vol. 45. hlm. 805–60. doi:10.1146/annurev.bi.45.070176.004105.</ref>


== Topologi ==
== Topologi ==
Asam nukleat unting ganda disusun dari urutan nukleotida yang komplementer, dengan [[Pasangan basa|pasangan basa Watson-Crick]] yang ekstensif menghasilkan [[Pilinan ganda|struktur pilinan ganda tiga dimensi]] yang sangat seragam dan berulang. Sebaliknya, molekul RNA dan DNA unting tunggal tidak hanya berada dalam bentuk pilinan ganda biasa dan dapat mengadopsi [[Struktur tersier asam nukleat|struktur tiga dimensi yang sangat kompleks]]. Struktur kompleks ini didasarkan pada bentangan pendek urutan pasangan basa intramolekul, termasuk pasangan basa Watson-Crick dan lainnya, serta berbagai interaksi tersier yang kompleks.
Asam nukleat unting ganda disusun dari urutan nukleotida yang komplementer, dengan [[Pasangan basa|pasangan basa Watson-Crick]] yang ekstensif menghasilkan [[Pilinan ganda|struktur pilinan ganda tiga dimensi]] yang sangat seragam dan berulang.<ref>''Molecular structure of nucleic acids; a structure for deoxyribose nucleic acid''. ''Nature''. April 1953. Vol. 171 (4356). hlm. 737–8. doi:10.1038/171737a0.</ref> Sebaliknya, molekul RNA dan DNA unting tunggal tidak hanya berada dalam bentuk pilinan ganda biasa dan dapat mengadopsi [[Struktur tersier asam nukleat|struktur tiga dimensi yang sangat kompleks]]. Struktur kompleks ini didasarkan pada bentangan pendek urutan pasangan basa intramolekul, termasuk pasangan basa Watson-Crick dan lainnya, serta berbagai interaksi tersier yang kompleks.<ref>''RNA folds: insights from recent crystal structures''. ''Annual Review of Biophysics and Biomolecular Structure''. 1999. Vol. 28. hlm. 57–73. doi:10.1146/annurev.biophys.28.1.57.</ref>


Molekul asam nukleat biasanya tidak bercabang dan dapat berbentuk linier dan sirkuler. Sebagai contoh, kromosom bakteri, [[plasmid]], [[DNA mitokondria]], dan DNA kloroplas biasanya merupakan molekul DNA unting ganda melingkar, sedangkan kromosom inti sel eukariota biasanya berupa molekul DNA unting ganda yang linier. Sebagian besar molekul RNA berbentuk linier dan berunting tunggal, tetapi molekul melingkar dan bercabang dapat dihasilkan dari reaksi [[penjalinan RNA]]. Jumlah total pirimidin sama dengan jumlah total purin. Diameter pilinan berukuran sekitar 20[[Ångström|Å]].
Molekul asam nukleat biasanya tidak bercabang dan dapat berbentuk linier dan sirkuler. Sebagai contoh, kromosom bakteri, [[plasmid]], [[DNA mitokondria]], dan DNA kloroplas biasanya merupakan molekul DNA unting ganda melingkar, sedangkan kromosom inti sel eukariota biasanya berupa molekul DNA unting ganda yang linier.<ref>[https://archive.org/details/brockbiologyofmi0000unse Brock biology of microorganisms]. Pearson / Benjamin Cummings. 2009. ISBN 978-0-321-53615-0.</ref> Sebagian besar molekul RNA berbentuk linier dan berunting tunggal, tetapi molekul melingkar dan bercabang dapat dihasilkan dari reaksi [[penjalinan RNA]].<ref>Alberts, Bruce. ''Molecular biology of the cell''. Garland Science. 2008. ISBN 978-0-8153-4105-5.</ref> Jumlah total pirimidin sama dengan jumlah total purin. Diameter pilinan berukuran sekitar 20[[Ångström|Å]].


