Isotop teknesium: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 21355585; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''[[Teknesium]]''' ('''<sub>43</sub>Tc''') adalah salah satu dari dua unsur dengan yang tidak memiliki [[isotop]] [[Isotop stabil|stabil]]; unsur lainnya adalah [[prometium]]. Ia utamanya buatan, dengan hanya jumlah renik yang ada di alam dihasilkan oleh [[fisi spontan]] (diperkirakan ada gram <sup>99</sup>Tc per gram [[uraninit]]) atau [[Tangkapan neutron|penangkapan neutron]] oleh [[molibdenum]]. Isotop pertama yang disintesis adalah <sup>97</sup>Tc dan [[teknesium-99|<sup>99</sup>Tc]] pada tahun 1936, unsur buatan pertama yang diproduksi. [[Radionuklida|Radioisotop]] yang paling stabil adalah <sup>97</sup>Tc ([[waktu paruh]]: 4,21 juta tahun), <sup>98</sup>Tc (waktu paruh: 4,2 juta tahun), dan <sup>99</sup>Tc (waktu paruh: 211.100 tahun). | '''[[Teknesium]]''' ('''<sub>43</sub>Tc''') adalah salah satu dari dua unsur dengan yang tidak memiliki [[isotop]] [[Isotop stabil|stabil]]; unsur lainnya adalah [[prometium]].<ref>[http://publications.iupac.org/pac/pdf/2013/pdf/8505x1047.pdf Atomic weights of the elements 2011 (IUPAC Technical Report)]. IUPAC. hlm. 1059(13). – Unsur yang ditandai dengan * tidak memiliki isotop stabil: 43, 61, dan 83 ke atas.</ref> Ia utamanya buatan, dengan hanya jumlah renik yang ada di alam dihasilkan oleh [[fisi spontan]] (diperkirakan ada gram <sup>99</sup>Tc per gram [[uraninit]])<ref>J.P. Icenhower. ''The Geochemistry of Technetium: A Summary of the Behavior of an Artificial Element in the Natural Environment''. U.S. Department of Energy. 2008. hlm. 2.1.</ref> atau [[Tangkapan neutron|penangkapan neutron]] oleh [[molibdenum]]. Isotop pertama yang disintesis adalah <sup>97</sup>Tc dan [[teknesium-99|<sup>99</sup>Tc]] pada tahun 1936, unsur buatan pertama yang diproduksi. [[Radionuklida|Radioisotop]] yang paling stabil adalah <sup>97</sup>Tc ([[waktu paruh]]: 4,21 juta tahun), <sup>98</sup>Tc (waktu paruh: 4,2 juta tahun), dan <sup>99</sup>Tc (waktu paruh: 211.100 tahun).<ref>[https://www-nds.iaea.org/relnsd/vcharthtml/VChartHTML.html Livechart - Table of Nuclides - Nuclear structure and decay data]. ''www-nds.iaea.org''.</ref><ref>[https://www-nds.iaea.org/amdc/ame2016/nubase2016.txt Nubase 2016]. ''NDS IAEA''. 2017.</ref> | ||
Tiga puluh tiga radioisotop lainnya telah dikarakterisasi dengan [[massa atom]] berkisar antara <sup>85</sup>Tc hingga <sup>120</sup>Tc. Sebagian besar memiliki waktu paruh yang kurang dari satu jam; pengecualiannya adalah <sup>93</sup>Tc (waktu paruh: 2,75 jam), <sup>94</sup>Tc (waktu paruh: 4,883 jam), <sup>95</sup>Tc (waktu paruh: 20 jam), dan <sup>96</sup>Tc (waktu paruh: 4,28 hari). | Tiga puluh tiga radioisotop lainnya telah dikarakterisasi dengan [[massa atom]] berkisar antara <sup>85</sup>Tc hingga <sup>120</sup>Tc.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+teknesium&oldid=21355585 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebagian besar memiliki waktu paruh yang kurang dari satu jam; pengecualiannya adalah <sup>93</sup>Tc (waktu paruh: 2,75 jam), <sup>94</sup>Tc (waktu paruh: 4,883 jam), <sup>95</sup>Tc (waktu paruh: 20 jam), dan <sup>96</sup>Tc (waktu paruh: 4,28 hari).<ref>[https://environmentalchemistry.com/yogi/periodic/Tc-pg2.html Technetium]. EnvironmentalChemistry.com.</ref> | ||
Teknesium juga memiliki banyak [[Isomer nuklir|keadaan meta]]. <sup>97m</sup>Tc adalah yang paling stabil, dengan waktu paruh 91,0 hari (0,097 MeV). Ia diikuti oleh <sup>95m</sup>Tc (waktu paruh: 61 hari, 0,038 MeV) dan [[Teknesium-99m|<sup>99m</sup>Tc]] (waktu paruh: 6,04 jam, 0,143 MeV). <sup>99m</sup>Tc hanya memancarkan [[sinar gama]], kemudian meluruh menjadi <sup>99</sup>Tc. | Teknesium juga memiliki banyak [[Isomer nuklir|keadaan meta]]. <sup>97m</sup>Tc adalah yang paling stabil, dengan waktu paruh 91,0 hari (0,097 MeV).<ref>[https://www-nds.iaea.org/relnsd/vcharthtml/VChartHTML.html Livechart - Table of Nuclides - Nuclear structure and decay data]. ''www-nds.iaea.org''.</ref> Ia diikuti oleh <sup>95m</sup>Tc (waktu paruh: 61 hari, 0,038 MeV) dan [[Teknesium-99m|<sup>99m</sup>Tc]] (waktu paruh: 6,04 jam, 0,143 MeV). <sup>99m</sup>Tc hanya memancarkan [[sinar gama]], kemudian meluruh menjadi <sup>99</sup>Tc.<ref>[https://environmentalchemistry.com/yogi/periodic/Tc-pg2.html Technetium]. EnvironmentalChemistry.com.</ref> | ||
Untuk isotop yang lebih ringan dari <sup>98</sup>Tc, [[mode peluruhan]] utamanya adalah [[penangkapan elektron]] menjadi [[isotop molibdenum]]. Untuk isotop yang lebih berat, mode utamanya adalah [[Peluruhan beta|emisi beta]] menjadi [[isotop rutenium]], dengan pengecualian bahwa <sup>100</sup>Tc dapat meluruh baik dengan emisi beta maupun penangkapan elektron. | Untuk isotop yang lebih ringan dari <sup>98</sup>Tc, [[mode peluruhan]] utamanya adalah [[penangkapan elektron]] menjadi [[isotop molibdenum]]. Untuk isotop yang lebih berat, mode utamanya adalah [[Peluruhan beta|emisi beta]] menjadi [[isotop rutenium]], dengan pengecualian bahwa <sup>100</sup>Tc dapat meluruh baik dengan emisi beta maupun penangkapan elektron.<ref>[https://environmentalchemistry.com/yogi/periodic/Tc-pg2.html Technetium]. EnvironmentalChemistry.com.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+teknesium&oldid=21355585 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
[[Teknesium-99m|<sup>99m</sup>Tc]] adalah ciri khas isotop teknesium yang digunakan dalam industri [[kedokteran nuklir]]. [[Transisi isomerik]] berenergi rendah, yang menghasilkan sinar gama pada ~140.5 keV, sangat ideal untuk pencitraan menggunakan [[Tomografi komputer emisi foton tunggal|''Single Photon Emission Computed Tomography'' (SPECT)]]. Beberapa isotop teknesium, seperti <sup>94m</sup>Tc, <sup>95g</sup>Tc, dan <sup>96g</sup>Tc, yang dihasilkan melalui reaksi (p,n) menggunakan [[siklotron]] pada target [[molibdenum]], juga telah diidentifikasi sebagai agen [[Tomografi emisi positron|''Positron Emission Tomography'' (PET)]]. <sup>101</sup>Tc telah diproduksi menggunakan [[generator neutron]] berbasis [[Tenaga fusi#Deuterium|fusi D-D]] dari reaksi <sup>100</sup>Mo(n,γ)<sup>101</sup>Mo pada molibdenum alami dan [[Peluruhan beta|peluruhan beta-minus]] berikutnya dari <sup>101</sup>Mo menjadi <sup>101</sup>Tc. Meskipun waktu paruhnya lebih pendek (14,22 menit), <sup>101</sup>Tc