Lompat ke isi

Argon: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29345109; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Argon berada pada [[unsur golongan 18|golongan 18]] [[tabel periodik]] dan merupakan [[gas mulia]]. Argon adalah gas ketiga yang paling umum di [[atmosfer bumi]], dengan kelimpahan 0,934% (9.340 ppmv), menjadikannya gas dengan kelimpahan dua kali kelimpahan [[uap air]] (rata-rata 4.000 ppmv, tetapi bervariasi) dan 23 kali kelimpahan gas atmosfer lainnya, [[karbon dioksida]] (400 ppmv), dan lebih dari 500 kali kelimpahan gas mulia berikutnya, [[neon]] (18 ppmv).
[[File:Argon_discharge_tube.jpg|thumb|right|280px|Argon discharge tube]]


Hampir semua argon ini adalah [[argon-40]] [[radiogenik]] yang diturunkan dari [[Peluruhan radioaktif|peluruhan]] [[kalium-40]] pada kerak bumi. Di alam semesta, [[argon-36]] sejauh ini merupakan [[isotop]] argon yang paling umum, merupakan isotop argon yang diproduksi oleh [[nukleosintesis]] stelar dalam [[supernova]]. Sebagai tambahan, argon adalah gas mulia terbanyak di dalam kerak bumi, dengan kandungan 0,00015% dari kerak.
Argon berada pada [[unsur golongan 18|golongan 18]] [[tabel periodik]] dan merupakan [[gas mulia]].<ref>Dalam tabel periodik terdahulu, gas mulia diidentifikasi dalam Golongan VIIIA atau sebagai Golongan 0. Lihat Golongan tabel periodik.</ref> Argon adalah gas ketiga yang paling umum di [[atmosfer bumi]], dengan kelimpahan 0,934% (9.340 ppmv), menjadikannya gas dengan kelimpahan dua kali kelimpahan [[uap air]] (rata-rata 4.000 ppmv, tetapi bervariasi) dan 23 kali kelimpahan gas atmosfer lainnya, [[karbon dioksida]] (400 ppmv), dan lebih dari 500 kali kelimpahan gas mulia berikutnya, [[neon]] (18 ppmv).
 
Hampir semua argon ini adalah [[argon-40]] [[radiogenik]] yang diturunkan dari [[Peluruhan radioaktif|peluruhan]] [[kalium-40]] pada kerak bumi. Di alam semesta, [[argon-36]] sejauh ini merupakan [[isotop]] argon yang paling umum, merupakan isotop argon yang diproduksi oleh [[nukleosintesis]] stelar dalam [[supernova]]. Sebagai tambahan, argon adalah gas mulia terbanyak di dalam kerak bumi, dengan kandungan 0,00015% dari kerak.<ref>http://www.ptable.com/#Property/Abundance/Crust</ref>


Nama ''argon'' diturunkan dari bahasa Yunani ''αργον'', bentuk tunggal dari ''αργος'' yang berarti "malas" atau "tak aktif", sebagai rujukan kepada kenyataan bahwa unsur ini hampir tidak pernah mengalami reaksi kimia. [[Aturan oktet|Oktet]] lengkap (delapan elektron) pada kulit elektron luarnya membuat argon stabil dan tahan terhadap ikatan dengan unsur lainnya. Temperatur [[titik tripel]]nya 83,8058 K adalah titik tetap yang ditentukan dalam ''[[International Temperature Scale of 1990|International Temperature Scale 1990]]''.
Nama ''argon'' diturunkan dari bahasa Yunani ''αργον'', bentuk tunggal dari ''αργος'' yang berarti "malas" atau "tak aktif", sebagai rujukan kepada kenyataan bahwa unsur ini hampir tidak pernah mengalami reaksi kimia. [[Aturan oktet|Oktet]] lengkap (delapan elektron) pada kulit elektron luarnya membuat argon stabil dan tahan terhadap ikatan dengan unsur lainnya. Temperatur [[titik tripel]]nya 83,8058 K adalah titik tetap yang ditentukan dalam ''[[International Temperature Scale of 1990|International Temperature Scale 1990]]''.
Baris 8: Baris 10:


== Karakteristik ==
== Karakteristik ==
Argon memiliki [[kelarutan]] dalam air yang kurang lebih sama dengan oksigen, dan 2,5 kali lebih mudah larut dalam air daripada [[nitrogen]]. Argon tak berwarna, tak berbau dan tidak mudah terbakar serta tidak beracun dalam kondisi padat, cair, maupun gas.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Argon&oldid=29345109 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Argon bersifat [[inert]] secara kimia di bawah sebagian besar kondisi dan tidak membentuk senyawa yang stabil pada temperatur ruang.


Argon memiliki [[kelarutan]] dalam air yang kurang lebih sama dengan oksigen, dan 2,5 kali lebih mudah larut dalam air daripada [[nitrogen]]. Argon tak berwarna, tak berbau dan tidak mudah terbakar serta tidak beracun dalam kondisi padat, cair, maupun gas. Argon bersifat [[inert]] secara kimia di bawah sebagian besar kondisi dan tidak membentuk senyawa yang stabil pada temperatur ruang.
Meskipun argon adalah suatu [[gas mulia]], tetapi telah ditemukan memiliki kemampuan membentuk beberapa senyawa. Sebagai contoh, pembentukan [[argon fluorohidrida]] (HArF), suatu senyawa argon dengan [[fluor]] dan [[hidrogen]] yang stabil di bawah 17 K, telah dilaporkan oleh peneliti dari [[Universitas Helsinki]] pada tahun 2000.<ref>Leonid Khriachtchev. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_2000-08-24_406_6798/page/874 A stable argon compound]. ''Nature''. 2000. Vol. 406. hlm. 874–876. doi:10.1038/35022551.</ref><ref>S. Perkins. [http://www.sciencenews.org/view/generic/id/795/description/HArF_Argons_not_so_noble_after_all HArF! Argon's not so noble after all – researchers make argon fluorohydride]. ''Science News''. 26 August 2000.</ref> Meskipun senyawa argon netral pada keadaan dasar saat ini terbatas pada HArF, argon dapat membentuk [[klatrat]] dengan [[air (molekul)|air]] ketika atom-atomnya terperangkap dalam kisi-kisi molekul air.<ref>Belosludov, V.R. ''Microscopic model of clathrate compounds''. ''Journal of Physics: Conference Series''. 2006. Vol. 29. hlm. 1. doi:10.1088/1742-6596/29/1/001.</ref> [[Ion]] mengandung argon dan [[Eksipleks|kompleks pada keadaan tereksitasi]], seperti  dan ArF, telah diketahui keberadaannya. Perhitungan teoretis telah memprediksi beberapa senyawa argon stabil,<ref>A. Cohen. ''First compounds with argon–carbon and argon–silicon chemical bonds''. ''Journal of Chemical Physics''. 2003. Vol. 119 (13). hlm. 6415. doi:10.1063/1.1613631.</ref> tetapi jalur sintesisnya belum diketahui.
 
Meskipun argon adalah suatu [[gas mulia]], tetapi telah ditemukan memiliki kemampuan membentuk beberapa senyawa. Sebagai contoh, pembentukan [[argon fluorohidrida]] (HArF), suatu senyawa argon dengan [[fluor]] dan [[hidrogen]] yang stabil di bawah 17 K, telah dilaporkan oleh peneliti dari [[Universitas Helsinki]] pada tahun 2000. Meskipun senyawa argon netral pada keadaan dasar saat ini terbatas pada HArF, argon dapat membentuk [[klatrat]] dengan [[air (molekul)|air]] ketika atom-atomnya terperangkap dalam kisi-kisi molekul air. [[Ion]] mengandung argon dan [[Eksipleks|kompleks pada keadaan tereksitasi]], seperti  dan ArF, telah diketahui keberadaannya. Perhitungan teoretis telah memprediksi beberapa senyawa argon stabil, tetapi jalur sintesisnya belum diketahui.


== Sejarah ==
== Sejarah ==
 
''Argon'' (’αργόν, bentuk tunggal ari ’αργός, [[bahasa Yunani]] yang berarti "tidak aktif", merujuk kepada ketakaktifannya secara kimia)<ref>E.N. Hiebert. ''Historical Remarks on the Discovery of Argon: The First Noble Gas''. University of Chicago Press. 1963. hlm. 3–20.</ref><ref>M.W. Travers. ''The Discovery of the Rare Gases''. Edward Arnold & Co. 1928. hlm. 1–7.</ref> diduga keberadaannya di udara oleh [[Henry Cavendish]] pada tahun 1785 tetapi belum diisolasi hingga tahun 1894 oleh [[John William Strutt, 3rd Baron Rayleigh|Lord Rayleigh]] dan Sir [[William Ramsay]] di ''University College'' London dalam suatu percobaan menghilangkan seluruh [[oksigen]], [[karbon dioksida]], air, dan [[nitrogen]] dari sampel udara bersih.<ref>Lord Rayleigh. ''Argon, a New Constituent of the Atmosphere''. ''Proceedings of the Royal Society''. 1894–1895. Vol. 57 (1). hlm. 265–287. doi:10.1098/rspl.1894.0149.</ref><ref>Lord Rayleigh. ''VI. Argon: A New Constituent of the Atmosphere''. ''Philosophical Transactions of the Royal Society A''. 1895. Vol. 186. hlm. 187. doi:10.1098/rsta.1895.0006.</ref><ref>W. Ramsay. [http://nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/1904/ramsay-lecture.html Nobel Lecture]. The Nobel Foundation. 1904.</ref> Mereka telah mengukur bahwa nitrogen yang diproduksi dari senyawa kimia adalah satu setengah persen lebih ringan daripada nitrogen dari atmosfer. Perbedaannya sekilas tak bermakna, tetapi cukup penting untuk menarik peratian mereka selama beberapa bulan. Mereka menyimpulkan bahwa ada gas lain di udara yang bercampur dengan nitrogen.<ref>[http://query.nytimes.com/gst/abstract.html?res=9B04E3D61139E033A25750C0A9659C94649ED7CF About Argon, the Inert; The New Element Supposedly Found in the Atmosphere]. ''The New York Times''. 3 March 1895.</ref> Argon juga ditemui pada tahun 1882 melalui penelitian independen H.F. Newall dan W.N Hartley. Masing-masing mengamati garis baru dalam spektrum warna udara tetapi tidak mampu mengidentifikasi unsur penyebab garis tersebut. Argon merupakan anggota pertama gas mulia yang ditemukan. Simbol argon saat ini adalah "Ar", tetapi hingga tahun 1957 simbolnya adalah "A".<ref>N. E. Holden. [http://www.nndc.bnl.gov/content/elements.html History of the Origin of the Chemical Elements and Their Discoverers]. National Nuclear Data Center. 12 March 2004.</ref>
 