== Urutan ==
== Urutan ==
 
Satu molekul asam nukleat (baik DNA atau RNA) berbeda satu dengan yang lain, terutama dalam [[Sekuens DNA|urutan nukleotida]]. Urutan nukleotida sangat penting dalam biologi karena mereka membawa instruksi akhir yang menyandikan semua molekul biologis: kumpulan molekul, struktur subseluler dan seluler, organ, hingga organisme, dan secara langsung memungkinkan kognisi, memori, dan perilaku (''lihat [[genetika]]''). Berbagai upaya besar telah dilakukan untuk mengembangkan metode eksperimental guna menentukan urutan nukleotida dari molekul DNA dan RNA biologis,<ref>Gilbert, Walter G. 1980. DNA Sequencing and Gene Structure (Nobel Lecture) http://nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/1980/gilbert-lecture.html</ref><ref>Sanger, Frederick. 1980. Determination of Nucleotide Sequences in DNA (Nobel Lecture) http://nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/1980/sanger-lecture.html</ref> dan saat ini ratusan juta nukleotida [[Pengurutan DNA|diurutkan]] setiap hari di pusat-pusat genom dan laboratorium-laboratorium yang lebih kecil di seluruh dunia. Selain memelihara basis data urutan asam nukleat di [[GenBank]], [[National Center for Biotechnology Information|Pusat Informasi Bioteknologi Nasional]] (NCBI) juga menyediakan sarana analisis dan sumber daya untuk pengambilan data di GenBank dan data biologis lainnya yang tersedia melalui situs web NCBI.<ref>NCBI Resource Coordinators. ''Database resources of the National Center for Biotechnology Information''. ''Nucleic Acids Research''. January 2014. Vol. 42 (Database issue). hlm. D7-17. doi:10.1093/nar/gkt1146.</ref>
Satu molekul asam nukleat (baik DNA atau RNA) berbeda satu dengan yang lain, terutama dalam [[Sekuens DNA|urutan nukleotida]]. Urutan nukleotida sangat penting dalam biologi karena mereka membawa instruksi akhir yang menyandikan semua molekul biologis: kumpulan molekul, struktur subseluler dan seluler, organ, hingga organisme, dan secara langsung memungkinkan kognisi, memori, dan perilaku (''lihat [[genetika]]''). Berbagai upaya besar telah dilakukan untuk mengembangkan metode eksperimental guna menentukan urutan nukleotida dari molekul DNA dan RNA biologis, dan saat ini ratusan juta nukleotida [[Pengurutan DNA|diurutkan]] setiap hari di pusat-pusat genom dan laboratorium-laboratorium yang lebih kecil di seluruh dunia. Selain memelihara basis data urutan asam nukleat di [[GenBank]], [[National Center for Biotechnology Information|Pusat Informasi Bioteknologi Nasional]] (NCBI) juga menyediakan sarana analisis dan sumber daya untuk pengambilan data di GenBank dan data biologis lainnya yang tersedia melalui situs web NCBI.


== Jenis ==
== Jenis ==
=== Asam deoksiribonukleat ===
=== Asam deoksiribonukleat ===
Asam deoksiribonukleat (DNA) adalah asam nukleat yang mengandung instruksi genetik yang digunakan dalam pengembangan dan fungsi semua makhluk hidup. Segmen DNA yang membawa informasi genetik ini disebut [[gen]]. Urutan DNA lainnya memiliki tujuan struktural atau terlibat dalam pengaturan penggunaan informasi genetik ini. Bersama dengan RNA dan protein, DNA adalah salah satu dari tiga makromolekul utama yang penting bagi semua bentuk kehidupan. DNA terdiri dari dua polimer panjang yang disusun oleh unit sederhana yang disebut nukleotida, dengan tulang punggung yang terbuat dari gula dan gugus fosfat yang digabungkan oleh ikatan [[ester]].
Asam deoksiribonukleat (DNA) adalah asam nukleat yang mengandung instruksi genetik yang digunakan dalam pengembangan dan fungsi semua makhluk hidup. Segmen DNA yang membawa informasi genetik ini disebut [[gen]]. Urutan DNA lainnya memiliki tujuan struktural atau terlibat dalam pengaturan penggunaan informasi genetik ini. Bersama dengan RNA dan protein, DNA adalah salah satu dari tiga makromolekul utama yang penting bagi semua bentuk kehidupan. DNA terdiri dari dua polimer panjang yang disusun oleh unit sederhana yang disebut nukleotida, dengan tulang punggung yang terbuat dari gula dan gugus fosfat yang digabungkan oleh ikatan [[ester]].


