Lompat ke isi

Pembagi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26718322; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Cuisenaire_ten.JPG|thumb|right|280px|Cuisenaire ten]]
Dalam ilmu [[matematika]], '''pembagi''' () atau '''faktor''' () dari suatu [[bilangan bulat]] <math>n</math> adalah suatu bilangan bulat <math>m</math> yang dikalikan dengan bilangan bulat tertentu untuk menghasilkan <math>n</math>, sehingga <math>n</math> merupakan hasil [[perkalian]] <math>m</math>. Dalam kasus tersebut, <math>n</math> '''habis dibagi''' dengan <math>m</math> jika <math>m</math> merupakan pembagi dari <math>n</math>, sehingga <math>n</math> dibagi <math>m</math> tidak menghasilkan sisa (atau sisa pembagian sama dengan 0).
Dalam ilmu [[matematika]], '''pembagi''' () atau '''faktor''' () dari suatu [[bilangan bulat]] <math>n</math> adalah suatu bilangan bulat <math>m</math> yang dikalikan dengan bilangan bulat tertentu untuk menghasilkan <math>n</math>, sehingga <math>n</math> merupakan hasil [[perkalian]] <math>m</math>. Dalam kasus tersebut, <math>n</math> '''habis dibagi''' dengan <math>m</math> jika <math>m</math> merupakan pembagi dari <math>n</math>, sehingga <math>n</math> dibagi <math>m</math> tidak menghasilkan sisa (atau sisa pembagian sama dengan 0).


Baris 22: Baris 24:


== Contoh ==
== Contoh ==
* 7 adalah pembagi dari 42 karena <math>7 \times 6 = 42</math>, sehingga dapat dikatakan <math>7 \mid 42</math>. Dapat pula dikatakan bahwa 42 habis dibagi 7, 42 adalah hasil perkalian 7, 7 dapat membagi 42, atau 7 adalah faktor dari 42.
* 7 adalah pembagi dari 42 karena <math>7 \times 6 = 42</math>, sehingga dapat dikatakan <math>7 \mid 42</math>. Dapat pula dikatakan bahwa 42 habis dibagi 7, 42 adalah hasil perkalian 7, 7 dapat membagi 42, atau 7 adalah faktor dari 42.
* Pembagi nontrivial dari 6 adalah 2, −2, 3, −3.
* Pembagi nontrivial dari 6 adalah 2, −2, 3, −3.
Baris 28: Baris 29:
* <math>5 \mid 0</math>, karena <math>5 \times 0 = 0</math>.
* <math>5 \mid 0</math>, karena <math>5 \times 0 = 0</math>.
* [[Himpunan]] semua faktor 60, <math>A = \{ 1, 2, 3, 4, 5, 6, 10, 12, 15, 20, 30, 60 \}</math>, yang jika [[Himpunan terurut parsial|diurutkan secara parsial]] berdasarkan [[Aturan keterbagian|keterbagian]] (''divisibility''), dapat ditampilkan sebagai berikut dengan [[diagram Hasse]]:
* [[Himpunan]] semua faktor 60, <math>A = \{ 1, 2, 3, 4, 5, 6, 10, 12, 15, 20, 30, 60 \}</math>, yang jika [[Himpunan terurut parsial|diurutkan secara parsial]] berdasarkan [[Aturan keterbagian|keterbagian]] (''divisibility''), dapat ditampilkan sebagai berikut dengan [[diagram Hasse]]:


== Pembahasan lanjutan ==
== Pembahasan lanjutan ==
Baris 57: Baris 57:
* [[Tabel pembagi]]—Sebuah tabel pembagi bilangan prima dan bilangan non-prima untuk 1–1000
* [[Tabel pembagi]]—Sebuah tabel pembagi bilangan prima dan bilangan non-prima untuk 1–1000
* [[Tabel faktor bilangan prima]]—A table of prime factors for 1–1000
* [[Tabel faktor bilangan prima]]—A table of prime factors for 1–1000
== Referensi ==


== Pustaka ==
== Pustaka ==
*
*  
* [[Richard K. Guy]], ''Unsolved Problems in Number Theory'' (3rd ed), [[Springer Verlag]], 2004 ISBN 0-387-20860-7; section B.
* [[Richard K. Guy]], ''Unsolved Problems in Number Theory'' (3rd ed), [[Springer Verlag]], 2004 ISBN 0-387-20860-7; section B.
*
*  
* [[Øystein Ore]], Number Theory and its History, McGraw–Hill, NY, 1944 (and Dover reprints).
* [[Øystein Ore]], Number Theory and its History, McGraw–Hill, NY, 1944 (and Dover reprints).
*
*


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembagi&oldid=26718322 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26718322 (2025-01-01T00:54:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembagi&oldid=26718322 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26718322 (2025-01-01T00:54:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 22.59

Cuisenaire ten

Dalam ilmu matematika, pembagi () atau faktor () dari suatu bilangan bulat n adalah suatu bilangan bulat m yang dikalikan dengan bilangan bulat tertentu untuk menghasilkan n, sehingga n merupakan hasil perkalian m. Dalam kasus tersebut, n habis dibagi dengan m jika m merupakan pembagi dari n, sehingga n dibagi m tidak menghasilkan sisa (atau sisa pembagian sama dengan 0).