''Argon'' (’αργόν, bentuk tunggal ari ’αργός, [[bahasa Yunani]] yang berarti "tidak aktif", merujuk kepada ketakaktifannya secara kimia) diduga keberadaannya di udara oleh [[Henry Cavendish]] pada tahun 1785 tetapi belum diisolasi hingga tahun 1894 oleh [[John William Strutt, 3rd Baron Rayleigh|Lord Rayleigh]] dan Sir [[William Ramsay]] di ''University College'' London dalam suatu percobaan menghilangkan seluruh [[oksigen]], [[karbon dioksida]], air, dan [[nitrogen]] dari sampel udara bersih. Mereka telah mengukur bahwa nitrogen yang diproduksi dari senyawa kimia adalah satu setengah persen lebih ringan daripada nitrogen dari atmosfer. Perbedaannya sekilas tak bermakna, tetapi cukup penting untuk menarik peratian mereka selama beberapa bulan. Mereka menyimpulkan bahwa ada gas lain di udara yang bercampur dengan nitrogen. Argon juga ditemui pada tahun 1882 melalui penelitian independen H.F. Newall dan W.N Hartley. Masing-masing mengamati garis baru dalam spektrum warna udara tetapi tidak mampu mengidentifikasi unsur penyebab garis tersebut. Argon merupakan anggota pertama gas mulia yang ditemukan. Simbol argon saat ini adalah "Ar", tetapi hingga tahun 1957 simbolnya adalah "A".


== Keberadaan ==
== Keberadaan ==
[[Atmosfer bumi]] mengandung argon sebesar 0,934% dari volumenya dan 1,288% dari massanya, dan udara adalah bahan baku utama yang digunakan oleh industri untuk membuat produk argon murni. Argon diisolasi dari udara melalui fraksionasi, paling umum dengan cara [[distilasi fraksi]] [[kryogenik]], suatu proses yang juga menghasilkan [[nitrogen]], [[oksigen]], [[neon]], [[kripton]] dan [[xenon]] murni. Sementara kerak Bumi dan air laut secara berturut-turut mengandung 1.2 bpj dan 0.45 bpj argon.
[[Atmosfer bumi]] mengandung argon sebesar 0,934% dari volumenya dan 1,288% dari massanya,<ref>[http://www.britannica.com/EBchecked/topic/33896/argon-Ar Encyclopædia Britannica Online, s.v. "argon (Ar)"].</ref> dan udara adalah bahan baku utama yang digunakan oleh industri untuk membuat produk argon murni. Argon diisolasi dari udara melalui fraksionasi, paling umum dengan cara [[distilasi fraksi]] [[kryogenik]], suatu proses yang juga menghasilkan [[nitrogen]], [[oksigen]], [[neon]], [[kripton]] dan [[xenon]] murni.<ref>[http://elements.etacude.com/Ar.php Argon, Ar]. Etacude.com.</ref> Sementara kerak Bumi dan air laut secara berturut-turut mengandung 1.2 bpj dan 0.45 bpj argon.<ref>J. Emsley. [http://books.google.com/books?id=2EfYXzwPo3UC&pg=PA44 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 44–45. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref>


== Isotop ==
== Isotop ==
[[Isotop]] utama argon yang ditemukan di bumi adalah  (99,6%),  (0,34%), dan  (0,06%). Terjadi secara alami dari , dengan [[waktu paruh]] 1,25 tahun, meluruh membentuk  (11.2%) yang stabil dengan [[penangkapan elektron]] atau [[emisi positron]], dan juga membentuk  (88.8%) yang stabil melalui [[peluruhan beta]]. Sifat dan perbandingan ini digunakan untuk menentukan umur [[Batuan (geologi)|batuan]] dengan metode [[penanggalan K-Ar]].<ref>J. Emsley. [http://books.google.com/books?id=2EfYXzwPo3UC&pg=PA44 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 44–45. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref><ref>[http://www.geoberg.de/text/geology/07011601.php 40 Ar/ 39 Ar dating and errors].</ref>


Dalam atmosfer bumi,  dibentuk oleh aktivitas [[sinar kosmik]], terutama dengan . Dalam lingkungan subpermukaan, juga diproduksi melalui [[penangkapan neutron]] oleh  atau [[peluruhan alfa|emisi alfa]] oleh [[kalsium]].  dibentuk dari [[spalasi]] (: ''[[spallation]]'') neutron  sebagai hasil dari [[pengujian nuklir|ledakan nuklir]] subpermukaan. Ini memiliki waktu paruh 35 hari.<ref>[http://www.geoberg.de/text/geology/07011601.php 40 Ar/ 39 Ar dating and errors].</ref>


[[Isotop]] utama argon yang ditemukan di bumi adalah  (99,6%),  (0,34%), dan  (0,06%). Terjadi secara alami dari , dengan [[waktu paruh]] 1,25 tahun, meluruh membentuk  (11.2%) yang stabil dengan [[penangkapan elektron]] atau [[emisi positron]], dan juga membentuk  (88.8%) yang stabil melalui [[peluruhan beta]]. Sifat dan perbandingan ini digunakan untuk menentukan umur [[Batuan (geologi)|batuan]] dengan metode [[penanggalan K-Ar]].
Argon tercatat memiliki variasi komposisi isotopik yang besar di antara lokasi yang berbeda dalam [[sistem tata surya]]. Jika sumber utama argon adalah peluruhan [[kalium-40|kalium-40]] dalam batuan,  akan menjadi isotop yang dominan, seperti di permukaan bumi. Sebaliknya, argon yang diproduksi langsung oleh [[nukleosintesis stelar]], didominasi oleh nuklida [[proses alfa]], . Terkait hal tersebut, argon matahari mengandung 84.6%  berdasarkan pengukuran [[angin matahari]],<ref>K. Lodders. [https://archive.org/details/sim_astrophysical-journal_2008-02-10_674_1/page/606 The solar argon abundance]. ''Astrophysical Journal''. 2008. Vol. 674. hlm. 607. doi:10.1086/524725.</ref> dan rasio tiga isotop <sup>36</sup>Ar&nbsp;:&nbsp;<sup>38</sup>Ar&nbsp;:&nbsp;<sup>40</sup>Ar dalam atmosfer planet luar yang diukur adalah 8400&nbsp;:&nbsp;1600&nbsp;:&nbsp;1.<ref>A. G. W. Cameron. [https://archive.org/details/space-science-review_march-may-1973_14_3-4/page/392 Elemental and isotopic abundances of the volatile elements in the outer planets]. ''Space Science Reviews''. 1973. Vol. 14 (3–4). hlm. 392–400. doi:10.1007/BF00214750.</ref> Ini kontras dengan kelimpahan  [[Nuklida primordial|primordial]] dalam atmosfer bumi: hanya 31,5 ppmv (= 9340 ppmv × 0,337%), bandingkan dengan neon (18,18 ppmv); dan dengan pengukuran menggunakan [[probe antarplanet]].
 
Dalam atmosfer bumi,  dibentuk oleh aktivitas [[sinar kosmik]], terutama dengan . Dalam lingkungan subpermukaan, juga diproduksi melalui [[penangkapan neutron]] oleh  atau [[peluruhan alfa|emisi alfa]] oleh [[kalsium]].  dibentuk dari [[spalasi]] (: ''[[spallation]]'') neutron  sebagai hasil dari [[pengujian nuklir|ledakan nuklir]] subpermukaan. Ini memiliki waktu paruh 35 hari.
 
Argon tercatat memiliki variasi komposisi isotopik yang besar di antara lokasi yang berbeda dalam [[sistem tata surya]]. Jika sumber utama argon adalah peluruhan [[kalium-40|kalium-40]] dalam batuan,  akan menjadi isotop yang dominan, seperti di permukaan bumi. Sebaliknya, argon yang diproduksi langsung oleh [[nukleosintesis stelar]], didominasi oleh nuklida [[proses alfa]], . Terkait hal tersebut, argon matahari mengandung 84.6%  berdasarkan pengukuran [[angin matahari]], dan rasio tiga isotop <sup>36</sup>Ar&nbsp;:&nbsp;<sup>38</sup>Ar&nbsp;:&nbsp;<sup>40</sup>Ar dalam atmosfer planet luar yang diukur adalah 8400&nbsp;:&nbsp;1600&nbsp;:&nbsp;1. Ini kontras dengan kelimpahan  [[Nuklida primordial|primordial]] dalam atmosfer bumi: hanya 31,5 ppmv (= 9340 ppmv × 0,337%), bandingkan dengan neon (18,18 ppmv); dan dengan pengukuran menggunakan [[probe antarplanet]].