Baris 42: Baris 41:


=== Asam ribonukleat ===
=== Asam ribonukleat ===
Asam ribonukleat (RNA) berfungsi mengubah informasi genetik dari gen menjadi urutan asam amino yang menyusun protein. Ada tiga tipe RNA, yaitu [[RNA transfer]] (tRNA), [[RNA duta]] (mRNA), dan [[RNA ribosomal]] (rRNA). RNA duta berfungsi untuk membawa informasi urutan genetik antara DNA dan ribosom sehingga mengarahkan sintesis protein. RNA ribosomal merupakan komponen utama ribosom, dan mengkatalisis pembentukan ikatan peptida. RNA transfer berfungsi sebagai molekul pembawa asam amino yang akan digunakan dalam sintesis protein dan bertanggung jawab untuk menyandi mRNA. Selain ketiganya, banyak [[RNA nonpenyandi|kelas RNA lain]] yang diketahui saat ini.
Asam ribonukleat (RNA) berfungsi mengubah informasi genetik dari gen menjadi urutan asam amino yang menyusun protein. Ada tiga tipe RNA, yaitu [[RNA transfer]] (tRNA), [[RNA duta]] (mRNA), dan [[RNA ribosomal]] (rRNA). RNA duta berfungsi untuk membawa informasi urutan genetik antara DNA dan ribosom sehingga mengarahkan sintesis protein. RNA ribosomal merupakan komponen utama ribosom, dan mengkatalisis pembentukan ikatan peptida. RNA transfer berfungsi sebagai molekul pembawa asam amino yang akan digunakan dalam sintesis protein dan bertanggung jawab untuk menyandi mRNA. Selain ketiganya, banyak [[RNA nonpenyandi|kelas RNA lain]] yang diketahui saat ini.


Baris 49: Baris 47:


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Biologi molekuler]]
* [[Biologi molekuler]]
* [[Metode asam nukleat]]
* [[Metode asam nukleat]]
Baris 59: Baris 56:


== Catatan dan referensi ==
== Catatan dan referensi ==
== Bibliografi ==
== Bibliografi ==
* Wolfram Saenger, ''Principles of Nucleic Acid Structure'', 1984, Springer-Verlag New York Inc.
* Wolfram Saenger, ''Principles of Nucleic Acid Structure'', 1984, Springer-Verlag New York Inc.
* Bruce Alberts, Alexander Johnson, Julian Lewis, Martin Raff, Keith Roberts, and Peter Walter ''Molecular Biology of the Cell'', 2007, ISBN 978-0-8153-4105-5. Fourth edition is available online through the NCBI Bookshelf: [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/bookshelf/br.fcgi?book=mboc4 link]
* Bruce Alberts, Alexander Johnson, Julian Lewis, Martin Raff, Keith Roberts, and Peter Walter ''Molecular Biology of the Cell'', 2007, ISBN 978-0-8153-4105-5. Fourth edition is available online through the NCBI Bookshelf: [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/bookshelf/br.fcgi?book=mboc4 link]
* Jeremy M Berg, John L Tymoczko, and Lubert Stryer, ''Biochemistry'' 5th edition, 2002, W H Freeman. Available online through the NCBI Bookshelf: [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/bookshelf/br.fcgi?book=stryer link]
* Jeremy M Berg, John L Tymoczko, and Lubert Stryer, ''Biochemistry'' 5th edition, 2002, W H Freeman. Available online through the NCBI Bookshelf: [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/bookshelf/br.fcgi?book=stryer link]
*
*  


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 72: Baris 67:
* [http://www.atdbio.com/nucleic-acids-book Nucleic Acids Book (free online book on the chemistry and biology of nucleic acids)]
* [http://www.atdbio.com/nucleic-acids-book Nucleic Acids Book (free online book on the chemistry and biology of nucleic acids)]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+nukleat&oldid=29599784 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29599784 (2026-08-19T10:23:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+nukleat&oldid=29599784 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29599784 (2026-08-19T10:23:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.06

Berkas:Difference DNA RNA-EN.svg
Difference DNA RNA-EN

Asam nukleat (bahasa Inggris: nucleic acid) adalah makromolekul biokimia yang kompleks, berbobot molekul tinggi, dan tersusun atas rantai nukleotida yang mengandung informasi genetik. Struktur asam nukleat terdiri dari rantai molekul yang panjang dan tersusun atas molekul kompleks polinukleotida.[1]

Asam nukleat yang paling umum adalah asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA).[2] Asam nukleat ditemukan pada semua sel hidup serta pada virus. Nama asam nukleat diberikan karena awalnya ditemukan di dalam inti (nukleus) sel eukariota. Meskipun belakangan diketahui bahwa asam nukleat juga ditemukan di mitokondria dan kloroplas, serta di sitoplasma sel prokariota.