menunjukkan karakteristik peluruhan unik yang cocok untuk prosedur diagnostik atau [[Radioterapi|terapeutik]] radioisotop, di mana telah diusulkan bahwa penerapannya, sebagai suplemen untuk pencitraan dual-isotop atau pengganti <sup>99m</sup>Tc, dapat dilakukan oleh produksi di tempat dan pengeluaran pada titik perawatan pasien. | [[Teknesium-99m|<sup>99m</sup>Tc]] adalah ciri khas isotop teknesium yang digunakan dalam industri [[kedokteran nuklir]]. [[Transisi isomerik]] berenergi rendah, yang menghasilkan sinar gama pada ~140.5 keV, sangat ideal untuk pencitraan menggunakan [[Tomografi komputer emisi foton tunggal|''Single Photon Emission Computed Tomography'' (SPECT)]]. Beberapa isotop teknesium, seperti <sup>94m</sup>Tc, <sup>95g</sup>Tc, dan <sup>96g</sup>Tc, yang dihasilkan melalui reaksi (p,n) menggunakan [[siklotron]] pada target [[molibdenum]], juga telah diidentifikasi sebagai agen [[Tomografi emisi positron|''Positron Emission Tomography'' (PET)]].<ref>H. M. Bigott. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/jlcr.2580440141 Production, processing and uses of 94mTc]. ''Journal of Labelled Compounds and Radiopharmaceuticals''. 2001. Vol. 44 (S1). hlm. S119–S121. doi:10.1002/jlcr.2580440141.</ref><ref>Thomas Morley. [https://jnm.snmjournals.org/content/52/supplement_1/290 Simple, rapid production of Tc-94m]. ''Journal of Nuclear Medicine''. 2011-05-01. Vol. 52 (supplement 1). hlm. 290.</ref><ref>Takehito Hayakawa. [https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2017.e00497 95g Tc and 96g Tc as alternatives to medical radioisotope 99m Tc]. ''Heliyon''. January 2018. Vol. 4 (1). hlm. e00497. doi:10.1016/j.heliyon.2017.e00497.</ref> <sup>101</sup>Tc telah diproduksi menggunakan [[generator neutron]] berbasis [[Tenaga fusi#Deuterium|fusi D-D]] dari reaksi <sup>100</sup>Mo(n,γ)<sup>101</sup>Mo pada molibdenum alami dan [[Peluruhan beta|peluruhan beta-minus]] berikutnya dari <sup>101</sup>Mo menjadi <sup>101</sup>Tc. Meskipun waktu paruhnya lebih pendek (14,22 menit), <sup>101</sup>Tc menunjukkan karakteristik peluruhan unik yang cocok untuk prosedur diagnostik atau [[Radioterapi|terapeutik]] radioisotop, di mana telah diusulkan bahwa penerapannya, sebagai suplemen untuk pencitraan dual-isotop atau pengganti <sup>99m</sup>Tc, dapat dilakukan oleh produksi di tempat dan pengeluaran pada titik perawatan pasien.<ref>Edward J. Mausolf. ''Fusion-Based Neutron Generator Production of Tc-99m and Tc-101: A Prospective Avenue to Technetium Theranostics''. ''Pharmaceuticals''. September 2021. Vol. 14 (9). hlm. 875. doi:10.3390/ph14090875.</ref> | ||
[[Teknesium-99|<sup>99</sup>Tc]] adalah isotop yang paling umum dan paling mudah tersedia, karena merupakan [[produk fisi]] utama dari fisi [[aktinida]] seperti [[uranium]] dan [[plutonium]] dengan [[hasil produk fisi]] 6% atau lebih, dan pada kenyataannya [[produk fisi berumur panjang]] yang paling signifikan. Isotop teknesium yang lebih ringan hampir tidak pernah diproduksi dalam fisi karena produk fisi awal biasanya memiliki rasio neutron/proton yang lebih tinggi daripada yang stabil untuk rentang massanya, dan oleh karena itu mengalami [[peluruhan beta]] hingga mencapai produk akhir. Peluruhan beta produk fisi massa 95-98 berhenti di [[isotop molibdenum]] yang stabil dari massa tersebut dan tidak mencapai teknesium. Untuk massa 100 dan lebih besar, isotop teknesium dari massa tersebut berumur sangat pendek dan cepat meluruh menjadi [[isotop rutenium]]. Oleh karena itu, teknesium dalam [[bahan bakar nuklir bekas]] hampir semuanya merupakan <sup>99</sup>Tc. Dengan adanya [[neutron cepat]], sejumlah kecil <sup>98</sup>Tc akan dihasilkan oleh reaksi "''knockout''" (n,2n). Jika [[Transmutasi|transmutasi nuklir]] dari teknesium yang diturunkan dari fisi atau limbah teknesium dari aplikasi medis diinginkan, neutron cepat menjadi tidak diinginkan karena <sup>98</sup>Tc yang berumur panjang akan meningkat daripada mengurangi umur panjang radioaktivitas dalam material. | [[Teknesium-99|<sup>99</sup>Tc]] adalah isotop yang paling umum dan paling mudah tersedia, karena merupakan [[produk fisi]] utama dari fisi [[aktinida]] seperti [[uranium]] dan [[plutonium]] dengan [[hasil produk fisi]] 6% atau lebih, dan pada kenyataannya [[produk fisi berumur panjang]] yang paling signifikan. Isotop teknesium yang lebih ringan hampir tidak pernah diproduksi dalam fisi karena produk fisi awal biasanya memiliki rasio neutron/proton yang lebih tinggi daripada yang stabil untuk rentang massanya, dan oleh karena itu mengalami [[peluruhan beta]] hingga mencapai produk akhir. Peluruhan beta produk fisi massa 95-98 berhenti di [[isotop molibdenum]] yang stabil dari massa tersebut dan tidak mencapai teknesium. Untuk massa 100 dan lebih besar, isotop teknesium dari massa tersebut berumur sangat pendek dan cepat meluruh menjadi [[isotop rutenium]]. Oleh karena itu, teknesium dalam [[bahan bakar nuklir bekas]] hampir semuanya merupakan <sup>99</sup>Tc. Dengan adanya [[neutron cepat]], sejumlah kecil <sup>98</sup>Tc akan dihasilkan oleh reaksi "''knockout''" (n,2n). Jika [[Transmutasi|transmutasi nuklir]] dari teknesium yang diturunkan dari fisi atau limbah teknesium dari aplikasi medis diinginkan, neutron cepat menjadi tidak diinginkan karena <sup>98</sup>Tc yang berumur panjang akan meningkat daripada mengurangi umur panjang radioaktivitas dalam material. | ||
Satu gram <sup>99</sup>Tc menghasilkan disintegrasi per detik (0,62 G[[Becquerel|Bq]]/g). | Satu gram <sup>99</sup>Tc menghasilkan disintegrasi per detik (0,62 G[[Becquerel|Bq]]/g).<ref>''The Encyclopedia of the Chemical Elements'', hlm. 693, "Toxicology", paragraph 2</ref> | ||
Teknesium tidak memiliki isotop yang stabil atau hampir stabil, dan dengan demikian [[berat atom standar]]nya tidak dapat diberikan. | Teknesium tidak memiliki isotop yang stabil atau hampir stabil, dan dengan demikian [[berat atom standar]]nya tidak dapat diberikan. | ||
==Daftar isotop== | ==Daftar isotop== | ||
|- | |||
| rowspan=3|<sup>85</sup>Tc | | rowspan=3|<sup>85</sup>Tc | ||
| rowspan=3 style="text-align:right" | 43 | | rowspan=3 style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 27: | Baris 26: | ||
| rowspan=3|1/2−# | | rowspan=3|1/2−# | ||
| rowspan=3 | | | rowspan=3 | | ||
|- | |||
| [[Emisi proton|p]] | | [[Emisi proton|p]] | ||
| <sup>84</sup>Mo | | <sup>84</sup>Mo | ||
