Hidrogen peroksida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29612485; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Hidrogen peroksida''' adalah [[senyawa kimia]] dengan rumus . Dalam bentuk murninya, ia berupa [[cairan]] bening berwarna biru pucat, sedikit lebih [[Kekentalan|kental]] daripada [[air]]. Hidrogen peroksida adalah [[peroksida]] paling sederhana (senyawa dengan [[ikatan tunggal]] oksigen–oksigen). digunakan sebagai [[oksidator]], [[Pemutih|zat pemutih]], dan [[antiseptik]]. Hidrogen peroksida pekat, atau "[[peroksida uji tinggi]]", adalah [[spesies oksigen reaktif]] dan telah digunakan sebagai [[propelan]] [[roket]]. Sifat kimianya didominasi oleh ketidakstabilan ikatan [[peroksida]]nya. | '''Hidrogen peroksida''' adalah [[senyawa kimia]] dengan rumus . Dalam bentuk murninya, ia berupa [[cairan]] bening berwarna biru pucat,<ref>Catherine E. Housecroft. ''Inorganic Chemistry''. Pearson Prentice-Hall. 2005. hlm. 443. ISBN 0130-39913-2.</ref> sedikit lebih [[Kekentalan|kental]] daripada [[air]]. Hidrogen peroksida adalah [[peroksida]] paling sederhana (senyawa dengan [[ikatan tunggal]] oksigen–oksigen). digunakan sebagai [[oksidator]], [[Pemutih|zat pemutih]], dan [[antiseptik]]. Hidrogen peroksida pekat, atau "[[peroksida uji tinggi]]", adalah [[spesies oksigen reaktif]] dan telah digunakan sebagai [[propelan]] [[roket]].<ref>C. N. Hill. [https://books.google.com/?id=AzoCJfTmRDsC A Vertical Empire: The History of the UK Rocket launch and Space Programme, 1950–1971]. Imperial College Press. 2001. ISBN 978-1-86094-268-6.</ref> Sifat kimianya didominasi oleh ketidakstabilan ikatan [[peroksida]]nya. | ||
Hidrogen peroksida tidak stabil dan perlahan terurai jika terpapar cahaya. Hidrogen peroksida biasanya disimpan dengan zat penstabil dalam larutan asam lemah dalam botol berwarna gelap, karena ketidakstabilannya. Hidrogen peroksida ditemukan dalam sistem biologis termasuk tubuh manusia. Enzim yang menggunakan atau menguraikan hidrogen peroksida diklasifikasikan sebagai [[peroksidase]]. | Hidrogen peroksida tidak stabil dan perlahan terurai jika terpapar cahaya. Hidrogen peroksida biasanya disimpan dengan zat penstabil dalam larutan asam lemah dalam botol berwarna gelap, karena ketidakstabilannya. Hidrogen peroksida ditemukan dalam sistem biologis termasuk tubuh manusia. Enzim yang menggunakan atau menguraikan hidrogen peroksida diklasifikasikan sebagai [[peroksidase]]. | ||
== Sifat == | == Sifat == | ||
Titik didih H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> telah diekstrapolasi menjadi 150,2 °C pada tekanan 1 atmosfer, sekitar 50 °C lebih tinggi daripada air. Dalam praktiknya, hidrogen peroksida akan mengalami [[dekomposisi termal]] yang berpotensi meledak jika dipanaskan pada suhu ini. dapat didistilasi dengan aman pada suhu yang lebih rendah di bawah tekanan rendah. | Titik didih H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> telah diekstrapolasi menjadi 150,2 °C pada tekanan 1 atmosfer, sekitar 50 °C lebih tinggi daripada air. Dalam praktiknya, hidrogen peroksida akan mengalami [[dekomposisi termal]] yang berpotensi meledak jika dipanaskan pada suhu ini. dapat didistilasi dengan aman pada suhu yang lebih rendah di bawah tekanan rendah.<ref>''Handbook of preparative inorganic chemistry''. Academic Press. 1963. Vol. 1. hlm. 140. ISBN 978-0-12-126601-1.</ref> | ||
=== Struktur === | === Struktur === | ||
Hidrogen peroksida () adalah molekul nonplanar dengan [[Simetri molekul|simetri]] C<sub>2</sub> (puntir); ini pertama kali ditunjukkan oleh [[Paul-Antoine Giguère]] pada tahun 1950 menggunakan [[spektroskopi inframerah]].<ref>Paul A. Giguère. [https://authors.library.caltech.edu/11457/1/GIGjcp50.pdf The Infra‐Red Spectrum of Hydrogen Peroxide]. ''Journal of Chemical Physics''. 1950. Vol. 18 (1). hlm. 88. doi:10.1063/1.1747464.</ref><ref>Paul A. Giguère. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_1983-05_60_5/page/399 Molecular association and structure of hydrogen peroxide]. ''Journal of Chemical Education''. 1983. Vol. 60 (5). hlm. 399–401. doi:10.1021/ed060p399.</ref> Meskipun ikatan O−O adalah [[ikatan tunggal]], molekul ini memiliki penghalang rotasi relatif besar yaitu 2460 cm<sup>−1</sup> (29,45 [[Kilojoule|kJ]]/[[mol]]);<ref>Robert H. Hunt. [http://deepblue.lib.umich.edu/bitstream/handle/2027.42/71115/JCPSA6-42-6-1931-1.pdf?sequence=2 Internal-Rotation in Hydrogen Peroxide: The Far-Infrared Spectrum and the Determination of the Hindering Potential]. ''The Journal of Chemical Physics''. 1965. Vol. 42 (6). hlm. 1931. doi:10.1063/1.1696228.</ref> sebagai perbandingan, [[Isomerisme konformasi|penghalang rotasi]] etana adalah 12,5 kJ/mol. Peningkatan penghalang dianggap berasal dari tolakan antara [[pasangan elektron sunyi]] atom oksigen yang berdekatan dan menghasilkan hidrogen peroksida yang memperlihatkan sifat [[atropisomer]]isme. | |||
Struktur molekul gas dan [[kristal]] berbeda secara signifikan. Perbedaan terkait dengan efek ikatan hidrogen, yang tidak ada dalam keadaan gas.<ref>Dennis A. Dougherty. ''Modern Physical Organic Chemistry''. University Science. 2005. hlm. 122. ISBN 978-1-891389-31-3.</ref> Kristal adalah [[tetragonal]] dengan [[grup ruang]] ''D''''P''4<sub>1</sub>2<sub>1</sub>.<ref>S. C. Abrahams. ''The crystal structure of hydrogen peroxide''. ''Acta Crystallographica''. 1 January 1951. Vol. 4 (1). hlm. 15–20. doi:10.1107/S0365110X51000039.</ref> | |||
Struktur molekul gas dan [[kristal]] berbeda secara signifikan. Perbedaan terkait dengan efek ikatan hidrogen, yang tidak ada dalam keadaan gas. Kristal adalah [[tetragonal]] dengan [[grup ruang]] ''D''''P''4<sub>1</sub>2<sub>1</sub>. | |||
=== Larutan berair === | === Larutan berair === | ||
Dalam [[larutan berair]], hidrogen peroksida berbeda dari zat murni karena efek [[ikatan hidrogen]] antara air dan molekul hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida dan air membentuk campuran [[Sistem eutektik|eutektik]], menunjukkan [[penurunan titik beku]] hingga -56 °C; air murni memiliki titik beku 0 °C dan hidrogen peroksida murni −0,43 °C. Titik didih dari campuran yang sama juga tertekan sehubungan dengan rata-rata dari kedua titik didih (125,1 °C). Campurannya mendidih pada 114 °C. Titik didih ini 14 °C lebih tinggi daripada air murni dan 36,2 °C lebih rendah daripada hidrogen peroksida murni. | Dalam [[larutan berair]], hidrogen peroksida berbeda dari zat murni karena efek [[ikatan hidrogen]] antara air dan molekul hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida dan air membentuk campuran [[Sistem eutektik|eutektik]], menunjukkan [[penurunan titik beku]] hingga -56 °C; air murni memiliki titik beku 0 °C dan hidrogen peroksida murni −0,43 °C. Titik didih dari campuran yang sama juga tertekan sehubungan dengan rata-rata dari kedua titik didih (125,1 °C). Campurannya mendidih pada 114 °C. Titik didih ini 14 °C lebih tinggi daripada air murni dan 36,2 °C lebih rendah daripada hidrogen peroksida murni.<ref>[http://www.h2o2.com/intro/FMC_MSDS_40_to_60.pdf Hydrogen Peroxide Technical Library].</ref> | ||
<li style="display: inline-table; vertical-align:top;> | <li style="display: inline-table; vertical-align:top;> | ||
| Baris 20: | Baris 18: | ||
<li style="display: inline-table; vertical-align:top;> | <li style="display: inline-table; vertical-align:top;> | ||
{| class="wikitable" | |||
|+Massa jenis larutan dalam air | |||
|- | |||
! (w/w) !! Densitas<br>(g/cm<sup>3</sup>) !! Temp.<br>(°C) | |||
|- | |||
| 3% || 1,0095 || 15 | |||
|- | |||
| 27% || 1,10 || 20 | |||
|- | |||
| 35% || 1,13 || 20 | |||
|- | |||
| 50% || 1,20 || 20 | |||
|- | |||
| 70% || 1,29 || 20 | |||
|- | |||
| 75% || 1,33 || 20 | |||
|- | |||
| 96% || 1,42 || 20 | |||
|- | |||
| 98% || 1,43 || 20 | |||
|- | |||
| 100% || 1,45 || 20 | |||
|} | |||
</li> | </li> | ||
| Baris 26: | Baris 46: | ||
Hidrogen peroksida memiliki beberapa analog struktural dengan pengaturan ikatan H<sub>''m''</sub>−X−X−H<sub>''n''</sub> ([[air]] juga ditampilkan sebagai perbandingan). Ini memiliki titik didih tertinggi (teoritis) dari seri ini (X = O, N, S). Titik leburnya juga cukup tinggi, sebanding dengan [[hidrazin]] dan air, dengan hanya [[Hidroksilamina|hidroksilamin]] yang mengkristal secara signifikan lebih mudah, menunjukkan ikatan hidrogen yang kuat. [[Difosfan]] dan [[hidrogen disulfida]] hanya menunjukkan ikatan hidrogen yang lemah dan memiliki sedikit kesamaan kimia dengan hidrogen peroksida. Semua analogi ini tidak stabil secara termodinamika. Secara struktural, semua analogi mengadopsi struktur miring yang sama, karena tolakan antara [[Pasangan elektron sunyi|pasangan bebas]] yang berdekatan. | Hidrogen peroksida memiliki beberapa analog struktural dengan pengaturan ikatan H<sub>''m''</sub>−X−X−H<sub>''n''</sub> ([[air]] juga ditampilkan sebagai perbandingan). Ini memiliki titik didih tertinggi (teoritis) dari seri ini (X = O, N, S). Titik leburnya juga cukup tinggi, sebanding dengan [[hidrazin]] dan air, dengan hanya [[Hidroksilamina|hidroksilamin]] yang mengkristal secara signifikan lebih mudah, menunjukkan ikatan hidrogen yang kuat. [[Difosfan]] dan [[hidrogen disulfida]] hanya menunjukkan ikatan hidrogen yang lemah dan memiliki sedikit kesamaan kimia dengan hidrogen peroksida. Semua analogi ini tidak stabil secara termodinamika. Secara struktural, semua analogi mengadopsi struktur miring yang sama, karena tolakan antara [[Pasangan elektron sunyi|pasangan bebas]] yang berdekatan. | ||
{| class="wikitable sortable" | |||
|+Sifat dan analoginya<br />Nilai bertanda * adalah hasil ekstrapolasi | |||
|- | |||
! Nama !! Rumus !![[Massa molar]]<br>(g/mol) !! Titik | |||
lebur (°C) | |||
! Titik | |||
didih(°C) | |||
|- | |||
| Hidrogen peroksida || HOOH || 34,01 || −0,43 || 150,2* | |||
|- | |||
|[[Air]]|| HOH || 18,02 || 0,00 || 99,98 | |||
|- | |||
|[[Hidrogen disulfida]]|| HSSH || 66,15 || −89,6 || 70,7 | |||
|- | |||
|[[Hidrazina]]|| H<sub>2</sub>NNH<sub>2</sub>|| 32,05 || 2 || 114 | |||
|- | |||
|[[Hidroksilamina]]|| NH<sub>2</sub>OH || 33,03 || 33 || 58* | |||
|- | |||
|[[Difosfan]]|| H<sub>2</sub>PPH<sub>2</sub>|| 65,98 || −99 || 63,5* | |||
|} | |||
== Penemuan == | == Penemuan == | ||
[[Alexander von Humboldt]] melaporkan salah satu peroksida sintetis pertama, [[barium peroksida]], pada tahun 1799 sebagai produk samping dari percobaannya mendekomposisi udara. | [[Alexander von Humboldt]] melaporkan salah satu peroksida sintetis pertama, [[barium peroksida]], pada tahun 1799 sebagai produk samping dari percobaannya mendekomposisi udara. | ||
Sembilan belas tahun kemudian, [[Louis Jacques Thénard]] menyadari bahwa senyawa ini dapat digunakan untuk preparasi senyawa yang sebelumnya tidak diketahui, yang disebutnya sebagai ''eau oxygénée'' () – yang kemudian dikenal sebagai hidrogen peroksida. Saat ini istilah air beroksigen merujuk pada air yang mengandung oksigen terlarut (O<sub>2</sub>). | Sembilan belas tahun kemudian, [[Louis Jacques Thénard]] menyadari bahwa senyawa ini dapat digunakan untuk preparasi senyawa yang sebelumnya tidak diketahui, yang disebutnya sebagai ''eau oxygénée'' () – yang kemudian dikenal sebagai hidrogen peroksida.<ref>Gilbert, L. W. [https://books.google.com/books?id=xwYAAAAAMAAJ&pg=PA3 Der tropfbar flüssige Sauerstoff, oder das oxygenierte Wasser]. ''Annals of Physics''. 1820. Vol. 65–66 (1). hlm. 3. doi:10.1002/andp.18200640102.</ref><ref>L. J. Thénard. [https://books.google.com/books?id=-N43AAAAMAAJ&pg=PA306#v=onepage&q&f=false Observations sur des nouvelles combinaisons entre l'oxigène et divers acides]. ''Annales de chimie et de physique''. 1818. Vol. 8. hlm. 306–312.</ref><ref>Paul A. Giguère. [https://www.accessscience.com/content/hydrogen-peroxide/329200 Hydrogen peroxide]. ''Access Science''. McGraw-Hill Education. doi:10.1036/1097-8542.329200.</ref> Saat ini istilah air beroksigen merujuk pada air yang mengandung oksigen terlarut (O<sub>2</sub>). | ||
Proses Thénard dikembangkan menggunakan [[asam klorida]], diikuti dengan penambahan [[asam sulfat]] untuk mengendapkan produk samping [[barium sulfat]]. Proses ini digunakan dari akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. | Proses Thénard dikembangkan menggunakan [[asam klorida]], diikuti dengan penambahan [[asam sulfat]] untuk mengendapkan produk samping [[barium sulfat]]. Proses ini digunakan dari akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20.<ref>C. W. Jones, J. H. Clark. ''Applications of Hydrogen Peroxide and Derivatives''. Royal Society of Chemistry, '''1999'''.</ref> | ||
Thénard dan [[Joseph Louis Gay-Lussac]] mensintesis [[natrium peroksida]] pada tahun 1811. Efek pemutihan (''bleaching'') peroksida dan garamnya terhadap [[pewarna alami]] diketahui saat itu, tetapi upaya awal produksi peroksida skala industri gagal. Pabrik pertama yang memproduksi hidrogen peroksida dibangun pada tahun 1873 di [[Berlin]]. Penemuan sintesis hidrogen peroksida dengan [[elektrolisis]] menggunakan [[asam sulfat]] memperkenalkan metode elektrokimia yang lebih efisien. Metode ini pertama kali dikomersialkan pada tahun 1908 di [[Weißenstein]], [[Carinthia]], Austria. [[Proses antrakuinon]], yang masih digunakan, dikembangkan selama tahun 1930an oleh pabrikan kimia Jerman [[IG Farben]] di [[Ludwigshafen]]. Meningkatnya permintaan dan peningkatan dalam metode sintesis menghasilkan peningkatan produksi tahunan hidrogen peroksida dari 35.000 ton pada tahun 1950, menjadi lebih dari 100.000 ton pada tahun 1960, menjadi 300.000 ton pada tahun 1970; dan pada tahun 1998 telah mencapai 2,7 juta ton. | Thénard dan [[Joseph Louis Gay-Lussac]] mensintesis [[natrium peroksida]] pada tahun 1811. Efek pemutihan (''bleaching'') peroksida dan garamnya terhadap [[pewarna alami]] diketahui saat itu, tetapi upaya awal produksi peroksida skala industri gagal. Pabrik pertama yang memproduksi hidrogen peroksida dibangun pada tahun 1873 di [[Berlin]]. Penemuan sintesis hidrogen peroksida dengan [[elektrolisis]] menggunakan [[asam sulfat]] memperkenalkan metode elektrokimia yang lebih efisien. Metode ini pertama kali dikomersialkan pada tahun 1908 di [[Weißenstein]], [[Carinthia]], Austria. [[Proses antrakuinon]], yang masih digunakan, dikembangkan selama tahun 1930an oleh pabrikan kimia Jerman [[IG Farben]] di [[Ludwigshafen]]. Meningkatnya permintaan dan peningkatan dalam metode sintesis menghasilkan peningkatan produksi tahunan hidrogen peroksida dari 35.000 ton pada tahun 1950, menjadi lebih dari 100.000 ton pada tahun 1960, menjadi 300.000 ton pada tahun 1970; dan pada tahun 1998 telah mencapai 2,7 juta ton.<ref>Heribert Offermanns. ''Wasserstoffperoxid in Umweltschutz und Synthese''. ''Chemie in Unserer Zeit''. 2000. Vol. 34 (3). hlm. 150. doi:10.1002/1521-3781(200006)34:3 3.0.CO;2-A.</ref> | ||
Hidrogen peroksida murni sejak lama diyakini tidak stabil, karena upaya awal untuk memisahkannya dari air, yang bercampur selama sintesis, semuanya gagal. Ketidakstabilan ini disebabkan oleh ketakmurnian renik ([[Garam (kimia)|garam]] [[logam transisi]]), yang mengkatalisis dekomposisi hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida murni pertama kali diperoleh pada 1894—hampir 80 tahun setelah penemuannya—oleh [[Richard Wolffenstein]], yang membuatnya dengan [[distilasi vakum]]. | Hidrogen peroksida murni sejak lama diyakini tidak stabil, karena upaya awal untuk memisahkannya dari air, yang bercampur selama sintesis, semuanya gagal. Ketidakstabilan ini disebabkan oleh ketakmurnian renik ([[Garam (kimia)|garam]] [[logam transisi]]), yang mengkatalisis dekomposisi hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida murni pertama kali diperoleh pada 1894—hampir 80 tahun setelah penemuannya—oleh [[Richard Wolffenstein]], yang membuatnya dengan [[distilasi vakum]].<ref>Richard Wolffenstein. [http://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k90736r/f704.image.langEN Concentration und Destillation von Wasserstoffsuperoxyd]. ''Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft''. October 1894. Vol. 27 (3). hlm. 3307–3312. doi:10.1002/cber.189402703127.</ref> | ||
Penentuan struktur molekul hidrogen peroksida terbukti sangat sulit. Pada tahun 1892 ahli kimia fisik Italia Giacomo Carrara (1864–1925) menentukan massa molekulnya dengan [[penurunan titik beku]], yang menegaskan bahwa rumus molekulnya adalah . Sedikitnya enam struktur molekul hipotetis tampak konsisten dengan bukti yang ada. Pada tahun 1934, ahli fisika matematika Inggris [[William Penney]] dan ahli fisika Skotlandia [[Gordon Sutherland]] mengusulkan struktur molekul hidrogen peroksida yang sangat mirip dengan yang diterima saat ini. | Penentuan struktur molekul hidrogen peroksida terbukti sangat sulit. Pada tahun 1892 ahli kimia fisik Italia Giacomo Carrara (1864–1925) menentukan massa molekulnya dengan [[penurunan titik beku]], yang menegaskan bahwa rumus molekulnya adalah .<ref>G. Carrara (1892) [https://books.google.com/books?id=Yk46AQAAMAAJ&pg=PA19#v=onepage&q&f=false "Sul peso molecolare e sul potere rifrangente dell' acqua ossigenata"] (On the molecular weight and on the refractive power of oxygenated water [i.e., hydrogen peroxide]), ''Atti della Reale Accademia dei Lincei'', series 5, '''1''' (2) : 19–24. Carrara's findings were confirmed by: W. R. Orndorff and John White (1893) [https://books.google.com/books?id=QKYwAAAAYAAJ&pg=PA347#v=onepage&q&f=false "The molecular weight of hydrogen peroxide and of benzoyl peroxide,"] ''American Chemical Journal'', '''15''' : 347–356.</ref> Sedikitnya enam struktur molekul hipotetis tampak konsisten dengan bukti yang ada.<ref>See, for example: * In 1882, Kingzett proposed as a structure H 2 O=O. See: Charles Thomas Kingzett. [https://books.google.com/books?id=1OYEAAAAQAAJ&pg=RA1-PA141#v=onepage&q&f=false On the activity of oxygen and the mode of formation of hydrogen dioxide]. ''The Chemical News''. 29 September 1882. Vol. 46 (1192). hlm. 141–142. * In his 1922 textbook, Joseph Mellor considered three hypothetical molecular structures for hydrogen peroxide, admitting (p. 952): "... the constitution of this compound has not been yet established by unequivocal experiments". See: Joseph William Mellor, ''A Comprehensive Treatise on Inorganic and Theoretical Chemistry'', vol. 1 (London, England: Longmans, Green and Co., 1922), [https://books.google.com/books?id=PnjVAAAAMAAJ&pg=PA952#v=onepage&q&f=false p. 952–956.] * W. C. Schumb, C. N. Satterfield, and R. L. Wentworth (1 December 1953) [http://hydrogen-peroxide.us/chemical-properties/MIT-Schumb_etal-hydrogen_Peroxide_ch5_n_ch6-1954.pdf "Report no. 43: Hydrogen peroxide, Part two"] , Office of Naval Research, Contract No. N5ori-07819 On p. 178, the authors present six hypothetical models for hydrogen peroxide's molecular structure. On p. 184, the present structure is considered almost certainly correct—although a small doubt remained. (Note: The report by Schumb et al. was reprinted as: W. C. Schumb, C. N. Satterfield, and R. L. Wentworth, ''Hydrogen Peroxide'' (New York, New York: Reinhold Publishing Corp. (American Chemical Society Monograph), 1955).)</ref> Pada tahun 1934, ahli fisika matematika Inggris [[William Penney]] dan ahli fisika Skotlandia [[Gordon Sutherland]] mengusulkan struktur molekul hidrogen peroksida yang sangat mirip dengan yang diterima saat ini.<ref>See: * W. G. Penney. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-physics_1934-08_2_8/page/492 The theory of the structure of hydrogen peroxide and hydrazine]. ''Journal of Chemical Physics''. 1934. Vol. 2 (8). hlm. 492–498. doi:10.1063/1.1749518. * W. G. Penney. ''A note on the structure of H 2 O 2 and H 4 N 2 with particular reference to electric moments and free rotation''. ''Transactions of the Faraday Society''. 1934. Vol. 30. hlm. 898–902. doi:10.1039/tf934300898b.</ref> | ||