Asam nukleat merupakan biopolimer, dan monomer penyusunnya adalah nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari tiga komponen, yaitu basa nitrogen heterosiklik (berupa purin atau pirimidin), gula pentosa, dan gugus fosfat. Jenis asam nukleat (DNA dan RNA) dibedakan oleh jenis gula dan basa nitrogen yang mereka miliki. Adenina, sitosina, dan guanina dapat ditemukan pada RNA maupun DNA, sedangkan timina dapat ditemukan hanya pada DNA dan urasil dapat ditemukan hanya pada RNA.[3]

Asam nukleat merupakan biomolekul yang sangat penting dan ditemukan melimpah di semua makhluk hidup. Molekul ini berperan dalam menyimpan, menyandikan, serta meneruskan informasi genetik pada setiap sel dari semua bentuk kehidupan di Bumi. Tidak hanya menyimpan informasi, asam nukleat juga mengatur bagaimana informasi tersebut digunakan—baik untuk menjalankan fungsi internal sel maupun diwariskan ke generasi berikutnya.

Sejarah

Ilmuwan Swiss Friedrich Miescher menemukan zat yang kaya fosfat dari nukleus sel darah putih pada tahun 1869, ia menyebutnya nuklein.[4] Pada awal 1880-an Albrecht Kossel memurnikan zat tersebut dan menemukan sifatnya yang sangat asam. Ia kemudian juga mengidentifikasi nukleobasa. Pada tahun 1889, Richard Altmann menciptakan istilah asam nukleat. Pada tahun 1938 Astbury dan Bell menerbitkan pola difraksi sinar-X dari DNA.[5] Pada tahun 1953, Watson dan Crick mengidentifikasi struktur DNA.[6]

Keberadaan dan nomenklatur

Asam nukleat adalah nama umum untuk DNA dan RNA, yang tergolong kelompok biopolimer,[7] dan identik dengan polinukleotida. Nama asam nukleat diberikat karena awalnya mereka ditemukan di dalam nukleus dan karena keberadaan gugus fosfat (terkait dengan asam fosfat).[8] Meskipun pertama kali ditemukan di dalam inti sel eukariota, saat ini telah diketahui bahwa asam nukleat ditemukan di semua bentuk kehidupan, termasuk di dalam bakteri, arkea, mitokondria, kloroplas, dan virus (meskipun ada perdebatan mengenai status kehidupan virus). Semua sel hidup mengandung DNA dan RNA (kecuali beberapa sel seperti sel darah merah mamalia yang matang), sedangkan virus mengandung DNA saja atau RNA saja, dan tidak keduanya.[9] Komponen dasar asam nukleat biologis adalah nukleotida, yang masing-masing mengandung gula pentosa (ribosa atau deoksiribosa), gugus fosfat, dan basa nukleotida.[10] Asam nukleat juga bisa diproduksi di laboratorium melalui penggunaan enzim[11] (DNA dan RNA polimerase) dan melalui sintesis kimia fase padat. Metode kimiawi juga memungkinkan pembentukan asam nukleat termodifikasi yang tidak ditemukan secara alamiah,[12] misalnya asam nukleat peptida.

Komposisi dan ukuran molekul

Asam nukleat umumnya merupakan molekul yang sangat besar. Molekul DNA mungkin merupakan molekul individual terbesar yang diketahui. Molekul asam nukleat biologis diketahui memiliki rentang ukuran dari 21 nukleotida (RNA interferensi kecil) hingga kromosom besar (kromosom manusia 1 adalah molekul tunggal yang mengandung 247 juta pasangan basa).[13]

Pada kebanyakan kasus, secara alamiah, molekul DNA berupa unting ganda sedangkan molekul RNA berunting tunggal.[14] Namun, ada banyak pengecualian, misalnya beberapa virus memiliki genom yang terbuat dari RNA unting ganda dan virus lain memiliki genom DNA berunting tunggal,[15] dan dalam beberapa keadaan, struktur asam nukleat dengan tiga atau empat unting dapat terbentuk.[16]