|- | |||
| β<sup>+</sup>, p | | β<sup>+</sup>, p | ||
| <sup>84</sup>Nb | | <sup>84</sup>Nb | ||
|- | |||
| <sup>86</sup>Tc | | <sup>86</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 43: | Baris 42: | ||
| (0+) | | (0+) | ||
| | | | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>86m</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>86m</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 1500(150) keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1500(150) keV | ||
| Baris 51: | Baris 50: | ||
| (5+, 5−) | | (5+, 5−) | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>87</sup>Tc | | <sup>87</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 61: | Baris 60: | ||
| 1/2−# | | 1/2−# | ||
| | | | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>87m</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>87m</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 20(60)# keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 20(60)# keV | ||
| Baris 69: | Baris 68: | ||
| 9/2+# | | 9/2+# | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>88</sup>Tc | | <sup>88</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 79: | Baris 78: | ||
| (2, 3) | | (2, 3) | ||
| | | | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>88m</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>88m</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 0(300)# keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 0(300)# keV | ||
| Baris 87: | Baris 86: | ||
| (6, 7, 8) | | (6, 7, 8) | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>89</sup>Tc | | <sup>89</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 97: | Baris 96: | ||
| (9/2+) | | (9/2+) | ||
| | | | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>89m</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>89m</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 62,6(5) keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 62,6(5) keV | ||
| Baris 105: | Baris 104: | ||
| (1/2−) | | (1/2−) | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>90</sup>Tc | | <sup>90</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 115: | Baris 114: | ||
| 1+ | | 1+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>90m</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>90m</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 310(390) keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 310(390) keV | ||
| Baris 123: | Baris 122: | ||
| (8+) | | (8+) | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>91</sup>Tc | | <sup>91</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 133: | Baris 132: | ||
| (9/2)+ | | (9/2)+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>91m</sup>Tc | | rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>91m</sup>Tc | ||
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 139,3(3) keV | | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 139,3(3) keV | ||
| Baris 141: | Baris 140: | ||
| rowspan=2|(1/2)− | | rowspan=2|(1/2)− | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| [[Transisi isomerik|IT]] (1%) | | [[Transisi isomerik|IT]] (1%) | ||
| <sup>91</sup>Tc | | <sup>91</sup>Tc | ||
|- | |||
| <sup>92</sup>Tc | | <sup>92</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 154: | Baris 153: | ||
| (8)+ | | (8)+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>92m</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>92m</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 270,15(11) keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 270,15(11) keV | ||
| Baris 162: | Baris 161: | ||
| (4+) | | (4+) | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>93</sup>Tc | | <sup>93</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 172: | Baris 171: | ||
| 9/2+ | | 9/2+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>93m1</sup>Tc | | rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>93m1</sup>Tc | ||
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 391,84(8) keV | | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 391,84(8) keV | ||
| Baris 180: | Baris 179: | ||
| rowspan=2|1/2− | | rowspan=2|1/2− | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| β<sup>+</sup> (23,4%) | | β<sup>+</sup> (23,4%) | ||
| <sup>93</sup>Mo | | <sup>93</sup>Mo | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>93m2</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>93m2</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 2185,16(15) keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2185,16(15) keV | ||
| Baris 191: | Baris 190: | ||
| (17/2)− | | (17/2)− | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>94</sup>Tc | | <sup>94</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 201: | Baris 200: | ||
| 7+ | | 7+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>94m</sup>Tc | | rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>94m</sup>Tc | ||
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 75,5(19) keV | | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 75,5(19) keV | ||
| Baris 209: | Baris 208: | ||
| rowspan=2|(2)+ | | rowspan=2|(2)+ | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| IT (0,1%) | | IT (0,1%) | ||
| <sup>94</sup>Tc | | <sup>94</sup>Tc | ||
|- | |||
| <sup>95</sup>Tc | | <sup>95</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 222: | Baris 221: | ||
| 9/2+ | | 9/2+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>95m</sup>Tc | | rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>95m</sup>Tc | ||
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 38,89(5) keV | | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 38,89(5) keV | ||
| Baris 230: | Baris 229: | ||
| rowspan=2|1/2− | | rowspan=2|1/2− | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| IT (3,88%) | | IT (3,88%) | ||
| <sup>95</sup>Tc | | <sup>95</sup>Tc | ||
|- | |||
| <sup>96</sup>Tc | | <sup>96</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 243: | Baris 242: | ||
| 7+ | | 7+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>96m</sup>Tc | | rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>96m</sup>Tc | ||
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 34,28(7) keV | | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 34,28(7) keV | ||
| Baris 251: | Baris 250: | ||