Sebelumnya, hidrogen peroksida dibuat secara industri dengan [[hidrolisis]] [[amonium persulfat]], yang diperoleh dari [[elektrolisis]] larutan [[amonium bisulfat]] () dalam [[asam sulfat]]:<blockquote><chem>(NH4)2S2O8 + 2 H2O -> H2O2 + 2 (NH4)HSO4</chem></blockquote> | Sebelumnya, hidrogen peroksida dibuat secara industri dengan [[hidrolisis]] [[amonium persulfat]], yang diperoleh dari [[elektrolisis]] larutan [[amonium bisulfat]] () dalam [[asam sulfat]]:<blockquote><chem>(NH4)2S2O8 + 2 H2O -> H2O2 + 2 (NH4)HSO4</chem></blockquote> | ||
== Produksi == | == Produksi == | ||
Saat ini, hidrogen peroksida diproduksi hampir secara eksklusif menggunakan [[proses antrakuinon]], yang diresmikan pada tahun 1936 dan dipatenkan pada tahun 1939. Dimulai dengan reduksi [[antrakuinon]] (seperti [[2-etilantrakuinon]] atau turunan 2-amil) pada [[Hidrokuinon|antrahidrokuinon]] yang sesuai, biasanya melalui [[hidrogenasi]] dengan [[katalis]] [[paladium]]. Dengan adanya oksigen, antrahidrokuinon kemudian mengalami [[autoksidasi]]: atom hidrogen yang labil dari [[Hidroksil|gugus hidroksi]] dipindahkan ke molekul oksigen, menghasilkan hidrogen peroksida dan meregenerasi antrakuinon. Sebagian besar proses komersial mencapai oksidasi dengan menggelembungkan [[udara tekan]] melalui larutan antrahidrokuinon, kemudian hidrogen peroksida [[Ekstraksi pelarut|diekstraksi]] dari larutan dan antrakuinon didaur ulang kembali untuk siklus hidrogenasi dan oksidasi selanjutnya.<ref>Jose M. Campos-Martin. ''Hydrogen Peroxide Synthesis: An Outlook beyond the Anthraquinone Process''. ''Angewandte Chemie International Edition''. 2006. Vol. 45 (42). hlm. 6962–6984. doi:10.1002/anie.200503779.</ref><ref>H. Riedl and G. Pfleiderer, U.S. Patent 2,158,525 (2 October 1936 in USA, and 10 October 1935 in Germany) to I. G. Farbenindustrie, Germany</ref> | |||
Reaksi bersih proses yang dikatalisis antrakuinon adalah:<ref>Jose M. Campos-Martin. ''Hydrogen Peroxide Synthesis: An Outlook beyond the Anthraquinone Process''. ''Angewandte Chemie International Edition''. 2006. Vol. 45 (42). hlm. 6962–6984. doi:10.1002/anie.200503779.</ref> | |||
:<chem>H2 + O2 -> H2O2</chem> | :<chem>H2 + O2 -> H2O2</chem> | ||
Keekonomian proses sangat bergantung pada daur ulang yang efektif atas pelarut ekstraksi, katalis [[hidrogenasi]] dan [[kuinon]] yang mahal. | Keekonomian proses sangat bergantung pada daur ulang yang efektif atas pelarut ekstraksi, katalis [[hidrogenasi]] dan [[kuinon]] yang mahal. | ||
=== Sumber lain === | === Sumber lain === | ||
Beberapa metode dapat mendeteksi jumlah hidrogen peroksida yang kecil. Pada saat elektrolisis asam encer, H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> terbentuk sedikit di sekitar katode tempat munculnya hidrogen, jika diberi gelembung oksigen di sekitarnya. juga diproduksi dengan memberi paparan sinar ultraviolet dari lampu merkuri, sinar matahari, atau busur listrik kepada air yang ditampung dalam wadah transparan UV (mis. kuarsa). Ia dapat dideteksi dalam air es setelah membakar aliran gas hidrogen yang ditujukan ke arahnya dan juga terdeteksi pada es mengambang. Pendinginan udara lembab dengan cepat melalui celah percikan sekitar 2000 °C menghasilkan jumlah yang dapat dideteksi.<ref>Joseph William Mellor. [https://archive.org/details/b29807712 Modern Inorganic Chemistry]. Longmans, Green and Co. 1922. hlm. 192–195.</ref> | |||
Proses yang secara komersial layak menghasilkan hidrogen peroksida langsung dari unsur-unsurnya telah menjadi daya tarik selama bertahun-tahun. Sintesis langsung yang efisien sulit untuk dicapai, karena reaksi hidrogen dengan oksigen secara termodinamika mendukung produksi air. Telah dikembangkan sistem untuk sintesis, yang sebagian besar menggunakan katalis logam terdispersi halus, mirip dengan yang digunakan untuk [[hidrogenasi]] substrat organik.<ref>Noritaka Mizuno Gabriele Centi, Siglinda Perathoner, Salvatore Abate "Direct Synthesis of Hydrogen Peroxide: Recent Advances" in ''Modern Heterogeneous Oxidation Catalysis: Design, Reactions and Characterization'' 2009, Wiley-VCH.</ref><ref>Jennifer K. Edwards. [https://semanticscholar.org/paper/83c6eb195caa4f8672e69fdb528ff86650870d5b Switching Off Hydrogen Peroxide Hydrogenation in the Direct Synthesis Process]. ''Science''. 20 February 2009. Vol. 323. hlm. 1037–1041. doi:10.1126/science.1168980.</ref> Tak ada satu pun yang telah mencapai titik untuk dapat digunakan dalam sintesis berskala industri. | |||
Proses yang secara komersial layak menghasilkan hidrogen peroksida langsung dari unsur-unsurnya telah menjadi daya tarik selama bertahun-tahun. Sintesis langsung yang efisien sulit untuk dicapai, karena reaksi hidrogen dengan oksigen secara termodinamika mendukung produksi air. Telah dikembangkan sistem untuk sintesis, yang sebagian besar menggunakan katalis logam terdispersi halus, mirip dengan yang digunakan untuk [[hidrogenasi]] substrat organik. Tak ada satu pun yang telah mencapai titik untuk dapat digunakan dalam sintesis berskala industri. | |||
=== Ketersediaan === | === Ketersediaan === | ||
Hidrogen peroksida paling banyak tersedia sebagai larutan dalam air. Untuk konsumen, biasanya tersedia di apotek dengan konsentrasi 3% dan 6% berat. Konsentrasi kadang-kadang dijelaskan sebagai volume gas oksigen yang dihasilkan; satu mililiter dari larutan 20 volume menghasilkan dua puluh mililiter gas oksigen ketika benar-benar terurai. Untuk penggunaan laboratorium, larutan dengan konsentrasi 30% berat adalah yang paling umum. Tersedia juga konsentrasi 70% hingga 98% berderajat kemurnian komersial, tetapi karena larutan H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> dengan konsentrasi lebih dari 68% akan berpotensi berubah seluruhnya menjadi uap dan oksigen (terjadi peningkatan suhu uap dengan peningkatan konsentrasi di atas 68%), nilai ini berpotensi jauh lebih berbahaya dan memerlukan penanganan khusus di area penyimpanan khusus. Pembeli biasanya harus mengizinkan inspeksi oleh produsen komersial. | Hidrogen peroksida paling banyak tersedia sebagai larutan dalam air. Untuk konsumen, biasanya tersedia di apotek dengan konsentrasi 3% dan 6% berat. Konsentrasi kadang-kadang dijelaskan sebagai volume gas oksigen yang dihasilkan; satu mililiter dari larutan 20 volume menghasilkan dua puluh mililiter gas oksigen ketika benar-benar terurai. Untuk penggunaan laboratorium, larutan dengan konsentrasi 30% berat adalah yang paling umum. Tersedia juga konsentrasi 70% hingga 98% berderajat kemurnian komersial, tetapi karena larutan H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> dengan konsentrasi lebih dari 68% akan berpotensi berubah seluruhnya menjadi uap dan oksigen (terjadi peningkatan suhu uap dengan peningkatan konsentrasi di atas 68%), nilai ini berpotensi jauh lebih berbahaya dan memerlukan penanganan khusus di area penyimpanan khusus. Pembeli biasanya harus mengizinkan inspeksi oleh produsen komersial. | ||
Pada tahun 1994, produksi dunia H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> adalah sekitar 1,9 juta [[ton]] dan tumbuh menjadi 2,2 juta pada tahun 2006, yang sebagian besar berada pada konsentrasi 70% atau kurang. Pada tahun itu, 30% H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> terjual di pasaran dengan harga sekitar 0,54 [[Dolar Amerika Serikat|USD]]/[[Kilogram|kg]], setara dengan US$1,50/kg (US$0,68/lb) dengan basis "100%". | Pada tahun 1994, produksi dunia H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> adalah sekitar 1,9 juta [[ton]] dan tumbuh menjadi 2,2 juta pada tahun 2006,<ref>Ronald Hage, Achim Lienke. ''Applications of Transition-Metal Catalysts to Textile and Wood-Pulp Bleaching''. ''Angewandte Chemie International Edition''. 2005. Vol. 45 (2). hlm. 206–222. doi:10.1002/anie.200500525.</ref> yang sebagian besar berada pada konsentrasi 70% atau kurang. Pada tahun itu, 30% H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> terjual di pasaran dengan harga sekitar 0,54 [[Dolar Amerika Serikat|USD]]/[[Kilogram|kg]], setara dengan US$1,50/kg (US$0,68/lb) dengan basis "100%".<ref>Jose M. Campos-Martin. ''Hydrogen Peroxide Synthesis: An Outlook beyond the Anthraquinone Process''. ''Angewandte Chemie International Edition''. 2006. Vol. 45 (42). hlm. 6962–6984. doi:10.1002/anie.200503779.</ref> | ||
Hidrogen peroksida terjadi di air permukaan, air tanah dan di [[Atmosfer Bumi|atmosfer]]. Ia terbentuk setelah iluminasi atau aksi [[Katalis|katalitik]] alami oleh zat yang terkandung dalam [[air]]. Air laut mengandung 0,5 hingga 14 μg/L hidrogen peroksida, air tawar 1 hingga 30 μg/L dan udara 0,1 hingga 1 bagian per miliar. | Hidrogen peroksida terjadi di air permukaan, air tanah dan di [[Atmosfer Bumi|atmosfer]]. Ia terbentuk setelah iluminasi atau aksi [[Katalis|katalitik]] alami oleh zat yang terkandung dalam [[air]]. Air laut mengandung 0,5 hingga 14 μg/L hidrogen peroksida, air tawar 1 hingga 30 μg/L dan udara 0,1 hingga 1 bagian per miliar.<ref>Heribert Offermanns. ''Wasserstoffperoxid in Umweltschutz und Synthese''. ''Chemie in Unserer Zeit''. 2000. Vol. 34 (3). hlm. 150. doi:10.1002/1521-3781(200006)34:3 3.0.CO;2-A.</ref> | ||
== Reaksi == | == Reaksi == | ||
=== Dekomposisi === | === Dekomposisi === | ||
Hidrogen peroksida tidak stabil secara [[termodinamika]] dan terurai menjadi air dan oksigen dengan [[Perubahan entalpi pembakaran standar|Δ''H''<sup><s>o</s></sup>]] -2884,5 [[Kilojoule|kJ]]/[[Kilogram|kg]] dan Δ[[Entropi|S]] 70,5 J·mol<sup>−1</sup>·K<sup>−1</sup>:<blockquote><chem>2 H2O2 -> 2 H2O + O2</chem></blockquote>Laju dekomposisi meningkat dengan meningkatnya suhu, konsentrasi, dan [[pH]]. Stabilitas terbaik ditunjukkan dengan dengan larutan encer asam yang dingin. Dekomposisi dikatalisis oleh berbagai senyawa, termasuk sebagian besar [[logam transisi]] dan senyawanya (mis. [[mangan dioksida]] (MnO<sub>2</sub>), [[perak]], dan [[Platina|platinum]]). Ion logam tertentu, seperti [[Besi(II) sulfat|Fe<sup>2+</sup>]] atau [[Titanium(III) klorida|Ti<sup>3+</sup>]], dapat menyebabkan dekomposisi terjadi melalui jalur yang berbeda, disertai pembentukan radikal bebas seperti [[radikal hidroksil]] (HO·) dan [[hidroperoksil]] (HOO·). Katalis non-logam termasuk [[kalium iodida]], bereaksi sangat cepat dan membentuk dasar dari demonstrasi [[pasta gigi gajah]]. Hidrogen peroksida juga dapat didekomposisi secara biologis oleh [[enzim]] [[katalase]]. Dekomposisi hidrogen peroksida membebaskan oksigen dan panas; ini bisa berbahaya, karena menumpahkan hidrogen peroksida konsentrasi tinggi pada bahan yang mudah terbakar dapat memicu kebakaran. | Hidrogen peroksida tidak stabil secara [[termodinamika]] dan terurai menjadi air dan oksigen dengan [[Perubahan entalpi pembakaran standar|Δ''H''<sup><s>o</s></sup>]] -2884,5 [[Kilojoule|kJ]]/[[Kilogram|kg]]<ref>[http://www.proakademia.eu/gfx/baza_wiedzy/461/nr_26_45-52_2_3.pdf Decomposition of Hydrogen Peroxide - Kinetics and Review of Chosen Catalysts].</ref> dan Δ[[Entropi|S]] 70,5 J·mol<sup>−1</sup>·K<sup>−1</sup>:<blockquote><chem>2 H2O2 -> 2 H2O + O2</chem></blockquote>Laju dekomposisi meningkat dengan meningkatnya suhu, konsentrasi, dan [[pH]]. Stabilitas terbaik ditunjukkan dengan dengan larutan encer asam yang dingin. Dekomposisi dikatalisis oleh berbagai senyawa, termasuk sebagian besar [[logam transisi]] dan senyawanya (mis. [[mangan dioksida]] (MnO<sub>2</sub>), [[perak]], dan [[Platina|platinum]]).<ref>Ralph H. Petrucci. [https://archive.org/details/generalchemistry0000petr/page/606 General Chemistry: Principles & Modern Applications]. Prentice Hall. 2007. hlm. [https://archive.org/details/generalchemistry0000petr/page/606 606]. ISBN 978-0-13-149330-8.</ref> Ion logam tertentu, seperti [[Besi(II) sulfat|Fe<sup>2+</sup>]] atau [[Titanium(III) klorida|Ti<sup>3+</sup>]], dapat menyebabkan dekomposisi terjadi melalui jalur yang berbeda, disertai pembentukan radikal bebas seperti [[radikal hidroksil]] (HO·) dan [[hidroperoksil]] (HOO·). Katalis non-logam termasuk [[kalium iodida]], bereaksi sangat cepat dan membentuk dasar dari demonstrasi [[pasta gigi gajah]]. Hidrogen peroksida juga dapat didekomposisi secara biologis oleh [[enzim]] [[katalase]]. Dekomposisi hidrogen peroksida membebaskan oksigen dan panas; ini bisa berbahaya, karena menumpahkan hidrogen peroksida konsentrasi tinggi pada bahan yang mudah terbakar dapat memicu kebakaran. | ||
=== Reaksi redoks === | === Reaksi redoks === | ||
| Baris 76: | Baris 112: | ||
Dalam larutan asam, adalah oksidator kuat, lebih kuat daripada [[klorin]], [[Klor dioksida|klorin dioksida]], dan [[kalium permanganat]]. Ketika digunakan untuk membersihkan peralatan gelas laboratorium, larutan hidrogen peroksida dan asam sulfat disebut sebagai [[larutan Piranha]]. | Dalam larutan asam, adalah oksidator kuat, lebih kuat daripada [[klorin]], [[Klor dioksida|klorin dioksida]], dan [[kalium permanganat]]. Ketika digunakan untuk membersihkan peralatan gelas laboratorium, larutan hidrogen peroksida dan asam sulfat disebut sebagai [[larutan Piranha]]. | ||
adalah sumber [[radikal hidroksil]] (·OH), yang sangat reaktif. digunakan dalam reaksi osilasi Briggs-Rauscher dan Bray-Liebhafsky yang spektakuler. | adalah sumber [[radikal hidroksil]] (·OH), yang sangat reaktif. digunakan dalam reaksi osilasi Briggs-Rauscher<ref>L.I. Csepei. [http://chem.ubbcluj.ro/~studiachemia/issues/chemia2006_2015/Chemia2015_2T1.pdf "Is starch only a visual indicator for iodine in the Briggs-Rauscher oscillating reaction?]. ''Studia UBB Chemia''. 2015. Vol. 60 (2). hlm. 187–199.</ref><ref>L.I. Csepei. ''"The Effect of Salicylic Acid on the Briggs-Rauscher Oscillating Reaction''. ''Studia UBB Chemia''. 2011. Vol. 53 (1). hlm. 285-300.</ref> dan Bray-Liebhafsky<ref>Nataša Pejić. [https://link.springer.com/article/10.1007/s11144-016-0984-y Dynamic transitions in the Bray–Liebhafsky oscillating reaction. Effect of hydrogen peroxide and temperature on bifurcation]. ''Reaction Kinetics, Mechanisms and Catalysis''. 1 June 2016. Vol. 118 (1). hlm. 15–26. doi:10.1007/s11144-016-0984-y.</ref><ref>Stevan Maćešić. [https://link.springer.com/article/10.1007/s11144-017-1324-6 Bifurcation analysis: a tool for determining model parameters of the considered process]. ''Reaction Kinetics, Mechanisms and Catalysis''. 1 February 2018. Vol. 123 (1). hlm. 31–45. doi:10.1007/s11144-017-1324-6.</ref> yang spektakuler. | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
![[Oksidator]]!!Hasil | |||
reduksi | |||
! Potensial | |||
[[oksidasi]]<br>(V) | |||
|- | |||
| [[fluorine|F<sub>2</sub>]]||HF | |||
| 3,0 | |||
|- | |||
|[[Ozon|O<sub>3</sub>]]||O<sub>2</sub> | |||
| 2,1 | |||
|- | |||
| H<sub>2</sub>O<sub>2</sub>||H<sub>2</sub>O | |||
| 1,8 | |||
|- | |||
|[[Kalium permanganat|KMnO<sub>4</sub>]]||[[Mangan dioksida|MnO<sub>2</sub>]] | |||
| 1,7 | |||
|- | |||
|[[Klorin dioksida|ClO<sub>2</sub>]]||HClO | |||
| 1,5 | |||
|- | |||
|[[Klor|Cl<sub>2</sub>]]||Cl<sup>−</sup> | |||
| 1,4 | |||
|} | |||
Dalam larutan [[asam]] Fe<sup>2+</sup> dioksidasi menjadi Fe<sup>3+</sup> (hidrogen peroksida bertindak sebagai oksidator):<blockquote><chem>2 Fe^2+(aq) + H2O2 + 2 H+(aq) -> 2 Fe^3+(aq) + 2 H2O(l)</chem></blockquote>dan [[sulfit]] () dioksidasi menjadi [[sulfat]] (). Namun, [[kalium permanganat]] direduksi menjadi oleh asam. Pada kondisi [[basa]], beberapa reaksi ini terbalik; misalnya, dioksidasi menjadi (sebagai ). | Dalam larutan [[asam]] Fe<sup>2+</sup> dioksidasi menjadi Fe<sup>3+</sup> (hidrogen peroksida bertindak sebagai oksidator):<blockquote><chem>2 Fe^2+(aq) + H2O2 + 2 H+(aq) -> 2 Fe^3+(aq) + 2 H2O(l)</chem></blockquote>dan [[sulfit]] () dioksidasi menjadi [[sulfat]] (). Namun, [[kalium permanganat]] direduksi menjadi oleh asam. Pada kondisi [[basa]], beberapa reaksi ini terbalik; misalnya, dioksidasi menjadi (sebagai ). | ||
| Baris 86: | Baris 147: | ||
=== Reaksi organik === | === Reaksi organik === | ||
Hidrogen peroksida sering digunakan sebagai [[oksidator]]. Contohnya adalah oksidasi [[tioeter]] menjadi [[sulfoksida]]: | Hidrogen peroksida sering digunakan sebagai [[oksidator]]. Contohnya adalah oksidasi [[tioeter]] menjadi [[sulfoksida]]:<ref>Kabayadi S. Ravikumar. ''Mild and Selective Oxidation of Sulfur Compounds in Trifluoroethanol: Diphenyldisulfide and Methyl phenyl Sulfoxide''. ''Org. Synth''. 2003. Vol. 80. hlm. 184. doi:10.15227/orgsyn.080.0184.</ref><ref>W. L. Xu. [https://archive.org/details/sim_synthesis_2004-02-02_2/page/226 A Selective, Convenient, and Efficient Conversion of Sulfides to Sulfoxides]. ''Synthesis''. 2004. hlm. 227–232. doi:10.1055/s-2004-44387.</ref> | ||
:<chem>Ph-S-CH3 + H2O2 -> Ph-S(O)-CH3 + H2O</chem> | :<chem>Ph-S-CH3 + H2O2 -> Ph-S(O)-CH3 + H2O</chem> | ||
Hidrogen peroksida alkalis digunakan untuk [[epoksidasi]] alkena yang kekurangan elektron seperti turunan [[asam akrilat]], dan untuk oksidasi [[alkilboran]] menjadi [[Etanol|alkohol]], langkah kedua dari [[hidroborasi-oksidasi]]. Ini juga merupakan pereaksi utama dalam proses [[oksidasi Dakin]]. | Hidrogen peroksida alkalis digunakan untuk [[epoksidasi]] alkena yang kekurangan elektron seperti turunan [[asam akrilat]],<ref>Robert J. Mayer. ''Nucleophilic Reactivities of Bleach Reagents''. ''Organic Letters''. 2018-02-22. Vol. 20 (10). hlm. 2816–2820. doi:10.1021/acs.orglett.8b00645.</ref> dan untuk oksidasi [[alkilboran]] menjadi [[Etanol|alkohol]], langkah kedua dari [[hidroborasi-oksidasi]]. Ini juga merupakan pereaksi utama dalam proses [[oksidasi Dakin]]. | ||
=== Prekursor untuk senyawa peroksida lainnya === | === Prekursor untuk senyawa peroksida lainnya === | ||
| Baris 99: | Baris 160: | ||
Reaksi semacam ini digunakan secara industri untuk menghasilkan peroksoanion. Misalnya, reaksi dengan [[boraks]] menghasilkan [[natrium perborat]], pemutih yang digunakan dalam deterjen: | Reaksi semacam ini digunakan secara industri untuk menghasilkan peroksoanion. Misalnya, reaksi dengan [[boraks]] menghasilkan [[natrium perborat]], pemutih yang digunakan dalam deterjen: | ||
:<chem>Na2B4O7 + 4 H2O2 + 2 NaOH -> 2 Na2B2O4(OH)4 + H2O</chem> | :<chem>Na2B4O7 + 4 H2O2 + 2 NaOH -> 2 Na2B2O4(OH)4 + H2O</chem> | ||