[[Atmosfer Mars]] mengandung 1,6%  dan 5&nbsp;[[Bagian per juta|ppm]] . Probe [[program Mariner|Mariner]] yang mengorbit [[planet]] [[Merkurius]] pada tahun 1973 menemukan bahwa Merkurius mempunyai atmosfer yang sangat tipis dengan 70% nya adalah argon. Diyakini merupakan hasil dari pelepasan gas sebagai produk peluruhan dari bahan-bahan radioaktif pada permukaan planet. Pada tahun 2005, probe [[Cassini–Huygens|Huygens]] menemukan keberadaan  secara eksklusif pada permukaan [[Titan (bulan)|Titan]], bulan terbesar planet [[Saturnus]].
[[Atmosfer Mars]] mengandung 1,6%  dan 5&nbsp;[[Bagian per juta|ppm]] . Probe [[program Mariner|Mariner]] yang mengorbit [[planet]] [[Merkurius]] pada tahun 1973 menemukan bahwa Merkurius mempunyai atmosfer yang sangat tipis dengan 70% nya adalah argon. Diyakini merupakan hasil dari pelepasan gas sebagai produk peluruhan dari bahan-bahan radioaktif pada permukaan planet. Pada tahun 2005, probe [[Cassini–Huygens|Huygens]] menemukan keberadaan  secara eksklusif pada permukaan [[Titan (bulan)|Titan]], bulan terbesar planet [[Saturnus]].<ref>J. Emsley. [http://books.google.com/books?id=2EfYXzwPo3UC&pg=PA44 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 44–45. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref><ref>[http://www.esa.int/esaCP/SEMHB881Y3E_index_0.html Seeing, touching and smelling the extraordinarily Earth-like world of Titan]. European Space Agency. 21 January 2005.</ref>


Dominasi  [[radiogenik]] menentukan [[berat atom standard]] argon terestrial argon yang lebih besar daripada unsur berikutna, [[kalium]], yang menjadi teka-teki saat argon ditemukan. [[Dmitri Mendeleev|Mendeleev]] telah meletakkan unsur dalam [[tabel periodik]]nya berdasarkan urutan berat atom, tetapi keinertan argon menggiring penempatannya ''sebelum'' [[logam alkali]] yang reaktif. [[Henry Moseley]] kemudian memecahkan masalah ini dengan menunjukkan bahwa tabel periodik sejatinya disusun berdasarkan urutan [[nomor atom]]. (Lihat [[Sejarah tabel periodik]]).
Dominasi  [[radiogenik]] menentukan [[berat atom standard]] argon terestrial argon yang lebih besar daripada unsur berikutna, [[kalium]], yang menjadi teka-teki saat argon ditemukan. [[Dmitri Mendeleev|Mendeleev]] telah meletakkan unsur dalam [[tabel periodik]]nya berdasarkan urutan berat atom, tetapi keinertan argon menggiring penempatannya ''sebelum'' [[logam alkali]] yang reaktif. [[Henry Moseley]] kemudian memecahkan masalah ini dengan menunjukkan bahwa tabel periodik sejatinya disusun berdasarkan urutan [[nomor atom]]. (Lihat [[Sejarah tabel periodik]]).


== Senyawa ==
== Senyawa ==
Oktet [[elektron]] Argon lengkap menunjukkan subkulit s dan p terisi penuh. Tingkat energi terluar yang penuh ini membuat argon sangat stabil dan sangat tahan untuk tidak berikatan dengan unsur lain. Sebelum tahun 1962, argon dan gas mulia lainnya dianggap inert dan tidak dapat membentuk senyawa; tetapi, senyawa dari gas mulia yang lebih berat telah dapat disintesis. Pada Agustus 2000, senyawa argon pertama dibuat oleh peneliti di [[Universitas Helsinki]]. Dengan memberi radiasi ultraviolet ke argon beku yang mengandung sejumlah kecil [[hidrogen fluorida]] dengan [[cesium iodida]],<ref>Kean, Sam. [https://archive.org/details/disappearingspoo0000kean_p8o5 The Disappearing Spoon]. Black Bay Books. 2011.</ref> terbentuklah [[argon fluorohidrida]] (HArF).<ref>S. Perkins. [http://www.sciencenews.org/view/generic/id/795/description/HArF_Argons_not_so_noble_after_all HArF! Argon's not so noble after all – researchers make argon fluorohydride]. ''Science News''. 26 August 2000.</ref><ref>Bartlett, Neil. [http://pubs.acs.org/cen/80th/noblegases.html The Noble Gases]. ''Chemical & Engineering News''. 8 September 2003. Vol. 81 (36).</ref> Senyawa ini stabil sampai dengan 40&nbsp;[[kelvin]] (−233&nbsp;°C). Dikation [[metastabil]] , yang memiliki valensi [[isoelektronisitas|isoelektronik]] dengan [[karbonil fluorida]], teramati pada tahun 2010.<ref>Lockyear, JF. ''Generation of the ArCF 2 2+ Dication''. ''Journal of Physical Chemistry Letters''. 2010. Vol. 1. hlm. 358. doi:10.1021/jz900274p.</ref> [[Argon-36]], dalam bentuk ion argon [[hidride]] (argonium), telah terdeteksi pada [[debu kosmik]] terkait dengan [[supernova]] [[Nebula Kepiting]]; ini adalah [[Gas mulia|molekul gas mulia]] pertama yang terdeteksi di [[luar angkasa]].<ref>M.J. Barlow. [https://archive.org/details/sim_science_2013-12-13_342_6164/page/1342 Detection of a Noble Gas Molecular Ion, 36 ArH + , in the Crab Nebula]. ''Science''. 2013. Vol. 342 (6164). hlm. 1343–1345. doi:10.1126/science.1243582.</ref><ref>Douglas Quenqua. [http://www.nytimes.com/2013/12/17/science/space/noble-molecules-found-in-space.html Noble Molecules Found in Space]. ''New York Times''. 13 December 2013.</ref>


 
Argon [[hidrida]] (Ar(H<sub>2</sub>)<sub>2</sub>) padat memiliki struktur kiristal yang sama seperti MgZn<sub>2</sub> [[fase Laves]]. Ia terbentuk pada tekanan antara 4,3 dan 220 GPa, melalui pengukuran Raman diketahui bahwa molekul H<sub>2</sub> dalam Ar(H<sub>2</sub>)<sub>2</sub> terdisosiasi di atas 175 GPa.<ref>Annette K. Kleppe. ''New high-pressure van der Waals compound Kr(H2)4 discovered in the krypton-hydrogen binary system''. ''Scientific Reports''. 2014. Vol. 4. doi:10.1038/srep04989.</ref>
Oktet [[elektron]] Argon lengkap menunjukkan subkulit s dan p terisi penuh. Tingkat energi terluar yang penuh ini membuat argon sangat stabil dan sangat tahan untuk tidak berikatan dengan unsur lain. Sebelum tahun 1962, argon dan gas mulia lainnya dianggap inert dan tidak dapat membentuk senyawa; tetapi, senyawa dari gas mulia yang lebih berat telah dapat disintesis. Pada Agustus 2000, senyawa argon pertama dibuat oleh peneliti di [[Universitas Helsinki]]. Dengan memberi radiasi ultraviolet ke argon beku yang mengandung sejumlah kecil [[hidrogen fluorida]] dengan [[cesium iodida]], terbentuklah [[argon fluorohidrida]] (HArF). Senyawa ini stabil sampai dengan 40&nbsp;[[kelvin]] (−233&nbsp;°C). Dikation [[metastabil]] , yang memiliki valensi [[isoelektronisitas|isoelektronik]] dengan [[karbonil fluorida]], teramati pada tahun 2010. [[Argon-36]], dalam bentuk ion argon [[hidride]] (argonium), telah terdeteksi pada [[debu kosmik]] terkait dengan [[supernova]] [[Nebula Kepiting]]; ini adalah [[Gas mulia|molekul gas mulia]] pertama yang terdeteksi di [[luar angkasa]].
 
Argon [[hidrida]] (Ar(H<sub>2</sub>)<sub>2</sub>) padat memiliki struktur kiristal yang sama seperti MgZn<sub>2</sub> [[fase Laves]]. Ia terbentuk pada tekanan antara 4,3 dan 220 GPa, melalui pengukuran Raman diketahui bahwa molekul H<sub>2</sub> dalam Ar(H<sub>2</sub>)<sub>2</sub> terdisosiasi di atas 175 GPa.


== Produksi ==
== Produksi ==
=== Industri ===
=== Industri ===
Argon diproduksi secara industri dengan cara [[distilasi fraksi]] [[udara cair]] dalam suatu unit [[pemisahan udara]] [[kryogenik]]; suatu proses yang memisahkan [[nitrogen cair]], yang mendidih pada 77,3&nbsp;K, dari argon, yang mendidih pada 87,3&nbsp;K, dan [[oksigen cair]], yang mendidih pada 90,2&nbsp;K. Sekitar 700.000 [[ton]] argon diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya.
Argon diproduksi secara industri dengan cara [[distilasi fraksi]] [[udara cair]] dalam suatu unit [[pemisahan udara]] [[kryogenik]]; suatu proses yang memisahkan [[nitrogen cair]], yang mendidih pada 77,3&nbsp;K, dari argon, yang mendidih pada 87,3&nbsp;K, dan [[oksigen cair]], yang mendidih pada 90,2&nbsp;K. Sekitar 700.000 [[ton]] argon diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya.<ref>J. Emsley. [http://books.google.com/books?id=2EfYXzwPo3UC&pg=PA44 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 44–45. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref><ref>[http://environmentalchemistry.com/yogi/periodic/Ar.html Periodic Table of Elements: Argon – Ar]. Environmentalchemistry.com.</ref>


=== Dalam peluruhan radioaktif ===
=== Dalam peluruhan radioaktif ===
Baris 50: Baris 44:


== Aplikasi ==
== Aplikasi ==
Ada beberapa alasan yang berbeda penggunaan argon dalam aplikasi tertentu:
Ada beberapa alasan yang berbeda penggunaan argon dalam aplikasi tertentu:
* Diperlukan gas [[inert]]. Terutama, argon adalah alternatif paling ekonomis ketika [[nitrogen]] dianggap kurang inert.
* Diperlukan gas [[inert]]. Terutama, argon adalah alternatif paling ekonomis ketika [[nitrogen]] dianggap kurang inert.
Baris 61: Baris 54:
Untuk beberapa proses ini, kehadiran gas nitrogen atau oksigen dapat menyebabkan kecacatan bahan. Argon digunakan dalam berbagai macam [[las listrik|pengelasan listrik]] seperti [[pengelasan listrik logam gas]] dan [[pengelasan listrik wolfram gas]], seperti dalam pengolahan [[titanium]] dan unsur reaktif lainnya. Atmosfer argon juga digunakan untuk menumbuhkan kristal [[silikon]] dan [[germanium]].
Untuk beberapa proses ini, kehadiran gas nitrogen atau oksigen dapat menyebabkan kecacatan bahan. Argon digunakan dalam berbagai macam [[las listrik|pengelasan listrik]] seperti [[pengelasan listrik logam gas]] dan [[pengelasan listrik wolfram gas]], seperti dalam pengolahan [[titanium]] dan unsur reaktif lainnya. Atmosfer argon juga digunakan untuk menumbuhkan kristal [[silikon]] dan [[germanium]].