| rowspan=2|4+ | | rowspan=2|4+ | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| β<sup>+</sup> (2%) | | β<sup>+</sup> (2%) | ||
| '''<sup>96</sup>Mo''' | | '''<sup>96</sup>Mo''' | ||
|- | |||
| <sup>97</sup>Tc | | <sup>97</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 264: | Baris 263: | ||
| 9/2+ | | 9/2+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>97m</sup>Tc | | rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>97m</sup>Tc | ||
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 96,56(6) keV | | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 96,56(6) keV | ||
| Baris 272: | Baris 271: | ||
| rowspan=2|1/2− | | rowspan=2|1/2− | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| EC (0,34%) | | EC (0,34%) | ||
| '''<sup>97</sup>Mo''' | | '''<sup>97</sup>Mo''' | ||
|- | |||
| <sup>98</sup>Tc | | <sup>98</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 285: | Baris 284: | ||
| (6)+ | | (6)+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>98m</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>98m</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 90,76(16) keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 90,76(16) keV | ||
| Baris 293: | Baris 292: | ||
| (2)− | | (2)− | ||
| | | | ||
|- | |||
| [[Teknesium-99|<sup>99</sup>Tc]] | | [[Teknesium-99|<sup>99</sup>Tc]]<ref>Produk fisi berumur panjang</ref> | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| style="text-align:right" | 56 | | style="text-align:right" | 56 | ||
| Baris 303: | Baris 302: | ||
| 9/2+ | | 9/2+ | ||
| renik | | renik | ||
|- | |||
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | [[Teknesium-99m|<sup>99m</sup>Tc]] | | rowspan=2 style="text-indent:1em" | [[Teknesium-99m|<sup>99m</sup>Tc]]<ref>Digunakan dalam kedokteran</ref> | ||
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 142,6832(11) keV | | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 142,6832(11) keV | ||
| rowspan=2|6,0067(5) jam | | rowspan=2|6,0067(5) jam | ||
| Baris 311: | Baris 310: | ||
| rowspan=2|1/2− | | rowspan=2|1/2− | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| β<sup>−</sup> (0,0037%) | | β<sup>−</sup> (0,0037%) | ||
| '''<sup>99</sup>Ru''' | | '''<sup>99</sup>Ru''' | ||
|- | |||
| rowspan=2|<sup>100</sup>Tc | | rowspan=2|<sup>100</sup>Tc | ||
| rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | | rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 324: | Baris 323: | ||
| rowspan=2|1+ | | rowspan=2|1+ | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| EC (0,0018%) | | EC (0,0018%) | ||
| '''''<sup>100</sup>Mo''''' | | '''''<sup>100</sup>Mo''''' | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>100m1</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>100m1</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 200,67(4) keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 200,67(4) keV | ||
| Baris 335: | Baris 334: | ||
| (4)+ | | (4)+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>100m2</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>100m2</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 243,96(4) keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 243,96(4) keV | ||
| Baris 343: | Baris 342: | ||
| (6)+ | | (6)+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>101</sup>Tc | | <sup>101</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 353: | Baris 352: | ||
| 9/2+ | | 9/2+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>101m</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>101m</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 207,53(4) keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 207,53(4) keV | ||
| Baris 361: | Baris 360: | ||
| 1/2− | | 1/2− | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>102</sup>Tc | | <sup>102</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 371: | Baris 370: | ||
| 1+ | | 1+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>102m</sup>Tc | | rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>102m</sup>Tc | ||
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 20(10) keV | | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 20(10) keV | ||
| Baris 379: | Baris 378: | ||
| rowspan=2|(4, 5) | | rowspan=2|(4, 5) | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| IT (2%) | | IT (2%) | ||
| <sup>102</sup>Tc | | <sup>102</sup>Tc | ||
|- | |||
| <sup>103</sup>Tc | | <sup>103</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 392: | Baris 391: | ||
| 5/2+ | | 5/2+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>104</sup>Tc | | <sup>104</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 402: | Baris 401: | ||
| (3+)# | | (3+)# | ||
| | | | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>104m1</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>104m1</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 69,7(2) keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 69,7(2) keV | ||
| Baris 410: | Baris 409: | ||
| 2(+) | | 2(+) | ||
| | | | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>104m2</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>104m2</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 106,1(3) keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 106,1(3) keV | ||
| Baris 418: | Baris 417: | ||
| (+) | | (+) | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>105</sup>Tc | | <sup>105</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 428: | Baris 427: | ||
| (3/2−) | | (3/2−) | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>106</sup>Tc | | <sup>106</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 438: | Baris 437: | ||
| (1, 2) | | (1, 2) | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>107</sup>Tc | | <sup>107</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 448: | Baris 447: | ||
| (3/2−) | | (3/2−) | ||
| | | | ||
|- | |||
| style="text-indent:1em" | <sup>107m</sup>Tc | | style="text-indent:1em" | <sup>107m</sup>Tc | ||
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 65,7(10) keV | | colspan="3" style="text-indent:2em" | 65,7(10) keV | ||
| Baris 456: | Baris 455: | ||
| (5/2−) | | (5/2−) | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>108</sup>Tc | | <sup>108</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 466: | Baris 465: | ||
| (2)+ | | (2)+ | ||
| | | | ||
|- | |||
| rowspan=2|<sup>109</sup>Tc | | rowspan=2|<sup>109</sup>Tc | ||
| rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | | rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 476: | Baris 475: | ||
| rowspan=2|3/2−# | | rowspan=2|3/2−# | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| β<sup>−</sup>, [[Emisi neutron|n]] (0,08%) | | β<sup>−</sup>, [[Emisi neutron|n]] (0,08%) | ||
| <sup>108</sup>Ru | | <sup>108</sup>Ru | ||
|- | |||
| rowspan=2|<sup>110</sup>Tc | | rowspan=2|<sup>110</sup>Tc | ||
| rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | | rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 489: | Baris 488: | ||
| rowspan=2|(2+) | | rowspan=2|(2+) | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| β<sup>−</sup>, n (0,04%) | | β<sup>−</sup>, n (0,04%) | ||
| <sup>109</sup>Ru | | <sup>109</sup>Ru | ||
|- | |||
| rowspan=2|<sup>111</sup>Tc | | rowspan=2|<sup>111</sup>Tc | ||
| rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | | rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 502: | Baris 501: | ||
| rowspan=2|3/2−# | | rowspan=2|3/2−# | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| β<sup>−</sup>, n (0,85%) | | β<sup>−</sup>, n (0,85%) | ||
| <sup>110</sup>Ru | | <sup>110</sup>Ru | ||
|- | |||
| rowspan=2|<sup>112</sup>Tc | | rowspan=2|<sup>112</sup>Tc | ||
| rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | | rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 515: | Baris 514: | ||
| rowspan=2|2+# | | rowspan=2|2+# | ||
| rowspan=2| | | rowspan=2| | ||
|- | |||
| β<sup>−</sup>, n (2,6%) | | β<sup>−</sup>, n (2,6%) | ||
| <sup>111</sup>Ru | | <sup>111</sup>Ru | ||
|- | |||
| <sup>113</sup>Tc | | <sup>113</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 528: | Baris 527: | ||
| 3/2−# | | 3/2−# | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>114</sup>Tc | | <sup>114</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 538: | Baris 537: | ||
| 2+# | | 2+# | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>115</sup>Tc | | <sup>115</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 548: | Baris 547: | ||
| 3/2−# | | 3/2−# | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>116</sup>Tc | | <sup>116</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 558: | Baris 557: | ||
| 2+# | | 2+# | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>117</sup>Tc | | <sup>117</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 568: | Baris 567: | ||
| 3/2−# | | 3/2−# | ||
| | | | ||
|- | |||
| <sup>118</sup>Tc | | <sup>118</sup>Tc | ||
| style="text-align:right" | 43 | | style="text-align:right" | 43 | ||
| Baris 578: | Baris 577: | ||
| 2+# | | 2+# | ||
| | | | ||
==Stabilitas isotop teknesium== | ==Stabilitas isotop teknesium== | ||
Teknesium dan [[Isotop prometium#Stabilitas isotop prometium|prometium]] adalah unsur ringan yang tidak biasa karena tidak memiliki [[isotop stabil]]. Dengan menggunakan [[Rumus massa semi-empiris|model tetesan cair]] untuk inti atom, seseorang dapat memperoleh rumus semiempiris untuk energi pengikatan sebuah inti. Rumus ini memprediksi "[[Lembah kestabilan nuklir|lembah kestabilan beta]]" di mana [[nuklida]] tidak mengalami peluruhan beta. Nuklida yang terletak "di dinding" lembah cenderung meluruh dengan [[peluruhan beta]] menuju pusat (dengan memancarkan elektron, [[Emisi positron|memancarkan positron]], atau [[Penangkapan elektron|menangkap elektron]]). Untuk jumlah nukleon ''A'' yang tetap, energi pengikatan terletak pada satu atau lebih [[parabola]], dengan nuklida paling stabil di bagian bawah. Nukleon dapat memiliki lebih dari satu parabola karena isotop dengan [[Nomor atom|jumlah proton]] genap dan [[jumlah neutron]] genap lebih stabil daripada isotop dengan jumlah proton ganjil dan jumlah neutron ganjil. Peluruhan beta tunggal kemudian mengubah yang satu menjadi yang lain. Ketika hanya ada satu parabola, hanya ada satu isotop stabil yang terletak pada parabola itu. Ketika ada dua parabola, yaitu ketika jumlah nukleon genap, inti yang stabil dengan jumlah proton ganjil dan jumlah neutron ganjil dapat terjadi (walaupun ini hanya terjadi dalam empat kasus: [[deuterium|<sup>2</sup>H]], [[litium-6|<sup>6</sup>Li]], [[boron-10|<sup>10</sup>B]], dan [[nitrogen-14|<sup>14</sup>N]]). Namun, jika ini terjadi, tidak akan ada isotop stabil dengan jumlah proton genap dan jumlah neutron genap. (Lihat [[garis kestabilan beta]]). | Teknesium dan [[Isotop prometium#Stabilitas isotop prometium|prometium]] adalah unsur ringan yang tidak biasa karena tidak memiliki [[isotop stabil]]. Dengan menggunakan [[Rumus massa semi-empiris|model tetesan cair]] untuk inti atom, seseorang dapat memperoleh rumus semiempiris untuk energi pengikatan sebuah inti. Rumus ini memprediksi "[[Lembah kestabilan nuklir|lembah kestabilan beta]]" di mana [[nuklida]] tidak mengalami peluruhan beta. Nuklida yang terletak "di dinding" lembah cenderung meluruh dengan [[peluruhan beta]] menuju pusat (dengan memancarkan elektron, [[Emisi positron|memancarkan positron]], atau [[Penangkapan elektron|menangkap elektron]]). Untuk jumlah nukleon ''A'' yang tetap, energi pengikatan terletak pada satu atau lebih [[parabola]], dengan nuklida paling stabil di bagian bawah. Nukleon dapat memiliki lebih dari satu parabola karena isotop dengan [[Nomor atom|jumlah proton]] genap dan [[jumlah neutron]] genap lebih stabil daripada isotop dengan jumlah proton ganjil dan jumlah neutron ganjil. Peluruhan beta tunggal kemudian mengubah yang satu menjadi yang lain. Ketika hanya ada satu parabola, hanya ada satu isotop stabil yang terletak pada parabola itu. Ketika ada dua parabola, yaitu ketika jumlah nukleon genap, inti yang stabil dengan jumlah proton ganjil dan jumlah neutron ganjil dapat terjadi (walaupun ini hanya terjadi dalam empat kasus: [[deuterium|<sup>2</sup>H]], [[litium-6|<sup>6</sup>Li]], [[boron-10|<sup>10</sup>B]], dan [[nitrogen-14|<sup>14</sup>N]]). Namun, jika ini terjadi, tidak akan ada isotop stabil dengan jumlah proton genap dan jumlah neutron genap. (Lihat [[garis kestabilan beta]]). | ||