mengubah [[asam karboksilat]] () menjadi asam peroksi (), yang dengan sendirinya digunakan sebagai Oksidator. Hidrogen peroksida bereaksi dengan [[aseton]] membentuk [[aseton peroksida]] dan dengan [[ozon]] membentuk [[trioksidana]]. Hidrogen peroksida membentuk [[aduk]] () yang stabil dengan [[urea]] ([[Hidrogen peroksida - urea]]), natrium karbonat ([[natrium perkarbonat]]) dan senyawa lainnya. Aduk asam-basa dengan [[trifenilfosfin oksida]] adalah "pembawa" yang berguna untuk dalam beberapa reaksi. | mengubah [[asam karboksilat]] () menjadi asam peroksi (), yang dengan sendirinya digunakan sebagai Oksidator. Hidrogen peroksida bereaksi dengan [[aseton]] membentuk [[aseton peroksida]] dan dengan [[ozon]] membentuk [[trioksidana]]. Hidrogen peroksida membentuk [[aduk]] () yang stabil dengan [[urea]] ([[Hidrogen peroksida - urea]]), natrium karbonat ([[natrium perkarbonat]]) dan senyawa lainnya.<ref>Ivan Yu. Chernyshov. ''Peroxosolvates: Formation Criteria, H2O2 Hydrogen Bonding, and Isomorphism with the Corresponding Hydrates''. ''Crystal Growth & Design''. 2017-01-04. Vol. 17 (1). hlm. 214–220. doi:10.1021/acs.cgd.6b01449.</ref> Aduk asam-basa dengan [[trifenilfosfin oksida]] adalah "pembawa" yang berguna untuk dalam beberapa reaksi. | ||
Hidrogen peroksida adalah oksidator dan sekaligus reduktor. Oksidasi hidrogen peroksida oleh natrium [[hipoklorit]] menghasilkan [[oksigen singlet]]. Reaksi bersih ion besi(III) dengan hidrogen peroksida adalah ion besi(II) dan oksigen. Proses ini berlangsung melalui oksidasi elektron tunggal dan radikal hidroksil, dan digunakan dalam beberapa oksidasi kimia organik, mis. dalam [[pereaksi Fenton]]. Hanya sedikit ion besi yang diperlukan karena peroksida juga mengoksidasi besi(II) menjadi ion besi(III). Reaksi bersih hidrogen peroksida dan [[permanganat]] atau mangan dioksida adalah ion mangan; tetapi, sampai peroksida habis, beberapa ion mangan dioksidasi ulang untuk membuat reaksi menjadi katalitik. Ini membentuk dasar untuk [[Propelan roket|monopropelan]] roket. | Hidrogen peroksida adalah oksidator dan sekaligus reduktor. Oksidasi hidrogen peroksida oleh natrium [[hipoklorit]] menghasilkan [[oksigen singlet]]. Reaksi bersih ion besi(III) dengan hidrogen peroksida adalah ion besi(II) dan oksigen. Proses ini berlangsung melalui oksidasi elektron tunggal dan radikal hidroksil, dan digunakan dalam beberapa oksidasi kimia organik, mis. dalam [[pereaksi Fenton]]. Hanya sedikit ion besi yang diperlukan karena peroksida juga mengoksidasi besi(II) menjadi ion besi(III). Reaksi bersih hidrogen peroksida dan [[permanganat]] atau mangan dioksida adalah ion mangan; tetapi, sampai peroksida habis, beberapa ion mangan dioksidasi ulang untuk membuat reaksi menjadi katalitik. Ini membentuk dasar untuk [[Propelan roket|monopropelan]] roket. | ||
== Fungsi biologis == | == Fungsi biologis == | ||
Hidrogen peroksida terbentuk dalam tubuh manusia dan hewan lainnya sebagai produk jangka pendek dalam proses biokimia dan bersifat [[Toksisitas|toksik]] untuk [[Sel (biologi)|sel]]. Toksisitasnya karena ia mengoksidasi [[protein]], [[lipida membran]] dan [[DNA]] dengan ion peroksidanya.<ref>Löffler G. and Petrides, P. E. ''Physiologische Chemie''. 4 ed., p. 288, Springer, Berlin 1988, (in German)</ref> Kelompok [[enzim]] biologis yang disebut [[superoksida dismutase]] (SOD) terbentuk di hampir semua sel hidup sebagai [[antioksidan]] penting. Mereka memicu [[disproporsionasi]] [[superoksida]] menjadi [[oksigen]] dan hidrogen peroksida, yang kemudian didekomposisi dengan cepat oleh enzim [[katalase]] menjadi oksigen dan air.<ref>Löffler G. and Petrides, P. E. ''Physiologische Chemie''. 4 ed., pp. 321–322, Springer, Berlin 1988, (in German)</ref><blockquote><chem>2 O2- + 2 H+ -> H2O2 + O2</chem></blockquote>[[Peroksisom]] adalah [[organel]] yang ditemukan di hampir semua sel [[eukariotik]].<ref>Gabaldón T. ''Peroxisome diversity and evolution''. ''Philos Trans R Soc Lond B Biol Sci''. 2010. Vol. 365 (1541). hlm. 765–73. doi:10.1098/rstb.2009.0240.</ref> Mereka terlibat dalam [[katabolisme]] [[asam lemak rantai sangat panjang]], [[asam lemak rantai bercabang]], [[asam D-amino]], [[poliamin]]a, dan biosintesis [[plasmalogen]], eterfosfolipid penting untuk fungsi normal otak dan paru-paru mamalia.<ref>''Biochemistry of mammalian peroxisomes revisited''. ''Annu. Rev. Biochem''. 2006. Vol. 75 (1). hlm. 295–332. doi:10.1146/annurev.biochem.74.082803.133329.</ref> Setelah oksidasi, mereka menghasilkan hidrogen peroksida dalam proses berikut:<ref>Nelson, David; Cox, Michael; Lehninger, Albert L. and Cox, Michael M. [https://books.google.com/books?id=wuLQCAOtC4MC&pg=PA663 Lehninger Biochemie] , pp. 663–664, Springer, 2001, (in German)</ref> | |||
Hidrogen peroksida terbentuk dalam tubuh manusia dan hewan lainnya sebagai produk jangka pendek dalam proses biokimia dan bersifat [[Toksisitas|toksik]] untuk [[Sel (biologi)|sel]]. Toksisitasnya karena ia mengoksidasi [[protein]], [[lipida membran]] dan [[DNA]] dengan ion peroksidanya. Kelompok [[enzim]] biologis yang disebut [[superoksida dismutase]] (SOD) terbentuk di hampir semua sel hidup sebagai [[antioksidan]] penting. Mereka memicu [[disproporsionasi]] [[superoksida]] menjadi [[oksigen]] dan hidrogen peroksida, yang kemudian didekomposisi dengan cepat oleh enzim [[katalase]] menjadi oksigen dan air.<blockquote><chem>2 O2- + 2 H+ -> H2O2 + O2</chem></blockquote>[[Peroksisom]] adalah [[organel]] yang ditemukan di hampir semua sel [[eukariotik]]. Mereka terlibat dalam [[katabolisme]] [[asam lemak rantai sangat panjang]], [[asam lemak rantai bercabang]], [[asam D-amino]], [[poliamin]]a, dan biosintesis [[plasmalogen]], eterfosfolipid penting untuk fungsi normal otak dan paru-paru mamalia. Setelah oksidasi, mereka menghasilkan hidrogen peroksida dalam proses berikut: | |||
:<chem>R-CH2-CH2-CO-SCoA + O2 ->[\ce{FAD}] R-CH=CH-CO-SCoA + H2O2</chem> | :<chem>R-CH2-CH2-CO-SCoA + O2 ->[\ce{FAD}] R-CH=CH-CO-SCoA + H2O2</chem> | ||
| Baris 114: | Baris 174: | ||
:<chem>H2O2 + R'H2 -> R' + 2H2O</chem>, sehingga dalam prosesnya menghilangkan hidrogen peroksida yang beracun dalam proses. | :<chem>H2O2 + R'H2 -> R' + 2H2O</chem>, sehingga dalam prosesnya menghilangkan hidrogen peroksida yang beracun dalam proses. | ||
Reaksi ini penting dalam sel hati dan ginjal, di mana peroksisom menetralkan berbagai zat beracun yang masuk ke dalam darah. Beberapa [[etanol]] minuman dioksidasi menjadi [[asetaldehida]] dengan cara ini. Selain itu, ketika kelebihan terakumulasi dalam sel, katalase mengubahnya menjadi H<sub>2</sub>O melalui reaksi berikut: | Reaksi ini penting dalam sel hati dan ginjal, di mana peroksisom menetralkan berbagai zat beracun yang masuk ke dalam darah. Beberapa [[etanol]] minuman dioksidasi menjadi [[asetaldehida]] dengan cara ini.<ref>Riley, Edward P. ''et al.'' (ed.) [https://books.google.com/books?id=TiSL4txuYN0C&pg=PA112 Fetal Alcoholspectrum Disorder Fasd: Management and Policy Perspectives] , Wiley-VCH, 2010, p. 112</ref> Selain itu, ketika kelebihan terakumulasi dalam sel, katalase mengubahnya menjadi H<sub>2</sub>O melalui reaksi berikut: | ||
:<chem>H2O2 ->[\ce{CAT}] {1/2O2} + H2O</chem> | :<chem>H2O2 ->[\ce{CAT}] {1/2O2} + H2O</chem> | ||
Sumber hidrogen peroksida lainnya adalah degradasi [[adenosin monofosfat]] yang menghasilkan [[hipoxantin]]. Hipoxantin kemudian [[Katabolisme|dikatabolisis]] oksidatif terlebih dahulu menjadi [[Xantina|xantin]] dan kemudian menjadi [[asam urat]]. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim [[oksidase xantina]]: | Sumber hidrogen peroksida lainnya adalah degradasi [[adenosin monofosfat]] yang menghasilkan [[hipoxantin]]. Hipoxantin kemudian [[Katabolisme|dikatabolisis]] oksidatif terlebih dahulu menjadi [[Xantina|xantin]] dan kemudian menjadi [[asam urat]]. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim [[oksidase xantina]]:<ref>Nelson, David; Cox, Michael; Lehninger, Albert L. and Cox, Michael M. [https://books.google.com/books?id=wuLQCAOtC4MC&pg=PA932 Lehninger Biochemie], p. 932, Springer, 2001, (in German)</ref> | ||
Degradasi [[guanosin monofosfat]] menghasilkan xantina sebagai produk antara yang kemudian diubah dengan cara yang sama menjadi asam urat disertai pembentukan hidrogen peroksida. | Degradasi [[guanosin monofosfat]] menghasilkan xantina sebagai produk antara yang kemudian diubah dengan cara yang sama menjadi asam urat disertai pembentukan hidrogen peroksida.<ref>Nelson, David; Cox, Michael; Lehninger, Albert L. and Cox, Michael M. [https://books.google.com/books?id=wuLQCAOtC4MC&pg=PA932 Lehninger Biochemie], p. 932, Springer, 2001, (in German)</ref> | ||
Telur [[landak laut]], segera setelelah difertilisasi oleh sperma, menghasilkan hidrogen peroksida. Ia kemudian dengan cepat terdisosiasi menjadi [[Radikal bebas|radikal]] OH·. Radikal ini bertindak sebagai inisiator proses [[polimerisasi radikal]], yang mengelilingi telur dengan lapisan pelindung [[polimer]]. | Telur [[landak laut]], segera setelelah difertilisasi oleh sperma, menghasilkan hidrogen peroksida. Ia kemudian dengan cepat terdisosiasi menjadi [[Radikal bebas|radikal]] OH·. Radikal ini bertindak sebagai inisiator proses [[polimerisasi radikal]], yang mengelilingi telur dengan lapisan pelindung [[polimer]].<ref>M. Kröger. ''History''. ''Chemie in Unserer Zeit''. 1989. Vol. 23. hlm. 34–35. doi:10.1002/ciuz.19890230106.</ref> | ||
[[Kumbang bombardier]] memiliki alat yang memungkinkan untuk menembakkan gelembung yang korosif dan berbau tak sedap ke musuh-musuhnya. Kumbang ini menghasilakn dan menyimpan [[hidrokuinon]] dan hidrogen peroksida, dalam dua reservoir terpisah di ujung belakang abdomennya. Ketika merasa terancam, otot-ototnya bekontraksi yang memaksa kedua pereaksi melewati katup tabung menuju bejana pencampur yang berisi air dan campuran enzim katalitik. Ketika bercampur, pereaksi mengalami [[reaksi kimia]] [[eksotermik]] yang hebat, menaikkan suhu mendekati [[titik didih]] air. Cairan yang mendidih dan berbau busuk tersebut perlahan-lahan menjadi [[gas]] ([[penguapan parsial]]) dan keluar melalui katup pengeluaran dengan suara kencang. | [[Kumbang bombardier]] memiliki alat yang memungkinkan untuk menembakkan gelembung yang korosif dan berbau tak sedap ke musuh-musuhnya. Kumbang ini menghasilakn dan menyimpan [[hidrokuinon]] dan hidrogen peroksida, dalam dua reservoir terpisah di ujung belakang abdomennya. Ketika merasa terancam, otot-ototnya bekontraksi yang memaksa kedua pereaksi melewati katup tabung menuju bejana pencampur yang berisi air dan campuran enzim katalitik. Ketika bercampur, pereaksi mengalami [[reaksi kimia]] [[eksotermik]] yang hebat, menaikkan suhu mendekati [[titik didih]] air. Cairan yang mendidih dan berbau busuk tersebut perlahan-lahan menjadi [[gas]] ([[penguapan parsial]]) dan keluar melalui katup pengeluaran dengan suara kencang.<ref>H. Schildknecht. ''The bombardier beetle and its chemical explosion''. ''Angewandte Chemie''. 1961. Vol. 73. hlm. 1–7. doi:10.1002/ange.19610730102.</ref><ref>Weber CG. [http://ncse.com/cej/2/1/bombardier-beetle-myth-exploded The Bombadier Beetle Myth Exploded]. ''Creation/Evolution''. Winter 1981. Vol. 2 (1). hlm. 1–5.</ref><ref>Isaak, Mark. [http://www.talkorigins.org/faqs/bombardier.html Bombardier Beetles and the Argument of Design]. ''TalkOrigins Archive''. May 30, 2003.</ref> | ||
Hidrogen peroksida adalah [[Pensinyalan sel|molekul pensinyalan]] pada [[Fitopatologi|tumbuhan untuk menangkal patogen]]. | Hidrogen peroksida adalah [[Pensinyalan sel|molekul pensinyalan]] pada [[Fitopatologi|tumbuhan untuk menangkal patogen]].<ref>[https://web.archive.org/web/20110723120528/http://www.helmholtz-muenchen.de/biop/printversionen/pdf/aktuelles/pflanzenschuetzen_no.pdf Wie Pflanzen sich schützen], Helmholtz-Institute of Biochemical Plant Pathology (in German)</ref> | ||
Hidrogen peroksida memiliki peran sebagai molekul pensinyalan dalam pengaturan berbagai proses biologis. Senyawa ini merupakan faktor utama yang terlibat dalam [[teori radikal-bebas pada penuaan]], berdasarkan pada kemudahan hidrogen peroksida untuk terurai menjadi [[radikal hidroksil]] dan cara [[radikal superoksida]], produk samping dari [[metabolisme seluler]], dapat bereaksi dengan air sekitar untuk membentuk hidrogen peroksida. Radikal hidroksil ini pada gilirannya bereaksi dengan cepat dan merusak komponen sel vital, terutama [[mitokondria]]. Setidaknya satu penelitian juga mencoba mengaitkan produksi hidrogen peroksida dengan kanker. | Hidrogen peroksida memiliki peran sebagai molekul pensinyalan dalam pengaturan berbagai proses biologis.<ref>''Hydrogen peroxide sensing and signaling''. ''Mol. Cell''. April 2007. Vol. 26 (1). hlm. 1–14. doi:10.1016/j.molcel.2007.03.016.</ref> Senyawa ini merupakan faktor utama yang terlibat dalam [[teori radikal-bebas pada penuaan]], berdasarkan pada kemudahan hidrogen peroksida untuk terurai menjadi [[radikal hidroksil]] dan cara [[radikal superoksida]], produk samping dari [[metabolisme seluler]], dapat bereaksi dengan air sekitar untuk membentuk hidrogen peroksida.<ref>Richard Weindruch. ''Calorie Restriction and Aging''. ''Scientific American''. January 1996. hlm. 49–52.</ref> Radikal hidroksil ini pada gilirannya bereaksi dengan cepat dan merusak komponen sel vital, terutama [[mitokondria]].<ref>[https://www.semanticscholar.org/paper/13a793786b17a34e84101de4552f2c24608ea590 Hydrogen peroxide: a metabolic by-product or a common mediator of ageing signals?]. ''Nat. Rev. Mol. Cell Biol''. September 2007. Vol. 8 (9). hlm. 722–8. doi:10.1038/nrm2240.</ref><ref>D. González. ''Oxidative Stress-Induced Caspases are Regulated in Human Myeloid HL-60 Cells by Calcium Signal''. ''Current Signal Transduction Therapy''. 2010. Vol. 5 (2). hlm. 181–186. doi:10.2174/157436210791112172.</ref><ref>I Bejarano. ''Role of Calcium Signals on Hydrogen Peroxide-Induced Apoptosis in Human Myeloid HL-60 Cells''. ''International Journal of Biomedical Science''. 2009. Vol. 5 (3). hlm. 246–256.</ref> Setidaknya satu penelitian juga mencoba mengaitkan produksi hidrogen peroksida dengan kanker.<ref>López-Lázaro M. ''Dual role of hydrogen peroxide in cancer: possible relevance to cancer chemoprevention and therapy''. ''Cancer Lett''. July 2007. Vol. 252 (1). hlm. 1–8. doi:10.1016/j.canlet.2006.10.029.</ref> | ||
Jumlah hidrogen peroksida dalam sistem biologis dapat diuji menggunakan [[Pengujian enzim|uji fluorometrik]]. | Jumlah hidrogen peroksida dalam sistem biologis dapat diuji menggunakan [[Pengujian enzim|uji fluorometrik]].<ref>R. Rapoport. [https://zenodo.org/record/890715 A fluorometric assay for hydrogen peroxide, suitable for NAD(P)H-dependent superoxide generating redox systems]. ''Anal Biochem''. May 1994. Vol. 218 (2). hlm. 309–13. doi:10.1006/abio.1994.1183.</ref> | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
=== Pemutih === | === Pemutih === | ||
Sekitar 60% dari produksi hidrogen peroksida dunia digunakan sebagai pemutih untuk bubur kertas dan kertas. | Sekitar 60% dari produksi hidrogen peroksida dunia digunakan sebagai pemutih untuk bubur kertas dan kertas.<ref>Ronald Hage, Achim Lienke. ''Applications of Transition-Metal Catalysts to Textile and Wood-Pulp Bleaching''. ''Angewandte Chemie International Edition''. 2005. Vol. 45 (2). hlm. 206–222. doi:10.1002/anie.200500525.</ref> | ||
=== Deterjen === | === Deterjen === | ||
Aplikasi industri kedua terbesar adalah pembuatan [[natrium perkarbonat]] dan [[natrium perborat]], yang digunakan sebagai pemutih lunak dalam [[deterjen]]. Natrium perkarbonat, yang merupakan aduk dari [[natrium karbonat]] dan hidrogen peroksida, adalah bahan aktif dalam produk deterjen binatu seperti [[OxiClean]] dan [[Tide deterjen]]. Ketika dilarutkan dalam air, ia melepaskan hidrogen peroksida dan natrium karbonat,<blockquote><chem>2 Na2CO3.3H2O2 -> 2 Na2CO3 + 3 H2O2</chem></blockquote>Dengan sendirinya, zat pemutih in hanya efektif pada suhu pencucian atau lebih tinggi, sehingga sering kali digunakan secara bersamaan dengan [[aktivator pemutih]] (), yang memfasilitasi pembersihan pada suhu yang lebih rendah. | Aplikasi industri kedua terbesar adalah pembuatan [[natrium perkarbonat]] dan [[natrium perborat]], yang digunakan sebagai pemutih lunak dalam [[deterjen]]. Natrium perkarbonat, yang merupakan aduk dari [[natrium karbonat]] dan hidrogen peroksida, adalah bahan aktif dalam produk deterjen binatu seperti [[OxiClean]] dan [[Tide deterjen]]. Ketika dilarutkan dalam air, ia melepaskan hidrogen peroksida dan natrium karbonat,<ref>Jones, Craig W. [https://archive.org/details/applicationsofhy0000jone Applications of hydrogen peroxide and its derivatives]. Royal Society of Chemistry. 1999. ISBN 978-0-85404-536-5.</ref><blockquote><chem>2 Na2CO3.3H2O2 -> 2 Na2CO3 + 3 H2O2</chem></blockquote>Dengan sendirinya, zat pemutih in hanya efektif pada suhu pencucian atau lebih tinggi, sehingga sering kali digunakan secara bersamaan dengan [[aktivator pemutih]] (), yang memfasilitasi pembersihan pada suhu yang lebih rendah. | ||
=== Produksi senyawa organik === | === Produksi senyawa organik === | ||
| Baris 144: | Baris 203: | ||
=== Disinfektan === | === Disinfektan === | ||
Hidrogen peroksida digunakan dalam proses pengolahan air limbah tertentu untuk menghilangkan ketakmurnian organik. Dalam [[proses oksidasi lanjutan]], [[reaksi Fenton]]<ref>''Chemical degradation methods for wastes and pollutants environmental and industrial applications''. M. Dekker. 2003. hlm. 165. ISBN 978-0-203-91255-3.</ref><ref>Joseph J. Pignatello. [https://archive.org/details/critical-reviews-environmental-science-tech_2006_36_1/page/1 Advanced Oxidation Processes for Organic Contaminant Destruction Based on the Fenton Reaction and Related Chemistry]. ''Critical Reviews in Environmental Science and Technology''. January 2006. Vol. 36 (1). hlm. 1–84. doi:10.1080/10643380500326564.</ref> menghasilkan radikal hidroksil (·OH) yang sangat reaktif. Ini mendegradasi senyawa-senyawa organik, termasuk mereka yang biasanya kuat, seperti [[aromatik]] atau [[senyawa terhalogenasi]].<ref>Marc Pera-Titus. ''Degradation of chlorophenols by means of advanced oxidation processes: a general review''. ''Applied Catalysis B: Environmental''. February 2004. Vol. 47 (4). hlm. 219–256. doi:10.1016/j.apcatb.2003.09.010.</ref> Ia juga bisa mengoksidasi senyawa berbasis [[belerang]] yang ada dalam limbah; yang otomatis memiliki keuntungan mengurangi baunya.<ref>Goor, G. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH. 2007. doi:10.1002/14356007.a13_443.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.</ref> | |||
Hidrogen peroksida dapat digunakan untuk sterilisasi bermacam permukaan,<ref>[https://archive.org/details/handbookofdisinf0000unse Handbook of disinfectants and antiseptics]. M. Dekker. 1996. hlm. [https://archive.org/details/handbookofdisinf0000unse/page/161 161]. ISBN 978-0-8247-9524-5.</ref> termasuk peralatan bedah,<ref>W. A. Rutala. [https://archive.org/details/sim_clinical-infectious-diseases_2004-09-01_39_5/page/702 Disinfection and Sterilization in Health Care Facilities: What Clinicians Need to Know]. ''Clinical Infectious Diseases''. 1 September 2004. Vol. 39 (5). hlm. 702–709. doi:10.1086/423182.</ref> dan dapat dibuat sebagai uap ([[Hidrogen peroksida uap|VHP]]) untuk sterilisasi ruangan.<ref>M.E. Falagas. ''Airborne hydrogen peroxide for disinfection of the hospital environment and infection control: a systematic review''. ''Journal of Hospital Infection''. July 2011. Vol. 78 (3). hlm. 171–177. doi:10.1016/j.jhin.2010.12.006.</ref> menunjukkan spektrum efikasi yang luas terhadap virus, bakteri, jamur, dan spora bakteri.<ref>[https://archive.org/details/disinfectionster0000unse_n5r4 Disinfection, sterilization, and preservation]. Lea & Febiger. 2000. hlm. [https://archive.org/details/disinfectionster0000unse_n5r4/page/185 185]–204. ISBN 978-0-683-30740-5.</ref> Secara umum, aktivitas yang lebih besar tampak terhadap bakteri [[gram-positif]] daripada [[gram-negatif]]. Meski demikian, adanya [[katalase]] atau [[peroksidase]] lainnya dalam organisme ini dapat meningkatkan toleransi terhadap konsentrasi yang lebih rendah.<ref>G McDonnell. ''Antiseptics and disinfectants: activity, action, and resistance''. ''Clinical Microbiology Reviews''. January 1999. Vol. 12 (1). hlm. 147–79. doi:10.1128/cmr.12.1.147.</ref> Konsentrasi yang lebih tinggi (10 sampai 30%) dan waktu kontak yang lebih lama diperlukan untuk aktivitas antispora.<ref>[https://archive.org/details/disinfectionster0000unse_n5r4 Disinfection, sterilization, and preservation]. Lea & Febiger. 2000. hlm. [https://archive.org/details/disinfectionster0000unse_n5r4/page/529 529]–543. ISBN 978-0-683-30740-5.</ref> | |||