 
Argon digunakan dalam industri unggas untuk membuat [[gas asfiksia|asfiksia]] pada unggas, baik untuk pemusnahan setelah wabah penyakit massal, atau sebagai sarana pembantaian yang lebih manusiawi daripada ''mandi listrik''. Massa jenis Argon relatif tinggi sehingga tetap berada di permukaan tanah saat terjadi kebocoran. Sifatnya yang tak reaktif menjadikannya cocok digunakan dalam produk pangan, dan karena ia menggantikan oksigen pada unggas yang mati, argon juga memperpanjang masa simpan.<ref>D.L. Fletcher. [http://ps.fass.org/cgi/reprint/78/2/277.pdf Slaughter Technology]. ''Symposium: Recent Advances in Poultry Slaughter Technology''.</ref>
Argon digunakan dalam industri unggas untuk membuat [[gas asfiksia|asfiksia]] pada unggas, baik untuk pemusnahan setelah wabah penyakit massal, atau sebagai sarana pembantaian yang lebih manusiawi daripada ''mandi listrik''. Massa jenis Argon relatif tinggi sehingga tetap berada di permukaan tanah saat terjadi kebocoran. Sifatnya yang tak reaktif menjadikannya cocok digunakan dalam produk pangan, dan karena ia menggantikan oksigen pada unggas yang mati, argon juga memperpanjang masa simpan.
Argon kadang digunakan sebagai [[Gas pemadam api|pemadam api]] ketika harus menghindari kerusakan peralatan.
Argon kadang digunakan sebagai [[Gas pemadam api|pemadam api]] ketika harus menghindari kerusakan peralatan.


=== Penelitian ilmiah ===
=== Penelitian ilmiah ===
Argon cair digunakan sebagai target untuk percobaan neutrino dan mengarahkan pencarian [[materi gelap]]. Interaksi partikel hipotesis ''[[Partikel masif interaksi lemah|Weakly interacting massive particles (WIMP)]]'' dengan inti argon menghasilkan [[kilau (fisika)|kilau]] cahaya yang dapat dideteksi menggunakan [[tabung pengganda foton]] (: ''photomultiplier tube''). Detektor dua fasa juga menggunakan gas argon untuk mendeteksi elektron ionisasi yang dihasilkan selama hamburan inti WIMP. Seperti kebanyakan gas mulia cair lainnya, argon memiliki kilau cahaya tinggi (~51 foton/keV), transparan terhadap kilau cahayanya sendiri, dan relatif mudah dimurnikan. Dibandingkan dengan [[xenon]], argon lebih murah dan memiliki profil waktu kilau yang berbeda yang memungkinkan pemisahan elektron rekoil dari inti rekoil. Sebaliknya, latar sinar beta intrinsiknya lebih besar karena kontaminasi , kecuali menggunakan sumber argon bawah tanah yang memiliki jauh lebih sedikit kontaminasi . Sebagian besar argon pada atmosfer bumi dihasilkan dari penangkapan elektron  jangka panjang ( + e<sup>−</sup> →  + ν) yang ada dalam kalium alami di bumi. Aktivitas  di atmosfer terpelihara oleh produksi kosmogenik melalui reaksi (n,2n) dan semacamnya. Waktu paruh  hanya 269&nbsp;tahun. Alhasil, karena Ar bawah tanah, terlindungi oleh batuan dan air, memiliki lebih sedikit kontaminasi . Detektor materi gelap saat ini dioperasikan menggunakan argon cair termasuk ''DarkSide'', ''WArP'', ''[[ArDM]]'', ''microCLEAN'' dan ''DEAP-I''. Percobaan neutrino termasuk ''Icarus'' dan ''MicroBooNE'', keduanya menggunakan argon cair berkemurnian tinggi dalam [[bejana proyeksi waktu]] untuk pencitraan halus tiga dimensi pada interaksi neutrino.
Argon cair digunakan sebagai target untuk percobaan neutrino dan mengarahkan pencarian [[materi gelap]]. Interaksi partikel hipotesis ''[[Partikel masif interaksi lemah|Weakly interacting massive particles (WIMP)]]'' dengan inti argon menghasilkan [[kilau (fisika)|kilau]] cahaya yang dapat dideteksi menggunakan [[tabung pengganda foton]] (: ''photomultiplier tube''). Detektor dua fasa juga menggunakan gas argon untuk mendeteksi elektron ionisasi yang dihasilkan selama hamburan inti WIMP. Seperti kebanyakan gas mulia cair lainnya, argon memiliki kilau cahaya tinggi (~51 foton/keV<ref>Gastler, Dan. ''Measurement of scintillation efficiency for nuclear recoils in liquid argon''. ''Physical Review C''. 2012. Vol. 85 (6). doi:10.1103/PhysRevC.85.065811.</ref>), transparan terhadap kilau cahayanya sendiri, dan relatif mudah dimurnikan. Dibandingkan dengan [[xenon]], argon lebih murah dan memiliki profil waktu kilau yang berbeda yang memungkinkan pemisahan elektron rekoil dari inti rekoil. Sebaliknya, latar sinar beta intrinsiknya lebih besar karena kontaminasi , kecuali menggunakan sumber argon bawah tanah yang memiliki jauh lebih sedikit kontaminasi . Sebagian besar argon pada atmosfer bumi dihasilkan dari penangkapan elektron  jangka panjang ( + e<sup>−</sup> →  + ν) yang ada dalam kalium alami di bumi. Aktivitas  di atmosfer terpelihara oleh produksi kosmogenik melalui reaksi (n,2n) dan semacamnya. Waktu paruh  hanya 269&nbsp;tahun. Alhasil, karena Ar bawah tanah, terlindungi oleh batuan dan air, memiliki lebih sedikit kontaminasi .<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Argon&oldid=29345109 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Detektor materi gelap saat ini dioperasikan menggunakan argon cair termasuk ''DarkSide'', ''WArP'', ''[[ArDM]]'', ''microCLEAN'' dan ''DEAP-I''. Percobaan neutrino termasuk ''Icarus'' dan ''MicroBooNE'', keduanya menggunakan argon cair berkemurnian tinggi dalam [[bejana proyeksi waktu]] untuk pencitraan halus tiga dimensi pada interaksi neutrino.


=== Pengawet ===
=== Pengawet ===
Argon digunakan untuk menggantikan udara yang mengandung oksigen dan uap air dalam bahan kemasan untuk memperpanjang masa simpan isi kemasan (argon mempunyai [[Kode E|kode tambahan pangan Eropa]] ''E938''). Oksidasi aerial, hidrolisis, dan reaksi kimia lainnya yang dapat mendegradasi produk dihambat atau dicegah total. Botol bahan kimia berkemurnian tinggi dan produk farmasi tertentu tersedia dalam botol bersegel atau ampul yang dikemas dalam argon.
Argon digunakan untuk menggantikan udara yang mengandung oksigen dan uap air dalam bahan kemasan untuk memperpanjang masa simpan isi kemasan (argon mempunyai [[Kode E|kode tambahan pangan Eropa]] ''E938''). Oksidasi aerial, hidrolisis, dan reaksi kimia lainnya yang dapat mendegradasi produk dihambat atau dicegah total. Botol bahan kimia berkemurnian tinggi dan produk farmasi tertentu tersedia dalam botol bersegel atau ampul yang dikemas dalam argon.
Dalam [[pembuatan wine]], argon digunakan dalam sejumlah aktivitas untuk mencegah timbunan oksigen pada permukaan cairan, yang dapat merusak ''wine'' dengan memfasilitasi metabolisme mikrobial (seperti [[bakteri asam asetat]]) dan reaksi [[redoks]] standar.
Dalam [[pembuatan wine]], argon digunakan dalam sejumlah aktivitas untuk mencegah timbunan oksigen pada permukaan cairan, yang dapat merusak ''wine'' dengan memfasilitasi metabolisme mikrobial (seperti [[bakteri asam asetat]]) dan reaksi [[redoks]] standar.
Argon juga tersedia dalam bentuk [[aerosol]] dalam kaleng, yang dapat digunakan untuk mengawetkan senyawa seperti [[pernis]], [[poliuretan]], cat, dan sebagainya, pada penyimpanan setelah dibuka.
Argon juga tersedia dalam bentuk [[aerosol]] dalam kaleng, yang dapat digunakan untuk mengawetkan senyawa seperti [[pernis]], [[poliuretan]], cat, dan sebagainya, pada penyimpanan setelah dibuka.<ref>Zawalick, Steven Scott, ''Method for preserving an oxygen sensitive liquid product'', , Issue date: 7 October 2003</ref>
Sejak 2002, [[Arsip Nasional]] Amerika Serikat menyimpan dokumen nasional penting seperti [[Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat|Deklarasi Kemerdekaan]] dan [[Undang-undang Dasar Amerika Serikat|Undang-undang Dasar]] dalam kotak berisi argon untuk menghambat degradasi (perusakan). Dengan menggunakan argon mengurangi kebocoran gas, dibandingkan dengan helium yang digunakan dalam prosedur ini selama lima dekade.
Sejak 2002, [[Arsip Nasional]] Amerika Serikat menyimpan dokumen nasional penting seperti [[Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat|Deklarasi Kemerdekaan]] dan [[Undang-undang Dasar Amerika Serikat|Undang-undang Dasar]] dalam kotak berisi argon untuk menghambat degradasi (perusakan). Dengan menggunakan argon mengurangi kebocoran gas, dibandingkan dengan helium yang digunakan dalam prosedur ini selama lima dekade.<ref>[http://www.archives.gov/press/press-kits/charters.html#pressrelaese1 Schedule for Renovation of the National Archives Building].</ref>