Untuk teknesium (''Z'' = 43), lembah kestabilan beta berpusat di sekitar 98 nukleon. Namun, untuk setiap jumlah nukleon dari 94 hingga 102, sudah ada setidaknya satu nuklida stabil baik [[isotop molibdenum|molibdenum]] (''Z'' = 42) atau [[isotop rutenium|rutenium]] (''Z'' = 44), dan [[aturan isobar Mattauch]] menyatakan bahwa dua [[isobar (nuklida)|isobar]] yang berdekatan, tidak dapat untuk keduanya menjadi stabil. Untuk isotop dengan jumlah nukleon ganjil, aturan ini segera menyingkirkan isotop stabil teknesium, karena hanya ada satu nuklida stabil dengan jumlah nukleon ganjil tetap. Untuk isotop dengan jumlah nukleon genap, karena teknesium memiliki jumlah proton ganjil, setiap isotop juga harus memiliki jumlah neutron ganjil. Dalam kasus seperti ini, keberadaan nuklida stabil yang memiliki jumlah nukleon yang sama dan jumlah proton yang genap menyingkirkan kemungkinan adanya inti yang stabil. | Untuk teknesium (''Z'' = 43), lembah kestabilan beta berpusat di sekitar 98 nukleon. Namun, untuk setiap jumlah nukleon dari 94 hingga 102, sudah ada setidaknya satu nuklida stabil baik [[isotop molibdenum|molibdenum]] (''Z'' = 42) atau [[isotop rutenium|rutenium]] (''Z'' = 44), dan [[aturan isobar Mattauch]] menyatakan bahwa dua [[isobar (nuklida)|isobar]] yang berdekatan, tidak dapat untuk keduanya menjadi stabil.<ref>E.V. Johnstone. [https://www.osti.gov/biblio/1368098 Technetium, the first radioelement on the periodic table]. ''Journal of Chemical Education''. 2017. Vol. 94 (3). hlm. 320–326. doi:10.1021/acs.jchemed.6b00343.</ref> Untuk isotop dengan jumlah nukleon ganjil, aturan ini segera menyingkirkan isotop stabil teknesium, karena hanya ada satu nuklida stabil dengan jumlah nukleon ganjil tetap. Untuk isotop dengan jumlah nukleon genap, karena teknesium memiliki jumlah proton ganjil, setiap isotop juga harus memiliki jumlah neutron ganjil. Dalam kasus seperti ini, keberadaan nuklida stabil yang memiliki jumlah nukleon yang sama dan jumlah proton yang genap menyingkirkan kemungkinan adanya inti yang stabil.<ref>E.V. Johnstone. [https://www.osti.gov/biblio/1368098 Technetium, the first radioelement on the periodic table]. ''Journal of Chemical Education''. 2017. Vol. 94 (3). hlm. 320–326. doi:10.1021/acs.jchemed.6b00343.</ref><ref>''Radiochemistry and Nuclear Chemistry''</ref> | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+teknesium&oldid=21355585 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 21355585 (2022-07-09T09:55:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+teknesium&oldid=21355585 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 21355585 (2022-07-09T09:55:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 08.56
Teknesium (43Tc) adalah salah satu dari dua unsur dengan yang tidak memiliki isotop stabil; unsur lainnya adalah prometium.[1] Ia utamanya buatan, dengan hanya jumlah renik yang ada di alam dihasilkan oleh fisi spontan (diperkirakan ada gram 99Tc per gram uraninit)[2] atau penangkapan neutron oleh molibdenum. Isotop pertama yang disintesis adalah 97Tc dan 99Tc pada tahun 1936, unsur buatan pertama yang diproduksi. Radioisotop yang paling stabil adalah 97Tc (waktu paruh: 4,21 juta tahun), 98Tc (waktu paruh: 4,2 juta tahun), dan 99Tc (waktu paruh: 211.100 tahun).[3][4]
Tiga puluh tiga radioisotop lainnya telah dikarakterisasi dengan massa atom berkisar antara 85Tc hingga 120Tc.[5] Sebagian besar memiliki waktu paruh yang kurang dari satu jam; pengecualiannya adalah 93Tc (waktu paruh: 2,75 jam), 94Tc (waktu paruh: 4,883 jam), 95Tc (waktu paruh: 20 jam), dan 96Tc (waktu paruh: 4,28 hari).[6]
Teknesium juga memiliki banyak keadaan meta. 97mTc adalah yang paling stabil, dengan waktu paruh 91,0 hari (0,097 MeV).[7] Ia diikuti oleh 95mTc (waktu paruh: 61 hari, 0,038 MeV) dan 99mTc (waktu paruh: 6,04 jam, 0,143 MeV). 99mTc hanya memancarkan sinar gama, kemudian meluruh menjadi 99Tc.[8]
Untuk isotop yang lebih ringan dari 98Tc, mode peluruhan utamanya adalah penangkapan elektron menjadi isotop molibdenum. Untuk isotop yang lebih berat, mode utamanya adalah emisi beta menjadi isotop rutenium, dengan pengecualian bahwa 100Tc dapat meluruh baik dengan emisi beta maupun penangkapan elektron.[9][10]
99mTc adalah ciri khas isotop teknesium yang digunakan dalam industri kedokteran nuklir. Transisi isomerik berenergi rendah, yang menghasilkan sinar gama pada ~140.5 keV, sangat ideal untuk pencitraan menggunakan Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT). Beberapa isotop teknesium, seperti 94mTc, 95gTc, dan 96gTc, yang dihasilkan melalui reaksi (p,n) menggunakan siklotron pada target molibdenum, juga telah diidentifikasi sebagai agen Positron Emission Tomography (PET).[11][12][13] 101Tc telah diproduksi menggunakan generator neutron berbasis fusi D-D dari reaksi 100Mo(n,γ)101Mo pada molibdenum alami dan peluruhan beta-minus berikutnya dari 101Mo menjadi 101Tc. Meskipun waktu paruhnya lebih pendek (14,22 menit), 101Tc menunjukkan karakteristik peluruhan unik yang cocok untuk prosedur diagnostik atau terapeutik radioisotop, di mana telah diusulkan bahwa penerapannya, sebagai suplemen untuk pencitraan dual-isotop atau pengganti 99mTc, dapat dilakukan oleh produksi di tempat dan pengeluaran pada titik perawatan pasien.[14]
99Tc adalah isotop yang paling umum dan paling mudah tersedia, karena merupakan produk fisi utama dari fisi aktinida seperti uranium dan plutonium dengan hasil produk fisi 6% atau lebih, dan pada kenyataannya produk fisi berumur panjang yang paling signifikan. Isotop teknesium yang lebih ringan hampir tidak pernah diproduksi dalam fisi karena produk fisi awal biasanya memiliki rasio neutron/proton yang lebih tinggi daripada yang stabil untuk rentang massanya, dan oleh karena itu mengalami peluruhan beta hingga mencapai produk akhir. Peluruhan beta produk fisi massa 95-98 berhenti di isotop molibdenum yang stabil dari massa tersebut dan tidak mencapai teknesium. Untuk massa 100 dan lebih besar, isotop teknesium dari massa tersebut berumur sangat pendek dan cepat meluruh menjadi isotop rutenium. Oleh karena itu, teknesium dalam bahan bakar nuklir bekas hampir semuanya merupakan 99Tc. Dengan adanya neutron cepat, sejumlah kecil 98Tc akan dihasilkan oleh reaksi "knockout" (n,2n). Jika transmutasi nuklir dari teknesium yang diturunkan dari fisi atau limbah teknesium dari aplikasi medis diinginkan, neutron cepat menjadi tidak diinginkan karena 98Tc yang berumur panjang akan meningkat daripada mengurangi umur panjang radioaktivitas dalam material.
Satu gram 99Tc menghasilkan disintegrasi per detik (0,62 GBq/g).[15]
Teknesium tidak memiliki isotop yang stabil atau hampir stabil, dan dengan demikian berat atom standarnya tidak dapat diberikan.