Hidrogen peroksida | Hidrogen peroksida merupakan pemutih yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pemutih berbasis [[klorin]], karena terdegradasi menjadi oksigen dan air dan [[umumnya diakui aman]] sebagai [[antimikroba]] oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA).<ref>[http://a257.g.akamaitech.net/7/257/2422/04nov20031500/edocket.access.gpo.gov/cfr_2001/aprqtr/21cfr184.1366.htm Sec. 184.1366 Hydrogen peroxide]. U.S. Government Printing Office via GPO Access. 1 April 2001.</ref> | ||
Hidrogen peroksida | Hidrogen peroksida dapat digunakan untuk mengobati [[jerawat]],<ref>R. Capizzi. [https://archive.org/details/sim_british-journal-of-dermatology_2004-08_151_2/page/481 Skin tolerability and efficacy of combination therapy with hydrogen peroxide stabilized cream and adapalene gel in comparison with benzoyl peroxide cream and adapalene gel in common acne. A randomized, investigator-masked, controlled trial]. ''British Journal of Dermatology''. 2004. Vol. 151 (2). hlm. 481–484. doi:10.1111/j.1365-2133.2004.06067.x.</ref> meskipun [[benzoil peroksida]] adalah pengobatan yang lebih umum. | ||
=== Gimik dan penggunaan ceruk === | === Gimik dan penggunaan ceruk === | ||
Hidrogen peroksida memiliki beragam enggunaan domestik, terutama sebagai zat pembersih dan disinfektan. | Hidrogen peroksida memiliki beragam enggunaan domestik, terutama sebagai zat pembersih dan disinfektan. | ||
;Pemutih rambut | ;Pemutih rambut | ||
encer (antara 1,9% dan 12%) yang dicampur dengan [[larutan amonia]] telah digunakan untuk memutihkan [[rambut]]. Sifatnya yang dapat memutihkan menimbulkan istilah "[[Pirang|pirang peroksida]] ()". Hidrogen peroksida juga digunakan untuk [[pemutih gigi]]. Ia banyak dijumpai dalam sebagian besar pasta gigi pemutih. Hidrogen peroksida menunjukkan hasil positif dalam mencerahkan gigi. Cara kerjanya adalah, dengan mengoksidasi pigmen berwarna pada [[enamel]], sehingga bayangan gigi menjadi lebih cerah. Hidrogen peroksida dapat dicampur dengan soda kue dan garam untuk membuat pasta gigi rumahan. | encer (antara 1,9% dan 12%) yang dicampur dengan [[larutan amonia]] telah digunakan untuk memutihkan [[rambut]]. Sifatnya yang dapat memutihkan menimbulkan istilah "[[Pirang|pirang peroksida]] ()".<ref>Nick Lane. [https://books.google.com/?id=ziVk6CI82WgC&pg=PA117&dq=peroxide+blond#v=onepage&q=peroxide%20blond&f=false Oxygen : the molecule that made the world]. Oxford University Press. 2003. hlm. 117. ISBN 978-0-19-860783-0.</ref> Hidrogen peroksida juga digunakan untuk [[pemutih gigi]]. Ia banyak dijumpai dalam sebagian besar pasta gigi pemutih. Hidrogen peroksida menunjukkan hasil positif dalam mencerahkan gigi. Cara kerjanya adalah, dengan mengoksidasi pigmen berwarna pada [[enamel]], sehingga bayangan gigi menjadi lebih cerah. Hidrogen peroksida dapat dicampur dengan soda kue dan garam untuk membuat pasta gigi rumahan.<ref>Steven Shepherd. [https://www.fda.gov/bbs/topics/CONSUMER/CON00065.html Brushing Up on Gum Disease]. FDA Consumer.</ref> | ||
;Propelan | ;Propelan | ||
konsentrasi tinggi disebut sebagai "peroksida uji tinggi" (''high-test peroxide'', HTP). Ia dapat digunakan sebagai [[monopropelan]] (tidak dicampur dengan bahan bakar) atau sebagai komponen oksidator dalam [[Roket propelan cair|bipropelan roket]]. Penggunaan sebagai monopropelan memiliki keuntungan karena 70–98% konsentrasi hidrogen peroksida terdekomposisi menjadi uap dan oksigen. Propelan ini dipompa menuju bejana reaksi, di mana katalis, biasanya lembaran perak atau platina, memicu dekomposisi, menghasilkan uap pada suhu lebih dari , yang dibuan melalui [[nosel]], menghasilkan [[daya dorong]] (''thrust''). Monopropelan menghasilkan [[impuls spesifik]] (''I''<sub>sp</sub>) maksimal sebesar 161 s (1,6 [[Newton detik|kN·s]]/kg). Peroksida adalah monopropelan utama pertama yang diadopsi untuk digunakan dalam aplikasi roket. [[Hidrazina]] akhirnya digunakan untuk menggantikan monopropelan hidrogen peroksida untuk aplikasi pendorong karena dapat menaikkan impuls spesifik vakum sebesar 25%.<ref>[http://www.hydrogen-peroxide.us/history-US-General-Kinetics/AIAA-2006-5236_hydrogen_peroxide_versus_hydrazine.pdf Archived copy].</ref> Hidrazina (toksik) dan hidrogen peroksida (kurang toksik [masing-masing ACGIH TLV 0,01 dan 1 ppm]) adalah daua monopropelan (selain gas dingin) yang telah banyak diadopsi dan diutilisasi untuk aplikasi propulsi dan tenaga. [[Sabuk roket Bell]], [[sistem kendali reaksi]] untuk [[Bell X-1|X-1]], [[North American X-15|X-15]], [[Centaur (tahapan roket)|Centaur]], [[Proyek Mercury|Mercury]], [[Little Joe (roket)|Little Joe]], dan juga generator gas pompa turbo untuk X-1, X-15, Jupiter, Redstone dan Viking menggunakan hidrogen peroksida sebagai monopropelan.<ref>[http://www.hydrogen-peroxide.us/uses-monoprop-steam-generation/AIAA-1999-2880_The_Use_of_Hydrogen_Peroxide_for_Propulsion_and_Power-pitch.pdf Archived copy].</ref> | |||
Sebagai bipropelan, didekomposisi untuk membakar bahan bakar sebagai oksidator. Impuls spesifik setinggi 350 s (3,5 kN·s/kg) dapat dicapai, tergantung bahan bakarnya. Peroksida yang digunakan sebagai oksidator memberikan ''I''<sub>sp</sub> yang agak lebih rendah daripada oksigen cair, tetapi padat, dapat disimpan, nonkriogenik dan dapat lebih mudah digunakan untuk menggerakkan turbin gas untuk memberikan tekanan tinggi menggunakan ''siklus tertutup'' yang efisien. Ia juga dapat digunakan untuk pendinginan regeneratif mesin roket. | |||
Pada 1940-an dan 1950-an, [[Turbin gas|turbin]] [[Hellmuth Walter Kommanditgesellschaft|Hellmuth Walter KG]] menggunakan hidrogen peroksida untuk digunakan dalam [[kapal selam]] saat menyelam; ternyata terlalu berisik dan membutuhkan terlalu banyak perawatan dibandingkan dengan sistem tenaga diesel-listrik. Beberapa [[torpedo]] menggunakan hidrogen peroksida sebagai oksidator atau propelan. Kesalahan operator dalam penggunaan torpedo hidrogen peroksida disebut sebagai kemungkinan penyebab tenggelamnya [[HMS Sidon]] dan [[Kapal selam Rusia Kursk|kapal selam Rusia ''Kursk'']].<ref>[http://www.histarmar.com.ar/InfGral/SubmarinosAcc/Peroxide%20Accident%20-%20Walter%20Web%20Site.htm Peroxide Accident – Walter Web Site]. Histarmar.com.ar.</ref> SAAB Underwater Systems memproduksi Torpedo 2000. Torpedo ini, yang digunakan oleh [[Angkatan Laut Swedia]], bertenaga mesin piston yang digerakkan oleh HTP sebagai oksidator dan [[minyak tanah]] sebagai bahan bakar dalam sistem bipropellant.<ref>Richard Scott. [http://babriet.tripod.com/articles/art_hominginstinct.htm Homing Instincts]. ''Jane's Navy Steam Generated by Catalytic Decomposition of 80–90% Hydrogen Peroxide Was Used for Driving the Turbopump Turbines of the V-2 Rockets, the X-15 Rocketplanes, the Early Centaur RL-10 Engines and is Still Used on Soyuz for That Purpose Today. International''. November 1997.</ref><ref>[http://www.nasa.gov/mission_pages/station/structure/elements/soyuz/landing.html Soyuz using hydrogen peroxide propellant] (NASA website)</ref> | |||
Pada 1940-an dan 1950-an, [[Turbin gas|turbin]] [[Hellmuth Walter Kommanditgesellschaft|Hellmuth Walter KG]] menggunakan hidrogen peroksida untuk digunakan dalam [[kapal selam]] saat menyelam; ternyata terlalu berisik dan membutuhkan terlalu banyak perawatan dibandingkan dengan sistem tenaga diesel-listrik. Beberapa [[torpedo]] menggunakan hidrogen peroksida sebagai oksidator atau propelan. Kesalahan operator dalam penggunaan torpedo hidrogen peroksida disebut sebagai kemungkinan penyebab tenggelamnya [[HMS Sidon]] dan [[Kapal selam Rusia Kursk|kapal selam Rusia ''Kursk'']]. SAAB Underwater Systems memproduksi Torpedo 2000. Torpedo ini, yang digunakan oleh [[Angkatan Laut Swedia]], bertenaga mesin piston yang digerakkan oleh HTP sebagai oksidator dan [[minyak tanah]] sebagai bahan bakar dalam sistem bipropellant. | |||
;Tongkat pendar | ;Tongkat pendar | ||
| Baris 177: | Baris 232: | ||
;Hortikultura | ;Hortikultura | ||
Beberapa [[hortikultura]]wan dan penggiat [[hidroponik]] menyarankan menggunakan larutan hidrogen peroksida lemah untuk pengairan. Larutan ini terdekomposisi secara spontan dengan membebaskan oksigen yang meningkatkan perkembangan akar tanaman dan membantu mengobati [[busuk akar]] (kematian sel akar akibat kekurangan oksigen) dan beragam hama lainnya. | Beberapa [[hortikultura]]wan dan penggiat [[hidroponik]] menyarankan menggunakan larutan hidrogen peroksida lemah untuk pengairan. Larutan ini terdekomposisi secara spontan dengan membebaskan oksigen yang meningkatkan perkembangan akar tanaman dan membantu mengobati [[busuk akar]] (kematian sel akar akibat kekurangan oksigen) dan beragam hama lainnya.<ref>[http://www.using-hydrogen-peroxide.com/peroxide-garden.html Ways to use Hydrogen Peroxide in the Garden]. ''Using Hydrogen Peroxide''.</ref><ref>''Oxygation Unlocks Yield Potentials of Crops in Oxygen-Limited Soil Environments''. 2005. Vol. 88. hlm. 313–377. doi:10.1016/S0065-2113(05)88008-3. ISBN 978-0-12-000786-8.</ref> | ||
Some horticulturalists and users of [[hydroponics]] advocate the use of weak hydrogen peroxide solution in watering solutions. Its spontaneous decomposition releases oxygen that enhances a plant's root development and helps to treat [[root rot]] (cellular root death due to lack of oxygen) and a variety of other pests. | Some horticulturalists and users of [[hydroponics]] advocate the use of weak hydrogen peroxide solution in watering solutions. Its spontaneous decomposition releases oxygen that enhances a plant's root development and helps to treat [[root rot]] (cellular root death due to lack of oxygen) and a variety of other pests. | ||
| Baris 183: | Baris 238: | ||
;Pemeliharaan ikan | ;Pemeliharaan ikan | ||
Hidrogen peroksida digunakan dalam [[akuakultur]] untuk mengendalikan [[Mortalitas|kematian]] akibat berbagai mikrob. Pada tahun 2019, [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|FDA]] menyetujui untuk mengendalikan ''[[Saprolegniasis]]'' dalam seluruh ikan laut, untuk mengendalikan penyakit [[columnaris]] eksternal pada ikan laut air hangat, dan untuk mengendalikan ''[[Gyrodactylus]]'' spp. dalam salmonida air tawar. Uji laboratorium yang dilakukan oleh peternak ikan menunjukkan bahwa hidrogen peroksida rumah tangga biasa dapat digunakan dengan aman untuk menghasilkan oksigen bagi ikan kecil. Hidrogen peroksida membebaskan oksigen melalui proses dekomposisi ketika terpapar katalis seperti [[mangan dioksida]]. | Hidrogen peroksida digunakan dalam [[akuakultur]] untuk mengendalikan [[Mortalitas|kematian]] akibat berbagai mikrob. Pada tahun 2019, [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|FDA]] menyetujui untuk mengendalikan ''[[Saprolegniasis]]'' dalam seluruh ikan laut, untuk mengendalikan penyakit [[columnaris]] eksternal pada ikan laut air hangat, dan untuk mengendalikan ''[[Gyrodactylus]]'' spp. dalam salmonida air tawar.<ref>[https://www.fda.gov/animal-veterinary/cvm-updates/fda-approves-additional-indications-35-perox-aid-hydrogen-peroxide-use-certain-finfish/ FDA Approves Additional Indications for 35% PEROX-AID (hydrogen peroxide) for Use in Certain Finfish]. ''FDA''. 2019-07-26.</ref> Uji laboratorium yang dilakukan oleh peternak ikan menunjukkan bahwa hidrogen peroksida rumah tangga biasa dapat digunakan dengan aman untuk menghasilkan oksigen bagi ikan kecil. Hidrogen peroksida membebaskan oksigen melalui proses dekomposisi ketika terpapar katalis seperti [[mangan dioksida]]. | ||
== Keselamatan == | == Keselamatan == | ||
Peraturannya beragam, tetapi konsentrasi rendah, seperti 6%, tersedia secara luas dan legal untuk diperjualbelikan bagi penggunaan medis. Sebagian besar larutan peroksida yang dijual bebas tidak cocok untuk dikonsumsi. Konsentrasi yang lebih tinggi dapat dianggap berbahaya dan biasanya disertai dengan [[Lembar data keselamatan bahan|lembar data keselamatan]] (SDS). Dalam konsentrasi tinggi, hidrogen peroksida adalah oksidator yang agresif dan akan menimbulkan korosi pada banyak bahan, termasuk kulit manusia. berkonsentrasi tinggi akan bereaksi hebat dengan [[reduktor]]. | Peraturannya beragam, tetapi konsentrasi rendah, seperti 6%, tersedia secara luas dan legal untuk diperjualbelikan bagi penggunaan medis. Sebagian besar larutan peroksida yang dijual bebas tidak cocok untuk dikonsumsi. Konsentrasi yang lebih tinggi dapat dianggap berbahaya dan biasanya disertai dengan [[Lembar data keselamatan bahan|lembar data keselamatan]] (SDS). Dalam konsentrasi tinggi, hidrogen peroksida adalah oksidator yang agresif dan akan menimbulkan korosi pada banyak bahan, termasuk kulit manusia. berkonsentrasi tinggi akan bereaksi hebat dengan [[reduktor]].<ref>Ben Greene. [https://ntrs.nasa.gov/archive/nasa/casi.ntrs.nasa.gov/20050217417.pdf Hydrogen Peroxide Accidents and Incidents: What we can learn from history]. NASA.</ref> | ||
Aliran hidrogen peroksida konsentrasi tinggi, biasanya di atas 40%, harus dianggap berbahaya karena hidrogen peroksida pekat memenuhi definisi oksidator [[Kementerian Transportasi Amerika Serikat|DOT]] menurut peraturan A.S., jika dilepaskan ke lingkungan. ''[[Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat|EPA]] Reportable Quantity'' (RQ) untuk limbah berbahaya D001 adalah , atau sekitar , hidrogen peroksida pekat. | Aliran hidrogen peroksida konsentrasi tinggi, biasanya di atas 40%, harus dianggap berbahaya karena hidrogen peroksida pekat memenuhi definisi oksidator [[Kementerian Transportasi Amerika Serikat|DOT]] menurut peraturan A.S., jika dilepaskan ke lingkungan. ''[[Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat|EPA]] Reportable Quantity'' (RQ) untuk limbah berbahaya D001 adalah , atau sekitar , hidrogen peroksida pekat. | ||
Hidrogen peroksida harus disimpan di tempat yang sejuk, kering, berventilasi baik dan jauh dari zat yang mudah terbakar. Ia harus disimpan dalam wadah yang terbuat dari bahan non-reaktif seperti baja nirkarat atau kaca (bahan lain termasuk beberapa plastik dan paduan aluminium juga mungkin cocok). harus disimpan dalam wadah tak tembus cahaya, dan formulasi farmasi berada dalam botol coklat yang tidak tembus cahaya, karena senyawa ini cepat rusak ketika terkena cahaya. | Hidrogen peroksida harus disimpan di tempat yang sejuk, kering, berventilasi baik dan jauh dari zat yang mudah terbakar. Ia harus disimpan dalam wadah yang terbuat dari bahan non-reaktif seperti baja nirkarat atau kaca (bahan lain termasuk beberapa plastik dan paduan aluminium juga mungkin cocok).<ref>[http://www.ozoneservices.com/articles/004.htm Material Compatibility with Hydrogen Peroxide].</ref> harus disimpan dalam wadah tak tembus cahaya, dan formulasi farmasi berada dalam botol coklat yang tidak tembus cahaya, karena senyawa ini cepat rusak ketika terkena cahaya.<ref>[http://www.hydrogenperoxidemouthwash.org/ Hydrogen Peroxide Mouthwash is it Safe?].</ref> | ||
Hidrogen peroksida, baik dalam bentuk murni atau encer, dapat menimbulkan beberapa risiko, utamanya adalah bahwa ia membentuk campuran eksplosif ketika kontak dengan senyawa organik. Hidrogen peroksida yang sangat pekat tidak stabil dan dapat menyebabkan ledakan akibat peningkatan uap dari cairan yang tersisa. Akibatnya, [[distilasi]] hidrogen peroksida pada tekanan normal sangat berbahaya. Ia juga bersifat korosif, terutama dalam bentuk pekatnya, tetapi bahkan larutan rumah tangga pun dapat mengiritasi mata, [[Membran mukosa|selaput lendir]], dan kulit. Menelan larutan hidrogen peroksida sangat berbahaya, karena terdekomposisi dalam lambung dan melepaskan sejumlah besar gas (sepuluh kali volume larutan 3%), yang menyebabkan kembung internal. Menghirup dengan konsentrasi lebih dari 10% dapat menyebabkan iritasi paru yang parah. | Hidrogen peroksida, baik dalam bentuk murni atau encer, dapat menimbulkan beberapa risiko, utamanya adalah bahwa ia membentuk campuran eksplosif ketika kontak dengan senyawa organik.<ref>[https://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/hydrogenperoxide/recognition.html Occupational Safety and Health Guideline for Hydrogen Peroxide].</ref> Hidrogen peroksida yang sangat pekat tidak stabil dan dapat menyebabkan ledakan akibat peningkatan uap dari cairan yang tersisa. Akibatnya, [[distilasi]] hidrogen peroksida pada tekanan normal sangat berbahaya. Ia juga bersifat korosif, terutama dalam bentuk pekatnya, tetapi bahkan larutan rumah tangga pun dapat mengiritasi mata, [[Membran mukosa|selaput lendir]], dan kulit.<ref>For example, see an [http://hazard.com/msds/mf/baker/baker/files/h4070.htm MSDS for a 3% peroxide solution] .</ref> Menelan larutan hidrogen peroksida sangat berbahaya, karena terdekomposisi dalam lambung dan melepaskan sejumlah besar gas (sepuluh kali volume larutan 3%), yang menyebabkan kembung internal. Menghirup dengan konsentrasi lebih dari 10% dapat menyebabkan iritasi paru yang parah.<ref>[http://www.atsdr.cdc.gov/toxfaqs/tfacts174.pdf H 2 O 2 toxicity and dangers] Agency for Toxic Substances and Disease Registry website</ref> | ||
Dengan tekanan uap yang signifikan (1,2 kPa pada 50 °C), uap hidrogen peroksida berpotensi bahaya. Menurut NIOSH A.S., batas bahaya langsung bagi kehidupan dan kesehatan (IDLH) hanya 75 ppm. [[Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] AS (OSHA) telah menetapkan batas paparan yang diizinkan sebesar 1,0 ppm yang dihitung sebagai rata-rata tertimbang waktu 8 jam (29 CFR 1910.1000, Tabel Z-1). Hidrogen peroksida juga telah diklasifikasikan oleh ''[[:en:American Conference of Governmental Industrial Hygienists|American Conference of Governmental Industrial Hygienists]]'' (ACGIH) sebagai "''diketahui karsinogen pada hewan, dengan relevansi yang tidak diketahui pada manusia''". Untuk tempat kerja yang memiliki risiko terpapar uap dengan konsentrasi berbahaya, pantauan hidrogen peroksida harus digunakan secara terus menerus. Informasi tentang bahaya hidrogen peroksida dapat diperoleh dari OSHA dan dari ATSDR. | Dengan tekanan uap yang signifikan (1,2 kPa pada 50 °C<ref>CRC Handbook of Chemistry and Physics, 76th Ed, 1995–1996</ref>), uap hidrogen peroksida berpotensi bahaya. Menurut NIOSH A.S., batas bahaya langsung bagi kehidupan dan kesehatan (IDLH) hanya 75 ppm.<ref>[https://www.cdc.gov/niosh/idlh/intridl4.html CDC – Immediately Dangerous to Life or Health Concentrations (IDLH): Chemical Listing and Documentation of Revised IDLH Values – NIOSH Publications and Products]. 25 October 2017.</ref> [[Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] AS (OSHA) telah menetapkan batas paparan yang diizinkan sebesar 1,0 ppm yang dihitung sebagai rata-rata tertimbang waktu 8 jam (29 CFR 1910.1000, Tabel Z-1).<ref>[https://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/hydrogenperoxide/recognition.html Occupational Safety and Health Guideline for Hydrogen Peroxide].</ref> Hidrogen peroksida juga telah diklasifikasikan oleh ''[[:en:American Conference of Governmental Industrial Hygienists|American Conference of Governmental Industrial Hygienists]]'' (ACGIH) sebagai "''diketahui karsinogen pada hewan, dengan relevansi yang tidak diketahui pada manusia''".<ref>[http://www2.worksafebc.com/PDFs/regulation/exposure_limits.pdf Threshold Limit Values for Chemical Substances and Physical Agents & Biological Exposure Indices, ACGIH].</ref> Untuk tempat kerja yang memiliki risiko terpapar uap dengan konsentrasi berbahaya, pantauan hidrogen peroksida harus digunakan secara terus menerus. Informasi tentang bahaya hidrogen peroksida dapat diperoleh dari OSHA<ref>[https://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/hydrogenperoxide/recognition.html Occupational Safety and Health Guideline for Hydrogen Peroxide].</ref> dan dari ATSDR.<ref>[http://www.atsdr.cdc.gov/MHMI/mmg174.html ATSDR – Redirect – MMG: Hydrogen Peroxide].</ref> | ||