=== Peralatan laboratorium ===
=== Peralatan laboratorium ===
Argon dapat digunakan sebagai [[gas inert]] dalam [[jalur Schlenk]] dan [[kotak sarung tangan]]. Penggunaan argon lebih disukai daripada nitrogen yang lebih murah karena nitrogen dapat bereaksi dengan pereaksi atau peralatan percobaan.
Argon dapat digunakan sebagai [[gas inert]] dalam [[jalur Schlenk]] dan [[kotak sarung tangan]]. Penggunaan argon lebih disukai daripada nitrogen yang lebih murah karena nitrogen dapat bereaksi dengan pereaksi atau peralatan percobaan.
Argon dapat digunakan sebagai gas pembaa dalam [[kromatografi gas]] dan dalam [[ionisasi elektrospray spektrometri massa]]; argon merupakan gas pilihan untuk plasma dalam [[spektroskopi]] [[Inductively coupled plasma|ICP]]. Argon lebih disukai untuk lapisan ''sputter'' spesimen dalam [[mikroskopi elektron pemindaian]]. Gas argon juga umum digunakan untuk [[deposisi sputter]] film tipis seperti dalam [[mikroelektronik]] dan untuk [[mikropabrikasi|pembersihan wafer dalam mikropabrikasi]].
Argon dapat digunakan sebagai gas pembaa dalam [[kromatografi gas]] dan dalam [[ionisasi elektrospray spektrometri massa]]; argon merupakan gas pilihan untuk plasma dalam [[spektroskopi]] [[Inductively coupled plasma|ICP]]. Argon lebih disukai untuk lapisan ''sputter'' spesimen dalam [[mikroskopi elektron pemindaian]]. Gas argon juga umum digunakan untuk [[deposisi sputter]] film tipis seperti dalam [[mikroelektronik]] dan untuk [[mikropabrikasi|pembersihan wafer dalam mikropabrikasi]].


=== Penggunaan medis ===
=== Penggunaan medis ===
''[[Cryosurgery]]'' (prosedur bedah kryo) seperti [[kryoblasi]] menggunakan argon cair untuk menghancurkan jaringan seperti sel [[kanker]]. Dalam pembedahan, ini digunakan dalam prosedur yang disebut "koagulasi dengan argon" () yang merupakan suatu bentuk [[bedah elektron]] [[obor plasma|gelombang plasma]] argon. Prosedur ini mengandung risiko munculnya [[embolisme]] pada pasien dan dapat mengakibatkan kematian.
''[[Cryosurgery]]'' (prosedur bedah kryo) seperti [[kryoblasi]] menggunakan argon cair untuk menghancurkan jaringan seperti sel [[kanker]]. Dalam pembedahan, ini digunakan dalam prosedur yang disebut "koagulasi dengan argon" () yang merupakan suatu bentuk [[bedah elektron]] [[obor plasma|gelombang plasma]] argon. Prosedur ini mengandung risiko munculnya [[embolisme]] pada pasien dan dapat mengakibatkan kematian.<ref>[http://www.mdsr.ecri.org/summary/detail.aspx?doc_id=8248 Fatal Gas Embolism Caused by Overpressurization during Laparoscopic Use of Argon Enhanced Coagulation]. MDSR. 24 Juni 1994.</ref>
Laser argon biru digunakan dalam pembedahan untuk melakukan ''pengelasan'' arteri, menghancurkan tumor, dan memperbaiki kecacatan mata.
Laser argon biru digunakan dalam pembedahan untuk melakukan ''pengelasan'' arteri, menghancurkan tumor, dan memperbaiki kecacatan mata.<ref>J. Emsley. [http://books.google.com/books?id=2EfYXzwPo3UC&pg=PA44 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 44–45. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref>
Argon juga telah digunakan secara eksperimental untuk menggantikan nitrogen pada pernapasan atau dekomposisi campuran yang dikenal sebagai [[Argoks (gas pernapasan)|Argoks]], untuk mempercepat eliminasi nitrogen terlarut dalam darah.
Argon juga telah digunakan secara eksperimental untuk menggantikan nitrogen pada pernapasan atau dekomposisi campuran yang dikenal sebagai [[Argoks (gas pernapasan)|Argoks]], untuk mempercepat eliminasi nitrogen terlarut dalam darah.<ref>Pilmanis Andrew A. [https://www.researchgate.net/publication/8945687_Staged_decompression_to_3.5_psi_using_argon-oxygen_and_100_oxygen_breathing_mixtures Staged decompression to 3.5 psi using argon-oxygen and 100% oxygen breathing mixtures]. ''Aviation, Space, Environmental Medicine''. 2003. Vol. 74 (12). hlm. 1243–50.</ref>


=== Penerangan ===
=== Penerangan ===
[[Lampu pijar]] diisi dengan argon, untuk mengawetkan [[filamen listrik|filamen]] dari oksidasi pada temperatur tinggi. Hal ini digunakan untuk cara tertentu mengionisasi dan memancarkan cahaya, seperti dalam [[lampu plasma]] dan [[Kalorimeter (fisika partikel)|kalorimetri]] pada percobaan [[fisika partikel]]. [[Lampu pelepasan gas]] yang diisi dengan argon murni menghasilkan cahaya lilac/ungu, diisi dengan argon dan raksa menghasilkan cahaya biru. Argon juga digunakan untuk menciptakan cahaya laser biru dan hijau.
[[Lampu pijar]] diisi dengan argon, untuk mengawetkan [[filamen listrik|filamen]] dari oksidasi pada temperatur tinggi. Hal ini digunakan untuk cara tertentu mengionisasi dan memancarkan cahaya, seperti dalam [[lampu plasma]] dan [[Kalorimeter (fisika partikel)|kalorimetri]] pada percobaan [[fisika partikel]]. [[Lampu pelepasan gas]] yang diisi dengan argon murni menghasilkan cahaya lilac/ungu, diisi dengan argon dan raksa menghasilkan cahaya biru. Argon juga digunakan untuk menciptakan cahaya laser biru dan hijau.


=== Penggunaan lainnya ===
=== Penggunaan lainnya ===
Argon digunakan untuk [[isolasi termal]] dalam [[Glasur isolator|jendela hemat energi]]. Argon juga digunakan dalam teknik [[penyelaman dengan skuba]] untuk memompa [[pakaian selam kering]], karena sifatnya yang inert dan memiliki konduktivitas termal rendah.
Argon digunakan untuk [[isolasi termal]] dalam [[Glasur isolator|jendela hemat energi]].<ref>[http://www.finehomebuilding.com/how-to/articles/understanding-energy-efficient-windows.aspx Energy-Efficient Windows]. FineHomebuilding.com.</ref> Argon juga digunakan dalam teknik [[penyelaman dengan skuba]] untuk memompa [[pakaian selam kering]], karena sifatnya yang inert dan memiliki konduktivitas termal rendah.<ref>Nuckols ML. [http://archive.rubicon-foundation.org/7962 Thermal Characteristics of Diving Garments When Using Argon as a Suit Inflation Gas]. ''Proceedings of the Oceans 08 MTS/IEEE Quebec, Canada Meeting''. MTS/IEEE. 15–18 September 2008.</ref>
Argon digunakan sebagai propelan dalam pengembangan [[Variable Specific Impulse Magnetoplasma Rocket]] (VASIMR). Gas argon bertekanan dapat memuai, untuk mendinginkan kepala pencari pada rudal [[AIM-9 Sidewinder]], dan rudal lain yang menggunakan pendingin kepala pencari termal. Gas [[AIM-9 Sidewinder#Rancangan|disimpan pada tekanan tinggi]].
Argon digunakan sebagai propelan dalam pengembangan [[Variable Specific Impulse Magnetoplasma Rocket]] (VASIMR). Gas argon bertekanan dapat memuai, untuk mendinginkan kepala pencari pada rudal [[AIM-9 Sidewinder]], dan rudal lain yang menggunakan pendingin kepala pencari termal. Gas [[AIM-9 Sidewinder#Rancangan|disimpan pada tekanan tinggi]].<ref>[http://home.wanadoo.nl/tcc/rnlaf/aim9.html Description of Aim-9 Operation]. planken.org.</ref>
Argon-39, dengan waktu paruh 269 tahun, telah digunakan untuk sejumlah aplikasi, terutama penanggalan [[inti es]] dan [[air tanah]] dating. Selain itu, [[penanggalan kalium-argon]] digunakan dalam penanggalan [[batuan beku]].
Argon-39, dengan waktu paruh 269 tahun, telah digunakan untuk sejumlah aplikasi, terutama penanggalan [[inti es]] dan [[air tanah]] dating. Selain itu, [[penanggalan kalium-argon]] digunakan dalam penanggalan [[batuan beku]].<ref>J. Emsley. [http://books.google.com/books?id=2EfYXzwPo3UC&pg=PA44 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 44–45. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref>
Argon telah digunakan oleh atlet sebagai doping untuk mensimulasi kondisi hipoksia. Pada 31 Agustus 2014 [[Badan Anti Doping Dunia]] (: ''[[World Anti Doping Agency|World Anti Doping Agency (WADA)]]) menambahkan argon dan [[xenon]] ke dalam daftar bahan dan metode yang dilarang, meskipun hingga saat ini tidak ada uji penyalahgunaan yang memadai.
Argon telah digunakan oleh atlet sebagai doping untuk mensimulasi kondisi hipoksia. Pada 31 Agustus 2014 [[Badan Anti Doping Dunia]] (: ''[[World Anti Doping Agency|World Anti Doping Agency (WADA)]]) menambahkan argon dan [[xenon]] ke dalam daftar bahan dan metode yang dilarang, meskipun hingga saat ini tidak ada uji penyalahgunaan yang memadai.<ref>[https://www.wada-ama.org/en/media/2014-05/wada-amends-section-s21-of-2014-prohibited-list#.VARJ3WNqOIl WADA amends Section S.2.1 of 2014 Prohibited List]. 31 August 2014.</ref>