Daftar isotop
|- | rowspan=3|85Tc | rowspan=3 style="text-align:right" | 43 | rowspan=3 style="text-align:right" | 42 | rowspan=3|84,94883(43)# | rowspan=3|<110 ndtk | β+ | 85Mo | rowspan=3|1/2−# | rowspan=3 | |- | p | 84Mo |- | β+, p | 84Nb |- | 86Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 43 | 85,94288(32)# | 55(6) mdtk | β+ | 86Mo | (0+) | |- | style="text-indent:1em" | 86mTc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 1500(150) keV | 1,11(21) µdtk | | | (5+, 5−) | |- | 87Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 44 | 86,93653(32)# | 2,18(16) dtk | β+ | 87Mo | 1/2−# | |- | style="text-indent:1em" | 87mTc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 20(60)# keV | 2# dtk | | | 9/2+# | |- | 88Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 45 | 87,93268(22)# | 5,8(2) dtk | β+ | 88Mo | (2, 3) | |- | style="text-indent:1em" | 88mTc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 0(300)# keV | 6,4(8) dtk | β+ | 88Mo | (6, 7, 8) | |- | 89Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 46 | 88,92717(22)# | 12,8(9) dtk | β+ | 89Mo | (9/2+) | |- | style="text-indent:1em" | 89mTc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 62,6(5) keV | 12,9(8) dtk | β+ | 89Mo | (1/2−) | |- | 90Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 47 | 89,92356(26) | 8,7(2) dtk | β+ | 90Mo | 1+ | |- | style="text-indent:1em" | 90mTc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 310(390) keV | 49,2(4) dtk | β+ | 90Mo | (8+) | |- | 91Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 48 | 90,91843(22) | 3,14(2) mnt | β+ | 91Mo | (9/2)+ | |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 91mTc | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 139,3(3) keV | rowspan=2|3,3(1) mnt | β+ (99%) | 91Mo | rowspan=2|(1/2)− | rowspan=2| |- | IT (1%) | 91Tc |- | 92Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 49 | 91,915260(28) | 4,25(15) mnt | β+ | 92Mo | (8)+ | |- | style="text-indent:1em" | 92mTc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 270,15(11) keV | 1,03(7) µdtk | | | (4+) | |- | 93Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 50 | 92,910249(4) | 2,75(5) jam | β+ | 93Mo | 9/2+ | |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 93m1Tc | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 391,84(8) keV | rowspan=2|43,5(10) mnt | IT (76,6%) | 93Tc | rowspan=2|1/2− | rowspan=2| |- | β+ (23,4%) | 93Mo |- | style="text-indent:1em" | 93m2Tc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2185,16(15) keV | 10,2(3) µdtk | | | (17/2)− | |- | 94Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 51 | 93,909657(5) | 293(1) mnt | β+ | 94Mo | 7+ | |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 94mTc | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 75,5(19) keV | rowspan=2|52,0(10) mnt | β+ (99,9%) | 94Mo | rowspan=2|(2)+ | rowspan=2| |- | IT (0,1%) | 94Tc |- | 95Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 52 | 94,907657(6) | 20,0(1) jam | β+ | 95Mo | 9/2+ | |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 95mTc | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 38,89(5) keV | rowspan=2|61(2) hri | β+ (96,12%) | 95Mo | rowspan=2|1/2− | rowspan=2| |- | IT (3,88%) | 95Tc |- | 96Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 53 | 95,907871(6) | 4,28(7) hri | β+ | 96Mo | 7+ | |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 96mTc | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 34,28(7) keV | rowspan=2|51,5(10) mnt | IT (98%) | 96Tc | rowspan=2|4+ | rowspan=2| |- | β+ (2%) | 96Mo |- | 97Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 54 | 96,906365(5) | 4,21 thn | EC | 97Mo | 9/2+ | |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 97mTc | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 96,56(6) keV | rowspan=2|91,0(6) hri | IT (99,66%) | 97Tc | rowspan=2|1/2− | rowspan=2| |- | EC (0,34%) | 97Mo |- | 98Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 55 | 97,907216(4) | 4,2 thn | β− | 98Ru | (6)+ | |- | style="text-indent:1em" | 98mTc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 90,76(16) keV | 14,7(3) µdtk | | | (2)− | |- | 99Tc[16] | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 56 | 98,9062547(21) | 2,111(12) thn | β− | 99Ru | 9/2+ | renik |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 99mTc[17] | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 142,6832(11) keV | rowspan=2|6,0067(5) jam | IT (99,99%) | 99Tc | rowspan=2|1/2− | rowspan=2| |- | β− (0,0037%) | 99Ru |- | rowspan=2|100Tc | rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | rowspan=2 style="text-align:right" | 57 | rowspan=2|99,9076578(24) | rowspan=2|15,8(1) dtk | β− (99,99%) | 100Ru | rowspan=2|1+ | rowspan=2| |- | EC (0,0018%) | 100Mo |- | style="text-indent:1em" | 100m1Tc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 200,67(4) keV | 8,32(14) µdtk | | | (4)+ | |- | style="text-indent:1em" | 100m2Tc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 243,96(4) keV | 3,2(2) µdtk | | | (6)+ | |- | 101Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 58 | 100,907315(26) | 14,22(1) mnt | β− | 101Ru | 9/2+ | |- | style="text-indent:1em" | 101mTc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 207,53(4) keV | 636(8) µdtk | | | 1/2− | |- | 102Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 59 | 101,909215(10) | 5,28(15) dtk | β− | 102Ru | 1+ | |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 102mTc | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 20(10) keV | rowspan=2|4,35(7) mnt | β− (98%) | 102Ru | rowspan=2|(4, 5) | rowspan=2| |- | IT (2%) | 102Tc |- | 103Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 60 | 102,909181(11) | 54,2(8) dtk | β− | 103Ru | 5/2+ | |- | 104Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 61 | 103,91145(5) | 18,3(3) mnt | β− | 104Ru | (3+)# | |- | style="text-indent:1em" | 104m1Tc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 69,7(2) keV | 3,5(3) µdtk | | | 2(+) | |- | style="text-indent:1em" | 104m2Tc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 106,1(3) keV | 0,40(2) µdtk | | | (+) | |- | 105Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 62 | 104,91166(6) | 7,6(1) mnt | β− | 105Ru | (3/2−) | |- | 106Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 63 | 105,914358(14) | 35,6(6) dtk | β− | 106Ru | (1, 2) | |- | 107Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 