=== Efek buruk pada luka === | === Efek buruk pada luka === | ||
Sejarahnya, hidrogen peroksida digunakan untuk mendisinfeksi luka, sebagian karena biayanya yang rendah dan ketersediaannya yang cepat dibandingkan dengan [[antiseptik]] lainnya. Saat ini hal Itu dianggap menghambat penyembuhan dan meninggalkan [[Parut|bekas luka]], karena ia menghancurkan sel-sel [[Kulit manusia|kulit]] yang baru terbentuk. Satu studi menemukan bahwa hanya konsentrasi yang sangat rendah (larutan 0,03%, larutan 3% yang diencerkan 100 kali) yang dapat menyembuhkan, dan hanya jika tidak diterapkan berulang. Larutan 0,5% ditemukan dapat menghambat penyembuhan. Penggunaan di bidang pembedahan dapat menyebabkan [[embolisme udara]]. Meskipun demikian, masih digunakan untuk perawatan luka di banyak negara, dan, di Amerika Serikat, lazim sebagai antiseptik utama dalam pertolongan pertama. | Sejarahnya, hidrogen peroksida digunakan untuk mendisinfeksi luka, sebagian karena biayanya yang rendah dan ketersediaannya yang cepat dibandingkan dengan [[antiseptik]] lainnya. Saat ini hal Itu dianggap menghambat penyembuhan dan meninggalkan [[Parut|bekas luka]], karena ia menghancurkan sel-sel [[Kulit manusia|kulit]] yang baru terbentuk.<ref>''Hydrogen peroxide disrupts scarless fetal wound repair''. ''Wound Repair Regen''. 2005. Vol. 13 (5). hlm. 513–9. doi:10.1111/j.1067-1927.2005.00072.x.</ref> Satu studi menemukan bahwa hanya konsentrasi yang sangat rendah (larutan 0,03%, larutan 3% yang diencerkan 100 kali) yang dapat menyembuhkan, dan hanya jika tidak diterapkan berulang. Larutan 0,5% ditemukan dapat menghambat penyembuhan.<ref>Alvin Eng Kiat Loo. ''Effects of Hydrogen Peroxide on Wound Healing in Mice in Relation to Oxidative Damage''. ''PLoS ONE''. 13 November 2012. Vol. 7 (11). hlm. e49215. doi:10.1371/journal.pone.0049215.</ref> Penggunaan di bidang pembedahan dapat menyebabkan [[embolisme udara]].<ref>A Shaw. [https://archive.org/details/sim_new-england-journal-of-medicine_1967-08-03_277_5/page/238 Gas embolism produced by hydrogen peroxide]. ''N Engl J Med''. 1967. Vol. 277 (5). hlm. 238–41. doi:10.1056/nejm196708032770504.</ref><ref>[https://www.gov.uk/drug-safety-update/hydrogen-peroxide-reminder-of-risk-of-gas-embolism-when-used-in-surgery Hydrogen peroxide: reminder of risk of gas embolism when used in surgery – GOV.UK]. ''www.gov.uk''.</ref> Meskipun demikian, masih digunakan untuk perawatan luka di banyak negara, dan, di Amerika Serikat, lazim sebagai antiseptik utama dalam pertolongan pertama.<ref>GA Rahman. ''Wound dressing where there is limitation of choice''. ''Nigerian Journal of Surgical Research''. 28 May 2010. Vol. 8 (3–4). doi:10.4314/njsr.v8i3-4.54882.</ref><ref>K. Velding. ''Wound Care in Buruli Ulcer Disease in Ghana and Benin''. ''American Journal of Tropical Medicine and Hygiene''. 9 June 2014. Vol. 91 (2). hlm. 313–318. doi:10.4269/ajtmh.13-0255.</ref> | ||
Kulit yang terpapar larutan hidrogen peroksida encer mengalami pemutihan kulit karena mikroemboli yang disebabkan oleh gelembung oksigen pada pembuluh darah kapiler. | Kulit yang terpapar larutan hidrogen peroksida encer mengalami pemutihan kulit karena mikroemboli yang disebabkan oleh gelembung oksigen pada pembuluh darah kapiler.<ref>[http://www.hpa.org.uk/webc/hpawebfile/hpaweb_c/1246260031509 Hydrogen peroxide: health effects, incident management and toxicology].</ref> | ||
=== Penggunaan dalam pengobatan alternatif === | === Penggunaan dalam pengobatan alternatif === | ||
Praktisi [[pengobatan alternatif]] telah menganjurkan penggunaan hidrogen peroksida untuk berbagai kondisi, termasuk [[emfisema]], [[influenza]], [[AIDS]], dan khususnya [[kanker]]. Tidak ada bukti efektivitas dan dalam beberapa kasus terbukti fatal. | Praktisi [[pengobatan alternatif]] telah menganjurkan penggunaan hidrogen peroksida untuk berbagai kondisi, termasuk [[emfisema]], [[influenza]], [[AIDS]], dan khususnya [[kanker]].<ref>William Campbell Douglass. [https://archive.org/details/hydrogenperoxide0000doug Hydrogen peroxide : medical miracle]. Second Opinion Pub. 1995. ISBN 978-1-885236-07-4.</ref> Tidak ada bukti efektivitas dan dalam beberapa kasus terbukti fatal.<ref>[https://web.archive.org/web/20020820074823/http://www.sefsc.noaa.gov/HTMLdocs/HydrogenPeroxide3.htm Hydrogen Peroxide, 3%. 3. Hazards Identification] Southeast Fisheries Science Center, daughter agency of NOAA.</ref><ref>[https://archive.org/details/sim_ca-a-cancer-journal-for-clinicians_january-february-1993_43_1/page/n48 Questionable methods of cancer management: hydrogen peroxide and other 'hyperoxygenation' therapies]. ''CA: A Cancer Journal for Clinicians''. 1993. Vol. 43 (1). hlm. 47–56. doi:10.3322/canjclin.43.1.47.</ref><ref>Anderson Cooper. [http://www.cbsnews.com/stories/2005/01/12/60II/main666489.shtml A Prescription for Death?]. CBS News. 12 January 2005.</ref><ref>Barbara Mikkelson. [http://www.snopes.com/medical/healthyself/peroxide.asp Hydrogen Peroxide]. ''Snopes.com''. 30 April 2006.</ref><ref>[http://www.thedenverchannel.com/news/naturopath-sentenced-for-injecting-teen-with-hydrogen-peroxide Naturopath Sentenced For Injecting Teen With Hydrogen Peroxide – 7NEWS Denver]. Thedenverchannel.com. 2006-03-27.</ref> | ||
Praktik ini menuntut konsumsi hidrogen peroksida setiap hari, baik secara oral atau injeksi, dan didasarkan pada dua pedoman. Pertama, bahwa hidrogen peroksida diproduksi secara alami oleh tubuh untuk memerangi infeksi; dan kedua, bahwa [[patogen]] manusia (termasuk kanker: Lihat [[hipotesis Warburg]]) bersifat [[Anaerobik|anaerob]] dan tidak dapat bertahan hidup di lingkungan yang kaya oksigen. Oleh karena itu, menelan atau menyuntikkan hidrogen peroksida diyakini dapat membunuh penyakit dengan meniru respons kekebalan selain meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Ini membuat praktiknya mirip dengan terapi berbasis oksigen lainnya, seperti [[terapi ozon]] dan [[Terapi hiperbarik|terapi oksigen hiperbarik]]. | Praktik ini menuntut konsumsi hidrogen peroksida setiap hari, baik secara oral atau injeksi, dan didasarkan pada dua pedoman. Pertama, bahwa hidrogen peroksida diproduksi secara alami oleh tubuh untuk memerangi infeksi; dan kedua, bahwa [[patogen]] manusia (termasuk kanker: Lihat [[hipotesis Warburg]]) bersifat [[Anaerobik|anaerob]] dan tidak dapat bertahan hidup di lingkungan yang kaya oksigen. Oleh karena itu, menelan atau menyuntikkan hidrogen peroksida diyakini dapat membunuh penyakit dengan meniru respons kekebalan selain meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Ini membuat praktiknya mirip dengan terapi berbasis oksigen lainnya, seperti [[terapi ozon]] dan [[Terapi hiperbarik|terapi oksigen hiperbarik]]. | ||
Efektivitas dan keamanan terapi hidrogen peroksida dipertanyakan secara ilmiah. Hidrogen peroksida diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh, tetapi dengan cara yang dikendalikan dengan hati-hati. Sel yang disebut [[fagosit]] menelan patogen dan kemudian menggunakan hidrogen peroksida untuk menghancurkannya. Peroksida beracun bagi sel dan patogen sehingga disimpan dalam kompartemen khusus, yang disebut [[fagosom]]. Hidrogen peroksida bebas akan merusak jaringan apa pun yang dihadapinya melalui [[stres oksidatif]], suatu proses yang juga telah diusulkan sebagai penyebab kanker. Klaim bahwa terapi hidrogen peroksida meningkatkan kadar oksigen seluler belum didukung. Jumlah yang diberikan hanya akan memberikan oksigen tambahan yang sangat sedikit dibandingkan dengan yang diperoleh dari respirasi normal. Sulit juga untuk menaikkan tingkat oksigen di sekitar sel-sel kanker dalam tumor, karena pasokan darah cenderung buruk, suatu kondisi yang dikenal sebagai [[Hipoksia|tumor hipoksia]]. | Efektivitas dan keamanan terapi hidrogen peroksida dipertanyakan secara ilmiah. Hidrogen peroksida diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh, tetapi dengan cara yang dikendalikan dengan hati-hati. Sel yang disebut [[fagosit]] menelan patogen dan kemudian menggunakan hidrogen peroksida untuk menghancurkannya. Peroksida beracun bagi sel dan patogen sehingga disimpan dalam kompartemen khusus, yang disebut [[fagosom]]. Hidrogen peroksida bebas akan merusak jaringan apa pun yang dihadapinya melalui [[stres oksidatif]], suatu proses yang juga telah diusulkan sebagai penyebab kanker.<ref>Barry Halliwell. [https://semanticscholar.org/paper/74e408c6d145c93bef60ebd59e8264a15ba97e05 Oxidative stress and cancer: have we moved forward?]. ''Biochemical Journal''. 1 January 2007. Vol. 401 (1). hlm. 1–11. doi:10.1042/BJ20061131.</ref> Klaim bahwa terapi hidrogen peroksida meningkatkan kadar oksigen seluler belum didukung. Jumlah yang diberikan hanya akan memberikan oksigen tambahan yang sangat sedikit dibandingkan dengan yang diperoleh dari respirasi normal. Sulit juga untuk menaikkan tingkat oksigen di sekitar sel-sel kanker dalam tumor, karena pasokan darah cenderung buruk, suatu kondisi yang dikenal sebagai [[Hipoksia|tumor hipoksia]]. | ||
Dosis hidrogen peroksida oral yang besar pada konsentrasi 3% dapat menyebabkan iritasi dan melepuh pada mulut, tenggorokan, dan perut serta sakit perut, muntah, dan diare. Injeksi hidrogen peroksida intravena telah dikaitkan dengan beberapa kematian. [[:en:American Cancer Society|''American Cancer Society'']] menyatakan bahwa "tidak ada bukti ilmiah bahwa hidrogen peroksida adalah pengobatan kanker yang aman, efektif, atau bermanfaat." Selain itu, terapi ini tidak disetujui oleh FDA AS. | Dosis hidrogen peroksida oral yang besar pada konsentrasi 3% dapat menyebabkan iritasi dan melepuh pada mulut, tenggorokan, dan perut serta sakit perut, muntah, dan diare.<ref>[https://web.archive.org/web/20020820074823/http://www.sefsc.noaa.gov/HTMLdocs/HydrogenPeroxide3.htm Hydrogen Peroxide, 3%. 3. Hazards Identification] Southeast Fisheries Science Center, daughter agency of NOAA.</ref> Injeksi hidrogen peroksida intravena telah dikaitkan dengan beberapa kematian.<ref>Anderson Cooper. [http://www.cbsnews.com/stories/2005/01/12/60II/main666489.shtml A Prescription for Death?]. CBS News. 12 January 2005.</ref><ref>Barbara Mikkelson. [http://www.snopes.com/medical/healthyself/peroxide.asp Hydrogen Peroxide]. ''Snopes.com''. 30 April 2006.</ref><ref>[http://www.thedenverchannel.com/news/naturopath-sentenced-for-injecting-teen-with-hydrogen-peroxide Naturopath Sentenced For Injecting Teen With Hydrogen Peroxide – 7NEWS Denver]. Thedenverchannel.com. 2006-03-27.</ref> [[:en:American Cancer Society|''American Cancer Society'']] menyatakan bahwa "tidak ada bukti ilmiah bahwa hidrogen peroksida adalah pengobatan kanker yang aman, efektif, atau bermanfaat."<ref>[https://archive.org/details/sim_ca-a-cancer-journal-for-clinicians_january-february-1993_43_1/page/n48 Questionable methods of cancer management: hydrogen peroxide and other 'hyperoxygenation' therapies]. ''CA: A Cancer Journal for Clinicians''. 1993. Vol. 43 (1). hlm. 47–56. doi:10.3322/canjclin.43.1.47.</ref> Selain itu, terapi ini tidak disetujui oleh FDA AS. | ||
=== Insiden bersejarah === | === Insiden bersejarah === | ||
* Pada 16 Juli 1934, di [[Kummersdorf]], Jerman, sebuah tanki propelan yang berisi monopropelan eksperimental berupa campuran hidrogen peroksida dan etanol meledak saat pengujian, menewaskan tiga orang. | * Pada 16 Juli 1934, di [[Kummersdorf]], Jerman, sebuah tanki propelan yang berisi monopropelan eksperimental berupa campuran hidrogen peroksida dan etanol meledak saat pengujian, menewaskan tiga orang.<ref>[https://www.urbex.nl/heeresversuchsstelle-kummersdorf/ Heeresversuchsstelle Kummersdorf UrbEx Forgotten & Abandoned]. ''UrbEx Forgotten & Abandoned''. 2008-03-23.</ref> | ||
* Selama [[Perang Dunia II]], dokter di [[Kamp konsentrasi Nazi|kamp konsentrasi Jerman]] melakukan percobaan menggunakan injeksi hidrogen peroksida untuk membunuh manusia. | * Selama [[Perang Dunia II]], dokter di [[Kamp konsentrasi Nazi|kamp konsentrasi Jerman]] melakukan percobaan menggunakan injeksi hidrogen peroksida untuk membunuh manusia.<ref>[https://phdn.org/archives/holocaust-history.org/lifton/LiftonT257.shtml The Nazi Doctors: Medical Killing and the Psychology of Genocide]. Robert Jay Lifton.</ref> | ||
* Pada April 1992, terjadi ledakan di pabrik hidrogen peroksida di Jarrie, Perancis, karena kegagalan teknis sistem pengendali komputernya dan memusnahkan seluruh pabrik. | * Pada April 1992, terjadi ledakan di pabrik hidrogen peroksida di Jarrie, Perancis, karena kegagalan teknis sistem pengendali komputernya dan memusnahkan seluruh pabrik.<ref>[https://www.aria.developpement-durable.gouv.fr/fiche_detaillee/3536_en/?lang=en Explosion and fire in a hydrogen peroxide plant]. ARIA. November 2007.</ref> | ||
* Beberapa orang luka ringan setelah hidrogen peroksida membocori kabin pada penerbangan antara Orlando dan Memphis Amerika Serikat, pada 28 Oktober 1998. | * Beberapa orang luka ringan setelah hidrogen peroksida membocori kabin pada penerbangan antara Orlando dan Memphis Amerika Serikat, pada 28 Oktober 1998.<ref>[http://www.ntsb.gov/investigations/AccidentReports/Reports/HZB0001.pdf Accident No: DCA-99-MZ-001]. U.S National Transportation Safety Board.</ref> | ||
* Kapal selam Rusia [[Kapal selam Rusia K-141 Kursk|K-141 ''Kursk'']] berlayar untuk melakukan percobaan peluncuran torpedo tiruan ke [[Pyotr Velikiy]], sebuah [[kapal perang kelas Kirov]]. Pada 12 Agustus 2000, pukul 11:28 waktu setempat (07:28 UTC), terjadi ledakan ketika persiapan penembakan torpedo. Laporan paling dipercaya hingga saat ini adalah bahwa hal ini akibat dari kegagalan dan ledakan pada salah satu torpedo Kursk berbahan bakar hidrogen peroksida. Diyakini bahwa [[Peroksida uji tinggi|HTP]], sejenis hidrogen peroksida yang sangat pekat yang digunakan sebagai propelan torpedo, mengalami kebocoran pada tangkinya karena karat atau kesalahan prosedur saat pemuatan. Kapal selam hilang beserta seluruh awaknya. Insiden serupa juga dialami oleh [[HMS Sidon]] yang hilang pada tahun 1955. | * Kapal selam Rusia [[Kapal selam Rusia K-141 Kursk|K-141 ''Kursk'']] berlayar untuk melakukan percobaan peluncuran torpedo tiruan ke [[Pyotr Velikiy]], sebuah [[kapal perang kelas Kirov]]. Pada 12 Agustus 2000, pukul 11:28 waktu setempat (07:28 UTC), terjadi ledakan ketika persiapan penembakan torpedo. Laporan paling dipercaya hingga saat ini adalah bahwa hal ini akibat dari kegagalan dan ledakan pada salah satu torpedo Kursk berbahan bakar hidrogen peroksida. Diyakini bahwa [[Peroksida uji tinggi|HTP]], sejenis hidrogen peroksida yang sangat pekat yang digunakan sebagai propelan torpedo, mengalami kebocoran pada tangkinya karena karat atau kesalahan prosedur saat pemuatan. Kapal selam hilang beserta seluruh awaknya. Insiden serupa juga dialami oleh [[HMS Sidon]] yang hilang pada tahun 1955. | ||
*Pada 15 Agustus 2010, tumpahan sekitar cairan pembersih terjadi di lantai 54 1515 Broadway, Times Square, New York City. Tumpahan tersebut, yang menurut juru bicara pemadam kebakaran New York City adalah hidrogen peroksida, menutup Broadway antara West 42nd dan West 48th streets karena anggota pemadam kebakaran menyatakan situasi berbahaya. Tidak ada korban dalam insiden ini. | *Pada 15 Agustus 2010, tumpahan sekitar cairan pembersih terjadi di lantai 54 1515 Broadway, Times Square, New York City. Tumpahan tersebut, yang menurut juru bicara pemadam kebakaran New York City adalah hidrogen peroksida, menutup Broadway antara West 42nd dan West 48th streets karena anggota pemadam kebakaran menyatakan situasi berbahaya. Tidak ada korban dalam insiden ini.<ref>Sarah Wheaton. [https://www.nytimes.com/2010/08/16/nyregion/16square.html Bleach Spill Shuts Part of Times Square]. ''The New York Times''. 16 August 2010.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 248: | Baris 303: | ||
* [[Nitrometana]] | * [[Nitrometana]] | ||
* [[Katalisis]] | * [[Katalisis]] | ||
* [[Uap]] | * [[Uap]] | ||
* [[Oksigen]] | * [[Oksigen]] | ||
* [[Propelan]] | * [[Propelan]] | ||
* [[Roket]] | * [[Roket]] | ||
* [[Monopropelan]] | * [[Monopropelan]] | ||
* [[Bipropelan]] | * [[Bipropelan]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.periodicvideos.com/videos/mv_hydrogen_peroxide_accident.htm Hydrogen Peroxide] at ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (University of Nottingham) | * [http://www.periodicvideos.com/videos/mv_hydrogen_peroxide_accident.htm Hydrogen Peroxide] at ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (University of Nottingham) | ||
* [https://web.archive.org/web/20051214014658/http://msds.fmc.com/msds/100000010225-MSDS_US-E.pdf Material Safety Data Sheet] | * [https://web.archive.org/web/20051214014658/http://msds.fmc.com/msds/100000010225-MSDS_US-E.pdf Material Safety Data Sheet] | ||
| Baris 278: | Baris 320: | ||
* [https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/jp962946u IR spectroscopic study J. Phys. Chem.] | * [https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/jp962946u IR spectroscopic study J. Phys. Chem.] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidrogen+peroksida&oldid=29612485 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29612485 (2026-08-21T23:59:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidrogen+peroksida&oldid=29612485 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29612485 (2026-08-21T23:59:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 13.57
Hidrogen peroksida adalah senyawa kimia dengan rumus . Dalam bentuk murninya, ia berupa cairan bening berwarna biru pucat,[1] sedikit lebih kental daripada air. Hidrogen peroksida adalah peroksida paling sederhana (senyawa dengan ikatan tunggal oksigen–oksigen). digunakan sebagai oksidator, zat pemutih, dan antiseptik. Hidrogen peroksida pekat, atau "peroksida uji tinggi", adalah spesies oksigen reaktif dan telah digunakan sebagai propelan roket.[2] Sifat kimianya didominasi oleh ketidakstabilan ikatan peroksidanya.