Definisi

Suatu bilangan bulat n habis dibagi oleh bilangan bulat taknol m jika terdapat bilangan bulat k yang memenuhi n=km. Definisi tersebut dapat dirumuskan sebagai:

mn

Notasi tersebut dapat dibaca: m membagi n, m adalah pembagi n, m adalah faktor dari n, atau n adalah hasil perkalian m. Jika m tidak membagi n, maka notasinya adalah m∤n.

Terdapat dua ekspresi matematika yang berhubungan dengan definisi tersebut, tergantung pada ketentuan apakah nol diperbolehkan untuk m:

  • Jika ekspresi tersebut tidak memuat syarat tambahan untuk m, m0 untuk setiap bilangan bulat m.
  • Jika ekspresi tersebut mensyaratkan m bukan bilangan nol, m0 untuk setiap bilangan bulat taknol m.

Pengertian umum

Pembagi dapat berupa bilangan negatif atau bilangan positif, meskipun istilah ini umumnya terfokus pada bilangan pembagi positif. Misalnya, angka 4 sebenarnya memiliki enam pembagi, yaitu 1, 2, 4, −1, −2, dan −4, tetapi hanya bilangan positif (1, 2, and 4) yang biasanya disebutkan sebagai pembagi angka 4.

1 dan −1 dapat membagi (atau merupakan pembagi) setiap bilangan bulat. Setiap bilangan bulat (dan lawan bilangan negatifnya) adalah faktor bilangan itu sendiri. Bilangan bulat yang habis dibagi 2 disebut bilangan genap, dan bilangan bulat yang tidak habis dibagi 2 disebut bilangan ganjil.

1, −1, n dan n disebut pembagi trivial dari n, sedangkan pembagi n yang bukan merupakan pembagi trivial disebut pembagi nontrivial. Bilangan bulat taknol yang memiliki setidaknya satu pembagi nontrivial disebut bilangan komposit. Angka −1 dan 1 serta bilangan prima tidak memiliki pembagi nontrivial.

Aturan keterbagian dapat memprediksi pembagi-pembagi tertentu dari suatu bilangan dengan melihat angkanya.

Contoh

  • 7 adalah pembagi dari 42 karena 7×6=42, sehingga dapat dikatakan 742. Dapat pula dikatakan bahwa 42 habis dibagi 7, 42 adalah hasil perkalian 7, 7 dapat membagi 42, atau 7 adalah faktor dari 42.
  • Pembagi nontrivial dari 6 adalah 2, −2, 3, −3.
  • Pembagi positif dari 42 adalah 1, 2, 3, 6, 7, 14, 21, 42.
  • 50, karena 5×0=0.
  • Himpunan semua faktor 60, A={1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60}, yang jika diurutkan secara parsial berdasarkan keterbagian (divisibility), dapat ditampilkan sebagai berikut dengan diagram Hasse:

Pembahasan lanjutan

Sejumlah kaidah dasar yang berhubungan dengan pembagi adalah sebagai berikut.

  • Jika ab dan bc, maka ac. Kaidah tersebut termasuk relasi transitif.
  • Jika ab dan ba, maka a=b atau a=b.
  • Jika ab dan ac, maka a(b+c) berlaku, seperti halnya a(bc). Namun, jika ab dan cb, maka (a+c)b tidak selalu berlaku (misalnya, 26 dan 36, tapi 5∤6.).

Jika abc dan gcd(a,b)=1, maka ac. Kaidah ini disebut Lemma Euklidean.

Jika p merupakan bilangan prima dan pab, maka pa atau pb.

Bilangan pembagi postif n yang tidak sama dengan n disebut ' atau ' dari n (misalnya, pembagi sejati bilangan 6 ialah 1, 2, and 3). Bilangan yang tidak habis membagi n melainkan menyisakan sisa pembagian terkadang disebut ' dari n.

Bilangan bulat n>1 yang hanya memiliki angka 1 sebagai pembagi sejatinya disebut bilangan prima. Oleh karena itu, bilangan prima didefinisikan sebagai bilangan bulat positif yang memiliki tepat dua bilangan faktor positif, yakni angka 1 dan dirinya sendiri.

Suatu pembagi positif dari bilangan n merupakan darab (hasil kali) atas bilangan faktor prima dari n yang dipangkatkan. Kaidah ini merupakan akibat dari teorema dasar aritmetika.

Bilangan n merupakan bilangan sempurna jika bilangan tersebut sama dengan hasil jumlah pembagi sejatinya, merupakan bilangan defisien jika hasil jumlah pembagi sejatinya kurang dari n, atau merupakan bilangan berlimpah jika hasil jumlah tersebut lebih dari n.

Lihat pula

Pustaka

  • Richard K. Guy, Unsolved Problems in Number Theory (3rd ed), Springer Verlag, 2004 ISBN 0-387-20860-7; section B.
  • Øystein Ore, Number Theory and its History, McGraw–Hill, NY, 1944 (and Dover reprints).

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26718322 (2025-01-01T00:54:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.