Asam nukleat adalah polimer linier (rantai) dari nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari tiga komponen: nukleobasa berupa purin atau pirimidin (kadang-kadang disebut basa nitrogen atau hanya basa), gula pentosa, dan gugus fosfat. Substruktur yang hanya terdiri dari nukleobasa ditambah gula disebut nukleosida. Kedua jenis asam nukleat (DNA dan RNA) memiliki perbedaan dalam struktur gulanya: DNA mengandung 2'-deoksiribosa, sedangkan RNA mengandung ribosa (satu-satunya perbedaan antara kedua jenis gula tersebut adalah keberadaan gugus hidroksil). Selain itu, nukleobasa yang ditemukan dalam dua jenis asam nukleat juga berbeda: adenina (A), sitosina (C), dan guanina (G) ditemukan pada RNA dan DNA, timina (T) hanya ditemukan pada DNA, dan urasil (U) hanya ditemukan pada RNA.

Gula dan fosfat dalam asam nukleat terhubung satu sama lain secara berselang-seling membentuk rantai yang memanjang (disebut "tulang punggung" gula-fosfat) melalui ikatan fosfodiester.[17] Dalam nomenklatur konvensional, karbon yang terikat pada gugus fosfat disebut karbon ujung-3 dan ujung-5 dari gula. Penamaan ini dijadikan petunjuk arah pada asam nukleat; ujung-ujung molekul asam nukleat disebut sebagai ujung-5 dan ujung-3. Nukleobasa berikatan dengan gula melalui ikatan N-glikosidik yang melibatkan cincin nitrogen nukleobasa (N-1 untuk pirimidin dan N-9 untuk purin) dan karbon 1' dari cincin gula pentosa.

Nukleosida nonstandar juga ditemukan pada RNA dan DNA, dan biasanya muncul dari modifikasi nukleosida standar di dalam molekul DNA atau saat transkripsi RNA primer (fase awal). Molekul RNA transfer (tRNA) mengandung sejumlah besar nukleosida termodifikasi.[18]

Topologi

Asam nukleat unting ganda disusun dari urutan nukleotida yang komplementer, dengan pasangan basa Watson-Crick yang ekstensif menghasilkan struktur pilinan ganda tiga dimensi yang sangat seragam dan berulang.[19] Sebaliknya, molekul RNA dan DNA unting tunggal tidak hanya berada dalam bentuk pilinan ganda biasa dan dapat mengadopsi struktur tiga dimensi yang sangat kompleks. Struktur kompleks ini didasarkan pada bentangan pendek urutan pasangan basa intramolekul, termasuk pasangan basa Watson-Crick dan lainnya, serta berbagai interaksi tersier yang kompleks.[20]

Molekul asam nukleat biasanya tidak bercabang dan dapat berbentuk linier dan sirkuler. Sebagai contoh, kromosom bakteri, plasmid, DNA mitokondria, dan DNA kloroplas biasanya merupakan molekul DNA unting ganda melingkar, sedangkan kromosom inti sel eukariota biasanya berupa molekul DNA unting ganda yang linier.[21] Sebagian besar molekul RNA berbentuk linier dan berunting tunggal, tetapi molekul melingkar dan bercabang dapat dihasilkan dari reaksi penjalinan RNA.[22] Jumlah total pirimidin sama dengan jumlah total purin. Diameter pilinan berukuran sekitar 20Å.

Urutan

Satu molekul asam nukleat (baik DNA atau RNA) berbeda satu dengan yang lain, terutama dalam urutan nukleotida. Urutan nukleotida sangat penting dalam biologi karena mereka membawa instruksi akhir yang menyandikan semua molekul biologis: kumpulan molekul, struktur subseluler dan seluler, organ, hingga organisme, dan secara langsung memungkinkan kognisi, memori, dan perilaku (lihat genetika). Berbagai upaya besar telah dilakukan untuk mengembangkan metode eksperimental guna menentukan urutan nukleotida dari molekul DNA dan RNA biologis,[23][24] dan saat ini ratusan juta nukleotida diurutkan setiap hari di pusat-pusat genom dan laboratorium-laboratorium yang lebih kecil di seluruh dunia. Selain memelihara basis data urutan asam nukleat di GenBank, Pusat Informasi Bioteknologi Nasional (NCBI) juga menyediakan sarana analisis dan sumber daya untuk pengambilan data di GenBank dan data biologis lainnya yang tersedia melalui situs web NCBI.[25]