Hidrogen peroksida tidak stabil dan perlahan terurai jika terpapar cahaya. Hidrogen peroksida biasanya disimpan dengan zat penstabil dalam larutan asam lemah dalam botol berwarna gelap, karena ketidakstabilannya. Hidrogen peroksida ditemukan dalam sistem biologis termasuk tubuh manusia. Enzim yang menggunakan atau menguraikan hidrogen peroksida diklasifikasikan sebagai peroksidase.
Sifat
Titik didih H2O2 telah diekstrapolasi menjadi 150,2 °C pada tekanan 1 atmosfer, sekitar 50 °C lebih tinggi daripada air. Dalam praktiknya, hidrogen peroksida akan mengalami dekomposisi termal yang berpotensi meledak jika dipanaskan pada suhu ini. dapat didistilasi dengan aman pada suhu yang lebih rendah di bawah tekanan rendah.[3]
Struktur
Hidrogen peroksida () adalah molekul nonplanar dengan simetri C2 (puntir); ini pertama kali ditunjukkan oleh Paul-Antoine Giguère pada tahun 1950 menggunakan spektroskopi inframerah.[4][5] Meskipun ikatan O−O adalah ikatan tunggal, molekul ini memiliki penghalang rotasi relatif besar yaitu 2460 cm−1 (29,45 kJ/mol);[6] sebagai perbandingan, penghalang rotasi etana adalah 12,5 kJ/mol. Peningkatan penghalang dianggap berasal dari tolakan antara pasangan elektron sunyi atom oksigen yang berdekatan dan menghasilkan hidrogen peroksida yang memperlihatkan sifat atropisomerisme.
Struktur molekul gas dan kristal berbeda secara signifikan. Perbedaan terkait dengan efek ikatan hidrogen, yang tidak ada dalam keadaan gas.[7] Kristal adalah tetragonal dengan grup ruang D'P4121.[8]
Larutan berair
Dalam larutan berair, hidrogen peroksida berbeda dari zat murni karena efek ikatan hidrogen antara air dan molekul hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida dan air membentuk campuran eutektik, menunjukkan penurunan titik beku hingga -56 °C; air murni memiliki titik beku 0 °C dan hidrogen peroksida murni −0,43 °C. Titik didih dari campuran yang sama juga tertekan sehubungan dengan rata-rata dari kedua titik didih (125,1 °C). Campurannya mendidih pada 114 °C. Titik didih ini 14 °C lebih tinggi daripada air murni dan 36,2 °C lebih rendah daripada hidrogen peroksida murni.[9]
| (w/w) | Densitas (g/cm3) |
Temp. (°C) |
|---|---|---|
| 3% | 1,0095 | 15 |
| 27% | 1,10 | 20 |
| 35% | 1,13 | 20 |
| 50% | 1,20 | 20 |
| 70% | 1,29 | 20 |
| 75% | 1,33 | 20 |
| 96% | 1,42 | 20 |
| 98% | 1,43 | 20 |
| 100% | 1,45 | 20 |
Perbandingan dengan analogi
Hidrogen peroksida memiliki beberapa analog struktural dengan pengaturan ikatan Hm−X−X−Hn (air juga ditampilkan sebagai perbandingan). Ini memiliki titik didih tertinggi (teoritis) dari seri ini (X = O, N, S). Titik leburnya juga cukup tinggi, sebanding dengan hidrazin dan air, dengan hanya hidroksilamin yang mengkristal secara signifikan lebih mudah, menunjukkan ikatan hidrogen yang kuat. Difosfan dan hidrogen disulfida hanya menunjukkan ikatan hidrogen yang lemah dan memiliki sedikit kesamaan kimia dengan hidrogen peroksida. Semua analogi ini tidak stabil secara termodinamika. Secara struktural, semua analogi mengadopsi struktur miring yang sama, karena tolakan antara pasangan bebas yang berdekatan.
| Nama | Rumus | Massa molar (g/mol) |
Titik
lebur (°C) |
Titik
didih(°C) |
|---|---|---|---|---|
| Hidrogen peroksida | HOOH | 34,01 | −0,43 | 150,2* |
| Air | HOH | 18,02 | 0,00 | 99,98 |
| Hidrogen disulfida | HSSH | 66,15 | −89,6 | 70,7 |
| Hidrazina | H2NNH2 | 32,05 | 2 | 114 |
| Hidroksilamina | NH2OH | 33,03 | 33 | 58* |
| Difosfan | H2PPH2 | 65,98 | −99 | 63,5* |
Penemuan
Alexander von Humboldt melaporkan salah satu peroksida sintetis pertama, barium peroksida, pada tahun 1799 sebagai produk samping dari percobaannya mendekomposisi udara.
Sembilan belas tahun kemudian, Louis Jacques Thénard menyadari bahwa senyawa ini dapat digunakan untuk preparasi senyawa yang sebelumnya tidak diketahui, yang disebutnya sebagai eau oxygénée () – yang kemudian dikenal sebagai hidrogen peroksida.[10][11][12] Saat ini istilah air beroksigen merujuk pada air yang mengandung oksigen terlarut (O2).
Proses Thénard dikembangkan menggunakan asam klorida, diikuti dengan penambahan asam sulfat untuk mengendapkan produk samping barium sulfat. Proses ini digunakan dari akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20.[13]
Thénard dan Joseph Louis Gay-Lussac mensintesis natrium peroksida pada tahun 1811. Efek pemutihan (bleaching) peroksida dan garamnya terhadap pewarna alami diketahui saat itu, tetapi upaya awal produksi peroksida skala industri gagal. Pabrik pertama yang memproduksi hidrogen peroksida dibangun pada tahun 1873 di Berlin. Penemuan sintesis hidrogen peroksida dengan elektrolisis menggunakan asam sulfat memperkenalkan metode elektrokimia yang lebih efisien. Metode ini pertama kali dikomersialkan pada tahun 1908 di Weißenstein, Carinthia, Austria. Proses antrakuinon, yang masih digunakan, dikembangkan selama tahun 1930an oleh pabrikan kimia Jerman IG Farben di Ludwigshafen. Meningkatnya permintaan dan peningkatan dalam metode sintesis menghasilkan peningkatan produksi tahunan hidrogen peroksida dari 35.000 ton pada tahun 1950, menjadi lebih dari 100.000 ton pada tahun 1960, menjadi 300.000 ton pada tahun 1970; dan pada tahun 1998 telah mencapai 2,7 juta ton.[14]
Hidrogen peroksida murni sejak lama diyakini tidak stabil, karena upaya awal untuk memisahkannya dari air, yang bercampur selama sintesis, semuanya gagal. Ketidakstabilan ini disebabkan oleh ketakmurnian renik (garam logam transisi), yang mengkatalisis dekomposisi hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida murni pertama kali diperoleh pada 1894—hampir 80 tahun setelah penemuannya—oleh Richard Wolffenstein, yang membuatnya dengan distilasi vakum.[15]
Penentuan struktur molekul hidrogen peroksida terbukti sangat sulit. Pada tahun 1892 ahli kimia fisik Italia Giacomo Carrara (1864–1925) menentukan massa molekulnya dengan penurunan titik beku, yang menegaskan bahwa rumus molekulnya adalah .[16] Sedikitnya enam struktur molekul hipotetis tampak konsisten dengan bukti yang ada.[17] Pada tahun 1934, ahli fisika matematika Inggris William Penney dan ahli fisika Skotlandia Gordon Sutherland mengusulkan struktur molekul hidrogen peroksida yang sangat mirip dengan yang diterima saat ini.[18]
Sebelumnya, hidrogen peroksida dibuat secara industri dengan hidrolisis amonium persulfat, yang diperoleh dari elektrolisis larutan amonium bisulfat () dalam asam sulfat:
Produksi
Saat ini, hidrogen peroksida diproduksi hampir secara eksklusif menggunakan proses antrakuinon, yang diresmikan pada tahun 1936 dan dipatenkan pada tahun 1939. Dimulai dengan reduksi antrakuinon (seperti 2-etilantrakuinon atau turunan 2-amil) pada antrahidrokuinon yang sesuai, biasanya melalui hidrogenasi dengan katalis paladium. Dengan adanya oksigen, antrahidrokuinon kemudian mengalami autoksidasi: atom hidrogen yang labil dari gugus hidroksi dipindahkan ke molekul oksigen, menghasilkan hidrogen peroksida dan meregenerasi antrakuinon. Sebagian besar proses komersial mencapai oksidasi dengan menggelembungkan udara tekan melalui larutan antrahidrokuinon, kemudian hidrogen peroksida diekstraksi dari larutan dan antrakuinon didaur ulang kembali untuk siklus hidrogenasi dan oksidasi selanjutnya.[19][20]
Reaksi bersih proses yang dikatalisis antrakuinon adalah:[21]
Keekonomian proses sangat bergantung pada daur ulang yang efektif atas pelarut ekstraksi, katalis hidrogenasi dan kuinon yang mahal.
Sumber lain
Beberapa metode dapat mendeteksi jumlah hidrogen peroksida yang kecil. Pada saat elektrolisis asam encer, H2O2 terbentuk sedikit di sekitar katode tempat munculnya hidrogen, jika diberi gelembung oksigen di sekitarnya. juga diproduksi dengan memberi paparan sinar ultraviolet dari lampu merkuri, sinar matahari, atau busur listrik kepada air yang ditampung dalam wadah transparan UV (mis. kuarsa). Ia dapat dideteksi dalam air es setelah membakar aliran gas hidrogen yang ditujukan ke arahnya dan juga terdeteksi pada es mengambang. Pendinginan udara lembab dengan cepat melalui celah percikan sekitar 2000 °C menghasilkan jumlah yang dapat dideteksi.[22]
Proses yang secara komersial layak menghasilkan hidrogen peroksida langsung dari unsur-unsurnya telah menjadi daya tarik selama bertahun-tahun. Sintesis langsung yang efisien sulit untuk dicapai, karena reaksi hidrogen dengan oksigen secara termodinamika mendukung produksi air. Telah dikembangkan sistem untuk sintesis, yang sebagian besar menggunakan katalis logam terdispersi halus, mirip dengan yang digunakan untuk hidrogenasi substrat organik.[23][24] Tak ada satu pun yang telah mencapai titik untuk dapat digunakan dalam sintesis berskala industri.
Ketersediaan
Hidrogen peroksida paling banyak tersedia sebagai larutan dalam air. Untuk konsumen, biasanya tersedia di apotek dengan konsentrasi 3% dan 6% berat. Konsentrasi kadang-kadang dijelaskan sebagai volume gas oksigen yang dihasilkan; satu mililiter dari larutan 20 volume menghasilkan dua puluh mililiter gas oksigen ketika benar-benar terurai. Untuk penggunaan laboratorium, larutan dengan konsentrasi 30% berat adalah yang paling umum. Tersedia juga konsentrasi 70% hingga 98% berderajat kemurnian komersial, tetapi karena larutan H2O2 dengan konsentrasi lebih dari 68% akan berpotensi berubah seluruhnya menjadi uap dan oksigen (terjadi peningkatan suhu uap dengan peningkatan konsentrasi di atas 68%), nilai ini berpotensi jauh lebih berbahaya dan memerlukan penanganan khusus di area penyimpanan khusus. Pembeli biasanya harus mengizinkan inspeksi oleh produsen komersial.
Pada tahun 1994, produksi dunia H2O2 adalah sekitar 1,9 juta ton dan tumbuh menjadi 2,2 juta pada tahun 2006,[25] yang sebagian besar berada pada konsentrasi 70% atau kurang. Pada tahun itu, 30% H2O2 terjual di pasaran dengan harga sekitar 0,54 USD/kg, setara dengan US$1,50/kg (US$0,68/lb) dengan basis "100%".[26]
Hidrogen peroksida terjadi di air permukaan, air tanah dan di atmosfer. Ia terbentuk setelah iluminasi atau aksi katalitik alami oleh zat yang terkandung dalam air. Air laut mengandung 0,5 hingga 14 μg/L hidrogen peroksida, air tawar 1 hingga 30 μg/L dan udara 0,1 hingga 1 bagian per miliar.[27]
Reaksi
Dekomposisi
Hidrogen peroksida tidak stabil secara termodinamika dan terurai menjadi air dan oksigen dengan ΔHo -2884,5 kJ/kg[28] dan ΔS 70,5 J·mol−1·K−1:
Laju dekomposisi meningkat dengan meningkatnya suhu, konsentrasi, dan pH. Stabilitas terbaik ditunjukkan dengan dengan larutan encer asam yang dingin. Dekomposisi dikatalisis oleh berbagai senyawa, termasuk sebagian besar logam transisi dan senyawanya (mis. mangan dioksida (MnO2), perak, dan platinum).[29] Ion logam tertentu, seperti Fe2+ atau Ti3+, dapat menyebabkan dekomposisi terjadi melalui jalur yang berbeda, disertai pembentukan radikal bebas seperti radikal hidroksil (HO·) dan hidroperoksil (HOO·). Katalis non-logam termasuk kalium iodida, bereaksi sangat cepat dan membentuk dasar dari demonstrasi pasta gigi gajah. Hidrogen peroksida juga dapat didekomposisi secara biologis oleh enzim katalase. Dekomposisi hidrogen peroksida membebaskan oksigen dan panas; ini bisa berbahaya, karena menumpahkan hidrogen peroksida konsentrasi tinggi pada bahan yang mudah terbakar dapat memicu kebakaran.
Reaksi redoks
Sifat redoks hidrogen peroksida bergantung pada pH.
Dalam larutan asam, adalah oksidator kuat, lebih kuat daripada klorin, klorin dioksida, dan kalium permanganat. Ketika digunakan untuk membersihkan peralatan gelas laboratorium, larutan hidrogen peroksida dan asam sulfat disebut sebagai larutan Piranha.
adalah sumber radikal hidroksil (·OH), yang sangat reaktif. digunakan dalam reaksi osilasi Briggs-Rauscher[30][31] dan Bray-Liebhafsky[32][33] yang spektakuler.
| Oksidator | Hasil
reduksi |
Potensial
oksidasi |
|---|---|---|
| F2 | HF | 3,0 |
| O3 | O2 | 2,1 |
| H2O2 | H2O | 1,8 |
| KMnO4 | MnO2 | 1,7 |
| ClO2 | HClO | 1,5 |
| Cl2 | Cl− | 1,4 |
Dalam larutan asam Fe2+ dioksidasi menjadi Fe3+ (hidrogen peroksida bertindak sebagai oksidator):
dan sulfit () dioksidasi menjadi sulfat (). Namun, kalium permanganat direduksi menjadi oleh asam. Pada kondisi basa, beberapa reaksi ini terbalik; misalnya, dioksidasi menjadi (sebagai ). Dalam larutan basa, hidrogen peroksida dapat mereduksi berbagai ion anorganik. Ketika bertindak sebagai reduktor, gas oksigen juga dihasilkan. Misalnya, hidrogen peroksida akan mereduksi natrium hipoklorit dan kalium permanganat, yang merupakan metode praktis untuk menyiapkan oksigen di laboratorium:
Reaksi organik
Hidrogen peroksida sering digunakan sebagai oksidator. Contohnya adalah oksidasi tioeter menjadi sulfoksida:[34][35]
Hidrogen peroksida alkalis digunakan untuk epoksidasi alkena yang kekurangan elektron seperti turunan asam akrilat,[36] dan untuk oksidasi alkilboran menjadi alkohol, langkah kedua dari hidroborasi-oksidasi. Ini juga merupakan pereaksi utama dalam proses oksidasi Dakin.
Prekursor untuk senyawa peroksida lainnya
Hidrogen peroksida adalah asam lemah, membentuk garam hidroperoksida atau peroksida dengan kebanyakan logam.
Ia juga mengubah oksida logam menjadi peroksida yang sesuai. Misalnya, setelah perlakuan dengan hidrogen peroksida, asam kromat ( + ) membentuk peroksida biru yang tidak stabil .
Reaksi semacam ini digunakan secara industri untuk menghasilkan peroksoanion. Misalnya, reaksi dengan boraks menghasilkan natrium perborat, pemutih yang digunakan dalam deterjen:
mengubah asam karboksilat () menjadi asam peroksi (), yang dengan sendirinya digunakan sebagai Oksidator. Hidrogen peroksida bereaksi dengan aseton membentuk aseton peroksida dan dengan ozon membentuk trioksidana. Hidrogen peroksida membentuk aduk () yang stabil dengan urea (Hidrogen peroksida - urea), natrium karbonat (natrium perkarbonat) dan senyawa lainnya.[37] Aduk asam-basa dengan trifenilfosfin oksida adalah "pembawa" yang berguna untuk dalam beberapa reaksi.
Hidrogen peroksida adalah oksidator dan sekaligus reduktor. Oksidasi hidrogen peroksida oleh natrium hipoklorit menghasilkan oksigen singlet. Reaksi bersih ion besi(III) dengan hidrogen peroksida adalah ion besi(II) dan oksigen. Proses ini berlangsung melalui oksidasi elektron tunggal dan radikal hidroksil, dan digunakan dalam beberapa oksidasi kimia organik, mis. dalam pereaksi Fenton. Hanya sedikit ion besi yang diperlukan karena peroksida juga mengoksidasi besi(II) menjadi ion besi(III). Reaksi bersih hidrogen peroksida dan permanganat atau mangan dioksida adalah ion mangan; tetapi, sampai peroksida habis, beberapa ion mangan dioksidasi ulang untuk membuat reaksi menjadi katalitik. Ini membentuk dasar untuk monopropelan roket.
Fungsi biologis
Hidrogen peroksida terbentuk dalam tubuh manusia dan hewan lainnya sebagai produk jangka pendek dalam proses biokimia dan bersifat toksik untuk sel. Toksisitasnya karena ia mengoksidasi protein, lipida membran dan DNA dengan ion peroksidanya.[38] Kelompok enzim biologis yang disebut superoksida dismutase (SOD) terbentuk di hampir semua sel hidup sebagai antioksidan penting. Mereka memicu disproporsionasi superoksida menjadi oksigen dan hidrogen peroksida, yang kemudian didekomposisi dengan cepat oleh enzim katalase menjadi oksigen dan air.[39]
Peroksisom adalah organel yang ditemukan di hampir semua sel eukariotik.[40] Mereka terlibat dalam katabolisme asam lemak rantai sangat panjang, asam lemak rantai bercabang, asam D-amino, poliamina, dan biosintesis plasmalogen, eterfosfolipid penting untuk fungsi normal otak dan paru-paru mamalia.[41] Setelah oksidasi, mereka menghasilkan hidrogen peroksida dalam proses berikut:[42]
Katalase, enzim peroksisomal lain, menggunakan ini untuk mengoksidasi substrat lain, termasuk fenol, asam format, formaldehida, dan alkohol, melalui reaksi peroksidasi:
- , sehingga dalam prosesnya menghilangkan hidrogen peroksida yang beracun dalam proses.