64 | 106,91508(16) | 21,2(2) dtk | β− | 107Ru | (3/2−) | |- | style="text-indent:1em" | 107mTc | colspan="3" style="text-indent:2em" | 65,7(10) keV | 184(3) ndtk | | | (5/2−) | |- | 108Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 65 | 107,91846(14) | 5,17(7) dtk | β− | 108Ru | (2)+ | |- | rowspan=2|109Tc | rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | rowspan=2 style="text-align:right" | 66 | rowspan=2|108,91998(10) | rowspan=2|860(40) mdtk | β− (99,92%) | 109Ru | rowspan=2|3/2−# | rowspan=2| |- | β−, n (0,08%) | 108Ru |- | rowspan=2|110Tc | rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | rowspan=2 style="text-align:right" | 67 | rowspan=2|109,92382(8) | rowspan=2|0,92(3) dtk | β− (99,96%) | 110Ru | rowspan=2|(2+) | rowspan=2| |- | β−, n (0,04%) | 109Ru |- | rowspan=2|111Tc | rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | rowspan=2 style="text-align:right" | 68 | rowspan=2|110,92569(12) | rowspan=2|290(20) mdtk | β− (99,15%) | 111Ru | rowspan=2|3/2−# | rowspan=2| |- | β−, n (0,85%) | 110Ru |- | rowspan=2|112Tc | rowspan=2 style="text-align:right" | 43 | rowspan=2 style="text-align:right" | 69 | rowspan=2|111,92915(13) | rowspan=2|290(20) mdtk | β− (97,4%) | 112Ru | rowspan=2|2+# | rowspan=2| |- | β−, n (2,6%) | 111Ru |- | 113Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 70 | 112,93159(32)# | 170(20) mdtk | β− | 113Ru | 3/2−# | |- | 114Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 71 | 113,93588(64)# | 150(30) mdtk | β− | 114Ru | 2+# | |- | 115Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 72 | 114,93869(75)# | 100# mdtk [>300 ndtk] | β− | 115Ru | 3/2−# | |- | 116Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 73 | 115,94337(75)# | 90# mdtk [>300 ndtk] | | | 2+# | |- | 117Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 74 | 116,94648(75)# | 40# mdtk [>300 ndtk] | | | 3/2−# | |- | 118Tc | style="text-align:right" | 43 | style="text-align:right" | 75 | 117,95148(97)# | 30# mdtk [>300 ndtk] | | | 2+# |
Stabilitas isotop teknesium
Teknesium dan prometium adalah unsur ringan yang tidak biasa karena tidak memiliki isotop stabil. Dengan menggunakan model tetesan cair untuk inti atom, seseorang dapat memperoleh rumus semiempiris untuk energi pengikatan sebuah inti. Rumus ini memprediksi "lembah kestabilan beta" di mana nuklida tidak mengalami peluruhan beta. Nuklida yang terletak "di dinding" lembah cenderung meluruh dengan peluruhan beta menuju pusat (dengan memancarkan elektron, memancarkan positron, atau menangkap elektron). Untuk jumlah nukleon A yang tetap, energi pengikatan terletak pada satu atau lebih parabola, dengan nuklida paling stabil di bagian bawah. Nukleon dapat memiliki lebih dari satu parabola karena isotop dengan jumlah proton genap dan jumlah neutron genap lebih stabil daripada isotop dengan jumlah proton ganjil dan jumlah neutron ganjil. Peluruhan beta tunggal kemudian mengubah yang satu menjadi yang lain. Ketika hanya ada satu parabola, hanya ada satu isotop stabil yang terletak pada parabola itu. Ketika ada dua parabola, yaitu ketika jumlah nukleon genap, inti yang stabil dengan jumlah proton ganjil dan jumlah neutron ganjil dapat terjadi (walaupun ini hanya terjadi dalam empat kasus: 2H, 6Li, 10B, dan 14N). Namun, jika ini terjadi, tidak akan ada isotop stabil dengan jumlah proton genap dan jumlah neutron genap. (Lihat garis kestabilan beta).
Untuk teknesium (Z = 43), lembah kestabilan beta berpusat di sekitar 98 nukleon. Namun, untuk setiap jumlah nukleon dari 94 hingga 102, sudah ada setidaknya satu nuklida stabil baik molibdenum (Z = 42) atau rutenium (Z = 44), dan aturan isobar Mattauch menyatakan bahwa dua isobar yang berdekatan, tidak dapat untuk keduanya menjadi stabil.[18] Untuk isotop dengan jumlah nukleon ganjil, aturan ini segera menyingkirkan isotop stabil teknesium, karena hanya ada satu nuklida stabil dengan jumlah nukleon ganjil tetap. Untuk isotop dengan jumlah nukleon genap, karena teknesium memiliki jumlah proton ganjil, setiap isotop juga harus memiliki jumlah neutron ganjil. Dalam kasus seperti ini, keberadaan nuklida stabil yang memiliki jumlah nukleon yang sama dan jumlah proton yang genap menyingkirkan kemungkinan adanya inti yang stabil.[19][20]
Referensi
- ↑ Atomic weights of the elements 2011 (IUPAC Technical Report). IUPAC. hlm. 1059(13). – Unsur yang ditandai dengan * tidak memiliki isotop stabil: 43, 61, dan 83 ke atas.
- ↑ J.P. Icenhower. The Geochemistry of Technetium: A Summary of the Behavior of an Artificial Element in the Natural Environment. U.S. Department of Energy. 2008. hlm. 2.1.
- ↑ Livechart - Table of Nuclides - Nuclear structure and decay data. www-nds.iaea.org.
- ↑ Nubase 2016. NDS IAEA. 2017.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Technetium. EnvironmentalChemistry.com.
- ↑ Livechart - Table of Nuclides - Nuclear structure and decay data. www-nds.iaea.org.
- ↑ Technetium. EnvironmentalChemistry.com.
- ↑ Technetium. EnvironmentalChemistry.com.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ H. M. Bigott. Production, processing and uses of 94mTc. Journal of Labelled Compounds and Radiopharmaceuticals. 2001. Vol. 44 (S1). hlm. S119–S121. doi:10.1002/jlcr.2580440141.
- ↑ Thomas Morley. Simple, rapid production of Tc-94m. Journal of Nuclear Medicine. 2011-05-01. Vol. 52 (supplement 1). hlm. 290.
- ↑ Takehito Hayakawa. 95g Tc and 96g Tc as alternatives to medical radioisotope 99m Tc. Heliyon. January 2018. Vol. 4 (1). hlm. e00497. doi:10.1016/j.heliyon.2017.e00497.
- ↑ Edward J. Mausolf. Fusion-Based Neutron Generator Production of Tc-99m and Tc-101: A Prospective Avenue to Technetium Theranostics. Pharmaceuticals. September 2021. Vol. 14 (9). hlm. 875. doi:10.3390/ph14090875.
- ↑ The Encyclopedia of the Chemical Elements, hlm. 693, "Toxicology", paragraph 2
- ↑ Produk fisi berumur panjang
- ↑ Digunakan dalam kedokteran
- ↑ E.V. Johnstone. Technetium, the first radioelement on the periodic table. Journal of Chemical Education. 2017. Vol. 94 (3). hlm. 320–326. doi:10.1021/acs.jchemed.6b00343.
- ↑ E.V. Johnstone. Technetium, the first radioelement on the periodic table. Journal of Chemical Education. 2017. Vol. 94 (3). hlm. 320–326. doi:10.1021/acs.jchemed.6b00343.
- ↑ Radiochemistry and Nuclear Chemistry
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 21355585 (2022-07-09T09:55:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.