Laju reaksi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28676749; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Laju reaksi''' adalah perubahan [[konsentrasi]] reaktan atau [[produk]] per satuan waktu. Besaran laju reaksi dilihat dari ukuran cepat lambatnya suatu [[reaksi kimia]]. Laju reaksi mempunyai satuan M/s (Molar per [[detik]]). Laju reaksi dilambangkan dengan ''v'' atau ''r''. Laju reaksi atau kecepatan reaksi menyatakan bahwa banyaknya [[reaksi kimia]] yang berlangsung per [[satuan]] [[waktu]]. Laju reaksi menyatakan [[molaritas]] zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap [[detik]] reaksi. Perkaratan [[besi]] merupakan contoh reaksi kimia lambat yang dapat berlangsung selama beberapa tahun, sedangkan peledakan [[mesiu]] atau [[kembang api]] adalah contoh reaksi yang cepat. Pada sebagian besar reaksi, laju reaksi akan semakin berkurang seiring dengan berlangsungnya reaksi. Laju reaksi dipelajari oleh cabang ilmu kimia yang disebut [[kinetika kimia]]. | '''Laju reaksi''' adalah perubahan [[konsentrasi]] reaktan atau [[produk]] per satuan waktu. Besaran laju reaksi dilihat dari ukuran cepat lambatnya suatu [[reaksi kimia]]. Laju reaksi mempunyai satuan M/s (Molar per [[detik]]).<ref>Suarsa, I. W. [https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_1_dir/a72e4f059e1a3c36b836ec85a13558d0.pdf Teori Tumbukan Pada Laju Reaksi Kimia]. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udaya. 2017. hlm. 1.</ref> Laju reaksi dilambangkan dengan ''v'' atau ''r''. Laju reaksi atau kecepatan reaksi menyatakan bahwa banyaknya [[reaksi kimia]] yang berlangsung per [[satuan]] [[waktu]]. Laju reaksi menyatakan [[molaritas]] zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap [[detik]] reaksi. Perkaratan [[besi]] merupakan contoh reaksi kimia lambat yang dapat berlangsung selama beberapa tahun, sedangkan peledakan [[mesiu]] atau [[kembang api]] adalah contoh reaksi yang cepat. Pada sebagian besar reaksi, laju reaksi akan semakin berkurang seiring dengan berlangsungnya reaksi. Laju reaksi dipelajari oleh cabang ilmu kimia yang disebut [[kinetika kimia]]. | ||
== Definisi formal == | == Definisi formal == | ||
Laju [[Reaksi kimia|reaksi]] didefinisikan sebagai proses berubahnya konsentrasi per satuan [[waktu]]. Laju reaksi memiliki konstanta yang sangat bergantung pada suhu reaksi. | Laju [[Reaksi kimia|reaksi]] didefinisikan sebagai proses berubahnya konsentrasi per satuan [[waktu]]. Laju reaksi memiliki konstanta yang sangat bergantung pada suhu reaksi.<ref>Purba, E. dan Khairunisa, A. C. [https://journal.ugm.ac.id/index.php/jrekpros/article/download/2451/2198 Kajian Awal Laju Reaksi Fotosintesis untuk Penyerapan Gas CO2 Menggunakan Mikroalga Tetraselmis Chuii]. ''Rekayasa Proses''. 2012. Vol. 6 (1). hlm. 8.</ref> | ||
Sebuah reaksi kimia dapat ditulis menggunakan rumus: | Sebuah reaksi kimia dapat ditulis menggunakan rumus: | ||
| Baris 17: | Baris 17: | ||
=== Orde reaksi === | === Orde reaksi === | ||
[[Orde reaksi]] atau tingkat reaksi terhadap suatu komponen merupakan pangkat dari konsentrasi komponen tersebut dalam [[hukum]] laju. Konsentrasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat laju reaksi. | [[Orde reaksi]] atau tingkat reaksi terhadap suatu komponen merupakan pangkat dari konsentrasi komponen tersebut dalam [[hukum]] laju. Konsentrasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat laju reaksi.<ref>Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. [https://sumberbelajar.seamolec.org/Media/Dokumen/59b63275865eacb82410b285/1c9806cb7345e3e09ebd744868587dcb.pdf Laju Reaksi]. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Direktoran Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. 2004. hlm. 11.</ref> | ||
=== Luas permukaan sentuh === | === Luas permukaan sentuh === | ||
| Baris 47: | Baris 47: | ||
=== Konsentrasi === | === Konsentrasi === | ||
Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrasi reaktan maka dengan naiknya [[konsentrasi]] maka naik pula kecepatan reaksinya. Artinya semakin tinggi konsentrasi, maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia, dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat. Jadi semakin tinggi konsentrasi, semakin cepat pula laju reaksinya. | Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrasi reaktan maka dengan naiknya [[konsentrasi]] maka naik pula kecepatan reaksinya. Artinya semakin tinggi konsentrasi, maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia, dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat. Jadi semakin tinggi konsentrasi, semakin cepat pula laju reaksinya.<ref>[https://www.bbc.co.uk/bitesize/guides/z2gccdm/revision/3 Altering factors - Controlling the rate - Higher Chemistry Revision]. ''BBC Bitesize''.</ref> | ||
== Persamaan laju reaksi == | == Persamaan laju reaksi == | ||
| Baris 65: | Baris 65: | ||
Orde reaksi zat A dan zat B hanya bisa ditentukan melalui percobaan. | Orde reaksi zat A dan zat B hanya bisa ditentukan melalui percobaan. | ||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
* | * | ||
[[fr:Cinétique chimique#Vitesse de réaction]] | [[fr:Cinétique chimique#Vitesse de réaction]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Laju+reaksi&oldid=28676749 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28676749 (2025-12-08T17:55:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Laju+reaksi&oldid=28676749 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28676749 (2025-12-08T17:55:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 08.58
Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi reaktan atau produk per satuan waktu. Besaran laju reaksi dilihat dari ukuran cepat lambatnya suatu reaksi kimia. Laju reaksi mempunyai satuan M/s (Molar per detik).[1] Laju reaksi dilambangkan dengan v atau r. Laju reaksi atau kecepatan reaksi menyatakan bahwa banyaknya reaksi kimia yang berlangsung per satuan waktu. Laju reaksi menyatakan molaritas zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap detik reaksi. Perkaratan besi merupakan contoh reaksi kimia lambat yang dapat berlangsung selama beberapa tahun, sedangkan peledakan mesiu atau kembang api adalah contoh reaksi yang cepat. Pada sebagian besar reaksi, laju reaksi akan semakin berkurang seiring dengan berlangsungnya reaksi. Laju reaksi dipelajari oleh cabang ilmu kimia yang disebut kinetika kimia.