Jenis

Asam deoksiribonukleat

Asam deoksiribonukleat (DNA) adalah asam nukleat yang mengandung instruksi genetik yang digunakan dalam pengembangan dan fungsi semua makhluk hidup. Segmen DNA yang membawa informasi genetik ini disebut gen. Urutan DNA lainnya memiliki tujuan struktural atau terlibat dalam pengaturan penggunaan informasi genetik ini. Bersama dengan RNA dan protein, DNA adalah salah satu dari tiga makromolekul utama yang penting bagi semua bentuk kehidupan. DNA terdiri dari dua polimer panjang yang disusun oleh unit sederhana yang disebut nukleotida, dengan tulang punggung yang terbuat dari gula dan gugus fosfat yang digabungkan oleh ikatan ester.

Kedua unting DNA memiliki arah yang saling berlawanan. Salah satu dari empat jenis nukleobasa menempel pada setiap gula. Urutan keempat nukleobasa di sepanjang tulang punggung inilah yang menyandikan informasi berupa kode genetik, yang selanjutnya menentukan urutan asam amino sebagai penyusun protein. Pembacaan kode dilakukan dengan menyalin bentangan DNA menjadi RNA dalam proses yang disebut transkripsi. Di dalam sel, DNA diatur menjadi struktur panjang yang disebut kromosom. Selama pembelahan sel, kromosom ini digandakan dalam proses replikasi DNA, sehingga masing-masing sel memiliki kromosom yang lengkap. Organisme eukariota (hewan, tumbuhan, fungi, dan protista) menyimpan sebagian besar DNA mereka di dalam inti sel dan sebagian kecil DNA mereka dalam organel seperti mitokondria atau kloroplas. Sebaliknya, prokariota (bakteri dan arkea) hanya menyimpan DNA mereka di dalam sitoplasma. Di dalam kromosom, protein kromatin seperti histon memadatkan dan mengatur DNA. Struktur kompak ini memandu interaksi antara DNA dan protein-protein lain, membantu mengontrol bagian mana dari DNA yang ditranskripsi.

Asam ribonukleat

Asam ribonukleat (RNA) berfungsi mengubah informasi genetik dari gen menjadi urutan asam amino yang menyusun protein. Ada tiga tipe RNA, yaitu RNA transfer (tRNA), RNA duta (mRNA), dan RNA ribosomal (rRNA). RNA duta berfungsi untuk membawa informasi urutan genetik antara DNA dan ribosom sehingga mengarahkan sintesis protein. RNA ribosomal merupakan komponen utama ribosom, dan mengkatalisis pembentukan ikatan peptida. RNA transfer berfungsi sebagai molekul pembawa asam amino yang akan digunakan dalam sintesis protein dan bertanggung jawab untuk menyandi mRNA. Selain ketiganya, banyak kelas RNA lain yang diketahui saat ini.

Asam nukleat buatan

Analog asam nukleat buatan telah dirancang dan disintesis oleh ahli kimia, termasuk asam nukleat peptida, morfolino dan asam nukleat terkunci, asam nukleat glikol, dan asam nukleat treosa. Masing-masing dari mereka berbeda dari DNA atau RNA alamiah dalam tulang punggung molekulnya.

Lihat pula

Catatan dan referensi

Bibliografi

  • Wolfram Saenger, Principles of Nucleic Acid Structure, 1984, Springer-Verlag New York Inc.
  • Bruce Alberts, Alexander Johnson, Julian Lewis, Martin Raff, Keith Roberts, and Peter Walter Molecular Biology of the Cell, 2007, ISBN 978-0-8153-4105-5. Fourth edition is available online through the NCBI Bookshelf: link
  • Jeremy M Berg, John L Tymoczko, and Lubert Stryer, Biochemistry 5th edition, 2002, W H Freeman. Available online through the NCBI Bookshelf: link