== Keselamatan ==
== Keselamatan ==
Meskipun argon tidak beracun, tetapi ia 38% [[massa jenis|lebih rapat]] daripada udara dan oleh karenanya dianggap sebagai [[gas asfiksia]] berbahaya dalam ruang tertutup. Argon juga sulit didedeteksi karena sifatnya yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Sebuah insiden terjadi tahun 1994 ketika seorang pria mengalami [[asfiksia]] setelah memasuki seksi berisi argon pada konstruksi pipa minyak di [[Alaska]] sehingga menekankan bahaya kebocoran argon di ruang terbatas, dan menekankan perlunya penggunaan penyimpanan dan penanganan yang tepat.
Meskipun argon tidak beracun, tetapi ia 38% [[massa jenis|lebih rapat]] daripada udara dan oleh karenanya dianggap sebagai [[gas asfiksia]] berbahaya dalam ruang tertutup. Argon juga sulit didedeteksi karena sifatnya yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Sebuah insiden terjadi tahun 1994 ketika seorang pria mengalami [[asfiksia]] setelah memasuki seksi berisi argon pada konstruksi pipa minyak di [[Alaska]] sehingga menekankan bahaya kebocoran argon di ruang terbatas, dan menekankan perlunya penggunaan penyimpanan dan penanganan yang tepat.<ref>Alaska FACE Investigation 94AK012. [http://www.cdc.gov/niosh/face/stateface/ak/94ak012.html Welder's Helper Asphyxiated in Argon-Inerted Pipe – Alaska (FACE AK-94-012)]. State of Alaska Department of Public Health. 23 June 1994.</ref>


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
* [[Gas industri]]
* [[Gas industri]]
== Referensi ==
=== Catatan kaki ===


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Ar/index.html WebElements.com – Argon]
* [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Ar/index.html WebElements.com – Argon]
* [http://environmentalchemistry.com/yogi/periodic/Ar.html EnvironmentalChemistry.com – Argon]
* [http://environmentalchemistry.com/yogi/periodic/Ar.html EnvironmentalChemistry.com – Argon]
Baris 115: Baris 96:
* [http://periodic.lanl.gov/elements/18.html Los Alamos National Laboratory – Argon]
* [http://periodic.lanl.gov/elements/18.html Los Alamos National Laboratory – Argon]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Argon&oldid=29345109 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29345109 (2026-06-14T08:54:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Argon&oldid=29345109 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29345109 (2026-06-14T08:54:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.01

Argon discharge tube

Argon berada pada golongan 18 tabel periodik dan merupakan gas mulia.[1] Argon adalah gas ketiga yang paling umum di atmosfer bumi, dengan kelimpahan 0,934% (9.340 ppmv), menjadikannya gas dengan kelimpahan dua kali kelimpahan uap air (rata-rata 4.000 ppmv, tetapi bervariasi) dan 23 kali kelimpahan gas atmosfer lainnya, karbon dioksida (400 ppmv), dan lebih dari 500 kali kelimpahan gas mulia berikutnya, neon (18 ppmv).

Hampir semua argon ini adalah argon-40 radiogenik yang diturunkan dari peluruhan kalium-40 pada kerak bumi. Di alam semesta, argon-36 sejauh ini merupakan isotop argon yang paling umum, merupakan isotop argon yang diproduksi oleh nukleosintesis stelar dalam supernova. Sebagai tambahan, argon adalah gas mulia terbanyak di dalam kerak bumi, dengan kandungan 0,00015% dari kerak.[2]

Nama argon diturunkan dari bahasa Yunani αργον, bentuk tunggal dari αργος yang berarti "malas" atau "tak aktif", sebagai rujukan kepada kenyataan bahwa unsur ini hampir tidak pernah mengalami reaksi kimia. Oktet lengkap (delapan elektron) pada kulit elektron luarnya membuat argon stabil dan tahan terhadap ikatan dengan unsur lainnya. Temperatur titik tripelnya 83,8058 K adalah titik tetap yang ditentukan dalam International Temperature Scale 1990.

Argon diproduksi secara industri melalui distilasi fraksi udara cair. Argon banyak digunakan sebagai gas pelindung inert dalam pengelasan dan proses industri bersuhu tinggi lainnya di mana bahan yang biasanya tidak reaktif menjadi reaktif; sebagai contoh, atmosfer argon digunakan dalam tanur listrik grafit untuk mencegah grafit terbakar. Gas argon juga telah digunakan dalam lampu pijar dan pendar, dan jenis tabung pelepasan lainnya. Argon membuat laser gas biru-hijau yang khas. Argon juga digunakan sebagai pencetus cahaya lampu tabung.

Karakteristik

Argon memiliki kelarutan dalam air yang kurang lebih sama dengan oksigen, dan 2,5 kali lebih mudah larut dalam air daripada nitrogen. Argon tak berwarna, tak berbau dan tidak mudah terbakar serta tidak beracun dalam kondisi padat, cair, maupun gas.[3] Argon bersifat inert secara kimia di bawah sebagian besar kondisi dan tidak membentuk senyawa yang stabil pada temperatur ruang.

Meskipun argon adalah suatu gas mulia, tetapi telah ditemukan memiliki kemampuan membentuk beberapa senyawa. Sebagai contoh, pembentukan argon fluorohidrida (HArF), suatu senyawa argon dengan fluor dan hidrogen yang stabil di bawah 17 K, telah dilaporkan oleh peneliti dari Universitas Helsinki pada tahun 2000.[4][5] Meskipun senyawa argon netral pada keadaan dasar saat ini terbatas pada HArF, argon dapat membentuk klatrat dengan air ketika atom-atomnya terperangkap dalam kisi-kisi molekul air.[6] Ion mengandung argon dan kompleks pada keadaan tereksitasi, seperti dan ArF, telah diketahui keberadaannya. Perhitungan teoretis telah memprediksi beberapa senyawa argon stabil,[7] tetapi jalur sintesisnya belum diketahui.

Sejarah

Argon (’αργόν, bentuk tunggal ari ’αργός, bahasa Yunani yang berarti "tidak aktif", merujuk kepada ketakaktifannya secara kimia)[8][9] diduga keberadaannya di udara oleh Henry Cavendish pada tahun 1785 tetapi belum diisolasi hingga tahun 1894 oleh Lord Rayleigh dan Sir William Ramsay di University College London dalam suatu percobaan menghilangkan seluruh oksigen, karbon dioksida, air, dan nitrogen dari sampel udara bersih.[10][11][12] Mereka telah mengukur bahwa nitrogen yang diproduksi dari senyawa kimia adalah satu setengah persen lebih ringan daripada nitrogen dari atmosfer. Perbedaannya sekilas tak bermakna, tetapi cukup penting untuk menarik peratian mereka selama beberapa bulan. Mereka menyimpulkan bahwa ada gas lain di udara yang bercampur dengan nitrogen.[13] Argon juga ditemui pada tahun 1882 melalui penelitian independen H.F. Newall dan W.N Hartley. Masing-masing mengamati garis baru dalam spektrum warna udara tetapi tidak mampu mengidentifikasi unsur penyebab garis tersebut. Argon merupakan anggota pertama gas mulia yang ditemukan. Simbol argon saat ini adalah "Ar", tetapi hingga tahun 1957 simbolnya adalah "A".[14]

Keberadaan

Atmosfer bumi mengandung argon sebesar 0,934% dari volumenya dan 1,288% dari massanya,[15] dan udara adalah bahan baku utama yang digunakan oleh industri untuk membuat produk argon murni. Argon diisolasi dari udara melalui fraksionasi, paling umum dengan cara distilasi fraksi kryogenik, suatu proses yang juga menghasilkan nitrogen, oksigen, neon, kripton dan xenon murni.[16] Sementara kerak Bumi dan air laut secara berturut-turut mengandung 1.2 bpj dan 0.45 bpj argon.[17]

Isotop

Isotop utama argon yang ditemukan di bumi adalah (99,6%), (0,34%), dan (0,06%). Terjadi secara alami dari , dengan waktu paruh 1,25 tahun, meluruh membentuk (11.2%) yang stabil dengan penangkapan elektron atau emisi positron, dan juga membentuk (88.8%) yang stabil melalui peluruhan beta. Sifat dan perbandingan ini digunakan untuk menentukan umur batuan dengan metode penanggalan K-Ar.[18][19]

Dalam atmosfer bumi, dibentuk oleh aktivitas sinar kosmik, terutama dengan . Dalam lingkungan subpermukaan, juga diproduksi melalui penangkapan neutron oleh atau emisi alfa oleh kalsium. dibentuk dari spalasi (: spallation) neutron sebagai hasil dari ledakan nuklir subpermukaan. Ini memiliki waktu paruh 35 hari.[20]

Argon tercatat memiliki variasi komposisi isotopik yang besar di antara lokasi yang berbeda dalam sistem tata surya. Jika sumber utama argon adalah peluruhan kalium-40 dalam batuan, akan menjadi isotop yang dominan, seperti di permukaan bumi. Sebaliknya, argon yang diproduksi langsung oleh nukleosintesis stelar, didominasi oleh nuklida proses alfa, . Terkait hal tersebut, argon matahari mengandung 84.6% berdasarkan pengukuran angin matahari,[21] dan rasio tiga isotop 36Ar : 38Ar : 40Ar dalam atmosfer planet luar yang diukur adalah 8400 : 1600 : 1.[22] Ini kontras dengan kelimpahan primordial dalam atmosfer bumi: hanya 31,5 ppmv (= 9340 ppmv × 0,337%), bandingkan dengan neon (18,18 ppmv); dan dengan pengukuran menggunakan probe antarplanet.