Reaksi ini penting dalam sel hati dan ginjal, di mana peroksisom menetralkan berbagai zat beracun yang masuk ke dalam darah. Beberapa etanol minuman dioksidasi menjadi asetaldehida dengan cara ini.[43] Selain itu, ketika kelebihan terakumulasi dalam sel, katalase mengubahnya menjadi H2O melalui reaksi berikut:
Sumber hidrogen peroksida lainnya adalah degradasi adenosin monofosfat yang menghasilkan hipoxantin. Hipoxantin kemudian dikatabolisis oksidatif terlebih dahulu menjadi xantin dan kemudian menjadi asam urat. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim oksidase xantina:[44]
Degradasi guanosin monofosfat menghasilkan xantina sebagai produk antara yang kemudian diubah dengan cara yang sama menjadi asam urat disertai pembentukan hidrogen peroksida.[45]
Telur landak laut, segera setelelah difertilisasi oleh sperma, menghasilkan hidrogen peroksida. Ia kemudian dengan cepat terdisosiasi menjadi radikal OH·. Radikal ini bertindak sebagai inisiator proses polimerisasi radikal, yang mengelilingi telur dengan lapisan pelindung polimer.[46]
Kumbang bombardier memiliki alat yang memungkinkan untuk menembakkan gelembung yang korosif dan berbau tak sedap ke musuh-musuhnya. Kumbang ini menghasilakn dan menyimpan hidrokuinon dan hidrogen peroksida, dalam dua reservoir terpisah di ujung belakang abdomennya. Ketika merasa terancam, otot-ototnya bekontraksi yang memaksa kedua pereaksi melewati katup tabung menuju bejana pencampur yang berisi air dan campuran enzim katalitik. Ketika bercampur, pereaksi mengalami reaksi kimia eksotermik yang hebat, menaikkan suhu mendekati titik didih air. Cairan yang mendidih dan berbau busuk tersebut perlahan-lahan menjadi gas (penguapan parsial) dan keluar melalui katup pengeluaran dengan suara kencang.[47][48][49]
Hidrogen peroksida adalah molekul pensinyalan pada tumbuhan untuk menangkal patogen.[50]
Hidrogen peroksida memiliki peran sebagai molekul pensinyalan dalam pengaturan berbagai proses biologis.[51] Senyawa ini merupakan faktor utama yang terlibat dalam teori radikal-bebas pada penuaan, berdasarkan pada kemudahan hidrogen peroksida untuk terurai menjadi radikal hidroksil dan cara radikal superoksida, produk samping dari metabolisme seluler, dapat bereaksi dengan air sekitar untuk membentuk hidrogen peroksida.[52] Radikal hidroksil ini pada gilirannya bereaksi dengan cepat dan merusak komponen sel vital, terutama mitokondria.[53][54][55] Setidaknya satu penelitian juga mencoba mengaitkan produksi hidrogen peroksida dengan kanker.[56]
Jumlah hidrogen peroksida dalam sistem biologis dapat diuji menggunakan uji fluorometrik.[57]
Penggunaan
Pemutih
Sekitar 60% dari produksi hidrogen peroksida dunia digunakan sebagai pemutih untuk bubur kertas dan kertas.[58]
Deterjen
Aplikasi industri kedua terbesar adalah pembuatan natrium perkarbonat dan natrium perborat, yang digunakan sebagai pemutih lunak dalam deterjen. Natrium perkarbonat, yang merupakan aduk dari natrium karbonat dan hidrogen peroksida, adalah bahan aktif dalam produk deterjen binatu seperti OxiClean dan Tide deterjen. Ketika dilarutkan dalam air, ia melepaskan hidrogen peroksida dan natrium karbonat,[59]
Dengan sendirinya, zat pemutih in hanya efektif pada suhu pencucian atau lebih tinggi, sehingga sering kali digunakan secara bersamaan dengan aktivator pemutih (), yang memfasilitasi pembersihan pada suhu yang lebih rendah.
Produksi senyawa organik
Hidrogen peroksida digunakan dalam produksi berbagai peroksida organik, misalnya dibenzoil peroksida. Ia digunakan dalam polimerisasi, sebagai serbuk pemutih, dan sebagai perawatan jerawat. Asam peroksi, seperti asam perasetat dan asam meta-kloroperoksibenzoat juga dibuat menggunakan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida telah digunakan untuk membuat bahan peledak berbasis peroksida organik, seperti aseaton peroksida.
Disinfektan
Hidrogen peroksida digunakan dalam proses pengolahan air limbah tertentu untuk menghilangkan ketakmurnian organik. Dalam proses oksidasi lanjutan, reaksi Fenton[60][61] menghasilkan radikal hidroksil (·OH) yang sangat reaktif. Ini mendegradasi senyawa-senyawa organik, termasuk mereka yang biasanya kuat, seperti aromatik atau senyawa terhalogenasi.[62] Ia juga bisa mengoksidasi senyawa berbasis belerang yang ada dalam limbah; yang otomatis memiliki keuntungan mengurangi baunya.[63]
Hidrogen peroksida dapat digunakan untuk sterilisasi bermacam permukaan,[64] termasuk peralatan bedah,[65] dan dapat dibuat sebagai uap (VHP) untuk sterilisasi ruangan.[66] menunjukkan spektrum efikasi yang luas terhadap virus, bakteri, jamur, dan spora bakteri.[67] Secara umum, aktivitas yang lebih besar tampak terhadap bakteri gram-positif daripada gram-negatif. Meski demikian, adanya katalase atau peroksidase lainnya dalam organisme ini dapat meningkatkan toleransi terhadap konsentrasi yang lebih rendah.[68] Konsentrasi yang lebih tinggi (10 sampai 30%) dan waktu kontak yang lebih lama diperlukan untuk aktivitas antispora.[69]
Hidrogen peroksida merupakan pemutih yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pemutih berbasis klorin, karena terdegradasi menjadi oksigen dan air dan umumnya diakui aman sebagai antimikroba oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).[70]
Hidrogen peroksida dapat digunakan untuk mengobati jerawat,[71] meskipun benzoil peroksida adalah pengobatan yang lebih umum.
Gimik dan penggunaan ceruk
Hidrogen peroksida memiliki beragam enggunaan domestik, terutama sebagai zat pembersih dan disinfektan.
- Pemutih rambut
encer (antara 1,9% dan 12%) yang dicampur dengan larutan amonia telah digunakan untuk memutihkan rambut. Sifatnya yang dapat memutihkan menimbulkan istilah "pirang peroksida ()".[72] Hidrogen peroksida juga digunakan untuk pemutih gigi. Ia banyak dijumpai dalam sebagian besar pasta gigi pemutih. Hidrogen peroksida menunjukkan hasil positif dalam mencerahkan gigi. Cara kerjanya adalah, dengan mengoksidasi pigmen berwarna pada enamel, sehingga bayangan gigi menjadi lebih cerah. Hidrogen peroksida dapat dicampur dengan soda kue dan garam untuk membuat pasta gigi rumahan.[73]
- Propelan
konsentrasi tinggi disebut sebagai "peroksida uji tinggi" (high-test peroxide, HTP). Ia dapat digunakan sebagai monopropelan (tidak dicampur dengan bahan bakar) atau sebagai komponen oksidator dalam bipropelan roket. Penggunaan sebagai monopropelan memiliki keuntungan karena 70–98% konsentrasi hidrogen peroksida terdekomposisi menjadi uap dan oksigen. Propelan ini dipompa menuju bejana reaksi, di mana katalis, biasanya lembaran perak atau platina, memicu dekomposisi, menghasilkan uap pada suhu lebih dari , yang dibuan melalui nosel, menghasilkan daya dorong (thrust). Monopropelan menghasilkan impuls spesifik (Isp) maksimal sebesar 161 s (1,6 kN·s/kg). Peroksida adalah monopropelan utama pertama yang diadopsi untuk digunakan dalam aplikasi roket. Hidrazina akhirnya digunakan untuk menggantikan monopropelan hidrogen peroksida untuk aplikasi pendorong karena dapat menaikkan impuls spesifik vakum sebesar 25%.[74] Hidrazina (toksik) dan hidrogen peroksida (kurang toksik [masing-masing ACGIH TLV 0,01 dan 1 ppm]) adalah daua monopropelan (selain gas dingin) yang telah banyak diadopsi dan diutilisasi untuk aplikasi propulsi dan tenaga. Sabuk roket Bell, sistem kendali reaksi untuk X-1, X-15, Centaur, Mercury, Little Joe, dan juga generator gas pompa turbo untuk X-1, X-15, Jupiter, Redstone dan Viking menggunakan hidrogen peroksida sebagai monopropelan.[75]
Sebagai bipropelan, didekomposisi untuk membakar bahan bakar sebagai oksidator. Impuls spesifik setinggi 350 s (3,5 kN·s/kg) dapat dicapai, tergantung bahan bakarnya. Peroksida yang digunakan sebagai oksidator memberikan Isp yang agak lebih rendah daripada oksigen cair, tetapi padat, dapat disimpan, nonkriogenik dan dapat lebih mudah digunakan untuk menggerakkan turbin gas untuk memberikan tekanan tinggi menggunakan siklus tertutup yang efisien. Ia juga dapat digunakan untuk pendinginan regeneratif mesin roket.
Pada 1940-an dan 1950-an, turbin Hellmuth Walter KG menggunakan hidrogen peroksida untuk digunakan dalam kapal selam saat menyelam; ternyata terlalu berisik dan membutuhkan terlalu banyak perawatan dibandingkan dengan sistem tenaga diesel-listrik. Beberapa torpedo menggunakan hidrogen peroksida sebagai oksidator atau propelan. Kesalahan operator dalam penggunaan torpedo hidrogen peroksida disebut sebagai kemungkinan penyebab tenggelamnya HMS Sidon dan kapal selam Rusia Kursk.[76] SAAB Underwater Systems memproduksi Torpedo 2000. Torpedo ini, yang digunakan oleh Angkatan Laut Swedia, bertenaga mesin piston yang digerakkan oleh HTP sebagai oksidator dan minyak tanah sebagai bahan bakar dalam sistem bipropellant.[77][78]
- Tongkat pendar
Hidrogen peroksida bereaksi dengan di-ester tertentu, seperti ester fenil oksalat (sialuma), menghasilkan kemiluminesensi; aplikasi ini yang paling umum dijumpai dalam bentuk tongkat pendar ().
- Hortikultura
Beberapa hortikulturawan dan penggiat hidroponik menyarankan menggunakan larutan hidrogen peroksida lemah untuk pengairan. Larutan ini terdekomposisi secara spontan dengan membebaskan oksigen yang meningkatkan perkembangan akar tanaman dan membantu mengobati busuk akar (kematian sel akar akibat kekurangan oksigen) dan beragam hama lainnya.[79][80]
Some horticulturalists and users of hydroponics advocate the use of weak hydrogen peroxide solution in watering solutions. Its spontaneous decomposition releases oxygen that enhances a plant's root development and helps to treat root rot (cellular root death due to lack of oxygen) and a variety of other pests.
- Pemeliharaan ikan
Hidrogen peroksida digunakan dalam akuakultur untuk mengendalikan kematian akibat berbagai mikrob. Pada tahun 2019, FDA menyetujui untuk mengendalikan Saprolegniasis dalam seluruh ikan laut, untuk mengendalikan penyakit columnaris eksternal pada ikan laut air hangat, dan untuk mengendalikan Gyrodactylus spp. dalam salmonida air tawar.[81] Uji laboratorium yang dilakukan oleh peternak ikan menunjukkan bahwa hidrogen peroksida rumah tangga biasa dapat digunakan dengan aman untuk menghasilkan oksigen bagi ikan kecil. Hidrogen peroksida membebaskan oksigen melalui proses dekomposisi ketika terpapar katalis seperti mangan dioksida.
Keselamatan
Peraturannya beragam, tetapi konsentrasi rendah, seperti 6%, tersedia secara luas dan legal untuk diperjualbelikan bagi penggunaan medis. Sebagian besar larutan peroksida yang dijual bebas tidak cocok untuk dikonsumsi. Konsentrasi yang lebih tinggi dapat dianggap berbahaya dan biasanya disertai dengan lembar data keselamatan (SDS). Dalam konsentrasi tinggi, hidrogen peroksida adalah oksidator yang agresif dan akan menimbulkan korosi pada banyak bahan, termasuk kulit manusia. berkonsentrasi tinggi akan bereaksi hebat dengan reduktor.[82]
Aliran hidrogen peroksida konsentrasi tinggi, biasanya di atas 40%, harus dianggap berbahaya karena hidrogen peroksida pekat memenuhi definisi oksidator DOT menurut peraturan A.S., jika dilepaskan ke lingkungan. EPA Reportable Quantity (RQ) untuk limbah berbahaya D001 adalah , atau sekitar , hidrogen peroksida pekat.
Hidrogen peroksida harus disimpan di tempat yang sejuk, kering, berventilasi baik dan jauh dari zat yang mudah terbakar. Ia harus disimpan dalam wadah yang terbuat dari bahan non-reaktif seperti baja nirkarat atau kaca (bahan lain termasuk beberapa plastik dan paduan aluminium juga mungkin cocok).[83] harus disimpan dalam wadah tak tembus cahaya, dan formulasi farmasi berada dalam botol coklat yang tidak tembus cahaya, karena senyawa ini cepat rusak ketika terkena cahaya.[84]
Hidrogen peroksida, baik dalam bentuk murni atau encer, dapat menimbulkan beberapa risiko, utamanya adalah bahwa ia membentuk campuran eksplosif ketika kontak dengan senyawa organik.[85] Hidrogen peroksida yang sangat pekat tidak stabil dan dapat menyebabkan ledakan akibat peningkatan uap dari cairan yang tersisa. Akibatnya, distilasi hidrogen peroksida pada tekanan normal sangat berbahaya. Ia juga bersifat korosif, terutama dalam bentuk pekatnya, tetapi bahkan larutan rumah tangga pun dapat mengiritasi mata, selaput lendir, dan kulit.[86] Menelan larutan hidrogen peroksida sangat berbahaya, karena terdekomposisi dalam lambung dan melepaskan sejumlah besar gas (sepuluh kali volume larutan 3%), yang menyebabkan kembung internal. Menghirup dengan konsentrasi lebih dari 10% dapat menyebabkan iritasi paru yang parah.[87]
Dengan tekanan uap yang signifikan (1,2 kPa pada 50 °C[88]), uap hidrogen peroksida berpotensi bahaya. Menurut NIOSH A.S., batas bahaya langsung bagi kehidupan dan kesehatan (IDLH) hanya 75 ppm.[89] Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS (OSHA) telah menetapkan batas paparan yang diizinkan sebesar 1,0 ppm yang dihitung sebagai rata-rata tertimbang waktu 8 jam (29 CFR 1910.1000, Tabel Z-1).[90] Hidrogen peroksida juga telah diklasifikasikan oleh American Conference of Governmental Industrial Hygienists (ACGIH) sebagai "diketahui karsinogen pada hewan, dengan relevansi yang tidak diketahui pada manusia".[91] Untuk tempat kerja yang memiliki risiko terpapar uap dengan konsentrasi berbahaya, pantauan hidrogen peroksida harus digunakan secara terus menerus. Informasi tentang bahaya hidrogen peroksida dapat diperoleh dari OSHA[92] dan dari ATSDR.[93]
Efek buruk pada luka
Sejarahnya, hidrogen peroksida digunakan untuk mendisinfeksi luka, sebagian karena biayanya yang rendah dan ketersediaannya yang cepat dibandingkan dengan antiseptik lainnya. Saat ini hal Itu dianggap menghambat penyembuhan dan meninggalkan bekas luka, karena ia menghancurkan sel-sel kulit yang baru terbentuk.[94] Satu studi menemukan bahwa hanya konsentrasi yang sangat rendah (larutan 0,03%, larutan 3% yang diencerkan 100 kali) yang dapat menyembuhkan, dan hanya jika tidak diterapkan berulang. Larutan 0,5% ditemukan dapat menghambat penyembuhan.[95] Penggunaan di bidang pembedahan dapat menyebabkan embolisme udara.[96][97] Meskipun demikian, masih digunakan untuk perawatan luka di banyak negara, dan, di Amerika Serikat, lazim sebagai antiseptik utama dalam pertolongan pertama.[98][99]
Kulit yang terpapar larutan hidrogen peroksida encer mengalami pemutihan kulit karena mikroemboli yang disebabkan oleh gelembung oksigen pada pembuluh darah kapiler.[100]
Penggunaan dalam pengobatan alternatif
Praktisi pengobatan alternatif telah menganjurkan penggunaan hidrogen peroksida untuk berbagai kondisi, termasuk emfisema, influenza, AIDS, dan khususnya kanker.[101] Tidak ada bukti efektivitas dan dalam beberapa kasus terbukti fatal.[102][103][104][105][106]
Praktik ini menuntut konsumsi hidrogen peroksida setiap hari, baik secara oral atau injeksi, dan didasarkan pada dua pedoman. Pertama, bahwa hidrogen peroksida diproduksi secara alami oleh tubuh untuk memerangi infeksi; dan kedua, bahwa patogen manusia (termasuk kanker: Lihat hipotesis Warburg) bersifat anaerob dan tidak dapat bertahan hidup di lingkungan yang kaya oksigen. Oleh karena itu, menelan atau menyuntikkan hidrogen peroksida diyakini dapat membunuh penyakit dengan meniru respons kekebalan selain meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Ini membuat praktiknya mirip dengan terapi berbasis oksigen lainnya, seperti terapi ozon dan terapi oksigen hiperbarik.
Efektivitas dan keamanan terapi hidrogen peroksida dipertanyakan secara ilmiah. Hidrogen peroksida diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh, tetapi dengan cara yang dikendalikan dengan hati-hati. Sel yang disebut fagosit menelan patogen dan kemudian menggunakan hidrogen peroksida untuk menghancurkannya. Peroksida beracun bagi sel dan patogen sehingga disimpan dalam kompartemen khusus, yang disebut fagosom. Hidrogen peroksida bebas akan merusak jaringan apa pun yang dihadapinya melalui stres oksidatif, suatu proses yang juga telah diusulkan sebagai penyebab kanker.[107] Klaim bahwa terapi hidrogen peroksida meningkatkan kadar oksigen seluler belum didukung. Jumlah yang diberikan hanya akan memberikan oksigen tambahan yang sangat sedikit dibandingkan dengan yang diperoleh dari respirasi normal. Sulit juga untuk menaikkan tingkat oksigen di sekitar sel-sel kanker dalam tumor, karena pasokan darah cenderung buruk, suatu kondisi yang dikenal sebagai tumor hipoksia.
Dosis hidrogen peroksida oral yang besar pada konsentrasi 3% dapat menyebabkan iritasi dan melepuh pada mulut, tenggorokan, dan perut serta sakit perut, muntah, dan diare.[108] Injeksi hidrogen peroksida intravena telah dikaitkan dengan beberapa kematian.[109][110][111] American Cancer Society menyatakan bahwa "tidak ada bukti ilmiah bahwa hidrogen peroksida adalah pengobatan kanker yang aman, efektif, atau bermanfaat."[112] Selain itu, terapi ini tidak disetujui oleh FDA AS.
Insiden bersejarah
- Pada 16 Juli 1934, di Kummersdorf, Jerman, sebuah tanki propelan yang berisi monopropelan eksperimental berupa campuran hidrogen peroksida dan etanol meledak saat pengujian, menewaskan tiga orang.[113]
- Selama Perang Dunia II, dokter di kamp konsentrasi Jerman melakukan percobaan menggunakan injeksi hidrogen peroksida untuk membunuh manusia.[114]
- Pada April 1992, terjadi ledakan di pabrik hidrogen peroksida di Jarrie, Perancis, karena kegagalan teknis sistem pengendali komputernya dan memusnahkan seluruh pabrik.[115]
- Beberapa orang luka ringan setelah hidrogen peroksida membocori kabin pada penerbangan antara Orlando dan Memphis Amerika Serikat, pada 28 Oktober 1998.[116]
- Kapal selam Rusia K-141 Kursk berlayar untuk melakukan percobaan peluncuran torpedo tiruan ke Pyotr Velikiy, sebuah kapal perang kelas Kirov. Pada 12 Agustus 2000, pukul 11:28 waktu setempat (07:28 UTC), terjadi ledakan ketika persiapan penembakan torpedo. Laporan paling dipercaya hingga saat ini adalah bahwa hal ini akibat dari kegagalan dan ledakan pada salah satu torpedo Kursk berbahan bakar hidrogen peroksida. Diyakini bahwa HTP, sejenis hidrogen peroksida yang sangat pekat yang digunakan sebagai propelan torpedo, mengalami kebocoran pada tangkinya karena karat atau kesalahan prosedur saat pemuatan. Kapal selam hilang beserta seluruh awaknya. Insiden serupa juga dialami oleh HMS Sidon yang hilang pada tahun 1955.
- Pada 15 Agustus 2010, tumpahan sekitar cairan pembersih terjadi di lantai 54 1515 Broadway, Times Square, New York City. Tumpahan tersebut, yang menurut juru bicara pemadam kebakaran New York City adalah hidrogen peroksida, menutup Broadway antara West 42nd dan West 48th streets karena anggota pemadam kebakaran menyatakan situasi berbahaya. Tidak ada korban dalam insiden ini.[117]
Lihat pula
- Roket berbahan bakar cair
- Roket monopropelan
- Kendaraan peluncur antariksa
- Wahana antariksa
- Mesin roket
- Pendorong vernier
- Apogee motor
- Landasan peluncuran
- Bandar antariksa
- Bahan bakar roket
- Propulsi roket
- Propelan roket cair
- Kriogenik (bahan bakar) penyimpanan pada temperatur yang sangat rendah berupa cair gas seperti hidrogen cair.
- Hipergolik (propelan) mudah menyala spontan ketika kontak kombinai komponen propelan eperti bahan bakar dan oksidator.
- Oksidator
- Oksigen cair
- Hidrogen cair
- RP-1 Rocket Propellant 1 atau Refined Petroleum 1
- Dinitrogen tetroksida N2O4
- Dimetilhidrazin tak simetris UDMH
- Gaya dorong
- Propulsi wahana antariksa
- Peroksida uji tinggi
- Hidrazina
- Dinitrogen monoksida
- Amonium dinitramida
- Hidroksilamonium nitrat
- Nitrometana
- Katalisis
- Uap
- Oksigen
- Propelan
- Roket
- Monopropelan
- Bipropelan
Pranala luar
- Hydrogen Peroxide at The Periodic Table of Videos (University of Nottingham)
- Material Safety Data Sheet
- ATSDR Agency for Toxic Substances and Disease Registry FAQ
- International Chemical Safety Card 0164
- NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards
- Process flow sheet of Hydrogen Peroxide Production by anthrahydroquinone autoxidation
- Hydrogen Peroxide Handbook by Rocketdyne
- IR spectroscopic study J. Phys. Chem.