Pranala luar

Referensi

  1. Teuku Tajjudin. Bioteknologi. Universitas Terbuka. 2021. hlm. 1.43. ISBN 9786233126496.
  2. Dr La Ode Sumarlin M.Si. BIOKIMIA: Dasar-Dasar Biomolekul dan Konsep Metabolisme. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers. 2023-02-14. ISBN 978-623-231-171-8.
  3. Dr La Ode Sumarlin M.Si. BIOKIMIA: Dasar-Dasar Biomolekul dan Konsep Metabolisme. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers. 2023-02-14. ISBN 978-623-231-171-8.
  4. Discovering DNA: Friedrich Miescher and the early years of nucleic acid research. Human Genetics. January 2008. Vol. 122 (6). hlm. 565–81. doi:10.1007/s00439-007-0433-0.
  5. Michael Cox. Principles of Biochemistry. Susan Winslow. 2008. hlm. 288. ISBN 9781464163074.
  6. DNA Structure. What is DNA. Linda Clarks.
  7. Metabolism of Nucleic Acids (Macromolecular DNA and RNA). Annual Review of Biochemistry. 1965. Vol. 34. hlm. 449–86. doi:10.1146/annurev.bi.34.070165.002313.
  8. Discovering DNA: Friedrich Miescher and the early years of nucleic acid research. Human Genetics. nih.gov. January 2008. Vol. 122 (6). hlm. 565–81. doi:10.1007/s00439-007-0433-0.
  9. Brock biology of microorganisms. Pearson / Benjamin Cummings. 2009. ISBN 978-0-321-53615-0.
  10. Hardinger, Steven. Knowing Nucleic Acids. ucla.edu. 2011.
  11. Mullis, Kary B. The Polymerase Chain Reaction (Nobel Lecture). 1993. (retrieved December 1, 2010) http://nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/1993/mullis-lecture.html
  12. Modified oligonucleotides: synthesis and strategy for users. Annual Review of Biochemistry. 1998. Vol. 67. hlm. 99–134. doi:10.1146/annurev.biochem.67.1.99.
  13. The DNA sequence and biological annotation of human chromosome 1. Nature. May 2006. Vol. 441 (7091). hlm. 315–21. doi:10.1038/nature04727.
  14. Comparison of RNA, single-stranded DNA and double-stranded DNA behavior during capillary electrophoresis in semidilute polymer solutions. Electrophoresis. nih.gov. April 2002. Vol. 23 (7–8). hlm. 1033–44. doi:10.1002/1522-2683(200204)23:7/8 3.0.CO;2-7.
  15. Margaret Hunt. RN Virus Replication Strategies. sc.edu. 2010.
  16. RecG helicase activity at three- and four-strand DNA structures. Nucleic Acids Research. August 1999. Vol. 27 (15). hlm. 3049–56. doi:10.1093/nar/27.15.3049.
  17. Stryer, Lubert. Biochemistry. W.H. Freeman. 2007. ISBN 978-0-7167-6766-4.
  18. Transfer RNA: molecular structure, sequence, and properties. Annual Review of Biochemistry. 1976. Vol. 45. hlm. 805–60. doi:10.1146/annurev.bi.45.070176.004105.
  19. Molecular structure of nucleic acids; a structure for deoxyribose nucleic acid. Nature. April 1953. Vol. 171 (4356). hlm. 737–8. doi:10.1038/171737a0.
  20. RNA folds: insights from recent crystal structures. Annual Review of Biophysics and Biomolecular Structure. 1999. Vol. 28. hlm. 57–73. doi:10.1146/annurev.biophys.28.1.57.
  21. Brock biology of microorganisms. Pearson / Benjamin Cummings. 2009. ISBN 978-0-321-53615-0.
  22. Alberts, Bruce. Molecular biology of the cell. Garland Science. 2008. ISBN 978-0-8153-4105-5.
  23. Gilbert, Walter G. 1980. DNA Sequencing and Gene Structure (Nobel Lecture) http://nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/1980/gilbert-lecture.html
  24. Sanger, Frederick. 1980. Determination of Nucleotide Sequences in DNA (Nobel Lecture) http://nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/1980/sanger-lecture.html
  25. NCBI Resource Coordinators. Database resources of the National Center for Biotechnology Information. Nucleic Acids Research. January 2014. Vol. 42 (Database issue). hlm. D7-17. doi:10.1093/nar/gkt1146.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29599784 (2026-08-19T10:23:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.