Atmosfer Mars mengandung 1,6% dan 5 ppm . Probe Mariner yang mengorbit planet Merkurius pada tahun 1973 menemukan bahwa Merkurius mempunyai atmosfer yang sangat tipis dengan 70% nya adalah argon. Diyakini merupakan hasil dari pelepasan gas sebagai produk peluruhan dari bahan-bahan radioaktif pada permukaan planet. Pada tahun 2005, probe Huygens menemukan keberadaan secara eksklusif pada permukaan Titan, bulan terbesar planet Saturnus.[23][24]

Dominasi radiogenik menentukan berat atom standard argon terestrial argon yang lebih besar daripada unsur berikutna, kalium, yang menjadi teka-teki saat argon ditemukan. Mendeleev telah meletakkan unsur dalam tabel periodiknya berdasarkan urutan berat atom, tetapi keinertan argon menggiring penempatannya sebelum logam alkali yang reaktif. Henry Moseley kemudian memecahkan masalah ini dengan menunjukkan bahwa tabel periodik sejatinya disusun berdasarkan urutan nomor atom. (Lihat Sejarah tabel periodik).

Senyawa

Oktet elektron Argon lengkap menunjukkan subkulit s dan p terisi penuh. Tingkat energi terluar yang penuh ini membuat argon sangat stabil dan sangat tahan untuk tidak berikatan dengan unsur lain. Sebelum tahun 1962, argon dan gas mulia lainnya dianggap inert dan tidak dapat membentuk senyawa; tetapi, senyawa dari gas mulia yang lebih berat telah dapat disintesis. Pada Agustus 2000, senyawa argon pertama dibuat oleh peneliti di Universitas Helsinki. Dengan memberi radiasi ultraviolet ke argon beku yang mengandung sejumlah kecil hidrogen fluorida dengan cesium iodida,[25] terbentuklah argon fluorohidrida (HArF).[26][27] Senyawa ini stabil sampai dengan 40 kelvin (−233 °C). Dikation metastabil , yang memiliki valensi isoelektronik dengan karbonil fluorida, teramati pada tahun 2010.[28] Argon-36, dalam bentuk ion argon hidride (argonium), telah terdeteksi pada debu kosmik terkait dengan supernova Nebula Kepiting; ini adalah molekul gas mulia pertama yang terdeteksi di luar angkasa.[29][30]

Argon hidrida (Ar(H2)2) padat memiliki struktur kiristal yang sama seperti MgZn2 fase Laves. Ia terbentuk pada tekanan antara 4,3 dan 220 GPa, melalui pengukuran Raman diketahui bahwa molekul H2 dalam Ar(H2)2 terdisosiasi di atas 175 GPa.[31]

Produksi

Industri

Argon diproduksi secara industri dengan cara distilasi fraksi udara cair dalam suatu unit pemisahan udara kryogenik; suatu proses yang memisahkan nitrogen cair, yang mendidih pada 77,3 K, dari argon, yang mendidih pada 87,3 K, dan oksigen cair, yang mendidih pada 90,2 K. Sekitar 700.000 ton argon diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya.[32][33]

Dalam peluruhan radioaktif

40Ar, isotop argon yang paling berlimpah, diproduksi dengan cara peluruhan 40K dengan waktu paruh 1,25 tahun melalui penangkapan elektron atau emisi positron. Oleh karena itu, ini digunakan dalam penanggalan kalium-argon untuk menentukan umur batuan.

Aplikasi

Ada beberapa alasan yang berbeda penggunaan argon dalam aplikasi tertentu:

  • Diperlukan gas inert. Terutama, argon adalah alternatif paling ekonomis ketika nitrogen dianggap kurang inert.
  • Diperlukan konduktivitas termal rendah.
  • Diperlukan sifat elektroniknya (ionsasi dan/atau spektrum emisi).

Gas mulia lainnya mungkin dapat digunakan dengan baik dalam sebagian besar aplikasi ini, tetapi argon sejauh ini adalah yang termurah. Argon tidak mahal karena ia terdapat secara alami di udara, dan siap didapat sebagai produk samping pemisahan udara kryogenik dalam produksi oksigen cair dan nitrogen cair: konstituen utama udara digunakan pada industri skala besar. Gas mulia lainnya (kecuali helium) diproduksi dengan cara ini juga, tetapi argon adalah yang paling banyak. Banyaknya aplikasi argon muncul karena sifatnya yang inert dan relatif murah.

Proses industri

Argon digunakan dalam beberapa proses industri bertemperatur tinggi, ketika zat yang biasanya tak reaktif menjadi reaktif. Misalnya, atmosfer argon digunakan dalam tanur listrik grafit untuk mencegah terbakarnya grafit. Untuk beberapa proses ini, kehadiran gas nitrogen atau oksigen dapat menyebabkan kecacatan bahan. Argon digunakan dalam berbagai macam pengelasan listrik seperti pengelasan listrik logam gas dan pengelasan listrik wolfram gas, seperti dalam pengolahan titanium dan unsur reaktif lainnya. Atmosfer argon juga digunakan untuk menumbuhkan kristal silikon dan germanium.

Argon digunakan dalam industri unggas untuk membuat asfiksia pada unggas, baik untuk pemusnahan setelah wabah penyakit massal, atau sebagai sarana pembantaian yang lebih manusiawi daripada mandi listrik. Massa jenis Argon relatif tinggi sehingga tetap berada di permukaan tanah saat terjadi kebocoran. Sifatnya yang tak reaktif menjadikannya cocok digunakan dalam produk pangan, dan karena ia menggantikan oksigen pada unggas yang mati, argon juga memperpanjang masa simpan.[34] Argon kadang digunakan sebagai pemadam api ketika harus menghindari kerusakan peralatan.

Penelitian ilmiah

Argon cair digunakan sebagai target untuk percobaan neutrino dan mengarahkan pencarian materi gelap. Interaksi partikel hipotesis Weakly interacting massive particles (WIMP) dengan inti argon menghasilkan kilau cahaya yang dapat dideteksi menggunakan tabung pengganda foton (: photomultiplier tube). Detektor dua fasa juga menggunakan gas argon untuk mendeteksi elektron ionisasi yang dihasilkan selama hamburan inti WIMP. Seperti kebanyakan gas mulia cair lainnya, argon memiliki kilau cahaya tinggi (~51 foton/keV[35]), transparan terhadap kilau cahayanya sendiri, dan relatif mudah dimurnikan. Dibandingkan dengan xenon, argon lebih murah dan memiliki profil waktu kilau yang berbeda yang memungkinkan pemisahan elektron rekoil dari inti rekoil. Sebaliknya, latar sinar beta intrinsiknya lebih besar karena kontaminasi , kecuali menggunakan sumber argon bawah tanah yang memiliki jauh lebih sedikit kontaminasi . Sebagian besar argon pada atmosfer bumi dihasilkan dari penangkapan elektron jangka panjang ( + e → + ν) yang ada dalam kalium alami di bumi. Aktivitas di atmosfer terpelihara oleh produksi kosmogenik melalui reaksi (n,2n) dan semacamnya. Waktu paruh hanya 269 tahun. Alhasil, karena Ar bawah tanah, terlindungi oleh batuan dan air, memiliki lebih sedikit kontaminasi .[36] Detektor materi gelap saat ini dioperasikan menggunakan argon cair termasuk DarkSide, WArP, ArDM, microCLEAN dan DEAP-I. Percobaan neutrino termasuk Icarus dan MicroBooNE, keduanya menggunakan argon cair berkemurnian tinggi dalam bejana proyeksi waktu untuk pencitraan halus tiga dimensi pada interaksi neutrino.

Pengawet

Argon digunakan untuk menggantikan udara yang mengandung oksigen dan uap air dalam bahan kemasan untuk memperpanjang masa simpan isi kemasan (argon mempunyai kode tambahan pangan Eropa E938). Oksidasi aerial, hidrolisis, dan reaksi kimia lainnya yang dapat mendegradasi produk dihambat atau dicegah total. Botol bahan kimia berkemurnian tinggi dan produk farmasi tertentu tersedia dalam botol bersegel atau ampul yang dikemas dalam argon. Dalam pembuatan wine, argon digunakan dalam sejumlah aktivitas untuk mencegah timbunan oksigen pada permukaan cairan, yang dapat merusak wine dengan memfasilitasi metabolisme mikrobial (seperti bakteri asam asetat) dan reaksi redoks standar. Argon juga tersedia dalam bentuk aerosol dalam kaleng, yang dapat digunakan untuk mengawetkan senyawa seperti pernis, poliuretan, cat, dan sebagainya, pada penyimpanan setelah dibuka.[37] Sejak 2002, Arsip Nasional Amerika Serikat menyimpan dokumen nasional penting seperti Deklarasi Kemerdekaan dan Undang-undang Dasar dalam kotak berisi argon untuk menghambat degradasi (perusakan). Dengan menggunakan argon mengurangi kebocoran gas, dibandingkan dengan helium yang digunakan dalam prosedur ini selama lima dekade.[38]

Peralatan laboratorium

Argon dapat digunakan sebagai gas inert dalam jalur Schlenk dan kotak sarung tangan. Penggunaan argon lebih disukai daripada nitrogen yang lebih murah karena nitrogen dapat bereaksi dengan pereaksi atau peralatan percobaan. Argon dapat digunakan sebagai gas pembaa dalam kromatografi gas dan dalam ionisasi elektrospray spektrometri massa; argon merupakan gas pilihan untuk plasma dalam spektroskopi ICP. Argon lebih disukai untuk lapisan sputter spesimen dalam mikroskopi elektron pemindaian. Gas argon juga umum digunakan untuk deposisi sputter film tipis seperti dalam mikroelektronik dan untuk pembersihan wafer dalam mikropabrikasi.