Referensi
- ↑ Catherine E. Housecroft. Inorganic Chemistry. Pearson Prentice-Hall. 2005. hlm. 443. ISBN 0130-39913-2.
- ↑ C. N. Hill. A Vertical Empire: The History of the UK Rocket launch and Space Programme, 1950–1971. Imperial College Press. 2001. ISBN 978-1-86094-268-6.
- ↑ Handbook of preparative inorganic chemistry. Academic Press. 1963. Vol. 1. hlm. 140. ISBN 978-0-12-126601-1.
- ↑ Paul A. Giguère. The Infra‐Red Spectrum of Hydrogen Peroxide. Journal of Chemical Physics. 1950. Vol. 18 (1). hlm. 88. doi:10.1063/1.1747464.
- ↑ Paul A. Giguère. Molecular association and structure of hydrogen peroxide. Journal of Chemical Education. 1983. Vol. 60 (5). hlm. 399–401. doi:10.1021/ed060p399.
- ↑ Robert H. Hunt. Internal-Rotation in Hydrogen Peroxide: The Far-Infrared Spectrum and the Determination of the Hindering Potential. The Journal of Chemical Physics. 1965. Vol. 42 (6). hlm. 1931. doi:10.1063/1.1696228.
- ↑ Dennis A. Dougherty. Modern Physical Organic Chemistry. University Science. 2005. hlm. 122. ISBN 978-1-891389-31-3.
- ↑ S. C. Abrahams. The crystal structure of hydrogen peroxide. Acta Crystallographica. 1 January 1951. Vol. 4 (1). hlm. 15–20. doi:10.1107/S0365110X51000039.
- ↑ Hydrogen Peroxide Technical Library.
- ↑ Gilbert, L. W. Der tropfbar flüssige Sauerstoff, oder das oxygenierte Wasser. Annals of Physics. 1820. Vol. 65–66 (1). hlm. 3. doi:10.1002/andp.18200640102.
- ↑ L. J. Thénard. Observations sur des nouvelles combinaisons entre l'oxigène et divers acides. Annales de chimie et de physique. 1818. Vol. 8. hlm. 306–312.
- ↑ Paul A. Giguère. Hydrogen peroxide. Access Science. McGraw-Hill Education. doi:10.1036/1097-8542.329200.
- ↑ C. W. Jones, J. H. Clark. Applications of Hydrogen Peroxide and Derivatives. Royal Society of Chemistry, 1999.
- ↑ Heribert Offermanns. Wasserstoffperoxid in Umweltschutz und Synthese. Chemie in Unserer Zeit. 2000. Vol. 34 (3). hlm. 150. doi:10.1002/1521-3781(200006)34:3 3.0.CO;2-A.
- ↑ Richard Wolffenstein. Concentration und Destillation von Wasserstoffsuperoxyd. Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. October 1894. Vol. 27 (3). hlm. 3307–3312. doi:10.1002/cber.189402703127.
- ↑ G. Carrara (1892) "Sul peso molecolare e sul potere rifrangente dell' acqua ossigenata" (On the molecular weight and on the refractive power of oxygenated water [i.e., hydrogen peroxide]), Atti della Reale Accademia dei Lincei, series 5, 1 (2) : 19–24. Carrara's findings were confirmed by: W. R. Orndorff and John White (1893) "The molecular weight of hydrogen peroxide and of benzoyl peroxide," American Chemical Journal, 15 : 347–356.
- ↑ See, for example: * In 1882, Kingzett proposed as a structure H 2 O=O. See: Charles Thomas Kingzett. On the activity of oxygen and the mode of formation of hydrogen dioxide. The Chemical News. 29 September 1882. Vol. 46 (1192). hlm. 141–142. * In his 1922 textbook, Joseph Mellor considered three hypothetical molecular structures for hydrogen peroxide, admitting (p. 952): "... the constitution of this compound has not been yet established by unequivocal experiments". See: Joseph William Mellor, A Comprehensive Treatise on Inorganic and Theoretical Chemistry, vol. 1 (London, England: Longmans, Green and Co., 1922), p. 952–956. * W. C. Schumb, C. N. Satterfield, and R. L. Wentworth (1 December 1953) "Report no. 43: Hydrogen peroxide, Part two" , Office of Naval Research, Contract No. N5ori-07819 On p. 178, the authors present six hypothetical models for hydrogen peroxide's molecular structure. On p. 184, the present structure is considered almost certainly correct—although a small doubt remained. (Note: The report by Schumb et al. was reprinted as: W. C. Schumb, C. N. Satterfield, and R. L. Wentworth, Hydrogen Peroxide (New York, New York: Reinhold Publishing Corp. (American Chemical Society Monograph), 1955).)
- ↑ See: * W. G. Penney. The theory of the structure of hydrogen peroxide and hydrazine. Journal of Chemical Physics. 1934. Vol. 2 (8). hlm. 492–498. doi:10.1063/1.1749518. * W. G. Penney. A note on the structure of H 2 O 2 and H 4 N 2 with particular reference to electric moments and free rotation. Transactions of the Faraday Society. 1934. Vol. 30. hlm. 898–902. doi:10.1039/tf934300898b.
- ↑ Jose M. Campos-Martin. Hydrogen Peroxide Synthesis: An Outlook beyond the Anthraquinone Process. Angewandte Chemie International Edition. 2006. Vol. 45 (42). hlm. 6962–6984. doi:10.1002/anie.200503779.
- ↑ H. Riedl and G. Pfleiderer, U.S. Patent 2,158,525 (2 October 1936 in USA, and 10 October 1935 in Germany) to I. G. Farbenindustrie, Germany
- ↑ Jose M. Campos-Martin. Hydrogen Peroxide Synthesis: An Outlook beyond the Anthraquinone Process. Angewandte Chemie International Edition. 2006. Vol. 45 (42). hlm. 6962–6984. doi:10.1002/anie.200503779.
- ↑ Joseph William Mellor. Modern Inorganic Chemistry. Longmans, Green and Co. 1922. hlm. 192–195.
- ↑ Noritaka Mizuno Gabriele Centi, Siglinda Perathoner, Salvatore Abate "Direct Synthesis of Hydrogen Peroxide: Recent Advances" in Modern Heterogeneous Oxidation Catalysis: Design, Reactions and Characterization 2009, Wiley-VCH.
- ↑ Jennifer K. Edwards. Switching Off Hydrogen Peroxide Hydrogenation in the Direct Synthesis Process. Science. 20 February 2009. Vol. 323. hlm. 1037–1041. doi:10.1126/science.1168980.
- ↑ Ronald Hage, Achim Lienke. Applications of Transition-Metal Catalysts to Textile and Wood-Pulp Bleaching. Angewandte Chemie International Edition. 2005. Vol. 45 (2). hlm. 206–222. doi:10.1002/anie.200500525.
- ↑ Jose M. Campos-Martin. Hydrogen Peroxide Synthesis: An Outlook beyond the Anthraquinone Process. Angewandte Chemie International Edition. 2006. Vol. 45 (42). hlm. 6962–6984. doi:10.1002/anie.200503779.
- ↑ Heribert Offermanns. Wasserstoffperoxid in Umweltschutz und Synthese. Chemie in Unserer Zeit. 2000. Vol. 34 (3). hlm. 150. doi:10.1002/1521-3781(200006)34:3 3.0.CO;2-A.
- ↑ Decomposition of Hydrogen Peroxide - Kinetics and Review of Chosen Catalysts.
- ↑ Ralph H. Petrucci. General Chemistry: Principles & Modern Applications. Prentice Hall. 2007. hlm. 606. ISBN 978-0-13-149330-8.
- ↑ L.I. Csepei. "Is starch only a visual indicator for iodine in the Briggs-Rauscher oscillating reaction?. Studia UBB Chemia. 2015. Vol. 60 (2). hlm. 187–199.
- ↑ L.I. Csepei. "The Effect of Salicylic Acid on the Briggs-Rauscher Oscillating Reaction. Studia UBB Chemia. 2011. Vol. 53 (1). hlm. 285-300.
- ↑ Nataša Pejić. Dynamic transitions in the Bray–Liebhafsky oscillating reaction. Effect of hydrogen peroxide and temperature on bifurcation. Reaction Kinetics, Mechanisms and Catalysis. 1 June 2016. Vol. 118 (1). hlm. 15–26. doi:10.1007/s11144-016-0984-y.
- ↑ Stevan Maćešić. Bifurcation analysis: a tool for determining model parameters of the considered process. Reaction Kinetics, Mechanisms and Catalysis. 1 February 2018. Vol. 123 (1). hlm. 31–45. doi:10.1007/s11144-017-1324-6.
- ↑ Kabayadi S. Ravikumar. Mild and Selective Oxidation of Sulfur Compounds in Trifluoroethanol: Diphenyldisulfide and Methyl phenyl Sulfoxide. Org. Synth. 2003. Vol. 80. hlm. 184. doi:10.15227/orgsyn.080.0184.
- ↑ W. L. Xu. A Selective, Convenient, and Efficient Conversion of Sulfides to Sulfoxides. Synthesis. 2004. hlm. 227–232. doi:10.1055/s-2004-44387.
- ↑ Robert J. Mayer. Nucleophilic Reactivities of Bleach Reagents. Organic Letters. 2018-02-22. Vol. 20 (10). hlm. 2816–2820. doi:10.1021/acs.orglett.8b00645.
- ↑ Ivan Yu. Chernyshov. Peroxosolvates: Formation Criteria, H2O2 Hydrogen Bonding, and Isomorphism with the Corresponding Hydrates. Crystal Growth & Design. 2017-01-04. Vol. 17 (1). hlm. 214–220. doi:10.1021/acs.cgd.6b01449.
- ↑ Löffler G. and Petrides, P. E. Physiologische Chemie. 4 ed., p. 288, Springer, Berlin 1988, (in German)
- ↑ Löffler G. and Petrides, P. E. Physiologische Chemie. 4 ed., pp. 321–322, Springer, Berlin 1988, (in German)
- ↑ Gabaldón T. Peroxisome diversity and evolution. Philos Trans R Soc Lond B Biol Sci. 2010. Vol. 365 (1541). hlm. 765–73. doi:10.1098/rstb.2009.0240.
- ↑ Biochemistry of mammalian peroxisomes revisited. Annu. Rev. Biochem. 2006. Vol. 75 (1). hlm. 295–332. doi:10.1146/annurev.biochem.74.082803.133329.
- ↑ Nelson, David; Cox, Michael; Lehninger, Albert L. and Cox, Michael M. Lehninger Biochemie , pp. 663–664, Springer, 2001, (in German)
- ↑ Riley, Edward P. et al. (ed.) Fetal Alcoholspectrum Disorder Fasd: Management and Policy Perspectives , Wiley-VCH, 2010, p. 112
- ↑ Nelson, David; Cox, Michael; Lehninger, Albert L. and Cox, Michael M. Lehninger Biochemie, p. 932, Springer, 2001, (in German)
- ↑ Nelson, David; Cox, Michael; Lehninger, Albert L. and Cox, Michael M. Lehninger Biochemie, p. 932, Springer, 2001, (in German)
- ↑ M. Kröger. History. Chemie in Unserer Zeit. 1989. Vol. 23. hlm. 34–35. doi:10.1002/ciuz.19890230106.
- ↑ H. Schildknecht. The bombardier beetle and its chemical explosion. Angewandte Chemie. 1961. Vol. 73. hlm. 1–7. doi:10.1002/ange.19610730102.
- ↑ Weber CG. The Bombadier Beetle Myth Exploded. Creation/Evolution. Winter 1981. Vol. 2 (1). hlm. 1–5.
- ↑ Isaak, Mark. Bombardier Beetles and the Argument of Design. TalkOrigins Archive. May 30, 2003.
- ↑ Wie Pflanzen sich schützen, Helmholtz-Institute of Biochemical Plant Pathology (in German)
- ↑ Hydrogen peroxide sensing and signaling. Mol. Cell. April 2007. Vol. 26 (1). hlm. 1–14. doi:10.1016/j.molcel.2007.03.016.
- ↑ Richard Weindruch. Calorie Restriction and Aging. Scientific American. January 1996. hlm. 49–52.
- ↑ Hydrogen peroxide: a metabolic by-product or a common mediator of ageing signals?. Nat. Rev. Mol. Cell Biol. September 2007. Vol. 8 (9). hlm. 722–8. doi:10.1038/nrm2240.
- ↑ D. González. Oxidative Stress-Induced Caspases are Regulated in Human Myeloid HL-60 Cells by Calcium Signal. Current Signal Transduction Therapy. 2010. Vol. 5 (2). hlm. 181–186. doi:10.2174/157436210791112172.
- ↑ I Bejarano. Role of Calcium Signals on Hydrogen Peroxide-Induced Apoptosis in Human Myeloid HL-60 Cells. International Journal of Biomedical Science. 2009. Vol. 5 (3). hlm. 246–256.
- ↑ López-Lázaro M. Dual role of hydrogen peroxide in cancer: possible relevance to cancer chemoprevention and therapy. Cancer Lett. July 2007. Vol. 252 (1). hlm. 1–8. doi:10.1016/j.canlet.2006.10.029.
- ↑ R. Rapoport. A fluorometric assay for hydrogen peroxide, suitable for NAD(P)H-dependent superoxide generating redox systems. Anal Biochem. May 1994. Vol. 218 (2). hlm. 309–13. doi:10.1006/abio.1994.1183.
- ↑ Ronald Hage, Achim Lienke. Applications of Transition-Metal Catalysts to Textile and Wood-Pulp Bleaching. Angewandte Chemie International Edition. 2005. Vol. 45 (2). hlm. 206–222. doi:10.1002/anie.200500525.
- ↑ Jones, Craig W. Applications of hydrogen peroxide and its derivatives. Royal Society of Chemistry. 1999. ISBN 978-0-85404-536-5.
- ↑ Chemical degradation methods for wastes and pollutants environmental and industrial applications. M. Dekker. 2003. hlm. 165. ISBN 978-0-203-91255-3.
- ↑ Joseph J. Pignatello. Advanced Oxidation Processes for Organic Contaminant Destruction Based on the Fenton Reaction and Related Chemistry. Critical Reviews in Environmental Science and Technology. January 2006. Vol. 36 (1). hlm. 1–84. doi:10.1080/10643380500326564.
- ↑ Marc Pera-Titus. Degradation of chlorophenols by means of advanced oxidation processes: a general review. Applied Catalysis B: Environmental. February 2004. Vol. 47 (4). hlm. 219–256. doi:10.1016/j.apcatb.2003.09.010.
- ↑ Goor, G. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH. 2007. doi:10.1002/14356007.a13_443.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.
- ↑ Handbook of disinfectants and antiseptics. M. Dekker. 1996. hlm. 161. ISBN 978-0-8247-9524-5.
- ↑ W. A. Rutala. Disinfection and Sterilization in Health Care Facilities: What Clinicians Need to Know. Clinical Infectious Diseases. 1 September 2004. Vol. 39 (5). hlm. 702–709. doi:10.1086/423182.
- ↑ M.E. Falagas. Airborne hydrogen peroxide for disinfection of the hospital environment and infection control: a systematic review. Journal of Hospital Infection. July 2011. Vol. 78 (3). hlm. 171–177. doi:10.1016/j.jhin.2010.12.006.
- ↑ Disinfection, sterilization, and preservation. Lea & Febiger. 2000. hlm. 185–204. ISBN 978-0-683-30740-5.
- ↑ G McDonnell. Antiseptics and disinfectants: activity, action, and resistance. Clinical Microbiology Reviews. January 1999. Vol. 12 (1). hlm. 147–79. doi:10.1128/cmr.12.1.147.
- ↑ Disinfection, sterilization, and preservation. Lea & Febiger. 2000. hlm. 529–543. ISBN 978-0-683-30740-5.
- ↑ Sec. 184.1366 Hydrogen peroxide. U.S. Government Printing Office via GPO Access. 1 April 2001.
- ↑ R. Capizzi. Skin tolerability and efficacy of combination therapy with hydrogen peroxide stabilized cream and adapalene gel in comparison with benzoyl peroxide cream and adapalene gel in common acne. A randomized, investigator-masked, controlled trial. British Journal of Dermatology. 2004. Vol. 151 (2). hlm. 481–484. doi:10.1111/j.1365-2133.2004.06067.x.
- ↑ Nick Lane. Oxygen : the molecule that made the world. Oxford University Press. 2003. hlm. 117. ISBN 978-0-19-860783-0.
- ↑ Steven Shepherd. Brushing Up on Gum Disease. FDA Consumer.
- ↑ Archived copy.
- ↑ Archived copy.
- ↑ Peroxide Accident – Walter Web Site. Histarmar.com.ar.
- ↑ Richard Scott. Homing Instincts. Jane's Navy Steam Generated by Catalytic Decomposition of 80–90% Hydrogen Peroxide Was Used for Driving the Turbopump Turbines of the V-2 Rockets, the X-15 Rocketplanes, the Early Centaur RL-10 Engines and is Still Used on Soyuz for That Purpose Today. International. November 1997.
- ↑ Soyuz using hydrogen peroxide propellant (NASA website)
- ↑ Ways to use Hydrogen Peroxide in the Garden. Using Hydrogen Peroxide.
- ↑ Oxygation Unlocks Yield Potentials of Crops in Oxygen-Limited Soil Environments. 2005. Vol. 88. hlm. 313–377. doi:10.1016/S0065-2113(05)88008-3. ISBN 978-0-12-000786-8.
- ↑ FDA Approves Additional Indications for 35% PEROX-AID (hydrogen peroxide) for Use in Certain Finfish. FDA. 2019-07-26.
- ↑ Ben Greene. Hydrogen Peroxide Accidents and Incidents: What we can learn from history. NASA.
- ↑ Material Compatibility with Hydrogen Peroxide.
- ↑ Hydrogen Peroxide Mouthwash is it Safe?.
- ↑ Occupational Safety and Health Guideline for Hydrogen Peroxide.
- ↑ For example, see an MSDS for a 3% peroxide solution .
- ↑ H 2 O 2 toxicity and dangers Agency for Toxic Substances and Disease Registry website
- ↑ CRC Handbook of Chemistry and Physics, 76th Ed, 1995–1996
- ↑ CDC – Immediately Dangerous to Life or Health Concentrations (IDLH): Chemical Listing and Documentation of Revised IDLH Values – NIOSH Publications and Products. 25 October 2017.
- ↑ Occupational Safety and Health Guideline for Hydrogen Peroxide.
- ↑ Threshold Limit Values for Chemical Substances and Physical Agents & Biological Exposure Indices, ACGIH.
- ↑ Occupational Safety and Health Guideline for Hydrogen Peroxide.
- ↑ ATSDR – Redirect – MMG: Hydrogen Peroxide.
- ↑ Hydrogen peroxide disrupts scarless fetal wound repair. Wound Repair Regen. 2005. Vol. 13 (5). hlm. 513–9. doi:10.1111/j.1067-1927.2005.00072.x.
- ↑ Alvin Eng Kiat Loo. Effects of Hydrogen Peroxide on Wound Healing in Mice in Relation to Oxidative Damage. PLoS ONE. 13 November 2012. Vol. 7 (11). hlm. e49215. doi:10.1371/journal.pone.0049215.
- ↑ A Shaw. Gas embolism produced by hydrogen peroxide. N Engl J Med. 1967. Vol. 277 (5). hlm. 238–41. doi:10.1056/nejm196708032770504.
- ↑ Hydrogen peroxide: reminder of risk of gas embolism when used in surgery – GOV.UK. www.gov.uk.
- ↑ GA Rahman. Wound dressing where there is limitation of choice. Nigerian Journal of Surgical Research. 28 May 2010. Vol. 8 (3–4). doi:10.4314/njsr.v8i3-4.54882.
- ↑ K. Velding. Wound Care in Buruli Ulcer Disease in Ghana and Benin. American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. 9 June 2014. Vol. 91 (2). hlm. 313–318. doi:10.4269/ajtmh.13-0255.
- ↑ Hydrogen peroxide: health effects, incident management and toxicology.
- ↑ William Campbell Douglass. Hydrogen peroxide : medical miracle. Second Opinion Pub. 1995. ISBN 978-1-885236-07-4.
- ↑ Hydrogen Peroxide, 3%. 3. Hazards Identification Southeast Fisheries Science Center, daughter agency of NOAA.
- ↑ Questionable methods of cancer management: hydrogen peroxide and other 'hyperoxygenation' therapies. CA: A Cancer Journal for Clinicians. 1993. Vol. 43 (1). hlm. 47–56. doi:10.3322/canjclin.43.1.47.
- ↑ Anderson Cooper. A Prescription for Death?. CBS News. 12 January 2005.
- ↑ Barbara Mikkelson. Hydrogen Peroxide. Snopes.com. 30 April 2006.
- ↑ Naturopath Sentenced For Injecting Teen With Hydrogen Peroxide – 7NEWS Denver. Thedenverchannel.com. 2006-03-27.
- ↑ Barry Halliwell. Oxidative stress and cancer: have we moved forward?. Biochemical Journal. 1 January 2007. Vol. 401 (1). hlm. 1–11. doi:10.1042/BJ20061131.
- ↑ Hydrogen Peroxide, 3%. 3. Hazards Identification Southeast Fisheries Science Center, daughter agency of NOAA.
- ↑ Anderson Cooper. A Prescription for Death?. CBS News. 12 January 2005.
- ↑ Barbara Mikkelson. Hydrogen Peroxide. Snopes.com. 30 April 2006.
- ↑ Naturopath Sentenced For Injecting Teen With Hydrogen Peroxide – 7NEWS Denver. Thedenverchannel.com. 2006-03-27.
- ↑ Questionable methods of cancer management: hydrogen peroxide and other 'hyperoxygenation' therapies. CA: A Cancer Journal for Clinicians. 1993. Vol. 43 (1). hlm. 47–56. doi:10.3322/canjclin.43.1.47.
- ↑ Heeresversuchsstelle Kummersdorf UrbEx Forgotten & Abandoned. UrbEx Forgotten & Abandoned. 2008-03-23.
- ↑ The Nazi Doctors: Medical Killing and the Psychology of Genocide. Robert Jay Lifton.
- ↑ Explosion and fire in a hydrogen peroxide plant. ARIA. November 2007.
- ↑ Accident No: DCA-99-MZ-001. U.S National Transportation Safety Board.
- ↑ Sarah Wheaton. Bleach Spill Shuts Part of Times Square. The New York Times. 16 August 2010.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29612485 (2026-08-21T23:59:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.