Definisi formal
Laju reaksi didefinisikan sebagai proses berubahnya konsentrasi per satuan waktu. Laju reaksi memiliki konstanta yang sangat bergantung pada suhu reaksi.[2]
Sebuah reaksi kimia dapat ditulis menggunakan rumus:
Dari reaksi kimia tersebut, dapat diketahui a, b, c, dan d adalah koefisien reaksi, dan A, B, C, dan D adalah zat-zat yang terlibat dalam reaksi. Laju reaksi dalam suatu sistem tertutup dinyatakan menggunakan rumus
dengan [A], [B], [C], dan [D] menyatakan konsentrasi zat-zat tersebut. Melalui rumus tersebut, diketahui bahwa laju reaksi memiliki satuan mol/L/s.
Faktor yang memengaruhi laju reaksi
Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
Orde reaksi
Orde reaksi atau tingkat reaksi terhadap suatu komponen merupakan pangkat dari konsentrasi komponen tersebut dalam hukum laju. Konsentrasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat laju reaksi.[3]
Luas permukaan sentuh
Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu juga, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil. Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus kepingan itu, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi; sedangkan semakin kasar kepingan itu, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi.
Suhu
Suhu juga turut berperan dalam memengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu reaksi yang berlangsung dinaikkan, maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil.
Suhu merupakan properti fisik dari materi yang kuantitatif mengungkapkan gagasan umum dari panas dan dingin.
Katalis
Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tetapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.
Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerat. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. Ikatan atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas.
Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantarakimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik, di mana C melambangkan katalisnya:
- ... (1)
- ... (2)
Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi:
Beberapa katalis yang pernah dikembangkan antara lain berupa katalis Ziegler-Natta yang digunakan untuk produksi masal polietilen dan polipropilen. Reaksi katalitis yang paling dikenal adalah proses Haber, yaitu sintesis amonia menggunakan besi biasa sebagai katalis. Konverter katalitik yang dapat menghancurkan produk emisi kendaraan yang paling sulit diatasi, terbuat dari platina dan rodium.
Molaritas
Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut. Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa semakin besar molaritas suatu zat, maka semakin cepat suatu reaksi berlangsung. Dengan demikian pada molaritas yang rendah suatu reaksi akan berjalan lebih lambat daripada molaritas yang tinggi.
Konsentrasi
Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrasi reaktan maka dengan naiknya konsentrasi maka naik pula kecepatan reaksinya. Artinya semakin tinggi konsentrasi, maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia, dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat. Jadi semakin tinggi konsentrasi, semakin cepat pula laju reaksinya.[4]
Persamaan laju reaksi
Untuk reaksi kimia sebagai berikut:
hubungan antara laju reaksi dengan molaritas adalah
dengan:
- V = Laju reaksi
- k = Konstanta laju reaksi
- n = Orde reaksi zat A
- m = Orde reaksi zat B
Orde reaksi zat A dan zat B hanya bisa ditentukan melalui percobaan.
Bacaan lebih lanjut
fr:Cinétique chimique#Vitesse de réaction
Referensi
- ↑ Suarsa, I. W. Teori Tumbukan Pada Laju Reaksi Kimia. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udaya. 2017. hlm. 1.
- ↑ Purba, E. dan Khairunisa, A. C. Kajian Awal Laju Reaksi Fotosintesis untuk Penyerapan Gas CO2 Menggunakan Mikroalga Tetraselmis Chuii. Rekayasa Proses. 2012. Vol. 6 (1). hlm. 8.
- ↑ Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Laju Reaksi. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Direktoran Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. 2004. hlm. 11.
- ↑ Altering factors - Controlling the rate - Higher Chemistry Revision. BBC Bitesize.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28676749 (2025-12-08T17:55:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.