Penggunaan medis

Cryosurgery (prosedur bedah kryo) seperti kryoblasi menggunakan argon cair untuk menghancurkan jaringan seperti sel kanker. Dalam pembedahan, ini digunakan dalam prosedur yang disebut "koagulasi dengan argon" () yang merupakan suatu bentuk bedah elektron gelombang plasma argon. Prosedur ini mengandung risiko munculnya embolisme pada pasien dan dapat mengakibatkan kematian.[39] Laser argon biru digunakan dalam pembedahan untuk melakukan pengelasan arteri, menghancurkan tumor, dan memperbaiki kecacatan mata.[40] Argon juga telah digunakan secara eksperimental untuk menggantikan nitrogen pada pernapasan atau dekomposisi campuran yang dikenal sebagai Argoks, untuk mempercepat eliminasi nitrogen terlarut dalam darah.[41]

Penerangan

Lampu pijar diisi dengan argon, untuk mengawetkan filamen dari oksidasi pada temperatur tinggi. Hal ini digunakan untuk cara tertentu mengionisasi dan memancarkan cahaya, seperti dalam lampu plasma dan kalorimetri pada percobaan fisika partikel. Lampu pelepasan gas yang diisi dengan argon murni menghasilkan cahaya lilac/ungu, diisi dengan argon dan raksa menghasilkan cahaya biru. Argon juga digunakan untuk menciptakan cahaya laser biru dan hijau.

Penggunaan lainnya

Argon digunakan untuk isolasi termal dalam jendela hemat energi.[42] Argon juga digunakan dalam teknik penyelaman dengan skuba untuk memompa pakaian selam kering, karena sifatnya yang inert dan memiliki konduktivitas termal rendah.[43] Argon digunakan sebagai propelan dalam pengembangan Variable Specific Impulse Magnetoplasma Rocket (VASIMR). Gas argon bertekanan dapat memuai, untuk mendinginkan kepala pencari pada rudal AIM-9 Sidewinder, dan rudal lain yang menggunakan pendingin kepala pencari termal. Gas disimpan pada tekanan tinggi.[44] Argon-39, dengan waktu paruh 269 tahun, telah digunakan untuk sejumlah aplikasi, terutama penanggalan inti es dan air tanah dating. Selain itu, penanggalan kalium-argon digunakan dalam penanggalan batuan beku.[45] Argon telah digunakan oleh atlet sebagai doping untuk mensimulasi kondisi hipoksia. Pada 31 Agustus 2014 Badan Anti Doping Dunia (: World Anti Doping Agency (WADA)) menambahkan argon dan xenon ke dalam daftar bahan dan metode yang dilarang, meskipun hingga saat ini tidak ada uji penyalahgunaan yang memadai.[46]

Keselamatan

Meskipun argon tidak beracun, tetapi ia 38% lebih rapat daripada udara dan oleh karenanya dianggap sebagai gas asfiksia berbahaya dalam ruang tertutup. Argon juga sulit didedeteksi karena sifatnya yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Sebuah insiden terjadi tahun 1994 ketika seorang pria mengalami asfiksia setelah memasuki seksi berisi argon pada konstruksi pipa minyak di Alaska sehingga menekankan bahaya kebocoran argon di ruang terbatas, dan menekankan perlunya penggunaan penyimpanan dan penanganan yang tepat.[47]

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. Dalam tabel periodik terdahulu, gas mulia diidentifikasi dalam Golongan VIIIA atau sebagai Golongan 0. Lihat Golongan tabel periodik.
  2. http://www.ptable.com/#Property/Abundance/Crust
  3. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  4. Leonid Khriachtchev. A stable argon compound. Nature. 2000. Vol. 406. hlm. 874–876. doi:10.1038/35022551.
  5. S. Perkins. HArF! Argon's not so noble after all – researchers make argon fluorohydride. Science News. 26 August 2000.
  6. Belosludov, V.R. Microscopic model of clathrate compounds. Journal of Physics: Conference Series. 2006. Vol. 29. hlm. 1. doi:10.1088/1742-6596/29/1/001.
  7. A. Cohen. First compounds with argon–carbon and argon–silicon chemical bonds. Journal of Chemical Physics. 2003. Vol. 119 (13). hlm. 6415. doi:10.1063/1.1613631.
  8. E.N. Hiebert. Historical Remarks on the Discovery of Argon: The First Noble Gas. University of Chicago Press. 1963. hlm. 3–20.
  9. M.W. Travers. The Discovery of the Rare Gases. Edward Arnold & Co. 1928. hlm. 1–7.
  10. Lord Rayleigh. Argon, a New Constituent of the Atmosphere. Proceedings of the Royal Society. 1894–1895. Vol. 57 (1). hlm. 265–287. doi:10.1098/rspl.1894.0149.
  11. Lord Rayleigh. VI. Argon: A New Constituent of the Atmosphere. Philosophical Transactions of the Royal Society A. 1895. Vol. 186. hlm. 187. doi:10.1098/rsta.1895.0006.
  12. W. Ramsay. Nobel Lecture. The Nobel Foundation. 1904.
  13. About Argon, the Inert; The New Element Supposedly Found in the Atmosphere. The New York Times. 3 March 1895.
  14. N. E. Holden. History of the Origin of the Chemical Elements and Their Discoverers. National Nuclear Data Center. 12 March 2004.
  15. Encyclopædia Britannica Online, s.v. "argon (Ar)".
  16. Argon, Ar. Etacude.com.
  17. J. Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 44–45. ISBN 978-0-19-960563-7.
  18. J. Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 44–45. ISBN 978-0-19-960563-7.
  19. 40 Ar/ 39 Ar dating and errors.
  20. 40 Ar/ 39 Ar dating and errors.
  21. K. Lodders. The solar argon abundance. Astrophysical Journal. 2008. Vol. 674. hlm. 607. doi:10.1086/524725.
  22. A. G. W. Cameron. Elemental and isotopic abundances of the volatile elements in the outer planets. Space Science Reviews. 1973. Vol. 14 (3–4). hlm. 392–400. doi:10.1007/BF00214750.
  23. J. Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 44–45. ISBN 978-0-19-960563-7.
  24. Seeing, touching and smelling the extraordinarily Earth-like world of Titan. European Space Agency. 21 January 2005.
  25. Kean, Sam. The Disappearing Spoon. Black Bay Books. 2011.
  26. S. Perkins. HArF! Argon's not so noble after all – researchers make argon fluorohydride. Science News. 26 August 2000.
  27. Bartlett, Neil. The Noble Gases. Chemical & Engineering News. 8 September 2003. Vol. 81 (36).
  28. Lockyear, JF. Generation of the ArCF 2 2+ Dication. Journal of Physical Chemistry Letters. 2010. Vol. 1. hlm. 358. doi:10.1021/jz900274p.
  29. M.J. Barlow. Detection of a Noble Gas Molecular Ion, 36 ArH + , in the Crab Nebula. Science. 2013. Vol. 342 (6164). hlm. 1343–1345. doi:10.1126/science.1243582.
  30. Douglas Quenqua. Noble Molecules Found in Space. New York Times. 13 December 2013.
  31. Annette K. Kleppe. New high-pressure van der Waals compound Kr(H2)4 discovered in the krypton-hydrogen binary system. Scientific Reports. 2014. Vol. 4. doi:10.1038/srep04989.
  32. J. Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 44–45. ISBN 978-0-19-960563-7.
  33. Periodic Table of Elements: Argon – Ar. Environmentalchemistry.com.
  34. D.L. Fletcher. Slaughter Technology. Symposium: Recent Advances in Poultry Slaughter Technology.
  35. Gastler, Dan. Measurement of scintillation efficiency for nuclear recoils in liquid argon. Physical Review C. 2012. Vol. 85 (6). doi:10.1103/PhysRevC.85.065811.
  36. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  37. Zawalick, Steven Scott, Method for preserving an oxygen sensitive liquid product, , Issue date: 7 October 2003
  38. Schedule for Renovation of the National Archives Building.
  39. Fatal Gas Embolism Caused by Overpressurization during Laparoscopic Use of Argon Enhanced Coagulation. MDSR. 24 Juni 1994.
  40. J. Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 44–45. ISBN 978-0-19-960563-7.
  41. Pilmanis Andrew A. Staged decompression to 3.5 psi using argon-oxygen and 100% oxygen breathing mixtures. Aviation, Space, Environmental Medicine. 2003. Vol. 74 (12). hlm. 1243–50.
  42. Energy-Efficient Windows. FineHomebuilding.com.
  43. Nuckols ML. Thermal Characteristics of Diving Garments When Using Argon as a Suit Inflation Gas. Proceedings of the Oceans 08 MTS/IEEE Quebec, Canada Meeting. MTS/IEEE. 15–18 September 2008.
  44. Description of Aim-9 Operation. planken.org.
  45. J. Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 44–45. ISBN 978-0-19-960563-7.
  46. WADA amends Section S.2.1 of 2014 Prohibited List. 31 August 2014.
  47. Alaska FACE Investigation 94AK012. Welder's Helper Asphyxiated in Argon-Inerted Pipe – Alaska (FACE AK-94-012). State of Alaska Department of Public Health. 23 June 1994.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29345109 (2026-06-14T08:54:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.